P. 1
Laporan Observasi Bimbingan Dan Konseling Sekolah Menengah Dan Perguruan Tinggi Di Madrasah Tsanawiyah i Yogya

Laporan Observasi Bimbingan Dan Konseling Sekolah Menengah Dan Perguruan Tinggi Di Madrasah Tsanawiyah i Yogya

|Views: 1,495|Likes:
Published by Yocta San

More info:

Published by: Yocta San on Jun 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/24/2015

pdf

text

original

LAPORAN OBSERVASI BIMBINGAN DAN KONSELING DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI I YOGYAKARTA

Tugas ini disusun guna memenuhi mata kuliah Bimbingan dan Konseling Sekolah Menengah dan Perguruan Tinggi Dosen pengampu : Budi Astuti, M.Pd

Disusun Oleh : Ika Kurniati Lutfi Adil Prastyanti Mardani Tricahyono Wisnuwardhana Yocta Nurrahman Rayinda Pramudita (09104244002) (09104244027) (09104244036) (09104241043) (07104244000)

PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2011

A. PROFIL MTS I YOGYAKARTA MTs N Yogyakarta 1 merupakan salah satu Madrasah Negeri yang ada di kota Sleman, terletak didesa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Tepatnya berlokasi dijalan Magelang km. 4,4 Sinduadi, Mlati Sleman. Identitas Madrasah secara rinci sebagai berikut : • • • • Nama Madrasah Status Madrasah Nomor Statistik Nomor UPB Alamat Desa / Kelurahan Kecamatan Kabupaten Provinsi Kode Pos Kode Area Madrasah di Negerikan SK Penegrian Madrasah Akreditasi : MTs N Yogyakarta 1 : Negeri : 21.134.04.06.003 : 25.01.04.308649.000 : Jalan Magelang km. 4,4 : Sinduadi : Mlati : Sleman : Daerah Istimewa Yogyakarta : 55284 : 0274-586274 ( no. Telpon) : Tahun 1978 : No. 16 tahun 1978 tanggal 16 Maret 1978 : A (2008)

• • •

MTs N Yogyakarta 1 memiliki 26 ruang belajar, yang terdiri dari 15 ruang kelas, 1 ruang laboratorium, 1 ruang pembelajaran computer, 1 ruang TU, 1 ruang kepala MTs, 1 ruang guru, 1 ruang UKS, OSIS, 1 ruang untuk Bimbingan Konseling, 1 ruang serba guna dan 3 gudang.

B. GAMBARAN RUANG BK DI MTS 1 YOGYAKARTA
Di dalam ruang BK tersebut terdapat 3 buah meja kerja untuk guru yang behadaphadapan dengan kursi siswa. Tersedia juga sofa serta 1 meja tamu. Selain itu pada tembok ruangan BK terpampang papan program bimbingan. Ruangan tersebut juga dilengkapi computer dan printer. Serta almari untuk menyimpan berkas-berkas siswa.

C. HASIL OBSERVASI Pada tanggal 29 September 2011, kelompok kami telah melakukan observasi di MTS I YOGYAKARTA. Berikut transcript data/hasil wawancara yang kami dapatkan : I. Layanan Dasar 1. Bimbingan Klasikal a. Apakah Bimbingan dan Konseling di sekolah ini pernah mengadakan bimbingan klasikal ? - Sering. b. Jika pernah kapan dilaksanakan ? - Untuk kelas VI dan VII diadakan 1 tahun sekali, sedangkan untuk kelas VIII diadakan satu tahun dua kali guna mempersiapkan ujian. c. Materi apa yang diberikan ketika bimbingan klasikal diadakan ? - Narkoba, reproduksi, hubungan dengan teman sebaya juga dengan lain jenis.

2. Layanan Orientasi a. Apakah Bimbingan dan Konseling di sekolah ini pernah mengadakan layanan orientasi ? - Pernah. b. Jika pernah kapan dilaksanakan ? - Dilaksanakan ketika Masa Orientasi Siswa (pada awal tahun ajaran baru). c. Materi apa yang diberikan ketika layanan orientasi diadakan ? - Pengenalan sekolah 3. Layanan Informasi a. Apakah Bimbingan dan Konseling di sekolah ini pernah mengadakan layanan informasi ? - Pernah. b. Jika pernah kapan dilaksanakan ? - Layanan ini dilaksanakan melalui 2 cara, yaitu secara terjadwal dan insidental. *Secara terjadwal : Guru Bk masuk ketika terdapat jam – jam kosong. *Secara insidental : Guru Bk memberikan informasi ketika terjadi suatu masalah pada peserta didik. c. Materi apa yang diberikan ketika layanan informasi diadakan ? - Tentang bimbingan belajar serta karir. d. Sarana apa saja yang digunakan ketika layanan informasi dilaksanakan ? - Melalui Laptop (power point, dan film), Lcd, papan bimbingan.
4. bimbingan kelompok a. apakah sudah berjalan bimbingan kelompok diMTS N 1 Yogyakarta? - Sudah b. Bagaimana bimbingan kelompok di MTS N 1 Yogyakarta? - Bimbingan kelompok di MTS N 1 Yogyakarta biasanya dibentuk oleh 8 siswa, bimbingan ini dibentuk untuk mencegah kenakalan yang mungkin terjadi. c. materi apa saja yang diberikan dalam bimbingan belajar? - Bimbingan belajar, bimbingan sholat dan untuk kelas IX biasanya diadakan bimbingan untuk persiapan menghadapi UAN. 5. Pengumpulan data ( tes dan & non tes ) a. data apa saja yang ada di MTS N 1 Yogyakarta? - Sosiometri, data pribadi, data permasalahan dan data kerawanan siswa. b. bagaimana cara guru BK mengumpulkan data tersebut? - Biasanya guru BK mngumpulkan data pada saat awal pembelajaran. media yang digunakan dengan DCM, II. Layanan Responsif 1. Konseling Individu dan Konseling Kelompok a. Didalam melaksanakan konseling, biasanya guru BK di MTS N 1 Yogyakarta lebih sering dengan konseling individual atau konseling kelompok? - Biasanya hal tersebut disesuaikan dengan permasalahan yang ada, namun untuk keduanya digunakan dalam memecahkan permasalahan.

b. Bagaimana konseling individual di MTS N 1 Yogyakarta? Untuk konseling individual sudah berjalan dengan baik, disini sudah banyak siswa yang telah mengerti akan peran BK sehingga bagi siswa yang merasa memiliki permasalahan datang sendiri ke ruang BK. Namun ada juga yang masih harus dipanggil setiap ada masalah.

c. Bagaimana untuk konseling kelompok? Konseling kelompok dibentuk karena adanya permasalahan yang dirasa sama atau sejenis dari beberapa siswa.

2. Referal a. Apakah perlu referral? Mengapa? Perlu sekali, untuk bisa mengetahui permasalahan si anak itu sendiri. Karena itu sudah diluar kewenangan guru BK, jadi ya kita alihkan ke pihak yang lebih berwenang menangani.

b. Bagaimana prosedur melakukan referral di sekolah bapak? Kita kerjasama dengan orang tua, ketika kita ketahui anak ini bermasalah. Kita menginformasikan kepada orang tua mengenai permasalahan si anak, lalu kita menyarankan untuk ke pihak yang berwenang menangani atau orang tuanya sendiri yang menyarankan kepada kita. Kemudian, ijin untuk merekomendasikan ke pihak yang lebih berwenang menangani, seperti lembaga psikologi UGM.

c. Contoh permasalahannya itu seperti apa? Permasalahannya itu ada siswa yang terindikasi autis jenis yang lebih menarik diri, memang dari kecil sudah dibimbing dengan psikolog. Jadi, kita merekomendasikan ke lembaga tersebut. 3. Kolaborasi dengan guru mata pelajaran dan wali kelas Bagaimana peran guru BK di sekolah ini dalam berkolaborasi dengan guru mata pelajaran dan wali kelas? - Kita selalu bekerjasama, jadi kita membagi tugas dengan guru mata pelajaran dan wali kelas. Karena, guru mata pelajaran tidak setiap mengamati siswa di kelas dan wali kelas setiap tahunnya ganti. Maka dari itu, Kita selalu mendampingi setiap angkatan, jadi kita bisa memantau perkembangan siswa di kelas. 4. Kolaborasi dengan orang tua Bagaimana peran guru BK dalam berkolaborasi dengan orang tua? - Hampir setiap hari ada orang tua kesini, untuk menanyakan perkembangan akademik dan permasalahan anaknya. Tetapi untuk yang diagendakan setiap 3 bulan sekali. Untuk menjadikan orang tua itu sebagai mitra guru BK ketika siswa di rumah. -

5. Konsultasi Biasanya yang berkonsultasi disini mengenai apa saja? Memang, disini yang umum itu permasalahan ribut di kelas, perkelahian antar siswa, peningkatan prestasi belajar, dan permasalahan pribadi (kecewa karena patah hati).

6. Layanan bimbingan teman sebaya a. Apakah sudah melaksanakan layanan bimbingan teman sebaya ? - Belum terlaksana secara formal. b. Apa kendala yang dihadapi ? - diantaranya kurang adanya respon dari siswa membuat konselor melaksanakan layanan bimbingan teman sebaya. c. Bagaimana menghadapi kendala bimbingan teman sebaya di sekolah ini ? - Dan baru-baru ini konselor mencoba untuk menerapkan layanan bimbingan teman sebaya dengan membagi kelas dalam beberapa kelompok belajar .dimana nanti ketua kelompok mempunyai tanggung jawab kepada konselor dan guru bidang studi.dan guru bidang studi berkoordinasi dengan konselor untuk menindak lanjuti hasil dari kelompok tersebut.selain itu konselor mencoba untuk menerapkan di ektrakulikuler pramuka namun belum bisa terlaksana. 7. Konfrensi kasus a. Seberapa sering konfrensi kasus dilaksanakan di sekolah ini ? - Konfrensi kasus di mts 1 jogja sering dilaksanakan,biasanya 3-4 kali dalam satu tahun. b. Permaslahan apa yang dihadap siswa sehingga perlu dilaksanakan konferensi kasus ? - jika proses bimbangan sudah tidak dapat mengatasi masalah yang dihadapi siswa maka permasalahan yang dihadapi siswa sudah diklasifikasikan berat atau merugikan orang banyak contohnya tawuran,mencuri dll. Maka perlu dilakukan konfrensi kasus c. Apa yang dihasilkan dari konferensi kasus ? - konselor mencari beberapa pertimbangan dan daya dukung dari kepala sekolah,orang tua siswa dan wali tingkat dan biasanya kasus kasus menyangkut kebijakaan dan keputusan terhadap siswa. 8. Layanan home visit a. Apakah sering melaksanakan layanan home visit ? - Sering dilaksanakan oleh bapak/ibu guru mts,dengan dasar hubungan yang baik antara bapak ibu guru dengan orang tua siswa membuat layanan bimbingan home visit berjalan dengan baik. b. Kapan layanan bimbingan home visit dilaksanakan? - layanan bimbingan home visit ini dilaksanakan apabila terjadi kemacetan belajar siswa di kelas.apabila tidak bisa menemukan permasalahan yang dihadapi siswa disekolah maka dilaksanakan layanan home visit.dimana nanti orang tua siswa berperan penting untuk menemukan permasalahan yang dihadapai oleh siswa.selain itu konselor juga mencermati apa yang sedang dihadapai oleh keluarga siswa. setelah melaksanakan layanan home visit bpk ibu guru dapat menemukan permasalahan

siswa yang mengalami kemacetan belajar tersebut.dan dapat melakukan tindakan terhadap siswa tersebut. III. Perencanaan Individual 1. Layanan Penempatan dan Penyaluran a. Bagaimana layananan penempatan dan penyaluran di laksanakan di sekolah ini? - Disini satu konselor memegang satu angakatan dimana dari awal masuk sampai lulus diawasi dan dibimbing oleh satu konselor.dan untuk pembagian kelas ada tiga elemen sekolah yang saling bekerja sama yaitu konselor,kurikulum dan kesiswaan.dan untuk standart adalah nilai siswa. b. Apa peran guru bk dalam menyalurkan minat,bakat,dan potensi siswa? - konselor mencoba untuk bekerjasama dengan extrakulikuler yang ada dalam ruang lingkup sekolah madrasah agar bakat minat siswa bisa dikembangkan melalui ektrakulikuler..dan jika terjadi permasalahan di ektrakulikulerbiasanya siswa membawa permasalahan tersebut ke konselor. IV. Dukungan Sistem 1. Pengembangan Profesi Upaya a. Apa saja yang telah anda lakukan untuk meningkatkan profesionalitas profesi anda? - Guru bk di sini banyak terlibat dalam berbagai forum sesama guru BK setingkat SMP/MTs bahkan kerap mendapatkan untuk menghadiri forum guru tingkat SMA. Selain itu guru bk juga kerap mengikuti kegitan lain yang terkait. Beberapa diantaranya musyawarah guru bimbingan dan konseling (MGBK) korwil sleman tengah yang dilaksanakan beberapa minggu lalu. MGBK tingkat MAN, LSM Rifka annisa, diklat, serta seminar. 2. Manajemen Program Bagaimanakah gambaran manajerial program keBKan di sekolah ini? Pengembangan menejerial yang digunakan adalah dengan menerapkan program berbasis KTSP. Saat ini juga tengah mengembangkan instrumen Daftar lacak masalah. Kepala sekolah sangat memahami dan mendukung program-program guru BK. 3. Riset dan Pengembangan Sudah adakah riset/ptk untuk meningkatkan program keBKan di sekolah ini? Untuk riset belum dilaksaknakan, namun saat ini tengah mempersiapkan PTK guru BK. -

D. PEMBAHASAN a. Keunggulan BK di MTS I Yogyakarta adalah o Siswa sudah mempunyai kesadaran untuk berkonsultasi dengan guru BK nya. Layanan yang diberikan juga sudah baik. Guru Bk juga telah mempunyai inisiatif untuk berkolaborasi dengan guru mata pelajaran yang lain. o Guru BK telah memenuhi standar guru BK (guru BK lulusan sarjana ke BK an) o Guru BK dapat memberikan layanan yang maksimal kepada siswa, karena 1 guru BK mengampu 1 angkatan (dari awal masuk hingga lulus).

b. Kelemahan BK di MTS I Yogyakarta adalah o guru BK kurang dapat memaksimalkan maksimal layanannya dengan menggunakan sarana yang ada. o Bk belum diberikan waktu kelas, namun kepala sekolah mendukung di dalam pengembangan program guru BK. o Guru BK belum melaksanakan PTK (Penelitian Tindakan Kelas). o Pola yang digunakan kurang jelas. o Papan program layanan tidak terbaharui. c. Hambatan-hambatan o Jumlah siswa yang sadar akan pentingnya BK masih sedikit. o Tidak ada jam masuk kelas. o Bimbingan klasikal hanya dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu. E. KESIMPULAN Menurut hasil observasi yang kami dapatkan, kami menyimpulkan bahwa implementasi program dan kegiatan BK sudah berjalan dengan baik. Meskipun BK di MTS I Yogyakarta belum mampu mendapatkan jadwal masuk kelas. Hal tersebut tidak menghambat dalam pemberian proses layanan bimbingan dan konseling. Sarana dan prasarana yang digunakan juga cukup mendukung untuk pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Sehingga siswa tidak takut untuk menyampaikan masalahnya kepada guru BK.

F. SARAN DAN REKOMENDASI Untuk memaksimalkan program layanan bimbingan dan konseling alangkah baiknya bimbingan dan konseling di MTS I Yogyakarta diberi waktu untuk melaksanakan layanan bimbingan dan konseling di kelas. Sehingga guru BK dapat berinteraksi dengan siswa dan memaksimalkan instrument BK yang ada. Guru BK seharusnya rajin memperbaharui papan program layanan BK di sekolah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->