P. 1
Mesin Konversi Energi II

Mesin Konversi Energi II

|Views: 325|Likes:
Published by fatiya

More info:

Published by: fatiya on Jun 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/24/2014

pdf

text

original

1

2




3



4



Where Do These Emissions Come From?
Jawab: dari pembakaran tak sempurna
Crankcase konvensional dgn 2 stroke yg terburuk karena inlet dan pembuangannya terbuka
seluruhnya secara bersamaan,dan memungkinkan sampai 40% masukan bersih(udara) hilang di
pembuangan.Dalam pembakaran terjadi pencampuran udara dan bahan bakar HC, dimana kita
harus membuang panas,air,udara yg merugikan.
Darimana polusi itu datang?
Kita menyemprotkan liquid fuel ke pembakaran gas tinggi. Campuran dgn jumlah yg benar shg
jumlah molekul O cocok dgn H dan C. Hal ini membuat flame front dgn cepat melewati chamber.
Selama flame berlangsung,gas dibelakangnya semakin panas dan meluas,sementara gas di
depannya dingin dan terkompresi.Perubahan komposisi dan willingness untuk tercampur dgn O.
ditambah beberapa kantong pembuangan dari siklus sebelumnya,beberapa liquid fuel tidak
menguap/mengkondensasi pada dinding.
5

How Much Emission? Kita contohkan : 90HP(67kW),emisi utama HC+Nox(dalam Liter). Duty
cycle dihitung dari rata-rata power output (g/Kg,per jam)

Strategi dalam emisi:
Gunakan engine 4 stroke

Conventional Gasoline Engine Catalysts
H2 + 0.5O2 - H2O (i)
CO + 0.5O2 - CO2 (ii)
C3H6 + 4.5O2 - 3CO2 + 3H2O (iii)
C3H8 + 5O2 - 3CO2 + 4H2O (iv)
H2 + NO - H2O + 0.5N2 (v)
CO + NO - CO2 + 0.5N2 (vi)
C3H6 + 9NO - 3CO2 + 3H2O + 4.5N2 (vii)
C3H8 + 10NO - 3CO2 + 4H2O + 5N2 (viii)
Ce2O3 + 0.5O2 - 2CeO2 (ix)
Reaksi oksidasi(i)-(iv),
Reaksi reduksi(v)-(viii),
Reaksi dgn oksigen dan dgn katalis(ix)
6

Diesel Emissions Control
CO + 0.5O2 - CO2 (xvi)
HC + O2 - CO2 + H2O (xvii)
Keduanya di formulasikan dengan katalis Pt pada pengoperasian temperature rendah.Pt
didasarkan katalis oksidasi untuk mencapai pengontrolan dari CO dan HC
Catalytic Particulate Control Systems
PM + O2 - CO2 + H2O (xviii)
NO + 0.5O2 - NO2 (xix)
Beberapa pendekatan digunakan untuk membuang PM,seperti penggunaan bahan bakar
additive untuk pembakaran T rendah,termasuk alat penambahan T gas. Alat pemanas tidak
sepenuhnya sukses karena T dicapai dari pembakaran exothermic PM. Jika tidak dikontrol, bisa
mendorong T dalam penyaringan menjadi diatas titik leleh(melting point)
2.3.7 Fuels for SI and CI
Mesin busi-nyala istilah biasanya mengacu pada mesin pembakaran internal, khususnya mesin
bensin, dimana inisiasi dari proses pembakaran campuran udara-bahan bakar dinyalakan dalam
ruang pembakaran oleh percikan dari busi. Istilah ini kontras dengan mesin penyalaan kompresi
diesel berbahan bakar, di mana panas yang dihasilkan dari kompresi sudah cukup untuk memulai
proses pembakaran.
Perbedaan CI dan SI:
1) Jenis siklus digunakan
2) Pengenalan bahan bakar di mesin
3) Pengapian bahan bakar
4) Kompresi rasio bahan bakar
5) Bobot mesin
6) Speed yang dicapai oleh mesin
7) efisiensi termal mesin
Perbandingan Mesin SI dan CI :

7

Typical Brake Thermal Efficiencies of CI and SI Engines

CI Combustion Chamber Design

2.3.8 Supercharger dan Turbocharger
SUPERCHARGERS
Supercharger adalah sebuah kompresor udara yang digunakan untuk menginduksi udara secara paksa
dari sebuah mesin pembakaran internal.Biasanya kompres bahan bakar / campuran udara dengan
bahan bakar setelah meninggalkan karburator.Sebuah supercharger digerakkan langsung dari mesin.
Beberapa daya diciptakan diimbangi oleh daya yang diperlukan untuk menggerakkan pompa
konpresor. Jumlah supercharging dibatasi oleh temperatur yang dihasilkan untuk menghindari masalah
detonasi.
8

Tiap peningkatan tekanan yaitu percampuran bahan bakar disebut suatu tingkatan. Satu-tingkatan,
dua-tingkatan, dan banyak/multi-tingkatan. Pompa kompresor dapat juga beroperasi pada kecepatan
variabel. satu- speed,dua-speed,variabel-speed. Contoh: satu-tingkatan, pompa kompresor dua-speed.
Pompa kompresor Multi-speed digunakan untuk pompa kompresor kendali pada ketinggian yang
berbeda. (keluaran lebih tinggi untuk ketinggian lebih tinggi)
Pompa kompresor pada umumnya dirancang sebagai suatu bagian komponen mesin. Umumnya aplikasi
pada ilmu penerbangan yaitu pada ketinggian radial engine. Sistem induksi pemasukan udara dikontrol
oleh katup gas. Bahan bakar bercampur dengan udara di dalam karburator. Bahan bakar atau udara
yang bercampur masuk ke pompa kompresor, di mana terdapat suatu gaya dorong dari kompresor
sentrifugal. Campuran bahan bakar dimampatkan kemudian masuk ke silinder melalui pipa masuk.

PARTS OF SUPERCHARGERS

9

Keuntungan :
1. Peningkatan kinerja di ketinggian.
2. Daya lebih untuk take-off.
Kerugian :
1.Power yang diperoleh diimbangi oleh daya yang digunakan oleh mesin untuk menggerakkan
supercharger.
2.Peningkatan suhu dari campuran bahan bakar dengan udara meningkatkan risiko ledakan.
TURBOCHARGERS
Turbocharger memberikan udara tekan ke sisi inlet karburator atau unit bahan bakar kontrol. Tidak
seperti supercharger, udara didorong oleh gas-gas buang yang dihasilkan oleh proses pembakaran. Cara
memanfaatkan turbocharger adalah sejumlah energi yang tidak terpakai yang terkandung dalam gas
buang panas. Dasar peningkatkan mesin turbocharged akan menghasilkan MP di dasar lebih tinggi
daripada tekanan ambient supaya mencapai daya rata-rata. Sebuah mesin turbo-normal akan
mempertahankan kinerjanya.


Turbocharger ini terdiri dari kompresor, turbin gas buang perakitan, pompa dan casing bearing.
Rancangan kompresor adalah terdiri dari casing yang mengarahkan aliran udara dan roda kompresor
(impeller). Perakitan turbin gas buang terdiri dari casing yang mengarahkan aliran gas buang dan roda
turbin. Casing pusat mengarahkan pendinginan minyak ke sekitar poros yang menghubungkan turbin
dan kompresor. Poros ditahan oleh bantalan yang dapat mengurangi panas yang disebabkan oleh
gesekan.


10



• Impeller atau Compressor, Roda Turbin, dan poros penghubung disebut rotor.
• Output turbocharger dikontrol oleh wastegate.

11

2.4 Hydraulic Turbine
Deskripsi Umum dan Klasifikasi Hydrolic turbines

 TOTAL HYDRO POTENTIAL - 84,000 MW AT 60% LOAD FACTOR EQUIVALENT TO AN ANNUAL
ENERGY GENERATION OF 450 TWH.
 TOTAL DEVELOPED HYDRO POTENTIAL ABOUT 22,439 MW
 SHARE OF HYDROPOWER REDUCED TO ONLY 25% IN TOTAL INSTALLED FOR POWER
GENERATION FROM 50.62% IN 1963
 ESTIMATED POTENTIAL OF SMALL HYDRO - 15,000 MW - SMALL HYDRO POWER INTRODUCED
IN 1897
*TWH : tera watt hour

Defenisi Turbin
Turbin air yaitu putaran mesin yang mengambil energy dari air yang bergerak.Turbin air
dikembangkan abad 19 dan diperluas penggunaannya dalam industry. Pengunaannya bisa
perbaharui dan dan memanfaatkan sumber energy yang bersih.

12


2.4.1 Klasifikasi Turbin
Biasanya diklasifikasikan dari jenis energi yang tersedia pada inlet turbin,arah aliran melalui sudu-
sudu,kepala inlet turbin dan kecepatan turbin. Dibawah ini klasifikasinya:
A.Berdasarkan jenis energi:
Reaction turbines:
1.Francis
2.Kaplan, Propeller, Bulb, Tube, Straflo
3.Tyson, Gorlov (Freeflow types)
Impulse turbine
1.Pelton
2.Turgo
3.Michell-Banki (also known as the Crossflow or Ossberger turbine)

Dari kiri ke kanan: pelton wheel,2 jenis francis turbine,kaplan turbine
B. Berdasarkan arah aliran yang melalui runner:
(i)Tangential flow turbine
(ii) Radial flow turbine.
13

(iii) Axial flow turbine
(iv) Mixed flow turbine.
C.Berdasar head pada inlet:
(i)High head turbine
(ii) Medium head turbine
(iii)Low head turbine.
D.Berdasarkan Kecepatan spesifik turbin:
(i) Low specific speed turbine
(ii) Medium specific speed turbine
(iii) High specific speed turbine
Jenis Turbin Air
Ada 3 jenis turbin utrama dan beberapa jenis turbin lain(jenis concept).
Jenis turbin utama:
1 Pelton wheel turbine
2 Francis turbine
3 Kaplan turbine
Jenis turbin lain:
> Propeller
>Bulb
>Tube
>Straflo
>Tyson
>Gorlov (Freeflow types)
>Water wheel
>Archimedean screw turbine
14

>Turgo
>Michell-Banki
(also known as the Crossflow.)
2.4.2 Prinsip dan Operasi Turbin
Hydrolic turbin mengkonversi energi potensial dari air menjadi daya mekanik dalam bentuk torsi
oleh aksi dinamik dari aliran air yang melewati sudu turbin pada wheel untuk berotasi pada
sumbunya.
Head berarti jarak air yang jatuh sebelum membentur turbin blade.Wheel atau rotor yang
mempunyai sejumlah sudu disebut runner.Poros turbin dipasang ke poros generator atau melalui
gearbox /belt penggerak yang dipasang vertikal maupun horizontal.Energi potensial dari air ada dari
air yang jatuh pada sudut ketinggian ke sudut terendah dari turbin
Nt = ¸ Q H q / 102 kW
dimana Nt = Power generated by turbine in kw
¸ = density of water = 1000 kg/m²
Q = quantity of water passing through turbine in m³/sec.
H = net head difference of water in m.
q = efficiency of turbine
Klasifikasi turbin ada 2:
1.Berdasarkan arah aliran air yang melewati air.
2.Berdasar aksi air pada runner blades
Arah aliran yang dipakai :
1. Aliran aksial – air yang mengalir melewati runner adlam arah paralel ke sumbu perputaran
2.aliran radial-aliran air keseluruhan pada bidang perputaran.
3.aliran tangensial-air membentur sudu turbin/bucket dari runner dalam arah tangensial ke
jalur perputaran.
4.aliran campuran-aliran dalam runner mungkin tidak hanya satu arah.aliran dalam turbin
bercampur,air masuk dalam arah radial,dan keluar dari sudunya dan debit nya paralel ke sumbu
poros
15

2.4.3 Pelton wheel turbine
Turbin pelton adalah turbin air yang paling efisien. Pelton wheel menyerap energi dari air yang
bergerak. Meskipun banyak variasi impulse turbin yang ada untuk pendesignan impulse utama
,Designnya tetap saja kurang dari design pelton. Air yang keluar dari wheel masih dalam kecepatan
tinggi dan membawa banyak energy.Geometri sudu-sudu Pelton itu dirancang sehingga ketika
kincir berjalan pada ½ kecepatan jet air.



Pengontrol gerakan aliran air memasuki nozzle sebelum membentur sudu.Runner pelton terdiri dari
satu poros tunggal yang dipasang pada poros horizontal.Kecepatan tinggi water jet membentur
sudu-sudu pada turbin shg menggerakkan wheel menyebabkan wheel berputar.Aliran air tangensial
terhadap runner, jadi turbin ini merupakan aliran tangensial impulse turbin.tinggi head lebih dari
500m.
Bentuk sudu-sudu(bucket) ketika air membentur,air berputar ke dalam kedua sudu and itu
memberikan gaya impulse di titik tengah dari bucket.bucket dinal juga sebagai pemutar


16

When to use a Pelton turbine

Main dimensions for the Pelton runner

The ideal Pelton runner
 Absolute velocity from nozzle:

 Circumferential speed:
n 1
H g 2 c · · =
1
H g 2
c
c
n
1
1
=
· ·
=
n
u 1
1
H g 2
2
1
2
c
u · · · = =
17


The main components of a Pelton turbine are: (i) nozzle with deflector assembly, (ii) runner with
buckets, and (iii) casing. The turbine with its main components is shown in Fig.
Tahap-tahap Dalam Mendesign Pelton Turbin
1.debit, daya dan ketinggian di berikan
2.Pilih harga pengurangan dari (c
1u
dan u
1
)
3.Pilih jumlah nozzle(z)
4.hitung d
s
dari kontinuitas untuk 1 nozzle.

5.pilih lebar bucket(B), dimana B = 3,2 · d
s

6.tentukan diameter interpolasi (D)

u
s
c z
Q
d
1
4
· ·
·
=
t
8 005 , 0 + · =
n
s
H
d
D
18

lalu buatlah kurva antara D/ds dan Hn ,contoh:

7. Tentukan kecepatan(n)



8. Pilih jumlah kutup pada generator :
Kecepatan dari runner yang diberikan yaitu dari generator dan net frequency

Zp= jumlah kutup dari generator
9.Hitung kembali kecepatan (n)

10.Hitung kembali diameter(D)




11.Pilih jumlah bucket
2.4.4 Francis Turbine
Francis turbin jenis turbin air yang dikembangkan di Lowell,MA. Aliran ke atas reaksi turbin pada
kombinasi radial dan aliran konsep axial.Francis turbine merupakan turbin air dioperasikan di head
dalam range 10 meter sampai beberapa ratus meter dan digunakan untuk produksi tenaga listrik.
D
u
n
D n D
u
· H
·
=
¹
·
· H ·
= · =
60
2 60
2
2
1
1
e
] rpm [
Z
3000
n
p
=
n
Z
p
3000
=
n
u
D
D n D
u
· H
·
=
¹
·
· H ·
= · =
60
2 60
2
2
1
1
e
19


Ini merupakan aliran reaksi turbin campuran . Head digunakan antara 80-500 m untuk head turbin
ukuran sedang.Francis turbin berputar dalam casing tertutup.Wheel mempunyai banyak sudu kurva
yang disebut runner vanes sebanyak 24 buah.
Peletakan poros pada posisi vertikal . Wheel turbin francis beroperasi dibawah air.Sudu pemandu dan
sudu tetap mengatur jumlah air yang mengalir ke dalam runner vanes .Runner yang berputar
berhubungan dengan berat atau tekanan dari aliran air.

Komponen utama: spiral casing, guide vanes, runner and draft tube.
20


2.4.5 Kaplan Turbine
Jenis turbin air propeler yang dikembangkan oleh profesor dari austria yang mengkombinasikan
penyetelan propeler blade otomatis. Gate kecil di pasang secara otomatis untuk mencapai efisiensi yang
melebihi daerah terluas dari aliran dan level air.Turbin kaplan merupakan evolusi dari turnin francis.
Turbin ini mengizinkan produksi tenaga yang efisien dalam aplikasi rendahnya head yang tidak
dimungkinkan oleh turbin francis.

Runner dari turbin kaplan dipasang dengan propeler pada kapal. Karena hal inilah mengapa turbin
kaplan disebut turbin propeler .Turbin kaplan mempunyai head yang rendah dan penggunaannya kurang
dari 80m.The discharge through Kaplan runner is given by
Q = ∏/4 (D
2
- d
2
) Vf
Wheel turbin di dalam air dan susu turbin diputar karena adanya tekanan dari air. sudu pemandu
(Guide vanes) mengatur jumlah air yang masuk ke wheel .

21




22



Typical range of heads
Hydraulic wheel turbine 0.2 < H < 4 (H = head in m)
Archimedes' screw turbine 1 < H < 10
23

Kaplan : 2 < H < 40
Francis : 10 < H < 350
Pelton : 50 < H < 1300
Turgo : 50 < H < 250

2.4.6 Kriteria Pemilihan Jenis Turbin
Pemilihan jenis turbin dapat ditentukan berdasarkan kelebihan dan kekurangan dari jenis-jenis turbin,
khususnya untuk suatu desain yang sangat spesifik. Pada tahap awal, pemilihan jenis turbin dapat
diperhitungkan dengan mempertimbangkan parameter-parameter khusus yang mempengaruhi sistem
operasi turbin.
parameter-parameter khusus yang mempengaruhi sistem operasi turbin
1. Faktor tinggi jatuhan air efektif (Net Head) dan debit yang akan dimanfaatkan untuk operasi turbin
merupakan faktor utama yang mempengaruhi pemilihan jenis turbin, sebagai contoh : turbin pelton
efektif untuk operasi pada head tinggi, sementara turbin propeller sangat efektif beroperasi pada head
rendah.
2. Faktor daya (power) yang diinginkan berkaitan dengan head dan debit yang tersedia.
3. Kecepatan (putaran) turbin ang akan ditransmisikan ke generator. Sebagai contoh untuk sistem
transmisi direct couple antara generator dengan turbin pada head rendah, sebuah turbin reaksi
(propeller) dapat mencapai putaran yang diinginkan, sementara turbin pelton dan crossflow berputar
sangat lambat (low speed) yang akan menyebabkan sistem tidak beroperasi
Beberapa formula yang dikembangkan dari data eksperimental berbagai jenis turbin dapat digunakan
untuk melakukan estimasi perhitungan kecepatan spesifik turbin.
24

 Turbin pelton (1 jet) Ns = 85.49/H
0.243
(Siervo & Lugaresi, 1978)
 Turbin Francis Ns = 3763/H
0.854
(Schweiger & Gregory 1989)
 Turbin Kaplan Ns = 2283/H
0.486
(Schweiger & Gregory, 1989)
 Turbin Crossfiow Ns = 513.25/H
0.505
(Kpordze & Wamick, 1983)
 Turbin Propeller Ns = 2702/H
0.5
(USBR, 1976)
Kecepatan spesifik setiap turbin
 Turbin pelton = 12≤Ns≤25
 Turbin Francis = 60≤Ns≤300
 Turbin Crossflow = 40≤Ns≤200
 Turbin Propeller = 250≤Ns≤1000
Output turbin dihitung dengan formula:
P= 9,81.Q.H. qt
Dimana :
Q = debit air, (m
3
/detik)
H = efektif head, (m)
qt = efisiensi turbin
= 0.8 - 0.85 untuk turbin pelton
= 0.8 - 0.9 untuk turbin francis
= 0.7 - 0.8 untuk turbin crossfiow
= 0.8 - 0.9 untuk turbin propeller, kaplan
25




2.5 Wind Turbine
2.5.1 Overview
wind turbine yaitu mesin yang berputar mengkonversikan energy kinetic dari angin ke energi mekanik.
Jika energy mekanik dikonversi menjadi listrik,mesinnya disebut wind generator ,wind turbine, wind
power unit(WPU), Wind energy converter(WEC), aero generator.
26


Aliran udara mengangkat blades

2.5.2 Klasifikasi wind turbine
Wind turbine dapat dibagi menjadi dua berdasar arah sumbu perputaran.Umumnya turbin berputar
pada sumbu horizontal, sumbu vertikal jarang digunakan.

Jenis Horizontal wind turbin
DOWNWIND TURBINE UPWIND TURBINE


27



Wind Turbine Berdasar Ukuran Dan Aplikasi

28

wind turbine jenis disk
1) Lebih efisien dari horizontal wind turbin
2) -Ringan
3) -Berisiknya rendah
4) -Bekerja pada angin dari berbagai arah.

2.5.3 Kapasitas Dan Komponen Pada Wind Turbines



29

Perkiraan Harga Pembuatan Wind Turbine

2.5.4 Components of a Wind Turbine
1) Foundation
2) Tower
3) Rotor
4) Nacelle
5) Gearbox (usually)
6) High speed shaft
7) Generator
8) Control system, cooling unit, anemometer
9) Yaw mechanism


30


Rotor
Bagian dari wind turbin yang mengumpulkan energy. Biasanya rotor terdiri dari 2 atau lebih
blades(kayu,fiberglass, metal) yang berputar pada sumbu pada kecepatan yang dihitung dari kecepatan
angin dan bentuk blades. Blades dihubungkan dengan hub yang dihubungkan dengan poros utama.
Variabel rotor: Panjang blades,jumlah blades,pitch blades,bentuk blades, material blades,berat blades.
Generator
Mengkonversi EM turbin menjadi listrik. Dalam komponen, kawat diputar oleh medan listrik untuk
menghasilkan listrik. Design generator berbeda menghasilkan arus AC atau DC.Kebanyakan rumah
menggunakan 120 V(atau 240V) ,60 siklus AC. Beberapa peralatan menggunakan arus DC seperti bola
lampu, dll. Generator menghasilkan AC biasanya dilengkapi dengan features untuk menghasilkan listrik
yang tepat(120 atau 240V) dan frekuensi konstan(60siklus),bahkan ketika kecepatan angin berubah-
ubah.Butuh sistem pendingin untuk meyakinkan tidak adanya kelebihan panas
Transmisi
Jumlah putaran per menit dari rotor wind turbin antara 40 rpm-400rpm(tergantung model dan
kcepatan angin). Generator membutuhkan 1200-1800rpm. Sehingga, kebanyakan wind turbin
membutuhkan transmisi gearbox untuk menambah putaran dari generator ke kecepatan yang
menghasilkan listrik lebih efisien. Beberapa wind turbin jenis DC tidak menggunakan transmisi. Sebagai
gantinya mereka memakai generator dan rotor sebagai sistem penggerak. Tanpa transmisi ,wind turbin
kompleks dan perawatan yang di butuhkan berkurang. Tapi, kebanyakan generator dibutuhkan untuk
mengirim daya output yang sama seperti wind turbin jenis AC.
2.5.5 Keuntungan Wind Turbine
Tergantung harga bahan bakar dan sumber angin.
1. Lama pengoperasian dengan turbin angin +30 tahun.
2. Jika menggunakan wind turbine, emisi turun 70-90 % dari pada memakai power plant lain,seperti
CO2 dan PM.
31

Setiap per kWh generator diesel kecil akan menghasilkan 3 kali polusi dari pembangkit listrik bahan
bakar batu bara,sedang wind turbine tidak ada polusi sama sekali.
Lingkungan:
a) tidak ada polusi udara
b) tidak ada efek rumah kaca
c) tidak ada polusi air dengan merkuri
d) tidak butuh air dalam pengoperasian.

Keanekaragaman Sumber daya& Konservasi
a) Sumber Energi domestik
b) Persediaannya tak habis-habis
c) kecil, penyebaran design mengurangi resiko persediaan.
Stabilitas Harga Pembangunan Ekonomi
a) Pengembanagn perluasan tenaga angin membuka lapangan kerja untuk masyarakat pedesaaan
b) Peningkatan hasil pajak
c) Pembelian barang-barang& jasa
2.5.6 Prinsip Kerja Wind Turbine
Salah satu penggunaan yang paling populer pada wind turbine adalah pembangkit listriknya.untuk
menghasilkan listrik, poros dari turbin harus dihubungkan ke generator listrik. Melewati gearbox,
generator mengkonversi Energi mekanik dari poros turbin putar menjadi listrik.
Generator kecil dan ringan ,dan cukup ditempatkan dibawah design aerodinamis yang dirancang pada
puncak tiang atau tower. Kabel yang dialiri listrik diarahkan ke bawah untuk disimpan di baterai,atau
aplikasi lainnya untuk disimpan atau digunakan.


32

Struktur Wing Dan Perancangannya

2.5.7 Material Dasar dan Prosedur Konstruksi
Jumlah Blade: 1
Rotor harus lebih cepat untuk menangkap sejumlah angin.
-pengurangan perbandingan gearbox
-penambahan counterbalance untuk beberapa keuntungan pada design yang ringan.
-kecepatan tinggi berarti berdampak lebih berisik, kurang estetik, dan berdampak terhadap
lingkungan/kehidupan sekitar)

Blade lebih mudah dipasang karena keseluruhan rotor di assembly di tanah.Energy yang di tangkap
berkurang 10 % daripada design dengan dua buah blades.Puncak masalahnya adalah harganya mahal.

33

Jumlah blades: dua
Keuntungan dan kerugian sama dengan bladenya satu.Membutuhkan teetering hub atau alat penahan
goncangan karena ketidakseimbangan gyroscopic.Energy yang di tangkap berkurang 5 % daripada
design dengan dua buah blades.

Jumlah blades:tiga
Keseimbangam dari gaya gyroscopic.Perputaran lambat,biaya tambahan untuk gearbox dan transmisi
Lebih estetik,kurang berisik dan sedikit serangan burung.

Blade Design
Biasanya terbuat dari graphite yang dilapisi dengan epoxy
-Beratnya
-flexible
-panjangnya mencapai 60m
Waktu yang berhubungan dengan kekerasan hembusan, dapat menjadi rusak(akibat fatigue dari blade)
-blades stall
-efisiensi loses pada wind turbine

34

Bahan blades:kayu
kuat,lebih ringan, murah,tersedia sangat banyak ,flexible,Popular jika turbin di buat sendiri,Papan padat
Laminasi ,Lapisan kayu halus ,gabungan
Bahan blades: logam
Steel: berat dan mahal ,Aluminium :beratnya ringan dan mudah dikerjakan,mahal, materialnya cepat
lelah(fatique)
Bahan blades: fiberglass
Beratnya ringan,kuat,tidak mahal, karakteristiknya bagus terhadap fatique.Bermacam-macam proses
dari manufacturing:Cloth over frame,pultrusion ,lilitan kawat pijar untuk menghasilkan tiang kapal .
Kebanyakan turbin besar menggunakan fiberglass.

Drag design
 Kekuatan penyeretan wind turbin dikarakteristikkan pada kecepatan perputaran yang lambat dan
Torsi yang tinggi.
 Drag power ini dimanfaatkan untuk pemompaan, penggergajian,atau menggerinda di belanda.
Contohnya jenis kincir angin petani yang dikembangkan pada torsi yang tinggi saat pengawalan
untuk memompa atau mengangkat air dari kedalaman.
35



Airfoil
Hanya seperti sayap pada pesawat, blade turbine angin menggunakan bentuk airfoil untuk
pengangkatan dan efisiensi maksimum.

36

Putaran dan Taper
Putaran dari blade root ke ujung digunakan untuk mengoptimalkan sudut saat pengangkatan pada
sepanjang blade dan menghasilkan aliran dalam yang konstan sepanjang bagian blade.Taper digunakan
untuk mengurangi penyeretan dan meningkatkan perbandingan L/ D

Bentuk dan Ukuran Blades


37

2.5.8 Formula pendesignan
Calculation of Wind Power
Power in the Wind = ½ρAV
3

– Effect of swept area, A
– Effect of wind speed, V
– Effect of air density, µ
ada yang mendefenisikannya dengan:
Power= ½*C
p
ρAV
3

C
p
is the power coefficient (maximum is about .593 according to Betz limit)
Swept Area: A = πR
2
Area of the circle swept by the rotor (m
2
).

38

Tip-Speed Ratio
Tip-speed ratio is Perbandingan kecepatan dari perputaran ujung blade terhadap kecepatan aliran angin
bebas Ada sudut blades optimum yang membuat pengangkatan tertinggi terhadap perbandingan
drag.Karena sudut blades tergantung dari kecepatan angin, perbandingan kecepatan ujung optimum
menjadi:

Dimana: Ω = rotational speed in radians /sec
R = Rotor Radius
V = Wind “Free Stream” Velocity

Power Coefficient vs Tip Speed Ratio
• Power Coefficient Varies with Tip Speed Ratio
• Characterized by Cp vs Tip Speed Ratio Curve

39







Rotor Solidity
Solidity adalah perbandingan total rotor dari daerah yang dirancang terhadap total swept area
Solidity = 3a/A
Low solidity (0.10) = high speed, low torque
High solidity (>0.80) = low speed, high torque

2.5.9 Kecepatan dan BETZ Limit
Cut- in speed
Merupakan kecepatan minimum angin pada wind turbin ketika akan menghasilkan tenaga.
Kecepatannya antara 10-25mph.
Rated speed
Merupakan kecepatan minimum angin yang akan menghasilkan design rated speed. Kecepatan
antara 25-50mph.Contoh: wind turbin tidak mungkin menghasilkan 10kW sampai kecepatan angin
mencapai 25mph. Rated speed kebanyakan mesin antara 25-35mph. Pada kecepatan angin antara cut-in
dan rated, daya output dari turbin angin bertambah seperti pertambahan angin. Kebanyakan

0.4
0.3
0.2
0.1
0.0
Cp
12 10 8 6 4 2 0
Tip Speed Ratio
40

manufacture menyebut “power curve” yang menunjukkan output turbin angin bervariasi dengan
kecepatan angin
Cut-out speed
Kecepatan angin sangat tinggi antara diatas 50 mph,kebanyakan turbin angin berhenti menghasilkan
tenaga dan berhenti(karena kecepatan angin merusak). Pemberhentian dapat dilakukan dalam
beberapa cara. Rem otomatis mesin aktif oleh sensor kecepatan angin, atau dengan aktifnya beban
pegas. Pengoperasian turbin kembali dilanjutkan saat kecepatan angin turun ke normal.
0 ~ 10 mph --- Kecepatan angin terlalu rendah untuk menghasilkan listrik. Turbin tidak beroperasi,
rotor terkunci.
10 ~ 25 mph ---- 10 mph merupakan kecepatan minimum pengoperasian. Kecapatan ini disebut Cut-in
speed. Listrik yang dihasilkan bertambah dengan bertambahnya angin
25 ~ 50 mph ---- jenis angin mencapai tenaga rata-rata (maksimum pengoperasian tenaga)pada
kecepatan angin 25mph (disebut rated speed).
> 50 mph ---- Turbin berhenti ketika kecepatan angin melebihi 50mph untuk mencegah stuktur
menjadi patah. Kecepatan ini disebut Cut-out speed.
BETZ Limit
Aliran udara di atas blades dan melewati daerah rotor membuat wind turbin berfungsi. Wind turbin
mengambil energy ketika anginnya lambat. Jumlah energy maksimum teoritis dalam angin dapat di
tangkap oleh rotor wind turbine kira-kira 59,3%. Nilai ini disebut BETZ Limit.
Jika efisiensi blade 100%, turbin angin tidak akan dapat bekerja di udara setelah menyerap semua
energy ,tentunya keseluruhan turbin angin akan berhenti. Dalam praktek, efisiensi rotor yang terkumpul
tidaklah setinggi 59 %. Kebanyakan sekitar 35%-45%. Sistem energy angin yang lengkap,mencakup
rotor,transmisi,generator,penyimpanan dan alat lainnya yang mana semuanya kurang dari efisiensi
sempurna, yang menghasilkan 10-30% energy asli yang tersedia dari angin


41

Solar Thermal Energy Conversion

Solar Technologies
o Daylighting
o Passive Solar Heating
o Active Solar Heating
o Concentrating Solar Thermal
o Photovoltaics (PV)


42



Passive solar heating
Penyerapan dan penyimpanan panas dari matahari dengan sebuah struktur

Active solar heating
Kolektor menyerap solar energy,sebuah komponen pompa menyuplai air panas yang dibutuhkan
dari panas di bangunan.

43



Tabel yang menyimpulkan metode untuk menghasilkan
listrik dari solar energy

Costs Efficiency Advantage Disadvantage
Thermal
Parabolic
trough
12-20
cents/kWh
now,
5-10 cents
kWh future
15-20%, 42-
48% CF with
6-hour storage
Large scale, lots
of demo
projects, some
storage
Thermal
storage more
difficult than
for other
thermal
methods


Parabolic dish
10-14000
€/kW,
eventually $2-
3000/kW (8-24
cents/kWh)


20-28%
Suitable for
isolated
villages, low
infrastructure
costs, quick
start
Expensive at
present,
limited heat
storage ability

Central receiver
18-32
cents/kWh
today

10-15%
Most amenable
to 24-hour
electricity
Each mirror
must
individually
track the sun

44

Radiasi energi disebut juga Electromagnetik energy.Radiasi energi merupakan pergerakan dari
pergerakan photon. Semua kehidupan di bumi tergantung energi radiasi dari matahari.Exp: gelombang
radio(AM,FM,TV) ,microwaves, X-rays, and tumbuhan.


Sedikit Penjelasan dari Sinar
45


Solar energy(dapat diperbaharui):
- Energi yang digunakan asli dari energi matahari.
- Meski sinar matahari dismpan dengan solar arrays dan digunakan untuk pemanas rumah atau
supply air panas yang dibutuhkan, the unconcentrated rays are not strong enough for efficient power
generation.
- Sejumlah radiasi matahari tersedia di permukaan bumi sekitar 1kW energy thermal per m².
- Ide penggunaan sejumlah panel reflektif disebut heliostat/ multi-faced mirrors untuk
memusatkan radiasi matahari.
- Secara teoritis, penggunaan kaca dan lensa, Sebagian temperatur dari permukaan matahari dapat
dicapai.
SOLAR ENERGY
 Dalam daerah perumahan, baru, penggunaan solar system dapat memotong penggunaan bahan
bakar fossil sebanyak 70 %
 Bumi menerima sekitar 10
18
kwh dari solar energy setiap tahun
 Permuakaan bumi menerima sekitar 10
14
kW dari matahari
46


Hambatan Untuk Memanfaatkan Energi Matahari
Tidak tersedia konstan di bumi. Sehingga dibutuhkan bentuk penyimpanan untuk mendukung
pada saat malam dan selama musim hujan.
- Energi matahari menyebar/berdifusi
- Matahari merupakan “Radiator” bertemperatur tinggi (6000°C)
- Bumi merupakan penerima Temperatur Rendah
- Energi matahari diterima sebagai gelombang radiasi pendek
-30% dipantulkan oleh Atmosphere
-70% diradiasikan kembali sebagai panjang gelombang radiasi.
- Atmosfer bereaksi seperti kaca pada solar collector
Types of Solar Thermal Systems:
 Flat plate collector or Central tower
 Parabolic trough or concentrating collector
 Parabolic dish (Stirling engine)
Flat Plate Collector atau Central Tower
47


Central receiver schematic

Parabolic or concentrating collector

48


Parabolic trough schematic

Parabolic dish schematic
49


The latest parabolic trough
systems either
 Air yang panas diarahkan dapat digunakan di steam turbine
 Atau disirkulasikan melewati tank panas dengan gram cair, garam cair menyimpan panas dan
panas didalamnya dialirkan ke pemanas uap yang digunakan dalam steam turbine, ilustrainya
seperti diagram dibawah ini
How a Power Tower Works

Dengan Penyimpanan Panas :
50




51



52



53



54


55



Estimasi Panas Matahari untuk Menggantikan Setengah dari Energi dari Pembakaran Batubara di US
Pembakaran batubara menghasilkan listrik sekitar 2 x 10⁹ MWh/yr
- Energi rata-rata setiap hari dari 700 W/m² x 20% efisiensi x 30% daerah yang mampu
memanfaatkan collector x (2.59 x 10⁶m²/ mi² = 109 MW/ mi² (mengarah ke pertanian yang akan
mengirimkan sekitar 95 MW/mi²)
- (6 hr/day) x (200 days/yr ) x 109 = 131 x10³ MWh/mi²/yr.
Atau 8hr/day x 200 x 95 = 152 x10³ MWh/mi²/yr.
- Penggantian setengah bahan bakar batubara setara dengan menghasilkan teknologi panas
matahari antara 6,580 and 7,635 mi² dari lahan yang mengabaikan kerugian transmisi.
Penggantian setengah bahan bakar batubara di US dengan panas matahari diinginkan. 0.25% of US lower
48 state land area
Biomass Conversion Process
56


 Teknologi biomassa tersedia di pasaran yang dikembangkan untuk mengurangi bahan bakar
fossil dan mudah digunakan.
 Penggunaan : proses pemanasan dan penguapan di industri,menghasilkan daya listrik,bahan bakar
transportasi (ethanol dan biodiesel),produk lainnya.
 Fokus utama dari program biomass: Pengembangan dari advance technology
 Konversi biomass energy menjadi energy yang bermanfaat adalah dengan proses
pengkonversian energy.
 Thermochemical (pembakaran, Gasification and
produksi metanol)
 Biochemical (Anaerobic digestion dan produksi etanol)
 Chemical (Biodiesel and pelumasan)

57



Possible Routes for treatment and conversion of biomass energy

 Animal manure
 Agricultural
waste
 Landfill
Waste water


Biochemical
Conversion
process

Aerobic

Anaerobic

Methane
gas
Ethanol

F
U
E
L

P
R
O
D
U
C
E
D

BIOCHEMICAL CONVERSION PROCESS
B
I
O
M
A
S
S

F
E
E
D

S
T
O
C
K

 Sugar or starch
crop
 Wood waste
 Pulp sludge
Grass straw

T
E
C
H
N
O
L
O
G
I
E
S

58

Pemilihan konversi energi
 Pemilihan teknologi konversi biomass di pengaruhi beberapa faktor sbb:
 Tersedianya bahan baku
 Aplikasi akhir
 Harganya
 Main Biomass Types
 FuelWood
 Agricultural Residues
 Energy Crops

Agricultural Residues
 Sisa panen/residu(batang padi, batang gandum/ jerami,tangkai kapas,dll)
 Residu proses pertanian(Rice husk, tongkol jagung,dll.
Kotoran hewan(juga dipertimbangkan sebagai residu pertanian)
Faktor yang akan dipertimbangkan ketika memperkirakan energi yang potensial dari residu
pertanian.
 Iklim bervariasi
 Daerah residu rata-rata pertahunnya
59

 Bagian yang dapat diperoleh kembali(Recoverable fraction)
 Bagian yang diizinkan secara lingkungan
 Persaingan dengan penggunaan lain
 Kerugian
Pengelompokan dari residu pertanian
 Woody crop residues (Coconut shell, Jute sticks etc)
 Cereal residues (Rice & wheat straw, Maize stalks etc.)
 Green crop residues (Ground nut straw, Soybean tops).
 Crop processing residues (Rice husk, ground nut shell etc).
 Animal dung.

Residues to Crop Ratios for some selected crops. (Contd.)
60


Gross calorific value of fresh dung
Buffalo
Cows
Pigs
11.8 MJ/kg
12.8 MJ / kg
14.9 MJ/kg
Persiapan Biomass
A. Bahan bakar yang diterima tergantung pada
 Performa sebagai bahan bakar,tergantung pada karakteristik pembakaran
 Kemampuan untuk di panen,transportasi dan penyimpanan secara ekonomi.
B. Karakteristik residu pertanian:
-kadar kelembapan tinggi(efisiensi pembakaran berkurang,susah menghasilkan ignition)
-terkontaminasi dengan partikel luar (batu,debu,dll)
-ukurannya besar(sulit memfasilitasi pengontrolan otomatis)
-sering mempunyai bulu halus (Low bulk and low densities).
Sebelum perlakuan untuk membuatnya cocok untuk digunakan harus diperhatikan:
 Drying (kelembaban di buang atau dikurangi)
61

 Pengurangan ukuran(sobekan, chipper, grinder)
 Densification (briket)
Combustion
 Proses thermo-chemical dari konversi energy biomass menjadi energy panas oleh pembakaran
biomass dalam mencegah udara spt:oksigen.
 Ditujukan ke perumahan
 Ditujukan ke industri
Jenis boiler-untuk tujuan industri

Pyrolysis
 Proses thermo kimia dimana bagian-bagian material organik dibakar untuk menghasilkan bahan
bakar kedua dan produk kimia.
 Proses dari pyrolysis membagi 3 kelompok dari hasil produk:
 padat– (dikenal sebagai arang atau bahan bakar arang)
 liquid– (dikenal sebagai asam pyroligenic atau minyak pyroligenic yang merupakan
campuran kimia)





62





Campuran gas– (CO, H
2
, N
2
)

Gasification
Proses thermochemical dapat mengkonversikan biomass ke dalam gas yang mudah menyala disebut gas
penghasil( Producer gas).
Gas penghasil terdiri:
Carbon monoxide(CO)
Hydrogen (H₂)
uap air,

Aldehydes and
ketones
Wood nephtha
Dried and Cut wood logs
Carbonizing Retort
Condenser
Wood gas
(Non condensable)
Settling vats
Crude settled tar Pyroligenious acid
Boiled
wood
tar
Pitch Heavy
creosote
oil
Light
oil
Acetic
acid
Wood
spirit
Charcoal
Vapours
Tar and wood oil (condensable)
Methanol
SCHEMATIC DIAGRAM OF PYROLYSIS
PRODUCTS OF PYROLYSIS OF WOOD
63

Carbon dioxide(CO₂)
Tar vapor and ash particles
 Bahan bakar untuk Gasifier:
 Rentang yang luas dari material biomass yang dapat digunakan untuk gasification.
 Jenis contoh:
 1kgdari biomass kering memberi:
 3-3.6 kWh Energi panas;
atau,
 0.7-0.9 kWh listrik plus 1.4 kWh panas.




Oxidation Zone
900
0
- 1200
0
C

Drying Zone
upto 120
0
C

Pyrolysis Zone
200
0
- 600
0
C

BIOMASS
Producer Gas
Air
Air
SCHEMATIC DIAGRAM OF DOWNDRAFT GASIFIER

Ash
Pit
Ash Pit

Reduction Zone
900
0
- 600
0
C

Grate
Hearth
64



65



Fermentasi
Secara alami terjadi proses biochemical yang dikonsentrasikan ke micro-organism.
66

Micro-organism merupakan jenis bakteri berbeda yang tidak terlihat.
Bakteria dapat dibagi kedalam 2 kelompok:
a. Aerobic (berkembang membutuhkan oksigen)
Fermentasi aerobic (menghasilkan etanol)
Fermentasi membutuhkan oksigen
b. Anaerobic (berkembang tidak membutuhkan oksigen)
Bahan baku etanol
 Gula dari tebu,air sisa residu dari keju,tetes tebu,dan buah-buahan.
 Air tajin dari butiran (beras,jagung) ,singkong,kentang
 Selulosa dari residu kayu pertanian

67


Fermentation (Contd..)
Tahap proses menghasilkan fermentasi:
Pemilihan bahan baku
Pretreatment terhadap gula
Fermentasi
Destilasi
Perlakuan sisa/sampah (fermentasi anaerobic dengan metane)
Anaerobic digestion
 Proses biochemical terdiri dari bermacam-macam bakteri biomass dalam lingkungan oksigen
bebas
 Beberapa bakteri berbeda bekerja bersama untuk menghancurkan sisa organik kompleks dalam
tahapan-tahapan, akhirnya menghasilkan biogas
68



69


Biomass dari bahan bakar liquid
Beberapa kemungkinan untuk menghasilkan produksi bahan bakar liquid dari biomass:
Ethanol (cara paling mudah adalah dengan menggunakan bahan baku gula(seperti tebu) untuk
fermentasi dengan ethanol)
Methanol [dengan proses konversi thermochemical (wood alcohol)(Gasifikasi dibawah kondisi
temperature dan tekanan tinggi)
Biodiesel (Vegetable Oil)
[proses konversi kimia dari mengekstrak oil dari biji bahan baku]
 Ada 2 proses utama:
 Mengekstrak dengan tekanan mekanik
 Mengekstrak dengan bahan pelarut
 Sampah organik
 Sampah dari industri proses pertanian
 Sampah dari perumahan,perusahaan kecil,institusi, dan pasar
 Sampah industri
 Sejumlah penambahan yang dipertimbangkan dengan industrilisasi dan urbanisasi
 Pemanfaatan sisa organik
 A. Sampah padat
70

 Landfill Gas dihasilkan dari sampah solid.
 proses pencernaan anaerobic sama-sama menghasilkan biogas dari pupuk kandang dan
perlakuan sisa air pencernaan terjadi secara natural dibawah tanah dalam landfills.



You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->