P. 1
PENELITIAN TINDAKAN KELAS

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

|Views: 244|Likes:
Published by Darman Mts

More info:

Published by: Darman Mts on Jun 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/08/2015

pdf

text

original

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

PENINGKATAN PEMAHAMAN TERHADAP PENERAPAN AL QUR’AN SURAH-SURAH PENDEK DENGAN STRATEGI INDEX CARD MATCH SISWA KELAS VIII A MTs. N BANJAR SELATAN 2 Oleh : H. Sy. Abubakar, S. IKom NIM : 0901200083

PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) DALAM JABATAN LPTK FAKULTAS TRBIYAH - IAIN ANTASARI BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN 2009 / 2010

PERSETUJUAN

Penelitian yang berjudul : Peningkatan Pemahaman Terhadap Penerapan Al Qur’an Surah-Surah Pendek dengan Strategi Index Card Match Kelas VIII A MTs. N Banjar Selatan 2 Ditulis Oleh : H. Sy. Abubakar, S. IKom NIM : 0901200083 Program : Pendidikan Profesi Bagi Guru dalam Jabatan LPTK Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin Setelah diteliti dan diadakan perbaikan seperlunya, Saya dapat menyetujui untuk diajukan sebagai bahan penelitian pada Program Pendidikan Profesi Bagi Guru dalam Jabatan LPTK Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin. Banjarmasin, 21 Juni 2010 Pembimbing,

Drs. H. Surya Giri, M. Pd NIP. 19631109 199103 1 002

Mengetahui : Ketua Pengelola Program Pendidikan Profesi Bagi Guru dalam Jabatan LPTK Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin

Dra. Hj. Mudhiah, M. Ag NIP. 19651030 199103 2 05

KATA PENGANTAR Alhamdulillah, Puji Syukur dihaturkan kehadirat Ilahi Rabbi telah memberikan kenikmatan yang sempurna, sehingga Praktek Pengenalan Lapangan (PPL 2) untuk menyusun Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada MTs. Negeri Banjar Selatan 2, Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan, Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam jabatan pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari, Bajarmasin Bidang Studi Qur’an Hadits dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah disepakati tanpa kendala. Sebagai insan yang daif, kami menyadari bahwa tiap individu memiliki kelemahan dan kekurangan. Tapi semua itu bukanlah merupakan suatu kelemahan yang absolut, karena keterbatasan Ilmu yang diberikan Allah sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas tiap-tiap insan. Oleh karenanya saran dan kritik yang konstruktif sangat dibutuhkan sehingga akan menjadi suatu gagasan yang bermanfaat bagi kita semua dalam mengaplikasikan Ilmu yang telah diperoleh. Ucapan terima kasih disampaikan kepada :
  

Ketua Pengelola Program Pendidikan Profesi Bagi Guru dalam Jabatan LPTK Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin, Dra. Hj. Mudhiah, M. Ag Dosen Pembimbing Penelitian Tindakan Kelas (PTK) LPTK Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Drs. H. Surya Giri, M.Pd Supervisor Praktek Pengenalan Lapangan (PPL 2) LPTK Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada MTs. Negeri Banjar Selatan 2, Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Bapak Drs. Emroni, M. Ag,

Guru Pamong MTs. Negeri Banjar Selatan 2, Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan pada Praktek Pengenalan Lapangan (PPL 2) LPTK Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin, Kalimantan Selatan Bapak Drs. H. Baharudin kelas VIII dan Dra. Hj. Huzaifah kelas VII. Segenap pihak yang terlibat baik secara langsung maupun tidak, sehingga Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada MTs Negeri Banjar Selatan 2, Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan dapat terlaksana sesuai rencana yang telah disepakati.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah kita dan memberikan balasan yang lebih sempurna, atas segala kebaikan dan keikhlasan dalam mengaplikasikan Ilmu ditengah masyarakat demi kemajuan dunia pendidikan Islam dimasa yang akan datang. Amin Ya Rabbal Alamin.

Wassalam, Penulis,

H. Sy. Abubakar, S. IKom DAFTAR ISI Halaman Sampul Halaman Persetujuan Pembimbing Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Lampiran BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah B. Rumusan Masalan dan Cara Pemecahan Masalah C. Tujuan Penelitian D. Manfaat Penelitian E. Hipotesis Tindakan BAB II KAJIAN TEORI A. Pembelajaran Kooperatif (Cooperatif Learning) B. Hasil Belajar Siswa C. Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa dengan menggunakan strategi dan media pembelajaran BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian B. Subjek Penelitian C. Setting Penelitian D. Rancangan Tindakan

E. Jenis Instrumen dan Cara Penggunaannya F. Pelaksanaan Tindakan G. Cara Pengamatan (monitoring) H. Refleksi I. Indikator keberhasilan penelitian BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Setting Penelitian B. Hasil Penelitian C. Pembahasan BAB V PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN DAFTAR RIWAYAT HIDUP DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Observasi Kegiatan Pembelajaran Siklus I Lampiran 2 Observasi Kegiatan Pembelajaran Siklus II Lampiran 3 Observasi Kegiatan Pembelajaran Siklus III Lampiran 4 Observasi Aktivitas Siswa dalam KBM Siklus I Lampiran 5 Observasi Aktivitas Siswa dalam KBM Siklus II Lampiran 6 Observasi Aktivitas Siswa dalam KBM Siklus III Lampiran 7 RPP Siklus I Lampiran 8 RPP Siklus II Lampiran 9 RPP Siklus III Lampiran 10 Lembar Kerja Siswa (LKS) Lampiran 11 Koesioner Siswa Lampiran 12 Hasil Tes Siswa Siklus I – III Lampiran 13 Lembar Pengamatan Kegiatan Pembelajaran Siklus I Lampiran 14 Lembar Pengamatan Kegiatan Pembelajaran Siklus II Lampiran 15 Lembar Pengamatan Kegiatan Pembelajaran Siklus III Lampiran 16 Daftar Personalia dan Rencana Kerja

PENINGKATAN PEMAHAMAN TERHADAP PENERAPAN AL QUR’AN SURAHSURAH PENDEK DENGAN STRATEGI INDEX CARD MATCH SISWA KELAS VIII A MTs. N BANJAR SELATAN 2 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Proses pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan, dimana dapat diartikan sebagai suatu proses perubahan tingkah laku dari invidu, karena adanya interaksi antar individu dan individu dengan lingkungannya. “Perubahan” yang berarti bahwa seseorang setelah mengalami proses belajar akan mengalami perubahan tingkah laku, baik aspek pengetahuan, keterampilan, maupun aspek sikap. Dengan demikian proses pembelajaran akan berdampak langsung terhadap keberhasilan pembelajaran. Kurikulum merupakan motor penggerak untuk berjalannya proses kegiatan pembelajaran. Proses yang dilaksanakan dalam upaya peningkatan kualitas baik dari segi penyampaian materi pembelajaran yaitu guru, maupun penerima materi pembelajaran yaitu siswa. Jika di lihat secara komperhensif urgensi kegiatan belajar mengajar sangat tergantung pada kesiapan sarana, prasarana, sumber daya manusia, sumber daya madrasah dan kualitas materi yang tersusun dalam silabus yang tertuang dalam rencana pembelajaran. Usaha peningkatan kualitas pemahaman siswa terhadap penerapan Al Qur’an surah-surah pendek dapat ditempuh melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan kualitas sistem penilaian yang terintegrasi dalam stategi yang digunakan. Keduanya saling terkait, sistem pembelajaran yang baik akan menghasilkan kualitas belajar yang baik. Selanjutnya sistem penilaian yang baik akan mendorong guru untuk menentukan strategi mengajar yang baik dan memotivasi siswa untuk belajar yang lebih baik. Dengan demikian proses pembelajaran yang dilakukan merupakan salah satu faktor yang penting untuk mencapai tujuan pendidikan. Sedangkan faktor lain dalam peningkatan efektivitas pembelajaran adalah faktor evaluasi baik terhadap proses maupun hasil pembelajaran. Evaluasi dapat mendorong siswa untuk lebih giat belajar secara terus menerus dan juga mendorong guru untuk lebih meningkatkan kualitas proses pembelajaran serta mendorong sekolah untuk lebih meningkatkan fasilitas dan kualitas manajemen sekolah. Sehubungan dengan hal tersebut, maka di dalam pembelajaran dibutuhkan guru yang tidak hanya mampu mengajar dengan baik tetapi juga mampu melakukan evaluasi dengan baik. Kegiatan evaluasi sebagai bagian dari program pembelajaran perlu lebih dioptimalkan. Evaluasi tidak hanya bertumpu pada penilaian hasil belajar, tetapi juga perlu penilaian terhadap input, output maupun kualitas proses pembelajaran itu sendiri. Optimalisasi sistem evaluasi memiliki dua makna, pertama adalah sistem evaluasi yang memberikan informasi yang optimal, kedua adalah manfaat yang dicapai dari evaluasi. Manfaat yang utama dari evaluasi adalah meningkatkan kualitas pembelajaran dan selanjutnya akan terjadi peningkatan kualitas pendidikan. Sebagai institusi pendidikan formal, Madrasah memiliki fungsi dan peran strategis dalam melahirkan generasi-generasi Islam masa depan yang terampil membaca Al Qur’an yang baik dan benar, kemudian memahami isi kandungnya dan hikmahnya untuk diterapkan dalam kehidupan, yang pada akhirnya menjadi generasi masa depan yang beriman dan bertakwa disamping menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Hasil observasi empirik di lapangan dari Praktik Pengenalan Lapangan (PPL) 2 mahasiswa PPG Qur’an Hadits angkatan 2 tahun 2009 – 2010 LPTK Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin yang tersebar pada beberapa Madrasah Tsanawiya Negeri dan Swasta, menunjukkan fenomena yang hampir sama terhadap keterampilan membaca dan memahami isi kandung Al Qur’an di kalangan siswa belum menunjukkan hasil yang optimal. Kondisi ini tidak lepas dari proses pembelajaran Al Qur’an Hadits di Madrasah Tsanawiyah yang dinilai kurang maksimal dalam membantu siswa terampil membaca Al Qur’an dan memahami Hadits secara

mendetil. Dari hasil pengamatan yang dilakukan pada MTs. Negeri Banjar Selatan 2, bahwa pelaksanaan pembelajaran Al Qur’an Hadits masih kurang mendapat perhatian serius dari siswa. Indikatornya antara lain rendahnya partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran Al Qur’an Hadits. Ini bisa dilihat dari rata-rata hasil evaluasi yang diberikan sebelum menggunakan strategi dan metode pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan penulis, sejumlah faktor yang diduga sebagai faktor penyebab rendahnya hasil evaluasi dalam pembelajaran siswa pada mata pelajaran Al Qur’an Hadits antara lain adalah: Penggunaan media pembelajaran kurang maksimal sehingga tidak dapat membantu pemahaman siswa yang berdampak siswa menjadi kurang aktif dan kurang memahami materi. Guru dalam memberikan penjelasan belum menggunakan motode dan strategi yang tepat sehingga pembelajaran menjadi kurang efektif. Motivasi belajar kepada siswa belum sepenuhnya dibangkitkan sebelum pelajaran dimulai sehingga mengakibatkan kejenuhan siswa dalam mengikuti pelajaran. Kurangnya alokasi waktu yang terjadwal dalam kurikulum dan banyaknya materi yang bekenaan dengan membaca, menulis, menghafal dan memahami Qur’an dan Hadits. Dari hasil refleksi awal terhadap masalah di atas, penulis berpendapat bahwa untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman siswa terhadap pembelajaran Qur’an Hadits, diperlukan media pembelajaran yang sesuai, metode yang tepat dan strategi yang efektif. Adapun media yang penulis pilih adalah media yang sederhana dengan menggunakan potongan kertas karton, spidol, gunting, lem dan alat tulis lainnya yang sesuai. Media pembelajaran disajikan secara bersamaan dengan media pembelajaran lainnya seperti Al Qur’an dan terjemahan, buku tajwid dan buku materi pokok pembelajaran, sesuai dengan strategi yang digunakan. Oleh karena itu penulis merumuskan hipotesis tindakan “PENINGKATAN PEMAHAMAN TERHADAP PENERAPAN AL QUR’AN SURAH SURAH PENDEK DENGAN STRATEGI INDEX CARD MATCH SISWA KELAS VIII A MTs. N BANJAR SELATAN 2” B. Rumusan Masalah dan Cara Pemecahan Masalah

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, dalam penelitian ini yang menjadi masalah utama terhadap keterampilan membaca dan memahami isi kandung Al Qur’an di kalangan siswa MTs. Negeri Banjar Selatan 2 belum menunjukkan hasil yang optimal sehingga mempengaruhi hasil belajar siswa atau ketercapaian tujuan pembelajaran. Masalah tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut: “Apakah “APAKAH DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI INDEX CARD MATCH DAPAT MENINGKATKAN PEMAHAMAN TERHADAP PENERAPAN AL QUR’AN SURAH SURAH PENDEK SISWA KELAS VIII A MTs. NEGERI BANJAR SELATAN 2”

Cara Pemecahan Masalah

Cara pemecahan masalah dalam penelitian ini nantinya akan dilaksanakan dengan cara mengikuti skenario tindakan yang tentunya akan diperbaiki dalam perjalanan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Prosedur dalam penelitian tindakan kelas ini dibagi dalam tiga siklus. Pada siklus pertama evaluasi dan observasi awal dilakukan refleksi tanpa menggunakan metode

STAD dan pada siklus kedua dan ketiga baru menggunakan metode STAD. Penelitian Tindakan Kelas ini diatur dalam skenario dengan langkah-langkah sebagai berikut : Membuat skenario pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan strategi Index Card Match. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan materi pokok Menerapkan Al-Qur’an surah-surah pendek pilihan tentang menimbun harta (serakah) Membagi siswa menjadi 9 kelompok belajar, masing-masing kelompok 3 - 6 orang. Guru memberikan arahan pada siswa tentang tata cara kerja kelompok Mendesain instrumen / alat evaluasi berupa format observasi untuk mengukur : Minat, perhatian, partisipasi dan presentasi dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran Aktivitas siswa dalam belajar kelompok. Mengetahui perkembangan ketrampilan proses siswa dalam pembelajaran. Membuat lembar kuisioner untuk mengetahui sikap mahasiswa terhadap pembelajaran kooperatif dengan menggunakan tipe STAD. Membuat soal tes tertulis untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. C. Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah: Perbaikan proses pembelajaran Qur’an Hadits yang selama monoton dan membosankan dan meningkatkan hasil belajar. Memberikan gambaran apakah pembelajaran Qur’an Hadits dapat ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan tipe STAD Peningkatan prestasi belajar yang diiringi kemampuan dalam kegiatan belajar mengajar Qur’an Hadits dan menghasilkan pembelajaran yang bermakna. Penggunaan model pembelajaran kooperatif untuk menampilkan pembelajaran yang menyenangkan D. Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:

Bagi guru

Dapat dijadikan bahan acuan dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran menggunakan strategi dan media pembelajaran yang sesuai. Guru dapat memperbaiki dan meningkatkan mutu pembelajaran di kelas. Dapat berinovasi dalam mengajar dengan berkreasi dalam pembelajaran Qur’an Hadits. Dapat berkreasi untuk memperbaiki citra proses pengajaran dan hasil belajar Qur’an Hadits.

Bagi siswa,

Meningkatkan membaca Al Qur’an dan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran Qur’an Hadits. Pembelajaran melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD membangkitkan motivasi belajar

ketrampilan berkomunikasi dan berinteraksi dalam kelompok Meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran Untuk meingkatkan prestasi belajar Meningkatkan proses belajar Qur’an Hadits dengan tidak banyak mencatat tetapi memahami konsep-konsep.

Bagi sekolah

Meningkatkan kualitas pembelajaran Qur’an Hadits ditunjukkan dengan hasil belajar dan uji kompetensi siswa Meningkatkan standar kriteria ketuntasan minimal pada mata pelajaran Qur’an Hadits Sebagai bahan masukan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran yang bervariasi dapat meningkatkan prestasi belajar.

Bagi Masyarakat,

hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai ukuran ketercapaian tujuan pembelajaran yang tercermin dari peningkatan kualitas out put sekolah bersangklutan. Dengan ini, masyarakat bisa membedakan antara sekolah yang berkualitas dengan sekolah yang tidak berkualitas. E. Hipotesis Tindakan Dari hasil pemecahan masalah dalam penelitian yang dilaksanakan dengan cara mengikuti skenario tindakan dimana akan diperbaiki dalam perjalanan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), serta dengan mengikuti prosedur dalam penelitian tindakan kelas ini yang dibagi dalam tiga siklus dengan menggunakan metode STAD dengan strategi Index Card Martch sesuai langkahlangkah yang telah terprogram, maka hasil capai yang akan diperoleh, diantaranya : Dengan diterapkan model pembelajaran kooperatif metode STAD dapat meningkatkan pemahaman terhadap penerapan surah-surah pendek serta membangkitkan motivasi siswa kelas VIII A MTs. Negeri Banjar Selatan 2, Kelayan Banjarmasin dalam mata pelajaran Qur’an Hadits Dengan diterapkan model pembelajaran kooperatif dengan strategi Index Card Martch dapat meningkatkan prestasi hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Qur’an Hadits BAB II KAJIAN TEORI A. PEMBELAJARAN KOOPERATIF (COOPERATIF LEARNING)

Model Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran dimana siswa dalam satu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok dimana tiap kelompok terdiri dari 3 - 5 siswa atau disesuaikan yang anggotanya hetrogen kemampuannya, ras, budaya, suku dan jenis kelamin. Pembelajaran kelompok pada hakekatnya merupakan strategi dari pembelajaran kooperatif. Dengan pengelompokkan siswa tersebut maka terjadilah kerjasama antar individu untuk belajar bersamasama. Dalam pembelajaran kelompok siswa dituntut untuk lelbih berperan aktif dalam mengemukakan pendapatnya, dan tanggapan tersebut akan mendapat tanggapan dari kelompok yang lainnya.

Penggunaan cara belajar kooperatif sangat dianjurkan oleh para ahli pendidikan. Menurut Slavin yang pendapatnya dikutif oleh Wina Sanjaya mengemukakan ada dua alasan diterapkannya model pembelajaran koperatif yaitu: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan prestasi belajar sekaligus dapat meningkatkan kemampuan hubungan sosial, menumbuhkan sikap menerima kekurangan diri dan orang lain, serta dapat meningkatkan harga diri. Pembelajaran kooperatif dapat merealisasikan keperluan siswa dalam belajar berfikir, memecahkan masalah, dan mengintegrasikan pengetahuan dengan keterampilan. Penerapan model belajar koperatif mempersyaratkan kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan ciri-ciri sebagai berikut : Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menyelesaikan materi pembelajaran. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Jika mungkin anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, dan jenis kelamin yang berbedabeda. Penghargaan lebih berorientasi pada kelompok dari pada individu. Menurut Ismail, dkk (2007:33) mengatakan pembelajaran kooperatif merupakan suatu upaya yang dapat dikembang oleh guru di kelas. Belajar kooperatif merupakan “perbaikan” atas metode belajar kelompok yang biasa dilakukan di kelas. Belajar kooperatif dapat dipandang sebagai metode, yang pada prakteknya harus searah dengan urutan materi ajar, media, waktu yang tersedia serta kontekstual terhadap ketiga hal tersebut. Selain itu belajar kooperatif juga dapat dipandang sebagai suatu model belajar. Sebagai model belajar, belajar kooperatif menjadi suatu alternatif dalam mengatasi kesulitan belajar. Dalam pembelajaran dengan metode kooperatif merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kegiatan belajar siswa dalam kelompok / tim. Seluruh anggota kelompok / tim bertanggung jawab atas kesuksesan setiap anggotanya selain keberhasilan masing-masing sebagai individu.. Menurut Lundgren, 1994 : 5) mengatakan bahwa dalam pembelajaran dengan metode kooperatif merupakan strategi belajar dimana siswa belajar dalam kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompok, setiap anggota saling bekerja sama dan membantu memahami suatu bahan pembelajaran artinya belajar belum selesai atau tuntas. Slavin (1995 : 2) mengatakan bahwa seluruh siswa di kelas diharapkan dapat menciptakan suasana saling membantu, berdiskusi, mengatasi keterbatasan penguasaan materi satu sama lain. Cangelosi (1993: 162-164) menyatakan hal yang sama tenatng belajar kooperatif, yaitu seorang siswa dapat belajar banyak dari siswa yang lain dalam satu kelompok yang sama. Menurut teori motivasi, kesuksesan kelompok, kesuksesan perorangan dan persaingan sehat merupakan tiga faktor yang dianggap sebagai sumber motivasi belajar. Beberapa penelitian yang dihimpun oleh Slavin menyimpulkan bahwa kesuksesan perorangan sangat mempengaruhi kesuksesan kelompok. Namun, setiap anggota kelompok berdasarkan kebersamaan yang mereka alami selama belajar menyebabkan mereka juga sangat memperhatikan keberhasilan tim. Para anggota tim terdorong untuk menomorsatukan keberhasilan tim. Sedangkan upaya pencapaian keberhasilan tim ternyata berdasarkan penelitian mendorong kinerja belajar perorangan meningkat secara signifikan. Kegiatan belajar kooperatif menyebabkan mereka berusaha mempersiapkan proses belajar dengan baik agar mereka dapat menciptakan kinerja lebih baik untuk tim mereka. Menurut teori kognitif mengasumsikan bahwa interaksi antar siswa dalam tim merupakan faktor berpengaruh terhadap penguasaan konsep penting. Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa melalui model pembelajaran kooperatif

dapat mencapai 4 tujuan pembelajaran yaitu : peningkatan prestasi akademik, perbaikan perilaku dan kehadiran di kelas, peningkatan kepercayaan diri dan motivasi belajar, perbaikan interaksi antar siswa di dalam dan di luar PBM.. Berdasarkan hasill penelitian Thompson (Slavin, 1995 dalam Tim Urge, 1997), pembelajaran kooperatif mempunyai manfaat sebagai berikut: meningkatkan pencurahan pada tugas meningkatkan harga diri memperbaiki sikap terhadap materi memperbaiki kehadiran, saling memahami adanya perbedaan individu, mengurangi konflik antar individu, mengurangi sikap apatis, memperdalam pemahaman, meningkatkan motivasi meningkatkan hasil belajar memperbesar retensi. Penggunaan metode kooperatif dalam proses belajar mengajar lebih mengintensifkan kerjasama dan komunikasi antara siswa dengan siswa maupun antara siswa dengan guru. Oleh karena itu, Supriadi (2003;50) mengatakan bahwa metode kooperatif lebih sempurna daripada metode tradisional (ceramah). Semua model mengajar ditandai dengan adanya struktur tugas, struktur tujuan dan struktur penghargaan (reward). Struktur tugas mengacu pada dua hal, yaitu pada cara pembelajaran itu diorganisasikan dan jenis kegiatan yang dilakukan oleh siswa di dalam kelas. Hal ini biasanya berlaku di dalam pengajaran klasikal maupun pengajaran kelompok kecil, siswa diharapkan melakukan apa selama pengajaran itu, baik tuntutan akademik dan social terhadap siswa pada saat bekerja menyelesaikan tugas-tugas belajar yang dibe-rikan pada mereka. Struktur tugas berbeda dengan berbagai macam kegiatan yang terlibat di dalam pendekatan pengajaran tertentu.

Tipe-tipe Pembelajaran Kooperatif

Metode Student Team Learning (Pembelajaran Tim Siswa) adalah teknik pembelajaran kooperatif yang dikembangkan dan diteliti oleh John Hopkins University. Lebih dari separo metode pembelajaran kooperatif menerapkan metode ini. Semua pembelajaran kooperatif menyumbangkan ide bahwa siswa yang bekerja sama dalam belajar dan bertanggung jawab terhadap teman satu timnya, mampu membuat diri mereka belajar sama baiknya. Dalam pembelajaran kooperatif ini tujuan tim dan sukses tim hanya akan dapat dicapai jika semua anggota tim bisa balajar mengenai pokok bahasan yang telah diajarkan. Tiga konsep penting dalam pembelajaran Tim ini adalah : penghargaan bagi tim; tanggungjawab individu; kesempatan sukses yang sama Lima prinsip dalam metode pembelajaran tim siswa telah dikembangkan dan diteliti secara ekstensif. Tiga diantaranya adalah metode pembelajaran kooperatif yang dapat diadaptasikan pada sebagian besar mata pelajaran di tingkat kelas, yaitu :

Student Team-Achievement Division (STAD) (=Pembagian Pencapaian Tim Siswa); Team-Games Tournament (TGT) (=Turnamen Game Tim); dan Jigsaw II (=Teka-teki II). Sedangkan dua metode lainnya digunakan untuk mata pelajaran khusus pada tingkat kelas tertentu, yaitu : Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) (=Mengarang dan Membaca Terintegrasi yang Kooperatif), digunakan untuk pelajaran membaca kelas 2 – 8 Team Accelerated Instruction (TAI) (=Percepatan Pengajaran Tim) untuk mata pelajaran matematika kelas 3 – 6. Kelima metode ini melibatkan penghargaan tim, tanggung jawab individual, dan kesempatan sukses yang sama, tetapi dengan cara yang berbeda.

Pembelajaran Kooperatif tipe STAD

Student Team-Achievement Division (STAD) merupakan salah satu metode pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, dan merupakan model yang paling baik untuk permulaan bagi para guru yang baru menggunakan pendekatan kooperatif. Dalam STAD para siswa dibagi dalam tim belajar yang terdiri atas empat atau lebih orang yang berbeda-beda tingkat kemampuan, jenis kelamin dan latar belakang etniknya. Guru menyampaikan pelajaran, lalu siswa bekerja dalam tim mereka untuk memastikan bahwa anggota tim telah menguasai pelajaran. Selanjutnya, semua siswa mengerjakan kuis mengenai pelajaran tersebut secara individual, saat itu mereka tidak boleh saling bekerja sama. Dari kuis ini akan didapatkan skor individual dan rata-rata skor tim. Skor tim dihitung berdasarkan kemajuan yang dibuat oleh tiap anggota tim. B. Hasil Belajar Siswa Dalam kamus umum bahasa indonesia disebutkan bahwa hasil belajar merupakan sesuatu yang diadakan, dibuat, dijadikan oleh suatu usaha atau dapat juga berarti pendapat atau perolehan atau buah). Pendapat lain mengatakan bahwa hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar yang diperoleh siswa adalah sebagai akibat dari proses belajar yang dilakukan oleh siswa. Proses belajar merupakan penunjang hasil belajar yang dicapai siswa.) Dimyati dan Moedjiono (1994:4), mengatakan bahwa hasil belajar merupakan hasil dari suatu intraksi tindak mengajar atau tindak belajar. Hasil belajar mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran. Proses penilaian terhadap hasil belajar dapat memberikan informasi kepada guru tentang kemajuan siswa dalam upaya mencapai tujuan-tujuan belajarnya melalui kegiatan belajar. Selanjutnya dari informasi tersebut guru dapat menyusun dan membina kegiatan-kegiatan siswa lebih lanjut, baik untuk keseluruhan kelas maupun individu. Hasil belajar dibagi menjadi tiga macam yaitu keterampilan dan kebiasaan, pengetahuan dan pengertian, sikap dan cita-cita yang masing-masing golongan dapat diisi dengan bahan yang ada pada kurikulum sekolah) Lima kemampuan hasil belajar yaitu: )

1. Keterampilan-keterampilan intelektual, karena keterampilan itu merupakan penampilan yang ditunjukan oleh siswa tentang operasi intelektual yang dapat dilakukannya 2. Penggunaan strategi kognitif, karena siswa perlu menunjukkan penampilan yang baru 3. Berhubungan dengan sikap-sikap yang dapat ditunjukkan oleh perilaku yang mencerminkan pilihan tindakan terhadap kegiatan-kegiatan belajar 4. Hasil belajar adalah informasi verbal 5. Keterampilan motorik. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar yaitu: 1. Faktor Internal (dari dalam individu yang belajar).Faktor yang mempengaruhi kegiatan belajar ini lebih ditekankan pada faktor dari dalam individu yang belajar. Adapun faktor yang mempengaruhi kegiatan tersebut adalah faktor psikologis, antara lain motivasi, perhatian, pengamatan, tanggapan dan lain sebagainya. 2. Faktor Eksternal (dari luar individu yang belajar). Pencapaian tujuan belajar perlu diciptakan adanya sistem lingkungan belajar yang kondusif. Hal ini akan berkaitan dengan faktor dari luar siswa. Adapun faktor yang mempengaruhi adalah mendapatkan pengetahuan, penanaman konsep dan keterampilan, dan pembentukan sikap. C. Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Strategi dan Media Pembelajaran Pembelajaran merupakan proses untuk meramu sarana dan prasarana pendidikan untuk mencapai kualitas yang diharapkan. Kualitas lulusan pendidikan sangat ditentukan oleh seberapa jauh guru mampu mengelola dan mengolah segala komponen pendidikan melalui proses belajar mengajar. Artinya keberhasilan pembelajaran sangat tergantung pada kemampuan seorang guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar sehingga mencapai hasil sesuai dengan apa yang diinginkan pada tujuan pendidikan. Meskipun sarananya lengkap tetapi jika guru tidak mampu mengolah sarana melaluli proses belajar mengajar, maka kualitas pendidikan akan rendah. Pencapaian dan keberhasilan siswa akan diuji. Jika siswa tidak mencapai tahap yang memuaskan, maka sesi pemulihan akan dilaksanakan. Rekord pencapaian siswa akan disimpan supaya prestasi siswa bisa diawasi. Konsep pembelajaran sendiri dapat dilaksanakan bila informasi tersebut menarik dan memotivasikan siswa untuk terus belajar. Ini dapat dicapai jika materi atau informasi direka dengan baik menggunakan metode dan strategi yang bervariasi. Suasana pengajaran dan pembelajaran yang interaktif akan menggalakkan komunikasi berbagai hal (siswa-guru, siswa-siswa, siswa-media). Gabungan berbagai media yang memanfaatkan sepenuhnya indra penglihatan dan pendengaran mampu menarik minat belajar. Namun yang lebih utama ialah pencapaian objektif pengajaran dan pembelajaran dengan berkesan. Harus diingat bahwa media pembelajaran hanya bertindak sebagai pelengkap, tambahan atau alat bantu kepada guru. Media pembelajaran tidak akan mengambil alih tempat dan tugas guru. Media pembelajaran adalah sebagai saluran pilihan dalam menyampaikan informasi dengan cara yang lebih berkesan. Hasil belajar secara efektif dengan menggunakan media pembelajaran akan dicapai apabila: 1. Guru mengenal keunggulan dan kelemahan dari setiap media yang dipergunakan.

2. Menentukan pilihan materi yang akan diajarkan dan disesuaikan dengan media yang akan dipergunakan 3. Menyiapkan skenario pembelajaran secara optimal dengan penyajian media yang maksimal sehingga menjadi menarik perhatian siswa. Dari sini nantinya akan mampu mengembangkan berbagai aspek kemampuan (potensi) dalam diri siswa. Tidak kalah pentingnya, adalah bagaimana membuat anak tetap fokus kepada strategi pembelajaran dengan menggunakan media yang tepat, dan mengukur apa yang telah dilakukan siswa dengan menyiapkan lembar tugas atau kuiz yang harus dikerjakan siswa ketika mengikuti pembelajaran. Upaya membuat anak betah belajar di sekolah dengan menggunakan tipe dan strategi pembelajaran serta memanfaatkan media merupakan kebutuhan, sehingga sekolah tidak lagi menjadi ruangan yang menakutkan dengan berbagai tugas dan ancaman yang justru mengkooptasi kemampuan atau potensi dalam diri siswa. Pemanfaatan teknologi dan berbagai macam media merupakan kebutuhan mutlak dalam dunia pendidikan sehingga sekolah benar-benar menjadi ruang belajar dan tempat siswa mengembangkan kemampuannya secara optimal, dan nantinya mampu berinteraksi ke tengahtengah masyarakatnya. Lulusan sekolah yang mampu menjadi bagian integral peradaban masyarakatnya. Keinginan tersebut tidak mudah dicapai apabila sekolah-sekolah yang ada tidak tanggap untuk melakukan perubahan. BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dilakukan dalam situasi yang wajar (natural setting) dengan metode penelitian tindakan kelas, yaitu bentuk pembelajaran yang bersifat reflektif untuk memperbaiki kondisi pembelajaran dan meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan melaksanakan tugas dengan proses pengkajian berdaur, yaitu merencanakan, melaksanakan tindakan, mengamati, dan merefleksi . Dengan kata lain, Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah suatu percermatan yang sistematis terhadap praktek pembelajaran di kelas dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar siswa dengan melakukan tindakan tertentu. Responden dalam metode kualitatif berkembang terus sampai data yang dikumpulkan dianggap memuaskan. Alat pengumpul data atau instrumen penelitian ialah si peneliti sendiri. Jadi peneliti merupakan key instrument, dalam mengumpulkan data si peneliti harus terjun sendiri ke lapangan secara aktif. B. Subjek Penelitian Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas VIII A MTs. Negeri Banjar Selatan 2 Kelayan, Banjarmasin pada semester II (dua) Tahun Pelajaran 2009/ 2010 dengan jumlah siswa 37 orang terdiri dari 11 orang laki dan 26 orang perempuan C. Setting Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VIII A MTs. Negeri Banjar Selatan 2 Kelayan, Banjarmasin dengan jumlah siswa 37 orang terdiri dari 11 orang laki dan 26 orang perempuan.

37 orang siswa tersbut dibagi menjadi 9 kelompok belajar yang terdiri dari 3 sampai 6 orang, pada tiap kelompok yang anggotanya hetrogen kemampuannya. Penelitian ini dilaksanakan pada mata pelajaran Qur’an Hadits dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar sebagai berikut :

STANDAR KOMPETENSI

2. Menerapkan al-Qur'an surat-surat pendek pilihan tentang menimbun harta (serakah)

KOMPETENSI DASAR

2.1 Memahami isi kandungan QS al-Humazah dan at-Takaatsur 2.2 Memahami keterkaitan isi kandungan QS al-Humazah dan at-Takaatsur tentang sifat cinta dunia dan melupakan kebahagian hakiki dalam fenomena kehidupan 2.3 Menerapkan kandungan QS al-Humazah dan at-Takaatsur dalam fenomena kehidupan sehari-hari dan akibatnya Permasalahannya adalah siswa masih kurang minatnya dalam memahami makna dan isi kandung al-Qur’an pada surah-surah pendek. Keadaan ini karena kurangnya minat dan motivasi siswa terhadap pemahaman isi kandungan al-Qur’an pada surah surah pendek, sehingga mengakibatkan ketidakseriusan dalam belajar sehingga aktifitas dan kreatifitas tidak meningkat. Mata pelajaran Qur’an Hadits sebenarnya mata pelajaran yang tidak begitu sulit, oleh karena kurangnya minat dan motivasi belajar sehingga mengakibatkan rendahnya nilai dan menurunnya sikap serta perilaku yang mencerminkan nilai-nilai akidah Islamiyah. Berkenaan dengan permasalahan tersebut akan diterapkan pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team-Achievement Division)/ Pembagian Pencapaian Tim Siswa sebagai upaya peningkatan pemahaman siswa terhadap penerapan al-Quran surah-surah pendek. Dengan pembelajaran tersebut nantinya diharapkan dapat meningkatkan minat, motivasi, kemampuan serta keterampilan siswa dalam pelajaran Qur’an Hadits sehingga akan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dan prestasi sekolah. Untuk memecahkan masalah tersebut diatas, ada beberapa faktor yang akan diteliti, yaitu :

Faktor guru, yaitu kegiatan guru dalam pembelajaran, bagaimana guru melaksanakan pembelajaran kooperatif tipe STAD sehingga siswa aktif dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Faktor siswa, yaitu berupa aktivitas siswa, apakah siswa cukup aktif danbersemangat dalam mengikuti pembelajaran kooperatif tipe STAD sehingga akan meningkatkan keterampilan siswa dalam memahami isi kandung al-Qur’an surah-surah pendek dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Faktor hasil belajar, yaitu berupa hasil belajar siswa, apakah hasil belajar siswa meningkat sehingga akan meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Qur’an Hadits khususnya pemahaman isi kandung al-Quran surah-surah pendek.

D. Rancangan Tindakan Pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini dilaksanakan dengan cara mengikuti skenario tindakan yang telah dirancang dan akan disempurnakan dalam perjalanan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Prosedur dalam penelitian tindakan kelas ini dibagi dalam tiga siklus, dimana tiap siklus terdiri dari satu kali pertemuan (tatap muka). Evaluasi dan observasi awal dilakukan refleksi untuk merencanakan pembelajaran kooperatif tipe STAD, sehingga dapat diketahui penekanan mana yang mestinya mendapat perhatian dalam pembelajaran tipe STAD. Dengan demikian akan menimbulkan minat dan motivasi siswa untuk memahami isi kandung al-Qur’an surah-surah pendek khususnya pada QS al-Humazah dan atTakasur tentang menimbun harta (serakah) yang akan diaplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dirancang dalam skenario dengan langkahlangkah sebagai berikut : Membuat skenario pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan materi pokok Tamak Terhadap Harta. Membagi siswa menjadi 9 kelompok masing-masing kelompok terdiri dari 3 – 6 orang. Guru memberikan pengarahan pada siswa tentang tata cara kerja kelompok. Mendesain instrumen/ alat evaluasi berupa format observasi untuk mengukur : Pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Aktivitas siswa dalam belajar kelompok. Mengetahui perkembangan proses siswa dalam pembelajaran. Membuat lembar kuisioner untuk mengetahui sikap siswa terhaap pembelajaran kooperatif dengan menggunakan tipe STAD. Membuat soal test tertulis untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. D. Jenis Instrumen dan Cara Penggunaannya 1. Sumber data, Sumber data dalam penelitian tindakan kelas ini adalah guru (peneliti) dan siswa kelas VIII A MTs. Negeri Banjar Selatan 2 Kelayan, Banjarmasin. 2. Jenis data, Jenis data yang dugunakan berupa format-format observasi, kuesioner dan soal tes tes tertulis 3. Cara pengumpulan data

Format-format observasi digunakan dalam proses belajar mengajar untuk memperoleh data kualitatif tentang :

1) Pelaksanaan kegiatan pembelajaran 2) Aktivitas siswa dalam belajar kelompok 3) Perkembangan keterampilan proses dalam pembelajaran

Kuesioner digunakan untuk mengetahui sikap siswa terhadap pembelajaran melalui pembelajaran koopratif dengan menggunakan tipe STAD Soal tertulis, Soal tertulis digunakan untuk meperoleh data kualitatif tentang pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.

Analisis data Analisis data hasil penelitian yang tergolong data kuantitatif dilakukan dengan cara menghitung rata-rata (mean) siswa setelah mengikuti tes hasil belajar dengan menggunakan rumus : ∑X n Keterangan : X = Nilai yang diperoleh siswa n = Jumlah siswa Analisis data hasil penelitian yang tergolong data kualitatif, yaitu : Data tentang kinerja guru dan siswa yang meliputi aktifitas siswa dalam belajar kelompok, keterampilan proses dalam pembelajaran dikumpulkan melalui observasi kemudian secara diskriktif hasilnya dipresentasekan (%) sebagai berkut : Total skor Skor maksimum Data tentang sikap siswa terhadap pembelajaran kooperatif tipe STAD dikumpulkan melalui kuisioner siswa kemudian secara diskriktif dipresentsekan (%) sebagai berikut : Jumlah jawaban siswa : Total skor jawaban siswa Skor maksimum Hasil kinerja guru, aktivitas siswa dalam KBM dan kuesioner ditafsirkan kedalam kalimat kualitatif, yaitu :

Kategori Prosentase (%) Baik 76 – 100 % Sedang 56 – 75 % Kurang 40 – 55 % Buruk < style="font-weight: bold;">E. Pelaksanaan Tindakan Kegiatan pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan skenario yang telah direncanakan sebagai berikut :

Siklus pertama dilaksanakan dengan satu kali pertemuan yaitu pada tanggal 01 Maret 2010, kegiatan pembelajaran pada siklus pertama adalah untuk membangkitkan minat, motivasi dan melatih aktivitas kerja sama siswa dalam kelompok, terutama dalam melaksanakan kegiatan diskusi pada kelompok masing-masing dengan materi Tamak Terhadap Harta Kompetensi Dasar tentang keterkaitan isi kandung Surah al-Humazah dan at-Takasur menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan strategi Index Card Match. Siklus kedua dilaksanakan dengan satu kali pertemuan yaitu pada tanggal 08 Maret 2010 , kegiatan pembelajaran pada siklus kedua adalah untuk melatih aktivitas kerja sama

siswa dalam kelompok membahas soal yang diberikan, dengan materi Tamak Terhadap Harta Kompetensi Dasar tentang menjelaskan cara penerapan kandungan QS. alHumazah dan at-Takasur menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan strategi Index Card Match.

Siklus ketiga dilaksanakan dengan satu kali pertemuan yaitu pada tanggal 15 Maret 2010 , kegiatan pembelajaran pada siklus ketiga adalah untuk mengembangkan aktivitas kerja sama siswa dalam kelompok mempresentasikan permasalahan yang diberikan dan membahas soal yang diberikan, dengan materi Tamak Terhadap Harta Kompetensi Dasar tentang penerapan kandungan QS. al-Humazah dan at-Takasur dalam kehidupan seharihari dan akibatnya menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan strategi Index Card Match.

F. Cara Pengamatan (monitoring) Observasi atau pengamatan langsung dilaksanakan di kelas terhadap aktivitas siswa dalam melaksanakan pembelajaran dengan strategi Index Card Match untuk menyelesaikan tugas kelompok guna memperoleh data sebagai gambaran mengenai kemampuan siswa dalam memahami keterkaitan isi kandung al-Quran surah-surah pendek terutama QS al-Humazah dan at-Takasur dalam fenomena kehidupan. Selama proses kegiatan belajar mengajar, kegiatan siswa dan keaktifannya dicatat dan diamati dengan cara sebagai berikut : Pengamatan langsung dari peneliti terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran Pengamatan partisipasi ari teman sejawat dengan mengisi format observasi. G. Refleksi Hasil yang diperoleh dalam observasi dan hasil tes belajar berdasarkan siklus pada tiap pertemuan, selanjutnya dianalisis dan digunakan sebagai refleksi untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran. Refleksi juga dilakukan untuk setiap kegiatan agar dapat diketahui dengan cepat kekurangan dan kelemahannya sehingga dapat dijadikan acuan untuk melaksanakan tindakan kelas berikutnya. H. Indikator keberhasilan penelitian Penelitian ini dapat dikatakan berhasil secara optimal dengan ketentuan sebagai berikut : Meningkatnya keterampilan siswa dalam memahami keterkaitan isi kandungan QS al-Humazah dan at-Takasur tentang menimbun harta (serakah), sehingga meningkatnya prestasi belajar siswa dengan indikator meningkatnya rata-rata kelas setelah dilakukan tes hasil belajar. Respon siswa terhadap dilaksanakannya pembelajaran tipe STAD dengan strategi Index Card Match.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilakanakan pada MTs Negeri Banjar Selatan 2 Kelayan, Kota

Banjarmasin. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII (delapan) A yang berjumlah 37 orang. Adapun permasalahannya adalah siswa masih kurangnya minat dalam memahami makna dan isi kandung al-Qur’an pada surah-surah pendek. Keadaan ini karena kurangnya minat dan motivasi siswa terhadap pemahaman isi kandungan al-Qur’an pada surah surah pendek, sehingga mengakibatkan ketidakseriusan dalam belajar sehingga aktifitas dan kreatifitas tidak meningkat. Mata pelajaran Qur’an Hadits sebenarnya mata pelajaran yang tidak begitu sulit karena kurangnya minat dan motivasi belajar sehingga mengakbatkan rendahnya nilai dan menurunnya sikap serta perilaku yang mencerminkan nilai-nilai akidah Islamiyah. Berkenaan dengan permasalahan tersebut akan diterapkan pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team-Achievement Division)/ Pembagian Pencapaian Tim Siswa dengan strategi Index Card Match, dilakukan dengan cara pengamatan sebagai berikut : Pegamatan langsung yang dilakukan peneliti (guru) terhadap kegiatan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan materi pokok Tamak Terhadap Harta. Pengamatan partisipasi yang dilakukan oleh guru sejawat untuk mengamati kegiatan pembelajaran 3 x (2 x 40 menit) siklus pertama, kedua dan ketiga sesuai dengan tahapan-tahapan proses belajar mengajar di kelas. B. Hasil Penelitian

Tindakan kelas Siklus I (satu kali pertemuan)

Persiapan Pada pertemuan pertama tindakan kelas siklus 1 ini dipersiapkan perangkat pembelajaran sebagai berikut : Menyusun rencana pembelajaran (RPP) Qur’an Hadits kelas VIII semester 2 dengan Kompetensi Dasar (KD) Memahami keterkaitan isi kandungan QS al-Humazah dan at-Takaatsur tentang sifat cinta dunia dan melupakan kebahagian hakiki dalam fenomena kehidupan Tujuan Pembelajaran : Siswa mampu menjelaskan kandungan Surah at - Humazah Siswa mampu menjelaskan kandungan Surah at - Takasur Siswa mampu memahami kandungan Surah at - Humazah Siswa mampu memahami kandungan Surah at - Takasur Siswa mampu Memahami Keterkaitan isi kandungan Surah al- Humazah dengan at- Takasur tentang sifat cinta dunia dan melupakan kebahagiaan hakiki dalam fenomena kehidupan Membuat Lembar Kerja Siswa (LKS) Membuat alat evaluasi untuk mengukur kemampuan siswa dalam penguasaan materi. Membuat lembar observasi untuk mengukur kegiatan pembelajaran dan aktivitas siswa dalam KBM. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Kegiatan awal (durasi waktu 8 menit) Guru mengucapkan salam, berdoa dan mengabsen siswa. Guru menjelaskan Tujuan Pembelajaran. Guru menuliskan judul materi yang akan dikembangkan di papan tulis Guru menyampaikan beberapa pertanyaan sekitar materi pembelajaran sebagai pretest. Guru membagi siswa beberapa kelompok kecil untuk persiapan diskusi.

Kegiatan inti (durasi waktu 52 menit) Guru menyuruh salah seorang siswa atau beberapa orang untuk membaca Surah at- Takasur dan al Humazah Guru menjelaskan isi kandungan Surah at-Takasur Guru menjelaskan isi kandungan Surah al Humazah Guru membagikan potongan karton untuk menerapkan strategi pembelajaran. Guru menjelaskan cara menggunakan media yang telah dibagikan. Guru memandu kegiatan pengambilan media pembelajaran dan cara memasangkan antara pertanyaan dan jawaban yang telah tertulis di potongan karton yang telah dibagikan. Siswa mencermati penjelasan guru dan mencatat hal-hal penting yang perlu ditanyakan. Siswa melakukan permainan dengan media yang telah dibagikan tersebut. Untuk mengurangi kejenuhan, guru menyampaikan pertanyaan selingan kepada siswa Kegiatan penutup (durasi waktu 20 menit) Guru memberi kesempatan tanya jawab kepada siswa tentang materi pembelajaran yang belum dipahami. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan materi dan memberi reward atau penghargaan. Guru membuat kesimpulan pembahasan materi pembelajaran Guru memberikan tugas (post test) dalam bentuk penugasan. Guru menutup pelajaran. Hasil Tindakan Kelas Observasi Kegiatan Pembelajaran Hasil pengamatan atau observasi dari observer dalam PBM 2 x 40 menit yang telah direncanakan (instrumen terlampir) pada siklus pertama pertemuan pertama ini, dapat dilihat tabel sebagai berikut : Tabel 1 : Observasi Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Pertama (Siklus I) NO INDIKATOR / ASPEK YANG DIAMATI YA TIDAK I PRA PEMBELAJARAN 1. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran √ 2. Memeriksa kesiapan siswa √ 3. Menyampaikan Tujuan Pembelajaran yang akan dikembangkan √ 4. Menuliskan judul materi yang akan dikembangkan di papan tulis √ 5. Apersepsi √ 6. Motivasi √ II KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN 7. Mengorganisasikan siswa dalam kelompok asal √ 8. Memberi petunjuk cara kerja dalam kelompok √ 9. Membagi Lembar Kerja Siswa (LKS) √ 10. Mengorganisasikan siswa dalam kelompok tim ahli √ 11. Membimbing siswa untuk melakukan diskusi √ 12. Menguasai kelas √ 13. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi (tujuan) yang ingin dicapai √ 14. Melaksanakan pembelajaran secara runtut √

15. Menunjukkan penguasaan materi pelajaran √ 16. Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan √ 17. Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan √ 18. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu √ 19. Menggunakan media √ 20. Menggunakan metode √ 21. Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran √ 22. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon siswa √ 23. Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa dalam belajar √ 24. Menggunakan bahasa lisan dan tertulis sejara jelas, baik dan benar √ 25. Membuat rangkuman dengan melibatkan siswa √ III KEGIATAN AKHIR 26. Melakukan penilaian (tes) akhir sesuai dengan kompetensi (tujuan) √ 27. Menyampaikan hasil penilaian (tes) kepada siswa √ 28. Memberikan penghargaan √ 29. Memberikan PR sebagai bagian remidi/ pengayaan √ 30. Menutup pelajaran √ JUMLAH 22 8 Berdasarkan hasil observasi tersebut di atas dapat dipresentasekan, sebagai berikut : 22 30 Dari data observasi yang dilakukan di atas dapat disimpulkan secara keseluruhan menunjukkan bahwa proses belajar mengajar berlangsung secara lancar, kondusif dan tujuan pembelajaran tercapai. Hal ini menunjukkan guru dalam mengelola kelas cukup baik. Observasi aktivitas siswa dalam KBM Aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat dilihat, sebagai berikut : Tabel 2 : Observasi aktivitas siswa dalam KBM Pertemuan Pertama (Siklus 1) SKOR 12345 1. Mendengarkan penjelasan guru √ 2. Menjawab pertanyaan guru √ 3. Mengajukan pertanyaan √ 4. Menanggapi/ mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS) √ 5. Aktifitas diskusi pada kelompok asal √ 6. Aktifitas diskusi pada kelompok tim ahli √ 7. Disiplin dalam berdiskusi √ 8. Partisipasi katif siswa dalam pembelajaran √ 9. Keceriaan dan antusiasme siswa dalam pembelajaran √ 10. Menyimpulkan hasil √ TOTAL SKOR 27 4

Berdasarkan hasil observasi tersebut di atas dapat dipresentasekan, sebagai berikut : 31 50 Dari data observasi yang dilakukan di atas dapat disimpulkan secara keseluruhan menunjukkan bahwa proses belajar mengajar berlangsung secara lancar, kondusif dan tujuan pembelajaran tercapai serta cukup aktif, walaupun masih ada apek-aspek tertentu yang belum optimal, karena pembelajaran kooperatif tipe STAD ini baru diterapkan bagi siswa. Sehingga hal ini menunjukkan siswa belum terbiasa. Tes Hasil Belajar Siswa Tes hasil belajar siswa pada pertemuan pertama (Siklus 1) sebagai berikut : Tabel 3 : Tes Hasil Belajar Siswa Pertemuan Pertama (Siklus I) No Nilai Frekwensi Nilai X Frekwensi Prosentase (%) 1 9,1 – 10 - - 2 8,1 – 9 - - 3 7,1 – 8 - - 4 6,1 – 7 1 6,11 2,71 5 5,1 – 6 6 31,12 16,22 6 4,1 – 5 21 94,09 56,75 7 3,1 – 4 8 29,07 21,61 8 2,1 – 3 1 2,41 2,71 9 1,1 – 2 - - 10 0 – 1 - - Jumlah 37 162,80 100% Rata-rata 4,40 Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa rata-rata hasil tes formatif siswa adalah 4,40. Hal ini masih dibawah persyaratan tuntas belajar yang ditetapkan oleh kurikulum Qur’an Hadits yaitu rata-rata 7,00. Oleh karena itu tindakan kelas perlu dilanjutkan pada siklus II. Refleksi Tindakan Kelas Siklus I Berdasarkan hasil observsi kegiatan pembelajaran, observasi aktivitas siswa dalam KBM, dan hasil tes belajar pertemuan pertama siklus I, dapat direfleksikan sebagai berikut : Kegiatan pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe STAD dinyatakan cukup efektif, tetapi belum mencapai hasil pembelajaran yang maksimal. Aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD cukup mendukung dan aktif meskipun hasil tes siswa pada pertemuan pertaman 4,40. Berdasarkan temuan tersebut, maka kegiatan pembelajaran kooperatif dengan menggunakan tipe STAD masih belum berhasil dan akan dilanjutkan pada siklus II Tindakan Kelas Siklus II

Persiapan Pada pertemuan pertama tindakan kelas siklus II ini dipersiapkan perangkat pembelajaran sebagai berikut : Menyusun rencana pembelajaran (RPP) Qur’an Hadits kelas VIII semester 2 dengan Kompetensi Dasar (KD) Menjelaskan cara penerapan kandungan Surah al-Humazah dan at- Takasur. Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat menjelaskan cara penerapan kandungan Surah at – Humazah Siswa dapat menjelaskan cara penerapan kandungan Surah at - Takasur Siswa dapat menjelaskan keterkaitan dan cara penerapan isi kandungan Surah al- Humazah dengan at - Takasur Siswa dapat menjelaskan cara penerapan isi kandungan Surah al- Humazah dengan at – Takasur dalam fenomena kehidupan sehari-hari. Membuat Lembar Kerja Siswa (LKS) Membuat alat evaluasi untuk mengukur kemampuan siswa dalam penguasaan materi. Membuat lembar observasi untuk mengukur kegiatan pembelajaran dan aktivitas siswa dalam KBM. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Kegiatan Awal (durasi waktu 7 menit) Guru mengucapkan salam, berdoa dan bertanya tentang kehadiran siswa. Pengumpulan Tugas yang dikerjakan dirumah (PR) Guru menjelaskan Tujuan Pembelajaran. Guru menuliskan judul materi yang akan dikembangkan di papan tulis. Guru menyampaikan beberapa pertanyaan terhadap materi yang lalu sekitar materi pembelajaran yang telah dipelajari sebagai pretest. Guru membagi siswa beberapa kelompok kecil untuk persiapan diskusi. Kegiatan inti (durasi waktu 60 menit) Guru menyuruh salah seorang siswa atau beberapa orang untuk membaca Surah at- Takasur dan al Humazah (sambungan pertemuan sebelumnya) Guru menjelaskan isi kandungan Surah at-Takasur Guru menjelaskan isi kandungan Surah al Humazah Siswa mencermati penjelasan guru dan mencatat hal-hal penting yang perlu ditanyakan. Guru membagikan soal sesuai dengan materi yang telah dibahas pada pertemuan yang lalu untuk dijawab secara pribadi dalam kelompok sebagai bahan evaluasi untuk PTK. Guru membagikan potongan kertas yang berisikan soal dan jawaban pada siswa. Guru memisahkan siswa per kelompok untuk membahas lembaran soal dan jawaban yang telah dibagikan. Guru menjelaskan pada siswa cara penerapan isi kandung Surah al–Humazah dan at – Takasur dalam fenomena kehidupan sehari–hari. Kegiatan Penutup (durasi waktu 13 menit) a) Guru memberi kesempatan tanya jawab kepada siswa tentang materi pembelajaran yang belum dipahami. b) Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan materi dan memberi reward atau penghargaan baik secara individu maupun kelompok c) Guru membuat kesimpulan pembahasan materi pembelajaran d) Guru memberikan tugas (post test) dalam bentuk penugasan. e) Guru menutup pelajaran.

Hasil Tindakan Kelas Observasi Kegiatan Pembelajaran Hasil pengamatan atau observasi dari observer dalam KBM 2 x 40 menit yang telah direncanakan (instrumen terlampir) pada siklus kedua pertemuan pertama ini, dapat dilihat tabel sebagai berikut : Tabel 4 : Observasi Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Pertama (Siklus II) NO INDIKATOR / ASPEK YANG DIAMATI YA TIDAK I PRA PEMBELAJARAN 1. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran √ 2. Memeriksa kesiapan siswa √ 3. Menyampaikan Tujuan Pembelajaran yang akan dikembangkan √ 4. Menuliskan judul materi yang akan dikembangkan di papan tulis √ 5. Apersepsi √ 6. Motivasi √ II KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN 7. Mengorganisasikan siswa dalam kelompok asal √ 8. Memberi petunjuk cara kerja dalam kelompok √ 9. Membagi Lembar Kerja Siswa (LKS) √ 10. Mengorganisasikan siswa dalam kelompok tim ahli √ 11. Membimbing siswa untuk melakukan diskusi √ 12. Menguasai kelas √ 13. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi (tujuan) yang ingin dicapai √ 14. Melaksanakan pembelajaran secara runtut √ 15. Menunjukkan penguasaan materi pelajaran √ 16. Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan √ 17. Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan √ 18. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu √ 19. Menggunakan media √ 20. Menggunakan metode √ 21. Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran √ 22. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon siswa √ 23. Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa dalam belajar √ 24. Menggunakan bahasa lisan dan tertulis sejara jelas, baik dan benar √ 25. Membuat rangkuman dengan melibatkan siswa √ III KEGIATAN AKHIR 26. Melakukan penilaian (tes) akhir sesuai dengan kompetensi (tujuan) √ 27. Menyampaikan hasil penilaian (tes) kepada siswa √ 28. Memberikan penghargaan √ 29. Memberikan PR sebagai bagian remidi/ pengayaan √ 30. Menutup pelajaran √ JUMLAH 26 4 Berdasarkan hasil observasi tersebut di atas dapat dipresentasekan, sebagai berikut :

26 30 Dari data observasi yang dilakukan di atas dapat disimpulkan secara keseluruhan menunjukkan bahwa proses belajar mengajar berlangsung secara lancar, kondusif dan tujuan pembelajaran tercapai dengan sangat baik. Hal ini menunjukkan guru dalam mengelola kelas sangat baik. Observasi aktivitas siswa dalam KBM Aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat dilihat, sebagai berikut : Tabel 5 : Observasi aktivitas siswa dalam KBM Pertemuan Pertama (Siklus II)

SKOR 12345 1. Mendengarkan penjelasan guru √ 2. Menjawab pertanyaan guru √ 3. Mengajukan pertanyaan √ 4. Menanggapi/ mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS) √ 5. Aktifitas diskusi pada kelompok asal √ 6. Aktifitas diskusi pada kelompok tim ahli √ 7. Disiplin dalam berdiskusi √ 8. Partisipasi katif siswa dalam pembelajaran √ 9. Keceriaan dan antusiasme siswa dalam pembelajaran √ 10. Menyimpulkan hasil √ TOTAL SKOR 12 24 Berdasarkan hasil observasi tersebut di atas dapat dipresentasekan, sebagai berikut :

36 50 Dari data observasi yang dilakukan di atas dapat disimpulkan secara keseluruhan menunjukkan bahwa proses belajar mengajar berlangsung secara lancar, kondusif dan tujuan pembelajaran tercapai serta cukup aktif dari siklus pertama, hal ini karena pembelajaran kooperatif tipe STAD sudah mulai dipahami siswa sehingga dengan mudah untuk melaksanakan pembelajaran, meskipun masih ada aspek yang masih belum optimal misalnya kelompok ahli siswa yang memiliki kemampuan agak rendah, sehingga mengalami sedikit kesulitan untuk menjelaskan atau memberikan informasi kepada siswa lainnya. Oleh karena itu masih perlu dilanjutkan pada siklus selanjutnya agar lebih optimal hasil yang akan dicapai.. Tes Hasil Belajar Siswa Tes hasil belajar siswa pada pertemuan pertama (Siklus II) sebagai berikut : Tabel 6 : Tes Hasil Belajar Siswa Pertemuan Pertama (Siklus II)

No Nilai Frekwensi Nilai X Frekwensi Prosentase (%) 1 9,1 – 10 - - 2 8,1 – 9 - - 3 7,1 – 8 6 43,89 16,22 4 6,1 – 7 20 130,01 54,05 5 5,1 – 6 11 60,76 29,73 6 4,1 – 5 - - 7 3,1 – 4 - - 8 2,1 – 3 - - 9 1,1 – 2 - - 10 0 – 1 - - Jumlah 37 234,66 100% Rata-rata 6,34 Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa rata-rata hasil tes formatif siswa pada siklus II ini adalah 6,34 lebih tinggi dari rata-rata tes formatif siklus I yaitu 4,40, mengalami peningkatan nilai rata-rata 1,94 (30,60%). Hal ini masih dibawah persyaratan tuntas belajar yang ditetapkan oleh kurikulum Qur’an Hadits yaitu rata-rata 7,00. Oleh karena itu tindakan kelas perlu dilanjutkan pada siklus III. Refleksi Tindakan Kelas Siklus II Berdasarkan hasil observsi kegiatan pembelajaran, observasi aktivitas siswa dalam KBM, dan hasil tes belajar pertemuan pada siklus I dan siklus II, dapat direfleksikan sebagai berikut : Kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dinyatakan cukup efektif, meskipun belum mencapai hasil pembelajaran yang maksimal, tapi sudah menampakkan peningkatan dalam pembelajaran. Aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD sangat membantu siswa dalam memahami pelajaran dan meningkatkan aktifitas. Hal ini terlihat dari peningkatakan rata-rata nilai pada siklus I 4,40, pada siklus II rata-rata nilai 6,34. Berdasarkan temuan tersebut, maka kegiatan pembelajaran kooperatif dengan menggunakan tipe STAD masih belum berhasil dan akan dilanjutkan pada siklus III Tindakan Kelas Siklus III Persiapan Pada pertemuan pertama tindakan kelas siklus III ini dipersiapkan perangkat pembelajaran sebagai berikut : Menyusun rencana pembelajaran (RPP) Qur’an Hadits kelas VIII semester 2 dengan Kompetensi Dasar (KD) Menerapkan kandungan Surah al-Humazah dan at-Takasur dalam fenomena kehidupan sehari-hari dan akibatnya. Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat menyebutkan kandungan Surah at – Humazah Siswa dapat menyebutkan kandungan Surah at - Takasur Siswa dapat memahami kandungan Surah at – Humazah Siswa dapat memahami kandungan Surah at - Takasur

Siswa dapat menyebutkan keterkaitan isi kandungan Surah al- Humazah dengan at - Takasur tentang sifat cinta dunia dalam fenomena kehidupan Siswa dapat menyebutkan cara penerapan isi kandungan Surah al- Humazah dengan at – Takasur dalam fenomena kehidupan sehari-hari. Membuat Lembar Kerja Siswa (LKS) Membuat alat evaluasi untuk mengukur kemampuan siswa dalam penguasaan materi. Membuat lembar observasi untuk mengukur kegiatan pembelajaran dan aktivitas siswa dalam KBM. Kegiatan Belajar Mengajar Kegiatan Awal (durasi waktu 10 menit) Guru mengucapkan salam, berdoa dan mengabsen siswa. Presensi siswa Guru menuliskan judul materi yang akan dikembangkan di papan tulis. Guru menjelaskan Tujuan Pembelajaran. Guru melakukan aperseps untuk mengingatkan kembali pengetahuan prasyarat bagi peserta didik dengan metode tanya jawab dan pemberian tugas Guru menyampaikan beberapa pertanyaan sekitar materi pembelajaran sebagai pretest. Guru membagi siswa beberapa kelompok kecil untuk persiapan diskusi. Kegeiatan inti (durasi waktu 55 menit) Guru menyuruh salah seorang siswa atau beberapa orang untuk membaca Surah at-Takasur dan al-Humazah (sambungan pertemuan sebelumnya) Guru menjelaskan penerapan isi kandungan Surah at-Takasur Guru menjelaskan penerapan isi kandungan Surah al Humazah Siswa mencermati penjelasan guru dan mencatat hal-hal penting yang perlu ditanyakan. Guru membagikan soal sesuai dengan materi yang telah dibahas pada pertemuan yang lalu untuk dijawab secara pribadi sebagai bahan evaluasi untuk PTK. Guru membagikan potongan kertas yang berisikan soal dan jawaban pada siswa. Guru memisahkan siswa per kelompok untuk membahas lembaran soal dan jawaban yang telah dibagikan. Guru menjelaskan pada siswa cara penerapan isi kandung Surah al–Humazah dan at –Takasur dalam fenomena kehidupan sehari – hari. Kegiatan akhir (durasi waktu 15 menit) Guru memberi kesempatan tanya jawab kepada siswa tentang materi pembelajaran yang belum dipahami. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan materi dan memberi reward atau penghargaan baik secara individu maupun kelompok Guru membuat kesimpulan pembahasan materi pembelajaran Guru memberikan tugas (post test) dalam bentuk penugasan. PR Guru menutup pelajaran. Hasil Tindakan Kelas Observasi Kegiatan Pembelajaran Hasil pengamatan atau observasi dari observer dalam KBM 2 x 40 menit yang telah direncanakan (instrumen terlampir) pada siklus kedua pertemuan pertama ini, dapat dilihat tabel sebagai berikut : Tabel 7 : Observasi Kegiatan Pembelajaran Pertemuan

Pertama (Siklus III)

NO INDIKATOR / ASPEK YANG DIAMATI YA TIDAK I PRA PEMBELAJARAN 1. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran √ 2. Memeriksa kesiapan siswa √ 3. Menyampaikan Tujuan Pembelajaran yang akan dikembangkan √ 4. Menuliskan judul materi yang akan dikembangkan di papan tulis √ 5. Apersepsi √ 6. Motivasi √ II KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN 7. Mengorganisasikan siswa dalam kelompok asal √ 8. Memberi petunjuk cara kerja dalam kelompok √ 9. Membagi Lembar Kerja Siswa (LKS) √ 10. Mengorganisasikan siswa dalam kelompok tim ahli √ 11. Membimbing siswa untuk melakukan diskusi √ 12. Menguasai kelas √ 13. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi (tujuan) yang ingin dicapai √ 14. Melaksanakan pembelajaran secara runtut √ 15. Menunjukkan penguasaan materi pelajaran √ 16. Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan √ 17. Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan √ 18. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu √ 19. Menggunakan media √ 20. Menggunakan metode √ 21. Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran √ 22. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon siswa √ 23. Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa dalam belajar √ 24. Menggunakan bahasa lisan dan tertulis sejara jelas, baik dan benar √ 25. Membuat rangkuman dengan melibatkan siswa √ III KEGIATAN AKHIR 26. Melakukan penilaian (tes) akhir sesuai dengan kompetensi (tujuan) √ 27. Menyampaikan hasil penilaian (tes) kepada siswa √ 28. Memberikan penghargaan √ 29. Memberikan PR sebagai bagian remidi/ pengayaan √ 30. Menutup pelajaran √ JUMLAH 27 3 Berdasarkan hasil observasi tersebut di atas dapat dipresentasekan, sebagai berikut : 27 30 Dari data observasi yang dilakukan di atas dapat disimpulkan secara keseluruhan menunjukkan

bahwa proses belajar mengajar berlangsung secara lancar, kondusif dan tujuan pembelajaran tercapai dengan sangat baik. Hal ini menunjukkan guru dalam mengelola kelas sangat baik. Ini dapat dilihat kenaikan tingkat prosentasi dari siklus I sampai siklus III Observasi aktivitas siswa dalam KBM Aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat dilihat, sebagai berikut : Tabel 8 : Observasi aktivitas siswa dalam KBM Pertemuan Pertama (Siklus III)

SKOR 12345 1. Mendengarkan penjelasan guru √ 2. Menjawab pertanyaan guru √ 3. Mengajukan pertanyaan √ 4. Menanggapi/ mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS) √ 5. Aktifitas diskusi pada kelompok asal √ 6. Aktifitas diskusi pada kelompok tim ahli √ 7. Disiplin dalam berdiskusi √ 8. Partisipasi katif siswa dalam pembelajaran √ 9. Keceriaan dan antusiasme siswa dalam pembelajaran √ 10. Menyimpulkan hasil √ TOTAL SKOR 16 30

Berdasarkan hasil observasi tersebut di atas dapat dipresentasekan, sebagai berikut : 46 50 Dari data observasi yang dilakukan di atas dapat disimpulkan secara keseluruhan menunjukkan bahwa proses belajar mengajar berlangsung secara lancar, kondusif dan tujuan pembelajaran tercapai serta cukup aktif dari siklus pertama dan siklus kedua, hal ini karena pembelajaran kooperatif tipe STAD sudah dipahami sepenuhnya oleh siswa sehingga dengan mudah untuk melaksanakan pembelajaran, siswa sudah mampu melaksanakan diskusi dengan baik seperti bertanya, menyampaikan pendapat pada waktu berdiskusi. Tes Hasil Belajar siswa Tes hasil belajar siswa pada pertemuan pertama (Siklus III) sebagai berikut : Tabel 9 : Tes Hasil Belajar Siswa Pertemuan Pertama (Siklus III) No Nilai Frekwensi Nilai X Frekwensi Prosentase (%) 1 9,1 – 10 - - -

2 8,1 – 9 12 99,84 32,43 3 7,1 – 8 25 184,71 67,57 4 6,1 – 7 - - 5 5,1 – 6 - - 6 4,1 – 5 - - 7 3,1 – 4 - - 8 2,1 – 3 - - 9 1,1 – 2 - - 10 0 – 1 - - Jumlah 37 284,55 100% Rata-rata 7,69 Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa rata-rata hasil tes formatif siswa pada siklus III ini sebanyak 12 orang (32,43%) memperoleh nilai (8,1 – 9), sebanyak 25 orang (67,57%) memperoleh nilai (7,1 – 8). Rata-rata nilai hasil tes formatif siswa adalah 7,69. Hal ini berarti diatas persyaratan tuntas belajar yang ditetapkan oleh kurikulum Qur’an Hadits yaitu rata-rata 7,00 sudah terpenuhi. Refleksi Tindakan Kelas siklus III Berdasarkan hasil observsi kegiatan pembelajaran, observasi aktivitas siswa dalam KBM, dan hasil tes belajar pertemuan pada siklus I, siklus II dan siklus III, dapat direfleksikan sebagai berikut : Kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dinyatakan sangat efektif, sehingga dapat mencapai hasil tujuan pembelajaran yang maksimal,. Aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD sangat membantu siswa dalam memahami pelajaran dan meningkatkan aktifitas dalam pembelajaran, hal ini dapat dilihat pada : Hasil tes siswa rata-rata nilai pada siklus I 4,40, pada siklus II rata-rata nilai 6,34 dan siklus III rata-rata nilai 7,69. Berdasarkan temuan tersebut, maka kegiatan pembelajaran kooperatif dengan menggunakan tipe STAD dinyatakan, karena berada diatas indikator Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM) yang ditetapkan kurikulum Qur’an Hadits rata-rata nilai 7,00. Kuesioner Terhadap Pembelajaran Berdasarkan angket yang diberikan kepada siswa maka diperoleh data tentang sikap siswa terhadap model pembeljaran kooperatif tipe STAD( Student Team-Achievement Division (=Pembagian Pencapaian Tim Siswa) pada tabel berikut ini : Tabel 10 : Sikap siswa terhadap pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Jlh % Jlh % Jlh % Jlh % 1. Pembelajaran kelompok kerja dengan cara kelompok tim ahli dapat menumbuhkan motivasi saya untuk bekerjasama dengan kelompok lain dan rasa tanggung jawab dalam diri saya 11 29,73 26 70,27 - - - 2. Melalui kerja kelompok dengan cara kelompok tim ahli dapat memudahkan saya untuk memahami dan menjawab soal-soal pelajaran yang diberikan 9 24,32 28 75,68 - - - 3. Melalui kerja kelompok dengan cara kelompok tim ahli, pelajaran yang tidak saya pahami

dapat saya tanyakan pada teman yang memahaminya. 23 62,16 14 37,84 - - - 4. Melalui kerja kelompok dengan cara kelompok tim ahli, membuat kreativitas saya dalam belajar Qur’an Hadits menjadi berkembang 18 48,65 19 51,35 - - - 5. Pembelajaran kerja kelompok dengan cara kelompok tim ahli, sebaiknya digunakan pula untuk mempelajari materi lain dalam mata pelajaran Qur’an Hadits 21 56,76 16 43,24 - - - 6. Pembelajaran kerja kelompok dengan cara kelompok tim ahli, dapat membantu saya menerapkan apa yang saya pelajari dalam kehidupan sehari-hari. 27 72,97 10 27,03 - - - 7. Pembelajaran kerja kelompok dengan cara kelompok tim ahli membuat pelajaran Qur’an Hadits lebih menarik dan menyenangkan saya. 22 59,46 15 40,54 - - - 8. Dalam pembelajaran kerja kelompok dengan cara kelompok tim ahli sangat membantu saya untuk melanjutkan kejenjang pelajaran berikutnya atau yang lebih tinggi 8 21,62 29 78,38 - - - 9. Melalui pembelajaran kerja kelompok dengan cara kelompok tim ahli memberikan kepada saya rasa percaya diri sehingga saya dapat menangkap dan memahami pendapat teman-teman 20 54,05 17 45,95 - - - 10. Melalui pembelajaran kerja kelompok dengan cara kelompok tim ahli guru lebih bersifat membimbing dari pada menjelaskan pelajaran 25 67,57 12 32,43 - - - Berdasarkan data kuesioner di atas yang dapat diperoleh dari jawaban siswa kelas VIII (delapan) A, MTs. Negeri Banjar Selatan 2 Kelayan, Kota Banjarmasin menyatakan bahwa mereka pada umumnya setuju dilaksanakan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran Qur’an Hadits khususnya pada materi Tamak Terhadap Harta. Hal ini dapat dilihat dari jawaban siswa sebagai berikut : Dapat menumbuhkan motivasi saya untuk bekerjasama dengan kelompok lain dan rasa tanggung jawab : Sangat setuju : 11 orang (29,73%) Setuju : 26 orang (70,27%) Memudahkan saya untuk memahami dan menjawab soal-soal : Sangat setuju : 9 orang (24,32%) Setuju : 28 orang (75,68%) Pelajaran yang tidak saya pahami dapat saya tanyakan pada teman : Sangat setuju : 23 orang (62,16%) Setuju : 14 orang (36,84%) Kreativitas dalam belajar Qur’an Hadits menjadi berkembang : Sangat setuju : 18 orang (48,65%) Setuju : 19 orang (51,35%) Pembelajaran kooperatif tipe STAD sebaiknya digunakan pula untuk mempelajari materi lain dalam mata pelajaran Qur’an Hadits : Sangat setuju : 21 orang (56,76%) Setuju : 16 orang (43,24%) Membantu menerapkan apa yang saya pelajari dalam kehidupan sehari-hari : Sangat setuju : 27 orang (72,97%) Setuju : 10 orang (27,03%) Membuat pelajaran Qur’an Hadits lebih menarik dan menyenangkan : Sangat setuju : 22 orang (59,46%) Setuju : 15 orang (40,54%) Membantu untuk melanjutkan kejenjang pelajaran berikutnya :

Sangat setuju : 8 orang (21,62%) Setuju : 29 orang (78,38%) Memberikan kepada rasa percaya diri sehingga dapat menangkap dan memahami pendapat teman-teman : Sangat setuju : 20 orang (54,05%) Setuju : 17 orang (45,95%) Guru lebih bersifat membimbing dari pada menjelaskan pelajaran : Sangat setuju : 25 orang (67,57%) Setuju : 12 orang (32,43%) Pembahasan Hasil kegiaan belajar mengajar mengajar yang dilaksanakan sebanyak 3 siklus dengan 3 kali pertemuan 3 x (2 x 40 menit) melalui observasi kegiatan pembelajaran, observasi aktivitas siswa dalam KBM, penilaian formatif dan kuesioner tentang sikap siswa, maka dapat dinyatakan bahwa pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran Qur’an Hadits dengan materi Tamak Terhadap Harta, terlihat dari : Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan mode pembelajaran kooperatif tipe STAD di kelas VIII (delapan) A MTs. Negeri Banjar Selatan 2 Kelayan, Kota Banjarmasin sebagaimana yang telah direncanakan guru sebelumnya berlangsung dengan baik, tertib dan kondusif. Hal ini dapat dilihat dari presentase hasil observasi dari observer terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan peneliti, yaitu : Siklus I satu kali pertemuan 73,33% Siklus II satu kali pertemuan 86,66% Siklus III satu kali pertemuan 90,00% Rata-rata keseluruhan 83,33% Dalam kegiatan pembelajaran mulai dari siklus I sampai dengan siklus III tampak aktivitas siswa sangat baik, sesuai dengan presentase hasil observasi dari observer dan teman sejawat terhadap aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar, yaitu : Siklus I satu kali pertemuan 62,00% Siklus II satu kali pertemuan 72,00% Siklus III satu kali pertemuan 92,00% Rata-rata keseluruhan 75,33% Dengan adanya kerjasama yang baik anggota kelompok, baik dalam kelompok ahli maupun kelompok asal dalam memaksimalkan kondisi belajar maka tujuan pembelajaran akan tercpai secara optomal. Siswa dituntut agar dapat mengembangkan wawasan terhadap pemahaman materi pemnelajaran agar tercipta keserasian sesama teman di dalam kelas. Dengan diterapkannya pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat menciptakan interaksi yang kondusif sehingga agar tercipta dan tergambar masyarakat belajar (learning community). Para siswa tidak hanya belajar dari guru, tetapi juga belajar dari sesama teman. Dengan adanya kerjasama yang akan diperoleh : prestasi akademik dan dapat meningkatkan produktifitas siswa yang lebih tinggi, secara psikologi siswa lebih sehat dalam bekerja sama, memiliki penghargaan diri, dapat mengembangkan beberapa sifat positif yaitu dengan lebih memperhatikan orang lain, menjalin hubungan sosial dengan lebih baik dari sebelumnya. Tindakan kelas dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan pemahaman terhadap penerapan al-Qur’an surah-surah pendek khususnya QS al-Humazah dan

at-Takasur pada materi Tamak Terhadap Harta dinyatakan berhasil dan tujuan pebelajaran yang diterapkan tercapai. Hal ini terbukti dari hasil pelaksanaan siklus I dengan satu kali pertemuan nilai rata-rata 4,40 masih dibawah indikator ketuntasan belajar, kemudian meningkat pada siklus II dengan nilai rata-rata 6,34 juga masih dibawah indikator ketuntasan belajar, dan dilanjutkan lagi dengan siklus III dengan nilai rata-rata 7,69 diatas indikator ketuntasan belajar kurikulum Qur’an Hadits 7,00. Dengan demikian terjadi peningkatan nilai rata-rata hasil tes formatif yang signifikan dari siklus I sampai dengan siklus III. Effisiensi dan effektivitas model pembelajaran kooperatif tipe STAD sangat dimungkinkan karena pada kelompok ahli materi pembelajaran dibahas oleh semua kelompok ahli secara mendalam sampai materi pembelajaran tersebut dipahami oleh semua anggota, kemudian anggota kelompok ahli kembali ke kelompok asal dan menyampaikan informasi yang telah diperoleh, sehingga semua siswa ikut terlibat aktif dalam pembelajaran dan siswa dapat saling bertukar informasi yang dipelajari. Dari hasil kuesioner tentang sikap siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada umumnya siswa setuju dengan rincian rata-rata sebagai berikut : Sangat sutuju rata-rata 49,73% Setuju rata-rata 50,27 Kurang sutuju 0% Tidak setuju 0% Dari beberapa temuan tersebut di atas berarti model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat dijadikan salah satu model pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan siswa memahami pelajaran Qur’an Hadits dalam peningkatan pemahaman terhadap penerapan al-Qru’an surahsurah pendek khususnya QS al-Humazah dan a-Takasur dengan materi Tamak Terhadap Harta, sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

BAB V PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan refleksi hasil tindakan kelas siklus I sampai siklus III penelitian ini, melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan pemahaman terhadap penerapan surahsurah pendek khususnya QS al-Humazah dan at-Takasur dengan materi Tamak Terhadap Harta, menunjukkan hasil yang cukup signifikan dan sangat baik. Hal ini dapat dapat dapat dilihat dari beberapa faktor, diantaranya : 1. Faktor guru, yaitu kegiatan guru dalam pembelajaran menunjukkan peningkatan dari siklus I sampai siklus III, karena guru telah mempersiapkan diri dalam proses belajar mengajar, yaitu dengan cara : (a) Persiapan membuat rancangan skenario yang sesuai dengan prosedur pembelajaran, (b) Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, (c) Menggunakan instrumen dan cara penggunaannya dengan tepat dan akurat, (d) Pelaksanaan tindakan yang tepat waktu, (d) Refleksi dilakukan untuk setiap kegiatan agar dapat diketahui dengan cepat kekurangan dan kelemahannya

sehingga dapat dijadikan acuan untuk melaksanakan tindakan kelas berikutnya, (e) Obeservasi yang dilakukan guru dilaksanakan secara signifikan dan komperhensi dalam tiap kelompok. 2. Faktor siswa, yaitu berupa aktivitas siswa, dimana keaktifan dan kegairahan dalam pembelajaran mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III. Hal ini dapat dilihat sebagai berikut : (a) Tingginya minat siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran dengan tipe STAD. (b) Aktivitas siswa dalam diskusi kelompok menunjukkan hasil yang baik dan penuh tanggung jawab. (c) Pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan merata pada tiap kelompok. (d) Lembar Kerja Siswa (LKS) yang diberikan guru dapat terjawab dengan baik semuanya. (e) Sikap setuju siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pelajaran Qur’an Hadits dalam peningkatan pemahaman terhadap penerapan al-Qru’an surah-surah pendek khususnya QS al-Humazah dan a-Takasur dengan materi Tamak Terhadap Harta terlihat dari lembar observasi yang diberikan. 3. Faktor hasil belajar, yaitu berupa hasil belajar siswa yang meningkat sehingga prestasinya pun juga meningkatnya pemahaman terhadap penerapan al-Qur’an surah-surah pendek khususnya QS al-Humazah dan at-Takasur pada materi Tamak Terhadap Harta. Hal ini dapat dilihat dan terbukti dari hasil pelaksanaan siklus I dengan satu kali pertemuan nilai rata-rata 4,40 masih dibawah indikator ketuntasan belajar, kemudian meningkat pada siklus II dengan nilai rata-rata 6,34 juga masih dibawah indikator ketuntasan belajar, dan dilanjutkan lagi dengan siklus III dengan nilai rata-rata 7,69 diatas indikator ketuntasan belajar kurikulum Qur’an Hadits 7,00.

Saran

Dalam upaya peningkatan pemahaman terhadap penerapan al-Qur’an surah-surah pendek khususnya QS al-Humazah dan at-Takasur pada materi Tamak Terhadap Harta serta peningkatan dan penguasaan materi lain pada mata pelajaran Qur’an Hadits pada siswa perlu digunakan model pembelajaran yang viaritif yang disesuaikan dengan Komptensi Dasar (KD) yang akan diberikan. Berkenaan dengan hal tersebut untuk itu disarankan, sebagai berikut: Kesiapan guru, materi, alat dan metode perlu disiapkan secara akurat sebelum pembelajaran dilaksanakan. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat dijadikan media yang dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan siswa dan membantu siswa dalam meningkatkan pemahaman terhadap penerapan al-Qur’an surah-surah pendek khususnya QS al-Humazah dan a-Takasur dengan materi Tamak Terhadap Harta serta materi lainnya. Madrasah hendaknya mendukung semua kelengkapan pembelajaran dan memberikan keleluasaan pada guru dalam mengelola pembelajaran. DAFTAR PUSTAKA 1. T. Ibrahim dan H. Darsono, 2009. Pemahaman al-Qur’an dan Hadits untuk Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah, PT Tiga Serangkai : Solo 2. Sumanto. 1995. Metodelogi Penelitian Social dan Pendidikan. Yogyakarta:

3. Haris Supriansyah (2009). Buku Pintar Software Program Komputer. Bandung: Oase Mata Air Makna 2009 4. Winardi, 2004. Penelitian Tindakan Kelas. Gramedia : Jakarta 5. Suharsimi Arikunto, Suhardjono, dan Supardi, 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Bumi Aksara : Jakarta 6. Ibrahim, Muslimin dkk, 2000. Pembelajaran Kooperatif. Unesa University Press: Surabaya. 7. Sukmadinata, Syaodih, Nana. 2005. Metode Penelitia., Bandung : PT Remaja Rosdakarya. 8. Arikunto, Suharsimi, dkk. 2006. Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta : PT Bumi Aksara.

Banjarmasin, 21 Juni 2010 Peneliti, H. SY. ABUBAKAR, S.IKom NIM. 0901200083 PPG DALAM JABATAN LPTK FAKULTAS TARBIYAH IAIN ANTASARI BANJARMASIN

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->