P. 1
Flow Sensor

Flow Sensor

|Views: 45|Likes:
Published by maz_fa_jar

More info:

Published by: maz_fa_jar on Jun 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/22/2012

pdf

text

original

SENSOR AIRAN

ERVAN HARRY P FAJAR PRATOMO HARENILINA Y

K2509021 K2509023 K25090

Penyensoran aliran fluida dapat digolongkan sebagai berikut:
 Pengukuran Kuantitas
 Pengukuran Laju Aliran  Pengukuran Metoda Diferensial

Tekanan

Jenis sensor aliran:
1.

pressure-based flow sensors

2. turbine flow sensors 3. jenis khusus

1. Pressure-based flow sensors (berdasarkan perbedaan tekanan)
a. Orifice plate
Pembatas(penghalang) sederhana di dalam pipa menyebabkan tekanan jatuh pada aliran. Seperti pada resistor yang menyebabkan terjadinya tegangan jatuh pada rangkaian. b.Venturi Penyempitan bertahap pada pipa menyebabkan kecepatan fluida meningkat. Daerah yang memiliki kecepatan tinggi akan memiliki tekanan rendah. Aliran

sebanding dengan perbedaan tekanannya. Sensor ini cenderung menjaga
aliran agar laminer (halus), tapi orifice dan venturi menyebabkan tekanan jatuh pada pipa dimana mungkin tidak dapat disetujui.

 c.Pitot tube

Pitot tube ialah pipa terbuka kecil dimana permukaannya bersentuhan langsung dengan aliran.
Terdiri dari 2 pipa, yaitu :
 Static tube (untuk mengukur tekanan statis)  Impact/stagnation tube (untuk mengukur tekanan stagnasi =

velocity head)

Cara kerja pitot tube :
1 Pipa yang mengukur tekanan statis p0  pstat  V 2 , ( Bernoulli) 2 terletak secara radial pada batang yang dihubungkan ke manometer (pstat) V  2( p0  pstat ) /  V  C 2( p0  pstat ) / 
P0 = stagnation pressure Pstat = static pressure

 Tekanan pada ujung pipa di mana fluida masuk merupakan tekanan stagnasi(p0)  Kedua pengukuran tekanan tersebut dimasukkan dalam persamaan Bernoulli untuk mengetahui kecepatan alirannya  Sulit untuk mendapat hasil pengukuran tekanan stagnasi secara nyata karena adanya friksi pada pipa. Hasil pengukuran selalu lebih kecil dari kenyataan akibat faktor C (friksi empirik)

Prinsip dari pitot tube : Energi kinetik dikonversikan menjadi static pressure head.

2. Turbine flow sensors
Disebut juga flow meter, menggunakan tongkat roda (paddle wheel) atau baling-baling yang diletakkan pada garis aliran. Kecepatan rotasi dari roda berbanding langsung dengan kecepatan aliran. Aliran medium akan mengeliminasi tipe sensor ini untuk beberapa aplikasi, khususnya temperatur tinggi atau fluida tipe abrasive.

3. Jenis khusus
 A. Cara-cara Thermal
Cara-cara thermal biasanya dipergunakan untuk mengukur aliran udara. Dapat dilakukan dengan :
 Anemometer kawat panas  Teknik perambatan panas

B. Flowmeter Radio Aktif
Teknik pengukuran aliran dengan radio aktif adalah dengan menembakkan partikel netron dari sebuah pemancar radio aktif. Pada jarak tertentu ke arah outlet, dipasang detector. Bila terjadi aliran, maka akan terdeteksi adanya partikel radio aktif, jumlah partikel yang terdeteksi pada selang tertentu akan sebanding dengan kecepatan aliran fluida.

C. Flowmeter Elektromagnetis
 Flowmeter ini menggunakan prinsip Efek Hall  Bila terjadi aliran fluida, maka ion-ion posistif dan

ion-ino negatif membelok ke arah elektroda.  Dengan demikian terjadi beda tegangan pada elektroda-elektrodanya

D. Flowmeter Ultrasonic

•Flowmeter ini menggunakan Azas Doppler •Dua pasang ultrasonic transduser dipasang pada posisi diagonal dari pipa, keduanya dipasang dibagian tepi dari pipa •Perbedaan lintasan terjadi karena adanya aliran fluida yang menyebabkan perubahan phase pada sinyal yang diterima sensor ultrasonic

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->