P. 1
Pakan tokek

Pakan tokek

|Views: 283|Likes:
Published by ryandisinfixtif

More info:

Published by: ryandisinfixtif on Jun 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/11/2013

pdf

text

original

Pakan tokek

Tokek adalah reptil yang juga bisa beradaptasi dari sisi makanan, bila berada di gedung tempat sarang burung maka tentu saja anak walet menjadi santapannya. Bila berada di pohon yang ada sarang lebah maka madu menjadi minuman dan sekaligus makanan bermenu yang lezat. Tokek memang mudah untuk makan bila ditempatkan dikegelapan dan banyak temannya serta dalam kondisi seperti alami. Tokek memang mudah makan dan minum bila merasa nyaman dan aman tempat yang ditempati.

A.

Makanan Tokek

Makanan kesukaan tokek adalah laron, begitu sukanya tokek pada laron ini sehingga untuk memangsa laron tokek sampai rela turun ke tanah dimana banyak laron merayap. Memang laron hanya ada pada musim hujan awal saja, selebihnya laron udah amat sulit dijumpai oleh tokek. Selain laron, makanan kesukaan tokek bisa berbagai macam serangga dan bisa juga anak burung atau memangsa nyamuk dan lain sebagainya. Sebenarnya tokek bisa memangsa apa saja, misal anak katak, jengkerik, walang, kroto, ulat dan sebagainya, termasuk kecoak namun dianjurkan jangan diberi kecoak bisa menyebabkan kurang baik pada tokek maupun bila sesudah memakan kecoak dan menggigit manusia maka akan berakibat buruk. Tokek makan pada waktu malam, dengan menggunakan penglihatannya dan lompatan serta lidah yang bisa menangkap mangsanya. Namun sebaliknya bila siang hari tokek bukan makan tapi menerkam sesuatu yang bergerak dan seolah menyerang dirinya. Bisnis Dan Budidaya Tokek

a. Pakan yang mudah didapat Penting untuk diperhatikan apabila memberikan makanan pada tokek yaitu, berilah makanan yang mudah didapat atau mudah dibeli, misal jengkerik. Dan juga perlu diperhatikan bahwa jangan memberi makanan yang berbeda-beda sehingga tokek malas makan dan menjadi manja dan minta yang enak-enak saja. Misal diberi ulat bambu.

b. Banyaknya Pakan Yang Diberikan Per hari tokek diberi makan sebanyak 3 gram jengkerik atau setara 8 ekor jengkerik. Pilih jengkerik yang masih clondo atau belum keluar sayap.

c. Waktu Pemberian Pakan Waktu yang tepat untuk memberi makan pada tokek yaitu pada waktu malam pk 8.00 dan pukul 3.00 pagi. Saat inilah tokek perlu makanan atau sedang mencari makan. Tokek mulai aktif saat matahari tenggelam, namun belum mencari makanan tapi mencari sesama tokek untuk bercengkerama atau saling berkomunikasi lewat suaranya yang cukup menggema. Tokek bisa diberi makan 2 kali yaitu pk 8 malam dan 3 pagi atau diberi makan 3 kali, yaitu pk. 8 malam, pk 11 malam dan pk 3 pagi. Bisnis Dan Budidaya Tokek

d. Cara Menyiapkan Pakan Tokek paling menyukai laron, sebab itu kita harus menyiapkan jengkerik sehingga berbentuk seperti laron, caranya ambil seekor jengkerik lalu buanglah kedua kaki belakang jengkerik, nah sekarang jengkerik seperti laron bentuknya. Untuk itu perlu diperhatikan saat membeli jengkerik, selain masih clondo atau masih kecil dan juga pilih jengkerik yang berwarna merah dan harap jangan memberi jengkerik warna hitam. Jengkerik yang sudah dibuang kakinya dan berbentuk laron bisa ditempatkan ditempat pakan didepan papan.

B.

Air Minum

Tokek pada umumnya tahan tidak minum. Namun tidak ada salahnya bila diberi persediaan air

minum. Selain agar cepat gemuk juga mencegah kematian akibat mogok makan karena berada dikandang yang tidak mengenakkan itu. Untuk memberi minum sebenarnya cukup air biasa saja, biasakan tokek meminum air tanpa dimasak dulu. Selain air biasa, bisa juga diberi air kelapa dan air gula aren Cara memberikan minum bisa ditaruh ditempat minum atau disemprotkan didekat mulutnya. Namun yang paling benar adalah biarlah tokek meminum sendiri.

C.

Vitamin

Untuk supaya lebih segar dan semangat. Agar lebih nyaman dan tokek terlihat alami dan lincah maka bisa diberi minyak ikan, susu cair yang masih segar, madu, udang kecil atau ebi dan bisa juga sayuran seperti jagung muda dan wortel yang diiris kecil-kecil. Selain itu bisa diberi madu yang asli dari lebah, atau susu yang asli dari sapi dan bukan sudah dijadikan bubuk atau susu kental pabrikan.

Tokek gue…
Nih… salah satu binatang peliharaan saya… yang baru sebulanan dibeli… namanya TOKEK !!!

Awalnya ngak ada niatan mau pelihara tokek, tapi sewaktu sedang melihat2 di kios yang jualan pakan ikan dan burung. Saya melihat koq ada seekor tokek yang sengaja ditempatkannya terpisah sendirian di dalam kandang jangkrik. Saya perhatikan, eh… ekornya bercabang dua. Iseng-iseng nawar, eh dikasih… Lanjut deh, cari2 tahu gimana caranya memelihara tokek : Tokek sebagai salah satu jenis binatang peliharaan di rumah, ada yang bilang gampang2 susah merawatnya.

Kandang, katanya harus dibuat semirip mungkin dengan habitat aslinya. Sebaiknya terbuat dari bahan dasar kayu/papan dan salah satu permukaan kandang diberikan “kawat kasa”. Karena terbuat dari bahan dasar kayu dan kawat, kandang juga sebaiknya dicat, agar tidak mudah rusak akibat air.

Jangan lupa, di dalam kandang letakkan juga bumbung bambu atau potongan pipa paralon, untuk tempat persembunyiannya. Ukuran, tentunya disesuaikan dengan ukuran tokeknya. Satu lagi nih… sediakan juga tempat minumnya, tapi jangan dikasih minum bir yah… ntar dia mabok !!! He… he… he… Pakan, pakan alamiah tokek adalah serangga, yang nota bene memiliki kandungan protein yang tinggi. Pakan alamian tokek adalah jangkrik, laron, ulat hongkong dan jangan sekali2 diberi makan kecoa, karena (katanya) tokek akan sakit dan bisa mati jika sering diberi makan kecoa. Agar tokek menjadi cepat besar dan gemuk, ada yang bilang diberi udang kering/ebi atau telur rebus. Penempatan, tempatkan kandang tokek jauh dari kebisingan. Maksudnya, jangan ditempat di area yang sering ada orang lalu lalang. Katanya, tokek itu… paling ngak suka kebisingan/berisik. Temperatur, kandang tokek harus diletakkan di area yang tidak terkena sinar matahari secara langsung dan juga tidak boleh di tempat lembab atau basah, harus di tempat yang kering. Misalnya… letakkan di teras halaman belakang rumah yang tidak terkena panas sinar matahari langsung dan tidak akan terkena hujan. Sifat, tokek termasuk binatang kanibal. Oleh karena itu jangan menempatkan lebih dari satu ekor di dalam satu kandang yang sama. Tapi ada juga yang bilang… boleh2 saja… satu kandang ditempati beberapa ekor tokek, tapi… cari tokek yang ukuran tubuhnya seimbang, jangan yang kecil dicampur dengan yang sudah besar, ntar tokek yang kecil pindah deh… ke dalam perut tokek yang besar !!! Kecuali mau diternak… tapi gimana cara milih cowo atau cewe saya juga belum tahu !!! Di rumah saya… awalnya memang saya tempat di kandang jebakan tikus dan baru sekitar dua minggu kemudian saya pindahkan dengan mengunakan “aquarium reptil” dan bagian atasnya saya tutup dengan “kawat kasa”. Dua minggu pertama memang saya letakkan di halaman belakang, yah… kandangnya pakai kandang tikus !!! Tapi setelah saya pindahkan ke aquarium, saya meletakkannya di atas lemari buku persis disebelah meja TV. Ternyata ngak kagetan tuh… bahkan setiap kali memberi makan dan mengganti alas kertasnya, dia diam saja. Mungkin sudah agak jinak yah… Asal jangan dengan sengaja menggebrak2 aquariumnya saja, dia pasti langsung masuk, bersembunyi ke dalam bumbung bambu. Awalnya… warna kulitnya itu ngak bagus, coklat2 gelap begitu… jelek banget deh. Tapi setelah sebulan… warnanya sudah bersih/lebih terang dan sudah jauh lebih gemuk, tapi… belum bisa bersuara !!! Jangan2 tokek gagu nih !!!

BUDIDAYA TOKEK
Para sobat sy sambung lagi soal budidaya tokek apa mungkin??? Sy sudah lumayan banyak liat orang budidaya tokek baik yang sengaja, maupun yang tidak!! lho kok bisa??? biasanya ada yang sudah yakin akan laku beli tokek borongan dan yakin bisa jual lagi untuk dapat untung..ternyata 1-10hari tidak ada buyer maka tokek makin kurus/susut nah terpaksa dibudidayakan??? atau ada yang sudah siap modal dan perhitungan cepat pasti untung jadi budidaya??tapi jalan ini juga tidak mudah kawan.. dalam posting ini sy coba bantu beberapa jalan budidaya yang sy praktekan : a. kandang, biasa kandang dibuat dari kayu/bambu dan dipasang kasa/ram nyamuk supaya pakan (jangkrik) tidak kabur dan bagusnya ada bambu buat sembunyi tokek,kandang ukuran 40x70x40 ini buat untuk tokek bobot 2ons jangan lupa dikasih oli atau kapur anti semut pada kaki kandang supaya tokek aman he3.....bagusnya 1 kandang 1ekor biar gampang liat tokek mau makan/puasa (ganti kulit) kalau berdua suka berantem jadi tokek yang kalah cacat(luka badan/ekor putus) b.pakan, biasa tokek dikasih pakan jangkrik sst ada yang kasih pakan tokek pakai minyak ikan, ati ayam, telur, cindil(anak tikus)dan ada yang ekstrim disuntik vitamin he3....tokek-tokek hebat minum ada yang kasih susu he3...nah klau pengalaman sy kasih pakan jangkrik jangan ganti2 kalau ganti tokek drop bobotnya misal diganti pakan dengan belalang dengan pakan yang teratur tokek 2ons bisa 2,5ons dalam waktu 6bulan dan saat ini sy masih cari menu yang joss buat tokekku karena ada info ada yang bisa naik bobot sampai 2ons dalam waktu 6 bulan???? c.bibit, pilih bibit tokek yang bagus artinya ukuran proposional karena body tokek macam2 ada yang pendek, ada yang panjang kalau bibit sudah bagus untuk mencapai bobot yang diharapkan 75% berhasil....Sobat baiknya kalau mau budidaya tokek tidak usah banyak ya 4-10ekor tapi dengan berat yang 2ons jadi pakan dan pengawasan lebih mudah. sy sering dapat order untuk beli borongan 100-300ekor karena pemilik tidak kuat kasih pakannya terutama jangkrik sekarang mahal 1kg bisa 80ribu??? d.letak, kandang baiknya ditempat teduh jangan langsung kena matahari bisa-bisa tokek hidrasi??? betul? kurang cairan he3..... Sobat posting kandang cukup dulu masih mau posting misteri tokek dan mohon komentarnya atau bagi ilmunya siapa tahu ada yang lebih dasyat dalam budidaya tokek terima kasih

Jenis-jenis Tokek Komersial Menguntungkan Ditulis oleh Newsroom Senin, 07 Juni 2010 07:15

Jika melihat dari penyebarannya di seluruh dunia, spesies tokek memang terbilang banyak. Namun, secara umum tokek hanya digolongkan ke dalam dua jenis, yakni tokek pohon dan tokek hias. Walaupun semua tokek berasal dari alam, tokek hias memiliki corak, warna, dan bentuk yang lebih indah dibandingkan dengan tokek pohon. Karena itu, orang tidak merasa jijik melihatnya, bahkan banyak yang memelihara. Saat ini, tokek hias yang sedang banyak dicari adalah Leopard Gecko. Warnanya yang cerah, dihiasi dengan corak yang beragam membuat tokek jenis ini memikat untuk dilihat. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan mengenai tokek hias Leopard Gecko di bawah ini. A. Tokek Hias Tokek hias merupakan jenis tokek yang kini banyak dipelihara orang karena keindahan warna dan coraknya. Tokek hias berbeda jauh dengan tokek rumah atau tokek pohon, terutama tujuan pemeliharaannya. Tokek hias dipelihara sebagai hewan klangenan. Jenis-jenis tokek hias, di antaranya Leopard Gecko, Gargoyle Gecko, Crested Gecko, Bearded Dragon, dan African Fat Tail Gecko. Jenis tokek hias yang saat ini sedang booming adalah Leopard Gecko. Leopard Gecko (Euhlepharis macularius), yang juga biasa disingkat LG oleh kalangan pecinta tokek hias, berasal dari beberapa negara yang memiliki iklim kering dan topografi berbatu, seperti Iran, Afghanistan, Pakistan, dan India.

Umumnya, LG memiliki kulit berwarna kuning dengan bintik-bintik cokelat di sekitarnya. Sementara LG yang sudah dewasa, struktur kulitnya lebih didominasi oleh garis-garis berpola. Ada yang menarik dari tokek ini, yakni memiliki telinga yang mengarah keluar, sehingga terlihat jelas. Namun sayangnya, LG tidak bisa merayap atau berjalan di dinding yang permukaannya halus. Hal ini disebabkan perekat lamela yang berada di kaki LG kurang pekat dibandingkan dengan tokek jenis lainnya. Menurut beberapa hobiis tokek hias, LG mudah dirawat dan dikembangbiakkan. Kelebihannya yang lain adalah tidak berbau, pembawaannya tenang, dan tidak perlu perlakuan khusus dalam perawatannya. Bahkan bisa dibilang, LG tetap hidup walaupun tidak diberi makan berhari-hari, asalkan tidak ada hal-hal yang membuatnya takut atau stres. Karena itu, LG banyak diminati. Di pasaran, harga LG bisa dibilang paling tinggi dibandingkan dengan tokek hias lainnya. Kisarannya dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung umur, bentuk, dan warnanya. Saat ini banyak kalangan, dari mahasiswa hingga pegawai, yang mencoba meraup bisnis dari budi daya LG ini. Menurut mereka, walaupun keuntungan yang diperoleh tidak sebesar tokek rumah, bisnis tokek LG lebih bisa diprediksi dan keuangan bisa diputar lebih cepat. B. Tokek Rumah Tokek rumah merupakan jenis tokek yang biasa hidup di pohon-pohon atau di dalam rumah. Karena itu, sering pula disebut tokek pohon. Biasanya, tokek jenis ini senang berada di daerah lembap yang lingkungannya masih asri dengan pepohonan. Jika tinggal di perdesaan, mungkin kita masih sering mendengar suara tokek atau melihat tokek secara langsung. Namun, orang yang tinggal di perkotaan agak sulit melihat tokek atau minimal mendengar suaranya. Jenis tokek inilah yang dipercaya mampu menyembuhkan berbagai penyakit, sehingga kini keberadaannya banyak dicari.

Tokek rumah umumnya memiliki warna yang bervariasi. Namun, idealnya tokek rumah berwarna biru dengan bintik-bintik berwarna merah. Tokek rumah menyukai berbagai serangga, tikus, cecak, hingga burung kecil sebagai pakannya. Seperti kebanyakan tokek lainnya, tokek rumah juga aktif berburu pada malam hari. Bahkan, tidak jarang tokek mengejar mangsanya hingga ke tanah. Sementara pada siang hari, ketika cuaca sedang terik, tokek bersembunyi di lubang-lubang batu, lubang kayu, atau di sela atap rumah. * Artikel ini dikutip dari buku “Dahsyatnya Bisnis Tokek” terbitan AgroMedia Pustaka, 2010. Buku yang ditulis oleh Ir. Agus Susilo & Purwadaksi Rahmat ini membahas mengenai mekanisme bisnis tokek, cara-cara berburu tokek, hingga cara memelihara, membudidayakan, dan membesarkan tokek.

Boomingnya Tokek membuat harga semakin melangit mungkin dari beberapa teman ingin mencoba membesarkan tokek, ada beberapa tips cara mudah membesarkannya Sifat Tokek 1 Tokek Merupakan Binatang yang tahan lapar, serta tahan cuaca. Jadi kalo tokek gak diberi makan selama 1 minggu ato 2 minggu, itu gak masalah. Atopun dicuaca panas ato dingin itu juga gak masalah. 2. Tokek Merupakan hewan kanibal Jadi jika dia kumpul jadi 1 kandang, dan merasa lapar,dia bersifat kanibal. Dia mempunyai pedoman siapa yang kuat dia yang menang, jadi ada hukum rimba di sini. Jadi saran saya 1 kandang 1 tokek. Supaya tidak ada persaingan makanan. 3. Tokek Gampang Stress Dan Karena tokek yang gampang stres, maka sekali diletakan dikandang, jangan dipindah pindah lagi baik tokek maupun kandangnya. Tujuannya supaya tokek tidak stres, akibatnya dia akan gak doyan makan. Sebenarya tokek mati, rata rata mengalami stres. Soalnya ketika saya pertama kali banyak yang mati. 4. Peletakan kandang di tempat yang sesuai. Tempatnya usahakan di luar, kalo bisa dibawah pohon. Tujuanya supaya tetap merasa di alam. 5. Adaptasi tokek dari ditangkap dan masuk kandang. Biasanya tokek tidak mau makan selama 2 minggu ato bahkan lebih. Tapi jika kandang dibuat dari kayu, adaptasi akan menjadi lebih cepat. Jadi saya sarankan buat kandang dari kayu. 6. Tujuan memisahkan per kandang. Yaitu supaya tokek tidak bertelur ato berkembang biak. Karena tujuan utama saya yaitu membesarkan bukan membudidayakan. 7. Untuk ukuran kandang bebas. Syaratnya harus dari kayu, dan agak gelap. Madsutnya gelap semua tertutup kecuali pintu mengunakan kawat streamin. Dan usahakan max 2 ekor tokek dalam 1 kandang. Kalo ditempat saya menggunakan bekas lemari baju dari kayu, saya modif dengan pintu menggunakan kawat streamin.

8. Untuk makanan. Serangga adalah makanan tokek. Ini akan merangsang tokek menjadi lebih besar. Dalam hal ini bisa menggunakan jangkrik/Kroto sebagai makanan tokek.Untuk peningkatan beberapa ons itu tergantung banyak faktor, usahakan jangan sampai tokek merasa stress itu aja. buat kandang senyaman mungkin. 9. Cara memegang. Tokek memang agak menakutkan. biasanya memegang posisi dari belakang, dan sasaran kepalanya, jangan ekornya, karena dia akan melepaskan ekornya kalo dipegang, kayak cicak. caranya kalo kegigit, siram mulutnya dengan air hangat ato, alihkan gigitanya dengan benda agak lunak misal kain.

Seekor Tokek Laku Miliaran Rupiah Kamis, 5 Maret 2009 | 10:07 WIB
AA

A

dok tokek – BEBERAPA bulan terakhir, santer beredar kabar bisnis tokek sedang booming. Konon, harga tokek ukuran satu kilogram bisa mencapai miliaran rupiah. Lantaran untungnya memang besar, banyak orang menjajal bisnis ini. Tapi jangan keburu tergiur dulu, bisnis ini masih serba gelap. Memang hampir tak bisa dipercaya. Tapi, simaklah penuturan Sudarmono. Sejak dua bulan lalu, ia terjun ke bisnis ini. Caranya, dengan menjadi perantara jual beli tokek. Ia yakin, peminat binatang ini menghargai seekor tokek dengan harga cukup fantastis. Tak perlu sampai satu kilo, tokek berbobot tiga sampai empat ons saja laku dijual dengan harga Rp 100 juta sampai Rp 150 juta. "Hanya tokek berbobot minimal tiga ons dihargai mahal, sedangkan yang bobotnya kurang sedikit saja, harganya anjlok," kata Sudarmono. Dalam kurun waktu yang belum lama menjajal bisnis ini, Sudarmono mengaku sudah berhasil memerantarai jual beli tokek seharga Rp 30 juta. Upah sebagai mediator 25 persen dari nilai transaksi. Sudarmono mengaku menyesal hanya menjual dengan harga sebesar itu. Pasalnya, ia masih belum terlalu banyak tahu soal pasar tokek. "Mestinya, dulu saya bisa jual antara Rp 100 juta sampai Rp 150 juta. Waktu itu, saya memang belum pengalaman," katanya, bernada menyesal. Menurut Sudarmono, tokek banyak diburu karena faktor hobi atau sebagai obat asma dan penyakit kulit. "Saya dengar, tokek banyak dipesan oleh orang Jepang dan Taiwan sebagai media penelitian obat AIDS," kata bapak dua anak ini. Mahdi, pemain lain di bisnis ini mengakui, bisnis tokek sedang booming beberapa bulan terakhir. Sejak terjun ke bisnis ini awal tahun, ia sudah dua kali menjual tokek berberat sekitar tiga ons. la melego masing-masing Rp 5 juta per ekor. Pembelinya dari Jakarta. la mendapatkan tokek dari Karawang, Jawa Barat.

Mahdi mengaku mengambil untung gede dari bisnis ini. Saat membeli dari penjual di Karawang, ia tak mematok harga. "la minta Rp 300.000, ya, saya kasih," aku pria yang berdomisili Bekasi ini, terkekeh. Tapi, bagi Anda yang akan mencoba peruntungan di bisnis ini, harap hati-hati. Mahdi, misalnya, tak yakin harga tokek sampal miliaran rupiah seperti di Man internet. Aslinya cuma puluhan juta rupiah. "Kalau tokek setengah kg, paling mahal Rp 20 juta," katanya. Mahdi sebetulnya tak terlalu percaya bahwa permintaan tokek sangat tinggi. la malah yakin, hal itu coma gorengan sejumlah pihak. la melihat, bisnis tokek baru marak belum ada setahun ini. la yakin, bisnis ini tak akan bertahan lama. "Tak akan bertahan sampai tahun depan," tandasnya. Kata Mahdi, bisnis tokek masih serba gelap. Tak jelas pasarnya, juga tak terang standar harganya. "Meski begitu, saya tertantang terjun ke bisnis ini," katanya. Kadang, yang menantang memang berisiko. (kcm/kontan)

Daftar Harga Tokek

Berikut Daftar Harga Tokek yang dibeli oleh Pasartokek.com
Berat 5,2 ons, panjang min 57,2 cm, harga 3 milyard Berat 4,2 ons, panjang min 46,2 cm, harga 2 milyard Berat 3,8 ons, panjang min 41,8 cm, harga 750 juta Berat 3,6 ons, panjang min 39,6 cm, harga 250 juta Berat 3,3 ons, panjang min 36,3 cm, harga 50 juta

Berat 3.0 ons, panjang min 35 cm, harga 20 juta Berat 2,5 on, panjang min 34 cm, harga 5 juta

Berat 2,0 ons, panjang min 33 cm, harga 1 juta Berat 1,5 ons, panjang min 32 cm, harga 250 rb.

NB. Harga tidak mengikat dan hanya sebagai acuan perkiraan.

Cara Bertransaksi : - Kirim Foto terlebih dahulu dan bisa di MMS ke HP. 081326175757 atau email pasartokek2010@yahoo.co.id atau bawa sample beberapa ekor saja langsung ke kantor - Transaksi bisa dilakukan sesuai kesepakatan bersama.

Tokek adalah Reptil yang saat ini sangat diburu oleh banyak orang namun belum semua orang sepenuhnya mengetahui asal dan jenis tokek tersebut. Tokek adalah nama umum untuk menyebut cecak besar. Ada beberapa jenis tokek, namun istilah tokek biasanya merujuk kepada jenis tokek rumah berikut. Tokek rumah adalah sejenis reptil yang masuk ke dalam golongan cecak besar, suku Gekkonidae. Tokek rumah memiliki nama ilmiah Gekko gecko (Linnaeus, 1758). Dalam bahasa lain hewan ini disebut sebagai téko atau tekék (bahasa Jawa), tokék (bahasa Sunda), dan tokay gecko atau tucktoo (bahasa Inggris). Dengan klasifikasinya : Kerajaan Animalia, Filum Chordata, Kelas Reptilia, Ordo Squamata, Upaordo Sauria, Famili Gekkonidae, Genus Gekko, Spesies G. Gecko. Cecak yang berukuran besar, berkepala besar. Panjang total mencapai 340 mm, hampir setengahnya adalah ekornya. Dorsal (sisi punggung) kasar, dengan banyak bintil besar-besar. Abu-abu kebiruan sampai kecoklatan, dengan bintik-bintik berwarna merah bata sampai jingga. Ventral (perut, sisi bawah tubuh) abu-abu biru keputihan atau kekuningan. Ekor membulat, dengan enam baris bintil; berbelang-belang. Jari-jari kaki depan dan belakang dilengkapi dengan bantalan pengisap yang disebut scansor, yang terletak di sisi bawah jari. Gunanya untuk melekat pada permukaan yang licin. Maka, dari sisi atas jari-jari tokek nampak melebar. Tokek di Indonesia dan Asia ini disebut juga dengan nama giant gecko artinya tokek besar atau tokek raksasa.

B. Kehidupan Tokek Tokek yang kerap ditemui di pohon-pohon di pekarangan dan di rumah-rumah, terutama di pedesaan dan tepi hutan. Suara teritorialnya yang keras dan khas, tokkee, menjadi dasar penyebutan namanya dalam berbagai bahasa. Tokek rumah memangsa aneka serangga, cecak lainnya yang lebih kecil, tikus kecil dan mungkin juga burung kecil. Seperti bangsa cecak lainnya, tokek aktif berburu terutama di malam hari. Terkadang tokek turun pula ke tanah untuk mengejar mangsanya. Di siang hari, tokek bersembunyi di lubang-lubang

kayu, lubang batu, atau di sela atap rumah. Tokek melekatkan telurnya, yang biasanya berjumlah sepasang dan saling berlekatan, di celah-celah lubang pohon; retakan batu; atau jika di rumah, di belakang almari atau di bawah atap. Tempat bertelur ini kerap pula digunakan oleh beberapa tokek secara bersama. Telur menetas dalam dua bulan. Hewan ini tersebar luas mulai dari India timur, Nepal, Bangladesh, lewat Myanmar, Tiongkok selatan dan timur, Thailand, Semenanjung Malaya dan pulau-pulau di sekitarnya, Sumatra, Jawa, Borneo, Sulawesi, Lombok, Flores, Timor, Aru dan Kepulauan Filipina (Manthey & Grossmann, 1997: 232). C. Anatomi Tokek Tokek memiliki mulut lebar, mata bulat besar dan menonjol, kepala datar, berwarna abu-abu, bintik merak, dan bercak kuning. Kebanyakan kaki lengket tokek memiliki bantalan, terdiri dari mikroskopis Velcro-seperti bulu bengkok (disebut setae) di bawah kaki bulunya memungkinkan mereka untuk memanjat dengan baik, bahkan pada permukaan yang halus atau terbalik. Desert tokek memiliki kaki yang berumbai membiarkan mereka berjalan di pasir sangat mudah. Flying tokek (genus Ptychozoon) memiliki kelepak lebar memanjang dari kulit perut dan memiliki jari-jari kaki berselaput, kaki, dan ekor yang membantu mereka meluncur dengan anggun melalui udara. Ekor juga merupakan penyeimbang ketika tokek jatuh. Pada ekornya pula terdapat persediaan makanan sehingga tokek mampu bertahan tidak makan sampai beberapa minggu. Tokek tidak memiliki kelopak mata jadi tokek tidak bisa memejamkan mata. Pada siang hari mata tokek hanya berupa garis vertikan dan pada waktu malam bulat penuh warna hitam. Makanan : Gecko adalah karnivora (pemakan daging). Kebanyakan mereka makan serangga (seperti jangkrik, springtails, dan kecoak) dan mealworm, tetapi mereka juga makan anak-anak burung, telur, dan mamalia kecil, berburu mangsanya di malam hari. Pemangsa :Ular adalah pemangsa tokek yang utama. Ketika seekor tokek ditangkap, ia akan berusaha melepaskan ekornya agar dapat kabut dari tangkapan sang ular. Habitat: tokek hidup di berbagai habitat hangat, termasuk hutan hujan, padang pasir, padang rumput, dan rawa-rawa. Mereka sekarang ditemukan di seluruh dunia sebagai hewan peliharaan (khususnya Tokay gecko).

Reproduksi: geckos menetas dari telur. Wanita biasanya berbaring 2 putih telur lengket. Telur lunak pada awalnya, tapi mengeras dengan cepat. Tidak ada orangtua yang peduli. Geckos akan kadang-kadang makan telur mereka sendir

Klasifikasi: Kelas Reptilia (reptil), Order Squamata (kadal dan ular), Subordo Lacertilia (kadal), Family Gekkonidae (tokek), sekitar 400 spesies. Tokek masuk kedalam ras kadal, dan kadal adalah hewan vertebrata yang mirip dengan manusia memiliki tulang punggung, tengkorak dan tulang rusuk. Dari 3.000 spesies yang berbeda ditambah kadal yang telah menemukan ada banyak perbedaan dalam bentuk, ukuran dan gaya hidup kadal ini. Namun ada beberapa karakteristik umum yang mengikat mereka bersamasama. Fitur eksternal mereka, mereka semua memiliki kulit, lidah, telinga, mata, kaki dan ekor. Kulit bertindak sebagai lapisan pelindung yang mencegah tokek dari dehidrasi. Pembentukan skala bervariasi dari spesies ke spesies, dalam beberapa hal itu memungkinkan tokek berubah warna untuk beradaptasi ke lingkungan. Lidah mereka yang pendek dan gemuk, meskipun bunglon dan beberapa orang lainnya memiliki lidah yang lebih panjang. Lidah bekerja sama dengan organ Jacobson dan analisis dan selera apa pun yang datang dalam kontak dengan itu. Kebanyakan tokek memiliki telinga eksternal terlihat lubang atau membuka, terkadang sudah tertutup oleh sebuah genderang (gendang telinga). Ada juga adaptasi khusus antar spesies seperti gecko, yang memiliki mata besar untuk membantu penglihatan pada malam hari mereka, dan bunglon yang memiliki mata bergerak secara independen. Tangan dan kaki adalah organ khusus dan jari-jari dan jari-jari kaki diadaptasikan sesuai dengan spesies dan gaya hidup. Tokek memiliki perekat bantalan di ujung angka mereka yang memungkinkan mereka untuk memanjat banyak permukaan seperti pohon-pohon, dinding dan langit-langit. Ekor juga digunakan berbeda tergantung pada spesies, dapat digunakan untuk berkelahi, tamak, menyeimbangkan dan penyimpanan lemak untuk beberapa nama. Ekor dapat dipatahkan sebagai sarana untuk mempertahankan dari

pemangsa, ini adalah alasan bagus mengapa anda tidak boleh mengambil tokek Anda dari ekor itu karena bisa lepas tokek dan anda hanya mendapatkan ekornya saja. Tokek juga dilengkapi dengan organ-organ yang sangat mirip dengan mamalia. Mereka mempunyai rumah-rumah yang mereka tengkorak otak, paru-paru untuk menghirup udara yang sama seperti yang kami lakukan, sebuah hati untuk membuang racun dan kanal untuk proses pencernaan makanannya.

D. Mitos Tokek Masih banyak masyarakat yang mempercayai mitos tentang tokek, sehingga inilah salah satunya mengapa tokek diburu dan dihargai mahal. Beberapa contoh mitos yang masih dipercaya oleh masyarakat di Indonesia bahkan sampai masyarakat dunia. Misalnya di Jepang masih ada yang percaya bahwa tokek masih merupakan keturunan naga. Mitos yang sering masih terdengar misalnya, tokek bisa mendatangkan keburuntungan bila dipelihara di rumah atau toko. Dengan kata lain tokek dipercaya sebagai hewan pembawa keberuntungan. Dan lawan dari tokek misal burung gagak, siapa yang suka burung gagak, karena burung ini mengeluarkan suara yang menandakan datangnya malapetaka. Sedangkan tokek adalah hewan pembawa keberuntungan, adapun ciri-ciri yang dipercayai oleh masyarakat yaitu tokek yang berbunyi ganjil, tokek yang memiliki buntut bercabang dua dan menghadap ke langit, dll. Saat ini tokek dipercaya dapat meyembuhkan aids. Sebagian orang percaya empedu dan air liur atau lidah bahkan darahnya dapat meningkatkan imunitas tubuh sehingga dapat mengobati pernyakit AIDS, walaupun sampai saat ini belum ada instansi manapun yang mengeluarkan statment bahwa tokek dapat menyembuhkan AIDS. setidaknya ada beberapa orang yang tiba2 menjadi milyuner akibat menjual tokek dengan harga miliaran. Tokek dengan berat diatas 3 ons keatas dipercaya telah memiliki khodam (penunggu), sehingga tokek akan terlihat sangat besar dan berbanding terbalik dengan berat aslinya. sehingga tokek yang terlihat besar akan ringan ketika ditimbang karena khodamnya pergi saat ditimbang. Masih banyak lagi mitos di masyarakat dan tokek memang punya banyak misteri yang belum

terpecahkan dan belakangan ini mulai diteliti dan banyak diburu.

Pemanfaatan Tokek Tokek awalnya hanya diburu untuk dikeringkan atau hanya sekedar untuk obat asma atau obat kulit. Tokek yang diburu tidak perlu besar, tidak penting soal panjangnya, tidak penting berat per ekornya, pokoknya tokek, dari tokek kecil sampai besar laku semua. Pengepul setiap hari menerima dengan senang hati dan tinggal dihitung dan langsung dihargai dan uang diberikan kepada si penangkap tokek. Saat ini tokek dengan ukuran kecil itu masih berlangsung transaksinya dan tidak begitu terpengaruh oleh mahalnya harga tokek yang mencapai ratusan juta bahkan miliaran. Memang bagi penduduk di desa yang biasa mereka mata pencahariannya menangkap tokek, mereka tidak begitu mengerti persoalan tokek menjadi mahal.Tidak salah memang dan tidak salah juga yang saat ini berburu tokek besar agar bisa laku mahal. Banyak alasan kenapa tokek bisa laku mahal dan itu bisa diterima dengan akal sehat. Ada 3 penyebab tokek bisa laku mahal :

A. Tokek Gaib (ghoib) Tokek yang ada isinya atau ada penunggunya, sehingga tokek dihargai mahal dari puluhan hingga ratusan juta. Terjadinya tokek dengan cara pengambilan harus memakai mahar ini tentu berada di sendang atau kuburan atau pohon tua sehingga keberadaan tokek besar ini tidak bisa ditangkap oleh orang biasa melainkan melalui orang pintar dengan segala ritualnya. Berharga mahal karena bisa digunakan untuk tujuan-tujuan ritual lainnya seperti pesugihan, pelarisan dan banyak maksud lainnya. Tokek ini sampai sekarang masih diburu walau terkadang permintaan maharnya sampai nyawa manusia.

B. Tokek Untuk Pengobatan

Tak ada artinya uang bila hidup digerogoti penyakit dan tak akan sayang uang dipakai untuk membeli obat asal penyakit bisa sembuh. Buat apa uang berlebihan tetapi untuk bernafas saja susah. Tidak masalah walau seekor tokek dibeli 100 juta asal bisa membuat hidup lebih sehat dan bisa menikmati masakan apapun dan tidak larangan untuk memakan buah atau ikan tertentu.Banyak orang sakit yang membeli satu kapsul saja bisa berharga 5 juta padahal kita tidak tahu isi kapsul itu. Bisa jadi itu adalah serbuk dari akar pohon atau bahan kimia atau ektrak dari empedu tokek atau cuman dari kulit tokek. Dari penelitian di China dan beberap negara lain, tokek ada satu diantara beberapa reptil yang dipercaya dan sudah diuji cobakan bisa mengobati atau minimal menghambat perkembangan tumor di tubuh manusia. Pengobatan Tradisional di luar negeri lebih dipercaya, sedangkan di Indonesia lebih percaya kepada ilmu kedokteran. Memang tidak salah, namun yang disayangkan bahwa dari jaman awalnya dunia manusia maka pengobatan tradisional tentu yang paling pertama dan paling tua dan dijamin aman dan tanpa efek serta pemberian Tuhan yang gratis dan luar biasa. Pengobatan tradisional memang tidaklah selalu bisa dimengerti oleh laboratorium kedokteran karena tidak semua alat laboratorium bisa mengerti kandungan dan akibat interaksi sebuah persenyawaan pengobatan dari serbuk tokek dengan tubuh manusia dan efek kepada tumor didalam tubuh pasien. Perendaman tokek dengan arak dan dibuat untuk mengobati pasien yang kena stroke, amatlah kadang tidak dimengerti oleh peralatan laboratorium kedokteran, mengapa, karena reptil adalah obat dari sang Maha Kuasa dan mungkin hanya perlu dipercaya saja. Dari awalnya tokek termasuk salah satu reptil yang ditangkap dengan maksud untuk dijadikan obat oleh para penduduk, hal ini dilakukan bila ternyata setelah menggunakan kadal untuk menyembuhkan sakit gatal-gatal atau kudis atau penyakit kulit belum juga sembuh. Tokek dicari dan ditangkap lalu disembelih dan dibersihkan isi perutnya lalu

dibakar dengan kayu setelah kering langsung disantap seperti makan ikan bakar. Perkembangan selanjutnya ternyata hal ini juga bermanfaat bagi banyak orang didunia sehingga permintaan tokek dari Indonesia sangat banyak. Dengan sendirinya tentu dimanfaatkan oleh para pencari katak untuk juga mencari atau memburu tokek dan disetrkan kepada penampung tokek yang sekarang sudah tersebar di banyak kota, misal purworejo yang per hari bisa menampung sampai 1500 ekor. Ada banyak manfaat tokek yang mulai terkuak dan memberi dampak sangat menghebohkan bagi banyak orang di dunia. Mulai dari yang cuma dibakar sampai direndam dan yang cukup menggemparkan karena bisa bermnafaat untuk AIDs dan lebih heboh lagi karena bisa untuk antibody dari senjata biologi sehingga kalau dulu manusia takut dikejar tokek namun hari-hari ini tokek takut dikejar-kejar manusia dari semua lapisan bahkan dari rakyat biasa sampai profesor dari china. Tokek sekarang bukan sekedar diburu untuk obat kulit tapi banyak diburu untuk penelitian, khususnya pada tokek besar yang tentunya mempunyai kandungan enzym yang menakjubkan terlebih dipercaya merupakan kelompok binatang yang sangat dimistiskan seperti naga yang mana tokek termasuk didalamnya karena bermulut besar dan suara melengking. Pemanfaatannya tokek memang sangat banyak sekali bahkan diantaranya seperti diuraikan dibawah ini :

a. Dikeringkan Manfaat dari daging tokek sangat besar untuk penyembuhan penyakit kulit yang sangat parah sekalipun. Dari kudis, kurap, panu, bisul, gatal-gatal dan segala macam alergi. Bahkan bukan saja bisa menyembuhkan penyakit kulit tapi juga bisa membuat kulit menjadi lebih halus dan tentu saja sangat bermanfaat bagi kaum wanita yang menginginkan kulitnya selalu halus dan menjadi kebanggaan tersendiri. Untuk itulah dunia kosmetik juga memanfaatkan tokek untuk campuran bahan kecantikan khususnya pada perawatan kulit kasar dan alergi. Permintaan dari luar negeri memang sangat banyak dan cukup menjanjikan.

b. Direndam Pemanfaatan ekstrak dari tubuh tokek sangat dipercaya bisa menyembuhkan banyak penyakit. Penggunaannya bisa dipakai obat gosok untuk yang mengalami sakit mati rasa. Bisa juga diminum dengan campuran bahan herbal lainnya. Perendaman dipercaya lebih mempunyai khasiat lebih oleh kalangan TCM, karena dari perendaman akan mengeluarkan sari dari tubuh tokek dan ini sangat besar keampuhannya.

C. Serbuk

Serbuk atau kapsul tokek sudah banyak dijual dengan kemanfaatannya untuk obat yang beraneka macam khasiatnya. Dengan kapsul atau berupa serbuk lebih mudah untuk mengkonsumsinya.

d. Disantap Langsung Ada yang meyakini menyantap empedu tokek atau menyantap lidah tokek bisa menyembuhkan penyakit. Biasanya dilakukan oleh mereka yang sudah berobat ke dokter tidak sembuh, lalu melakukan pengobatan alternatip tidak juga sembuh maka dicobalah memakan empedu atau lidah tokek yang masih segar. Selain itu juga dipercaya darah tokek bisa menyembuhkan juga beberapa penyakit yang tidak bisa disembuhkan obat-obatan. C. Untuk Perang Dunia Ke 3 Hari-hari menjelang Perang Dunia ke 3 menjadikan setiap negara sibuk menyiapkan rakyatnya dari bencana perang berupa senjata nuklir, senjata kimia dan yang paling menakutkan adalah senjata Biologi. Senjata Biologi pasti yang pertama digunakan karena akan membuat hanya manusia saja yang mati dan ini memang tujuan setiap negara yang

menginginkan menguasai dunia ini dan menginginkan negara lain mati penduduknya. Dengan demikian kekayaan alam, sumber makanan dan gedung-gedung tidak perlu rusak. Ini adalah hari yang paling menegangkan karena spionase banyak bergentayangan dan mencari antibodi atau vaksinasi buat manusia sehingga manusia yang sudah diberi vaksinasi itu tidak akan mati terkena senjata biologi. Andai kata didalam empedu atau lidah tokek terdapat enzym yang bisa membuat manusia tahan terhadap senjata biologi semacam antrax, aids, flu burung dll. bukankah tokek tersebut pasti diburu dan berapapun harganya pasti dibeli. Kadang memang susah dipercaya dan memang kadang hal yang sepele membuat manusia tidak mau mendengarkan dan tidak menghiraukan. Sedemikian juga dengan salah satu dari 2 binatang yang saat ini diburu karena mengandung enzym yang bisa dibuat serbuk dan dipakai bagi penduduk atau rakyatnya nanti saat sebelum perang dunia ke 3 sehingga ketika terjadi perang dunia maka rakyatnya akan selamat dan tidak mati karena senjata biologi. Banyak negara sudah mempersiapkan perlindungan bawah tanah, diluar angkasa dan saat ini sedang dipikirkan kemungkinan terjadinya perang tak terduga dengan serangan senjata biologi maka haruslah segera ada vaksinasi dari senjata bilogi itu, yang salah satunya ada di tokek ini. Tokek memang sedang naik daun, masyarakat bukan saja memperbincangkan namun juga memburunya sampai kehutan dan berbagai tempat. Ada yang hanya iseng, ada juga yang ingin mendapat uang banyak dan banyak juga yang menggeluti secara serius. Pada masa lampau tokek memang laku namun hanya sekedar untuk dikering dan dibuat obat kulit dan juga diekspor. Namun beberapa tahun ini tokek bukan saja diburu oleh orang Indonesia tapi juga oleh orang dari malaysia, dll. Apa yang yang sebenarnya terkandung didalam tokek, sehingga begitu mahalnya harga seekor tokek yang mencapai milyaran rupiah namun harus memiliki berat tertentu. Memang patut dipercaya tokek atau binatang apapun bila memiliki kelebihan yang bisa berguna untuk kepentingan yang lebih tinggi pasti laku mahal. Apa yang dimaksud dengan kelebihan tertentu, misal bisa menjadi antibody terhadap berbagai penyakit.

Bila seekor binatang atau tumbuhan atau sebuah penemuan ramuan yang nantinya bisa membuat seseorang kebal terhadap berbagai penyakit maka dapat dipastikan berharga mahal sekali. Perang Dunia Ke 3 merupakan perang yang lebih modern, dengan persenjataan yang tidak saja canggih namun juga sulit diduga misal senjata nuklir, senjata kimia dan yang paling canggih adalah senjata biology. Senjata biology adalah kumpulan berbagai penyakit yang dikembangkan dan disatukan untuk dipakai menyerang manusia agar mati secara tidak mencurigakan karena dikira hanya wabah penyakit saja, misal flu burung, antrax dll. Boleh jadi sepertinya dunia tenang saja tetapi ada persiapanpersiapan yang sedang dilakukan baik itu berupa peralatan untuk menyerang dan terlebih persiapan peralatan untuk mencegah terjadi kehancuran atau kematian pada rakyatnya. Ada dana dan anggaran yang cukup besar dipersiapkan oleh negara yang mengerti tentang apa yang segera terjadi bila senjata biologi disebarkan.

A. Antibody Mengapa tokek bisa laku mahal dan bernilai milyaran, salah satunya karena bisa saja tokek merupakan salah satu reptil yang memiliki enzym antibody atau enzym yang bisa membuat manusia kebal terhadap serangan berbagai penyakit, misal aids, flu burung, flu babi dsbnya. Apa masalahnya kalau hanya bisa antibody atau kebal terhadap penyakit lalu tokek bisa mahal ?. Masalahnya terletak pada kepentingan perang dunia ke 3, coba bayangkan tentang ramainya dan terjadinya penyerangan terhadap Irak dan Saddam Husein yang negaranya digempur oleh pasukan Amerika dan sekutunya dan tragisnya Saddam dihukum mati digantung dengan tuduhan salah satunya membuat senjata Biology yaitu senjata pemusnah berupa berbagai macam penyakit mematikan, diantaranya antrax. Ada dua kemungkinan senjata biology pemusnah massal itu sudah dibuat oleh Saddam namun bisa juga tidak dibuat. Bila berandai-andai saja walau sudah dikatakan tidak ditemukan senjata pemusnah jenis biology itu, namun bisa jadi walau adapun akkan tetap dibilang tidak ada dengan tujuan bisa dipakai sendiri. Bisa jadi senjata itu sudah dibuat dan sudah ditemukan dan siap dipakai untuk perang dunia, namun belum dipakai karena menunggu antibody atau penangkalnya belum ada atau belum ditemukan. Andai saja benar didalam empedu tokek ada enzym tokek yang bisa membuat kebal dari serangan senjata biology yang salah satunya ditemukan atau dibuat oleh Saddam, hm bukan tidak mungkin memang harga reptil tokek ini bisa selangit. Tak perlu percaya, tapi bisa juga ini jadi kenyataan. Lihat penelitian di China yang membuat serbuk dari enzym tokek dan dilakukan percobaan pada tikus, dan dari hasil didapatkan bahwa tikus yang mendapat atau menghirus serbuk tokek tidak mati walau diberi berbagai macam penyakit, dan tikus yang tidak diberi antibody langsung mati kena senjata biology berupa penyakit. Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Prof Wang dari Universitas Henan Cina dapat menjawab atas pertanyaan tersebut, dan temuan mereka telah dipublikasikan dalam World Journal of Gastroenterology. Mereka mengkaji mengenai studi farmakologi atas Tokek dan kejelasan mekanisme antitumornya. Ternyata Tokek memiliki dampak positif pada tumor ganas demikian dalam laporan klinis. Prof. Wang dkk, telah meneliti efek anti-tumor

Tokek di terhadap tumor esofagus, menggunakan sel karsinoma manusia dan xenografted Kaposi 180 di tikus strain Kunming serta mekanisme antitumornya. Metode yang digunakan adalah metoda serum farmakologis secara in vitro. Tingkat pertumbuhan sel karsinoma esofagus manusia (EC9706 atau EC1) diukur dengan memodifikasinya menjadi 3 - (4,5-Dimethylthiazol-2-il) -2,5-diphenyltetrazolium bromide (MTT). Kemudian tumor ditransplantasikan ke model tikus S180 Kaposi. Lima puluh tikus dibagi secara acak menjadi lima kelompok (n = 10). Tiga kelompok diperlakukan masing-masing dengan Serbuk Tokek secara oral pada dosis 13,5 g/kg, 9 g/kg, dan 4,5 g/kg per hari. Kelompok negatif (NS grup) diperlakukan dengan oral dengan larutan garam dengan volume yang sama dan kelompok positif (grup CTX) diperlakukan dengan 100 mg/kg Cytoxan secara injeksi intraperitoneal pada hari pertama. Setelah 2 minggu perawatan, kegiatan anti-tumor dievaluasi dengan menimbang jaringan tumor. Kemudian pengaruh terhadap organ kekebalan dideteksi menggunakan indeks timus, limpa, indeks kecepatan fagositik. Ekspresi protein faktor pertumbuhan endothelin vaskular (VEGF) dan faktor pertumbuhan fibroblast dasar (bFGF) akan dideteksi secara imunohistokimia. Tingkat sel apoptotik dideteksi dengan metoda Tunel. Hasil yang didapatkan adalah nilai OD dalam setiap kelompok Tokek setelah 72 jam berkurang secara signifikan di EC9706 dan EC1. Berat tumor di setiap kelompok Tokek juga menurun secara signifikan (1,087 + / - 0,249 vs 2,167 + / - 0,592; 1,021 + / - 0,288 vs 2,167 + / - 0,592; 1,234 + / - 0,331 vs 2,167 + / - 0,592; P <> Perang dunia ke 3 diyakini tidak keseluruhan memakai senjata nuklir dan tidak keseluruhannya memakai senjata kimia, mengapa?. karena hal itu akan memicu saling menggempur dan saling mengalami korban. Perang dunia ke 3 setiap negara bukan saja memikirkan bagaimana amannya negara dan penduduknya ketika perang terjadi sehingga sudah ada yang berpikir tentang persembunyian bawah tanah, ada juga yang membuat persembunyian di luar angkasa. Tetapi yang penting lagi adalah bagaimana bisa menyerang negara lain tanpa diketahui sedang menyerang bahkan tidak diketahui bahwa sedang terjadi perang dunia ke 3, karena hanya terjadi manusia berpenyakit dan mati karena senjata biology. Jadi jangan mengira bila terjadi wabah penyakit lalu kita berkata itu biasa dan sudah musimnya penyakit. Tapi bisa jadi itu merupakan awalnya perang dunia ke 3. Waspadalah dan berdoalah agar Tuhan Beserta Kita. Begitu tidak seimbangnya antara jumlah penduduk dunia dengan persediaan makanan, hal ini akan memicu pemikiran bagaimana agar dengan diam-diam

menghabisi sebuah bangsa yang tidak disukai selain bisa memuaskan ketidaksukaannya juga akan membuat dunia tidak kekkurangan bahan makanan. Kebutuhan air di India dan china juga akan memicu terjadinya pembunuhan massal melalui senjata biologi yang tidak akan menimbulkan kecurigaan sedang terjadi perang secara diam-diam. Kalau dahulu kala manusia bersama-sama memusnahkan setiap timbulnya penyakit tapi jaman sekarang justru dipelihara dan dikembangbiakkan untuk membunuh sesamanya. Salah satu binatang yang bisa dipakai vaksinasi adalah tokek, makanya tokek diatas 5 ons diburu karena kandungan enzymnya sudah mengkristal, bukan saja bisa mengobati berbagai penyakit mematikan namun juag bisa antibody.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->