P. 1
Creative Thinking (Higher Education)

Creative Thinking (Higher Education)

|Views: 1,155|Likes:
Published by Aabebe2
Contribution factors on student's creative thinking at the university
Contribution factors on student's creative thinking at the university

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Aabebe2 on Jun 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/18/2013

pdf

text

original

Kognitif

Afektif

-pengajuan pertanyaan secara

-mempribadi nilai

mandiri

-pengikat diri terhadap

hidup
-pengarahan diri

produktif

-pengelolaan sumber

-menuju perwujudan

diri
-pengembangan produk

Kognitif

Afektif

-penerapan

-keterbukaan terhadap

perasaan-
-analisis

perasaan majemuk

-sintesis

produktif

-evaluasi

-meditasi

dan

kesantaian
-keterampilan metodologis

-pengembangan nilai

dan penelitian

-keselamatan psikologis

-transformasi

-keselamatan psikologis

-transformasi

dalam berkreasi

-metofor dan analogi

-penggunaan khalayan
dan tamsil

Kognitif

Afektif

-kelancaran

-rasa ingin tahu

-kelenturan

-kesediaan

unutuk menjawab
-orisinali -keterbukaan
terhadap pengalaman
-pemirincian

-keberanian

mengambil resiko
-pengenalan dan ingatan

-kepekaan

terhadap masalah
-tenggang rasa terhadap
kesamaran
-percaya diri

Sumber:Conny Semiawan dkk, 1987:39

Tingkat III

Keterlibatan dalam

Tantangan-
tantangan nyata

Tingkat II
Proses berfikir dan
perasaan yang
majemuk.

Tingkat I

Fungsi divergen

135

Model Treffinger di atas menunjukkan bahwa fungsi devergen adalah

untuk menekankan pada keterbukaan dan kemungkinan, dimana dalam tahap

tersebut telah pula berkontibusi kegiatan-kegiatan intelektual, seperti pengenalan,

ingatan. Sedangkan pada bagian afektif meliputi ketersediaan untuk menjawab,

keterbukaan terhadap pengalaman, kepekaan terhadap masalah dan tantangan,

rasa ingin tahu, keberanian mengambil resiko, kesadaran dan kepercayaan

terhadap diri sendiri. Pada tingkat I dalam model Triffinger merupakan landasan

atau dasar dimana belajar kreatif berkembang. “Creativity is the ability to develop

new ideas and to discover new ways of looking at problem and opportunities”

(Suryana 2003: 10). Artinya Kreativitas adalah kemampuan mengembangkan ide-

ide baru dan menemukan jalan keluar dari permasalahan dan peluang. Kreativitas

dimulai dengan adanya ide, selanjutnya ide-ide tersebut berkembang menemukan

jalan keluar .

Dengan demikian peran dosen Pendidikan IPS sangat penting dalam

menghasilkan keterampilan berpikir kreatif mahasiswa yaitu dengan penekanan

pada keterbukaan dan kemungkinan, dimana dalam tahap tersebut telah pula

berkontibusi kegiatan-kegiatan intelektual, seperti pengenalan, ingatan. Dari segi

afektif meliputi ketersediaan untuk menjawab, keterbukaan terhadap pengalaman,

kepekaan terhadap masalah dan tantangan ,rasa ingin tahu, keberanian mengambil

resiko, kesadaran dan kepercayaan terhadap diri sendiri. Sehingga timbul

dorongan untuk belajar kreatif.

136

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->