P. 1
Dasar Perilaku & Kognisi

Dasar Perilaku & Kognisi

|Views: 8|Likes:
Published by Rica A. Kinthan

More info:

Published by: Rica A. Kinthan on Jun 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/20/2013

pdf

text

original

Rica Andriani Kinthan

Korteks Serebrum

Fungsi Utama :
 Persepsi sensorik
 Kontrol gerak volunter  Bahasa

 Sifat Pribadi
 Proses mental canggih, misalnya berpikir,

mengingat, membuat keputusan, kreativitas, dan kesadaran diri.

Struktur Subkorteks & Hubungannya dengan Korteks dalam Fungsi Luhur Otak
Daerah2 subkorteks :
 Nukleus basal  Talamus

 Hipotalamus

Nukleus Basal
Ganglia Basal beberapa massa substansia grisea yang terletak jauh didalam substansia alba. Scara khusus, penting dalam :  Menghambat tonus otot di seluruh tubuh (tonus otot yg biasanya dipertahankan oleh keseimbangan antara masukan inhibitorik dan eksitatorik ke neuron-neuron yg mempersarafi otot rangka.  Memilih & mempertahankan aktivitas motorik bertujuan sementara menekan pola gerakan yg tdk berguna atau diinginkan.  Membantu memantau & mengkoordinasi kontraksi2 menetap yg lambat terutama kontraksi yg berkaitan dg postur & penunjang.

(memiliki peran penting dalam kontrol motorik)

Hub. Talamus, nukleus basal, dan korteks dalam kontrol Gerakan
Talamus secara positif memperkuat aktivitas motorik volunter yg dimulai oleh korteks serebrum. Nukleus basal memodulasi aktivitas motorik volunter dengan mengeluarkan efek inhibisi pada talamus dan menghambat neuron-neuron batang otak yg mempengaruhi neuron motorik yg mempesarafi otot rangka.

Talamus
“stasiun penyambung” & pusat integrasi sinaps untuk pengolahan pendahuluan semua masukan sensorik dalam perjalanannya ke korteks.  Talamus bersama batng otakdan daerah asosiasi korteks penting untuk kemampuan kita mengarahkan perhatian ke rangsangan yg menarik.

Hipotalamus
Secara spesifik : 1) Mengontrol suhu tubuh 2) Mengontrol rasa haus dan pengeluaran urin 3) Mengontrol asupan makanan 4) mengontrol sekresi hormon-hormon hipofisis anterior 5) Menghasilkan hormon-hormon hipofis posterior 6) Mengontrol kontraksi uterus dan pengeluaran susu 7) Pusat koordinasi sistem saraf otonom utama, yg kemudian mempengaruhi semua otot polos, otot jantung, dan kelenjar eksokrin 8) Berperan dalam pola perilaku dan emosi

(mengatur banyak fungsi homeostatik)

Hipotalamus
• •

Daerah otak yg paling jelas terlibat dalam pengaturan langsung lingkungan internal. Ex : bila tubuh dingin, hipotalamus mencetuskan respon2 internal untuk meningkatkan pembentuk panas (misalnya menggigil) dan untuk menurunkan pengeluaran panas (misalnya konstriksi pembuluh darah kulit untuk mengurangi aliran darah hangat ke permukaan tubuh, karena panas dapat hilang ke lingkungan eksternal.

Belajar

Akuisisi pengetahuan atau keterampilan sebagai konsekuensi dari pengalaman, instruksi, atau keduanya. • Perubahan perilaku yg terjadi karena pengalaman • Belajar sangat tergantung pada interaksi organisme dengan lingkungannya. • Satu-satunya yg membatasi efek pengaruhpengaruh lingkungan terjadi pada belajar adalah pembatas biologis yg dipaksakan oleh kekhususan spesies dan peran genetik individual.

Ingatan
Simpanan pengetahuan yg didapat untuk sewaktu-waktu dipanggil kembali.  Belajar dan ingatan membentuk dasar bagi individu untuk mengadaptasikan perilaku mereka pada keadaan lingkungan tertentu.

Sumber

Fisiologi Sherwood

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->