P. 1
Running Teks

Running Teks

|Views: 32|Likes:
Published by Doni Faisal Tanjung

More info:

Published by: Doni Faisal Tanjung on Jun 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/10/2012

pdf

text

original

Skema Running Text Keberadaan Running Text dapat dikaitkan dengan salah satu fungsi bahasa, yakni sebagai

alat komunikasi. Dalarn Webster s New Collegiate Dictionary dikatakan: “communication is a process which in brination is exchange between individuals through a common svsteni of synthols, signs, or behaviour (komunikasi adalah pertukaran informasi antarindividual melalui sistem simbol, tanda. dan tingkah laku yang umum)” (Alwasilah, 1993: 8). Bila disimak batasan tersebut maka didapatkan tiga komponen yang harus ada dalam setiap proses komunikasi, yaitu (1) pihak yang berkornunikasi, yakni pengirim dan penerima informasi, yang disebut partisipan; (2) informasi yang dikomunikasikan; dan (3) alat yang digunakan dalam kornunikasi tersebut, ketiga komponen ini ada pada Running Text yaitu (1) pihak pengirirn dan pihak penerima, di sini adalah masyarakat sebagai pihak penerirna (2) informasi yang dikomunikasikan yaitu berisi informasi yang berbentuk berita (3) alat yang digunakan adalah Running Text itu sendiri.

Running Text merupakan salah satu ragarn bahasa tulis yang memiliki sifat-sifat khas, yaitu: singkat, padat, sederhana, lancar, jelas, dan menarik. Bahasa Running Text yang terlalu rumit atau berbelit-belit akan rnenyulitkan pernahaman isi teks kepada masyarakat. OIeh karena itu, Running Text bersifat sederhana. Kejelasan konteks bahasa yang berupa kalimat pada Running Text haruslah menjadi syarat yang utarna agar informasi bisa langsung diterima oleh pembaca tanpa harus rnengulang-ngulang apa yang dibacanya.

Running LED Animasi lampu yang bergerak tentunya akan menambah semaraknya suasana suatu acara atau dapat pula memberikan kesan kreatif. Salah satu animasi lampu yang mudah dibuat dan tidak terlalu membutuhkan biaya yang banyak adalah running led.

Animasi lampu atau hiasan lampu yang bergerak tidaklah selalu mahal dan sukar dalam pembuatannya. Proyek ini sangat mudah dibuat hanya dengan menggunakan tiga buah IC CMOS. Rangkaiannya pun sangat sederhana dan mudah untuk dipahami dan dibuat sendiri.

Ide Running LED

Running led ini dibuat dengan menggunakan dua buah IC CMOS MC14017 sebagai decade counter. IC CMOS ini mempunyai karakteristik untuk mengaktifkan salah satu bit outputnya saja dan mampu memberikan arus sampai 10mA. Arus output ini sudah cukup untuk menyalakan sebuah led dengan kecerahan yang cukup.

IC CMOS ini cukup baik kerjanya terutama dengan tegangan suplai yang daerah kerjanya sangat lebar yaitu mulai 3.0 VDC sampai 18VDC. Dalam hal ini karena nantinya diaplikasikan pada bidang otomotif, misalnya, maka dipilih tegangan 12VDC. Untuk membentuk pulsa clocknya digunakan MC14011, merupakan IC CMOS gerbang NAND. Dengan adanya potensiometer R3 maka frekuensi output dari osilator clock dapat diatur.

Gambar 1 Arah Gerakan LED

Cara Kerja Rangkaian Rangkaian osilator clock dibangun dari rangkaian MC14011, R2, potensiometer R3 dan kapasitor C2. Frekuensi kerjanya diatur dengan mengatur nilai resistansi potensiometer R3 tetapi jika dirasa masih kurang lambat maka nilai kapasitor C2 dapat diperbesar. Rangkaian C1 dan R1 merupakan rangkaian yang mereset MC14017 pada saat power-up. Pada saat pertama kali dihidupkan kapasitor C1 akan mengisi muatannya sehingga muncul tegangan di R1 sehingga MC14017 reset. Setelah beberapa saat maka kapasitor C1 akan penuh dan tegangan pada R1 akan turun menuju 0 volt. Dalam kondisi seperti ini maka MC14017 akan mulai dari kondisi awal dimana Q0 akan aktif kemudian diikuti oleh Q1 setelah MC14017 mendapatkan pulsa clock. Setelah mendapatkan 10 kali pulsa clock maka secara otomatis MC14017 akan reset dan kembali pada kondisi awal yaitu pada Q0 aktif kembali. Saklar SW1 dan SW2 digunakan untuk menentukan operasi kerja dari running led ini. Jika kedua saklar ini terbuka maka tidak ada led yang bergerak. Semua led akan diam pada posisi terakhirnya. Jika saklar SW1 ditutup maka hanya led D11 sampai D20 saja yang bergerak sedangkan jika hanya saklar SW2 saja yang ditutup maka hanya led D1-D10 saja yang bergerak. Tetapi jika kedua saklar ini ditutup maka semua led akan bergerak.

Gambar 2 Rangkaian Lengkap Running LED

Pengembangan Rangkaian Tetapi jika diperlukan arus yang lebih besar maka perlu ditambahkan transistor switching yang nantinya dibebani oleh led. Dengan menggunakan transistor switching maka arus yang menuju led dapat diatur sedemikian hingga lebih dari 10mA. Arah gerakan led dapat dimodifikasi sesuai keinginan. Caranya adalah dengan meletakkan urutan led disesuaikan dengan urutak keaktifannya. Urutan keaktifan dari output 4017 adalah sesuai dengan urutan output Q0,

Q1, …, Q10. Jika kecerahan led dirasa kurang maka dapat nilai resistor R4 dapat diganti menjadi 220 ohm.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->