P. 1
STROKE, CHF, Penyakit Jantung Iskemik

STROKE, CHF, Penyakit Jantung Iskemik

|Views: 520|Likes:
Published by Rizki Ria Sari

More info:

Published by: Rizki Ria Sari on Jun 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/03/2013

pdf

text

original

A. Sebab-sebab GJK

1. Gangguan fungsi sistolik ventrikel

a. Afterload dan preload yang berlebihan, kontraktilitas

menurun, dan bradi dan takiaritmia dapat menyebabkan

gangguan fungsi sistolik. Penyebab gangguan fungsi

sistolik ventrikel kiri kronik diberikan pada Tabel 73-1.

Gagal ventrikel kanan biasanya disebabkan oleh gagal

ventrikel kiri atau penyakit paru-paru.

b. Fraksi ejeksi (rasio curah sekuncup terhadap volume

akhir diastolik) merupakan suatu parameter klinis yang

penting dalam menentukan fungsi sistolik dan biasanya

kurang dari 45% pada waktu istirahat pada pasien-pasien

GJK yang disebabkan gagal fungsi sistolik.

2. Peningkatan tekanan atrium dengan fungsi sistolik

normal

a. Penyakit katup seperti stenosis trikuspidalis atau mitralis

ataupun regurgitasi trikuspidalis atau mitralis dapat

menyebabkan peninggian tekanan atrium dengan fungsi

sistolik tetap normal.

b. Pasien dengan gangguan fungsi diastolik ventrikel

memiliki tekanan akhir diastolik yang lebih tihggi tanpa

memandang besarnya volume akhir diastolik ventrikel,

17

akibatnya tekanan atrium menjadi tinggi dan timbul

bendungan paru atau sistemik dengan fungsi sistolik

normal.

(1) Gangguan fungsi diastolik ventrikel ki.i terjadi pada

fungsi sistolik ventri-kel kiri yang normal pada 35-40%

pasien dengan GJK klinis. Gangguan fungsi diastolik

seringkali terjadi bersama-sama gangguan fungsi

sistolik, tetapi dapat pula mendahului gangguan fungsi

sistolik pada pasien-pasien penyakit koroner dan

hipertensi.

Tabel 73-1 penyebab gangguan fungsi sistolik

1

Kardiomiopati dapat dibatasi sebagai suatu penyakit miokardium yang tidak berkaitan

dengan hipertensi, anomali kongenital, ataupun kelainan vaskular. Seorang pasien

dengan kardiomiopati dapat atau tidak menderita GJK.

(2) Pengisian diastolik yang abnormal dianggap sekunder

dari gangguan relaksasi v/entrikel ataupun

berkurangnya daya regang ventrikel atau bilik

(berkurangnya kelenturan). Penyebab gangguan

fungsi diastolik ventrikel kiri saja diberikan dalam

Tabel 73-2.

(3) Gagal jantung curah tinggi diberi batasan sebagai

gagal jantung kongestif yang terjadi akibat kondisi-

Kardiomiopati iskemik kongestif1

( gangguan fungsi sistolik pada infark miokardium yang

mnyembuh)
Hipertensi
Penyakit katup jantung (aorta atau mitralis)
Kardiomiopati dilatasi
Idiopatik inflamatorik
Infeksi (bakteri, mikobakteri, parasit, riketsia, spiroketa, dan jamur)
Non infeksi (penolakan transplantasi, penyakit autoimun, reaksi hipersensitivitas,
dan peripartum)
Toksik (alkoholik, obat-obat kemoterapi dan katekolamin)
Metabolic (endokrinopati dan dan masalahgizi)
Familial
Mikrovaskulatur koroner abnormal

18

kondisi yang me-ningkatkan tuntutan hemodinamik

atau metabolik (lihat Tabel 73-3).

B. Mekanisme kompensasi pada GJK terjadi akibat berkurangnya

curah jantung ataupun meningkatnya tekanan atrium. GJK

terkompensasi adalah kondisi dengan fraksi ejeksi rnenurun

tetapi curah jantung dapat dipertahankan oleh mekanisme-

mekanisme berikut ini dengan atau tanpa terapi obat.

1. Mekanisme kompensasi sentral termasuk hubungan Frank-

Starling dan hipertrofi ventrikel akibat peningkatan preload

atau after-load.

Tabel 73-2 penyebab fungsi gangguan diastolik ventrikel kiri saja

2. Mekanisme kompensasi perifer mengakibatkan (1) aktivasi

sistem renin-angiotensin, (2) peningkatan kadar hormon-

hormon endogen lokal dan sirkulasi yang bersifat kontra-

regulasi terhadap renin-angiotensin, (3) aktivasi dari sistem

saraf simpatis dengan peningkatan kadar nor-epinefrin

serum, (4) redistribusi curah jantung untuk mompertahankah

aiiran darah ke jantung dan otak, dan (5) peninggian kadar

2,3-difos-fogliserat (DPG).

I. Berkurangnya kelenturan ventrikel
A. Hipertrofi ventrikel kiri
1. Penyakit jantung hipertensi
2. Kardiomiopati hipertrofik (lihat catatan kaki pada Tabel 73-

1)
a. Obstruktif
b. Non-obstruktif
B. Kardiomiopati restriktif
C. Penyakit perikardium
II. Gangguan relaksasi ventrikel disebabkan oleh penyakit arteri koroneria
yang berkaitan dengan iskemia

19

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->