P. 1
PUPUK

PUPUK

|Views: 433|Likes:
Published by Mujiatul Makiyah

More info:

Published by: Mujiatul Makiyah on Jun 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/27/2013

pdf

text

original

MAKALAH MATA KULIAH KAPITA SELEKTA ANORGANIK

“PUPUK POSPHAT, NPK DAN UREA”
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kelompok

Disusun Oleh : Ina Ristian Fahrizal Nor Harits Atika A 4311409048 4311409049 4311409052

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN KIMIA 2012

BAB I PENDAHULUAN A. PUPUK Bagi tanaman, pupuk layaknya seperti makanan pada manusia. Oleh tanaman, pupuk digunakan untuk hidup, tumbuh, dan berkembang. Jika dalam makanan manusia dikenal gizi maka dalam pupuk dikenal dengan nama zat atau unsur hara. Pupuk yang beredar saat ini terdiri dari bermacam-macam jenis, bentuk, warna, dan merek. Secara umum pupuk menyediakan unsur hara yang kurang atau bahkan tidak tersedia di tanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Keberhasilan dalam pemupukan ditentukan oleh pupuk, tanah, dan tanaman. Penggunaan dosis yang berlebihan dapat meracuni tanaman, sedang dosis yang kurang tidak akan memberikan efek pertumbuhan tanaman seperti yang diharapkan. Dasar penentuan dosis dapat dilakukan dengan analisis tanah, analisis jaringan tanaman, percobaan pemupukan, dan pengamatan terhadap pertumbuhan. Dosis pemupukan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang dan digunakan sebagai rujukan pemupukan di Indonesia secara umum ditulis dalam formula dasar. Sebagai contoh misalnya dosis pemupukan nitrogen (N/ha), fosfat (P2O5/ha), dan kalium (K2O/ha). Jadi bukan mencantumkan jenis suatu pupuk melainkan unsur haranya. Tanaman yang tidak dipupuk satu kali dapat berakibat penurunan produksi tanaman hingga beberapa tahun. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pemupukan dapat meningkatkan produksi antara 6‐11% (Foot et al, 1987), 0‐35% (Gurmit, 1989), 5‐92% (Dolmat et al,1989). Beragamnya pengaruh pemupukan terhadap produktivitas tanaman tersebut oleh beragamnya jenis tanah, umur tanaman, kondisi iklim dan tingkat pengelolaan kultur teknis yang diterapkan oleh pekebun. Bahan pupuk selain mengandung hara tanaman umumnya mengandung bahan lain, yaitu: 1. Zat pembawa atau karier (carrier). Double superfosfat (DS): zat pembawanya adalah CaSO4 dan hara tanamannya fosfor (P). 2. Senyawa-senyawa lain berupa kotoran (impurities) atau campuran bahan lain dalam jumlah relatif sedikit. Misalnya ZA (zwavelzuure amoniak) sering mengandung kotoran sekitar 3% berupa khlor, asam bebas (H2SO4) dan sebagainya.

3.

Bahan mantel (coated) ialah bahan yang melapisi pupuk dengan maksud agar pupuk mempunyai nilai lebih baik misalnya kelarutannya berkurang, nilai higroskopisnya menjadi lebih rendah dan mungkin agar lebih menarik. Bahan yang digunakan untuk selaput berupa aspal, lilin, malam, wax dan sebagainya. Pupuk yang bermantel harganya lebih mahal dibandingkan tanpa mantel.

4.

Filler (pengisi). Pupuk majemuk atau pupuk campur yang kadarnya tinggi sering diberi filler agar ratio fertilizer nya dapat tepat sesuai dengan yang diinginkan, juga dengan maksud agar mudah disebar lebih merata Pupuk anorganik adalah pupuk yang dibuat oleh pabrik-pabrik pupuk dengan

meramu bahan-bahan kimia anorganik berkadar hara tinggi. Misalnya urea berkadar N 45-46% (setiap 100 kg urea terdapat 45-46 kg hara nitrogen). Pupuk anorganik atau pupuk buatan dapat dibedakan menjadi pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pupuk tunggal adalah pupuk yang hanya mengandung satu unsur hara misalnya pupuk N, pupuk P, pupuk K dan sebagainya. Pupuk majemuk adalah pupuk yang mengandung lebih dari satu unsur hara misalnya N + P, P + K, N + K, N + P + K dan sebagainya. Ada beberapa keuntungan dari pupuk anorganik, yaitu (1) Pemberiannya dapat terukur dengan tepat, (2) Kebutuhan tanaman akan hara dapat dipenuhi dengan perbandingan yang tepat, (3) Pupuk anorganik tersedia dalam jumlah cukup, dan (4) Pupuk anorganik mudah diangkut karena jumlahnya relatif sedikit dibandingkan dengan pupuk organik. Pupuk anorganik mempunyai kelemahan, yaitu selain hanya mempunyai unsur makro, pupuk anorganik ini sangat sedikit ataupun hampir tidak mengandung unsur hara mikro.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA B. JENIS PUPUK 1. Pupuk Tunggal Sintetis Seperti namanya pupuk kimia adalah pupuk yang dibuat secara kimia atau juga sering disebut dengan pupuk buatan. Pupuk kimia bisa dibedakan menjadi pupuk kimia tunggal dan pupuk kimia majemuk. Pupuk kimia tunggal hanya memiliki satu macam hara, sedangkan pupuk kimia majemuk memiliki kandungan hara lengkap. Pupuk kimia yang sering digunakan antara lain Urea dan ZA untuk hara N; pupuk TSP, DSP, dan SP-26 untuk hara P, KCl atau MOP untuk hara K. Kelebihan nya :
  

Mudah didapat dan harga lebih murah Kepastian dosis bisa lebih tepat sesuai rekomendasi yang dibutuhkan Kelarutan dalam tanah sangat cepat dan cepat diserap tanaman.

Kelemahannya

Pupuk secara kelarutan cepat sehingga tingkat lossis ataupun kehilangan pupuk sangat tinggi contohnya tercuci, menguap (urea). Kondisi ini dipengaruhi terhadap applikasi pemberian pupuk (4 T) tepat waktu, tepat cara, tepat dosis dan tepat tempat. Sehingga kehilanggan dapat diperkecil.

Pupuk tunggal juga dapat memperburuk sifat tanah seperti menimbulkan pengerasan ataupun peningkatan atom H dalam tanah (tetapi ini bisa dianulir dengan applikasi lain seperti tanam kacangan ataupun pemakaian organik suplement.

2.

Pupuk Majemuk ( semi sintetis NPK dll) Pupuk majemuk biasanya dibuat dengan mencampurkan pupuk-pupuk tunggal. Komposisi haranya bermacam-macam, tergantung produsen dan komoditasnya. Pada tanaman kelapa sawit, pupuk majemuk umumnya digunakan pada tahapan pembibitan dan tanaman belum menghasilkan. Pupuk majemuk yang digunakan di pembibitan adalah pupuk majemuk NPKMg dengan komposisi 15 15 6 4 dan 12 12 17 2 (Nitrogen N 12%, kandungan fosfor P 12%, kandungan kalium K 17% dan kandungan magnesium Mg 2%. ) Pupuk majemuk biasa digunakan pada tanaman

belum menghasilkan (TBM). Pada usia TBM, sistem pertumbuhannya belum sempurna sehingga akan lebih baik jika diberikan pupuk dengan kandungan nutrisi yang komplit. Pupuk majemuk biasa digunakan pada tanah marginal seperti tanah berpasir karena pupuk majemuk mempunyai kelarutan yang lambat dan tidak menguap oleh panas. Selain itu pupuk majemuk mempunyai efisiensi pemupukan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pupuk tunggal. Pada berbagai jenis tanah efisiensi pupuk majemuk ini tidak jauh berbeda. Kelebihannya :
 Pupuk

slow reliase (tidak secara keseluruhan terurai sebab pupuk komposisi padan

dengan bahan lainnya.
 Tidak merusak tanah

bersinergis.

Kekurangannya
 

Harga pupuk sangat mahal Ketepat dosis tidak bisa tercapai sebab setiap unsur seyawa hara terdapat dalam perbandingan yang berbeda.

Kebutuhan pupuk tidak sama setiap unsurnya.

C. Pupuk Phospat Deposit phospat sebagai batuan phospat secara alami ditemukan dalam batuan sedimen, batuan beku, dan batuan metamorfosa. Penggunaan batuan phospat sebagai pupuk P-alam, terutama untuk penggunaan langsung perlu memperhatikan hal-hal yang mempengaruhi reaktivitasnya, yaitu sifat mineral dan kimia batuan phospat, sifat kelarutannya, dan respon tanaman terhadap pemupukan P-alam yang dinyatakan dengan respon tanaman, yaitu dalam nilai RAE (Relative Agronomic Effectiveness). Unsur P diserap tanaman dalam bentuk ortofosfat primer, H2PO4. menyusul kemudian dalam HPO42-. Species ion yang merajai tergantung dari PH sistem tanahpupuk-tanaman, yang mempunyai ketersediaan tinggi pada pH 5,5-7. kepekatan H2PO4 yang tinggi dalam larutan tanah memungkinkan tanaman mengangkutnya dalam takaran besar karena perakaran tanaman diperkirakan mempunyai 10 kali penyerapan tanaman untuk H2PO4 dibanding untuk HPO42-. Bentuk P yang lain yang dapat diserap tanaman adalah pirofosfat dan metafosfat. Kedua bentuk ini misalnya terdapat dalam bentuk pupuk P dan K metafosfat.

Tanaman juga menyerap P dalam bentuk fosfat organik, yaitu asam nukleat dan phytin. Kedua bentuk senyawa ini terbentuk melalui proses degradasi dan dekomposisi bahan organik yang langsung dapat diserap oleh tanaman Unsur hara phospor (P) mempunyai peranan dalam merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar, membantu asimilasi dan respirasi, mempercepat proses pembungaan dan pembuahan, serta pemasakan biji dan buah. Disamping itu phospor merupakan bahan dasar protein (ATP dan ADP). Gejala-gejala yang tampak pada tanaman yang kekurangan P adalah daun berubah warna menjadi tua dan tampak mengkilat kemerahan: tepi daun, cabang, dan batang berwarna merah ungu lalu berubah menjadi kuning. Ukuran buah atau biji kecil, jelek, dan cepat matang. Pemilihan pupuk P-alam berkualitas baik, yang digunakan secara langsung agar memberi manfaat maksimum, memerlukan pengetahuan tentang sifat-sifat mineral dan kelarutannya. Reaktivitas merupakan faktor utama untuk menilai kemampuan pupuk Palam melepaskan P. Tingkat reaktivitas P-alam dipengaruhi oleh kadar P-total, karbonat bebas dalam pupuk P-alam, jenis pupuk P-alam dan besar butiran. Makin halus ukuran butir-butir pupuk, makin tinggi kelarutan atau reaktivitasnya, dan makin efektif pupuk tersebut.
Tabel 1. Syarat Mutu Pupuk Phospat Alam (SNI No-02-3776-1995)

Uraian Kualitas A Kadar unsur hara phospat (P2O5) a. Total (asam mineral) b. Larut dalam asam sitrat 2% Kadar Ca dan Mg setara CaO Kadar R2O3 (Al2O3 + Fe2O3) Kadar air Kehalusan a. Lolos 80 mesh b. Lolos 25 mesh min 28% min 10% min 40% maks 3% maks 3% min 50% min 80%

Persyaratan Kualitas B min 24% min 8% min 40% maks 3% maks 3% min 50% min 80% Kualitas C min 18% min 6% min 40% maks 3% maks 3% min 50% min 80%

Pembuatan pupuk phospat Pupuk Fosfat Larut dengan Air a. Ordinary Superfosfat (OSP) / Double Superfosfat (DS) à dibuat dengan jalan: Mencampurkan H2SO4 pekat dengan rockfosfat (dengan perbandingan berat yang sama). Reaksi bersifat sangat eksoterm (banyak panas yang dilepaskan) Reaksi : [ Ca3(PO4)2]3.CaF2 + 7H2O → 3Ca(H2PO4)2 + 7CaSO4 + 2HF (OSP) · Gas HF yang beracun biasanya dikumpulkan sebagai produksi sampingan. Jumlah senyawa Ca(H2PO4)2 dalam pupuk OSP : 30% · Dijual dalam bentuk tepung/ butir berwarna kelabu & berbau asam, ± 93% larut dalam air & sisanya larut dalam amonium sitrat netral. Kandungan Ca : 18 – 21%; S : 11 – 12%; mengandung unsur-unsur seperti : Mg, Fe, Al, Cu, Mn, Zn, & CI. Bentuk fosfat yang ada dalam OSP : H2PO4b. TSP/ Ca(H2PO4)2 Pembuatannya dibuat dari apatit dan asam fosfat dengan jalan mencampurkan kedua bahan baku dalam suatu mixer dari baja, kemudian mengeras dan selanjutnya dibentuk menjadi tepung, pelet atau butiran.

Reaksi inti : [ Ca(PO4)2]3. CaF2 + 14H3PO4 + 10H2O → 10Ca(H2PO4)2 H2O + 2HF Dibuat dengan wet-proses phosphoric acid. Persamaan phosphoric acid, dimana rockfhosphate direaksikan dengan H2SO4 [ Ca(PO4)2]3. + 10H2SO4 + 20H2O → 10CaSO4.2H2O + 6H3PO4 + 2HF · Sama baik dengan OSP, hanya kurang lengkap tidak mengandung S yang cukup untuk Mengandung 48% P2O5, sedangkan OSP 16% P2O5 dan kadar Ca 12 – 16% Berwarna kelabu sampai agak putih atau coklat berbau asam. tanaman. Kadar S : 0 – 2% · ·

Pupuk Fosfat Tidak Larut – Air a. Rhenania Fosfat (3CaNaPO4.Ca2SiO4, Ca-Silikofosfat) Cara pembuatannya adalah sebagai berikut: · Campuran rockfosfat dengan Na. Karbonat dan SiO2 (pasir kuarsa), dipanaskan pada

suhu 1200oC.

· · · · ·

Dinginkan dengan air dan giling lalu saring dengan ukuran 180-mesh. Mengandung 12% P. Total & 11.8% p. Larut dalam asam sitrat alkalin. Berbentuk tepung/ butir halus berwarna kelabu. Tidak dapat dipakai dalam pembuatan pupuk N-P-K. Dalam tanah bereaksi basa, karena mengandung Na 12% berpengaruh buruk terhadap struktur tanah.

b. · ·

Thomas Fosfat Dikenal dengan nama Basic slag/ Thomas slag dan Thomas slakken meel. Produk sampingan dalam pembuatan baja dari pig iron yang bahan bakunya adalah biji besi dengan kadar fosfat tinggi.

·

Dibuat melalui pemanasan pada suhu tinggi tanpa memakai larutan asam seperti Rhenania fosfat sehingga disebut pupuk fosfat thermal.

· · · · · c. ·

Kandungan P 7% (15% P2O5) kadar minimal 4.4% P Bentuk tepung, berwarna hitam kekelabuan Bereaksi basa, baik untuk tanah masam, kurang baik untuk tanah berkapur Dapat dipakai sebagai bahan pengapuran dengan nilai netralisasi 60 – 80%. Penggunaan sebaiknya secara broadcast agar mudah larut. Novaphos Rock fosfat yang terdekomposisi sebagian dan dapat terdiri dari berbagai bentuk P, sehingga kelarutannya beragam.

·

40% dari P- aktif dalam pupuk ini merupakan P-larut air, ± 30% P larut asam sitrat & 30% P larut asam keras pekat.

· · · ·

Mengandung 10% P(23% P2O5) total & hanya 7% P yang larut air dan asam sitrat. Diperdagangkan dalam bentuk butir warna kelabu. Komposisi kimia : Ca-monofosfat (40%), apatit, sedikit CaSO4 dan oksida lain. Baik digunakan untuk tanaman semusim maupun tanaman tahunan à memberikan pengaruh yang cepat pada awal pertumbuhan dan pengaruh untuk waktu panjang.

d. Rock Phosphate · Bila pembuatan tanpa melalui dekomposisi kimia dan pemurnian akan memiliki sifat / komposisi sesuai batuan asal. · Warna dapat bervariasi, bisa coklat, kelabu-hitam, biru & putih tergantung dari warna deposit. Warna coklat paling umum. · Dalam pengolahan, setelah dibersihkan dari kotoran (tanah dan pasir), digiling à tepung, dengan kehalusan 100mesh (saringan 0.14 mm) / lebih halus.

·

Kandungan P dalam bentuk pupuk rock phosphat 11 – 17% P (total) dan ketersediaannya : 14 – 65% dari kadar total.

·

Pupuk ini tidak cocok untuk tanaman-tanah yang membutuhkan efek cepat dari pupuk seperti tanaman semusim, tanah alkalin atau berkapur. Cocok untuk tanaman tahunan dan tanah masam.

Berdasarkan kelarutannya pupuk rock phosphate dibedakan menjadi 3 kelompok berdasarkan jumlah komponen P yang aktif (larut) dalam asam formiat: 1. 2. 3. · jumlah komponen aktif banyak (65-80% larut- asam formiat) jumlah komponen aktif sedang (sekitar 60%) jumlah komponen aktif sedikit (40-55%) Efisiensi dari pupuk RP selain ditentukan oleh sifat kelarutan, juga ditentukan oleh pH

tanah, kelembaban, dan suhu yang semuanya akan mempengaruhi aktivitas biotik yang berperan dalam reaksi konservasi P dalam tanah. · Umumnya batuan fosfat dipakai untuk industri pupuk (> 90 %) dan hanya kurang dari

8 % yang dipakai langsung sebagai pupuk (dikenal dengan nama rock fosfat), 2 % dipakai untuk pakan ternak dan unggas. D. Pupuk Urea Pupuk urea adalah pupuk kimia yang mengandung Nitrogen (N) berkadar tinggi. Unsur Nitrogen merupakan zat hara yang sangat diperlukan tanaman. Pupuk Urea berbentuk butir-butir kristal berwarna putih, dengan rumus kimia NH2 CONH2, merupakan pupuk yang mudah larut dalam air dan sifatnya sangat mudah menghisap air (higroskopis), karena itu sebaiknya disimpan di tempat kering dan tertutup rapat. Pupuk urea mengandung unsur hara N sebesar 46% dengan pengertian setiap 100 kg urea mengandung 46 kg Nitrogen. Unsur hara Nitrogen yang dikandung dalam pupuk Urea sangat besar kegunaannya bagi tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan, antara lain: 1. Membuat daun tanaman lebih hijau segar dan banyak mengandung butir hijau daun (chlorophyl) yang mempunyai peranan sangat panting dalam proses fotosintesa 2. Mempercepat pertumbuhan tanaman (tinggi, jumlah anakan, cabang dan lain-lain) 3. Menambah kandungan protein tanaman 4. Dapat dipakai untuk semua jenis tanaman baik tanaman pangan, holtikultura, tanaman perkebunan, usaha peternakan dan usaha perikanan

Gejala kekurangan unsur hara Nitrogen 1. Daun tanaman berwarna pucat kekuning-kunigan 2. Daun tua berwarna kekuning-kuningan dan pada tanaman padi warna ini dimulai dari ujung daun menjalar ke tulang daun 3. Dalam keadaan kekurangan yang parah daun menjadi kering dimulai dari daun bagian bawah terus ke bagian atas 4. Pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil 5. Perkembangan buah tidak sempurna atau tidak baik, sering kali masak sebelum waktunya

B Proses Kimia Pembuatan Amoniak dan Urea Pupuk Urea yang dikenal dengan nama rumus kimianya NH2CONH2 pertama kali dibuat secara sintetis oleh Frederich Wohler tahun 1928 dengan mereaksikan garam cyanat dengan ammonium hydroxide.

Pupuk urea yang dibuat PT Pusri merupakan reaksi antara karbon dioksida (CO2) dan ammonia (NH3). Kedua senyawa ini berasal dari bahan gas bumi, air dan udara. Ketiga bahan baku tersebut meruapakan kekayaan alam yang terdapat di Sumatera Selatan. Pada proses pembuatan amoniak dengan tekanan rendah dalam reaktor (±150 atmosfir) yaitu dengan reaksi reforming merubah CO menjadi CO2, penyerapan CO2 dan metanasi. Reaksi reforming ini dilakukan dalam 2 tingkatan yaitu : Tingkat Pertama : Gas bumi dan uap air direaksikan dengan katalis melalui piap-pipa vertikal dalam dapur reforming pertama dan secara umum reaksi yang terjadi sebagai berikut: Cn H2n + nH2O ---> NCO + (2n+1)H2 panas

CH4 + H2O ---> CO + 3H2 Tingkat Kedua :

-

panas

Udara dialirkan dan bercampur dengan arus gas dari reformer pertama di dalam reformer kedua, hal ini dimaksudkan untuk menyempurnakan reaksi reforming dan untuk memperoleh campuran gas yang mengandung nitrogen (N)2 CH4 + 3O2 ---> 12 N2 2 CO + 4 H2O ---> 12 N2 lalu campuran gas sesudah reforming direaksikan dengan H2O di dalam converter CO untuk mengubah CO menjadi CO2CO + H2O ---> CO2 + H2 CO2 yang terjadi dalam campuran gas diserap dengan K2 CO3K2 CO3 + CO2 + H2O ---> KHCO3 larutan KHCO3 dipanaskan guna mendapatkan CO2 sebagai bahan baku pembuatan urea. Setelah CO2 dipisahkan, maka sisa-sisa CO, CO2 dalam campuran gas harus dihilangkan yaitu dengan cara mengubah zat-zat itu menjadi CH4 kembali CO + 3H2 ---> CH4 + H2O CO2 + 4H2 ---> CH4 + 2H2O Lalu kita mensitesa nitrogen dengan hidrogen dalam suatu campuran ganda pada tekanan 150 atmosfir dan kemudian dialirkan ke dalam converter amoniak. N2 + 3H2 ---> 2NH3 Setelah didapatkan CO2 (gas) dan NH3 (cair), kedua senyawa ini direaksikan dalam reaktor urea dengan tekanan 200-250 atmosfer. 2NH3 + CO2 ---> NH2COONH4 + Q

Amoniak karbon dioksida ammonium karbamat NH2COONH4 ---> NH2 CONH2 + H2O - Q Reaksi ini berlangsung tanpa katalisator dalam waktu ±25 menit. Proses selanjutnya adalah memisahkan urea dari produk lain dengan memanaskan hasil reaksi (urea, biuret, ammonium karbamat, air dan amoniak kelebihan) dengan penurunan tekanan, dan temperatur 120-165 derajat Celsius, sehingga ammonium karbamat akan terurai menjadi NH3 dan CO2, dan kita akan mendapatkan urea berkonsentrasi 70-75%.Untuk mendapatkan konsentrasi urea yang lebih tinggi maka dilakukan pemekatan dengan cara:     Penguapan larutan urea di bawah vacuum (ruang hampa udara, tekanan 0,1 atmosfir mutlak), sehingga larutan menjadi jenuh dan mengkristal. Memisahkan kristal dari cairan induknya dengan centrifuge Penyaringan kristal dengan udara panas Untuk mendapatkan urea dalam bentuk butiran kecil, keras, padat maka kristal urea dipanaskan kembali sampai meleleh dan urea cair lalu disemprotkan melalui nozzlenozzle kecil dari bagian atas menara pembutir (prilling tower). Sementara tetesan urea yang jatuh melalui nozzle tersebut, dihembuskan udara dingin ke atas sehingga tetesan urea akan membeku dan menjadi butir urea yang keras dan padat. E. Pupuk NPK (Nitrogen Phospate Kalium) Pupuk NPK merupakan pupuk majemuk yang mengandung unsur hara utama lebih dari dua jenis. Dengan kandungan unsur hara Nitrogen 15 % dalam bentuk NH3, fosfor 15 % dalam bentuk P2O5, dan kalium 15 % dalam bentuk K2O. Sifat Nitrogen (pembawa nitrogen ) terutama dalam bentuk amoniak akan menambah keasaman tanah yang dapat menunjang pertumbuhan tanaman. Pupuk NPK adalah pupuk buatan yang berbentuk cair atau padat yang mengandung unsur hara utama nitrogen, fosfor, dan kalium. Pupuk NPK merupakan salah satu jenis pupuk majemuk yang paling umum digunakan. Nitrogen ( N ) -Merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan

-Merupakan bagian dari sel ( organ ) tanaman itu sendiri -Berfungsi -Merangsang untuk sintesa asam vegetatif amino ( dan warna protein hijau ) dalam seperti tanaman daun

pertumbuhan

-Tanaman yang kekurangan unsur N gejalanya : pertumbuhan lambat/kerdil, daun hijau kekuningan, daun sempit, pendek dan tegak, daun-daun tua cepat menguning dan mati.

Fosfor ( P ) -Berfungsi untuk pengangkutan energi hasil metabolisme dalam tanaman

-Merangsang pembungaan dan pembuahan -Merangsang pertumbuhan akar -Merangsang pembentukan biji -Merangsang pembelahan sel tanaman dan memperbesar jaringan sel

-Tanaman yang kekurangan unsur P gejaalanya : pembentukan buah/dan biji berkurang, kerdil, daun berwarna keunguan atau kemerahan ( kurang sehat )

Kalium ( K ) - Berfungsi dalam proses fotosintesa, pengangkutan hasil asimilasi, enzim dan mineral termasuk air. - Meningkatkan daya tahan/kekebalan tanaman terhadap penyakit - Tanaman yang kekurangan unsur K gejalanya : batang dan daun menjadi lemas/rebah, daun berwarna hijau gelap kebiruan tidak hijau segar dan sehat, ujung daun menguning dan kering, timbul bercak coklat pada pucuk daun. Pemupukan telah memproduksi NPKPLUS TABLET MAKRO MIKRO dengan kandungan unsur hara makro dan unsur hara mikro, serta slow release agent. Pemilihan bahan baku NPKPLUS TABLET MAKRO MIKRO dilakukan dengan sangat tepat. Jenis dan jumlah penggunaan bahan pelepas lambat telah melewati penelitian ilmiah. Proses mixing selain homogenitas yang menjadi tujuan, urutan input dalam proses juga menjadi kunci karena penyelimutan (coating) suatu bahan ke bahan tertentu juga menjadi tujuan. Tingkat kekerasan (compacting degree) tertentu dan keseragaman antar briket dalam proses bricketing menjadi persyaratan mutlak.

Npkplus tablet makro mikro memiliki keunggulan yang mampu menunjang produktivitas tanaman melalui: 1. Kandungan hara lengkap 2. Mengandung bahan pelepas lambat (slow release agent) dengan kadar untuk ketersediaan hara sampai enam bulan (intermediate release), yang mampu menekan kehilangan hara melalui penguapan dan pencucian, dengan aplikasi cukup satu tahun sekali. 3. Berbentuk briket sehingga pelarutan pupuk lebih terkendali dibandingkan pupuk bentuk prill ataupun granul. 4. Efisiensi lebih tinggi, sehingga dosis yang diaplikasikan lebih rendah dibandingkan pupuk tunggal campur. Cara aplikasi npkplus makro mikro 1. Diberikan setiap 6 (enam) bulan sekali. 2. Dibenamkan sedalam 10 – 15 cm di sekeliling tanaman dengan radius setengah tajuk dari batang (pocket system)

Komposisi npkplus makro mikro adalah pupuk lengkap berbentuk briket atau curah dengan berat @ 1,2 gram. Kandungan pupuk ini: unsur makro (N, P, K, Ca, Mg & S); unsur

mikro (trace element – TE: B, Cu, Fe, Mn, Zn); serta bahan pelepas lambat (slow release agent). Pupuk TSP adalah nutrient anorganik yang digunakan untuk memperbaiki hara tanah untuk pertanian. TSP artinya triple super phosphate. Rumus kimianya Ca(H2PO4). Kadar P2O5 pupuk ini sekitar 44-46%, namun di lapangan bisa mencapai 56 %. TSP dibuat dengan sistem proses. Pada pembuatannya, batuan alam (rockphosphate) fluor apatit diasamkam dengan asam fosfat hasil proses sebelumnya. Reaksi dasarnya sebagai berikut: Ca3(PO4)2CaF + H3PO4 --> Ca(H2PO4)2 + Ca(OH)2 + HF Pupuk ZA adalah pupuk kimia buatan yang dirancang untuk memberi tambahan hara nitrogen dan belerang bagi tanaman. Nama ZA adalah singkatan dari istilah bahasa Belanda, zwavelzure ammoniak, yang berarti amonium sulfat (NH4SO4). Wujud pupuk ini butiran kristal mirip garam dapur dan terasa asin di lidah. Pupuk ini higroskopis (mudah menyerap air) walaupun tidak sekuat pupuk urea. Karena ion sulfat larut secara kuat, sedangkan ion amonium lebih lemah, pupuk ini berpotensi menurunkan pH tanah yang terkena aplikasinya. Sifat ini perlu diperhatikan dalam penyimpanan dan pemberiannya. Pupuk ZA mengandung belerang 24 % dan nitrogen 21 %. Kandungan nitrogennya hanya separuh dari urea, sehingga biasanya pemberiannya dimaksudkan sebagai sumber pemasok hara belerang pada tanah-tanah yang miskin unsur ini. Namun demikian, pupuk ini menjadi pengganti wajib urea sebagai pemasok nitrogen bagi pertanaman tebu karena tebu akan mengalami keracunan bila diberi pupuk urea. Bila tanaman kekurangan unsur hara belerang, maka: 1. Produksi protein tanaman menurun, pertumbuhan sel tanaman kurang aktif. 2. Terjadi penimbunana amida bebas dan asam amino sampai batas yang berbahaya bagi tanaman, terjadi kerusakan aktifitas fisiologis dan mudah tererang hama dan penyakit. 3. Produksi butir hijau daun menurun, proses asimilasi dan sintesis karbohidrat terlambat, tanaman mengalami klorosis / kekuningan, dan hasil panen rendah.

Pupuk ZA
     

Mudah penangannya dan ekonomis. Tidak menyerap banyak air. Digunakan sebagai pupuk dasar dan susulan. Senyawa kimianya stabil sehingga tahan disimpan dalam waktu lama. Dapat dicampur dengan pupuk lain. Aman digunakan untuk semua jenis tanaman.

Pupuk ZA

memperbaiki kualitas dan meningkatkan produksi serta nilai gizi hasil panen dan pakan ternak karena peningkatan kadar protein pati, padi, gula, lemak, vitamin, dll.

 

Memperbaiki rasa dan warna hasil panen. Tanaman lebih sehat dan lebih tahan terhadap gangguan lingkungan (hama, penyakit, kekeringan)

Manfaat belerang bagi tanaman 1. Membantu pembentukan butir hijau daun sehingga daun menjadi lebih hijau. 2. Menambah kandungan protein dan vitamin hasil panen. 3. Meningakatkan jumlah anakn yang menghasilkan (pada tanaman padi). 4. berperan penting pada proses pembulatan zat gula. 5. Memperbaiki warna, aroma, dan kelenturan daun tembakau ( khusus pada tembakau omprongan). 6. Memperbaiki aroma, mengurangi penyusutan selama penyimpangan, memperbesar umbi bawang merah dan baeang putih. Gejala kekurangan unsur hara belerang 1. Tanaman tumbuh kerdil, kurus dan panjang. 2. Pertumbuhan dan kematangan terlambat, terutama pada tanaman biji-bijian. 3. Pada sebagian besar tanaman, daun muda berwarna hijau kekuning-kuningan, merah sampai tulang daun. Pada beberapa tanaman seperti tembakau, jeruk dan kapas, gejala lebih dahulu terlihat pada daun tua. 4. Pada tanaman kacang-kacangan pembentukan bintil akar berkurang.

5. Buah-buahan tidak matang sempurna dan warnanya menjadi hijau terang. 6. Timbul bintik-bintik pada daun, seperti pada kentang.

Cara penggunaan pupuk za

Pupuk ZA sangat dianjurkan sebagai pupuk dasar dan pupuk susulan untuk semua jenis tanaman. (Unsur hara Belerang dibutuhkan tanaman sejak awal pertumbuhan)

Pupuk ZA dapat dicampur dengan pupuk yang lain. Enkapsulasi atau dengan SRF (Slow Release Fertilizer) yaitu memodifikasi produk pupuk dalam bentuk SRF. Prosesnya yaitu blending antara zeolit sebagai supporting agen dan pupuk yang dapat meningkatkan efesiensi penggunaan pupuk karena unsur-unsur hara (N, P, K, dll) dalam pupuk diikat pada seluruh permukaan zeolit)

F. DOSIS PUPUK UNTUK TANAMAN PADI Dosis pupuk untuk tanaman padi per hektar sebanyak 250 kg Urea, 100 kg TSP ( atau 130 kg SP-36 atau TS36), dan 75 kg KCl (dilihat kandungan haranya 115 kg N, 46 kg P2O5 dan 45 kg K2O – dengan mengetahui kadar unsur haranya maka dapat dicari konversi terhadap pupuk lainya) sebanding atau mendekati dengan : 1. 300 kg pupuk NPK Kujang dan 150 kg pupuk NPK Ponska ( kandungan haranya 114 kg N, 40,5 kg P2O5 dan 46,5 K2O ). Sebaiknya ditambah 12 kg TSP 2. 300 kg pupuk NPK Ponska dan 150 kg pupuk Urea ( kandungan haranya 113 kg N, 45 kg P2O5 dan 45 K2O ) atau 300 kg ponska NPK ponska + 100 kg urea + 100 kg ZA

BAB III PENUTUP

G. Kesimpulan : 1. Pupuk menyediakan unsur hara yang kurang atau bahkan tidak tersedia di tanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman. 2. Pupuk anorganik adalah pupuk yang dibuat oleh pabrik-pabrik pupuk dengan meramu bahan-bahan kimia anorganik berkadar hara tinggi

H. Daftar Pustaka http://www.ut.ac.id/html/suplemen/luht4344/pupuk.html http://ceritanurmanadi.wordpress.com/2011/07/30/kebutuhan-pupuk-buat-tanaman-padiperhektar/ http://kasmadi-kasmadi.blogspot.com/2010/05/kandungan-manfaat-pupuk-npk.html

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->