P. 1
Manajemen Pemasaran 1

Manajemen Pemasaran 1

|Views: 34|Likes:
Published by Josep Sinaga

More info:

Published by: Josep Sinaga on Jun 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/13/2013

pdf

text

original

Nama Kelompok: 1. Josep Sinaga (09520008) 2. Zefanya K.R. Purba (09520036) 3. Damai A. Sihotang (09520037) 4.

Roynaldo Silalahi (08520109)

Strategi Pemasaran :

S

Menemukan beragam kebutuhan dan kelompok

T
P

Membidik yang dapat dipenuhi secara superior
Memposisikan penawaran

“ Tindakan merancang penawaran dan citra perusahaan agar mendapatkan tempat khusus dalam pikiran pasar sasaran”. Tujuan : Menempatkan merek dalam pikiran konsumen untuk memaksimalkan manfaat potensial bagi perusahaan. Hasil : Proposisi nilai yang terfokus pada pelanggan.

Terdapat beberapa definisi positioning menurut para ahli, diantaranya adalah: 1. Menurut Solomon, dan Elnora (2003:235), “Developing a marketing strategy aimed at influencing how a particular market segment perceives a good or service in comparison to the competition”. 2. Menurut Kotler (1997: 262): “Positioning is the act of designing the company’s offer so that it occupies a distinct and value placed in the target customer mind”.

Kotler (1997:265) menjelaskan beberapa cara product positioning yang dapat dilakukan pemasar dalam memasarkan produk kepada konsumen yang dituju, yaitu: 1. Penentuan posisi menurut atribut. 2. Penentuan posisi menurut manfaat. 3. Penentuan posisi menurut penggunaan atau penerapan.

4. Penentuan posisi menurut pemakai. 5. Penentuan posisi menurut pesaing. 6. Penentuan posisi menurut kategori produk. 7. Penentuan posisi harga atau kualitas.

Langkah dalam mengembangkan strategi positioning yaitu: 1. Mengidentifikasi Keunggulan Kompetitif. 2. Dalam menawarkan produk dengan suatu competitive advantage. 3. Perusahaan harus mengevaluasi respon dari target market.

Prosedur positioning dalam melakukan Penempatan posisi yang tepat, menurut Himam dan Schewe dalam Ali Hasan (2008:202) adalah sebagai berikut: 1. Menentukan produk pasar yang relevan. 2. Pendataan kebutuhan pelanggan. 3. Mengidentifikasikan pesaing. 4. Menentukan standar evaluasi.

5. Membuat perceptual map. 6. Mengidentifikasi kesenjangan posisi. 7. Merencanakan dan melaksanakan strategi positioning. 8. Memantau posisi.

Menurut Kotler & Keller (2009:253) ada lima pendekatan positioning atau proposisi yang dapat dilakukan oleh setiap perusahaan, yaitu: 1. Lebih banyak untuk lebih banyak. 2. Lebih banyak untuk sama. 3. Sama untuk lebih sedikit. 4.Lebih banyak untuk lebih sedikit..

Efektifitas strategi positioning dipengaruhi oleh empat faktor, faktor-faktor tersebut adalah: 1. Target Pasar 2. Daur Hidup Produk 3. Strategi Unit Bisnis 4. Program Pemasaran

Terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan positioning segmen pasar tertentu, yaitu: 1.Kemungkinan bahwa pesaing telah menempatkan mereknya disamping merek perusahaan yang kemungkinan dapat mengurangi pangsa pasar perusahaan di dalam segmen tersebut.

2.Kemungkinan bahwa kesukaan konsumen yang ada sudah mengalami Perubahan. 3.Kesukaan pembeli yang baru, kemungkinan merupakan peluang yang menarik.

Jadi, agar strategi positioning dapat seperti yang diinginkan oleh perusahaan, maka lakukan : 1.Analisa atribut produk yang dianggap penting bagi pelanggan. 2.Uji penyebaran atribut-atribut tersebut di antara segmen-segmen pasar yang berbeda.

3. Tentukan posisi yang optimal bagi produk tersebut menurut masing masing atribut tanpa mengabaikan posisi merek-merek yang ada. 4. Pilih posisi keseluruhan bagi produk yang didasarkan pada kesepadanan yang menyeluruh antara atribut produk dan penyebarannya ke segmensegmen pasar dengan posisi merek yang ada

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->