P. 1
Linking Verbs Part of Speach

Linking Verbs Part of Speach

|Views: 471|Likes:
Published by wawanpecel

More info:

Published by: wawanpecel on Jun 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/08/2013

pdf

text

original

Linking Verbs

Linking Verbs Linking verbs adalah verba penghubung yang menghubungkan subjek dengan complement (pelengkap) yang menerangkannya, bisa noun complement atau adjective complement. Sering digunakan untuk menggantikan to be dan dipakai untuk menunjukkan sesuatu yang berkaitan dengan panca indra (look, sound, smell, feel, taste) atau keadaan (appear, seem, become, grow, turn, prove, remain, keep, stay, go, run). Linking verbs juga dikenal dengan istilah copulas atau copular verbs. Contoh dalam kalimat: - I feel happy. - I keep health. - The soup smells good. - This food tastes delicious. - She looks very beautiful. - The music sounds slow. - He becomes old. - The traffic lights turned green and I pulled away. - He became recognized as the leading authority on the subject. - His face turned purple. - She became older. - The dogs ran wild. - The milk has gone sour. - The crowd grew ugly.

Linking verbs selalu intransitive (tetapi tidak semua intransitive verbs adalah linking verbs). To be juga disebut linking verbs, seperti pada contoh berikut ini: - The crew‘s mission is to create the best topographic map of Earth. - The solution was judges who would mete out longer prison sentences. - Leonardo said, ―I am the king of the world.‖ Tetapi to be juga tidak selalu berperan sebagai linking verbs, contoh: - Nyoko was crossing a bridge when the earthquake hit. - Margaret Ann was feeling tired. Diposkan oleh Darwan di Senin, Agustus 08, 2011 0 komentar Link ke posting ini

Selasa, 26 Juli 2011
PARTS OF SPEECH
Verbs

Verbs (kata kerja) adalah kata yang menunjukkan nama perbuatan yang dilakukan oleh subyek, namun mungkin juga untuk menunjukkan keadaan. Verbs biasanya menjadi Predikat dari suatu kalimat. Contoh: • Henry comes from London. • My brother studies in America. • She is very beautiful. • They are diligent. ________________________________________ Macam-macam Kata Kerja ________________________________________ 1. Finite Verb (Kata Kerja Biasa) Ciri-ciri Kata Kerja Jenis ini adalah sebagai berikut: • Bila dipakai dalam kalimat tanya dan negative perlu memakai kata kerja bantu do, doesatau did. • Bentuknya dapat berubah-ubah oleh tense. • Biasanya mempunyai bentuk-bentuk: • Infinitive • Present Participle • Gerund • Past Tense • Present Tense • Past Participle Contoh: • Ms. Anne reads a novel. (Infinitive) • Ms. Anne is reading a novel. (Present Participle) • Does Ms. Anne read a novel? • Ms. Anne read a novel. (Past Tense) • Ms. Anne has read a novel. (Past Participle) 2. Auxiliary Verbs (Kata Kerja Bantu) Yaitu kata kerja yang digunakan bersama-sama dengan kata kerja lain untuk menyatakantindakan atau keadaan, atau berfungsi untuk melengkapi fungsi gramatikal. Kata Kerja Auxiliary adalah: • Is, am, are • Was, were • Do, does, did • Has, have, had • Can, could • May, might • Will, would • Shall, should • Must

• Ought to • Had better • Need, Dare (Dapat juga berfungsi sebagai Kata Kerja Biasa) 3. Linking Verbs (Kata Kerja Penghubung) Yaitu kata kerja yang berfungsi menghubungkan antara subject dengan complement-nya. Kata yang dihubungkan dengan subject tersebut dinamakan subject complement. Jika kata Kerja Penghubung tersebut kita gantikan dengan be (am, is, are, was, dll.), maka maknanya tidak berubah. Linking Verbs yang umum adalah: • be (am, is, are, was, dll.) • look • stay • appear • become • remain • taste • feel • seem • smell • grow • sound Contoh: • The actress is beautiful. • Alex looks serious. (= Alex is serious). • The cakes smell delicious (=the cakes are delicious). 4. Transitive Verbs (Kata Kerja Yang Membutuhkan Objek) Yaitu kata kerja yang memerlukan object untuk menyempurnakan arti kalimat atau melengkapi makna kalimat. Kata kerja Transitive diantaranya adalah: Drink, watch, read, fill, open, close, dll Contoh: • He watches the film. (Kalimat ini tidak akan lengkap, jika "the film" kita hilangkan. Orang lain akan bertanya-tanya - menonton apa?, maka watch (menonton) membutuhkan object agar makna kalimat tersebut dapat dipahami). • The man cuts the tree. 5. Intransitive Verbs (Kata Kerja Yang Tidak Membutuhkan Objek) Yaitu adalah kata kerja yang tidak memerlukan obyek, karena sudah dapat dipahami dengan sempurna makna kalimat tersebut. Kata-kata kerja yang termasuk Intransitive verbs diantaranya adalah: Shine, come, sit, boil, sleep, fall, cry, dll.

Contoh: • The baby cries. • My mother is sleeping. • The water boils. Catatan: • Ada juga beberapa kata kerja yang dapat berfungsi sebagai transitive maupun intransitive verbs. Contoh: • He drops his bottles. (transitif) • The rain drops from the sky. (intransitif) • The contestants still misunderstood then. (transitif) • The contestants still misunderstood. (intransitif) • They grow the rubber trees. (transitif) • Rice grows in the fertile soil. (intransitif) Ada beberapa verb intransitive yang memakai Objective Noun yang mempunyai satu kesatuan makna dengan kata kerjanya. Objeknya disebut Cognate Object. Contoh: • He played the fool. (Dia bermain gila-gilaan). • He laughs a hard laugh. (Dia tertawa lebar). • He slept a sound sleep. (Dia tidur nyenyak). • He died a miserable death. (Dia mati melarat). Ada beberapa verb transitive dan intransitive walaupun sudah mempunyai object tetapi artinya belum sempuma sebelum ditambah kata-kata lain. Kata Kerja jenis ini diantaranya adalah: make, name, call, find, declare, suppose, consider, bring, give, appoint, seen, hear, dll. Contoh: • I will make you happy. • I appoint him to be my assistant. Ada juga kata kerja yang mempunyai pola sebagai berikut: • Kata Kerja + Preposition + Object • Kata Kerja + Preposition + Kata Kerja-ing Contoh: • We talked about the problem. • She felt sorry for coming late. Kata-kata kerja untuk pola kedua diantaranya adalah: succeed in, think about/of, dream of, dream about, approve of, look forward to, insist on, decide against, angry with, sorry for, thanks for, dll. Ada juga Kata Kerja tertentu yang mempunyai pola sebagai berikut: • Kata Kerja + Object + Preposition + Kata Kerja-ing Contoh: • They accused me of telling lies. • Do you suspect the man of being a spy?

• I congratulated Bob on passing the exam. • What prevented him from coming to the party? • I thanked her for being so helpful. 6. Regular & Irregular Verbs Regular Verb adalah kata kerja yang dapat berubah-ubah sesuai dengan bentuk tense; dan perubahan bentuk kata kerja itu secara teratur. Contoh perubahan Kata Kerja jenis ini adalah: • Call - called - called • Admit - admitted - admitted • Submit - submitted - submitted • Invite - invited - invited Irregular Verb adalah kata kerja yang mempunyai fungsi sama dengan regular verb, tetapi perubahan bentuk kata kerja ini secara tidak teratur. Contoh perubahan kata kerja jenis ini adalah: • Read - Read - Read • Come - came - come • Begin - began - begun • Sleep - slept - slept ===================================================================== ================

Adverb Adverb atau kata keterangan adalah kata yang memberikan penjelasan mengenai tempat, waktu dan cara suatu kegiatan atau peristiwa itu terjadi. Contoh : here, now, softly, loudly, tomorrow, again, twice, never,dll. Adverb juga didefinisikan sebagai kata yang menjelaskan kata kerja (verb), kata sifat (adjective), kata depan (preposition) dan kata lainnya kecuali kata benda (noun) dan kata ganti (pronoun). Contoh : a. I am working now. (kata now dalam kalimat tersebut adalah keterangan waktu yang menerangkan kata kerja working). b. Hendi speaks loudly. (kata loudly dalam kalimat tersebut menerangkan bagaimana cara Hendi berbicara). c. Wenny never comes before dinner. (kata never dalam kalimat tersebut merupakan keterangan petunjuk frequensi/keseringan).

Macam Adverb (Types of Adverb).

a. Adverb of Time. Merupakan kata keterangan yang menyatakan waktu terjadinya suatu pekerjaan, tindakan atau peristiwa tersebut. Contoh : afterwards(kemudian, sesuadah itu, lalu), already (sudah), before (lebih dahulu, sebelum), frequently (seringkali), now (sekarang), today (hari ini), soon(segera), immediately (segera), lately (akhir-akhir ini), yesterday(kemarin), dsb. Contoh aplikasi dalam kalimat : I‘am stydying english now. (Saya sedang belajar bahasa Inggrissekarang). Untuk membantu menunjukkan Adverb of Time, kita bisa mengajukan pertanyaan dengan kata ―when‖ (kapan). b. Adverb of Place. Merupakan kata keterangan yang menunjukkan tempat terjadinya suatu perbuatan, tindakan atau peristiwa tersebut. Contoh : above (di atas), back (di belakang), below (di bawah), around (sekeliling), here (di sini), somewhere (di suatu tempat), everywhere (dimana-mana), there (di sana), dsb. Contoh aplikasi dalam kalimat : She studies English here. (Ia belajar bahasa Inggris di sini). Untuk membantu menunjukkan Adverb of Place, kita bisa mengajukan pertanyaan dengan kata ―where‖ (di mana). c. Adverb of Manner. Merupakan kata keterangan yang mengungkapkan bagaimana caranya suatu pekerjaan itu dilakukan atau suatu peristiwa itu terjadi. Contoh : carefully (dengan hati-hati), fluently (dengan lancar), hard(dengan keras), fast (dengan cepat), slowly (dengan lambat, secara perlahan-lahan), suddenly (tiba-tiba), together (bersama-sama), dsb. Contoh aplikasi dalam kalimat : They worked hard. (Mereka bekerja dengan keras). Untuk membantu menunjukkan Adverb of Manner, kita bisa mengajukan pertanyaan dengan kata ―how‖ (bagaimana).

d. Adverb of Degree. Merupakan kata keterangan yang mengungkapkan sampai seberapa jauh (tingkat atau derajad) suatu keadaan atau peristiwa itu. Lazimnya menerangkan/memodifikasi adjective/kata sifat atau adverb itu sendiri. Contoh : almost (hampir), enough (cukup), fairly (agak/digunakan untuk pernyataan positif), rather (agak/digunakan untuk pernyataan negatif),nearly (hampir), very (sangat), too (terlalu), only (hanya), quite (sungguh), dsb. Contoh aplikasi dalam kalimat : 1) She is very pretty girl. (Ia seorang gadis yang sangat manis). Adverb very menerangkan Adjective pretty. 2) I quite understand. (Saya sangat mengerti). e. Adverb of Frequency. Merupakan kata keterangan yang menyatakan jumlah atau berapa banyaknya suatu pekerjaan, tindakan atau peristiwa itu dilakukan.

1) adverb of quantity. Biasanya untuk menentukan adverb of quantity kita mengajukan pertanyaan dengan kata ―how often‖. Contoh : always (selalu), usually (biasanya), never (tidak pernah),ever (pernah), sometimes (kadang-kadang), seldom (jarang),generally (umumnya), dsb. Contoh aplikasi dalam kalimat : Andi always drinks milk every night. (Andi selalu minum susu setiap malam). 2) adverb of number. Biasanya untuk menentukan adverb of number kita mengajukan pertanyaan dengan kata ―how many times‖ (berapa kali). Contoh : once (sekali), twice (dua kali), thrice (tiga kali), half(setengah), twofold (dua kali lipat), dsb. Contoh aplikasi dalam kalimat : He eats twice every day. (Ia makan dua kali tiap hari). f. Adverb of Affirmation. Merupakan kata keterangan yang menyatakan penegasan, penekanan atau mengiyakan jawaban. Contoh : certainly (tentulah),naturally (tentu saja), surely (pastilah), of course (tentulah), absolutely(secara mutlak), dsb. Contoh aplikasi dalam kalimat : Of course she can speak English. (Tentu ia dapat bicara bahasa Inggris). Istilah lain untuk adverb of affirmation ialah adverb of certainty. g. Interrogative Adverb. Merupakan kata keterangan yang turut membentuk pertanyaan. Masing-masing adverb jenis ini berhubungan dengan adverb lainnya. Contoh : 1) How did he go? How merupakan interrogative adverb of manner. 2) Where did he go? Where merupakan interrogative adverb of place. h. Relative Adverb. Merupakan kata keterangan yang berfungsi sebagai penghubung dua klausa dalam sebuah kalimat. Kata-katanya sama denganinterrogative adverb, perbedaanya hanya pada letak posisinya, yaknirelative adverb biasanya ditempatkan di tengah kalimat (diantara dua klausa), sedangkan interrogative adverb di awal kalimat. Contoh : 1) I asked him how he went. How adalah relative adverb of manner. 2) I asked him where he went. Where adalah relative adverb of place.

3. KESIMPULAN

Adverb sebagai salah satu bagian perkataan yang diucapkan (Parts of Speech) dalam tata Bahasa Inggris (grammar) adalah merupakan salah satu dari banyak hal yang harus diketahui dalam mempelajari Bahasa Inggris. Adverb merupakan kata yang menjelaskan kata kerja, kata sifat dan kata lainnya kecuali kata benda (noun) dan kata ganti (pronoun). Ada bermacam-macam bentuk adverb yang dikategorikan berdasarkan fungsi atau penggunaannya. Dengan mengetahui adverb, baik bentuk, arti serta aplikasinya diharapkan dapat menjadi salah satu modal dalam mempelajari Bahasa Inggris secara baik dan benar.

===================================================================== =============

NOUNS atau Kata Benda Kata benda atau dalam bahasa inggris disebut NOUNS adalah semua kata yang menunjukkan benda. Mengapa sih belajar bahasa inggris harus tahu kata benda segala? tidak langsung saja belajar berbicara, menulis atau bercakap-cakap?. Ya, sebenarnya langsung praktek juga bisa, namun dengan mengerti istilah-istilahnya, dengan mengerti bagaimana komponen tata bahasa digunakan maka bahasa inggris anda akan bertambah baik, bahkan untuk mengembangkan ketrampilan bahasa inggris secara mandiri pun akan terasa jauh lebih mudah jika anda menguasai hal ini. Belajar bahasa inggris dimanapun dan dengan siapapun atau membaca buku pelajaran bahasa inggris apapun akan terasa mudah bagi Anda nanti. Percayalah pada saya, karena saya telah mengalaminya. • Nanti akan terasa di pelajaran bahasa inggris yang lebih advance, ketika saya bilang NOUNS sebagai SUBJECT maka anda sebaiknya sudah punya gambaran apa itu NOUNS. Jelas, ini akan mempermudah dan mempercepat proses belajar bahasa inggris anda di level selanjutnya bukan? • Ok, NOUNS dalam garis besar terdiri dari 2 bagian: • Yang pertama bahasa inggrisnya CONCRETE NOUNS, atau dalam bahasa indonesia disebut kata benda konkret, maksudnya adalah benda-benda yang dapat dilihat, dapat diraba. Contohnya: meja (table), kursi (chair), phone, computer, dan sebagainya. • Yang kedua adalah ABSTRACT NOUNS atau kata benda abstrak. Yaitu kata benda juga, namun tidak bisa diraba dan dilihat alias tak berwujud. Contohnya: freedom (kemerdekaan, kebebasan), happiness (kebahagiaan), education (pendidikan), competition (persaingan), action (tindakan), dan sebagainya. Tentu saja, bukan hanya dalam bahasa inggris ada kata benda abstrak tetapi juga dalam bahasa Indonesia, mungkin kita jarang mempelajarinya. Dengan pengetahuan ini, nanti kita akan bisa membuat suatu kalimat dengan subject abstract noun seperti: Action speaks louder than words. • Nah, bagaimana kalau ―angin‖ ? termasuk yang mana ? Concrete atau Abstract Nouns? •– • Kita kembali pada CONCRETE NOUNS.

Concrete Nouns dalam bahasa inggris ini masih dipecah-pecah lagi menjadi 4 bagian. Yaitu: Proper Nouns, Common Nouns, Material Nouns, dan Collective Nouns. Istilahnya semua masih dalam bahasa inggris. Akan saya terangkan satu per satu di bawah ini. • Poper Nouns adalah kata benda tentang nama tertentu, dan diawali dengan huruf besar, seperti nama orang, nama kota, nama negara, universitas, nama gedung, nama toko, nama perusahaan, dan sebagainya. Contohnya: Joko, Mufli, John Lennon, Tokyo, Grand Hyatt, White House. • Common Nouns, atau kata benda umum yaitu kata benda yang sangat umum, seperti: football (sepak bola), student (pelajar, murid), village (desa), dan sebagainya. • Material Nouns, atau kata benda material, yaitu tentang kata benda yang berasal dari sumber alam atau merupakan materi lainnya, seperti gold (emas), silver (perak), plant (tanaman), iron (besi), dan sebagainya. • Yang terakhir Collective Nouns atau kata benda kolektif. Tentu saja artinya kata benda yang mengandung arti kumpulan, koleksi atau yang mengandung arti majemuk. Contohnya: committee (komite, panitia), group (kelompok orang), class (kelompok murid atau siswa), audience (hadirin, penonton, majelis). • Itulah macam-macam kata benda konkret atau bahasa inggrisnya CONCRETE NOUNS. Tak harus Anda hafalkan kok, tetapi sekali baca anda hendaklah punya gambaran yang jelas, dan percayalah walau kita belajar bahasa inggris secara bertele-tele seperti ini, nanti bahasa inggris anda akan sangat mantap, kecuali kalau anda tidak sabaran dan melahap semua pelajaran bahasa inggris sekaligus kemudian hanya bisa sedikit-sedikit. Jika hanya bisa sedikit sedikit bahasa inggris ini, maka biasanya manfaatnya sangat-sangat kurang. •– • Sekarang kita kembali pada ABSTRACT NOUNS atau Kata benda abstrak (yang tak dapat dilihat dan diraba). • Baik dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris, kata benda abstrak ini bisa dibentuk dari kata kerja. Misalnya : bertindak (menjadi tindakan), menghayal (menjadi hayalan), belajar (menjadi pelajaran), dan sebagainya. Demikian pula dalam bahasa inggris. Nah, dalam bahasa inggris anda harus menghafalnya, itulah yang sangat mudah!, hehe.. • Mengapa saya bilang ―itulah yang mudah‖? loh, buat apa bilang ―itulah yang susah!‖, toh cuma bilang saja apa susahnya kita bilang mudah, nanti jadi mudah beneran. Itulah kunci belajar bahasa inggris, jangan bilang bahasa inggis itu susah, nanti jadi susah betulan hoi!. Toh untuk bilang mudah atau susah kan sama saja waktu dan energi yang kita keluarkan, dan untuk bilang susah atau mudah juga gratis saja, namun efeknya jauh berbeda, kalau dibilang sulit nanti akan membuat kita malas dan tak bisa bahasa inggris, kalau dibilang mudah nanti akan membuat kita bersemangat dan pada akhirnya lebih mudah untuk bisa betulan bahasa inggris. Kalau begitu, bilang saja ―bahasa inggris itu sangat mudah‖. Setuju ya? • Ok, kata benda abstrak yang berasal dari kata kerja dalam bahasa inggris mempunyai ciri-ciri. • Contoh kata kerja yang menjadi kata benda abstract yang ditambahi akhiran -ion, -tion, -ation misalnya: inform (menjadi information), imagine (menjadi imagination), explain (menjadi explanation). Memang, rumusnya tak ada yang pasti, karena itulah saya bilang anda harus menghafal. Jika anda sering memakainya dalam ucapan atau tulisan atau sering dipraktekkan maka tentu saja bahasa inggris ini akan nempel. Sama saja dengan bahasa indonesia bukan? misalnya terbang menjadi penerbangan, meniru menjadi tiruan, dan sebagainya. • Ada juga yang diakhir dengan -ment. Contohnya: agree (menjadi aggreement), pay (menjadi payment), move (menjadi movement) dan sebagainya. • Ada yang diakhiri dengan -ence atau -ance seperti assist (menjadi assistance), differ (menjadi

difference), enter (menjadi enterance), dan sebagainya. • Masih banyak sekali akhiran-akhiran lain, seperti -s, -se-, -cy dan sebagainya. Saran saya anda membeli buku Tata Bahasa Inggris atau English Grammar, biasanya di buku Tata Bahasa Inggris yang lengkap terdapat tabel tentang abstract nouns ini. • Bisa juga kata benda abstrak berasal dari kata sifat. Misalnya safe (menjadi safety), real (menjadi reality), happy (menjadi happiness), important (menjadi importance), beautiful (menjadi beauty), hungry (malah menjadi hunger), memang membingungkan keculai anda sering menggunakan kata-kata ini dalam praktek bahasa inggris. •– • Penggunaan Kata Benda Dalam Kalimat • Ingat, pelajran yang lalu tentang berbedaan kata dan kalimat ya?. Nah, jika Anda memang belajar bahasa inggris secara bertahap, maka adalah benar jika anda menguasai pelajaran sebelumnya maka pelajaran yang lebih advance setelahnya akan mudah anda mengerti, sebaliknya jika anda tidak belajar bahasa inggris secara sistematis maka akan pusing sendiri, dan karena itulah kebanyak orang tak bisa bahasa inggris dengan baik. Wah kena deh sebagian orang ya, hehehe… • Ok, Kata bisa merupakan kata gabung (gabungan beberapa kata) dan dalam bahasa inggris harus dibalik karena menganut sistem MD(Menerangkan Diterangkan). Tapi kalau kalimat tidak boleh dibalik loh ya, ingat lagi pelajaran tentang Perbedaan Kata dan Kalimat please. • Di dalam kalimat, kata benda selalu berada di beberapa posisi, yaitu sebagai SUBJECT atau sebagai OBJECT atau object dari kata keterangan, atau object pelengkap. Ingat rumua kalimat selalu ada SUBJECT, PREDIKAT dan OBJEK/KETERANGAN. predikat bisa kata kerja, kata kerja bantu. • Contohnya: • Joko watches TV (Joko nonton TV). • Anda lihat, Joko dan TV adalah kata benda. Perhatikan susunannya tidak dibalik, karena kalimat. Ini yang bikin bingung banyak orang. Makanya saya jelaskan ulang-ulang. • Sekarang anda lihat contoh Kalimat dengan kata gabung: • Joko watches new TV (Joko nonton TV baru), maksudnya TV nya yang baru. • Anda lihat: Joko adalah Subject. watches (nonton) adalah Predikat. Sedangkan new TV adalah Objek kalimat tersebut. Perhatikan new TV dibalik, bukan TV new. • Berikut ini contoh kata benda abstract dalam kalimat: • Education is very important (pendidikan sangat penting). • Action speaks louder then words (Tindakan berbicara lebih keras dari kata-kata). Ini ungkapan kok, yang artinya tindakan lebih baik dari pada ngomong doang. • Dalam pelajaran bahasa inggris lainnya di website ini, kita akan banyak menggunakan istilah NOUNS atau kata benda, pastikan waktu disebut NOUNS anda punya gambaran yang jelas, seperti apa kata benda dan contoh-contohnya. Misalnya ketika saya sebut Adjective adalah kata sifat, yaitu kata yang menerangkan kata benda. Lantas Anda tak mengerti apa itu kata benda, maka jadinya adalah ―kacau‖. hehe.. • Pelajaran bahasa inggris topik satu ini sebenarnya cukup singkat saja, walapun tanpa terasa telah panjang. Kalau anda membacanya sampai ke bagian ini (sampai habis), itu tandanya anda akan pandai sekali bahasa inggris dan bahasa inggris anda akan mantapp, asalkan anda terus belajar dan sering praktek.

===================================================================== =============== Adjectives Adjectives adalah kata-kata yang mengambarkan atau memodifikasi orang lain atau hal lain dalam kalimat. Articles — a, an, and the — juga merupakan adjectives. Contoh: • the tall professor Arti: Profesor yang tinggi itu • the lugubrious lieutenant Arti: Letnan yang murung • a solid commitment Arti: Komitmen yang kuat • a six-year-old child Arti: Seorang anak yang berusia 6 tahun • a month's pay Arti: Pembayaran sebulan • the unhappiest, richest man Arti: Pria yang terkaya tapi paling tidak bahagia Jika sekelompok kata-kata berisi subject dan verb bertindak sebagai adjective, ini disebut Adjective Clause. Contoh: My sister, who is much older than I am, is an engineer. Arti: Saudara perempuan saya, yang jauh lebih tua dari saya, adalah seorang insinyur. Jika adjective clause dihapus subject dan verbnya, modifier yang dihasilkan menjadi Adjective Phrase: Contoh: He is the man who is keeping my family in the poor house. Arti: Dia adalah laki-laki yang menjaga keluarga saya di rumah yang miskin. Posisi Adjectives Tidak seperti Adverbs, yang bisa diletakkan dimanapun di dalam kalimat, adjectives hampir selalu muncul sebelum noun atau noun phrase yang mereka jelaskan. Kadang-kadang mereka muncul dalam sebuah rangkaian adjctive (a string of adjectives),yang muncul dalam susunan tertentu. Ketika indefinite pronouns — seperti something, someone, anybody — dijelaskan oleh adjective, adjective tersebut muncul setelah pronoun: Contoh: Anyone capable of doing something horrible to someone nice should be punished. Arti: Siapapun yang bisa melakukan sesuatu yang mengerikan terhadap seseorang yang baik seharusnya dihukup. Something wicked this way comes. Arti: Sesuatu yang jahat datang dengan jalan seperti ini. Dan ada beberapa adjectives tertentu selalu bersifat "postpositive" (muncul setelah bensa-benda yang mereka jelaskan): Contoh: The president elect, heir apparent to the Glitzy fortune, lives in New York Arti: Presiden memilih ahli waris jelas bagi Glitzy fortune, tinggal di New York Degrees of Adjectives Adjectives dapat menungkapkan tingkat penjelasan (degrees of modification): Contoh: • Gladys is a rich woman, but Josie is richer than Gladys, and Sadie is the richest woman in town. Arti: Gladys adalah seorang wanita yang kaya, tapi Josie lebih kaya daripada Gladys, dan Sadie adalah wanita terkaya di kota. Tingkat perbandingan disebut sebagai positive, comparative, dan superlative. (sebenarnya, hanya

comparative dan superlative menunjukkan tingkat.) Kita mengunakan comparative untuk membandingkan dua hal dan superlative untuk membandingkan three atau lebih hal. Perhatikan bahwa kata than sering menemani comparative dan kata the mendahului superlative. Akhiran -er dan -est membentuk kebanyakan comparatives dan superlatives, walaupun kita membutuhkan ier dan -iest ketika adjective dengan dua syllable berakhiran dengan y (happier and happiest); Selain itu, kita mengunakan more dan most ketika adjective memiliki lebih dari satu syllable. Tabel 21: Comparative and Superlative Adjective ( CD 126) Positive Comparative Superlative Rich (kaya) Richer (lebih kaya) Richest (terkaya) Lovely (indah) Lovelier (lebih indah) Loveliest (terindah) Beautiful (cantik) More beautiful (lebih cantik) most beautiful (paling cantik) Adjectives tertentu memiliki bentuk tidak beraturan (irregular forms) pada tingkat comparative dan superlative: Tabel 22: Irregular Comparative and Superlative Adjective Good (baik) Better (lebih baik) Best (terbaik) Bad (buruk) Worse (lebih buruk) Worst (terburuk) Little (sedikit) Less (kurang) Least (paling sedikit) Much (banyak) More (lebih) most (terbanyak) many (banyak) More (lebih) most (terbanyak) some (beberapa) More (lebih) most (terbanyak) Far (jauh) Further (lebih jauh) Furthest (terjauh) Hati-hatilah membentuk comparatives or superlatives of adjectives yang sudah mengungkapkan perbandingan yang eksrim — unique, sebagai contoh — walaupun kebanyakkan adjective bisa dibuakan bentuk perbandingannya: something can be more perfect, and someone can have a fuller figure. People who argue that one woman cannot be more pregnant than another have never been nine-months pregnant with twins. Grammar's Response "Complete" adalah salah satu dari adjectives yang tidak perlu comparative degrees. Walaupun demikian kita bisa berkata, "more nearly complete.". Berikut daftar table adjective yang tidak memerlukan perbandingan. Tabel 22: Adjective yang tidak memerlukan perbandingan Absolute (pasti) Impossible (tidak mungkin) Principal (pokok) Adequate (memadai) Inevitable (tidak bisa dihindarkan) Stationary (tak berubah) Chief (utama) Irrevocable (tidak dapat dibatalkan) Sufficient (cukup) Complete (lengkap) Main (utama) Unanimous (dengan suara bulat) Devoid (tanpa) Manifest (nyata) Unavoidable (tidak bisa dihindarkan) Entire (seluruh) Minor (minor) Unbroken (tidak putus-putus) Fatal (fatal) Paramount (tertinggi) Unique (unik) Final (final) Perpetual (terus menerus) Universal Universal)

Ideal (ideal) Preferable (lebih baik) whole (seluruh) Hati-hati juga untuk tidak mengunakan more pada comparative adjective yang telah mengunakan -er dan mengunakan most pada superlative adjective yang telah mengunakan -est (e.g., do not write that something is more heavier or most heaviest). Konstruksi as — as digunakan untuk menciptakan perbandingan yang mengungkapakan persamaan: Contoh: • He is as smart as I am. Arti: Dia secerdas saya. • She is as dilligent as her mother. Arti: Dia sama rajin denga ibu nya. Premodifiers dengan Degrees of Adjectives Baik adverbs maupun adjectives dalam bentuk comparative dan superlative dapat ditemani oleh, kata-kata dan frase tunggal, yang intensify tingkat perbandingan. Contoh: • We were a lot more careful this time. Arti: Kami jauh lebih hati-hati kali ini. • He works a lot less carefully than the other jeweler in town. Arti: Dia bekerja jauh lebih kurang hati-hati daripada ahli permata lainnya di kota. • We like his work so much better. Arti: Kami lebih suka sekali pekerjaannya • You'll get your watch back all the faster. Anda akan mendapatkan jam anda lebih cepat. Beberapa proses bisa digunakan untuk downplay tingkat perbandingan: Contoh: • The weather this week has been somewhat better. Arti: Cuaca minggu ini telah menjadi sesuatu yang lebih baik. • He approaches his schoolwork a little less industriously than his brother does. Arti: Dia mendekati pekerjaan sekolahnya lebih sedikit secara industri dari pada saudara laki-lakinya lakukan. Dan kadang-kadangserangkaian frase, biasanya informal noun phrase, digunakan untuk tujuan ini: Contoh: • He arrived a whole lot sooner than we expected. Arti: Dia tiba lebih awal daripada yang kita harapkan. • That's a heck of a lot better.Arti: Itu adalah sebuah omelan yang jauh lebih baik. Jika intensifier very menemani superlative, determiner juga diperlukan: Contoh: • She is wearing her very finest outfit for the interview. Arti: Dia memakai pakaiannya yang sangat terbaik untuk wawancara. • They're doing the very best they can. Arti: Mereka melakukan tang paling terbaik yang mereka bisa. Kadang-kadang comparative atau superlative form yang muncul dengan determiner dan hal yang dijelaskan bisa dimengerti: Contoh: • Of all the wines produced in Connecticut, I like this one the most. Arti: Dari semua anggur yang diproduksi di Connecticut, saya paling menyukai yang satu ini. • The quicker you finish this project, the better. Arti: Semakin cepat anda menyelesaikan proyek ini, semakin lebih baik. • Of the two brothers, he is by far the faster. Arti: Dari kedua saudara laki-laki, dia yang jauh

lebih cepat. Less V.S Fewer Ketika membuat sebuah perbandingan antara quantities kita harus membuat sebuah pilihan antara kata fewer dan less. Pada umumnya, ketika kita berbicara mengenai hal – hal yang bisa dihitung, kita mengunakan kata fewer; ketika kita berbicara tentang quantitas yang bisa diukur tapi kita tidak bisa hitung kita mengunakan kata less. Contoh: "She had fewer chores, but she also had less energy." Dia memiliki lebih sedikit pekerjaan, tapi dia pula yang memiliki lebih sedikit energi. Walaupun demikian kita mengunakan less ketika mengaju kepada ungkapan statistic dan angka: Contoh: • It's less than twenty miles to Dallas. Arti: Ini lebih kurang 20 mil menuju Dallas. • He's less than six feet tall.Arti: Dia lebih kurang dari 6 kaki tingginya. • Your essay should be a thousand words or less. Karangan anda seharusnya seribu kata atau lebih kurang. • We spent less than forty dollars on our trip. Arti: Kita berbelanja lebih kurang dari pada 40 dolar pada perjalanan ini. • The town spent less than four percent of its budget on snow removal. Kota itu membelanjakan lebih kurang dari 4% dari anggarannya untuk pengerukan salju. Pada situasi ini, sangat memungkinkan untuk mempertimbangkan quantities sebagai jumlah ukuran yang bisa dihitung. Taller than I / me? Ketika membuat perbandingan dengan "than" apakah kita mengakhiri dengan subject form atau object form, "taller than I/she" atau "taller than me/her." Jawaban yang benar adalah "taller than I/she." Kita mencari subject form: Contoh: "He is taller than I am." Arti: Dia lebih tinggi daripada saya. (kecuali kita meninggalkan verb pada second clause, "am" or "is.") Beberapa penulis yang baik, walaupun demikian, akan berdebatbahwa kata "than" seharusnya diizinkan untuk berfungsi sebagai kata depan (preposition). Jika kita bisa berkata Contoh: "He is tall like me/her," Arti: Dia tinggi seperti saya. dengan demikian (jika "than" bisa menjadi prepositional seperti like) kita seharusnya bisa berkata, "He is taller than me/her." Ini merupakan argument yang menarik, tapi — for now, anyway — pada prosa akademik formal, gunakan subject form pada perbandingan semacam itu. Kita juga ingin menjadi hati-hati dalam sebuah kalimat seperti Contoh: "I like him better than she/her." ( Saya lebih menyukai dia (pria) daripada dia (wanita). "she" kan bermakna bahwa anda lebih menyukai orang ini dari pada dia perempuan menyukai dia laki-laki.; "her" akan bermakna bahwa anda menyukai si lelaki lebih dibandingkan dari pada anda menyukai si perempuan.. (Untuk menghidari ambiguitas dan keterpelesatan pengunaan

than, kita bisa menulis Contoh: "I like him better than she does"." Arti: Saya lebih menyukai dia (pria) dari pada dia (wanita) menyukai. atau "I like him better than I like her Arti: Saya menyukai dia (pria) lebih daripada saya menyukai dia (wanita) Susunan Adjectives dalam sebuah Rangkaian Kita berkata "little brown house" bukannya "brown little house" atau mengapa kita berkata "red Italian sports car" bukannya "Italian red sports car.". Ada beberapa kategori dalam menyusun rangkaian adjective pada table berikut ini: I. Determiners — artikel dan limiters yang lain. II. Observation — postdeterminers dan limiter adjectives (e.g., a real hero, a perfect idiot) dan adjectives yang menjurus kepada ukuran subjectif (e.g., beautiful, interesting) III. Size and Shape — adjectives yang menjurus pada ukuran objective (e.g., wealthy, large, round) IV. Age — adjectives yang berkaitan dengan usia (e.g., young, old, new, ancient) V. Color — adjectives yang bermakna warna (e.g., red, black, pale) VI. Origin — denominal adjectives yang bermakna asal (e.g., French, American, Canadian) VII. Material — denominal adjectives yang bermakna terbuat dari (e.g., woolen, metallic, wooden) VIII. Qualifier — final limiter, sering dianggap sebagai bagian dari noun (e.g., rocking chair, hunting cabin, passenger car, book cover)

Ketika adjectives berada dalam kelompok yang sama mereka menjadi sesuatu yang disebuat coordinated adjectives, dan anda perlu meletakkan komadiantara mereka: the inexpensive, comfortable shoes. Aturan meletakkan koma antara dua adalah: jika anda bisa meletakkan conjunction — and atau but — antara dua adjectives, gunakanlah koma. Kita bisa berkata these are "inexpensive but comfortable shoes," jadi kita akan mengunakan comma antara mereka (tentunya ketika "but" tidak ada disana. Kita kita memiliki tiga coordinated adjectives, pisahkan mereka semua dengan koma. Jangan letakkan koma pada akhir akhir sebelum noun: Contoh: a popular, respected, and good looking student Arti: seorang pelajar yang terkenal, terhormat dan enak dilihat Collective Adjectives Apabila definite article, the, digabung dengan sebuah adjective yang mengambarkan kelas atau kelompok orang, frase ini bisa bertindak sebagai sebuah a noun: the poor, the rich, the oppressed, the homeless, the lonely, the unlettered, the unwashed, the gathered, the dear departed. Perbedaan antara Collective Noun (yang biasanya dianggap sebagai singular tapi juga bisa plural pada konteks tertentu) dengan collective adjective adalah bahwa collective adjectives selalu plural dan memerlukan plural verb: Contoh: (CD 141) • The rural poor have been ignored by the media. Arti: Kaum miskin di daerah terpencil telah diabaikan oleh media. • The rich of Connecticut are responsible. Kaum berada Connecticut bertanggung jawab. • The elderly are beginning to demand their rights. Yang lebih tua mulai menuntut hak mereka.

• The young at heart are always a joy to be around. Arti: Yang muda di hati selalu menjadi kegembiraan dalam aksi. Adjectival Opposites Lawan atau aspek negative bisa dibentuk dengan berbagai cara. Salas satunya adalah mencari adjective dengan makna yang berlawanan — an antonym. Lawan dari beautiful adalah ugly, lawan tall adalah short.. Cara lain untuk membentuk lawan dari adjective adalah dengan sejumlah awalan (prefixes). Lawan dari fortunate adalah unfortunate, lawan dari prudent adalah imprudent, lawan dari considerate adalah inconsiderate, lawan dari honorable adalah dishonorable, lawan dari alcoholic adalah nonalcoholic. Cara ke tiga untuk membentuk lawan kata adjective adalah dengan mengabungkan dengan less atau least untuk menciptakan perbandingan yang menunjukkan lawan kata. Contoh: • "This is the least beautiful city in the state." Arti: Ini merupakan kota yang paling kurang indah di negara bagian ini. • A candidate for a job can still be worthy and yet be "less worthy of consideration" than another candidate. Arti:Seorang kandidat untuk sebuah pekerjaan masih bisa bernilai dan bahkan menjadi pertimbangan yang lebih kurang bernilai dari kandidat lainnya. • "He is less unlucky than his brother," Arti: Dia lebih kurang tidak beruntung daripada saudara laki-lakinya. Gunakanlah less ketika perbandingan antara dua hal atau orang; gunakanlah least ketika perbandingan diantara banyak hal atau orang. Contoh: • My mother is less patient than my father. Arti: Ibu saya lebih kurang sabar daripada bapak saya. • Of all the new sitcoms, this is my least favorite show. Dari semua situasi komedi yang baru, ini adalah pertunjukan yang lebih kurang favorite saya. Pertimbangan lain dari Adjective Adjectives yang sebenarnya Participles, verb forms dengan akhiran -ing dan -ed , bisa menyulitkan kita;. a frightened child atau a frightening child: you are confused atau you are confusing? Biasanya, akhiran -ed ending berarti bahwa noun memiliki hubungan passive dengan sesuatu — sesuatu (the lessons) telah membuat anda bingung jadi you are confused. Akhiran -ing bermakna bahwa noun memiliki peran aktif— anda menjelaskan sesuatu bertele-tele jadi you are confusing. Modifiers berakhiran - ed sering ditemani oleh kata depan (prepositions): Contoh: • We were amazed at all the circus animals. Arti: Kami takjub dengan semua hewan sirkus. • We were amused by the clowns. Arti: Kami terhibur oleh para badut. • We were annoyed by the elephants. Arti: Kami jengkel dengan gajah-gajah itu. • We were bored by the ringmaster. Kami bosan dengan ringmaster itu. • We were confused by the noise. Arti: Kami bingung oleh kebisingan itu. • We were disappointed by the motorcycle daredevils. Arti: Kami kecewa dengan pengendara motor yang kesetanan di jalan. • We were disappointed in their performance. Kami kecewa dengan penampilan mereka.

• We were embarrassed by my brother. Arti: Kami malu pada saya. • We were exhausted from all the excitement. Arti: Kami lelah dari semua keasyikan itu. • We were excited by the lion-tamer. Arti: Kami bergairah oleh penjinak singa. • We were excited about the high-wire act, too. Arti: Kami juga bergairah pada aksi kawat tinggi. • We were frightened by the lions. Arti: Kami takut denga para singa. • We were introduced to the ringmaster. Arti: Kami diperkenalkan oleh pembawa acara. • We were interested in the tent. Arti: Kami tertarik dengan tenda itu. • We were irritated by the heat. Arti: Kami jengkel dengan panas. • We were opposed to leaving early. Arti: Kami menolak untuk meninggalkan tempat lebih awal. • We were satisfied with the circus. Arti: Kami puas dengan sirkus itu. • We were shocked at the level of noise under the big tent. Arti: Kami terkejut dengan tingkat kebisingan di bawah tenda besar itu. • We were surprised by the fans' response. Arti: Kami terkejut dengan respon pengemar. • We were surprised at their shouts. Arti: Kami terkejut dengan teriakan mereka. • We were tired of all the lights after a while. Arti: Kami lelah denga semua lampu setelah sekian lama. • We were worried about the traffic leaving the parking lot. Arti: Kami kuatir tenang lalu lintas yang meninggalkan area parkir. A- Adjectives A- adjectives yang paling umum adalah ablaze, afloat, afraid, aghast, alert, alike, alive, alone, aloof, ashamed, asleep, averse, awake, aware. Adjectives ini muncul sebagai predicate adjectives (i.e., mereka muncul setelah linking verb). Contoh: • The children were ashamed. Arti: Anak-anak malu. • The professor remained aloof. Arti: Profesor tetap menjauh. • The trees were ablaze. Arti: Pohon-pohon terbakar. Kadang-kadang anda akan menemukan a- adjectives sebelum kata yang mereka jelaskan: the alert patient, the aloof physician. Kebanyakan dari mereka menjelaskan diri mereka sendiri: the nearly awake student, the terribly alone scholar. Dan a- adjectives kadang-kadang dijelaskan oleh "very much": very much afraid, very much alone, very much ashamed, etc.

===================================================================== ================

Preposition Preposition (Kata Depan) adalah kata yang tidak dapat berubah bentuknya dan biasanya di letakkan di depan kata benda atau padanan kata benda lainnya (objek) yang bertujuan untuk menunjukkan hubungannya tertentu dengan kata-kata lain dalam kalimat. Di bawah ini adalah contoh Kata Depan (Preposition) above, about, across, against, along, among, around, at, before, behind, below, beneath, beside, between, beyond, by, down, during, except, for, from, in, inside, into, like, near, of, off, on, since, to, toward, through, under, until, up, upon, with, within.

Contoh: • It is a container for butter. (Preposition "for" menunjukkan hubungan antara "butter" dan "container".) • The eagle soared above the clouds. ________________________________________ BENTUK PREPOSITION ________________________________________ Bentuk-bentuk Kata Depan adalah sebagai berikut: 1. Simple Preposition (Kata Depan Tunggal) • after, at, by, for, from, of, over, on, in, through, to, off, till, under, up, with, dsb 2. Double Preposition (Kata Depan Ganda) • into, onto, from under, from among, from off, from within, over against, dsb 3. Compund Preposition (Kata Depan Majemuk) • across (on cross), along (on long), behind (by hind), about (on by out), above (on by up), before (by fore), beneath (by neath), beside (by side), between (by twain), beyond (by yonder), but (by out except), within (with in), without (with out), dsb 4. Participal Preposition (Kata Depan Partisif) • pending, during, notwithstanding, past, except, considering, concerning, regarding, dsb 5. Prepositional Phrase (Frase Kata Depan) • because of, by means of, in behalf of, in front of, in view of, by reason of, with respect to, with regard to, aith relation to, on behalf of, in spite of, dsb. 6. Disguised Preposition (Kata Depan Tersembunyi) • three o'clock (three of clock) • Jack o'lantern (Jack of the lantern) • He has gone a-hunting (on hunting) ________________________________________ PREPOSITION DI AKHIR KALIMAT ________________________________________ Hindari meletakkan sebuah kata depan di akhir kalimat.Karena kata depan sebaiknya di depan kata benda Contoh: • That is a situation I have not thought of. (SALAH) • She is a person I cannot cope with. (SALAH) • It is behaviour I will not put up with. (SALAH) Kalau Anda terbentur pada posisi kata depan yang menurut Anda harus diletakkan di akhir kalimat, maka pindahkan posisinya pada tempat yang tepat dan tidak merubah makna kalimat yang ingin Anda sampaikan. Contoh: • That is a situation of which I have not thought. • She is a person with whom I cannot cope. • It is behaviour up with which I will not put. Namun cara yang terbaik adalah dengan mengganti kata agar tidak membingungkan pembaca. Tapi perlu diingat, penggantian kata tersebut tidak merubah makna dan memiliki arti yang sama

dengan kata yang ingin kita gantikan. Perhatikan contoh berikut ini untuk menggantikan contoh kalimat di atas. Contoh: • That is a situation I have not considered. • It is behaviour I will not tolerate. ________________________________________ TIPS ________________________________________ PILIHAN ANDA Kesimpulannya, jika Anda tidak dapat menemukan kata pengganti yang cocok untuk menggantikan kata depan yang berada di akhir kalimat, maka Anda dapat memilihnya yaitu tetap meletakkan kata depan tersebut di akhir kalimat, atau merubah susunan kata depan tersebut. Kalimat pertama di bawah ini secara teknis tidak tepat karena kata depan berada di akhir kalimat. Namun kalimat yang kedua kedengarannya agak aneh dan dapat membingungkan pembaca. • She is a person I cannot cope with. • She is a person with whom I cannot cope. Kebanyakan orang yang memahami masalah ini, mereka menggunakan kalimat yang kedua. Tapi memang lebih baik jika kita dapat menggantikan kata tersebut dengan kata yang lain yang memiliki arti yang sama dan tidak akan merubah makna kalimat tersebut, lebih baik menggantinya dengan kata lain yang lebih tepat agar lebih mudah dipahami pembaca. APA YANG MENGIKUTI KATA DEPAN? Kata setelah kata depan disebut sebagai "Object of the Preposition". Contoh: • The cat ran under the car. (Kata "the car" adalah objek dari "under".) • Can you give this parcel to him tomorrow? (Kata "him" adalah objek dari "to".) Kata Depan dapat juga berada di depan kata ganti (Pronouns) selain kata benda. Contoh: • Can you give the parcel to him? • I went to the cinema with them. Namun kata "whom" merupakan objective case dari "who", dan hal ini dapat membingungkan pembaca. Contoh: • Andy saw the scouts, at least one of whom was armed, through the mist. • Against whom did you protest if there was nobody present? ________________________________________ TIPS ________________________________________ WHOM SETELAH KATA DEPAN

Gunakan "whom" setelah kata depan WHETHER SETELAH KATA DEPAN "whether" dapat diletakkan setelah kata depan: • A decision about whether the elections were legal is pending. • Will you raise the question of whether we are investing in the system or withdrawing?

===================================================================== ================

Pronoun Pronoun atau kata ganti adalah kata-kata yang digunakan untuk menggantikan orang atau benda. Ada 5 jenis kata ganti orang, yaitu yang berfungsi sebagai subject (Subject Pronouns), sebagai object (object pronoun), sebagai adjective (possessive adjectives), untuk menyatakan kepunyaan (possessive pronouns), dan untuk menyatakan refleksi diri (reflexive atau reciprocal pronouns). Kelima pronoun tersebut disajikan pada tabel berikut. Subject Pronouns Object Pronouns Possessive Adjectives Possessive Pronouns Reciprocal Pronouns I You (singular) You (plural) We They He She It me you you us them him her it my your your our their his her its mine

yours yours ours theirs his hers its myself yourself yourselves ourselves themselves himself herself itself A. Penggunaan subject pronoun. Subject pronoun adalah kata ganti yang berfungsi sebagai subject. • I, you, we, they, he, dan she digunakan untuk mengganti orang. Selain itu, ―they ‖ juga digunakan untuk menggantikan plural nouns. He dan she juga dapat digunakan untuk menggantikan hewan, khususnya hewan peliharaan. Dan khusus untuk ―she ‗ juga dapat digunakan untuk menggantikan kapal laut. • ―It ‖ untuk menggantikan benda mati dan tumbuhan tunggal. • He, she dan it adalah singular subject (orang ketiga tunggal) yang selalu diikuti oleh singular verb. Penggunaan subject pronoun ada 4, yaitu: a. Pada umumnya subject pronoun diletakkan di awal kalimat (sebelum verb). Contoh: 1. I love you. 2. He is my brother. 3. She likes writing a poem. (Dia suka menulis puisi). 4. Two cars were reported stolen last night. They haven‘t been found yet. (Dua mobil dilaporkan dicuri tadi malam. Mereka (kedua mobil itu) belum ditemukan). 5. You have to buy a good English dictionary. (Kamu harus membeli sebuah kamus bahasa Inggris yang baik). 6. We planted a rose plant last month. It is growing well now. (Kami menanam sebuah tanaman mawar sebulan yang lalu. Dia (tanaman mawar itu) sedang tumbuh dengan baik sekarang). b. (it/that/this/these/those/there) + (to be) + subject pronoun Dalam pola-pola seperti ini, it, that, this, these, those dan there hanya berfungsi sebagai pseudosubject (subject semu). Subject yang sebenarnya adalah nouns setelah to be. Olehnya itu, pronoun yang tepat digunakan setelah to be adalah subject pronoun. Contoh: 1. It was I who broke the mirror. (Adalah saya (sayalah) yang memecahkan cermin itu). 2. There is he here now. You should come here quickly if you want to meet him. (Ada dia di sini sekarang. Kamu harus datang ke sini dengan cepat jika kamu ingin bertemu dia). 3. This is I. I am just an ordinary person. (Inilah saya. Saya hanyalah seorang manusia biasa). c. Setelah expression as… as dalam kalimat equal comparison. Contoh:

1. He is as smart as she. (Dia (cowok) sama pintarnya dengan dia (cewek). 2. Maria has the same preference as they. (Maria punya kesukaan yang sama dengan mereka). c. Setelah than dalam kalimat unequal comparison. Contoh: 1. I am smarter than he. (Saya lebih pintar dari dia). 2. They study harder than she. (Mereka belajar lebih giat dari dia). d. Setelah different from. 1. We are different from they. (Kita beda dengan mereka). 2. Although they are twins, she is different from he. (Walaupun mereka kembar, dia (cewek) beda dengan dia). Note: In speaking (informal occasion), pronoun pada kalimat-kalimat di poin b – d lebih sering dinyatakan dengan object pronoun, menjadi: 1. It was me who broke the mirror. 2. He is as smart as her. 3. I am smarter than him. 4. We are different from them. dan seterusnya. Walaupun lebih sering digunakan secara informal, penggunaan object pronoun ini (poin b-d) dianggap gramatically incorrect. Jadi, jika anda ikut ujian TOEFL atau test lainnya selalu pilihsubject pronoun, bukan object pronoun. Contoh kalimat tambahan penggunaan subject pronoun dapat dibaca di topik : Subject kalimat. B. Penggunaan object pronoun Object pronoun adalah kata ganti yang berfungsi sebagai object dan diletakkan setelah verb. Contoh: 1. Yeyes gave me a piece of cake (Yeyes memberi saya sepotong kue) 2. Yeyes gave you a piece of cake, too. (Yeyes memberi kamu sepotong kue juga) 3. Yeyes did not give him a piece of cake. (Yeyes tidak memberi dia sepotong kue). 4. I like her. (Saya suka dia). 5. Do you like your new bicycle? Yes, I like it very much. (Apakah kamu suka sepeda barumu? Ya, saya menyukainya dengan sangat) 6. Koko helped us clean the house. (Koko membantu kami membersihkan rumah). 7. Yeyes taught him to do his homework. (Yeyes mengajarinya mengerjakan PR). 8. Didit saw us on the football field. (Didit melihat kita di lapangan sepakbola) 9. She hates me because I am very, very naughty. (Dia membenciku karena saya sangat,sangat jahil). C. Penggunaan possessive adjective Pronoun ini berfungsi sebagai kata sifat, yaitu untuk menerangkan kepemilikan terhadap nouns. (The nouns belong to whom? = nouns itu milik siapa?) Contoh: 1. This is my house. (Ini adalah rumahku). 2. That is his house. 3. This is your dictionary. (Ini adalah kamusmu) 4. We all like our teacher. 5. Didit and Yeyes are saving some of their money to buy a birthday gift. 6. That is your book. 7. This is their clean class. 8. That is our television.

9. This is my new bag. 10. That is her big house. D. Penggunaan possessive pronoun Kata ganti ini juga menyatakan kepemilikan sesuatu benda. Perbedaannya dengan possessive adjectives adalah terletak pada kata bendanya yang tidak disebutkan lagi karena sudah tersirat di dalam kata ganti ini. Contoh: 1. This house is mine. (rumah ini adalah rumahku). 2. That house is his. (rumah itu adalah rumahnya). 3. This dictionary is yours. (kamus ini adalah kamusmu). 4. I like your shoes but I don‘t like mine. (Saya suka spatumu, tapi saya tidak suka sepatuku). 5. Those books are his now. (Buku-buku itu adalah buku-bukunya sekarang). 6. This new bag is mine. (Tas baru ini adalah tasku). 7. That television is ours. (TV itu adalah TV kami). 8. These beautiful cars are theirs. (Mobil-mobil cantik ini adalah mobil-mobil mereka). 9. That pencil is yours. (Pensil itu adalah pensilmu). 10. This dictionary is his. (Kamus ini adalah kamusnya). Note: In speaking, noun setelah ―this, that, these dan those‖ sering dihilangkan. Lawan bicara sudah paham maksudnya karena noun-nya sudah diacu sebelumnya, plus adanya body language. Contoh-contoh di atas dapat dinyatakan dengan: 1. This is mine 2. That‘s yours 3. Those are his now, dan seterusnya. E. Penggunaan reflexive (reciprocal) pronoun Reflexive atau reciprocal pronoun ini digunakan untuk merefleksikan diri dan untuk mengeraskan arti orang atau benda yang diacunya. Contoh: 1. I hate myself. (Saya benci diriku sendiri). 2. You only love yourself. (Kamu hanya cinta dirimu sendiri). 3. You all have to help yourselves. (Kamu semua harus membantu diri kamu sendiri). 4. We have to discipline ourselves. (Kita harus mendisiplinkan diri kita sendiri). 5. She must be angry to herself. (Dia harus marah pada dirinya sendiri). 6. He gives himself a little more time to rest. (Dia memberi dirinya sendiri sedikit lebih banyak waktu untuk beristirahat). 7. They are proud of themselves. (Mereka bangga pada diri mereka sendiri). Soal: Coba terjemahkan ke dalam bahasa Inggris kalimat berikut: • Saya akan meminjamimu sepedaku. Jawab: Kata ‗meminjami‘ adalah sebuah kata kerja (aktivitas yang akan dilakukan oleh subject ‗Saya‘). Jadi ‗mu‘ di sini bukanlah mengganti kepunyaan, melainkan kependekan dari pronoun ‗kamu‘, yang berfungsi sebagai object kalimat, sehingga dalam bahasa Inggris menjadi ―you‖. Sedangkan pronoun ‗ku‘ di kalimat ini adalah sebuah possessive adjective, yang menerangkan who (siapa) yang memiliki ‗sepeda‘ tersebut. Oleh karena itu, pronoun yang tepat untuk ‗ku‘ adalah ‗my‘. Jadi, kalimat di atas dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi: • I will lend you my bicycle. Atau, • I will lend my bike to you.

F. Penggunaan indefinite pronoun: One dan Ones Selain kelima jenis pronoun di atas, one‗ dan ones juga dapat digunakan untuk menggantikan nouns yang sudah pernah disebutkan sebelumnya. One digunakan untuk menggantikan singular nouns (benda tunggal), sedangkan ones digunakan untuk menggantikan plural nouns (benda jamak). Contoh: 1. There are two dogs in my house. They are brown and white. The brown one is big, tall and a little fierceful, while the white one is smaller, shorter, and calmer. (Ada 2 anjing di rumahku. Mereka berwarna coklat dan putih. Anjing yang berwarna coklat adalah besar, tinggi, dan sedikit galak, sedangkan anjing yang berwarna putih adalah lebih kecil, lebih pendek, dan lebih jinak). 2. I have two new red pens on my right hand and five used blue pens on my left one. Which onesdo you want? (Saya punya 2 pulpen merah baru di tangan kanan saya dan 5 pulpen biru yang telah pernah dipakai di tangan kiri saya. Pulpen-pulpen yang manakah yang kamu inginkan?). Note: ‗One ‗ atau ‗ones ‗ hanya menggantikan noun-nya saja, sedangkan adjective-nya harus tetap disebutkan agar pembaca atau lawan bicara mengerti apa atau siapa yang diacu/dirujuk oleh ‗one‘ atau ‗ones‘ tersebut. Diposkan oleh Darwan di Selasa, Juli 26, 2011 0 komentar Link ke posting ini

Senin, 28 Februari 2011
TYPES OF TEXT
NARRATIVE Purpose: To amuse/entertain the readers and to tell a story Generic Structure: 1. Orientation 2. Complication 3. Resolution 4. Reorientation Dominant Language Features: 1. Using Past Tense 2. Using action verb 3. Chronologically arranged RECOUNT Purpose: to retell something that happened in the past and to tell a series of past event Generic Structure: 1. Orientation 2. Event(s) 3. Reorientation Dominant Language Features: 1. Using Past Tense 2. Using action verb 3. Using adjectives Narrative and recount in some ways are similar. Both are telling something in the past so

narrative and recount usually apply PAST TENSE; whether Simple Past Tense, Simple Past Continuous Tense, or Past Perfect Tense. The ways narrative and recount told are in chronological order using time or place. Commonly narrative text is found in story book; myth, fable, folklore, etc while recount text is found in biography. The thing that makes narrative and recount different is the structure in which they are constructed. Narrative uses conflicts among the participants whether natural conflict, social conflict or psychological conflict. In some ways narrative text combines all these conflicts. In the contrary, we do not find these conflicts inside recount text. Recount applies series of event as the basic structure DESCRIPTIVE Purpose: to describe a particular person, place or thing in detail. Dominant Generic Structure: 1. Identification 2. Description Language Features: 1. Using Simple Present Tense 2. Using action verb 3. Using adverb 4. Using special technical terms REPORT Purpose: to presents information about something, as it is. Generic Structure 1. General classification 2. Description Dominant Language Feature 1. Introducing group or general aspect 2. Using conditional logical connection 3. Using Simple Present Tense EXPLANATION Purpose: To explain the processes involved in the formation or working of natural or sociocultural phenomena. Generic Structure: 1. General statement 2. Explanation 3. Closing Dominant Language Features: 1. Using Simple Present Tense 2. Using action verbs 3. Using passive voice 4. Using noun phrase 5. Using adverbial phrase 6. Using technical terms 7. Using general and abstract noun

8. Using conjunction of time and cause-effect. ANALYTICAL EXPOSITION Purpose: To reveal the readers that something is the important case Generic Structure: 1. Thesis 2. Arguments 3. Reiteration/Conclusion Dominant Language Features: 1. Using modals 2. Using action verbs 3. Using thinking verbs 4. Using adverbs 5. Using adjective 6. Using technical terms 7. Using general and abstract noun 8. Using connectives/transition HORTATORY EXPOSITION Purpose: to persuade the readers that something should or should not be the case or be done Generic Structure: 1. Thesis 2. Arguments 3. Recommendation Dominant Language features: 1. Using Simple Present Tense 2. Using modals 3. Using action verbs 4. Using thinking verbs 5. Using adverbs 6. Using adjective 7. Using technical terms 8. Using general and abstract noun 9. Using connectives/transition Then what is the basic difference between analytical and hortatory exposition. In simple word. Analytical is the answer of ―How is/will‖ while hortatory is the answer of ―How should‖. Analytical exposition will be best to describe ―How will student do for his examination? The point is the important thing to do. But for the question‖ How should student do for his exam?‖ will be good to be answered with hortatory. It is to convince that the thing should be done PROCEDURE Purpose: to help readers how to do or make something completely Generic Structure: 1. Goal/Aim 2. Materials/Equipments 3. Steps/Methods

Dominant Language Features: 1. Using Simple Present Tense 2. Using Imperatives sentence 3. Using adverb 4. Using technical terms DISCUSSION Purpose: to present information and opinions about issues in more one side of an issue (‗For/Pros‘ and ‗Against/Cons‘) Generic Structure: 1. Issue 2. Arguments for and against 3. Conclusion Dominant Language Features: 1. Using Simple Present Tense 2. Use of relating verb/to be 3. Using thinking verb 4. Using general and abstract noun 5. Using conjunction/transition 6. Using modality 7. Using adverb of manner REVIEW Purpose: to critique or evaluate an art work or event for a public audience dominant Generic Structure: 1. Orientation 2. Evaluation 3. Interpretative Recount 4. Evaluation 5. Evaluative Summation Dominant Language features: 1. Focus on specific participants 2. Using adjectives 3. Using long and complex clauses 4. Using metaphor ANECDOTE Purpose: to share with others an account of an unusual or amusing incident Generic Structure: 1. Abstract 2. Orientation 3. Crisis 4. Reaction 5. Coda. Dominant Language Features: 1. Using exclamations, rhetorical question or intensifiers

2. Using material process 3. Using temporal conjunctions SPOOF Purpose: to tell an event with a humorous twist and entertain the readers Generic Structure: 1. Orientation 2. Event(s) 3. Twist Dominant Language Features: 1. Using Past Tense 2. Using action verb 3. Using adverb 4. Chronologically arranged NEWS ITEM Purpose: to inform readers about events of the day which are considered newsworthy or important Dominant Generic Structure: 1. Newsworthy event(s) 2. Background event(s) 3. Sources Dominant Language Features: 1. Short, telegraphic information about story captured in headline 2. Using action verbs 3. Using saying verbs 4. Using adverbs : time, place and manner. // Related Posts : Abstract on Text Types * Text Types in Three Main Genres * Back to School Back to Learn Text Types * Understanding Types of Text * Classification Essay – Everything You Need to Know Analytical Exposition * Text Types in Three Main Genres * The Importance of Exercise as Example of Analytical Exposition * Fast Food in Example of Analytical Exposition * Contoh/Example of Analytical Exposition about Being Fat * Analytical Exposition Sample in Learning English * Analytical Exposition Sample on Accredited School * Example of Analytical Exposition in Jakarta Issue

* Is Smoking Good for Us?; Example of Analytical Exposition * Opportunity in the Global Financial Crisis; example of analytical exposition * Laptop as Students‘ Friend * Career in Translation * Writing is a Great for Money Online; an analytical exposition text * What is Analytical Exposition? Anecdote * Blessing behind Tragedy; an anecdote text * What is Anecdote? Descriptive * Descriptive Text about Cleopatra * The Descriptive Facts about the Moon * The Best Example of Descriptive Text about a Cat * Text Types in Three Main Genres * Contoh/Example of Descriptive Text about Taj Mahal * Descriptive Text on Jatim Park * Marsupial Mammal; EXAMPLE OF DESCRIPTIVE TEXT * My Friend‘s New Shoes * The Differences between Report and Descriptive Text * Borobudur Temple; a descriptive text * What is Descriptive Text? Discussion * National Exam in Pros and Cons * Gift Cards Bring Advantages and Disadvantages * Text Types in Three Main Genres * Discussion Text Sample on Distance Learning * Reading Discussion Text * Example of Discussion Text on Nuclear Power * Hunting Fox; a discussion text * What is Discussion? Explanation * Explanation Text about How Rain Happens * Explanation Text about How Cell Phones Work * Text Types in Three Main Genres * Seasons as Example of Explanation Text * Contoh / Example of Explanation Text about Earthquake * Contoh / Example of Explanation Text about Bali Island * HOW FUEL WARNING LIGHT WORK; an example of explanation text

* Flying Kites as Example of Explanation * CANCER; Example of Explanation Text * Do You Know Why Eiffel Tower was Built?; Explanation Sample * Explanation Text Sample about Roman Road * How Chocolate is made; an Example of Explanation text * Between Explanation and Procedure Text * Example of Explanation Text * How Day and Night Happen: an explanation text * Why Summer Daylight is Longer than Winter Daylight; an explanation text * What is Explanation? Hortatory Exposition * Example of Hortatory Text in Letter to Editor * Text Types in Three Main Genres * USE ENGLISH! Hortatory Sample * Should not Bring Mobile Phone to School; a Hortatory Text Sample * NEVER TRY SMOKING; a Hortatory Sample * Hortatory Example in Wearing Helmet * Reading Hortatory Text * Hortatory Example in Public Awareness * Example of Hortatory Exposition in Watching TV * More Dust Bins is Cleaner; example of hortatory * Where should be after High School?; a hortatory text * Millions from Property Market; a hortatory exposition text * Removing Lead from Petrol; a hortatory exposition text * What is Hortatory Exposition? Narrative * Narrative Text in Romeo and Juliet‘s Romantic and Tragic Story * Text Types in Three Main Genres * Example of Narrative Text in the Legend of Tangkuban Perahu * Kite‘s Tale as Example of Narrative * Narrative Analysis on Malin Kundang Story * Reading a Narrative * Narrative Example in Arabian Story * Example of Narrative Text; The Smartest Parrot * Story of Narrative Text * CINDERELLA STORY; the Clearest Example of Narrative Text * Building Narrative Text with Complication * Between Recount and Narrative * The Smartest Animal; a narrative text * Snow White; a narrative text * Cinderella; a narrative text * What is Narrative?

News Item * News Item about Man Push Van off Train Railroad * Understanding News Item Text * Growing Student Smoking as Example of News Item Text * The Clear Example of News Item Text about Landslide * Contoh / Example of News Item Text about Indonesian Maid Tragedy * Contoh / Example of News Item Text * Malaysian Women Suggested to Carry Condoms; a news item text * Indonesian Maid in HK Court after Having Intercourse; a news item text * Indonesian Maid beheaded; a news item text * What is News Item? Procedure * Procedure Text in Making Candles * Contoh/Example of Procedure Text in Making Kite * Contoh/Example of Procedure Text in Installing SIM Card * Between Explanation and Procedure Text * Planting Chilies; a procedure text * Writing For Business; a procedure text * What is Procedure? Recount * Text Types in Three Main Genres * Recount Example in Journalist‘s Diary * Spoof and Recount Text; What Makes them Different? * Vacation to London; the clear example of recount text * Between Recount and Narrative * Visiting Bali; a recount text * My Horrible Experience; a recount text * What is Recount? Report * Example of Report Text about Mangrove Trees * ELEPHANTS as Example of Report Text * Text Types in Three Main Genres * Example of Report Text in Earthquake * Tornadoes as Example of Report Text * Example of Report Text about Volcano * Contoh/Example of Report Text in Komodo * Human Body Energy as EXAMPLE OF REPORT * The Differences between Report and Descriptive Text

* Platypus; a report text * What is Report? Review * Example of Review Text in 2012 Movie * Zenni Optical; a site for eyeglasses * Business Loan Program * Career in Translation * Structuring the Product Review Text * Good Translation * a TAMM Creation * All about Ohio Sports * Recording Mommy Journey * Making Money Online * Good Young Mother * An Attractive Motherly Blog * A Site from Reog Boy * Recommended Software Applications * Guide to Japanese Pop Culture * When She Writes * Bad Credit Improvement * Online Shopping Software * Choosing Web Hosting * Beneficial Shopping Cart Ada 6 jenis text yang akan dijelaskan disini: 1.Recount 2.Procedure 3.Anecdote 4.Narrative 5.Report 6.Report 1.RECOUNT Recount Tujuan komunikatif: Melaporkan peristiwa, kejadian atau kegiatan dengan tujuan memberitakan atau menghibur. Struktur teks: * Pendahuluan (orientasi), yaitu memberikan informasi tentang apa, siapa, di mana dan kapan; * Laporan (rentetan) peristiwa, kegiatan yang terjadi, yang biasanya disampaikan secara berurut

Contoh: Class Picnic Last Friday our school went to Centennial Park for a picnic First our teachers marked the rolls and the we got on the buses. On the buses, everyone was chatting and eating. When we arrived at the park, some students played cricket, some played cards but others went for a walk with the teachers. At lunchtime, we sat together and had our picnic. Finally, at two o‘clock we left for school. We had a great day. 2.PROCEDURE Procedure, the communicative purpose is to tell the steps of making or doing something. (Tujuan komunikatif nya: memberi petunjuk cara melakukan sesuatu melalui serangkaian tindakan atau langkah.) Generic Structure: Goal/Aim – Materials/Tools – Steps/Methods Language Features of Procedure text: Imperative form, ex: Cut, Pour, Don‘t mix, dsb. action verbs: turn, put, don‘t, mix, dsb. connectives (untuk mengurutkan kegiatan), ex: then, while, dsb. adverbials (untuk menyatakan rinci waktu, tempat, cara yang akurat), ex: for five minutes, two centimeters from the top, dsb. Contoh: SESAME DROP BISCUITS Ingredients/Materials: 2 cups flour 1 ½ teaspoons baking powder ½ teaspoon each baking soda and salt Butter or margarine

2 tablespoons sesame seed 1 cup buttermilk Night Before: In a large bowl stir together flour, baking powder, soda and salt. 2 knives or pastry blender cut in ½ cup butter until particles are fine . Stir in sesame seed. Next Morning: Add buttermilk to flour mixture and stir with a fork just until mixed. Drop by tablespoons on greased cookies sheet. Bake in preheated 450 degrees oven until light brown. 12 to 14 minutes. Serve at once with butter. 3.ANECDOTE Definition and Social Function of Anecdote Anecdote is a text which retells funny and unusual incidents in fact or imagination. Its purpose is to entertain the readers. Generic Structure of Anecdote 1. Abstract 2. Orientation 3. Crisis 4. Incident.Language Feature of Anecdote 1. Using exclamation words; it‘s awful!, it‘s wonderful!, etc 2. Using imperative; listen to this 3. Using rhetoric question; do you know what? 4. Using action verb; go, write, etc 5. Using conjunction of time; then, afterward 6. Using simple past tense Contoh Anecdote: Blessing Behind Tragedy There was a black family in Scotland years ago. They were Clark family with nine children.

They had a dream to go to America. The family worked and saved. They were making plan to travel with their children to America. It had taken several years but finally they had saved enough money. They had gotten passport. They had booked seats for the whole family member in a new liner to America. The entire family was full of anticipation and excitement with their new life in America. However few days before their departure, the youngest son was bitten by a dog. The doctor sewed up the boy. Because of the possibility of getting rabies, there were being quarantined for long days. They were in quarantine when the departure time came. The family dreams were dashed. They could not make the trip to America as they had planned. The father was full of disappointed and anger. He stomped the dock to watch the ship leaved without him and his family. He shed tears of disappointment. He cursed both his son and God for the misfortune. Five days latter, the tragic news spread throughout Scotland. The ship, the mighty Titanic, had shank. It took hundreds of passenger and crew with it. Titanic which had been called the unsinkable ship had sunk. It was unbelievable but it was. The Clak family should have been on that ship, but because of the bitten son by a dog, they were left behind. When the father heard the news, he hugged the son and thanked him for saving the family. He thanked God for saving their lives. It was a blessing behind a tragedy. (Adapted from Look Ahead 2) Generic Structure Analysis: Abstract: Everybody has a dream. You have and so do I. When the dream will come true, there is something wrong last minute before it. What will we feel? What will we do? Orientation: the Clark family lived in Scotland. They had dream to travel to America. They prepared well for their plan Crisis: few days before they went to America, his youngest son was bitten by a dog. It made they were being quarantined. They had to forget their plan. Incident: the family was full of disappointment and anger. The father was angry with his son and God. The family failed to travel to America and the father could not accept it. Coda: the father thank to his son when he hear the ship sank. He thank to God because of saving the family from sinking. He thought leaving behind the ship was not a tragedy but a blessing. 4.REPORT Report Tujuan Komunikatif: Menyampaikan informasi tentang sesuatu, apa adanya, sebagai hasil pengamatan sistematis atau analisis. Yang dideskripsikan dapat meliputi gajala alam, lingkungan, benda buatan manusia, atau gejala- gejala sosial. Deskripsi sebuah teks report dapat berupa simpulan umum misalnya tentang rumah sederhana dengan mendekripsikan ciri-ciri

subyek tersebut sehingga layak dikategorikan rumah sederhana, dsb. Contoh: Fax Machine Fax, the short term for facsimile is a telecommunications technology used to transfer copies (facsimiles) of documents, especially using affordable devices operating over the telephone network. The word teletext, short for facsimile, for ―make a copy at a distance‖, is also used as a synonym. The device is also known as a telecopier in certain industries. When sending documents to people at large distances, faxes have a distinct advantage over postal mail in that the delivery is nearly instantaneous, yet its disadvantages in quality and its proprietary format have relegated it to a position beneath email as the prevailing form of electronic document transferal. 5.NARRATIVE Tujuan Komunikatif Teks: Menghibur pendengar atau pembaca dengan pengalaman nyata atau khayal. Ciri naratif adalah adanya unsur konflik (masalah) dan resolusi (penyelesaian masalah). Jumlah masalah atau penyelesaiannya mungkin hanya satu, mungkin juga lebih. Struktur Teks: * Pengenalan latar: tokoh, waktu, dan tempat: * Pengembangan konflik; * Penyelesaian konflik; * Koda: perubahan yang terjadi pada tokoh atau pelajaran yang dapat dipetik dari cerita. Contoh 1: It was a warm day in March. I was very excited. The day had finally come. I was in the rowing team for the Olympics. I got up very early and exercised as always. Then after breakfast I drove to Drummoyne. My team arrived and at last it was time to start. Ready, set and the starting gun went off. We began in the third position and were slowly moving closer. There they were. We could see the second boat and then we did it. We moved past. My arms were aching. My whole body was sore but we all rowed harder. The first boat was just in front I saw a dark shadow near the boat. I looked again. What was it? I was sure it was the shape of a cigar. ‗Oh my God‘, I thought, ‗I must be seeing things. A shark in Parramata River? Impossible!‘ Just then I pulled my oar out of the water. ‗Oh no, why only half?‘ I thought. Then I knew. I shouted to my team, ‗Shark! Shark!‘ and suddenly we forgot the race. We rowed faster than ever back to shore. We made it. Phew, we were safe! Contoh 2: Long ago on the top of Mount Kinabalu in Borneo, there lived a dragon. He owned a large and beautiful pearl. People believed that he controlled the weather with it.

The emperor of China heard this and wanted the pearl. He sent his two sons, Wee Ping and Wee San to Borneo to steal it. The princes, together with one hundred soldiers, set sail for Borneo in twelve sailing junks. When they arrived in Borneo, The set out immediately to find the famous mountain. Their journey up the rugged slopes of Mount Kinabalu proved very difficult. The dragon guarded his cave very fiercely and killed many of their soldiers. Then Wee San had a clever idea. He climbed a tall tree, so he could see the dragon‘s cave. He noted what time the dragon left his cave to hunt for food and what time he returned to it. Next he ordered his men to make a fake pearl and a large kite. He waited until the dragon left his cave. Then he placed the fake pearl in a bag, slung it across his shoulder and flew up to the mountain-top on the kite. He exchanged the real pearl for the fake one and then his brother pulled his kite back to the ground. The brothers quickly returned to their ships and set sail for China. They sailed safely home. The emperor was thrilled with the pearl and gave a big party to celebrate his sons‘ return. 6.DESCRIPTIVE Tujuan Komunikatif : Struktur Teks: ciri-ciri seseorang, suatu benda atau tempat tertentu. * Pengenalan benda, orang atau sesuatu yang akan dideskripsikan. * Deskripsi: menggambarkan ciri-ciri benda tersebut,misalnya berasal dari mana, warnanya, ukurannya, kesukaannya dsb. Deskripsi ini hanya memberikan informasi mengenai benda atau orang tertentu yang sedang dibahas saja, misalnya deskripsi tentang ‗My Dog‘. Ciri-ciri ‗anjing saya‘ tersebut dapat berbeda dengan anjing yang lain. What is descriptive text? The Definition and Purpose of Descriptive Text Descriptive text is a text which say what a person or a thing is like. Its purpose is to describe and reveal a particular person, place, or thing.The Generic Structure of Descriptive Text Descriptive text has structure as below: Identification; identifying the phenomenon to be described. Description; describing the phenomenon in parts, qualities, or/and characteristics. The Language Feature of Descriptive Text Using attributive and identifying process. Using adjective and classifiers in nominal group. Using simple present tense Contoh 1: Borobudur Temple

Borobudur is Hindu – Buddhist temple. It was built in the ninth century under Sailendra dynasty of ancient Mataram kingdom. Borobudur is located in Magelang, Central Java, Indonesia. Borobudur is well-known all over the world. Its construction is influenced by the Gupta architecture of India. The temple is constructed on a hill 46 m high and consist of eight step like stone terrace. The first five terrace are square and surrounded by walls adorned with Buddhist sculpture in bas-relief. The upper three are circular. Each of them is with a circle of bell shapestupa. The entire edifice is crowned by a large stupa at the centre at the centre of the top circle. The way to the summit extends through some 4.8 km of passage and stairways. The design of borobudur which symbolizes the structure of universe influences temples at Angkor, Cambodia. Borobudur temple which is rededicated as an Indonesian monument in 1983 is a valuable treasure for Indonesian people.Analyzing the Text (Generic Structure Analysis): Identification; identifying the phenomenon to be described in general; Borobudur temple Description; describing the Borobudur temple in parts; eight terraces of Borobudur temple and its characteristics Language Feature Analysis Using adjective and classifiers; valuable Using simple present tense; Borobudur is well-known,The temple is constructed, etc Contoh 2: The Ambarawa Train Museum houses 21 antique locomotives plus two more, which are stored in the depot. These locomotives are no longer produced; even the factories that made them no longer exist. The main building of this museum is the defunct Ambarawa railway station which was built in 1873. the station covers 127,500 m2. The oldest in this museum is a locomotive made by Hartman Chemnitz. This locomotive, with a length of 8.58 m and a width of 2.45 m, began its operation in 1891. Using wood as fuel, the steam locomotive could run 50 km/h – its maximum speed. A special part of a visit to this museum is a trip by train from the Ambarawa Train Museum to the defunct Bedono train station. This package tour is called Railway Mountain Tour. Why is the trip so special? Because the participants will board an antique train and the train will travel on a 4.9 kilometer-cog railway, which is the only one in the world. Diposkan oleh Darwan di Senin, Februari 28, 2011 0 komentar Link ke posting ini

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->