P. 1
Ruang Lingkup Pendidikan Agama Pada Anak Usia

Ruang Lingkup Pendidikan Agama Pada Anak Usia

|Views: 216|Likes:
Published by Nuriati Nunung

More info:

Published by: Nuriati Nunung on Jun 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/28/2015

pdf

text

original

PENGERTIAN RUANG LINGKUP PENDIDIKAN AGAMA PAUD D I S U S U N

OLEH:
1. JONNY KENRO STMG 2. LILIK RAMADANI 3. JULIANA ZEIN 4. KHADIJAH SANTI

Dosen Pembimbing: Hasnimar Mpd

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur yang pertama panjatkan kehadirat Allah SWT karena pada kesempatan ini kami sebagai pemakalah diberikan kesempatan dan kesehatan untuk menyelesaikan tugastugas yang diberikan oleh dosen pembimbing kami yang berjudul "Pengertian Ruang Lingkup Agama PAUD" yang akan kami kemukakan berikut ini. Yang kedua tak lupa juga kami mengucapkan terimakasih banyak kepada Dosen Pembimbing kami karena telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan ini yang nantinya juga sebagai bahan penambahan ilmu bagi kami dan yang semoga nantik bisa bermanfaat kepada kami semua terutama pemakalah sendiri Amin yaa robbal'alamin Dan yang ketiga terimakasih kepada teman-teman semua karena sampai sekarang kami masih mengharapakan dukungan dan simpatisan teman-teman jika teryata nantinya banyak kekurangan yang mungkin perlu untuk kami sebagai bahan perbaikan, kami sangat mengharap kiranya teman-teman bisa menyampaikan nya dengan hati yang terbuka. TERIM KASIH

DAFTAR ISI

1. LATAR BELAKANG 2. PENGERTIAN AGAMA 3. PENDIDIKAN BAGI ANAK USIA DINI
4. HAKIKAT PENDIDIKAN ANAK USIA DINI 5. PANDANGAN DASAR TENTANG ANAK

6. CARA YANG EFEKTIF DALAM MENDIDIK ANAK USIA DINI
7. PERAN GURU 8. PERKEMBANGAN PENDIDIKAN USIA DINI 9. PRINSIP-PRINSIP PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI 10. PERAN ORANG TUA MENGAJAR ANAK-ANAK MELALUI KEGIATAN PRA SEKOLAH 11. PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP BAHASA ANAK

Ruang Lingkup Pendidikan Agama Pada Anak Usia Dini
1. LATAR BELAKANG Dalam kesempatan ini kita akan mencoba membuat dan mengupas makalah mengenai Agama dan ruang lingkupnya. Pertama-tama kita akan membahas menegenai pengertian agama secara etimologi dan secara terminology. Agama berasal dari bahasa sansekerta a dan gama, artinya a = cara, jalan, the way; gama mulanya gam adalah bahasa IndoGermania = bahasa Inggris to go = jalan,cara-cara berjalan,cara-cara sampai pada keridhaan Tuhan. Sesuai dengan judul makalah ini, maka penyusun akan membahas mengenai pengertian agama yang didalamnya mengupas mengenai pengertian secara bahasa dan secara istilah • Secara Etimilogy • Secara Terminologi 2.PENGERTIAN AGAMA A. Pengertian Agama secara Etimologi a. Din, di dalam al-munjid dapat kita temukan keterangan tentang arti Din sebagai berikut :Ad-Din (Jama‟:Adyan): (1) Al-Jaza wa‟l-mukafah;(2) Al_Qadha; (3)Al-Malik/al-Muluk wa‟Sulthan;(4)At-Tadbir;(5)Al-Hisab 1) pahala,(2) ketentuan,(3) kekuasaan,(4)pengelolaan, (5)(Artinya perhitungan. b. Agama ,dalam berbagai buku banyak yang mendefinikan bahwa a = tidak, gama = kacau sebenarnya ini tidak ilmiah.Tapi kalau a panjang agama berarti a = cara,jalan,the way;gama, mulanya gamadalah bahasa Indo Gernmania = bahasa Inggris to go = jalan,cara-cara berjalan,cara-cara sampai kepada keridhoan Allah.

c. Religie (religion) menurut pujangga Kristen,Saint Augustinus,bersal dari “re dan eligare” yang berarti”memilih kembali” dari jalan sesat ke jalan Tuhan. d. Religie, menurut Lactantius, berasal dari kata “re” dan “ligare” yang artinya “menghubungkan kembali sesuatu yang telah putus”.Yang dimaksud ialah menghubung antara Tuhan dan manusia yang telah terputus oleh karena dosa-dosanya. e. Religie berasal dari “re” dan “ligere” yang berarti “membaca berulang-ulang bacaanbacaan suci” dengan maksud agar jiwa si pembaca terpengaruh oleh kesuciannya.Demikian pendapat Cicero. Berbicara mengenai agama maka terdapat tiga padanan kata yang semakna dengannya yaitu religi, al-din dan agama. Walaupun sebagian pendapat ada yang mengatakan bahwa ketiganya berbeda satu sama lainnya seperti pendapat Sidi Gazalba dan Zainal Arifin Abbas yang mengatakan al-din lebih luas pengertiannya daripada religi dan agama. Agama dan religi hanya berisi hubungan manusia dengan Tuhan saja sedangkan al-din berisi hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan manusia. Sedangkan menurut Zainal Arifin Abbas, kata al-din (memakai awalan al-ta‟rif) hanya ditujukan kepada Islam saja. Sedangkan pendapat yang mengatakan ketiga kata diatas mempunyai makna sama seperti pendapat Endang Saifuddin Anshari dan Faisal Ismail. Perbedaan hanya terletak pada segi bahasanya saja. Kemudian secara etimologis agama berasal dari bahasa sanskerta, masuk dalam perbendaharaan bahasa Melayu (nusantara) dibawa oleh agama Hindu dan Budha. Pendapat yang lebih ilmiah, agama berarti jalan. Maksudnya jalan hidup atau jalan yang harus ditempuh oleh manusia sepanjang hidupnya atau jalan yang menghubungkan antara sumber dan tujuan hidup manusia, atau jalan yang menunjukkan darimana, bagaimana dan hendak kemana hidup manusia

di dunia ini. Religi berasal dari kata religie (bahasa Belanda) atau religion (bahasa Inggris), masuk dalam perbendaharaan bahasa Indonesia dibawa oleh orang-orang Barat yang menjajah bangsa Indonesia. Religi mempunyai pengertian sebagai keyakinan akan adanya kekuatan gaib yang suci, menentukan jalan hidup dan mempengaruhi kehidupan manusia yang dihadapi secara hatihati dan diikuti jalan dan aturan serta norma-normanya dengan ketat agar tidak sampai menyimpang atau lepas dari kehendak jalan yang telah ditetapkan oleh kekuatan gaib suci tersebut. Din berasal dari bahasa Arab yang berarti undang-undang atau hukum yang harus ditunaikan oleh manusia dan mengabaikannya berarti hutang yang akan dituntut untuk ditunaikan dan akan mendapat hukuman atau balasan jika ditinggalkan. Dari etimologis ketiga kata di atas maka dapat diambil pengertian bahwa agama (religi, din): (1) merupakan jalan hidup yang harus ditempuh oleh manusia untuk mewujudkan kehidupan yang aman, tentram dan sejahtera; (2) bahwa jalan hidup tersebut berupa aturan, nilai atau norma yang mengatur kehidupan manusia yang dianggap sebagai kekuatan mutlak, gaib dan suci yang harus diikuti dan ditaati. (3) aturan tersebut ada, tumbuh dan berkembang bersama dengan tumbuh dan berkembangnya kehidupan manusia, masyarakat dan budaya.

B.Pengertian Agama secara terminology Dalam Everyman‟s Encyclopedia, rumusan tentang religion. Religion dalam arti luas dapat didefinisikan sebagai”penerimaan atas tata aturan daripada kekuatan-kekuatan yang lebih tinggi dripada manusia itu sendiri”. Sementara itu, Vergilius Ferm, seorang ahli ilmu pengetahuan keagamaan dan perbandingan agama, setelah mengajukan sepuluh macam keberatan-keberatan

terhadap usaha mendefinisikan religion,namun pada akhirnya toh diajukan juga rumusannya sendiri sebagai berikut: “Agama ialah seperangkat makna dan kelakuan yang bersal dari individu-individu yang religius.Lagi lagi,agama ialah istilah yang menunjuk pada semua agamaagama yang dapat ditangkap baik formal maupun informal”. Tidak ada satu definisi tentang religion (Din,agama religie) yang dpat diterima secara umum. Para filusuf, para sosiolog,para psikolog,dan para teolog dan lain-lainnya telah merumuskan definisi tentang religion menurut caranya Secara terminologi dalam ensiklopedi Nasional Indonesia, agama diartikan aturan atau tata cara hidup manusia dengan hubungannya dengan tuhan dan sesamanya. Dalam al-Qur‟an agama sering disebut dengan istilah din. Istilah ini merupakan istilah bawaan dari ajaran Islam sehingga mempunyai kandungan makna yang bersifat umum dan universal. Artinya konsep yang ada pada istilah din seharusnya mencakup makna-makna yang ada pada istilah agama dan religi. Konsep din dalam Al-Qur‟an diantaranya terdapat pada surat Al-Maaidah ayat 3 ; (Diharamkan bagimu (memakan) bangkai,darah,daging babi (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah,yang tercekik,yang dipukul,yang jatuh,yang ditanduk dan yang diterkam binatang buas,kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anah panah,(mengundi nasib dengan anah panah itu) adalah kefasikan.Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu,sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada Ku.Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kucukuplkan kepadamu ni‟matKu,dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa,sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang),

Yang mengungkapkan konsep aturan, hukum atau perundang-undangan hidup yang harus dilaksanakan oleh manusia. Islam sebagai agama namun tidak semua agama itu Islam. Surat Al Kafirun ayat 1-6 1. Katakanlah “Hai orang-orang kafir) 2. aku tidak akan menyembah apa yang aku sembah 3.Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah 4.Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah 5.dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah 6. Untukmulah agamamu dan untukulah agamaku Mengungkapkan tentang konsep ibadah manusia dan kepada siapa ibadah itu diperuntukkan. Dalam surat As-Syura ayat 13 “ Dia telah mensyari‟atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkanNya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah kami wasiatkan kepada Ibrahim,Musa dan Isa yaitu:Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya.Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendakiNya dan memberi petunjuk kepada (agama)Nya orang yang kembali (kepada)Nya”. Ayat ini mengungkapkan din sebagai sesuatu yang disyariatkan oleh Allah. Dalam surat As-Syura ayat 21 “Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyari‟atkan mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan.Dan sesungguhnya orangorang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih.”

Din juga dikatakan sebagai sesuatu yang disyariatkan oleh yang dianggap Tuhan atau yang dipertuhankan selain Allah. Karena din dalam ayat tersebut adalah sesuatu yang disyariatkan, maka konsep din berkaitan dengan konsep syariat. Konsep syariat pada dasarnya adalah “jalan” yaitu jalan hidup manusia yang ditetapkan oleh Allah. Pengertian ini berkembang menjadi aturan atau undang-undang yang mengatur jalan kehidupan sebagaimana ditetapkan oleh Tuhan. Pada ayat lain, yakni di surat Ar-Rum ayat 30 “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama (Allah);(tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah Allah (itulah) agama yang lurus;tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

3. PENDIDIKAN BAGI ANAK USIA DINI Rentang anak usia dini menurut Pasal 28 UU Sisdiknas N0.20/2003 ayat 1 adalah 0-6 tahun. Sementara menurut Kajian Rumpun keilmuan PAUD dan penyelenggaraannya di bebepa negara, PAUD dilaksanakan sejak usia 0-8 tahun. Pendidikan anak usia dini, usia 0-1 tahun dikategorikan masa bayi (infant), usia 2-3 tahun dikategorikan anak yang baru belajar usia 3-6 tahun dikategorikan sudah mulai masuk sekolah Taman Kanak-Kanak/Pra sekolah (preschool). Taman Kanak-Kanak (TK) adalah jenjang pendidikan anak usia dini (usia 6 tahun atau dibawahnya) dalam bentuk pendidikan formal. Kurikulum yang ditekankan yaitu memberikan rangsangan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak agar memiliki kesiapan memasuki pendidikan lebih lanjut. Secara umum untuk lulus program tingkat TK selama 2 tahun. Di TK siswa diberi kesempatan utuk belajar dan diberikkan kurikulum pembelajaran yang sesuai dengan usia pada tiap-tiap tingkatannya. Tujuan PAUD adalah meningkatkan daya cipta anak dan memacunya untuk belajar mengenal berbagai macam ilmu pengetahuan melalui pendekatan nilai budi bahasa, agama, sosial, emosional, fisik,

motorik, kognitif, bahasa, seni, dan kemandirian. Kegiatan belajar ini dikemas dalam mode belajar sambil bermain.

4. HAKIKAT PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Hakikat Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditunjukkan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak jasmani maupun rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

5. PANDANGAN DASAR TENTANG ANAK
I. Pandangan lama yang menganggap bahwa anak lahir dengan membawa takdir yang tidak bisa diubah, berupa bakat dan kemampuan yang tidak bisa diubah. Contohnya jangan paksa anak untuk melukis, menyanyi atau menari, karena melukis, menari atau menyanyi itu adalah bakat yang dibawa sejak lahir, bakat itu akan tumbuh dengan sendirinya. Begitulah pandangan ini melihat. Lantas, untuk apa berupaya mengembangkan anak, sebab bukankah anak sudah ditakdirkan memiliki bakat-bakat tertentu? Pendidikan tidak akan mampu mengubah bakat, pengasuhan tidak akan mengubah takdir. Pada dasarnya, secara alamiah, bakat anak akan muncul tanpa jasa dari orang tua atau guru. II. Anak lahir dalam kondisi putih bersih laksana meja lilin yang akan ditulisi apa saja bisa bergantung kemauan orang tua. Pandangan ini menolak adanya bakat sejak lahir. Tugas orang tua adalah menulis meja tersebut, terserah seperti apa, tetapi hal tersebut sangat menentukan perkembangan anak. 6. CARA YANG EFEKTIF DALAM MENDIDIK ANAK USIA DINI Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. usia dini (0 – 6) tahun adalah usia emas yang sangat berpengaruh pada kepribadian anak selanjutnya karena perkembangan IQ, EQ, dan SQ berkembang sampai 80%.

Pendidikan anak dini usia bukan sekedar mengetahui tingkat kemampuan atau tingkat perkembangan anak pada setiap tingkat usia tertentu seperti menangis jika merasa terganggu, berteman, bercerita dan lainnya, tetapi harus mengetahui proses perkembangan anak pada semua aspek perkembangan untuk dapat dioptimalkan. Berikut ini akan saya paparkan cara efektif mendidik anak usia dini yaitu : Mendidik anak lewat cara bermain Mereka diajarkan dengan cara yang mereka ketahui, yakni lewat bermain. Tetapi bukan sekadar bermain, tetapi bermain yang diarahkan. 1/4 Lewat bermain yang diarahkan, mereka bisa belajar banyak; cara bersosialisasi, negosiasi, manajemen waktu, berada dalam grup besar/kecil, kewajiban sosial, serta 1-3 bahasa, lewat bermain, anak tidak merasa dipaksa untuk belajar. Saat bermain, otak anak berada dalam keadaan yang tenang. Saat tenang anak dapat mencerna dan memproses segala pengetahuan, pemahaman yang kita harapkan.

7. PERAN GURU Guru berperan sebagai pengajar dalam hal ini guru harus mengajar sesuai dengan karakter siswanya. Guru adalah pihak utama yang langsung berhubungan dengan anak dalam upaya proses pembelajaran, peran guru itu tidak terlepas dari keberadaan kurikulum. Tetapi sebenarnya pendidikan anak prasekolah terefleksi dalam alat-alat perlengkapan dan permainan yang tersedia, cara perlakuan guru terhadap anak, adegan dan desain kelas, serta bangunan fisik lainnya yang disediakan untuk anak. Karena Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu proses perubahan yang menyangkut tingkah laku atau kejiwaan. Dalam psikologi belajar. proses berarti cara-cara atau langkah-langkah khusus yang dengannya beberapa perubahan ditimbulkan hingga tercapainya hasil-hasil tertentu. Jadi dapat diartikan proses belajar adalah sebagai tahapan perubahan perilaku kognitif, afektif dan psikomotor yang terjadi dalam diri siswa. Perubahan tersebut bersifat positif dalam arti berorientasi ke arah yang lebih maju daripada keadaan sebelumnya.

Di Indonesia pembelajaran pendidikan prasekolah lebih bersifat akademik, di mana anak lebih banyak duduk di bangku dan harus tertib seperti di sekolah. Jarang guru memberikan kesempatan kepada anak untuk berksplorasi, mengekspresikan perasaannya, dan melakukan sendiri apa yang mereka minati, sampai menemukan pemecahan masalah sendiri.

8. PERKEMBANGAN PENDIDIKAN USIA DINI Perkembangan anak usia 0 hingga 8 tahun merupakan masa keemasan dimana anak mulai mengenal dunia dan akan menentukan bagaimana ia akan tumbuh, berkembang, hidup dan berkreasi dalam menjalani kehidupannya, masa ini hanya terjadi sekali dalam kehidupan dan berdampak luar biasa ketika anak itu beranjak dewasa serta anak juga akan mengalami kecepatan pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Unsur-unsur yang sangat berpengaruh dalam perkembangan mereka adalah orangtua, keluarga, masyarakat serta lingkungan dimana ia tumbuh dan berkembang, pada orangtua dan keluarga sebagai perantara langsung dan berhadapan dengan anak membentuk perkembangan awal bagi anak dan sebagai pondasi dasar pengembangan kemampuan fisik dan berbagai kecerdasan agar dapat berkembang secara optimal, ketika memasuki tingkat yang lebih luas seperti pada masyarakat serta lingkungan dimana ia tumbuh dan berkembang, peranan ini lebih kepada pembentukan karakter dan kepribadian anak ketika ia bermain dengan teman sebayanya maupun ketika ia mulai memahami hal-hal baru yang ada di luar sana, Jadi keluarga, masyarakat dan lingkungan harus dapat memberikan contoh yang baik bagi anak karena pada dasarnya seorang anak akan senantiasa mengikuti atau meniru apa saja yang ada disekitarnya, perkembangan inilah yang akan menjadikan modal bagi anak tersebut untuk.

Prinsip-prinsip Perkembangan Anak Usia Dini Prinsip-prinsip perkembangan anak usia dini adalah sebagai berikut:.

1. Perkembangan aspek fisik, sosial, emosional, dan kognitif anak saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lain. 2. Perkembangan fisik/motorik, emosi, social, bahasa, dan kgnitif anak terjadi dalam suatu urutan tertentu yang relative dapat diramalkan. 3. Perkembangan berlangsung dalam rentang yang bervariasi antar anak dan antar bidang pengembangan darimasing-masing fungsi. 4. Pengalaman awal anak memiliki pengaruh kumulatif dan tertunda terhadap perkSembangan anak. 5. Perkembangan anak berlangsung ke arah yang makin kompleks, khusus, terorganisasi 2/4 dan terinternalisasi. Perkembangan dan cara belajar anak terjadi dan dipengaruhi oleh konteks social budaya yang majemuk Anak adalah: pembelajar aktif, yang berusaha membangun pemahamannya tentang tentang lingkungan sekitar dari pengalaman fisik, social, dan pengetahuan yang diperolehnya. Perkembangan dan belajar merupakan interaksi kematangan biologis Anak pada usia dini (0 – 8 tahun) memiliki kemampuan belajar yang luar biasa. Khususnya pada masa kanak-kanak Awal keinginan anak untuk belajar menjadikan ia aktif dan eksploratif. Anak belajar dengan seluruh panca inderanya untuk dapat memahami sesuatu, dan dalam waktu singkat ia akan beralih ke hal lain untuk dipelajari. Lingkungan lah yang kadang menjadikan anak terhambat dalam mengembangkan kemampuan belajarnya. bahkan seringkali lingkungan mematikan keinginannya untuk bereksplorasi. Cara belajar anak mengalami perkembangan seiring dengan bertambahnya usia. Secara garis besar cara belajar anak usia dini mulai dari awal perkembangan 1. Usia 0 – 1 tahun Anak belajar dengan mengendalikan kemampuan panca inderanya. Yakni pendengaran, penglihatan, penciuman, peraba dan perasa. Secara bertahap panca indera anak difungsikan lebih sempurna. Hingga usia satu tahun anak ingin mempelajari apa saja yang dilihat dengan mengarahkan seluruh panca indera. Hal itu nampak pada aktivitas anak memasukkan segala macam benda ke dalam mulut sebagai bagian dari proses belajar.

2. Usia 2 – 3 tahun Anak melakukan proses belajar dengan lebih sungguh-sungguh. Ia memperhatikan apa saja yang ada di lingkungannya untuk kemudian ditiru. Jadi cara belajar anak yang utama pada usia ini adalah meniru. Meniru segala hal yang ia lihat dan ia dengar. Selain itu perkembangan bahasa anak pada usia tersebut.

10. PERAN ORANG TUA MENGAJAR ANAK-ANAK MELALUI KEGIATAN PRA SEKOLAH 1.Rasa Percaya Diri : merasa mampu melakukan Adalah penting bagi orang tua mengatakan pada anak-anak mereka bahwa mereka mampu. Untuk merasakan rasa percaya diri yang sesungguhnya, anakanak perlu merasakan dan mengalami keberhasilan mereka sendiri. Anda dapat membantu anak-anak anda merasa percaya diri dengan memberikan pada mereka banyak peluang untuk merasakan keberhasilan. Pengalaman yang diberikan itu hendaknya cukup kecil bagi anak-anak agar dapat ditangani dan cukup besar untuk benar-benar memberikan pesan „Aku dapat melakukannya‟. 2.Motivasi : ingin melakukan Anak-anak dilahirkan dengan motivasi , dengan keinginan memahami dunia disekeliling mereka . motivasi anak-anak tetap kuat ketika orang tua berbagi kegembiraan denagn anak-anak seperti ketika mereka menemukan dan mempelajari ketrampilan baru. Pada saat anak-anak semakin besar, motivasi memungkinkan mereka untuk terus menikmati proses belajar dan menghadapi tantangan. 3.Usaha: ingin bekerja keras Usaha diperlukan untuk menguasai sebuah ketrampilan penguasaan merupakan salah satu kesenangan terbesar . anda dapat membantu anak-anak belajar bekerja keras dan merasa senang karena melakukan hal terbaik yang dapat dilakukan. 4.Tanggung jawab : melakukan apa yang benar Anak-anak tumbuh menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab bila orang tua membantu mereka belajar disiplin dan membantu mereka mengenali dan melakukan apa yang benar. Anak-anak yang bertanggung jawab merasa mampu dan senang pada diri mereka sendiri. Mereka ingin berperan 11. PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP BAHASA ANAK

Pada anak-anak pra sekolah, kemampuan bahasa penting karena akan menajdi dasar memahami pelajaran berikutnya antara lain akhlak dan agamanya. karena anak-anak dengan kemampuan bahasa yang paling rendah akan mempengaruhi. teman-temannya sama seperti belajar dari gurunya, terutama ketika belajar bahasa. Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa anak-anak dengan bahasa dan akhlak yang rendah cenderung mempengaruhi bahasa dan akhlak anak-anak disekitarnya.

KESIMPULAN Ruang lingkup pendidikan agama PAUD adalah: Pendidikan Agama adalah pendidikan dasar yang harus di terapkan kepada anak-anak usia dini, dimana pembenyukan akhlak seorang anak itu harus dibentuk mulai dari usia sedini mungkin dan agar memiliki bekal akhlak yang baik nantinya disaat sang anak menginjak dewasa. dan pendidikan anak tergantung pada orang-orang yang berpengaruh yang berada dilingkungannya yang antara lain guru-gurunya, orang tua, dan teman-teman dieskitarnya. Maka dari itu pemakalah mengajak kepada segenap teman - teman semua hendaknya mari kita sama-sama memperhatikan dan menerapkan pendidikan agama yang baik kepada anak-anak yang ada disekitar kita agar mudah-mudahan anak-anak tersebut mempunyai akhlak yang mulia yang kita harapkan dan diridhoi Allah swt Amin yaa robbal'alamin.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->