P. 1
RKS PJU 2012

RKS PJU 2012

4.0

|Views: 5,647|Likes:
Published by AlfirmanAkhirudin

More info:

Published by: AlfirmanAkhirudin on Jun 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/19/2013

pdf

text

original

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS

)

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)
PENERANGAN JALAN UMUM (PJU) RUANG LINGKUP PEKERJAAN Ruang lingkup pekerjaan adalah bahwa Pemerintah Selatan ingin mewujudkan sarana Penerangan Jalan Umum di sepanjang jalan dan tiang SUTR/TM PLN dengan tinggi minimal 7 meter dari permukaan jalan dengan pencahayaan diarahkan ke as lebar jalan. Hal ini dimaksudkan selain memenuhi kebutuhan pencahayaan dan kerataan penyebaran cahaya, juga untuk menghindari potensi terjadinya sundulan mobil-mobil pengangkut barang yang tinggi nya diatas rata-rata. Agar tercapai efisiensi sekaligus tetap memberikan pelayanan yang maksimal terhadap transportasi jalan umum, timer akan dipasang dan diset dengan waktu penyalaan mulai pukul 18.00-06.00. PERSYARATAN UMUM 1. Penyedia jasa mempunyai pengalaman dalam bidang pelaksanaan pekerjaan pemasangan jaringan dan Instalasi Lampu Penerangan Umum (PJU). 2 . Penyedia jasa harus melampirkan katalog atau brosur komponen-komponen yang ditawarkan. 3. Penyedia jasa wajib melampirkan jadwal atau waktu pelaksanaan pekerjaan dengan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan paling lama sesuai dengan LDP. 4. Melampirkan spesifikasi Teknis dan Gambar, meliputi: Macam/jenis kapasitas dan jumlah peralatan yang diperlukan kualifikasi dan jumlah personil yang diperlukan; syarat material/bahan; gambar-gambar kerja; Kriteria kinerja produk yang diinginkan. 5. Melampirkan daftar kuantitas dan harga Rencana Anggaran Biaya (RAB).. 6. Bilamana diperlukan, Panitia Pengadaan atau Kuasa Pengguna Anggaran berlaku untuk memeriksa menunjukkan contoh barang tertentu yang ditawarkan oleh peserta atas biaya penyedia barang/jasa yang bersangkutan. PERSYARATAN KHUSUS 1. LAMPU PENERANGAN JALAN UMUM (PJU) Lampu penerangan jalan umum terdiri atas rumah lampu, gawai pengendali (ballast, kapasitor, dan ignitor) serta bola lampu. Keseluruhan rumah lampu, gawai pengendali dan bola lampu yang ditawarkan harus berasal dari satu kesatuan suatu merek yang sama. Daya lampu dan sistim kendali pada lampu penerangan jalan umum ini adalah menggunakan jenis lampu Sodium tekanan tinggi 150 Watt yang dilengkapi gawai pengendali yang dikontrol dari boks panel dengan timer untuk pengatur periode waktu operasi tertentu sesuai yang dikehendaki oleh pemakai. Sistim ini berfungsi untuk penghematan energi dan memperpanjang umur bola lampu. A. ARMATURE TIPE A Lingkup spesifikas ini terbatas pada armatur lampu penerangan jalan umum. Spesifikasi lampu, ballast, kapasitor, dan ignitor diuraikan terpisah.

1

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

A.I. HOUSING (RUMAH LAMPU) - Rumah larnpu harus didisain dan dibentuk sedemikian rupa sehingga mampu melayani kebutuhan. Secara prinsip rumah lampu harus didisain sehingga memudahkan perawatan dan penggantian lampu cover, control gear, reflector, dan lamp holder, tanpa menggunakan peralatan khusus. - Rumah lampu harus diproses sedemikian rupa sehingga tingkat kehalusan dan kemerataan bagian luar dan dalam sama. Konstruksinya harus menahan getaran dalam penggunaan kondisi normal. - Rumah lampu berfungsi untuk melindungi dan meletakkan refleklor serta fitting lampu. Kedudukan fitting lampu terhadap reflektor harus mampu diatur (adjustable) disesuaikan dengan kebutuhan kerataan cahaya terhadap dengan jalan. - Penggantian lampu dan komponen dapat dilakukan dari atas dengan membuka penutup housing. Pada saat pembukaan ruang komponen dan lampu, komponen seperti ballast, kapasitor, dan ignitor harus dalam posisi terkunci kuat, didudukkan dalam plat datar dan tidak menimbulkan resiko benda jatuh pada saat perbaikan atau pemeliharaan. - Penggantian lampu harus mampu dilakukan tanpa melepas reflektor, sehingga ruang optik dapat terjaga kebersihannya. Bola lampu harus mampu ditarik keluar dari ruang optik dan penggantiannya dapat dilakukan di luar ruang optik.

A.2. REFLEKTOR Rancangan refleklor harus mampu mendukung sistim optik. Reflektor harus berdiri sendiri secara utuh (one piece), bukan memanfaatkan dinding dalam housing sebagai bidang pemantul. Bahan reflektor terbuat dari lembar aluminium kemurnian tinggi dianodizing (high purity anodized aluminum), posisi reflector dipasang sedemikian sehingga dapat mengontrol sinar lampu yang akan direfleksikan sesuai daya lampu yang dipasangkan. Reflektor harus mempunyai ketahanan terhadap lingkungan korosif minimal untuk 5 (lima) tahun. Ruang reflector harus mempunyai ventilasi (breating hole) dengan filter glass woll, yang berfungsi menyerap uap air, menjamin tidak masuk debu serta terjaminnya kontrol kelembaban udara dalam ruang optik. A.3. GASKET Gasket harus tahan terhadap iklim tropis dan tetap berada pada posisinya pada saat pengerjaan dan perawatan. Material yang dipakai dari bahan silikon atau bahan lain yang tahan panas dan elastis. Homogenitas temparatur terkontrol dengan baik. A.4. PENUTUP KACA ( GLASS COVER) Terbuat dari bahan safety glass bening dicetak halus dan kokoh. Tingkat transparansi bening (tahan terhadap ultra violet). Safety glass dapat terpecah dan akan hancur dalam butiran kecil (Tempered Glass) sehingga tidak berbahaya. Peletakan glass cover terhadap housing luminer harus dilapisi dengan gasket silikon yang mengeliiingi sepanjang bidang sentuh antara gasket terhadap housing luminer. Cover mampu melindungi luminair dan memudahkan penggantian cover apabila pecah.

2

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

A.5. PLAT DUDUKAN KOMPONEN (GEAR TRAY) Plat dudukan komponen dari bahan besi yang digalvanis atau bahan lain yang tahan karat, Plat dudukan beserta elektrikal dapat dilepas dari body housing untuk keperluan perawatan. A.6. PENGKAWATAN DALAM DAN PENYAMBUNGAN ANTAR KOMPONEN Pengkawatan dalam sebagai penghubung rangkaian antar komponen harus menggunakan kabel dengan diameter memadai, terbuat dari tembaga. Warna kabel pengenal L, N, dan G harus jelas dan dibedakan serta tahan panas. Sambungan harus menggunakan terminal block tahan panas. Terminal kabel utama (main input) menuju ke pengkawatan dalam dan menuju ke lampu harus menggunakan model plug and loose sehingga penyambungan dan pemutusan saat pemeliharaan tanpa menggunakan alat (tool less). A.7. LAMPHOLDER AND CASING Lampholder model E40. Bahan luar lampholder harus terbuat dari keramik. Bidang ulir terbuat dari tembaga lapis nikel atau stainless steel. Lampholder diletakkan dalam casing lampholder yang terbuat dari bahan plastik tahan panas yang dapat disesuaikan posisinya terhadap reflector (adjustable). Antara lampholder dengan casing dudukannya harus diberi pembatas berupa plat asbes tahan panas sebagai bahan insulasi dan peredam getar. Casing lampholder harus mempunyai lubang untuk evaporasi panas dari lampu ke luar lamp compartmen. Lubang evaporai panas dtersebut harus dilengkapi filter nylon atau carbon. B. BOLA LAMPU (LAMP) B.l. UMUM Jenis-jenis lampu yang digunakan pada armature lampu penerangan jalan adalah Jenis Lampu Pelepas Gas yaitu Lampu Sodium Tekanan Tinggi berbentuk Tabung (High Pressure Sodium Tube/HPS-T). Daya yang digunakana dalah 150 W. Sistem tegangan listrik adalah 220 Volt 50Hz. Faktor daya listrik pada rangkaian listrik armature lampu pada waktu penyalaan minimal 0.85 (Cos phi : 0.85) sedangkan frekuensi harmonic ketiga yang ditimbulkan tidak boleh melebihi 2l%. Spesifikasi jenis lampu Sodium Tekanan Tinggi (High Pressure Sodium Discharge Lamps) a) Jenis lampu Sodium bekerja secara emisi elektron dengan media pengantar gas sodium. Cahaya yang dihasilkana dalah kuning keemasan, dengan temperatur warna 2000 Kelvin. b) Efikasi lumen lampu sodium sekurang-kurangnya l10 lumen/watt c) Umur lampu rata-rata (Average Rated Lifetime) minimal adalah 32.000 jam. B.2. KONSTRUKSI l. Lampu (SON- T) berbentuk tubular (tabung bening) 2. Tabung discharge terbuat dari bahan "sintered polyrystaline alumina" 3. Jenis fitting E40 4. Sistem komponen listrik: Ballast, kapasitor, dan ignitor harus dipasang di dalam armature (integral). 5. Dimensi bola lampu sedemikian rupa sehingga bila dipasangkan pada armatur tidak menyentuh dinding dalam reflektor. B.2. SPESIFIKASI TEKNIS - Posisi penyalaan (burning position) dalam segala posisi (universal). - Warna cahaya sekitar 2000o K
3

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

C. BALLAST C.I. UMUM 1. Ballast sebagai komponen penting pada sistem penyalaan lampu pelepas gas (gas discharge) berfungsi untuk membatasi arus melalui lampu yang dilayani. 2. Jenis ballast yang digunakan adalah electromagnetic ballast induktif (inductive ballast) yang berfungsi sebagai pembatas arus. 3. Konstruksi harus sedemikian hingga dapat terkunci pada dudukan komponen dan mudah dirakit/proses penyambungan. 4. Pada tiap ballast harus diengkapi dengan marking petunjuk wiring, merk, model, arus nominal. 5. Dilengkapi dengan perlindungan terhadap panas (heat) berlebih yang dapat mencegah terbakarnya sirkuit.

D. KAPASITOR D.I. UMUM a) Digunakan pada sistem tegangan maksimal 400 V b) Bahan pembungkus terbuat dari aluminium atau plastik. c) Frekuensi nominal 50Hz batas toleransi nominal +/- l0% d) Besar dan jumlah kapasitansi kapasitor tidak ditentukan sepanjang dapat menghasilkan cos-phi minimal 0.85 dalam suatu rangkaian listrik luminer. E. IGNITOR E.I. UMUM a) Digunakan pada sistem tegangan 220 V - 50 Hz dengan toleransi tegangan +/- l0% untuk keperluan lampu pelepas gas seperti Sodium, tegangan pulsa awal antara 2.8 – 5 KV. b) Fungsi ignitor adalah sebagai super posisi dari satu atau lebih tegangan pulsa yang diberikan pada suatu lampu dengan tegangan beban nol sebelum lampu tersebut bekerja/menyala. c) Untuk lampu dengan katode dingin maka penyalaannya (ignitor) setelah tegangan pulsa terjadi. Untuk lampu dengan katoda panas bila lampu telah menyala dan kemudian tiba-tiba kehilangan daya listrik maka lampu akan padam, selanjutnya percepatan penyalaan (ignitor) akan terjadi setelah lampu menjadi dingin. Contoh: lampu sodium tekanan tinggi memerlukan waktu setelah +/- 5 menit. d) Elemen pensakelan (switching elements) menggunakan sistem elektronik. e) Type: Serial atau superimposed. f) Mempunyai tingkat isolasi yang baik agar mampu menahan tegangan pulsa hingga maksimal 5 KV. Jarak pemasangan ignitor dengan lampu harus dekat dan dipasang dekat pemegang lampu (lamp holder). F. KABEL Bahan konduktor kabel terbuat dari copper atau aluminium sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan. Kabel mampu menahan tegangan isolasi 500 Volt. Kabel yang ditawarkan harus telah lolos uji dari LMK dan berstandard PLN (SPLN). Kabel yang digunakan dari tipe: NYY 3x2.5 mm2, NYFGBY 4xl0 mm2, dan NYFGBY 4x25 mm2, Twisted kabel 4x16 mm2.
4

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

G. STANG ORNAMENT Stang ornament menggunakan pipa besi Galvanis (GIV) 2” kelas medium A, dengan ukuran dengan ukuran disesuaikan gambar (disesuaikan dengan jarak antar tiang PLN dengan lebar badan jalan), pembengkokan dengan sistem roll dengan sudut 15o, finishing hot dip galvanized. G. TIANG PJU dan STANG ORNAMENT a. Tiang harus tahan karat dan tidak mudah keropos. b. Tiang yang digunakan adalah: - Tiang oktagonal parabola cabang 2 parabola (double Parabolic). Tinggi 9 meter bahan SPCC standard ASTM A-36. Ketebalan 3 mm. Dimensi, Bentuk dan Ukuran sesuai gambar kerja. Tipe Base plate (pemasangan menggunakan angkur). Diproses dengan hot dipped galvanized. Pabrik pembuat tiang harus telah menerapkan sistim manajemen mutu. H. PANEL HUBUNG BAGI (PHB) Panel terbuat dari plat baja tebal 1,5- 2 mm, dengan ukuran disesuaikan gambar, terdiri dari Panel Hubung Bagi dan panel KWH meter sendiri. Panel berisi peralatan/perangkat untuk mengendalikan aliran listik dan pengaturan waktu penyalaan/mematikan lampu Panel di pasang di atas pondasi yang letaknya sesuai dengan gambar dan petunjuk dari pengawas lapangan sehingga dapat melayani seluruh kebutuhan pengaturan (menyalakan dan mematikan) dari sekelompok lampu yang dipasang serta memenuhi standart kualitas yang disyaratkan. Konstruksi Bok Panel Hubung Bagi (PHB) dan APP PLN a. Panel terbuat dari plate baja yang difinishing dengan powder coating- Warna panel ditetapkan oleh pengguna barang sebelum pemasangan. b. Bidang pertemuan antar tutup panel dan body panel nya harus dirancang sedemikian rupa sehingga air hujan tertahan di bidang temu dan mengalir ke bawah secara sempurna. c. Proses penyambungan antar plate baja harus dilakukan dengan cara spot welding. d. Harus tersedia sarana pendukung kabel dan bus baru untuk pentanahan (grounding) yang berfungsi untuk dudukan ujung kabel pentanahan. e. Pada dinding samping harus tersedia lubang ventilasi udara secukupnya. Konstruksi ventilasi sedimikian rupa sehingga tusukan benda logam lurus tidak dapat langsung menyentuh komponen bertegangan. f. Pintu panel dilengkapi dengan kunci gembok. g. Ukuran panel sebagaimana sesuai gambar. Ukuran panel harus mampu menampung seluruh komponen Kontrol dan KWH meter h. Bagian sisi depan terdapat kaca bening dengan luasan secukupnya sehingga memudahkan pernbacaan kWh. i. KHW meter dilengkapi dengan bok meter untuk penyegelan dari instansi PT. PLN (Persero). j. Panel type outdoor, dilengkapi dengan plat nama MILIK PEMKOT TANGERANG SELATAN. I. PERALATAN LAIN MINIATUR CIRCUIT BREAKER (MCB) MCB yang digunakan wajib bersertifikasi SNI dengan besaran kapasitas arus 2A, 6A, l0A, 16A, 20A, 25A, 32A, atau sesuai dengan kebutuhan daya lampu yang dibutuhkan.

5

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

MAGNETIK KONTAKTOR Magnetik kontaktor digunakan untuk saklar otomatis yang dikontrol dengan timer switch dan time delay. a. Memenuhi standart PLN atau LMK atau IEC b. 3 kutub (phase) c. Masing-masing phase/kutub mampu dialiri sampai dengan 125 A d. Tegangan kumparan 220-240 V TIMER Timer Switch dilengkapi dengan back up power dari baterai. Berfungsi untuk menyalakan dan mematikan lampu (beban). Spesifikasi teknis sebagai berikut: a) Tegangan nominal 220 -240 Volt b) Temperature ambient yang diijinkan -20C - + 50C c) Kosumsi daya max. 2,5 A d) Akurasi time : 1 detik/hari pada temperature 20 C e) Material high temperature resistant fireproof thermoplastic. f) Dengan power reserve (backup battery) minimum 72 jam dalam kondisi penuh g) Minimum switching interval 30 menit h) Override manual switching on/off tanpa mempengaruhi sequence i) Terdapat permanent switching on/off j) Mempunyai indicator switching status k) Mempunyai fasilitas indicator operasi l) Mempunyai korektor waktu musim panas/dingin m) Analog SUSPENSION BRACKET Terbuat dari bahan aluminium cor' SUSPENSION CLAMP Terbuat dari bahan aluminium corSTRAIN CLAMP WEDGE Terbuat dari aluminium, plastic, dan kawat pengait SERVICE WEDGE CLAMP Terbuat dari bahan plastik dan kawat pengait. STOPPING BUCKLE Terbuat dari steel plate yang dilapisi dengan stainless STAINLESS STEEL BELT Terbuat dari steel plate yang di lapisi dengan stainless' TAP CONNECTOR Terbuat dari bahan plastik kedap air dengan ukuran menyesuaikan ukuran kabel' SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR BAB I : PEKERJAAN SISTEM KELISTRIKAN I.1. U M U M 1.1. PENJELASAN Persyaratan Teknis Umum ini merupakan persyaratan dari segi teknis yang secara umum berlaku untuk seluruh bagian pekerjaan dimana persyaratan ini bisa diterapkan untuk Pengadaan & Pemasangan Mekanikal Elektrikal, yang meliputi : I. Pengadaan/Pemasangan Kabel Fedder dan Panel II. Sistim Telekomonikasi III. Jaringan Komputer
6

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

Secara lengkap seluruh jenis pekerjaan tersebut dapat disesuaikan/ dilihat dan tercantum pada Bill Of Quantity (BQ) dan BQ bersifat tidak mengikat. Bagian ini menjelaskan secara spesifik/khusus menyangkut disiplin/subpekerjaan Sistem Kelistrikan, dan ini merupakan bagian dari RKS Pekerjaan Elektrikal Perencanaan Gedung. Butir ini menjelaskan hal umum tentang sub-pekerjaan Sistem Kelistrikan paket pekerjaan Elektrikal. Hal-hal yang disebutkan pada Bagian I dari dokumen RKS paket pekerjaan Elektrikal ini merupakan bagian yang harus diikuti oleh setiap disiplin/subpekerjaan sebagai bagian dari paket pekerjaan Elektrikal. 1.2. LINGKUP SECARA UMUM Secara umum paket pekerjaan elektrikal ini meliputi pengadaan pemasangan, uji coba, testing dan pemeliharaan peralatan serta instalasi listrik. Lingkup itu menjadi kewajiban Kontraktor agar sistem harus dapat beroperasi secara baik dan sempurna sesuai gambar dan spesifikasi teknis. 1.3. STANDARD DAN PERSYARATAN Referensi dan standard material serta pengerjaannya yang berkaitan dengan pekerjaan ini harus mengikuti beberapa ketentuan namun tidak terbatas kepada apa yang tertulis dibawah ini, antara lain : - SNI 04-0255-2000, disebut juga sebagai Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL'2000). - Peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh pihak PLN (SPLN) yang menyangkut di dalam lingkup pekerjaan ini. - Peraturan mengenai keselamatan kerja (Depnaker). - Ketentuan-ketentuan/aturan-aturan yang dikeluarkan oleh pihak Pemberi tugas. - Ketentuan-ketentuan lain yang berlaku di dalam negara Republik Indonesia seperti ketentuan Perda Kota Batam dan Propinsi yang terkait dengan pekerjaan ini. - Standar internasional/negara-negara lain yang terkait sejauh tidak bertentangan dengan spesifikasi teknis dan aturan-aturan yang ada 1.4. DAFTAR MATERIAL DAN JAMINAN Pada waktu penawaran Pelaksana Pekerjaan wajib menyertakan (melampirkan) informasi dan brosur mengenai seluruh material yang ditawarkan. Informasi dan brosur ini harus mencakup dan menjelaskan mengenai isian dan spesifikasi teknis material yang ditawarkan serta Pelaksana Pekerjaan wajib memberi tanda pada brosur, tipe atau jenis material tersebut. Apabila ada material-material atau fasilitas-fasilitas dengan kategori "Standard" serta "Optional", agar hal ini diberi tanda dan ditegaskan, begitupula terhadap hal-hal tertentu lainnya yang dianggap penting untuk dipertegas. Hal ini agar jelas dan memudahkan di dalam mengevaluasi kelengkapan material dan sistem yang ditawarkan. Apabila Pelaksana Pekerjaan tidak menyertakan brosur dengan lengkap, hal ini akan merugikan Pelaksana Pekerjaan di dalam proses evaluasi. Pada waktu mengajukan penawaran, Pelaksana Pekerjaan harus
7

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

menyertakan/ melampirkan "Daftar Material" dari semua bahan yang akan dipasang pada proyek ini nantinya, dan yang sesuai dengan spesifikasi teknis. Bila dinyatakan sebagai pemenang untuk pekerjaan ini, maka Pelaksana Pekerjaan harus memberikan Surat Pernyataan dari Agen/Distributor atau principal dari merk mesin yang ditawarkannya dengan menyatakan bahwa barang yang ditawarkan adalah 100% baru, dari model mutakhir pembuatan tahun 2007/2008 dan bersedia menjamin pelayanan purna-jual. Dalam daftar material ini harus disebut pabrik, merk dan type lengkap disertai brosur/catalog. Apabila pada waktu memasukkan penawaran tidak menyertakan / mengajukan brosur/catalog atau tidak lengkap, maka hal ini mempengaruhi penilaian, dan tidak lepas dari kewajiban untuk menyesuaikan dengan spesifikasi teknis, dan untuk itu Pemberi Tugas dapat menentukan sendiri material yang memenuhi spesifikasi teknis atas resiko Pelaksana Pekerjaan. Merk dan type dari pada material yang diajukan dalam daftar material tersebut, harus sudah diperiksa dan diyakini benar oleh Pelaksana Pekerjaan bahwa dalam kurun waktu pelaksanaan proyek, material tersebut dapat diperoleh. Tidak ada alasan dikemudian hari bahwa material tidak dapat diperoleh di pasaran/agen. Untuk hal ini Pemberi Tugas akan menentukan merk/ type lain sesuai dengan spesifikasi sama serta resiko biaya ditanggung oleh Pelaksana Pekerjaan. 1.5. NAMA PABRIK/MERK YANG DITENTUKAN Apabila dalam spesifikasi teknis ini disebutkan nama pabrik/merk dari suatu jenis bahan/komponen, (Daftar Material) tertentu maka Pelaksana Pekerjaan wajib menawarkan dan memasang sesuai dengan yang ditentukan. Jadi tidak ada alasan bagi Pelaksana Pekerjaan pada waktu pemasangan menyatakan barang tersebut sudah tidak terdapat lagi dipasaran ataupun sukar didapatkan. Hal ini berlaku pula kepada peralatan atau material yang tidak disebutkan secara spesifik baik terhadap merk atau type pada dokumen ini namun oleh Pelaksana Pekerjaan telah disebutkan atau dimasukkan di dalam penawarannya. Untuk barang-barang yang harus diimport, segera setelah ditunjuk sebagai pemenang, Pelaksana Pekerjaan harus sesegera mungkin memesan melalui agennya di Indonesia. Untuk itu 1 (satu) minggu setelah penunjukkan pemenang, Pelaksana Pekerjaan harus memberikan foto copy dari pemesanan material yang diimport pada keagenan ataupun importir lainnya, yang menyatakan bahwa materialmaterial tersebut telah dipesan (order import) sesuai prosedur dari pihak Pemberi Tugas. Supplier harus menunjukkan tanda keagenan peralatan dan bertanggung jawab secara teknis terhadap material yang diajukannya. Keterlibatan pihak agen manufacturer sampai kepada supervisi dan commissioning/trial run atas tanggungan Pelaksana Pekerjaan dan sudah diperhitungkan dengan seksama serta termasuk dalam pengajuan penawarannya. Approval/acceptance oleh Pemberi Tugas akan diberikan apabila ada commissioning dari pihak agen manufacturer.

8

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

1.6. TYPE TEST DAN PENGUJIAN Untuk semua material dan system yang diajukan dan dipasang harus sudah memperoleh pengesahan dari instansi lain yang berwewenang. Sertifikat, Type test atau pengujian tertentu terhadap suatu jenis material atau sistem harus dilampirkan pada waktu mengajukan penawaran. Pelaksana Pekerjaan bertanggung jawab penuh terhadap hal-hal yang menyangkut pengujian dan pengesahan PLN terhadap material dan instalasi yang dipasang. Beban biaya untuk type test atau pengujian tertentu terhadap Generating set serta semua biaya pengetesan terhadap instalasi sistem kelistrikan adalah menjadi tanggungan Pelaksana Pekerjaan. 1.7. UJI COBA DAN ACCEPTANCE PROCEDURE Proses pengadaan material, pemasangan, supervisi dirangkaikan dengan proses commissioning dan uji-coba harus dilaksanakan oleh pihak Pelaksana Pekerjaan. Prosedur dan pelaksanaan Commissioning dan pengujian terhadap fisik peralatan, elektris, operasional, proses, sertifikasi dan hasil penyiapan laporan test harus disiapkan oleh Pelaksana Pekerjaan. "Acceptance" oleh pihak Pemberi Tugas akan dilakukan setelah uji-coba secara khusus dengan menyertakan pihak Pemberi Tugas dan menyampaikan hasil/laporan commissioning dan sertifikat/hasil test yang telah dilaksanakan. Uji coba Acceptance ini dilaksanakan sebelum serah terima tahap I atau mengikuti jadwal yang ditentukan Pemberi tugas. Biaya dan peralatan uji serta kebutuhan lainnya adalah menjadi tanggungan Pelaksana Pekerjaan. 1.8. KONFLIK PELAKSANAAN Apabila terjadi konflik teknis pengerjaan daripada masing-masing instalasi ataupun dengan instalasi lain yang tidak digambarkan pada gambar pelelangan/tender ini dan kesemuanya baru muncul pada waktu pelaksanaan maka kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mencari jalan ke luar yang disarankan oleh Pemberi Tugas/Konsultan Perencana / Konsultan Pengawas. Konsekwensi biaya terhadap hal ini adalah menjadi tanggungan Pelaksana Pekerjaan. Untuk hal inilah maka sebelum penjelasan Tender maka terhadap semua gambar, spesifikasi teknis dengan segala kaitan serta konsekwensinya harus dipelajari dengan teliti dan semua ketidak-jelasan atau kesalahan dan konflik harus ditanyakan pada waktu penjelasan. 1.9. PAS INSTALATIR Pekerjaan ini harus dilaksanakan oleh Pelaksana Pekerjaan/kontraktor yang mempunyai kemampuan dan ketrampilan kerja yang baik. Mengikuti lingkup pekerjaan ini sesuai dengan Undang Undang No.18 Tahun 1999 (UU-Jasa Konstruksi), maka Pelaksana Pekerjaan pelaksana dalam hal ini PenanggungJawab Tekniknya, harus mempunyai Sertifikat Untuk Pemasangan Instalasi Listrik yang dikeluarkan oleh Asosiasi Profesi Terkait seperti APEI/Asosiasi Profesionalis Elektrikal Indonesia, atau HAEI/Himpunan Ahli Elektro Indonesia, atau PII yang telah diakreditasi dan diregistrasi oleh LPJK/ Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi di tingkat nasional atau tingkat
9

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

Propinsi/Daerah. Apabila belum maka Penanggung Jawab Teknik Instalasi Listrik ini masih dapat menggunakan pas instalatir sesuai ketentuan yang berlaku sebagai berikut : Untuk pekerjaan listrik : Instalatir resmi dan terdaftar di PLN Wilayah Jawa Timur, dan memegang Pas Instalatir kelas D atau nasional yang masih berlaku untuk tahun takwim yang sedang berjalan (tahun 2007) atau surat sejenis sesuai undang-undang jasa konstruksi yang masih berlaku. 1.10. PENYELESAIAN PEKERJAAN a. SELURUH INSTALASI TERPASANG TELAH DI TEST Seluruh instalasi terpasang telah di test, dihadapkan Pemilik dengan hasil baik, sesuai dengan Dokumen Kontrak. b. SURAT PERNYATAAN Telah mendapat surat pernyataan dari Pemilik atau pihak yang berwenang bahwa instalasi yang terpasang berjalan atau beroperasi baik. c. PENYERAHAN PEKERJAAN Penyerahan pekerjaan harus dinyatakan secara tertulis oleh Kontraktor dengan menyebutkan tanggal penyerahan. Pemberi Tugas dan pihak berwenang lainnya bersama-sama Kontraktor mengadakan pemeriksaan dan Evaluasi. Jika pekerjaan tersebut telah memenuhi segala persyaratan, maka pemberi tugas akan menerima hasil pekerjaan pertama yang akan dinyatakan secara tertulis dalam Berita Acara. Jika ternyata dalam pemeriksaan tersebut terdapat kekurangankekurangan, maka diberi catatan-catatan mengenai kekurangannya untuk segera diperbaiki sampai pekerjaan dapat diterima. 1.11. KONDISI LAPANGAN Sekalipun telah disebutkan pada bagian lain di atas, tentang peninjauan lapangan dan lain-lain, maka untuk paket pekerjaan ini ditekankan beberapa hal sebagai berikut : - Kondisi lapangan dalam keadaan operasi/kegiatan yang tidak boleh terganggu kontinuitasnya. Untuk itu maka seluruh aktifitas Pelaksana Pekerjaan tidak boleh mengganggu kegiatan aktifitas. - Lingkup ini akan bekerja di tempat atau bagian-bagian yang sedang beroperasi/bertegangan. - Perhatikan masalah keselamatan dan keamanan dalam bekerja. - Untuk bekerja di dalam pekerjaan atau peralatan yang sedang beroperasi dan bertegangan maka semua ini menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. Untuk itu terlebih dahulu harus meminta ijin Pemberi Tugas, terutama untuk menentukan kapan suatu sistem/peralatan dapat diberhentikan beroperasi sementara berikut perijinan dari pihak user. 1.12. GAMBAR-GAMBAR Selain apa yang telah disebutkan pada Bagian I tentang gambar-gambar, maka secara khusus Pelaksana Pekerjaan/calon Pelaksana Pekerjaan pelaksana harus pula memeriksa dan mencocokkan dengan fisik dan dimensi bangunan power house.

10

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

I.2. URAIAN PEKERJAAN 2.1. INFORMASI SISTEM a. Sumber Daya Listrik Sumber daya listrik utama Tegangan Menengah dari Gardu PLN. Catu daya adalah Tegangan Menengah 20 kV, 3 Phase, 50 Hz,. b. Sistem Proteksi Sistem proteksi yang direncanakan menggunakan sistem proteksi bertingkat pada panel MDP, LP dan PP. Peralatan proteksi yang direncanakan mempunyai karakteristik proteksi: - Terhadap gangguan hubung singkat - Terhadap beban lebih - Terhadap tegangan minimum (under voltage). Untuk proteksi terhadap tegangan sentuh, maka semua frame/material dari peralatan listrik dihubungkan kepada suatu sistem pengetanahan pengamanan/grounding sistem. 2.2. LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan dari paket ini mencakup kepada pengadaan, pemasangan dan testing commissioning, namun tidak terbatas pada apa yang tertulis secara umum di bawah ini : a. Panel LP, PP. b. Kabel TR: NYY dan NYYHY I.3. PEKERJAAN PANEL TEGANGAN RENDAH 3.1. LINGKUP PEKERJAAN Pengadaan dan pemasangan serta uji coba panel-panel listrik Tegangan Rendah lengkap dengan seluruh peralatannya, sehingga berfungsi dengan baik 3.2. KONSTRUKSI PANEL 3.2.1. U m u m Panel dari jenis pasangan dalam free-standing ataupun pasangan dinding, dan lain-lain. Dibentuk/diperkuat oleh rangka besi yang dilapisi dengan bahan anti karat (galvanized steel frame) dan ditutupi oleh tutup dari bahan plat besi tebal 2 mm dengan dilapisi cat dasar dan cat akhir (“Epoxy Resin Paint”) cat powder coating; a. Panel terdiri atas susunan/arrangements dengan ukuran seperti pada gambar. Ketinggian peralatan yang perlu dijangkau orang terletak paling tinggi 180 cm dari lantai dan ketinggian maksimum dari panel 220 cm; b. Baik rel/busbar maupun susunan kubikel harus dimungkinkan untuk suatu extension atau penambahan/penyambungan dikemudian hari dan dicat dengan warna yang disyaratkan dalam PUIL 2000; c. Rel/busbar adalah dari bahan tembaga. Rel fasa, netral dan pembumian tidak boleh dicat secara menyeluruh, namun cukup pada bagian ujungnya saja yang diberi warna mengikuti aturan pada PUIL 2000; Bagian tembaga bertegangan harus dilindungi oleh suatu bahan isolasi yang tahan terhadap panas. d. Ukuran rel harus mengikuti ketentuan menyangkut Kuat Hantar Arus, dengan ikut memperhitungkan faktor temperatur dan jumlah busbar; e. Bagian depan dari setiap panel harus digambarkan diagram satu garis dari sistem dan untuk setiap penyulang (keluaran atau masukan) harus
11

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

disebutkan tujuannya atau asalnya (Mimic Diagram). Pada bagian dalam panel harus dilampirkan gambar yang lebih detil dari sistem pada tersebut. f. Setiap kabel yang masuk atau keluar panel harus melaluai kabel gland sehingga tidak dimungkinkan adanya benda yang bisa masuk panel jika tidak dikehendaki. 3.2.2. Panel Sub Panel Daya PP Panel daya merupakan panel daya stop kontak atau panel kontrol motor. Proteksi penyulang masuk memakai MCCB, sesuai rating pada gambar. Proteksi motor menggunakan Thermal Magnetic Motor Circuit Breaker yang sesuai dengan kapasitas motor yang terpasang. Bila tidak disebutkan lain, maka semua beban motor 3 kW keatas menggunakan starter. Star-Delta lengkap dengan tombol dan lampu indikator. Minimal breaking capacity 6 kA atau sesuai dengan gambar. Panel Lampu Penerangan LP Panel Penerangan merupakan panel untuk instalasi penerangan. Proteksi penyulang masuk memakai MCCB/MCNB, sesuai rating pada gambar . Minimal breaking capacity 6 kA atau sesuai dengan gambar. I.4. PEKERJAAN KABEL 4.1. LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan kabel distribusi meliputi pengadaan, pemasangan kabel distribusi termasuk glad, terminasi, braket/suport dan accessories, galian dan pengurugan kabel tanah, seperti pada gambar sehingga berfungsi dengan baik ; tidak terbatas dengan yang disebutkan dibawah ini antara lain: a. Kabel TR, NYY dari MDP ke panel LP dan Capasitor c. Kabel TR NYYHY dari UPS ke UPS 30kva e. Diproduksi Kabelindo,Supreme ,Tranka dan Yunitomo. 4.2. PEKERJAAN KABEL TEGANGAN RENDAH 4.2.1. U m u m Spesifikasi ini menjelaskan persyaratan bagi kabel Tegangan Rendah. Kabel Tegangan Rendah ini harus memenuhi persyaratan dan standard seperti yang diuraikan pada butir di atas. Sifat umum listrik dari sistem yang akan dilayani adalah : - Tegangan kerja : 400 V - Tegangan nominal : 600/1000 V - Tegangan uji tipe : 3000 V - Tegangan uji pada test rutin (15 menit) : 2500 V - Frekuensi pengenal : 50 Hz Kabel pada instalasi daya dan penerangan bertegangan rendah meliputi kabel tegangan rendah, kabel kontrol, accessories, peralatan-peralatan dan barangbarang lain yang diperlukan untuk melengkapi dan menyempurnakan pemasangan serta operasi dari semua sistem dan peralatan. a. Syarat Kabel Instalasi Tegangan Rendah (sampai 600 V) Kabel tegangan rendah yang digunakan harus memenuhi persyaratan PUIL, IEC, VDE, SPLN dan LMK untuk pengganguan sebagai kabel instalasi dan peralatan (mesin), kecuali untuk peralatan khusus seperti
12

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

disyaratkan atau dianjurkan oleh pabrik pembuatnya. Ukuran kabel daya / instalasi terkecil yang diizinkan adalah 2,5 mm2 kecuali untuk pemakaian kontrol pada sistem remote control yang kurang dari 30 meter panjangnya bisa menggunakan kabel dengan ukuran 1,5 mm2. Kecuali disyaratkan lain, kabel tanah harus jenis NYFGbY dan kabel instalasi di dalam bangunan dari jenis NYY, NYM dan NYMHY (untuk kebel kontrol). Semua kabel instalasi di dalam bangunan harus berada didalam konduit atau dipasang di atas cable tray / cable rack dan diklem / diikat dengan pengikat kabel (cable tie) sesuai dengan kebutuhannya. Semua konduit, kabel-kabel dan sambungan elektrikal untuk instalasi di dalam bangunan harus diadakan secara lengkap. Faktor pengisian konduit oleh kabel-kabel maksimum adalah 40 %. Kabel merek SUPREME, Kabelindo, Yunitomo & Tranka. b. Kabel Tanah Tegangan Rendah Kabel tegangan rendah yang digunakan harus memenuhi persyaratan PUIL, IEC, VDE, SPLN, dan LMK untuk penggunaan sebagai kabel instalasi yang ditanah langsung di dalam tanah. Semua kabel dengan luas penympung 16 mm2 keatas harus berurat banyak dan dipilin (stranded) Ukuran kabel daya / instalasi terkecil adalah 2,5 mm2, kecuali untuk pemakaian kontrol pada sistem yang perakaian kontrol pada sistem remote yang kurang dari 30 meter panjangnya (bisa-menggunakan kabel dengan ukuran 1,5 mm2). Cara penanaman kabel secara langsung didalam tanah (direct burial) harus sesuai dengan gambar rencana, termasuk cara persilangan dengan pipa air dan kabel telekomunikasi dan kebel teyangan menengah 2U kV. Apabila diperlukan penyambungan kabel dalam tanah, harus dilakukan dengan alat penyambung khusus (jointing kit) tegangan rencah jenis epoxy resin-cold pour system. Penyambungan kabel di dalam tanah harus dilakukan oleh tenaga yang benar-benar ahli dengan cara dan metode penyambungan mengikuti anjuran. Pabrik pembuat jointing kit yang digunakan sehingga diperoleh hasil penyambungan yang andal, tahan terhadap lembab, mempunyai sifat isolasi yang tinggi dan mempunyai kekuatan mekanis yang tinggi. Instalasi Kabel Penerangan dan Stop Kontak. Kabel-kabel listrik untuk penerangan dan stop kontak untuk extension dan daya harus diadakan dan dipasang lengkap, mulai dari sambungan panel daya ke sakiar dan titik cahaya serta stop kontak, sebagaimana ditunjukkan di dalam gambar. Kabel yang digunakan sebagai kabel instalasi penerangan dan stop kontak harus dari jenis NYM dan diletakkan di dalam PVC high-impact heavy gauge. Luas penampang kabel NYM yang digunakan minimum 2,5 mm2, kecuali tercatat lain. c. Splice/ Pencabangan Tidak diperkenankan adanya pencabangan (splice) ataupun sambungan-sambungan di dalam pipa konduit.
13

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

Sambungan atau pencabangan harus dilakukan didalam kotak-kotak cabang atau kotak sambung yang mudah dicapai serta kotak saklar dan stop kontak. Sambungan pada kabel harus di buat secara mekanis dan harus kuat secara elaktris dengan solderless connector jenis tekan, jenis compression atau soldered. Dalam membuat pencabangan atau sambungan, koncktor harus dihubungkan pada konduktor-konduktor dengan balk sedemikian rupa, sehingga semua konduktor tersambung dan tidak ada konduktor telanjang yang kelihatan dan tidak bisa lepas oleh getaran. d. Kabel Kontrol Di tempat-tempat yang ditunjuk pada garnbar atau disyaratkan, kabel kontrol motor, starter dan peralatan-peralatan lain harus terbuat dari tembaga jenis standed annealed copper yang fleksibel. Isolasi harus dari PVC, tanah lembab dan ozon dengan rating tegangan sampai 600 V. Ukuran konduktor harus sesuai dengan yang diperlukan (minimum 2,5 sqmm untuk panjang lebih dari 30 m) untuk mendapatkan operasi yang mernuaskan dari peralatan yang di kontrol, dengan pertimbanganpertimbangan mengenai panjang circuit dan sebagainya. e. Bahan Isolasi Semua bahan isolasi untuk splin, conection dan lain-lain seperti karet, PVC, vernished carnbric, asbes, gelas, tape sintetis, splice case, composition dan lain-lain harus dari tipe yang disetujui untuk penggunaan, lokasi, tegangan kerja dan lain-lain yang tertentu dan harus dipasang dengan cara yang disetujui, menurut anjuran perwakilan pemerintah atau pabrik pembuatnya. f. Pemasangan Kabel f.1. Pemasangan di Permukaan f.1.1. Kabel Instalasi Daya dan Penerangan di dalam Bangunan Semua kabel harus dipasang didalam konduit PVC high impact heavy gauge, dipasang di permukaan plat beton langit-langit dengan klem pendukung yang sesuai. Pendukung-pendukung tersebut harus di cat dengan cat anti karat. Semua kabel harus dipasang lurus / sejajar 2 dengan rapi dan teratur. Pembelokan kabel harus dilaklikan dcnqan jarijari lengkungan tidak boleh kurang dari syarat-syarat pabrik (minimum 15 kali ø kabel). f.1.2. Kabel Daya Penghubung Antar Panel Kabel-kabel daya diletakkan diatas cable trey, di klem pada cable tray dengan cable ties (pita plastik pengikat kabel). Pemasangan cable tray harus mengikuti jalur yang direncanakan secara rapi dan digantung atau disangga secara kokoh dengan penggantung / penyangga besi yang di klem ke plat beton. Untuk keperluan pemasangan kabel, Kontraktor harus menyediakan sendiri peralatan penunjang seperti tray, klem, besi penunjang, penggantung dan peralatan lainnya, baik
14

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

untuk kabel yang dipasang horisontal maupun vertikal. Peralatan penunjang tersebut hares sudah dipernitungkan pada biaya pemasangan kabel tersebut. f.2. Pemasangan di Permukaan Kabel instalasi penerangan dan stop kontak yang dipasang didalam dinding harus diletakkan didalam konduit PVC hign impact heavy gauge dengan ukuran minimum 3/a". Penarikan kabel menuju titik saklar atau stop kontak harus dilakukan setelah pipa selesai ditanam. f.3. Pemasangan Menembus Dinding Setiap penembusan kabel pada dinding harus melalui sparing kabel yang terbuat dari pipa PVC dengan ukuran yang cukup terhadap penampang kabel. g. Penggunaan Warna Kabel Penggunaan warna kabel NYY, NYYHY untuk tegangan netral dan non harus mengikuti peraturan yang disebutkan oleh 2000, yaitu : g.1. Sistem Tegangan 220 V, 1 fasa hitam : Fasa biru : Netral kuning/hijau : Pentanahan g.2. Sistem Tegangan 220/380 V, 3 fasa merah : fasa R kuning : fasa S hitam : fasa T biru : netral (N) kuning/hijau : pentanahan (G) h. Pendukung Kabel Setiap kotak tarik (pull box) termusuk kotak-kotak yang ada diatas daya dan panel daya motor, harus diberi cukup banyak klem dan peralatan pendukung Iain-lainnya . Kabel dipasang dengan cara yang rapi dan teratur yang memungkinkan pengenalan, sehingga tidak ada kabel yang membentang tanpa pendukung. i. Konduit Tertanam Pull box yang dihubungkan pada konduit tertanam / tersembunyi harus juga dipasang secara tertanam dan penutupnya rata terhadap dinding atau langit-langit. 4.2.2. Konstruksi Kabel harus terdiri atas : - Empat penghantar yang terbuat dari kawat tembaga pilin atau tembaga "compacted" yang dipilin. - Lapisan isolasi bahan PVC atau bahan polietilen yang di-cross linked pada setiap penghantar fasa maupun penghantar netral. Lapisan ini harus dapat dengan mudah dikupas. - Lapisan pengedap yang tahan air di keliling urat-urat penghantar fasa dan pengisi ruangan di antara kawat fasa. - Lapisan pengedap kedua di luar lapisan pengedap di atas.

15

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

I.5. KAPASITOR BANK Kapasitor adalah dari tipe H range dan filter harmonik yang didesain secara khusus untuk jaringan 380/415V dimana jaringan terpolusi oleh harmonic Teknologi - Jenis kering (polypropylen dilapisi metal) - Bisa memperbaiki kerusakan sendiri (self healing) - Sistem proteksi internal 100% : HRC fuse dikordinasikan dengan alat deteksi tekanan (overpressure device) - Mempunyai desain yang terbuka sehingga memberikan ventilasi udara yang maksimum - Teruji selama test pengrusakan (destruction test), tidak menimbulkan uap atau api. Karakteristik Teknik - Sistem koneksi : delta - Tingkat insulasi : 6 KV RMS, 25 KV peak - Toleransi kapasitansi : 0, + 10% - Toleransi kelebihan tegangan : 20% - Toleransi kelebihan arus : 40% - Rugi sangat rendah : kurang dari 0.5 W/Kvar, termasuk discharge resistor - Interval tegangan jaringan : 440/470V (jaringan 380/415V yang terpolusi oleh harmonik) - Suhu maksimum : 550C Standar - CEI 831-1 dan 2 (International), NF C 54-104 (Prancis), ASA C551 (Amerika), VDE 0560 (Jerman), CSA (Kanada), Test UL 810 (Amerika) I.6. PEKERJAAN SISTEM UPS 6.1. STANDARD DAN PERSYARATAN Referensi dan standard material serta pengerjaannya yang berkaitan dengan pekerjaan ini harus mengikuti beberapa ketentuan namun tidak terbatas kepada apa yang tertulis dibawah ini, antara lain : - SNI 04-0255-2000, disebut juga sebagai Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL'2000). - Peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh pihak PLN (SPLN) yang menyangkut di dalam lingkup pekerjaan ini. - Peraturan mengenai keselamatan kerja (Depnaker). - Ketentuan-ketentuan/aturan-aturan yang dikeluarkan oleh pihak Pemberi tugas, khusus mengenai adanya pembangunan gedung maupun lainnya yang berkaitan dengan pekerjaan ini. - Ketentuan-ketentuan lain yang berlaku di dalam negara Republik Indonesia seperti ketentuan Perda Kota Surabaya atau Propinsi Jawa Timur yang terkait dengan pekerjaan ini. - Standar internasional/negara-negara lain yang terkait sejauh tidak bertentangan dengan spesifikasi teknis dan aturan-aturan yang ada

16

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

6.2. DAFTAR MATERIAL DAN JAMINAN Pada waktu penawaran Pelaksana Pekerjaan wajib menyertakan (melampirkan) informasi dan brosur mengenai seluruh material yang ditawarkan. Informasi dan brosur ini harus mencakup dan menjelaskan mengenai isian dan spesifikasi teknis material yang ditawarkan serta Pelaksana Pekerjaan wajib memberi tanda pada brosur, tipe atau jenis material tersebut. Apabila ada material-material atau fasilitas-fasilitas dengan kategori "Standard" serta "Optional", agar hal ini diberi tanda dan ditegaskan, begitupula terhadap hal-hal tertentu lainnya yang dianggap penting untuk dipertegas. Hal ini agar jelas dan memudahkan di dalam mengevaluasi kelengkapan material dan sistem yang ditawarkan. Apabila Pelaksana Pekerjaan tidak menyertakan brosur dengan lengkap, hal ini akan merugikan Pelaksana Pekerjaan di dalam proses evaluasi. Pada waktu mengajukan penawaran, Pelaksana Pekerjaan harus menyertakan/ melampirkan "Daftar Material" dari semua bahan yang akan dipasang pada proyek ini nantinya, dan yang sesuai dengan spesifikasi teknis. Bila dinyatakan sebagai pemenang untuk pekerjaan UPS , maka Pelaksana Pekerjaan harus memberikan Surat Pernyataan dari Agen/Distributor atau principal dari merk mesin yang ditawarkannya dengan menyatakan bahwa barang yang ditawarkan adalah 100% baru, dari model mutakhir pembuatan tahun 2009/2011 dan bersedia menjamin pelayanan purna-jual, dan dapat memberikan Certificate Of Original dari pabrik. Dalam daftar material ini harus disebut pabrik, merk dan type lengkap disertai brosur/catalog. Apabila pada waktu memasukkan penawaran tidak menyertakan / mengajukan brosur/catalog atau tidak lengkap, maka hal ini mempengaruhi penilaian, dan tidak lepas dari kewajiban untuk menyesuaikan dengan spesifikasi teknis, dan untuk itu Pemberi Tugas/Konsultan Pengawas dapat menentukan sendiri material yang memenuhi spesifikasi teknis atas resiko Pelaksana Pekerjaan. Merk dan type dari pada material yang diajukan dalam daftar material tersebut, harus sudah diperiksa dan diyakini benar oleh Pelaksana Pekerjaan bahwa dalam kurun waktu pelaksanaan proyek, material tersebut dapat diperoleh. Tidak ada alasan dikemudian hari bahwa material tidak dapat diperoleh di pasaran/agen. Untuk hal ini Pemberi Tugas /Konsultan Pengawas atau Konsultan Perencana akan menentukan merk/ type lain sesuai dengan spesifikasi sama serta resiko biaya ditanggung oleh Pelaksana Pekerjaan. 6.3. NAMA PABRIK/MERK YANG DITENTUKAN Apabila dalam spesifikasi teknis ini disebutkan nama pabrik/merk dari suatu jenis bahan/komponen, (Daftar Material) tertentu maka Pelaksana Pekerjaan wajib menawarkan dan memasang sesuai dengan yang ditentukan. Jadi tidak ada alasan bagi Pelaksana Pekerjaan pada waktu pemasangan menyatakan barang tersebut sudah tidak terdapat lagi dipasaran ataupun sukar didapatkan. Hal ini berlaku pula kepada peralatan atau material yang tidak disebutkan secara spesifik baik terhadap merk atau type pada dokumen ini namun oleh Pelaksana Pekerjaan telah disebutkan atau dimasukkan di dalam penawarannya.
17

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

Untuk barang-barang yang harus diimport, segera setelah ditunjuk sebagai pemenang, Pelaksana Pekerjaan harus sesegera mungkin memesan melalui agennya di Indonesia. Untuk itu 1 (satu) minggu setelah penunjukkan pemenang, Pelaksana Pekerjaan harus memberikan foto copy dari pemesanan material yang diimport pada keagenan ataupun importir lainnya, yang menyatakan bahwa materialmaterial tersebut telah dipesan (order import) sesuai prosedur dari pihak Konsultan Pengawas Lapangan/Pemberi Tugas. Supplier harus menunjukkan tanda keagenan peralatan dan bertanggung jawab secara teknis terhadap material yang diajukannya. Keterlibatan pihak agen manufacturer sampai kepada supervisi dan commissioning/trial run atas tanggungan Pelaksana Pekerjaan dan sudah diperhitungkan dengan seksama serta termasuk dalam pengajuan penawarannya. Approval/acceptance oleh Pemberi Tugas akan diberikan apabila ada commissioning dari pihak agen manufacturer. 6.4. UJI COBA DAN ACCEPTANCE PROCEDURE Proses pengadaan material, pemasangan, supervisi dirangkaikan dengan proses commissioning dan uji-coba harus dilaksanakan oleh pihak Pelaksana Pekerjaan. Prosedur dan pelaksanaan Commissioning dan pengujian terhadap fisik peralatan, elektris, operasional, proses, sertifikasi dan hasil penyiapan laporan test harus disiapkan oleh Pelaksana Pekerjaan. "Acceptance" oleh pihak Pemberi Tugas akan dilakukan setelah uji-coba secara khusus dengan menyertakan pihak Pemberi Tugas / Konsultan Pengawas / Konsultan Perencana dan menyampaikan hasil/laporan commissioning dan sertifikat/hasil test yang telah dilaksanakan. Uji coba Acceptance ini dilaksanakan sebelum serah terima tahap I atau mengikuti jadwal yang ditentukan Konsultan Pengawas / Pemberi tugas. Biaya dan peralatan uji serta kebutuhan lainnya adalah menjadi tanggungan Pelaksana Pekerjaan. Pelaksana Pekerjaan wajib melengkapi data dari seluruh peralatan yang ditawarkan. 6.5. UPS (Uninterruptible Power Supply) 1 unit UPS dengan teknologi IGBT, disuplai lengkap dengan rangkaian static switch dan manual by-pass untuk perawatan tanpa interupsi. Model : Kapasitas : 30KVA-Standalone Tegangan Nominal Input : 400Vac, 3 Phase, 50 Hz Tegangan Nominal Output : 400Vac, 3 Phase + Netral, 50 Hz 1 set Vented Nickel Cadmium Battery, disuplai lengkap dengan konektor antarsel, kabel antar-step, elektrolit, aquagen recombination plug dan kabinet batere. Tipe : FNC 208 M Kapasitas Nominal : Min.100 AH / 5 jam pada tegangan akhir 1.00 V/sel Jumlah Sel : 24 sel / set Elektroda : Fibre (tidak perlu ganti elektrolit selama umur
18

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

batere) Waktu Back Up : 30 menit untuk UPS 30 KVA Spesifikasi Teknik UPS Kapasitas : 30 KVA pada PF 0,8 Tipe : Online - Standalone Tegangan Input : 400 V, 3 phase, 50 Hz Tegangan Output : 400 V, 3 phase + Netral, 50 Hz Range Tegangan DC : 330 – 500 Vdc Stabilitas statis tegangan output : 1% terhadap variasi beban dan tegangan input Stabilitas frekuensi : 0.05% (dengan osilator) 1% or 4% (dengan main synchronism) Efisiensi inverter : 95.3% pada beban penuh Metode battery charging : mengacu DIN 41773, boost charge,shall be, applicable Waktu back up : 30 menit pada beban penuh Battere : vision , sun stone Standar acuan : EN50091-1-2, EN50091-2, EN50091-3 EN62040-1-2, EN62040-3, EN62040-1-2 IEC62040-2, IEC62040-3, CE marked. Sistem : Pararel / redandance Dilengkapi dengan LCD berkapasitas 80 karakter yang bisa menampilkan pengukuran-pengukuran sebagai berikut : - Tegangan keluaran UPS - Tegangan masukan rectifier - Tegangan masukan reserve - Arus keluaran UPS - Arus masukan rectifier - Daya keluaran UPS - Frekuensi keluaran UPS - Frekuensi UPS - Frekuensi reserve - Tegangan battere beserta waktu back up - Suhu dan arus battere I.7. PEKERJAAN SISTEM PEMBUMIAN 7.1. LINGKUP PEKERJAAN a. Pengadaan dan pemasangan sistem pentanahan body (tegangan sentuh) terhadap seluruh peralatan listrik yang terbuat dari metal. b. Penyambungan pentanahan netral dari terminal transformator ke elektroda pentanahan. 7.2. ELEKTRODA PENTANAHAN Elektroda pentanahan adalah dari "Cooper Metal Clad" diameter 3/4" ditanamkan sampai kedalaman 6 meter. Bila elektroda pentanahan dikehendaki penyambungan, maka penyambungan dilakukan dengan sistem ulir, yaitu dengan memakai bahan bronze kuningan dengan ukuran yang sesuai, di mana ujung/ulir-ulirnya dilapisi terdahulu dengan timah (ditinned), dibuat sedemikian rupa sehingga menjadi suatu kesatuan tanpa adanya rongga-rongga udara yang memudahkan oxidasi pada sambungan.
19

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

Tahanan pentanahan maksimum : 1 (dua) ohm. 7.3. KAWAT KONDUKTOR - Untuk pentanahan body (tegangan sentuh) dalam ruangan digunakan BC 50 mm² yang diklem setiap jarak 50 cm secara kokoh dan rapih. - Untuk pentanahan netral dari terminal ke elektroda digunakan NYY dengan penampang 50 mm². - Untuk luar bangunan ditanam NYY dengan ukuran 70 mm² pada kedalaman 80 cm menghubungkan titik-titik elektroda pentanahan dan masuk dalam bangunan. 7.4. PEKERJAAN DAN ALAT BANTU Setiap penyambungan/pencabangan dari pada BC harus menggunakan "Cadwel Connection". Dapat juga menggunakan klem penyambung sistem jepit dengan gigi banyak dengan memperhatikan hal-hal : a. Bahan klem harus bahan yang telah digalvanized atau di-"treatment" tertentu sehingga tidak akan berproses apabila kontak dengan jenis metal yang lain. b. BC pada titik/tempat penyambungan harus di-"tinned". c. Disarankan agar tempat penyambungan setelah selesai disambung, dibungkus dengan bahan tertentu, misalnya sejenis epoxy dan lain sebagainya. Bila ada terminasi yang menggunakan terminal jenis sepatu kabel maka harus memperhatikan hal-hal : a. Sepatu kabel harus digunakan yang mempunyai 2 (dua) lubang. b. Harus dari bahan anti karat dan telah ditreatment agar tidak akan berproses bila kontak dengan jenis metal lainnya. Seluruh bahan termasuk sambungan-sambungan sebelum dipesan agar diberikan contoh untuk persetujuan oleh Direksi/Pengawas. I.8. PEKERJAAN INSTALASI TELEPON 8.1. PENDAHULUAN Syarat-syarat Teknis Pekerjaan Telepon yang diuraikan disini adalah persyaratan yang harus dilaksanakan oleh Pemborong dalam hal pengerjaan instalasi maupun pengadaan material dan peralatan, dalam hal ini Syarat-syarat Umum Teknis Pekerjaan Elektrikal adalah bagian dari Syarat-syarat Teknis ini. 8.2. UMUM Persyaratan Umum dan Persyaratan Khusus, termasuk Instruksi kepada peserta pelelangan, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari isi uraian pekerjaan dan persyaratan pelaksanaan ini. Spesifikasi Teknis ini menjelaskan tentang Uraian dan Syarat-syarat dalam hal penyediaan dan pemasangan semua peralatan serta bekerjanya Instalasi System Telepon, baik yang terpasang di bangunan dan di luar bangunan, seperti yang tertera pada gambar-gambar atau pada bagian lain dari Spesifikasi Teknis ini. Spesifikasi ini menjelaskan keperluan-keperluan dan persyaratan-persyaratan mengenai pelelangan pengadaan Sentral Telepon PABX . 8.3. GAMBAR - GAMBAR 3.1. Pemborong wajib memeriksa design terhadap kemungkinan kesalahan/ ketidak cocokan baik dari segi besaran-besaran listriknya maupun pemasangan dan lain-lain. Hal-hal di atas harus diajukan dalam bentuk tertulis atau gambar pada waktu
20

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

penjelasan Tender atau Aanwijzing. 3.2. Sebelum pekerjaan seluruhnya selesai ataupun secara bertahap, Pemborong wajib menyerahkan kepada Pemilik Proyek, Perencana, Direksi 5 (Lima) set gambar yang disebut "As Built Drawing" yaitu gambar dari semua Material dan Instalasi Telepon. 3.3. Untuk Instalasi System Telepon ini, Kontraktor harus menyiapkan gambargambar instalasi yang diperlukan untuk diperiksa dan disahkan oleh yang berwenang. 8.4. DAFTAR MATERIAL 4.1. Pada waktu mengajukan penawaran, Pemborong harus menyertakan/ melampirkan "Daftar Material" yang lebih terperinci dari semua bahan yang akan dipasang pada proyek ini nantinya, dan yang sesuai dengan dipersyaratkan dalam spesifikasi. 4.2. Dalam daftar material ini harus disebut pabrik, merk, manufacturer, type, lengkap dengan brosur/katalog atau keterangan lain, di mana disebutkan halhal : Spesifikasi Teknis, Power, Tegangan kerja, Frekwensi, Dimensi fisik dan lain-lain. 8.5. NAMA PABRIK / MERK YANG DITENTUKAN 4.1. Apabila pada spesifikasi teknis ini disebutkan nama pabrik/merk dari satu jenis bahan maka Pemborong wajib menawarkan dan memasang sesuai dengan yang ditentukan. 4.2. Apabila pada saat pemasangan bahan/merk tersebut tidak/sukar diperoleh, maka Pemilik Proyek, Perencana/Direksi akan menunjuk merk lain tapi dengan Spesifikasi yang sama. 8.6. CONTOH BAHAN 6.1. Untuk bahan yang disebutkan di bawah ini, Kontraktor wajib memperhatikan dan atau meneliti contoh bahannya sebelum pemasangan untuk disetujui Perencana/Direksi. 6.2. Apabila dianggap perlu oleh Pemilik Proyek, Perencana/Direksi dan hal itu memungkinkan, maka Kontraktor wajib memperlihatkan contoh kepada Pemilik Proyek, Perencana/Direksi. Apabila contoh-contoh tersebut ditolak oleh Perencana/Direksi, maka Kontraktor harus mengganti dan memperlihatkan yang sesuai dengan Spesifikasi Teknis untuk disetujui. 6.3. Kwalitas Teknis/listrik, merk/pabrik, karakteristik kerja, besar fisik dan kwalitas estetika dari contoh material/bahan maupun instalasi yang telah disetujui adalah mengikat. 6.4. Biaya pengadaan contoh material adalah menjadi tanggungan dan biaya Kontraktor, contoh bahan harus diserahkan kepada Pemilik Proyek, Perencana/Direksi tidak lebih dari 14 (empat belas) hari kalender setelah ditunjuk. 6.5. Contoh-contoh bahan yang harus diserahkan adalah : Pesawat Telepon, Kabel, Cable Terminal Box (CTB), Junction box, Jalur Kabel (Race-way), Conduit, Terminal, Outlet, dll yang diminta. 8.7. KLAUSAL YANG DISEBUTKAN KEMBALI 7.1. Apabila dalam Dokumen Tender ini ada klausal-klausal yang disebutkan kembali pada Item/ayat lain, maka ini bukan berarti menghilangkan item
21

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

tersebut tetapi dengan pengertian lebih menegaskan masalahnya. 7.2. Kalau terjadi hal yang saling bertentangan antar gambar atau terhadap Spesifikasi, maka yang diambil sebagai patokan adalah yang mempunyai Bobot Teknis dan atau yang mempunyai Bobot Biaya yang paling tinggi. 8.8. PEMILIK PROYEK, DIREKSI,PERENCANA Dibebaskan dari segala Claim atau tuntutan terhadap Hak-hak khusus seperti Patent dan lain-lain untuk pengadaan bahan dan cara pemasangan. 8.9. K O O R D I N A S I 9.1. Pada waktu pengadaan material dan pemasangan, Kontraktor Instalasi Telepon wajib mengadakan koordinasi dengan bagian-bagian pekerjaan/Kontraktor lain atas petunjuk Perencana/Direksi. Apabila ada item pekerjaan oleh Kontraktor lain, maka Kontraktor wajib menyiapkan dan atau menyerahkan bahan-bahan tersebut dan penjelasan untuk pemasangan. 9.2. Selama pemasangan oleh Kontraktor lain, maka menjadi kewajiban Kontraktor Telepon untuk hadir dan memberi petunjuk bersama Perencana/Direksi, sehingga hasilnya akan sesuai dengan kebutuhan Instalasi. 8.10. INSTRUKSI PEMAKAIAN, OPERASI PERALATAN DAN CARA-CARA PEMELIHARAAN PERALATAN 10.1. Kontraktor wajib menyerahkan kepada Pemilik Proyek, 14 (empat belas) hari sebelum Serah Terima, sebanyak 5 (lima) Set Instalasi / manual untuk menjalankan, menggunakan/mengoperasikan dan pemeliharaan (maintenance) semua peralatan. 10.2. Juga termasuk dalam Penawaran Kontraktor yaitu harus mendidik orangorang yang ditunjuk oleh Pemilik Proyek untuk menjadi Operator, menjalankan atau memelihara peralatan Telepon. 10.3. Seluruh Biaya dikarenakan adanya kegiatan diatas merupakan tanggung jawab Kontraktor dan sudah diperhitungkan dalam Penawarannya. 8.11. KONTRAK SERVICE DAN SUKU CADANG (SPARE PART) Pemborong harus menjamin suku cadang peralatan utama yang dipasang selama minimum 5 (lima) tahun dan pada saat serah terima kedua. 8.12. MASA JAMINAN a. Seluruh pekerjaan Instalasi dan peralatannya harus dijamin oleh Kontraktor akan bekerja dengan baik dan sempurna. Seluruh peralatan yang masuk dalam Lingkup Pekerjaan System Telepon, Kontraktor harus bersedia memberikan masa pemeliharaan cuma-cuma selama 1 (satu) tahun, setelah penyerahan pekerjaan tersebut (Serah Terima Pertama), terutama untuk peralatan utama seperti PABX (Letter of Guaranty dari pabrik/Agen/Distributor). b. Setelah masa pemeliharaan cuma-cuma ini berakhir, Kontraktor dapat saja mengajukan usulan untuk mengadakan kontrak pemeliharaan kepada Pemilik proyek, kecuali apabila ditentukan lain oleh Pemilik.

22

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

8.13. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN a. Kontraktor harus meyakinkan Pemilik Proyek, bahwa pekerjaan yang merupakan Lingkup Pekerjaannya dilaksanakan oleh Tenaga-tenaga yang berpengalaman dan mengikuti syarat-syarat yang dikeluarkan oleh PT. Telekomunikasi Indonesia. b. Pemborong harus menjamin bahwa Pemasangan Peralatan Utama dan Instalasi akan disahkan oleh PT. Telekomunikasi Indonesia, sehingga penyambungan saluran dari Instansi terkait sampai di bangunan tidak menemui kesulitan baik prosedure teknis maupun non-teknis. c. Selama pemasangan Peralatan Utama dan Instalasi Kontraktor harus menempatkan seorang ahli yang mengawasi pelaksanaan tersebut. d. Kontraktor harus mengganti kembali material-material yang rusak, sehingga syarat-syarat fisik maupun teknis tetap dapat dipenuhi. e. Kontraktor harus membersihkan kembali sisa-sisa/ bekas-bekas pekerjaan yang berupa potongan- potongan kayu, kabel, metal, bekas bobokan baik pada tembok/beton maupun pada dinding atau lantai, serta memperbaiki finishing seperti keadaan semula. f. Kontraktor harus mengadakan Testing, Start-Up di mana segala keperluan untuk ini adalah menjadi tanggung jawab dan biaya Kontraktor. 8.14. MANUAL, SPARE-PART, INSTRUKSI DAN TOOLS Sekurang-kurangnya 14 (empat belas) hari kerja sebelum proyek diserahkan kepada Pemilik, Kontraktor wajib menyerahkan Manual Instruction, Keterangan Spare-part, Instruksi-instruksi dan Tools set serta Insertion tools yang dianggap perlu terhadap seluruh peralatan yang dipasangkan pada proyek ini. 8.15. BUILT-IN INSERT Kontraktor harus menyediakan semua "Insert" serta peralatan-peralatan tambahan lain yang dibutuhkan yang harus dipendam dalam beton maupun cara pemasangan yang lain. 8.16. F I N I S H I N G Seluruh material yang akan dipasangkan harus sudah dalam keadaan difinish dengan baik sesuai yang dipersyaratkan, finishing setelah terpasang adalah mencakup segala perbaikan pada material tersebut maupun pekerjaan lain sebagai akibat pemasangan instalasi termasuk didalamnya : Perbaikan, Pengecatan kembali, Pembersihan dan lainnya. 8.17. PESAWAT TELEPON Pesawat Telepon adalah dari type Meja ataupun Dinding. Fasilitas Pesawat Telepon minimal harus memiliki fasilitas, antara lain : TELEPON ANALOG Pesawat Telepon Analog Standard, dilengkapi dengan fasilitas control dan Led sebagai message waiting light dan memiliki tombol “flash/earth” 1. Untuk pembicaraan intern langsung "dial" pada nomor yang dituju. 2. Untuk telepon keluar melalui operator, dial '9' untuk menghubungi operator. 3. Untuk telepon sambungan langsung keluar, dial '0' terlebih dahulu. 4. Dengan earth button extention dapat memanggil kembali operator dalam hal hubungan keluar. 5. Semua pembicaraan adalah private, interupsi yang terjadi harus disertai dengan signal akustic.

23

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

TELEPON DIGITAL Pesawat Digital minimal harus memiliki tampilan 40 caracter LCD dengan minimal kemampuan dapat menyediakan 8 features button untuk memenuhi fungsinya. 1. Nada panggilan dari luar dapat dialihkan ketelepon lain dengan menunjuk/memprogram pesawat calon penerima terlebih dahulu. 2. Setiap telepon dari luar harus melalui Sekretaris (Chief Secretary). 3. Bila diperlukan Kepala Bagian dapat menginterupsi pembicaraan, apabila saluran sedang digunakan oleh sekretaris. 4. Dapat menunda pembicaraan dari luar, tanpa memutuskan sambungan apabila Sekretaris mengadakan hubungan dengan Kepala Bagian. 5. Kepala Bagian dapat menginterupsi/memutuskan pembicaraan apabila saluran sedang dipergunakan oleh Sekretaris. 6. Nada panggilan telepon dari luar dapat dialihkan ke telepon lainnya, setelah diadakan pengalihan panggilan dari pesawat telepon yang satu dengan pesawat telepon lainnya (dengan cara memakai fasilitas "follow-me"). Hubungan antara kabel Pesawat Telepon dengan kabel Instalasi harus dengan Outlet dan tidak diperbolehkan dengan terminal strip. Outlet telepon dipasang secara "flush-mounted" pada dinding, atau sesuai yang ditentukan oleh pengawas Perencana/MK. 8.18. P E M A S A N G A N a. Kabel yang keluar dari MDF (Main Distribution Frame) ke CTB (Cable Terminal Box) sampai ke Pesawat Telepon dengan jumlah pair seperti tertera pada gambar, dari kabel berisolasi PVC dengan pita pelindung statis (Harus sesuai dengan ketentuan VDE 0815 atau Persyaratan dari PT. Telekomunikasi Indonesia K.9-1-011). Sedangkan untuk kabel di luar bangunan menggunakan kabel tanah. Seluruh instalasi kabel Telepon dalam conduit PVC (High Impact conduit) dan setiap pencabangan harus dilakukan dalam Junction Box dari bahan yang sama. b. Untuk instalasi dalam bangunan tidak diperkenankan kabel telepon dalam uPVC High Impact diletakkan bersama-sama kabel Listrik dalam jalur kabel/race-way. c. Selain itu terdapat juga Instalasi Telepon di dalam conduit yang menempel di dinding maupun tertanam di dalam beton lengkap dengan terminal maupun Junction Box. d. Setiap konduit hanya digunakanuntuk satu kabel menuju outlet telepon. e. Conduit, Junction box, MDF dan CTB selain yang ditanam pada dinding atau pilar/kolom beton maka terdapat conduit untuk Telepon di atas langit-langit, dan juga kabel Telepon dalam feeder duct yang berdekatan dengan kabel listrik. f. Pipa konduit Telepon dari MDF sampai CTB, dan dari CTB sampai Outlet Telepon adalah dari bahan uPVC high impact. Conduit telepon di atas ceiling / langit-langit dari MDF ke CTB, atau dari CTB ke tiap Outlet Telepon penyambungannya harus dilakukan secara rapih dan kuat, termasuk bagian ujung dari konduit ini harus ditanahkan (pada CTB). 8.19. PENTANAHAN / GROUNDING a. Kontraktor harus membuat gambar detail/gambar kerja untuk sistem pentanahan (grounding) pada CTB, MDF dan untuk PABX. b. Pembuatan grounding harus mencapai nilai tahanan <2 ohm, dengan menggunakan penghantar kabel tembaga BC minimal diameter 35 mm
24

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

Ground rod ,cable clam dan cable glan terbuat dari tembaga. c. Penghubung conduit yang berada di atas ceiling dengan conduit vertical (pada pilar/kolom/dinding) atau dengan conduit yang arah 90 derajat dengan lainnya harus dilakukan melalui Junction Box. d. Conduit untuk telepon dari CTB ke pesawat dan lain- lain terpasang di dinding atau tertanam di tiang beton, Kontraktor harus meneliti dengan sempurna pada gambar. e. Pada pemasangan dilapangan, Kontraktor harus dapat menyesuaikan letak conduit tersebut dengan gambar instalasi, serta dilengkapi dengan Junction Box dan accessories lain sekalipun pada gambar tidak dinyatakan dengan jelas, termasuk semua belokan dan cabangan harus melalui dan menggunakan Junction Box. f. Segala persyaratan dan cara pemasangan Outlet Telepon dan penginstalasiannya menjadi tanggung jawab Kontraktor Instalasi Telepon. b. Outlet-outlet yang dipasang harus sudah lengkap dengan kabel sampai ke CTB. c. Semua conduit yang terpasang pada ceiling atau di tempat lain secara expose harus dilapisi dengan cat dasar dan cat akhir yang warnanya akan ditentukan Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Bab XII Spesifikasi Teknis Dan Gambar Dinas Cipta Karya Kabupaten Pasuruan TA. 2011 XII - 25 kemudian oleh perencana. d. Kotak-kotak CTB atau MDF harus terbuat dari bahan plat besi dengan ketebalan minimum 1,5 mm difinished dengan cat dasar dan cat akhir, warna yang ditentukan kemudian. e. Semua CTB dan MDF harus dilengkapi dengan kunci "Master Key Type". 8.20. PERSYARATAN BAHAN / MATERIAL a. Semua material yang disupply dan dipasang oleh Kontraktor harus baru dan material tersebut khusus untuk pemasangan di daerah tropis, serta sebelum pemasangan harus mendapat persetujuan tertulis dari Direksi/Pengawas. b. Kontraktor harus bersedia mengganti material yang tidak disetujui karena menyimpang dari Spesifikasi Teknis ini atau hal lainnya, di mana penggantian tersebut tanpa biaya extra. c. Komponen-komponen dari material, yang mungkin sering diganti, harus dipilih yang mudah diperoleh di pasaran bebas. BAB II : PEKERJAAN SISTEM PENGKONDISI UDARA DAN VENTILASI MEKANIS II.1. U M U M 1.1. PENJELASAN Bab ini menjelaskan secara spesifik/khusus menyangkut disiplin/sub-pekerjaan Sistem Pengkondisi Udara Dan Ventilasi Mekanis, dan ini merupakan bagian dari RKS Pekerjaan MEP Perencanaan Gedung . Butir 1 ini menjelaskan hal umum tentang sub-pekerjaan Sistem Pengkondisi Udara dan Ventilasi Mekanis sebagai bagian dari paket pekerjaan MEP. Terdapat berapa sub-butir dari butir pada Bab ini yang mungkin mengulang dari apa yang telah disebutkan pada Bab I (Umum) terdahulu. Hal ini adalah untuk lebih menegaskan lagi atau untuk menambah secara khusus karena dianggap dibutuhkan untuk sub-pekerjaan pada Bab ini. Hal-hal yang disebutkan pada bab ini dari dokumen RKS paket pekerjaan MEP ini merupakan bagian yang harus diikuti oleh setiap disiplin/sub-pekerjaan
25

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

sebagai bagian dari paket pekerjaan MEP Perencanaan Gedung . Spesifikasi teknis, Bill of Quantity dan gambar perencanaan dan informasi yang diberikan pada proses pelelangan ini, dan telah diberikan kepada setiap peserta lelang adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari paket pekerjaan ini secara umum dan secara khusus sub-pekerjaan pada Bab ini. 1.2. MATERIAL Material yang akan didatangkan dan dipasang adalah baru, bebas dari cacat, lengkap sebagai unit peralatan, asli/orginal dan sesuai dengan spesifikasi teknis yang diminta. Jaminan dari uraian tersebut di atas harus dinyatakan berupa dokumen atau Surat Keterangan dari pabrik pembuat. Material/barang harus didapat dari agen resmi yang ada di Indonesia yang didukung oleh pabrik pembuat dimana barang diproduksi. Dokumen/Surat Keterangan resmi ini harus juga dilampirkan pada saat persetujuan material 1.3. SUB PELAKSANA PEKERJAAN - Apabila diperlukan tenaga-tenaga ahli khusus atau tenaga-tenaga pelaksana yang ada tidak mampu melaksanakan pemasangan, penyetelan, pengujian dan lain-lain maka Pelaksana Pekerjaan dapat menyerahkan sebagian instalasinya kepada Sub Pelaksana Pekerjaan lain setelah mendapatkan persetujuan Pemberi Tugas/Konsultan Pengawas/Konsultan Perencana. - Pelaksana Pekerjaan bertanggung jawab penuh atas segala lingkup pekerjaannya, baik yang dilaksanakannya sendiri maupun yang telah di sub-kontrakkan. - Pemberi Tugas/KonsultanPerencana/Konsultan Pengawas tidak dapat dituntut bilamana ada gugatan dari sub Pelaksana Pekeerjaan karena ketidak lancaran pembayaran yang harus diberikan oleh Pelaksana Pekerjaan. 1.4. PETUNJUK OPERASI DAN PEMELIHARAAN - Pada saat penyerahan untuk pertama kalinya Pelaksana Pekerjaan harus menyerahkan gambar-gambar, data-data peralatan petunjuk operasi dan cara-cara perawatan dari mesin-mesin terpasang di bawah Kontrak ini. Data-data tersebut haruslah diserahkan kepada Pemberi Tugas/Konsultan Pengawas sebanyak 2 (dua) set dan kepada Perencana 1 (satu) set. - Pada saat penyerahan pertama harus diserahkan antara lain: Instruction Manual, Installation Manual, Maintenance Manual, Operating Instruction, Trouble Shooting Instruction. - Hendaknya diberikan pula 2 (dua) set singkatan petunjuk operasi dan perawatan kepada Pemberi Tugas, sebuah dipasang dalam suatu kaca berbingkai dan ditempelkan di dinding dalam ruang mesin utama atau tempat lain yang ditunjuk oleh Pemberi Tugas/Konsultan Pengawas. - Hendaknya Pelaksana Pekerjaan memberikan pendidikan praktek mengenai operasi dan perawatannya kepada petugas-petugas teknis (Team Engineering) yang ditunjuk oleh Pemberi Tugas secara Cuma-Cuma sampai cakap menjalankan tugasnya. 1.5. DATA SUKU CADANG Pelaksana Pekerjaan harus menjamin dan melengkapi dengan Surat Jaminan adanya suku cadang yang mudah diperoleh pada peralatan-peralatan yang sekiranya akan mengalami gangguan atau kerusakan dalam waktu tertentu, baik untuk peralatan utama maupun peralatan penunjang. Jaminan adanya suku cadang ini minimum selama 5 (lima) tahun dan mudah didapat.
26

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

II.2. PERSYARATAN PELAKSANAAN 2.1. U M U M - Instalasi yang dinyatakan dalam spesifikasi ini harus dilaksanakan sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku saat ini di Indonesia serta tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dari Jawatan Keselamatan Kerja. - Pelaksana Pekerjaan wajib mempelajari meneliti dan memeriksa juga untuk pekerjaan yang pelaksanaannya oleh Pelaksana Pekerjaan lain apabila pekerjaan Pelaksana Pekerjaan lain dapat mempengaruhi kelancaran pekerjaaanya. Bilamana terjadi kekeliruan atau gangguan maka Pelaksana Pekerjaan wajib mengerjakannya dengan saran-saran perbaikan untuk semua pihak. - Seluruh peralatan dari mesin yang dipasang untuk sistem ini selain memenuhi persyaratan spesifikasi teknis juga tidak boleh menyimpang dari persyaratan yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya. - Tidak diperbolehkan sama sekali adanya penyimpangan-penyimpangan dari spesifikasi teknis dan gambar perencanaan yang ada tanpa adanya persetujuan tertulis dari Konsultan Perencana/Pemberi Tugas/ Konsultan Pengawas. - Seluruh pelaksanaan instalasi yang berbeda dengan spesifikasi teknis maupun gambar perencanaan tanpa persetujuan harus diperbaiki dan diubah sesuai dengan spesifikasi teknis maupun gambar perencanaan yang ada dari atau biaya/tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. - Pelaksana Pekerjaan wajib mempelajari dan memahami semua undangundang dari peraturan-peraturan persyaratan umum maupun suplementernya, persyaratan pabrik pembuat unit-unit Air Conditioning dan buku-buku dokumen pelelangan, bundel gambar-gambar serta petunjukpetunjuk tertulis yang telah dikeluarkan. - Pelaksana Pekerjaan dapat meminta penjelasan kepada Pemberi Tugas/ Konsultan Pengawas/Konsultan Perencana atau Pihak yang ditunjuk bilamana menurut pendapatnya pada dokumen-dokumen pelelangan, gambar-gambar atau hal-hal lainnya ada yang kurang jelas. - Apabila terjadi kesalahan atau perbedaan interpretasi atau adanya hal yang bertentangan antara spesifikasi teknis, gambar pelelangan maupun informasi - Informasi yang resmi lainnya di dalam dokumen dan pada proses pelelangan ini maka yang akan menjadi pegangan adalah kondisi yang paling tinggi. Hal tersebut juga berlaku terhadap adanya hal yang satu mengecilkan atau menghilangkan hal yang lain. 2.2. PENGUJIAN PERALATAN Pelaksana Pekerjaan wajib melakukan pengujian peralatan "Factory Test" terhadap peralatan utama ataupun peralatan bantu sesuai dengan yang diajukan pada dokumen penawaran, sebelum dikirim ke site, kecuali dinyatakan lain tersendiri. "Factory Test" harus dilakukan pada pabrik pembuatnya dan laporan atau hasil test harus diserahkan kepada Pemberi Tugas serta hasilnya harus sudah memenuhi persyaratan teknis yang diminta.

27

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

2.3. TRAINING Yang termasuk dalam bagian ini adalah pemberian petunjuk/informasi tentang tata cara pengoperasian peralatan dan perawatan. Petunjuk/informasi/asistensi ini merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk memberikan penjelasan selengkap-lengkapnya kepada Team Operator Pemberi Tugas dalam rangka menyiapkan "User Data", menentukan "Class of Services" tertentu serta operasional dari peralatan terpakai. Untuk maksud ini Pelaksana Pekerjaan harus menyiapkan, menyusun program training sedemikian rupa sehingga pemilik dapat secara fasih menggunakan peralatan. Materi training adalah teori (40%) dan praktek lapangan (60%) meliputi antara lain : a. Dasar-dasar teori tentang sistem tata udara dan refrigerasi, control sistem dan semua hal yang berkaitan dengan sistem yang terpasang. b. Tata cara pengoperasian dan perawatan dari seluruh komponen sistem serta perbaikan-perbaikan kecil. Pelaksana Pekerjaan wajib menyediakan diktat training yang disusun dalam bahasa Indonesia dan dalam edisi lux. Seluruh biaya yang diakibatkan oleh perihal training hingga pembuatan diktat merupakan tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. 2.4. TESTING DAN COMMISSIONING Selain melaksanakan pekerjaan pengadaan dan pemasangan Kontraktor harus melakukan pengujian (testing, balancing & commissioning) dari seluruh peralatan utama yang terpasang dalam proyek ini dengan lengkap dan berfungsi dengan baik sehingga keseluruhan sistem dapat memberikan performansi yang diinginkan. II.3. PERSYARATAN TEKNIS KHUSUS 3.1. KONDISI RUANGAN Kondisi udara dari seluruh ruangan yang dikondisikan harus dapat dicapai pada rentang 24 +/- 2°C dengan RH = 55 +/- 10% (atau seperti tertulis pada gambar), yang diukur pada bidang kerja dan harus merata diseluruh ruangan yang dibuktikan dengan hasil pengukuran. 3.2. TINGKAT KEBISINGAN Tingkat kebisingan yang ditimbulkan oleh peralatan system pengkondisi udara (Diffuser, Grille, Indoor Unit, Fan, dan lain-lain) pada ruang kerja tidak boleh melebihi NC-45, yang diukur dari bidang kerja pada beberapa titik didalam ruangan dan dibuktikan dengan hasil pengukuran. 3.3. STANDARD Standard yang dapat digunakan sebagai acuan adalah ASHRAE, ARI STANDARD, ASTM & UL, NFPA, SMACNA, NEC, ASME dan PUIL terbaru untuk instalasi listrik AC.

28

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

LINGKUP PEKERJAAN a. Pemasangan unit Split-wall beserta perlengkapan sesuai dengan lokasi yang telah ditentukan di gambar Type 4 arah. b. Pengadaan dan pemasangan sistem pemipaan, Filter-dryer ,Instalasi Drain Pipa AW dengan isolasinya, alat pengatur, alat kontrol dan lain-lain beserta perlengkapan. c. Pengadaan dan pemasangan unit-unit exhaust fan beserta perlengkapan. d. Pengadaan dan pemasangan panel-panel daya dan lain-lain beserta perlengkapan. e. Mengadakan testing dan commissioning semua pekerjaan yang telah terpasang. Pelaksana pekerjaan wajib mengadakan dan memasang mesin-mesin pendingin beserta peralatan lainnya sesuai gambar dan spesifikasi teknis penambahan serta persyaratan-persyaratan pabrik, sehingga sistem dapat berfungsi dengan baik dan sempurna produksi ACSON,HITACHI, MQ-QUAY,DAIKIN 3.4. PEKERJAAN ISOLASI 3.4.1. Pekerjaan Isolasi Meliputi : Bab Isolasi ini menjelaskan kebutuhan akan isolasi secara umum. Dikarenakan tidak semua jenis isolasi digunakan dalam tiap proyek, maka adalah tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan untuk menentukan dari gambar spesifikasi, job description, skedul peralatan serta dokumen tender, bagianbagian mana dalam spesifikasi ini yang berlaku untuk proyek ini. 3.4.2. U m u m - Pelaksana Pekerjaan harus melaksanakan pengadaan bahan isolasi dan pemasangan sesuai dengan yang tertera dalam gambar dan spesifikasi. - Semua bahan isolasi untuk duct, pipa dan peralatan-peralatan lainnya harus disediakan dan dipasang oleh Pelaksana Pekerjaan ini, dengan cara pelaksanaan terbaik. - Pelaksana Pekerjaan harus menyerahkan dalam waktu 14 (empat belas) hari kalender setelah diturunkannya Surat Perintah Kerja semua contohcontoh bahan isolasi serta brosur-brosurnya yang akan digunakan dalam proyek ini kepada Pemberi Tugas/Konsultan Pengawas/ Konsultan Perencana atau Pejabat yang ditunjuk. Pemberi Tugas/Konsultan Pengawas/Konsultan Perencana berhak untuk menerima/menolak bahan-bahan contoh tersebut, menurut pendapatnya, untuk digunakan dalam proyek ini. Serta berhak menolak pemasangan isolasi yang telah terpasang bila menurut pendapatnya hal tersebut tidak memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan, baik bahan dan metoda/cara instalasinya. - Bahan dan sumbernya yang tertera dalam spesifikasi ini adalah yang hanya dapat diterima dalam proyek ini. Penggantian hanya menjadi pertimbangan bila diajukan pada saat tender dan perbedaan dalam biaya dinyatakan pada waktu itu. 3.4.3. Isolasi Pemipaan Refrigant Seluruh pemipaan air dingin, termasuk tangki ekspansi, valve, flens, fitting harus diberikan lapisan isolasi sesuai dengan gambar dan spesifikasi.

29

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

a. Bahan Isolasi B a h a n : Ethylen Propelene Diene Monomer (EPDM) Elastomeric (Class “1”) – ASTM E 84 atau Polyethelene foam diproduksi AEROFLEX Density minimum : ± 62 Kg/M3. Water Vapour permeability : 0,1 perm-in Thermal conductivty : K value 0,23-0,034 untuk 0°C W/m.k, K value 0,25-0,037 untuk 24°C W/m.k Water Absorption : maksimum 5% Moisture resistance : µ lebih besar dari 7000 Ozone resistance : No crack Flammability : Class V O, Non flammable Sambungan dari isolasi hendaknya dirapatkan dengan self-adhesive tape Harus dilengkapi jaminan pabrik pembuatnya (guaranted of product) Sebagai acuan ketebalan isolasi untuk masing-masing diameter pipa adalah sebagai berikut : Diameter Pipa Ketebalan Isolasi Sampai dengan 1” 1,25” s/d 4” 5” atau lebih 32 mm 38 mm 50mm b. F i n i s h i n g Seluruh pemipaan lengkap dengan isolasi, bila berada diluar bangunan kemungkinan adanya mechanical damaged atau yang langsung terkena sinar matahari harus diberi lapisan akhir (jacketing) yang terbuat dari glasscloth dengan bahan dari closed cell elastomeric yang tahan terhadap cuaca, melindungi terhadap sinar ultra violet. Sistem sambungan harus diperkuat dengan sealent sesuai dengan petunjuk dan disetujui Konsultan Pengawas. II.4. PEKERJAAN VENTILASI MEKANIS 4.1. Pekerjaan Ventilasi Mekanis antara lain : Khusus untuk pelaksanaan pada proyek ini, Pelaksana Pekerjaan harus menyediakan dan memasang unit ventilasi mekanis berserta peralatannya sesuai dengan gambar-gambar dan spesifikasinya serta persyaratanpersyaratan pabrik. 4.2. Teknis Peralatan Ventilasi Mekanis - Jenis fan yang dipakai adalah Celling-Fan yang sesuai dengan kefungsian dan skedul peralatan. - Sistem harus mampu melayani pembuangan udara dengan kadar uap bahan tipis setara koresene. 4.3. K o n s t r u k s i - Jenis yang dipergunakan adalah jenis yang dirakit, dibalancing dan diuji serta keterangan dari pabrik. - Fan diletakkan kukuh seperti ditunjukkan pada gambar. - Seluruh fan tipe Axial, pada bagian luar dari casing harus diberi lapisan
30

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

peredam suara, dari bahan komposit mineral PVC dengan densitas 6 Kg/m², tebal ± 3,5 mm. II.5. PEKERJAAN PENGECATAN - Pelaksana Pekerjaan harus mengecat semua pipa, rangka penggantung rangka penyangga, semua unit-unit yang dirakit dilapangan dan bahanbahan yang mudah berkarat dengan lapisan cat dasar (prime coating) dan cat akhir sesuai dengan persyaratan pengecatan yang sesuai untuk bahan masing-masing dan disetujui oleh Konsultan Pengawas, Perencana atau Pihak lain yang ditunjuk untuk ini. - Pengecatan tidak diperlukan bila alat-alat sudah dicat dari pabriknya atau dinyatakan lain dari dalam spesifikasinya. Tetapi bila cacat akibat pemasangan Pelaksana Pekerjaan wajib mencat kembali khusus ditempat yang cacat tadi dengan warna yang disetujui oleh Konsultan Pengawas, Konsultan Perencana. - Untuk peralatan-peralatan yang tampak maka bahan-bahan tersebut harus dicat akhir (spray) dengan warna yang disetujui oleh Konsultan Pengawas, Konsultan Perencana. - Pengecatan harus dilakukan sebelum peralatan-peralatan tersebut dipasang. - Pelaksana Pekerjaan harus memberikan tanda-tanda huruf atau nomor identifikasi bagi peralatannya. Sebelumnya Pemborong wajib memberitahukan mengenai tanda-tanda yang hendaknya dipasang pada peralatan-peralatan itu. II.6. PEKERJAAN LISTRIK 6.1. Pekerjaan Listrik meliputi dan tidak terbatas pada: - Pekerjaan listrik yang dimaksud disini ialah semua pelaksanaan instalasi yang berkaitan dengan paket pekerjaan sistem pengkondisi udara dan ventilasi mekanis. Instalasi kabel indoor menggunakan konduit jenis high impact sedangkan untuk instalasi outdoor menggunakan jenis metal konduit lengkap elbow, konduit lengkap elbow, klem dan aksesoriesnya. - Scope pekerjaan Pelaksana Pekerjaan sistem AC dalam proyek ini meliputi pengadaan dan instalasi seluruh panel kontrol dan panel daya AC lengkap dengan komponen panel, grounding, terminasi sesuai dengan gambar perencanaan. - Kontrol untuk pengaturan otomatis suhu, kelembaban, aliran air, aliran udara, damper-damper indicator yang ada beserta seluruh peralatan yang diperlukan pada sistem AC agar sistem dapat bekerja dengan baik sesuai dengan gambar-gambar dan spesifikasinya harus disediakan dan dipasang oleh Pelaksana Pekerjaan. Semua peralatan yang resmi yang mungkin diperlukan dilaksanakan oleh Pelaksana Pekerjaan. - Merupakan tanggung jawab dari Pelaksana Pekerjaan sistem AC, apabila tiap AC unit yang akan di instalasi membutuhkan feeder lebih dari satu. 6.2. Syarat - Syarat Semua pekerjaan listrik harus dilaksanakan sesuai dengan peraturan-peraturan Pemerintah setempat, seperti PUIL 1987 dan dari Jawatan Keselamatan Kerja. Selain dari pada itu harus pula memenuhi persyaratan standard Negara dan
31

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

pabrik pembuatnya. Bila ada perbedaan, hendaknya dipilih mana yang lebih sesuai. Hendaknya semua uji pemeriksaan dan pengujian beserta keterangan resmi yang mungkin diperlukan dilaksanakan oleh Pemborong 6.3. B a h a n Semua bahan yang dipergunakan harus dari kualitas terbaik, buatan Jepang, USA, atau yang sejenis kecuali dinyatakan lain secara tersendiri. Pelaksana Pekerjaan harus berkoordinasi dengan pihak-pihak lain agar sejauh mungkin dipergunakan peralatan yang seragam dan dari merk yang sama untuk seluruh proyek ini. 6.4. P e r a l a t a n - Hendaknya masing-masing unit terdapat sistem pengaman yang terpisah. - Untuk setiap phasa pada panel diberi lampu indikator penunjukkan atau alat-alat ukur. - Semua panel harus diberi lapisan cat anti karat. - Semua panel, switch, indikator, alat-alat ukur dan yang lain-lain yang ada harus diberi nama yang jelas dan tidak mudah rusak. - Semua alat-alat ukur yang terpasang harus dari daerah kerja yang paling sesuai dan dengan ketelitian 2%. 6.5. Sekering (Fuse) Cadangan Untuk setiap panel harus disediakan sekering cadangan sebanyak yang ada dan disimpan dalam tempat khusus dan diberi tanda pengenal. 6.6. Penyambungan Kabel Semua penyambungan kabel harus dilakukan sesuai dengan persyaratan yang ada diantaranya ialah : - Penyambungan kabel tembaga harus mempergunakan penyambung tembaga yang sesuai dan dilapisi dengan timah putih. - Penyambungan kabel berisolasi karet harus diisolasi karet. - Penyambungan kabel berisolasi PVC harus diisolasi PVC. - Kabel-kabel yang disambung harus color coded atau diberi nama. 6.7. Pekerjaan Pengujian Pekerjaan pengujian meliputi dan tidak terbatas pada penguraian di bawah ini, sehingga system dapat berfungsi dengan baik, antara lain : Pemborong harus melaksanakan semua pengujian, test dan balancing peralatan instalasi sistem AC dengan disaksikan oleh pengawas yang berkepentingan, Konsultan Pengawas, Konsultan Perencana serta pihak-pihak lain yang diperlukan kehadirannya. Sebelum melaksanakan pengukuran dan TAB (Testing, Adjusting & Balancing), Pelaksana Pekerjaan harus mengajukan metoda, besaran-besaran yang akan diukur dan alat-alat ukur yang digunakan kepada Konsultan Pengawas dan Konsultan Perencana dan minta persetujuannya, paling lambat 2 (dua) minggu sebelum pekerjaan tersebut dilaksanakan. Seluruh biaya pelaksanaan pekerjaan ini ditanggung oleh Pelaksana Pekerjaan. Semua bahan yang diperlukan untuk pengujian tersebut antara lain :
32

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

6.8. Jenis Pekerjaan Pengujian Sistem Air Conditioning Jenis pekerjaan pengujian balancing dan adjusting instalasi ini, secara garis besarnya mencakup penguraian tersebut di bawah ini, antara lain: a. Sistem Distribusi pipa refrigrant Pengujian terhadap kebocoran pada semua sambungan pada saat pipa diberi tekanan 15 kg/cm² dan pembersihan / flushing terhadap pipa-pipa yang terpasang. Pengujian terhadap sistem instalasi dengan pengamatan terhadap pengembunan dipermukaan luar pipa. Besaran-besaran yang harus diukur dan dicatat, meliputi temperatur dan tekanan air masuk dan keluar serta debit aliran air dari seluruh unit Sistem Distribusi Udara Besaran-besaran yang harus diukur dan dicatat meliputi : Temperatur, RH dan debit aliran udara pada seluruh Unit. b. L i s t r i k Pengukuran dan pengujian kuat arus dan tegangan, rpm setiap phasa unit-unit kompressor motor dan sistem pengaturan listrik yang ada. Perbandingan dengan harga yang direncanakan atau data dari pabriknya. c. Temperatur, RH & Noise Level Ruangan Pengukuran dan pengujian temperatur dan kelembaban pada seluruh ruangan yang dikondisikan pada beberapa titik ukur serta noise yang terjadi di dalam ruangan. II.7. PEKERJAAN INSTALASI JARINGAN KOMPUTER 7.1. PENJELASAN UMUM. Syarat-syarat umum instalasi jaringan ini berisi perincian yang memperjelas/menambahkan hal-hal yang tercantum dalam Buku syarat-syarat Administratip. Dalam hal ini Buku Syarat-syarat Administratif saling melengkapi dengan syarat-syarat umum pekerjaan instalasi jaringan. SUB PELAKSANA PEKERJAAN - Apabila diperlukan tenaga-tenaga ahli khusus, atau tenaga-tenaga pelaksana yang ada tidak mampu melaksanakan pemasangan, penyetelan, pengujian dan lain-lain maka Pelaksana Pekerjaan dapat menyerahkan sebagian instalasinya kepada Sub Pelaksana Pekerjaan lain yang mempunyai tenaga ahli yang bersertifikat / SKA dan setelah mendapatkan persetujuan Pemberi Tugas/Konsultan Pengawas/ Konsultan Perencana. - Pelaksana Pekerjaan wajib bertanggung jawab penuh atas segala lingkup pekerjaannya, baik yang dilaksanakannya sendiri maupun yang telah di sub-kontrakkan. - Pemberi Tugas/Konsultan Perencana/Konsultan Pengawas tidak dapat dituntut bilamana ada gugatan dari sub Pelaksana Pekerjaan karena ketidak lancaran pembayaran yang harus diberikan oleh Pelaksana Pekerjaan. 7.2. Lingkup Pekerjaan a. Lingkup pekerjaan terdiri dari ; b. Pengadaan dan instalasi kabel jaringan yang Multimode Fiber Indoor dan Unshielded Twisted Pair Indoor.
33

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

c. Pengadaan dan instalasi patch cord ,patch panel & Accessories. d. Pengadaan dan instalasi face plate. e. Labeling di Patch panel, outlet, patch cord. f. Pekerjaan Mekanikal meliputi pemasangan instalasi dan kelengkapannya sampai berfungsi sesuai persyaratannya. g. Pekerjaan Elektrikal meliputi pemasangan instalasi dan kelengkapannya sampai berfungsi sesuai persyaratannya. 7.3. SPESIFIKASI TEKNIS 3.2. Spesifikasi Minimum Cat. 6 UTP Memenuhi standar – standar berikut: a. ANSI/TIA-EIA-568-B.1. b. ISO/IEC FDIS 11081. c. Guaranteed Data Rate 1,2 Gb/s. d. Produksi Systemax,Siamen,AMP 3.4. Spesifikasi Minimum Patch Panel Fiber a. Minimum 24 port. b. Harus dapat ditempatkan pada rak 19” standar. c. Harus dilengkapi dengan konektor SC yang berkualitas tinggi. 3.5. Spesifikasi Minimum Patch Panel UTP Cat. 6 a. Minimum dalam 1U terdapat 24 port UTP Cat. 6. b. Dapat dipasangkan Wiring Management c. Harus dapat ditempatkan pada rak 19” standar. d. Harus dilengkapi dengan Modular Jack / konektor adapter RJ 45 Cat. 6 yang berkualitas tinggi. 3.6. Spesifikasi Minimum Face Plate dan Jack Modular Cat. 6. a. Modular Jack : Khusus untuk penggunaan UTP Cat. 6. b. Face Plate : 2 (two) holes Outbow . 7.4. SISTEM PERANGKAT JARINGAN 4.1. Prosedur Umum a. Contoh Bahan, Data Teknis dan Daftar Bahan - Sebelum pengadaan ke lapangan, contoh dan/atau brosur/data teknis bahan/peralatan untuk pekerjaan instalasi kabel Fiber Optic dan kabel UTP harus diajukan dahulu kepada Enjinir untuk disetujui. - Kontraktor harus membuat daftar bahan/peralatan yang akan digunakan dan menyerahkannya kepada Enjinir untuk disetujui. b. Gambar Detail Pelaksanaan Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor harus membuat dahulu Gambar Detail Pelaksanaan serta diajukan kepada Enjinir untuk mendapatkan persetujuan. Gambar Detail Pelaksanaan harus diserahkan sebelum pengadaan bahan sehingga diperoleh cukup waktu untuk memeriksa dan tidak ada tambahan waktu dan biaya bagi Kontraktor bila mengabaikan hal ini. Gambar Detail Pelaksanaan harus lengkap dan berisi detail-detail yang diperlukan. Gambar Kerja hanya menunjukkan secara garis besar letak dari peralatan, instalasi, jalur kabel, titik penomoran pada sambungan sambungan. Bila
34

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

ada perbedaan antara Gambar Kerja yang satu dengan lainnya, atau antara Gambar Kerja dengan Spesifikasi Teknis, Kontraktor harus menyampaikannya kepada Enjinir untuk pemecahannya. c. Pengiriman dan Penyimpanan Bahan yang dikirim ke lokasi haruslah dilakukan dengan baik dan hati-hati, merupakan bahan yang sudah menjalani pengujian di pabrik dan dilengkapi dengan hasil uji serta sesuai brosur yang ditawarkan dan telah disetujui bersama Pemberi Tugas, Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas. Penyimpanannya setelah tiba di lokasi harus ditempatkan di tempat yang telah ditentukan oleh Pemberi Tugas dan dijaga dengan baik (terlindung) dan tetap menjadi tanggung jawab Kontraktor. Semua bahan dan peralatan yang didatangkan dan akan dipasang harus dalam keadaan baru, tidak rusak, bukan barang bekas dan tidak cacat dan harus dilengkapi dengan data teknis yang jelas yang menyebutkan bahwa bahan-bahan tersebut sesuai dengan yang telah disetujui. Semua bahan dan peralatan harus disimpan dalam kemasannya pada tempat yang aman dan terlindung dari kerusakan. d. Ketidaksesuaian Bila bahan-bahan yang didatangkan ternyata menyimpang atau tidak sesuai dengan yang telah disetujui, maka Kontraktor wajib menggantinya dengan bahan yang sesuai dan yang disetujui Enjinir. Biaya yang ditimbulkan karena hal di atas menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya dan tanpa tambahan waktu. 4.2. Kabel Jaringan a. Kabel jaringan yang harus dipasang meliputi ; Multimode Fiber Indoor dan Unshielded Twisted Pair Cat 6. b. Pelaksana pekerjaan harus melaksanakan terminasi dan labeling seluruh kabel pada setiap ujung kabel dan patch panel. c. Pelaksana pekerjaan harus memperhatikan jalur kabel yang sudah ada pada route tersebut, dan tidak boleh mengganggu kabel yang sudah ada terlebih dulu disekitar route baru. Semua kabel jaringan harus berfungsi untuk menghubungkan semua terminal-terminal dengan data center.pemasangan dan terminasi kabel jaringan harus dilengkapi labeling. d. Memperlihatkan jumlah tarikan yang digunakan untuk keseluruhan disain. e. Pelaksana pekerjaan harus menyediakan dan memasang semua patch cord UTP yang dihubungkan dari face plate atau rack untuk setiap PC yang ditempatkan di lokasi yang telah ditentukan. 7.5. TESTING 5.1. Kabel Test a. Kabel test harus dilaksanakan dilapangan untuk membuktikan pemasangan jaringan tersebut baik. b. Kabel test dilaksanakan sebelum dilaksanakan pemasangan atau terminasi pada switch. c. Kontraktor harus melakukan semua pengujian dan pengukuran yang dianggap perlu oleh Pengawas Lapangan untuk memastikan bahwa seluruh instalasi dapat berfungsi dengan baik dan memenuhi semua persyaratan.
35

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)

d. Peralatan, fasilitas pengujian, pengawasan pengujian dan pemeliharaan peralatan agar tetap dalam kondisi baik, harus diadakan oleh Kontraktor. e. Catatan pengujian harus dibuat oleh Kontraktor dan diserahkan secara resmi kepada Pengawas Lapangan sebelum serah terima pekerjaan. f. Pengujian dan uji pengoperasian akan ditentukan oleh Enjinir. g. Semua instalasi harus diuji dan dioperasikan untuk menunjukkan hal-hal berikut : - Kesinambungan arus dan operasi yang dikehendaki. - Bebas dari pembumian. - Bebas dari arus hubung singkat. h. Seluruh peralatan harus lulus uji fungsional. i. Kontraktor bertanggung-jawab mengganti setiap peralatan/perlengkapan yang rusak sampai pada saat pemeriksaan terakhir dan penyerahan. PENUTUP 1. Apabila dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pekerjaan (RKS) ini untuk menguraikan bahan-bahan dan pekerjaan tidak disebutkan perkataan atau kalimat-kalimat "DIADAKAN OLEH PEMBORONG ATAU DISELENGGARAKAN PEMBORONG", maka hal ini dianggap seperti betul-betul disebutkan, jika uraian tersebut ternyata masuk dalam pekerjaan. 2. Guna mendapatkan hasil yang semaksimal mungkin, maka bagian-bagian yang betul-betul termasuk dalam bagian pekerjaan ini tetapi tidak atau belum disebut dalam Rencana kerja dan Syarat- syarat Pekerjaan (RKS) ini harus diselenggarakan oleh Pemborong seperti benar-benar disebut. 3. Segala sesuatu yang tidak disebut secara nyata, tetapi lazim dan muntlak adanya maka tetap diadakan/ dikerjakan Pemborong. 4. Hal-hal yang belum tercantum dalam peraturan ini akan ditentukan lebih lanjut oleh Pihak Pemberi Tugas, Unsur Teknis, Direksi/ Pengawas dan Konsultan Perencana

36

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->