P. 1
Soal Dan Pembahasan Listrik Magnet_Dana Santika_Fisika_Undiksha

Soal Dan Pembahasan Listrik Magnet_Dana Santika_Fisika_Undiksha

|Views: 2,796|Likes:
Published by Dana Santika

More info:

Published by: Dana Santika on Jun 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/08/2015

pdf

text

original

FISIKA DASAR 3

SOAL DAN PEMBAHASAN

BY :
NI PUTU VERA FEBRI ARFIYANTI (1113021068)
KELAS 2/A





JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
2012




Nama : Ni Putu Vera Febri Arfiyanti
NIM : 1113021068
Kelas : 2/A
Jurusan : Pendidikan Fisika
SOAL DAN PENYELESAIAN
HUKUM BIOT SAVART
A. INDUKSI MAGNETIK DI SEKITAR KAWAT LURUS BERARUS LISTRIK
1) Tiga buah kawat lurus panjang A, B dan C diletakkan sejajar dan berjarak
6 meter satu sama lain. Jika dilihat sepanjang kawat, ketiganya terletak di
tiga titik sudut segitiga sama sisi. Arus yang mengalir pada masing-
masing kawat 8 A, tetapi arus pada kawat C berlawanan arah dengan arus
pada kawat A dan B. Dimana arah arus pada kawat A dan B menembus
bidang sedangkan arah arus pada kawat C keluar bidang. Seperti pada
gambar di bawah ini. Tentukan kuat medan magnet di titik P. (titik P
merupakan perpotongan ketiga garis tinggi pada segitiga).

Penyelesaian :
a) Pertama, menentukan arah medan magnet di titik P oleh kawat A
(

), kawat B (

) dan kawat C (

).

b) Rumus kuat medan magnet untuk kawat lurus panjang adalah
a
i
B
o
t
µ
2
= .
Dengan adalah jarak titik P dengan kawat. bisa dihitung
dengan mencari garis tinggi pada segitiga ().























c) Hitung kuat medan magnet oleh kawat A (

)
- Karena merupakan bentuk segitiga
siku-siku, dengan dalil Phytagoras,
diperoleh
m t
t
t
t
t
BB C B BC
3 3 27
9 36
3 6
3 6
3 6
' '
2 2
2 2 2
2 2 2
2 2 2
= =
÷ =
÷ =
÷ =
+ =
+ =

- Dengan menggunakan aturan segitiga,
maka
: ’ = 2: 1 sehingga
: ’ = 2: 3 atau
( ) m a
t a
t
a
t a
3 2 3 3
3
2
3
2
3
2
3 : 2 :
= =
=
=
=




B
C
6 m
3 m
P
B’
( )
( )
Tesla B
B
B
a
i
B
A
A
A
O
A
7
7
7
10
3
3 8
10
3
8
3 2 2
8 10 . 4
2
÷
÷
÷
=
=
=
=
t
t
t
µ

Oleh karena besar a dan I pada ketiga kawat sama, maka besar kuat
medan magnet pada kawat B dan kawat C sama dengan besar kuat
medan magnet kawat A.
Tesla B B B
C B A
7
10
3
3 8
÷
= = =
d) Resultan antara A dan B
Besar sudut antara A dan B adalah 120

, karena merupakan
segitiga sama sisi.
( )
Tesla B R
B R
B B B R
B B B B R
B B B B R
A AB
A AB
A A A AB
A A A A AB
o
B A B A AB
7
2
2 2 2
2 2
2 2
10
3
3 8
2
1
2
120 cos 2
÷
= =
=
÷ + =
÷ + + =
+ + =


Sehingga medan magnetik total di titik P adalah

Tesla R
R
B R R
TOTAL
TOTAL
C AB TOTAL
7
7 7
10
3
3 16
10
3
3 8
10
3
3 8
÷
÷ ÷
=
+ =
+ =




2) Kawat lurus seperti pada gambar, dialiri arus yang sama sebesar 4 A.

Kawat lurus 1 dengan panjang 8 m dan kawat lurus 2 dengan panjang 6 m.
Tentukan besar dan arah induksi magnetik di titik P!

Penyelesaian :
a) Penyelesaian soal ini menggunakan konsep kawat lurus pendek,
karena panjang kawat diketahui dalam soal, yaitu :
( ) | o
t
µ
cos cos
4
+ =
a
i
B
o


b) Induksi magnetik di titik P oleh kawat 1 adalah
( )
1 1
1
1
1
cos cos
4
| o
t
µ
+ =
a
i
B
O

Dengan :
8 , 0
10
8
cos
0 90 cos cos
1
1
= = =
= =
BP
AP
o
|
o

1
a adalah jarak kawat 1 ke titik P, besarnya sama dengan panjang
kawat 2 yaitu 6 meter, sehingga
( )
( )
( )
( )
Tesla B
B
B
7
7
1
7
1
7
1
10 . 53 , 0
3
10 . 6 , 1
8 , 0
3
10 . 2
8 , 0 0
6 4
4 10 . 4
÷
÷
÷
÷
= =
=
+ =
t
t

Dengan arah menembus bidang
c) Induksi magnetik di titik P oleh kawat 2 adalah
( )
2 2
2
2
2
cos cos
4
| o
t
µ
+ =
a
i
B
O

Dengan :
m
BP
BC
o
6 , 0
10
6
cos
0 90 cos cos
2
2
= = =
= =
|
o

2
a adalah jarak kawat 2 ke titik P, besarnya sama dengan panjang
kawat 1 yaitu 8 meter, sehingga
X
( )
( )
( )
Tesla B
B
B
7
2
7
2
7
2
10 . 3 , 0
6 , 0 . 10 .
2
1
6 , 0 0
8 4
4 10 . 4
÷
÷
÷
=
=
+ =
t
t

Dengan arah menembus bidang
d) Karena arah induksi magnetik
1
B dan
2
B searah, maka total
induksi magnetk di titik P adalah
Tesla B
B
B B B
P
P
P
7
7 7
2 1
10 . 83 , 0
10 . 3 , 0 10 . 53 , 0
÷
÷ ÷
=
+ =
+ =

Dengan arah menembus bidang.


B. INDUKSI MAGNETIK DI SEKITAR KAWAT MELINGKAR BERARUS
LISTRIK
1) Perhatikan gambar berikut!

Kawat seperti pada gambar di atas terdiri dari kawat dengan bagian
lingkaran
o
120 (kawat 1) dan kawat setengah lingkaran (kawat 2). Dialiri
arus sebesar 30 Ampere. Arus yang menalir pada kawat 1 sebesar 15
Ampere dan pada kawat 2 juga 15 Ampere. Dan jari-jari kedua bagian
kawat melingkar tersebut sama dengan 0,2 m. Tentukan besarnya induksi
magnetik di titik P!
Penyelesaian :
Besarnya induksi magnet pada kawat melingkar dengan jumlah lilitan
ditentukan dengan rumus
N
a
i
B
O
2
µ
=
Dengan N adalah bagian lingkaran dan a adalah jari-jari lingkaran.
X

a) Tinjau kawat 1 yaitu bagian lingkaran
o
120
3
1
360
120
1
= =
Z
Z
=
o
o
total
bagian
N

Induksi magnetik di titik P yang dipengaruhi oleh kawat 1 adalah

( )
( )
Tesla B
B
B
N
a
i
B
O
5
1
6
1
7
1
1
1
1
1
10 . 5 , 0
4 , 0
10 . 2
3
1
2 , 0 2
15 10 . 4
2
÷
÷
÷
=
=
|
.
|

\
|
=
=
t
t
t
µ

Dengan arah menembus bidang kertas.

b) Tinjau kawat 2, yaitu bagian kawat setengah lingkaran
2
1
2
= N
Induksi magnetik di titik P yang dipengaruhi kawat 2 adalah
( )
( )
Tesla B
B
B
N
a
i
B
O
5
2
6
2
7
2
2
2
2
2
10 . 75 , 0
2
10 . 15
2
1
2 , 0 2
15 10 . 4
2
÷
÷
÷
=
=
|
.
|

\
|
=
=
t
t
t
µ

Dengan arah keluar bidang kertas.
c) Misalkan besar induksi magnetik di titik P adalah
P
B . Karena arah
1
B dan
2
B berlawanan, seperti pada gambar di atas, maka besar
induksi magnetik di titik P yang dipengaruhi kawat 1 dan 2 adalah
selisih antara
1
B dan
2
B .
Tesla B
B
B B B
P
P
P
5
5 5
2 1
10 . 25 , 0
10 . 75 , 0 10 . 5 , 0
÷
÷ ÷
÷ =
÷ =
÷ =
t
t t
Tanda negatif menunjukkan induksi magnetik di titik P searah
dengan yaitu keluar bidang
2
B (karena
2
B pada persamaan di atas
dimisalkan negatif).

2) Dua buah kumparan kawat yang masing-masing terdiri dari 100 lilitan,
dipasang berhadapan pada jarak 10 cm (jari-jari kumparan 10 cm).
Kumparan dialiri arus 20 A yang searah. Hitung induksi magnetik pada
sumbu di tengah-tengah kedua kumparan tersebut!
(keterangan : susunan kumparan dapat dilihat pada gambar berikut).

Penyelesaian :
a) Misalkan jarak kedua kumparan = jari-jari kumparan = b
5
2
1
4
5
4
2
1
2
2
2
2
2
b r
b r
b
b r
b b r
=
=
+ =
|
.
|

\
|
+ =


b) Induksi magnetik di titik P oleh satu kawat melingkar adalah
2
2
sin
r
ia
B
o
u µ
=
Sedangkan besar induksi magnetik untuk N kawat melingkar
(kumparan A) adalah

b
iN
B
b
iNb
B
b
iNb
B
r
iNb
B
r
r
b
iNb
B
r
iNa
B
o
A
o
A
O
A
O
A
O
A
O
A
5 5
4
5 5
8
2
5
2
1
2
2
2
2
sin
3
2
3
2
3
2
2
2
µ
µ
µ
µ
µ
u µ
=
|
|
.
|

\
|
=
|
.
|

\
|
=
=
=
=

Dengan arah ke kiri.
c) Karena jumlah lilitan dan jari-jari kumparan sama maka besar
induksi magnetik untuk kawat melingkar (kumparan B ) sama
dengan besar induksi magnetik pada kumparan A yaitu
b
iN
B B
o
B A
5 5

= =
d) Karena arah induksi magnetik
A
B dan
B
B searah, maka besar
induksi magnetik total adalah
( )
Tesla B
B
B
b
iN
B
b
iN
b
iN
B
B B B
TOTAL
TOTAL
TOTAL
o
TOTAL
o o
TOTAL
B A TOTAL
018 , 0
5 5
10 . 64
1 , 0 5 5
100 . 20 . 10 . 4 . 8
5 5
8
5 5
4
5 5
4
3
7
=
=
=
=
+ =
+ =
÷
÷
t
t
µ
µ µ

Jadi induksi magnetik pada sumbu di tengah-tengah kedua
kumparan adalah Tesla 018 , 0 .

C. INDUKSI MAGNETIK PADA SELENOIDA
1) Perhatikan gambar berikut!

Dua kumparan identik seperti pada gambar. Jika jumlah lilitannya 1000,
panjangnya 1 m, dialiri arus masing-masing A i 40
1
= dan A i 20
2
= .
Tentukan kuat medan magnet di titik P! jika kedua kumparan tersebut
ujungnya dianggap berhimpit.
Penyelesaian :

a) Dengan menggunakan aturan tangan kanan dan sesuai dengan arah
arus pada kumparan selenoida, diperoleh arah induksi magnetik
oleh kawat 1 adalah ke kanan dan induksi magnetik oleh kawat 2
juga ke kanan.
Untuk menentukan besar induksi magnet di titik ujung selenoida
menggunakan rumus
l
Ni
B
o
2
µ
=
b) Besar Induksi magnetik di titik P oleh kawat 1 adalah
( )
Tesla B
B
l
Ni
B
O
3
1
7
1
1
1
10 . 8
1 2
40 . 1000 . 10 . 4
2
÷
÷
=
=
=
t
t
µ

c) Besar Induksi magnetik di titik P oleh kawat 2 adalah
( )
Tesla B
B
l
Ni
B
o
3
2
7
2
2
2
10 . 4
1 2
20 . 1000 . 10 . 4
2
÷
÷
=
=
=
t
t
µ

d) Karena arah induksi magnetik
1
B dan
2
B searah yaitu ke kanan,
maka induksi magnetik di titik P adalah
Tesla B
B
B B B
P
P
P
3
3 3
2 1
10 . 12
10 . 4 10 . 8
÷
÷ ÷
=
+ =
+ =
t
t t
Jadi induksi magnetik di titik P adalah
3
10 . 12
÷
t Tesla, dengan
arah ke kanan.

2) Dua buah kumparan, kumparan satu dan kumparan dua. Jumlah lilitan
kumparan dua 5 kali jumlah lilitan kumparan satu. Panjang kumparan dua
15 kali kumparan satu. Dan arus yang mengalir pada kedua kumparan
adalah sama. Berapa perbandingan induksi magnetik
a) di ujung kumparan satu dengan ujung kumparan dua
b) di tengah kumparan satu dengan tengah kumparan dua
Penyelesaian :
Diketahui :
i i i
l l
N N
= =
=
=
2 1
1 2
1 2
) 2 ....( .......... 15
) 1 .( .......... 5

a) besar induksi magnetik pada ujung selenoida adalah
l
Ni
B
o
2
µ
= sehingga
1 2
2 1
2
1
2
2
1
1
2
1
2
2
l N
l N
B
B
l
i N
l
i N
B
B
O
O
=
=
µ
µ

Substitusi persamaan (1) dan (2) ke perbandingan di atas, sehingga
diperoleh
1
3
5
15
. 5
15 .
2
1
2
1
1 1
1 1
2
1
=
=
=
B
B
B
B
l N
l N
B
B

Jadi perbandingan induksi magnetik di ujung kumparan
1 : 3 :
2 1
= B B
b) besar induksi magnetik pada tengah selenoida adalah
l
Ni
B
o
µ
= sehingga
1 2
2 1
2
1
2
2
1
1
2
1
l N
l N
B
B
l
i N
l
i N
B
B
tengah
tengah
O
O
tengah
tengah
=
=
µ
µ

Substitusi persamaan (1) dan (2) ke perbandingan di atas, sehingga
diperoleh
( )
( )
1
3
5
15
5
15
2
1
2
1
1 1
1 1
2
1
=
=
=
tengah
tengah
tengah
tengah
tengah
tengah
B
B
B
B
l N
l N
B
B

Jadi perbandingan induksi magnetik di tengah kumparan
1 : 3 :
2 1
=
tengah tengah
B B

D. INDUKSI MAGNETIK PADA TOROIDA
1) Dua buah toroida memiliki jumlah lilitan yang sama. Toroida (1) memiliki
jari-jari efektif 0,3 m dialiri arus listrik 0,9 A. Dan toroida (2) mempunyai
jari-jari efektif 0,1 m, dialiri arus listrik sebesar 5 A. Bila induksi
magnetik pada sumbu toroida (1) oleh teslameter sama dengan
Tesla
5
10 . 6
÷
, maka tentukan besarnya induksi magnetik pada toroida (2)!!
Penyelesaian :
a) Besarnya induksi magnetik pada sumbu toroida, dapat dihitung
dengan rumus
R
Ni
B
o
t
µ
2
=
Dengan adalah jari-jari efektif toroida
b) Yang diketahui dalam soal adalah nilai dari
N N N
A i
m R
A i
m R
Tesla B
= =
=
=
=
=
=
÷
2 1
2
2
1
1
5
1
5
1 , 0
9 , 0
3 , 0
10 . 6

Sedangkan nilai dari belum diketahui. Untuk menentukan besar
induksi magnetik pada toroida 2 nilai harus diketahui. Nilai
dapat dicari dari persamaan berikut
N
N
N
R
Ni
B
o
. 10 10
3 . . 10 . 2 10 . 6
3 , 0 . 2
9 , 0 . . 10 . 4
10 . 6
2
7 5
7 5
7
5
1
1
1
÷ ÷
÷ ÷
÷
÷
=
=
=
=
t
t
t
µ

100
10
10
7
5
= =
÷
÷
N lilitan
Karena besar jumlah lilitan pada toroida 1 dan 2 sama, maka
100
1 2
= = N N lilitan.
c) Sehingga besar induksi magnetik pada toroida 2 (pada sumbunya)
adalah
Tesla B
B
B
R
i N
B
o
3
2
7
2
7
2
2
2 2
2
10
1 , 0
1000 . 10
1 , 0 . 2
5 . 100 . 10 . 4
2
÷
÷
÷
=
=
=
=
t
t
t
µ

Jadi besar induksi magnetik toroida 2 adalah Tesla
3
10
÷
.
2) Dua buah toroida memiliki perbandingan jumlah lilitan 3:4 dan
perbandingan jari-jari efektifnya 3:5. Jika kedua toroida dialiri arus yang
sama besar, maka hitung perbandingan induksi magnetik dalam toroida
tersebut!!
Penyelesaian ;
R
Ni
B
o
t
µ
2
=
Diketahui :
5 : 3 :
4 : 3 :
2 1
2 1
=
=
R R
N N

4
5
3
5
.
4
3
.
.
2
2
2
1
2
1
1 2
2 1
2
1
2
2
1
1
2
1
=
=
=
=
B
B
B
B
R N
R N
B
B
R
i N
R
i N
B
B
o
o
t
µ
t
µ

Jadi perbandingan induksi magnetik dalam toroida tersebut adalah 5: 4










SOAL DAN PENYELESAIAN
GAYA LORENTZ, HUKUM FARADAY-LENZ DAN ARUS BOLAK-BALIK
GAYA LORENTZ
1) Sebuah model kawat ABCD yang berarus A i 8
3
= diletakkan pada jarak
tertentu terhadap suatu kawat lurus panjang berarus seperti tampak pada
gambar. Berapa besar gaya yang bekerja pada kawat ABCD?


Pembahasan :
Dari gambar di atas, diketahui sebagai berikut.
A i
A i
A i
8
2
4
3
2
1
=
=
=

Jarak kawat ABCD terhadap kawat berarus 1 adalah
( ) m cm cm a
m m cm a
m a a
m m cm a
BC
AD
AB DC
AB
3 , 0 30 10 10 10
2 , 0
100
1
20 20
2 , 0
2 , 0
100
1
20 20
) 1 (
) 1 (
) 1 ( ) 1 (
) 1 (
= = + + =
=
|
.
|

\
|
= =
= =
= |
.
|

\
|
= =

Jarak kawat ABCD terhadap kawat berarus 2 adalah
A B
C
D
1 2
A i 4
1
=
A i 2
2
=
10 cm
10 cm
10 cm
A i 8
3
=
20 cm
( ) m cm cm a
m cm a
m a a
m cm a
BC
AD
AB DC
AB
2 , 0 20 10 10
1 , 0 10
1 , 0
1 , 0 10
) 2 (
) 2 (
) 2 ( ) 2 (
) 2 (
= = + =
= =
= =
= =

Medan magnet pada kawat ABCD oleh kawat 1 adalah masuk bidang dengan
besar masing-masing adalah
a) Medan magnet pada kawat AB yang disebabkan oleh kawat berarus
listrik 1
( )
( )
( )
T B
B
B
a
i
B
AB
AB
AB
AB
o
AB
6
) 1 (
7
) 1 (
7
) 1 (
) 1 (
1
) 1 (
10 4
2 , 0
4 10 . 2
2 , 0 2
4 10 . 4
2
÷
÷
÷
× =
=
=
=
t
t
t
µ

b) Medan magnet pada kawat BC yang disebabkan oleh kawat berarus
listrik 1
( )
( )
( )
T B
B
B
a
i
B
BC
BC
BC
BC
o
BC
6
) 1 (
7
) 1 (
7
) 1 (
) 1 (
1
) 1 (
10 67 , 2
3 , 0
4 10 . 2
3 , 0 2
4 10 . 4
2
÷
÷
÷
× =
=
=
=
t
t
t
µ

c) Medan magnet pada kawat CD yang disebabkan oleh kawat berarus
listrik 1
) 1 (
1
) 1 (
2
CD
o
CD
a
i
B
t
µ
=

Karena jarak antara kawat CD ke kawat 1 sama dengan kawat AB ke
kawat 1 maka besar T B B
AB CD
6
) 1 ( ) 1 (
10 4
÷
× = =
d) Medan magnet pada kawat DA yang disebabkan oleh kawat berarus
listrik 1
( )
( )
( )
T B
B
B
a
i
B
DA
DA
DA
DA
o
DA
6
) 1 (
7
) 1 (
7
) 1 (
) 1 (
1
) 1 (
10 4
2 , 0
4 10 . 2
2 , 0 2
4 10 . 4
2
÷
÷
÷
× =
=
=
=
t
t
t
µ

Medan magnet pada kawat ABCD oleh kawat 2 adalah masuk bidang dengan
besar masing-masing adalah
a) Medan magnet pada kawat AB yang disebabkan oleh kawat berarus
listrik 2
( )
( )
T B
B
a
i
B
AB
AB
AB
O
AB
6
) 2 (
7
) 2 (
) 2 (
2
) 2 (
10 4
1 , 0 2
2 10 . 4
2
÷
÷
× =
=
=
t
t
t
µ

b) Medan magnet pada kawat BC yang disebabkan oleh kawat berarus
listrik 2
( )
( )
T B
B
a
i
B
BC
BC
BC
O
BC
6
) 2 (
7
) 2 (
) 2 (
2
) 2 (
10 2
2 , 0 2
2 10 . 4
2
÷
÷
× =
=
=
t
t
t
µ

c) Medan magnet pada kawat CD yang disebabkan oleh kawat berarus
listrik 2
) 2 (
2
) 2 (
2
CD
O
CD
a
i
B
t
µ
=
Karena jarak antara kawat CD ke kawat 2 sama dengan jarak kawat
AB ke kawat 2, maka T B B
AB CD
6
) 2 ( ) 2 (
10 4
÷
× = =
d) Medan magnet pada kawat DA yang disebabkan oleh kawat berarus
listrik 2
( )
( )
T B
B
a
i
B
DA
DA
DA
O
DA
6
) 2 (
7
) 2 (
) 2 (
2
) 2 (
10 4
1 , 0 2
2 10 . 4
2
÷
÷
× =
=
=
t
t
t
µ

Kawat ABCD akan mengalami gaya Lorentz sebagai berikut:

Gaya pada kawat AB dan CD akan saling meniadakan, karena jarak kawat AB
dan DC ke kawat 1 dan 2 sama, dan panjang kawat AB sama dengan kawat
CD. Oleh karena itu, dalam perhitungan hanya ada gaya pada kawat BC dan
DA.
(pada kawat ABCD mengalir arus
3
i , karena itu 8
3
= = = = = i i i i i
DA CD BC AB
A).
a) Pada kawat BC
- Gaya Lorentz pada kawat BC akibat kawat berarus 1
( )( )( )
N F
F
l i B F
BC
BC
BC BC BC BC
6
) 1 (
6
) 1 (
) 1 ( ) 1 (
10 27 , 4
2 , 0 8 10 67 , 2
÷
÷
× =
× =
=

- Gaya Lorentz pada kawat BC akibat kawat berarus 2
( )( )( )
N F
F
l i B F
BC
BC
BC BC BC BC
6
) 2 (
6
) 2 (
) 2 ( ) 2 (
10 20 , 3
2 , 0 8 10 2
÷
÷
× =
× =
=

b) Pada kawat DA
A B
C
D
1 2
A i 4
1
= A i 2
2
=
10
cm
10
cm
A i 8
3
=
) 2 ( BC
F
) 1 ( BC
F
) 2 ( DA
F
) 1 ( DA
F

- Gaya Lorentz pada kawat DA akibat kawat berarus 1
( )( )( )
N F
F
l i B F
DA
DA
DA DA DA DA
6
) 1 (
6
) 1 (
) 1 ( ) 1 (
10 40 , 6
2 , 0 8 10 4
÷
÷
× =
× =
=

- Gaya Lorentz pada kawat DA akibat kawat berarus 2
( )( )( )
N F
F
l i B F
DA
DA
DA DA DA DA
6
) 2 (
6
) 2 (
) 2 ( ) 2 (
10 40 , 6
2 , 0 8 10 4
÷
÷
× =
× =
=


Sehingga gaya total pada kawat ABCD adalah
N F
F
F F F F F
ABCD
ABCD
DA DA BC BC ABCD
6
6 6 6 6
) 2 ( ) 1 ( ) 2 ( ) 1 (
10 33 , 5
10 4 , 6 10 4 , 6 10 20 , 3 10 27 , 4
÷
÷ ÷ ÷ ÷
× ÷ =
× ÷ × ÷ × + × =
÷ ÷ + =

Tanda negatif menunjukkan bahwa
ABCD
F searah dengan gaya pada kawat DA
yaitu ke kiri.

2) Sebatang tembaga yang massa dan panjangnya masing-masing adalah 100
gram dan 0,85 m dihubungkan dengan pegas dan kawat, terletak di atas
permukaan meja yang licin seperti pada gambar. Induksi magnetik B = 0,16 T
dan konstanta pegas k = 75 N/m.

(a) Ke mana arah arus listrik pada batang PQ agar pegas meregang?
(b) Jika kuat arus pada PQ adalah 12 A, berapakah peregangan pegas?
Pembahasan :
Diketahui :
A i
m
N
k
m l
T B
kg gram m
PQ
12
75
85 , 0
16 , 0
1 , 0 100
=
=
=
=
= =

(a) Pada kawat PQ bekerja gaya pegas, gaya Lorentz dan gaya berat
(karena kawat PQ bermassa). Seperti pada gambar





Gaya berat arahnya selalu ke bawah, menuju pusat bumi. Agar pegas
meregang, maka gaya ke sumbu y negatif harus lebih besar dari gaya
pada sumbu y positif. Sehingga, gaya berat dan gaya Lorentz > gaya
pegas.
Gaya Lorentz arahnya ke bawah dan medan magnet adalah keluar
bidang, maka arah arus pada kawat PQ mengalir dari titik P ke Q.
(b) Gaya-gaya yang bekerja pada kawat PQ adalah
PEGAS
PEGAS LORENTZ
F mg Bil
F mg F
= +
= +

Sesuai dengan hukum Hooke kx F
PEGAS
= , di mana k adalah konstanta
pegas dan x adalah peregangan pegas. Pada soal pegas tersebu
tersusun parallel, sehingga konstanta pegas total adalah
k k
k k k
total
total
2
2 1
=
+ =

Sehingga
mg
L
F
kx F =
kx F =
( )( )( ) ( )( ) ( )
150
632 , 2
150 632 , 2
150 1 632 , 1
75 2 10 1 , 0 85 , 0 12 16 , 0
2
=
=
= +
= +
= +
= +
= +
x
x
x
x
kx mg Bil
x k mg Bil
F mg Bil
PQ
total PQ
PEGAS

0175 , 0 = x m
75 , 1 100 0175 , 0 = × = cm x cm
Jadi besar peregangan pegas adalah 1,75 cm.
HUKUM FARADAY DAN HUKUM LENZ
1) Sebuah kumparan dengan jumlah lilitan 100 lilitan. Dan luasnya 100 cm
2
.
Berada pada medan magnet yang berubah dengan persamaan
t B 100 sin 02 , 0 = .
Tentukan
(a) Besarnya ggl induksi maksimum
(b) Tentukan besarnya ggl induksi pada saat
4
1
= t sekon.
Pembahasan :
(a) Persamaan ggl induksi adalah
( )
( ) ( )
( )( )( ) ( )
t
t
t NA
dt
t d
NA
dt
dB
NA
dt
BA d
N
dt
d
N
100 cos 2
100 100 cos 02 , 0 01 , 0 100
100 100 cos 02 , 0
) 100 sin 02 , 0 (
÷ =
÷ =
÷ =
÷ =
÷ =
÷ =
u
÷ =
c
c
c
c
c
c
c

Besar ggl induksi maksimum adalah saat 1 cos = t e yaitu saat
1 100 cos = t . Jadi besar ggl induksi maksimum adalah
2 1 2 = × =
maksimum
c volt.
(b) Besar ggl pada saat
4
1
= t sekon adalah
906 , 0 2
25 cos 2
4
1
100 cos 2
100 cos 2
× =
=
|
.
|

\
|
=
=
c
c
c
c
o
t

81 , 1 = c volt
2) Kumparan kawat PQRS dengan banyak lilitan kawat adalah 100 lilitan,
terletak dalam medan magnet ( ) T B 5 , 0 = , seperti ditunjukkan pada gambar
berikut ini.












Jika kawat AB digerakkan ke kanan dengan kecepatan 4 = v m/s dan
hambatan AB sebesar 10 O, maka hitunglah besar arus dan arah arus induksi
pada kawat tersebut.
Pembahasan :

Q
R
P
S
a A
B
x x x x x x x x
x x x x x x x x

x x x x x x x x

v
NBlv
dt
dx
NBl
dt
dA
NB
dt
BA d
N
dt
d
N
÷ =
÷ =
÷ =
÷ =
u
÷ =
c
c
c
c
c
) (

Jadi besar ggl induksi adalah
( )( )( )( )
volt
NBlv
1000
4 1 5 , 0 500
=
=
=
c
c
c

Untuk menentukan kuat arus
10
1000
=
=
I
R
I
c

100 = I A
Dengan menggunakan kaidah tangan kanan, maka arah arus dapat ditentukan.
Secara konsep, arah gaya Lorentz pada kawat AB berlawanan dengan arah
gerakan kawat. Gaya Lorentz arahnya ke kiri, medan magnet masuk bidang
sehingga arah arus mengalir dari A ke B. jadi arus induksi mengalir dari A ke
B sebesar 100 A.
ARUS BOLAK-BALIK
1) Diberikan sebuah gambar rangkaian listrik arus bolak-balik yang terdiri dari
sebuah resistor (R), sebuah induktor (L), sebuah kapasitor (C) dan sebuah
sumber listrik arus bolak-balik.

Maka tentukan nilai daya serap rangkaian tersebut!
Pembahasan :
u cos .
ef ef
i V P =
Diketahui dalam soal:
F F C
H mH L
R
4
3
10 8 800
10 32 32
8
÷
÷
× = =
× = =
O =
µ

Persamaan umum tegangan adalah t V V e sin
max
= , diketahui
( )volt t V 125 sin 120 =
Jadi 120
max
= V volt dan 125 = e

- Reaktansi induktif
O =
× × =
=
÷
4
10 32 125
3
L
L
L
X
X
L X e

- Reaktansi kapasitif
O =
× ×
=
=
÷
10
10 8 125
1
1
4
C
C
C
X
X
C
X
e

- Impedansi
( )
( ) ( )
O = =
+ =
÷ + =
÷ + =
10 100
36 64
10 4 8
2 2
2 2
Z
Z
Z
X X R Z
C L

- Menentukan nilai tegangan efektif
2
max
V
V
ef
=
2 60
2
120
= =
ef
V volt
- Menentukan nilai arus efektif
2
max
i
i
ef
=
Dan
A i
Z
V
i
12
10
120
max
max
max
= =
=

Sehingga A i
ef
2 6
2
12
= =
( )
watt P
P
Z
R
i V P
i V P
ef ef
ef ef
576
10
8
2 6 2 60
cos
=
=
=
= u


2) Karena pengaruh arus bolak-balik maka pada rangkaian seri diperoleh data
yang diperlihatkan pada gambar di bawah ini !



Berdasarkan data tersebut, maka tentukan besarnya tegangan antara A dan B
( )
AB
V .
Pembahasan :
Diketahui :
O =
=
=
O =
300
100
80
400
C
R
X
V V
V V
R

- Menentukan kuat arus
400
80
=
=
i
R
V
i
R

2 , 0 = i A
- Menentukan tegangan pada kapasitor
( )
V V
V
i X V
C
C
C C
60
2 , 0 300
=
=
=

- Sehingga tegangan antara A dan B dapat dihitung
Sebelumnya kita ketahui,
A B
R = 400 O X
C
= 300 O
( )
( )
( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( )
( )
( )
( ) 60 60
3600 60
6400 10000 60
80 100 60
60 80 100
60 80 100
2 2
2 2 2
2 2 2
2 2 2
2 2
= ÷
= ÷
÷ = ÷
÷ = ÷
÷ = ÷
÷ + =
÷ + =
÷ + =
L
L
L
L
L
L
C L R tot
C L R tot
V
V
V
V
V
V
V V V V
V V V V

120 =
L
V Volt.
Sehingga tegangan antara A dan B adalah 120 Volt.




You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->