P. 1
Sifat Listrik Bahan

Sifat Listrik Bahan

|Views: 106|Likes:
Published by Risky Aftartu

More info:

Published by: Risky Aftartu on Jun 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/29/2013

pdf

text

original

Sifat Listrik Bahan (KBK2

)

I.

Tujuan Percobaan Menentukan konstanta dielektrik berbagai bahan.

II.

Intisari Percobaan Pada praktikum kali ini, kita akan mengkaji sifat listrik bahan dengan bantuan salah satu komponen listrik yaitu kapasitor.Kapasitor adalah komponen yang berfungsi sebagai penyimpan muatan, besarnya penyimpanan sebanding dengan potensial yang diberikan pada kapasitor, nilai kesetaraannya disebut kapasitansi. Dengan menggunakan persamaan kapasitansi yang melibatkan lebar antar pelat, luas pelat, dan permitivitas listrik maka nilai permitivitas listrik yang merupakan suatu konstanta dapat dicari. Bahan dielektrik adalah bahan isolator, yang ketika disisipkan pada sebuah kapasitor dapat meningkatkan nilai kapasitansi kapasitor tersebut. Ketika disisipi dielektrik, maka kapasitansi akan berubah, oleh karena itu banyak muatan yang tersimpan pun akan berubah, sehingga besarnya konstanta dielektrik pun dapat dicari. Pencarian nilai konstanta dielektrik ini dilakukan dengan membandingkan muatan sebelum dan sesudah kapasitor diisi dielektrik.

III.

Teori Dasar Medan listrik adalah efek yang ditimbulkan oleh keberadaan muatan listrik, seperti elektron, ion, atau proton, dalam ruangan sekitarnya. Medan listrik memiliki satuan N/C atau dibaca newton/coulomb. Medan listrik umumnya dipelajari dalam fisika dan bidang-bidang terkait. Secara tak langsung bidang elektronika telah memanfaatkan medan listrik dalam kawat konduktor (kabel).

a. Medan listrik

b. Persamaan maxwell Persamaan Maxwell adalah himpunan empat persamaan diferensial parsial yang mendeskripsikan sifat-sifat medan listrik dan medan magnet dan hubungannya dengan sumber-sumbernya, muatan listrik dan arus listrik, menurut teori elektrodinamika klasik. Keempat persamaan ini digunakan untuk menunjukkan bahwa cahaya adalah gelombang elektromagnetik. Secara terpisah, keempat persamaan ini masing-masing disebut sebagai Hukum Gauss, Hukum Gauss untuk magnetisme, Hukum induksi Faraday, dan Hukum Ampere.
i.

Hukum Gauss

ii.

Hukum Gauss untuk magnetisme

iii.

Hukum induksi Faraday

iv.

Hukum Ampere

c. Dielektrik Dielektrik merupakan suatu isolator. Dalam bahan isolator sempurna tidak ada muatan bebas. Semua elektron terikat erat pada masing – masing atom. Bila bahan isolator ditaruh di dalam medan listrik, dalam bahan akan terbentuk dipol listrik, sehingga pada permukaan bahan akan terjadi muatan induksi. Pada logam pun terjadi muatan induksi bila ditaruh di medan lisrik namun logam akan menghasilkan

muatan listrik sehingga kuat medan di alam logam menjadi nol. Akibatnya nilai kapasitansi dari suatu kapasitor dengan menggunakan dielektrik akan lebih besar jika tanpa menggunakan dielektrik. d. Kapasitansi Kapasitansi atau kapasitans adalah ukuran jumlah muatan listrik yang disimpan (atau dipisahkan) untuk sebuah potensial listrik yang telah ditentukan. Bentuk paling umum dari piranti penyimpanan muatan adalah sebuah kapasitor dua lempeng/pelat/keping. Jika muatan di lempeng/pelat/keping adalah +Q dan –Q, dan V adalah tegangan listrik antar lempeng, maka rumus kapasitans adalah:

Dalam sirkuit listrik atau untai elektris atau rangkaian listrik, istilah kapasitansi biasanya adalah singkatan dari kapasitansi saling (Bahasa Inggris: mutual capacitance) antar dua konduktor yang bersebelahan, seperti dua lempengnya sebuah kapasitor. Terdapat pula istilah kapasitansi-sendiri (Bahasa Inggris: self-capacitance), yang merupakan jumlah muatan listrik yang harus ditambahkan ke sebuah konduktor terisolasi untuk menaikkan potensial listriknya sebanyak 1 volt. Titik rujukan untuk potensial ini adalah sebuah ruang lingkup/kawasan konduksi berongga teoritis, dari radius yang tak terhingga, yang berpusat pada konduktor. Dengan mempergunakan metode ini, kapasitansi-sendiri dari sebuah kawasan konduksinya radius R adalah:

Kapasitansi mayoritas kondensator atau kapasitor yang digunakan dalam rangkaian elektronik adalah sejumlah tingkat besaran yang lebih kecil daripada farad. Beberapa sub satuannya kapasitansi yang paling umum digunakan saat ini adalah milifarad (mF), mikrofarad (µF), nanofarad (nF), dan pikofarad (pF). Kapasiitansi bisa dikalkulasi dengan mengetahui geometri konduktor dan sifat dielektriknya

penyekat di antara konduktor. Sebagai contoh, besar kapasitansi dari sebuah kapasitor “pelat-sejajar” yang tersusun dari dua lempeng sejajarnya seluas A yang dipisahkan oleh jarak d adalah sebagai berikut:

C adalah kapasitansi dalam farad, F A adalah luas setiap lempeng, diukur dalam meter persegi εr adalah konstanta dielektrik (yang juga disebut permitivitas listrik relatif) dari bahan di antara lempeng, (vakum =1) ε0 adalah permitivitas vakum atau konstanta listrik dimana ε0 = 8.854x10-12 F/m d adalah jarak antar lempeng, diukur dalam meter Persamaan di atas sangat baik digunakan jika d besarnya kecil bila dibandingkan dengan dimensi lainnya lempeng. Dalam satuan CGS, persamaannya berbentuk:

Tetapan dielektrik bagi sejumlah perubahan dielektrik yang sangat berguna sebagai sebuah fungsi medan listrik terapan, misalnya bahan-bahan feroelektrisitas, sehingga kapasitansi untuk berbagai piranti ini tak lagi sekedar memiliki fungsi alat geometri. Kapasitor yang menyimpan tegangan sinusoidal, tetapan dielektrik, merupakan sebuah fungsi frekwensi. Tetapan dielektrik ubahan berfrekwensi disebut sebagai tebaran dielektrik, dan diatur oleh berbagai proses relaksasi dielektrik, seperti kapasitansi relaksasi Debye.

IV.

Hipotesis Dalam eksperimen ini, kita akan mencoba mencari nilai tegangan kapasitor dengan variable bebas berupa jarak pelat dan tegangan input. Perubahan yang akan terjadi akan seperti teorinya, karena kapasitansi berbanding terbaik dengan jarak pelat, maka pelebaran jarak antar pelat kapasitor akan menurunkan kapasitansinya (artinya memperkecil jumlah muatan yang dapat ditampung). Untuk percobaan selanjutnya dimana kapasitor disisipi dengan suatu bahan, berdasarkan teori bahwa kapasitansi akan bertambah jika adanya penambahan bahan dielektrik. Artinya, pada kondisi yang sama (jarak, luas, tegangan input), muatan yang dapat ditampung akan bertambah dikarenakan adanya penambahan dielektrik. .

V.

Kerangka Pemikiran Dengan mengukur tegangan dua konduktor (kapasitor keeping sejajar) saat disisipi bahan dielektrik,dan menghitung luas dielektriknya maka kapasitansi dan muatan dapat dihitung, setelah dapat muatan dan kapasitansi baru konstanta dielektrik dapat ditentukan.

VI.

Metode Penelitian Dengan menggunakan dua plat sejajar yang diberi beda potensial. Lalu mngatur jarak antar plat untuk kemudian diselapkan didalamnya suatu isolator, ataupun juga tanpa bahan, untuk kemudian menghitung nilai yang tersimpan di dalamnya.

Alat dan Bahan 1. Pelat kapasitor, d=260 mm 2. Bahan plastic,kaca,dll 3. Resistor 10 M Ohm
4. Amplifier

5. Power supply, 0 – 10 kV 6. Voltmeter, 0.3 – 300 VDC
7. Kapasitor,PEK 0.22 mmF

8. Alat-alat pendukung lainnya VI. Prosedur Percobaan 1. Menentukan kapasitansi dan konstanta dielektrik udara a.Tegangan tetap
1. Memasang kapasitor C=218 nF pada rangkaian gambar diatas dan atur tegangan agar

diperoleh nilai Uc tetap sekitar 1,5 Kv
2. Mengatur jarak antara pe;at, d sekekcil mungkin (1mm), dan ukur teganagan V dan

muatan listrik Q pada pelat kapasitor

3. Mengubah jarak antar pelat dan lakukan pengukuran seperti pada 2, melakukan untuk

variasi jarak yang cukup lebar dari 1mm sampai sekitar 2 cm
4. Menghitung kapasitas pelat dan konstanta dielektrik udara

b.Jarak pelat tetap
1. Memasang kapasitor C=218 nF pada rangkaian dan atur jarak pelat d=2 mm 2. Memberikan Uc sekitar 0,5 Kv, ukur teganagn V dan muatan listrik Q pada pelat

kapasitor
3. Mengubah nilai Uc dan lakuakn pengukuran seperti gambar, lakukan dengan nilai

variasi Uc sampai sekitar 4Kv 4. menghitung kapasitansi pelat dan konstanta dielektrik udara 2. Pengukuran konstanta dielektrik berbagai bahan
a. Dengan menggunakan Uc sekitar 500 V dan d sekitar 2mm lakukan pengukuran

seperti pada prosedur 1.a dan 1.b untuk bahan gelas
b. Dengan menggunakan Uc sekitar 1Kv dan d sekitar 1mm lakukan pengukuran seperti

pada 1. A dan 1.b
c. Mencari satu jenis bahan selain plastic dan gelas (sesuaikan dengan KBK masing-

masing) dan melakukan pengukuran seperti 1 dan 2

Daftar Pustaka
-

Griffith.d.j. 1999.Introduction to electrodynamics four edition(3ed.,). Sutrisno.1979.fisika dasar :listrik magnet dan termofisika listrik. Bandung:ITB.

-

LAPORAN AWAL KONSTANTA DIELEKTRIK BAHAN (KBK2)

Nama NPM NPM Hari/jam Asisten

: RISKY AFTRATU : 140310080025 : 140310070036 : Jumat/4-Maret-2011 :

Nama partner : WAHYUDIAN PERMANA SIDIQ

LABORATORIUM FISIKA LANJUT JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS PADJADJARAN 2011 LEMBAR PENGESAHAN KONSTANTA DIELEKTRIK BAHAN (KBK2)

NAMA: RISKY AFTARTU NPM : 140310080025

LP

SP

LA

3 Maret 2011

Asisten

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->