P. 1
Kumpulan Renungan Admin Kadnet

Kumpulan Renungan Admin Kadnet

|Views: 171|Likes:
Published by tarumy12

More info:

Published by: tarumy12 on Jun 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/27/2012

pdf

text

original

"Aku Menyebut Kamu Sahabat" YOHANES 15:15 Di dalam Kitab Suci kita dapati bahwa Bapa kita yang di Surga

yang selalu berinisiatif untuk datang mencari keluarga pilihan-Nya, bangsa pilihan-Nya, umat kesayangan-Nya, orang kesayangan-Nya untuk dipilih dan diselamatkan-Nya. Yesus datang untuk meyakinkan kita bahwa Allah mencintai kita. Allah Membuat suatu rencana untuk menyatakan cinta kasihNya lebih jelas kepada kita, lebih meyakinkan dengan mengutus Putera-Nya Yesus Kristus. Yesus datang dan tinggal di antara kita sambil Ia mengatakan kepada kita betapa Allah mencintai kita. Begitu banyak cara dilakukan oleh Yesus; menyembuhkan orang buta, membuat orang lumpuh berjalan, orang bisu bicara, membawa perdamaian untuk kita, mengampuni dosa kita, memberi kita makan dan minum, memeluk anak-anak kita, menangis dan tertawa dengan kita, merasakan setiap kesusahan kita sambil mewartakan kerajaan Allah. Sepanjang Hidup-Nya, Yesus bergaul dengan berbagai macam orang mulai dari nelayan, orang yang taat pada hukum, pejabat pemerintah, orang tua, para janda, pemungut cukai, pelacur sampai kepada anak-anak. Dia bergaul dengan kita, menyambut baik kita, sangat luwes. Jika kita merasa sulit untuk pergi kepada-Nya, Dia malahan yang datang kepada kita. Dia mencari kita bila sahabat-sahabat kita memberi tahu kepada-Nya kebutuhan kita. Yesus bersahabat dengan kita dan menginginkan kita membuka pintu sehingga Dia bisa menjadikan kita sebagai sahabat-Nya. Ia mencintai kita sebagai sahabat-Nya, itulah sebabnya Yesus hadir dalam pesta perkawinan, hadir dalam jamuan makan, piknik di lereng gunung, naik perahu, menangis bila ada yang meninggal, dan membawa keselamatan bagi orang yang tertekan. Cinta-Nya adalah cinta yang murni, terlibat, nyata dan jelas dan diatas semuanya itu terasa sentuhan dan jamahan kasih-Nya. Kita tidak perlu memeriksa perasaan-perasaan-Nya terhadap kita. Kita tahu bahwa Ia mencintai kita, karena Ia mencintai kita melalui cara-cara yang sangat meyakinkan.

Yesus juga mengajar kita. Ia banyak memberitahukan kepada kita ajaran-ajaran tentang cinta (Lukas 10:25-28; Matius 22:34-40; Markus 12:28-34; Ulangan 6:4-5; Imamat 19:18) Dia yang datang untuk menyatakan cinta Allah kepada kita meminta kita agar menanggapi cinta

tersebut dengan mencintai: cintailah Allahmu, cintailah sesamamu, cintailah dirimu sendiri (I Yohanes 4:20-21; Yohanes 15:12-15). Saya membayangkan saat ini bahwa Yesus sedang berkata kepada kita: Ingatlah Aku selalu sebagai sahabatmu. Renungkanlah hal-hal yang telah kulakukan dan kukatakan sebagai contoh persahabatan. Lihatlah betapa dekatnya Aku dengan kamu. Lihat bahwa Aku telah menjadikan kegembiraan dan kepedihanmu milikKu. Aku telah hadir diantara kamu dalam ketakutan dan tawamu. Aku telah mencurahkan hatiKu kepadamu dan mengatakan kepadamu segala sesuatu yang Allah katakan kepada-Ku. Aku telah membiarkan kamu ikut mengalami kekecewaan dan kepedihan-Ku. Aku telah menjadi sahabatmu dan telah mengajak kamu untuk bersahabat dengan-Ku. Aku menginginkan kamu menjadi bersahabat." Yesus adalah pencinta yang mengagumkan, Ia adalah sahabat sejati kita. Dijadikan sebagai sahabat Tuhan membuat kita mengalami rahmat-Nya yang luar biasa dan kebaikan-kebaikan-Nya kepada kita. Hal ini merupakan suatu gerakan yang menjadi inti dari Injil, dan dari pewahyuan diri Tuhan kepada kita. Bila kita menganggap rahmat Tuhan ini sebagai sesuatu yang serius, maka rahmat ini akan mengubah hidup kita. Dan kehidupan yang terpusat pada diri sendiri, tenggelam dengan diri sendiri, menjadi suatu kehidupan yang terpusat pada Allah, menyibukkan diri dengan Tuhan dan cinta-Nya. Itulah pilihanpilihan yang ada. Kita tidak perlu mengkhawatirkan tentang tenaga, usaha dan cinta kita, tetapi kita belajar untuk mencari kehangatan di dalam Cinta Yesus seperti halnya berjemur di panas matahari. Kita harus mengijinkan Yesus bersahabat dengan kita. Karna bersahabat dengan Dia, kita orang berdosa bukan saja diampuni tetapi juga dibebaskan – dan dinyatakan benar. Tidak ada sentuhan yang lebih dalam daripada sentuhan jiwa yang dilakukan oleh kasih sahabat kita Yesus yang mengampuni itu. Kita menghadapi kebenaran yang sangat menghibur namun sulit dipahami. I Yohanes 4:10. Tuhanlah yang pertama-tama mencintai kita. Bapa kita di Sorga telah menjadikan Kristus sahabat kita dengan cara 'yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah' (2 Kor. 5:21). Kita menjadi orang baik serta berbakti justru karna Allah telah mencintai kita dan telah melimpahi kita dengan rahmat-Nya untuk menanggapi cinta itu. Kita hidup dengan rahmat-Nya untuk menanggapi cinta itu. Kita hidup untuk menanggapi cinta itu, dengan hidup yang mencerminkan "tanggapan" kita terhadap cinta yang lebih besar, yang memanggil kita."

Apabila kita menyerahkan diri sepenuhnya kepada Kristus, maka hati kita dipadukan dengan hati-Nya, kehendak kita lebur ke dalam kehendak-Nya, pikiran kita menjadi sama dengan pikiran-Nya, pemikiran kita dikungkung-Nya; maka kita pun menghidupkan kehidupan-Nya. Kita dilindungi dengan pakaian kebenaran-Nya karena kita sekarang telah menjadi sahabatNya. Biarkan Yesus menjadi sahabat anda.

Apakah Saya Salah Pilih ? Oleh Pdt. Jacky Runtu Pertanyaan ini bukan ditujukan kepada Pilkada yang sedang semarak atau desas-desus pemilihan kepemimpinan gereja. Pertanyaan ini dapat muncul seiring berlalunya waktu dalam perjalanan kehidupan berumah-tangga. Pada saat berpacaran kemudian pertunangan dan akhirnya pernikahan, setiap tahap itu berlalu dengan perasaan sukacita. Bulan madupun terasa sangat membahagiakan, oleh karena mereka menikmati kebersamaan dengan harmonis. Namun kita tidak punya istilah “tahun madu”. Begitu bulanbulan berlalu memasuki tahun-tahun pernikahan, gejolak rumah-tangga mulai muncul. Kebersamaan yang harmonis mulai diuji dengan kenyataan bahwa setiap pribadi manusia berbeda, apalagi antara pria dan wanita. Mulai kelihatan sifat asli pasangannya: kekanakkanakan atau sudah dewasa. Sifat kekanak-kanakan adalah sifat yang selalu minta perhatian dan dilayani. Kebahagiaannya adalah apabila diperhatikan dan semua keinginannya dipenuhi. Sebaliknya orang dewasa akan berbahagia apabila dia bisa melayani dan membahagiakan orang lain. Seorang yang dewasa dalam pernikahan akan lebih cenderung berusaha membahagiakan pasangannya dan mencari jalan keluar dari setiap permasalahan dengan lebih banyak tenggang rasa dan pengertian. Namun mereka yang kekanak-kanakkan akan bersikap menuntut dilayani dan dituruti keinginannya. Apa yang membuat dirinya berbahagia dianggap itulah kebahagiaan rumah-tangganya. Mari kita mencoba untuk mendewasakan diri kita. Apabila muncul konflik dalam rumah-tangga, lalu muncul perasaan bahwa rumah-tangganya tidak bahagia, maka terbayang pribadi-pribadi lain yang sempat dekat dengannya, lalu mulai berandai-andai. Andaikan saya menikah dengan si ini atau si itu. Pasti saya bahagia. Lihatlah rumah-tangga si ini dan si itu sangat harmonis. Saya menyesal menikah dengan pasngan saya yang sekarang. Benarkah saya telah salah pilih ? Sebenarnya kebahagiaan atau kesusahan, terkadang kita sendiri yang membuatnya dengan sikap kita yang baik ataupun yang buruk. Bagaimana kita bisa katakana kita salah pilih, padahal kita tidak menjalani kehidupan rumah-tangga itu dengan oranglain.

Pada waktu kita berpacaran, pantang sekali untuk mengatakan putus. Film-film percintaan sering menceritakan bagaimana hubungan pacaran mendapat tantangan-tantangan dan berakhir dengan bahagia yang dinyatakan dalam pesta pernikahan. Jarang kita mendapat cerita bagaimana kita harus berusaha untuk mempertahankan rumah-tangga apapun tantangan yang kita hadapi. Apabila ada orang gonta-ganti pacar akan dipandang jelek sebagai playboy atau playgirl. Namun sebenarnya tidak ada hukum yang melarang itu. Adalah sangat aneh memiliki idealisme untuk mempertahankan kehidupan berpacaran tetapi sangat mudah untuk mencari jalan bagi perceraian. Justru itulah waktu yang tepat untuk “mencari pasangan yang tepat” Tetapi apabila sudah menikah maka tidak boleh lagi “mencari” dengan membanding-bandingkan atau mencocokkan diri kita dengan yang lain. Firman Tuhan dengan jelas mengatakan “Aku membenci perceraian” “apa yang telah dipersatukan Allah, tidak dapat dipisahkan manusia”. Tidak ada istilah salah pilih karena bukan lagi saatnya untuk mencari tetapi inilah saatnya untuk “menjadi pasangan yang tepat”. Pada saat kita memasuki upacara pernikahan, kita sudah memiliki pasangan yang tepat, hasil dari kebebasan kita memilih pasangan. Tetapi setelah pernikahan, tidak ada lagi kebebasan kita untuk memilih pasangan yang tepat, melainkan kita harus menjadi pasangan yang tepat. Bila kita sudah menikah, maka konsentrasi kebahagiaan itu bukan lagi pada apa yang membuat saya berbahagia, tetapi bagaimana membuat kita berbahagia. Mencari pasangan yang tepat setelah menikah adalah berpusat kepada diri sendiri. Mereka yang berfikir untuk bercerai sedang menghidupkan kehidupan yang mementingkan diri sendiri. Menjadi pasangan yang tepat sekalipun itu menyakitkan hati, akan berbuah menjadi kebahagiaan sejati karena akan terlihat suatu kehidupan kasih yang tidak mementingkan diri sendiri. Nasihat Firman Tuhan dalam Efesus 5 : 21 menyatakan: “ rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.” Dalam kehidupan berumah-tangga, marilah kita menjadi pasangan yang tepat bagi pangan kita, dengan masing-masing menghidupkan roh kerendahan hati. Tuhan memberkati.

Nantikan Janji Kuasa ROH KUDUS Pdt. Harold D. Oijaitou Pada suatu hari ketika Ia makan bersama mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang – demikian kataNya – “telah kamu dengar dari pada-Ku”. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus”. (Kisah Para Rasul 1 : 4, 5). Inilah saat – saat terakhir kebersamaan Yesus dan murid – muridNya. Acara perpisahan di bukit Zaitun ini diisi dengan makan bersama, lalu ada sedikit amanat untuk meneguhkan komitmen para murid ….sebelum ditinggalkan oleh Sang Guru yang Ajaib itu. Jangan tinggalkan Yerusalem, tetapi nantikanlah kegenapan janji baptisan Roh Kudus di sana..! Karena di Yerusalem janji Bapa untuk melengkapi para murid bagi Missi Agung yang diamanatkan kepada mereka akan digenapi melalui curahan Roh Kudus. Ayat 6, Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ : “TUHAN, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel ? Permintaan ini mengisyaratkan seolah - olah para murid masih belum memahami focus pelayanan Kristus. Barangkali Yesus geleng – geleng kepala, karena tinggal hitungan detik lagi Yesus sudah akan dijemput ke Surga… awan kemuliaan dan pasukan malaikat yang tidak kelihatan sudah memenuhi bukit Zaitun untuk menjemput Putera Mahkota ini kembali ke hadapan takhta Allah Bapa di Surga, tetapi keberangkatan Yesus masih harus tertahan dengan pertanyaan bodoh dari ‘anak – anak danau ini’ : “TUHAN, Maukah Engkau memulihkan kerajaan bagi Israel ?” Murid – murid ini begitu mengharapkan satu restoration of political and territorial kingdom. Dengan rasa nasionalisme, mereka berharap kalau boleh TUHAN memulihkan kerajaan Israel sebelum DIA naik ke Surga. Apa jawaban Yesus ?? Ayat 7 : “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya”. Yesus mungkin sambil geleng – geleng kepala, dan dengan tatapan yang tegas kepada para murid-Nya Dia katakan : “It is not for you to know the times or the seasons, which the Father hath put in His own power.. Itu bukan ngoni pe urusan mo cari tahu tentang dan waktu.….. itu bukan ko pu urusan.! “Kelompok kecil ini dibangun selama tiga setengah tahun untuk menjadi landasan yang kuat bagi missi penyelamatan dunia ini, dilandasi bahkan

dengan darah dan nyawa Yesus sebagai taruhannya…..bukan untuk urusan pemulihan kerajaan Israel secara duniawi. Jangan campur aduk kepentingan duniawi dengan janji Kuasa Roh Kudus, apalagi kalau sampai menempatkan hal ‘pemulihan’ tanah Israel menjadi prioritas dan fokus utama ketimbang kemajuan pelayanan injil ini. “Maksud pernyataan Yesus ini bukan untuk menunjukan bahwa Yesus tidak perduli terhadap nasib bangsaNya sendiri, tetapi Ia memberi penekanan bahwa masalah waktu dan masa dari naik dan jatuhnya satu bangsa itu ada dalam Kuasa Bapa di Sorga. Dengan demikian bukan motifasi untuk mendapatkan kuasa kerajaan duniawi yang diperlukan oleh anak – anak TUHAN, tetapi focus para pengikut TUHAN adalah yang tertulis dalam ayatnya yang ke-8, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem, dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. Kata Yunani yang digunakan untuk menerangkan kata ‘Kuasa’ yang ada di ayat 7 bagian akhir, sedikit berbeda dengan kata ‘Kuasa’ yang juga ada di ayat 8 ini. Di ayat 7, dokter Lukas menggunakan kata ‘eksousia’ yang bisa berarti Otoritas -- untuk menerangkan bahwa urusan merdeka satu negara atau kerajaan itu sesungguhnya adalah Otoritas Allah. Namun di ayat 8, kata Yunani yang digunakan untuk menerangkan ‘kuasa’ adalah ‘dunamis’ yang berarti strength, ability…power… Kata dynamite juga berasal dari kata dunamis ini. Kalau mau diterjemahkan secara bebas, Yesus katakan : “Tetapi kamu akan menerima dinamit yang akan menghancurkan keragu-raguan, kemalasan, kebodohan, ketidaksanggupan, kesombongan, iri hati, dengki, kebiasaan – kebiasaan buruk, dosa kesayangan…. bahkan semua hal – hal negative yang ada dalam hati, dalam diri, dalam keluarga dan dalam jemaat kalau ROH Kudus turun ke atas kamu…… Semua hal – hal bodoh itu akan bisa dihancurkan dengan dinamit, dunamis, atau kuasa…. Yang hanya bisa diperoleh bila Roh Kudus turun ke atas kamu, sehingga kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea, dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. Kadang – kala orang datang kepada Pendeta dan bertanya, kami semua ini mau menginjil, tapi bagaimana caranya? Kami biasanya akan membacakan ayat ini : But ye shall receive power, after that the Holy Ghost is come upon you: and ye shall be witnesses unto me both in Jerusalem, and in all Judaea, and in Samaria, and unto the uttermost part of the earth Kalau Roh Kudus sudah turun ke atas kita semua……….. kalau satu jemaat semua sudah membuka hati dan undang Roh Kudus masuk dalam kehidupan kita setiap

hari…………maka You shall be witnesses of Me. Kalimat ini bersifat indicative… indicative artinya kalau sudah ada Roh Kudus dalam diri seseorang, maka dengan sendirinya orang tersebut, atau jemaat tersebut akan selalu terindikasi untuk bersaksi dengan otomatis. Di dalam ayat ini tidak terlihat bahwa giat bersaksi itu sebagai satu imperative…..atau satu hal yang jadi kalau ada perintah. Atau jadi kalau lagi musim KKR dan lain sebagainya. Karena dalam teks ini tidak terlihat kesan imperati. Tetapi itu akan jadi dengan sendirinya jika ada Roh Kudus dalam kehidupan kita

Seorang penulis Kristen katakan : “If we want to be witnesses, we need to be filled with the Holy Spirit! Far more important than the best course in evangelism is the filling of the Holy Spirit!” Alkitab telah mengamarkan bahwa, tuaian besar disaat – saat terakhir sebelum kedatangan TUHAN akan bisa terjadi kalau ada kecurahan Roh Kudus dalam diri, keluarga dan jemaat. Pekerjaan ini akan diselesaikan oleh pria dan wanita, para umat TUHAN, bukan hanya dengan metode dan system penginjilan yang mutakhir, tetapi dengan dunamis yang diberikan melalui kehadiran Roh Kudus, Oknum ke-Allahan dari dimensi Tritunggal yang mendampingi kita sebagai ‘penolong’ untuk bersama - sama bersaksi tentang DIA. “Mintakanlah Janji Bapa itu, berdoalah selalu agar Roh Kudus segera tercurah dalam diri, keluarga dan jemaat serta kehidupan kita untuk bersaksi bagi TUHAN sampai DIA datang kembali”. Ayat 9, Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.

DOMBA DI TENGAH KEBANGKITAN INDONESIA Oleh : Pdt. Moldy Mambu Matius 10:16 "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Suatu hal yang membanggakan bagi kita umat percaya bahwa dimana kita berkunjung sambutan persaudaran Advent nampak jelas. Saudara-saudara dalam Tuhan menerima kita dengan sukacita. Hal ini nampak disemua tempat dari Kotamobagu sampai ke Kota Legenda, dari Singaraja sampai ke Singapura, dari New Jersey sampai ke NewtomTompaso baru. Walaupun belum dikenal, baru pertama kali berkunjung kegereja itu kita akan disambut menurut Pilipi 4:4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Inilah kelebihan persekutuan gereja. Kita bukan diterima dengan senang tapi dengan sukacita. Senang atau happy umumnya terjadi karena dipengaruhi faktor luar seperti mendapat hadiah, menerima pujian, memperoleh kiriman, hari cerah karena akan bepergian, harga turun dll. Namun bila tidak mendapat pujian, kiriman, hari hujan, harga bensin naik maka dari senang beralih susah. Sehingga senang atau happy tersebut adalah situasional, sementara, bias dan emosional. Tetapi sukacita itu datangnya dari dalam, bersifat permanen, tidak dibuat-buat dan menjadi jalan hidup karena Tuhan. Karena kasih Tuhan kita Yesus Kristus untuk saya maka sukacita didalam Kristus tidak akan dapat diambil oleh siapapun termasuk oleh situasi sesaat seperti di sakiti, ditinggalkan dan kalaupun berduka itu akan berangsur menjadi sukacita sebab mengetahui kasih Yesus. Sukacita jugalah yang jadi pendorong umat Tuhan untuk melaksanakan misi sebagai utusan Tuhan menyampaikan bahwa Kerajaan Surga sudah dekat! Perkataan Yesus di Matius 10:16 ini menyebut 4 macam hewan. Domba, Serigala, Ular dan Merpati. Pertama - perlulah selalu diketahui bahwa keberadaan kita di dunia sekitar mempunyai tujuan. Bagaimana kehidupan kita, bagaimana perilaku kita sebagai orang percaya dalam menjalankan misi yang dilihat dan diperhatikan orang. Tetaplah fokus pada tugas sebagai ambassador surga, konsisten dan jangan menyimpang. Kedua - bahwa kita diutus seperti domba ketengah-tengah serigala. Domba adalah hewan yang berpendirian tenang, penurut, rela berkorban. Tuhan mengutus kita bukanlah hal yang memberatkan ataupun ditakuti namun perlu dilaksanakan dengan waspasa. Untuk itu Yesus melengkapi tugas ini dengan dua kiat yakni cerdik seperti Ular dan tulus seperti Merpati. Ketiga - hewan Serigala adalah termasuk binatang buas yang menyerang korban secara keroyokan. Perlu dicatat bahwa bukanlah maksud Tuhan untuk Domba yang di utus ditengah Serigala lalu menyerupai Serigala. Tuhan juga tidak meminta untuk sang Domba

menjadi Serigala. Tapi itulah kadang yang nampak di Jemaat yaitu adanya Serigala berbulu Domba. Atau mungkin tanpa disadari perilaku kita telah berangsur-angsur berobah menjadi Serigala. Ingat bahwa musuh dari luar akan lebih mudah diatasi dibanding dari dalam yang menggunting dalam lipatan dan menyimpan api dalam sekam. Keempat - Ular dalam banyak hal adalah hewan yang berbahaya, dijauhi dan dijijiki orang. Tapi kecerdikan ular untuk survive dalam kehidupannya diperhatikan Yesus. Cerdik yang dimaksud adalah pintar, bijak, tak kenal menyerah, ulet, tabah apalagi dalam menghadapi kesukaran. Lawannya adalah licik. Karena kita diutus bagai Domba ditengah Serigala sehingga semua kemampuan perlu digunakan. Seorang sahabat di Bitung pernah menyampaikan analisanya bahwa banyak orang yang ‘pande barekeng mar bodok berhitung’. Reken diambil dari kata rekening – printout rekening Koran. Maksudnya adalah banyak orang yang pintar menjumlah dan memperhatikan secara detil saldo accountnya yang tersimpan di bank lalu membelanjakan tanpa perhitungan masa depan. Tidak ada saving untuk masa paceklik dan keadaan darurat yang membutuhkan uang segera seperti sakit dan hal emergency lainnya. Selain pintar, perlu juga untuk pintarpintar. Banyak orang pandai yang mendapat kesulitan libur pada hari Sabat. Tetapi ada orang yang “pandai-pandai” gampang mengatasi bos yang keras. Orang seperti ini akan berusaha untuk bersahabat dengan si Bos. Bila si Bos berulang tahun, akan ada onde-onde atau kue cucur yang dikirim sebagai pengikat tali silaturahmi. Kelak bila ada kesulitan maka si Bos akan mengingat persahabatan yang telah dibina. Menjadi Domba bukanlah tempat bulan-bulanan si Serigala, itu sebabnya perlu kecerdikan. Diutus dengan misi penarikan jiwa bukan juga berubah menjadi ular. Tetap sebagai Domba yang dapat mengatasi keadaan tanpa melupakan misinya. Kelima - ketulusan adalah sifat utama untuk maju. Memerlukan waktu untuk bersahabat dengan Merpati. Hanya tangan yang suka memberi makanan, dikenal dan dipercaya saja yang akan dihinggap burung Merpati. Sincerely yang biasa dicantumkan pada penutup surat menunjuk pada kesediaan menolong, adanya perhatian dan kepercayaan. Hal-hal ini merupakan syarat exist sebagai Domba di tengah dunia Serigala. Dengan sukacita, pintar menempatkan diri, pandai-pandai bermasyarakat sambil tangan ringan menolong didalam satu misi yang jelas sangat diperlukan memperkokoh Kebangkitan Indonesia.

Menyelamatkan Saudara Kita Yang Berbuat Dosa Matius 18:15-17 Oleh: Pendeta Reinhold Kesaulya Apakah ada di antara kita yang mau dikoreksi? • Pernahkah anda secara gramatikal dikoreksi? Ketika anda selesai berbicara, berkhotbah atau menulis sebuah artikel, pernahkah anda dikoreksi soal bahasa yang dipakai, gramatika yang tepat bersama fakta dan data yang anda uraikan? • Pernahkah anda ketika selesai menceritakan suatu cerita, seseorang di antara hadirin berdiri dan menentang anda dengan berkata: “Cerita tersebut tidak benar. Saya perhatikan bahwa apa yang anda ucapkan itu 90% tidak benar dan yang sisa 10%-nya itu juga masih diragukan kebenarannya”? Pernahkah anda secara rohani dikoreksi? Apakah koreksi itu perlu? • Tentu! Yesus sendiri menginstruksikan mengenai ”Apa Yang Harus Dibuat Terhadap Seorang Saudara Yang Bersalah.” Dengan kata lain ialah bagaimana kita mengoreksi saudara kita tersebut. Matius 18:15 "Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.18:16 Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.18:17 Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai. Banyak orang menganggap bahwa ayat-ayat tersebut di atas ada hubungannya dengan Disiplin Sidang, Pemecatan atau Pengucilan. Bila kita jujur dalam penyelidikan, maka Matius 18:15-17 muncul setelah Yesus berbicara dalam ayat 12 "Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Kemudian Yesus lanjutkan dalam ayat 14: "Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang." Inti dari pembahasan ini ialah bagaimana usaha diadakan untuk menyelamatkan salah seorang saudara kita yang hilang. Apakah itu berarti bahwa tidak akan ada disiplin? Oh tidak. Disiplin harus dijalankan karena: Bagaimana seseorang bisa tetap segar dan sehat secara phisik kalau ia tidak mendisiplin diri dalam berolahraga? Bagaimana seseorang boleh menjadi pintar kalau ia tidak mendisiplin diri untuk belajar? Bagaimana seseorang dapat menjadi dewasa secara rohani tanpa disiplin? Jika Bapa di Surga mengirim Anak-Nya untuk

mati bagi dunia, bagaimana sikap saya dan saudara sebagai anak-anak-Nya dalam usaha menyelamatkan orang lain. 1. Kita Harus Menaruh Perhatian Penuh Saat Mengoreksi Jika anda melihat salah seorang saudaramu berbuat dosa, berbicaralah kepadanya! (Ayat 5). ”Tegorlah dia di bawah empat mata!” Secara pribadi. Semoga masaalahnya dapat diselesaikan dan tidak ada orang lain yang mengetahuinya. Katakan hanya kepada orang tersebut kesalahannya dan bukan kepada orang lain! Jangan bergosip! Jangan obral kelemahan saudara kita itu kepada semua orang. Amsal 17:4 Orang yang berbuat jahat memperhatikan bibir jahat, seorang pendusta memberi telinga kepada lidah yang mencelakakan. Kalau anda menaruh perhatian penuh untuk keselamatan saudaramu, anda harus mengatakan kepadanya apa kesalahannya. Dan langkah pertama ini harus dilaksanakan di bawah empat mata. Apakah ada pengecualian terhadap perintah Yesus ini? Tidak! Kalau ia menyakiti hatimu: Berbicaralah kepadanya! Kalau ia membuat hal-hal untuk menghancurkan jemaat: Berbicaralah kepadanya. Jangan berpikir bahwa ia sudah mengetahui tentang kesalahan yang telah ia lakukan. Walaupun demikian anda harus tetap berbicara kepadanya. Galatia 6:1 Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan. 2. Menaruh Perhatian Penuh Untuk Terus Mengoreksi Kalau ia tidak mau mendengarkan nasihat anda, berbicara lagi kepadanya bersama ’seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.” (Ayat 16). Berbicaralah kepadanya secara terbuka! Mungkin saja ia akan mendengarkan nasihat anda bersama saksi-saksi tersebut! Kalau ia masih saja tidak mau mendengarkan nasihat anda berdua, bicara lagi kepadanya kali ini bersama jemaat. Kemungkinan besar ia mau mendengarkan nasihat banyak orang.

3. Mencari-cari Kesalahan Orang Lain. Bagaimana Mengatasinya? Matius 7:1 "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. 7:2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. 7:3 Mengapakah engkau melihat

selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? 7:4 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. 7:5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu." Kita sekarang ini tidak berburu rusa, sapi liar, burung atau ikan. Ada jenis perburuan lain yang terus berlanjut bila kita tidak memiliki kata-kata sopan untuk diutarakan, ketika kita dendam kepada seseorang atau mau mempertahankan pendapat sendiri. Kita berburu kelemahan orang lain oleh mempertalikan motif-motif yang tidak layak, oleh menerapkan interpretasi jelek kepada sikap dan tindak tanduk mereka dan membuat keputusan berdasarkan asumsi, tidak memiliki dasar yang kuat, tanpa fakta-fakta otentik disertai sakit hati, kecemburuan dan kedengkian. Mengapa sampai ada orang yang melakukan hal sedemikian? 3 hal penting perlu disimak berikut ini. 1. Suatu usaha untuk menarik perhatian kepada dosa orang lain sehingga dosa sendiri tidak diperhatikan orang. Yohanes 12:3 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. 12:4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: 12:5 "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?" 12:6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Yudas berusaha menarik perhatian Tuhan Yesus dan semua hadirin agar ditujukan kepada tindakan Maria supaya mempersalahkannya, sehingga orang tidak memperhatikan kesalahannya karena ia sendiri ’adalah seorang pencuri.”(Yohanes 12:6). 2. Suatu usaha membenarkan diri sendiri yang penuh dosa. Roma 2:1 Karena itu, hai manusia, siapa pun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama. 2:2 Tetapi kita tahu, bahwa hukuman Allah berlangsung secara jujur atas mereka yang berbuat demikian. 2:3 Dan engkau, hai manusia, engkau yang menghakimi mereka yang berbuat demikian, sedangkan engkau sendiri melakukannya juga, adakah engkau sangka, bahwa engkau akan luput dari hukuman Allah? 2:4 Maukah engkau

menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan? 2:5 Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan. 3. Suatu usaha untuk membentengi diri sendiri sambil menghancurkan orang lain. Lukas 18:9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini: 18:10 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. 18:11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; 18:12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. 18:13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. 18:14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." Jika ada kecenderungan mau menghakimi, menuduh atau menceritakan dosa orang lain, tanyakan kepada diri sendiri beberapa pertanyaan berikut ini: 1. Apakah beritanya benar? 2. Apakah sudah banyak dan cukup fakta tersedia? 3. Apakah perlu disampaikan? 4. Kepada siapa harus disampaikan? 5. Apakah orang yang akan kita sampaikan berita itu tepat? 6. Apakah waktunya tepat? 7. Apakah tidak akan menyakiti atau menyusahkan orang yang dituduh, keluarganya, jemaatnya dan sahabat-sahabatnya? 8. Siapkah kita untuk menghadapi konsekwensi tuduhan dari yang bersangkutan, keluarganya, jemaat dan bahkan dari hamba hukum? 9. Apakah dia yang menceritakan dosa orang lain itu sendiri sudah suci, sempurna tanpa dosa? 10. Sediakah dia menanda tangani pernyataan sebagai saksi? 11. Apakah ada manfaat rohani yang menyelamatkan? 12. Apakah sudah dipratekkan nasehat Tuhan Yesus dalam Matius 18:15-17 di atas?

Sudahkah diadakan pertemuan empat mata, atau dua tiga orang saksi atau jemaat dengan orang tersebut? Apakah ada obat penyembuh bagi penyakit suka memburu kelemahan orang lain ini? Ada! 1. Kasih. 1 Petrus 4:8 Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa. 2. Praktekkan Peraturan Emas. Matius 7:12 "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. 3. Periksa dulu diri sendiri. 2 Korintus 13:5 Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji. 4. Bila mau mencari-cari kelemahan orang lain, gunakan cermin muka dan bukan teleskop. 5. Sebelum menuduh orang lain, hitung dulu sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) kesalahan sendiri. Kenapa 10? Jangan-jangan yang menuduh sendiri sementara membuat pelanggaran terhadap 10 Hukum Tuhan. 6. Selalu melihat dan mencari-cari kebaikan orang lain. Selidik Kisah 9:26-30 = Bagaimana Barnabas menolong dan melindungi Paulus. Baca Kisah 15:36-41 = Barnabas mengambil Markus yang telah ditolak oleh Paulus. 7. Minta pertolongan Tuhan melalui doa dan penyerahan penuh kepada bimbingan Roh Kudus untuk mengatasi kelemahan ini. Ephesus 4:29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. 4:30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. 4:31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. 4:32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu. 8. Ingat, bahwa orang yang anda sakiti dan hakimi itu adalah saudaramu laki-laki dan saudaramu perempuan. Matius 7:3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? 7:4 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. 7:5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

9. Tempatkan diri anda pada pihak orang yang dituduh, dihakimi atau diberita-beritakan. Contoh kehidupan Nabi Yehezkiel sebelum memberi nasehat kepada bangsanya, ia duduk bersama mereka selama tujuh hari. Yehezkiel 3:15 Demikianlah aku datang kepada orangorang buangan yang tinggal di tepi sungai Kebar di Tel-Abib dan di sana aku duduk tertegun di tengah-tengah mereka selama tujuh hari. 3:16 Sesudah tujuh hari datanglah firman TUHAN kepadaku: 3:17 "Hai anak manusia, Aku telah menetapkan engkau menjadi penjaga kaum Israel. Bilamana engkau mendengarkan sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka atas nama-Ku. 3:18 Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! -- dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu. 3:19 Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu dan ia tidak berbalik dari kejahatannya dan dari hidupnya yang jahat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu. 10. Tinggal dulu bersama saudara yang akan kita tuduh tersebut. Hidup bersama-sama dia paling kurang 7 hari sesuai teladan Yehezkiel. Kemudian nasehati dia. Gunakan metode Tuhan Yesus dalam Matius 18:15-17. 11. Tanyakan dulu diri kita sendiri: “Bagaimana kalau sekiranya sayalah yang bersalah?” Contoh: Natanael ketika memberi komentar tentang Tuhan Yesus yang berasal dari Nazareth . Yohanes 1:45 Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret." Yohanes 1:46 Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" Rasul Paul sendiri telah salah menanggapi Markus. (Baca: Kisah 15:36-39) Kisah Para Rasul 15:36 Tetapi beberapa waktu kemudian berkatalah Paulus kepada Barnabas: "Baiklah kita kembali kepada saudara-saudara kita di setiap kota , di mana kita telah memberitakan firman Tuhan, untuk melihat, bagaimana keadaan mereka." 15:37 Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus; 15:38 tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka. 15:39 Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus. 12. Ingat dan sadar akan apa yang akan terjadi nanti kepada kita kalau kita terbiasa menghakimi orang lain: (12.a.) Kita tidak dapat melihat dan menyadari kesalahan sendiri. Karena selalu memperhatikan kesalahan orang lain, maka kesalahan sendiri tidak lagi diperhatikan dan

diperbaiki.(12.b.) Kita juga tidak mampu memberikan komentar positif tentang seseorang. Bila sudah terbiasa berkomentar negatif, dan berpikir negatif mengenai diri orang lain maka lama kelamaan akan menjadi tabiat yang sukar di rubah lagi. (12.c.) Pertobatan dan pengakuan kesalahan sendiri menjadi semakin sulit. Semua kita ini adalah orang berdosa. Roma 3:10 seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorang pun tidak. 3:11 Tidak ada seorang pun yang berakal budi, tidak ada seorang pun yang mencari Allah. 3:12 Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak. 3:13 Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa. 3:14 Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah, 3:15 kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah. 3:16 Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka, 3:17 dan jalan damai tidak mereka kenal; 3:18 rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu."(12.d.) Kita akan dibenci oleh mereka yang kita hakimi atau tuduh.(12.e.) Tidak ada lagi sukacita dalam hidup ini. Tuhan kiranya memberkati kita semua. Dan semoga nasehat Firman Tuhan ini menolong kita yang masih bergumul untuk mencapai kehidupan dan tabiat yang sama seperti kehidupan dan tabiat Tuhan kita Yesus Kristus. Pilipi 2:1 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, 2:2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, 2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; 2:4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. 2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

AYUB DAN KESETIAAN Oleh Pdt. Ted Jones Lauda Woy Mana yang anda lebih suka, hujan atau panas? Mungkin jawaban saya dan anda tidak terlalu berbeda jauh; yaitu lebih baik panas dari pada hujan. Yah, jawaban itu sudah menjadi jawaban klasik. Ada orang berkata oh disana ada satu tempat yang menyenangkan, diantara pegunungan dan lautan pasifik. Disana setiap hari mendapatkan cahaya matahari 100%. Anda dapat melihat badai yang jauh di laut, tetapi cahaya matahari tetap bersinar di tempat itu. Apakah anda ingin tinggal disana? Bagi saya tidak. Karena tempat itu walaupun bersih tetapi merupakan padang pasir tampa mata air. Tidak ada yang tumbuh disana. Yah, kita meinginkan cuaca yang sempurna. Kita menginginkan kehidupan yang kesusahan dan tanpa perasaan sakit. Tapi saudaraku, firman Tuhan melalui Rasul Petrus berkata, “Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagi ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaanNYa. (1 Pet. 4:12-13) Apakah kita pernah merasakan perasaan yang sama seperti Ayub? Menghadapi kesusahan yang hebat? Tapi sebelumnya mari kita lihat lebih dekat akan Ayub: 1. Ayub adalah orang yang benar Ayub adalah orang yang benar. Kita bisa lihat itu dalam Ayub 1:1, “Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjahui kejahata.” 2. Ayub adalah orang yang kaya Ayub adalah kaya dalam hal karakter, kaya dalam hal keuangan. Memiliki anak-anak yang hebat. Dia adalah orang yang terkaya dari semua orang di sebelah timur (1:3). 3. Ayub adalah orang yang suka berdoa Didalam Ayub 1:5, “Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya:”mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati.” Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.” Dia menjadi Imam untuk keluarganya. Kerohanian keluarga sangat terjaga.

Hal-hal yang indah ini mendapatkan tantangan di dalam keluarga Ayub. Peristiwa yang menakutkan menimpa keluarga yang berbahagia ini. Setan datang dengan ganasnya mau mengalahkan kesetian Ayub kepada Allah. Dia kehilangan anak-anaknya, dia kehilangan kekayaannya, dan terisolir dari dunia social. Tetapi apa hasil dari usaha setan: 1. Ayub tetap orang benar dihadapan Allah. Walaupun peristiwa yang menyakitkan dia tidak marah kepada Allah. 2. Ayub tetap orang kaya. Walaupun semua kekayaanya hilang tapi semuanya itu terganti melebihi apa yang dia miliki sebelumnya (42:12). 3. Ayub tetap orang yang suka berdoa. (42:7-10) Ayub juga mendoakan teman- temannya. Dan doanya didengar oleh Allah. Saudara-saudari ku yang kekasih didalam Yesus Kristus, pengalaman yang dirasakan Ayub mungkin sudah pernah kita alami atau mungkin belum pernah kita alami. Tetapi yang penting disini adalah apakah kita akan tetap kokoh sama seperti Ayub? Ketika peristiwa seperti itu menimpa kita. Ingat Tuhan Yesus sangat mengasihi kita, Dia menginginkan kita untuk selalu mengandalkan Dia didalam segalah sesuatu. Mari kita berkata sama seperti Rasul Paulus didalam Filipi 4:13, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaKu.” Ayub sudah menang kita pun pasti menang di dalam Yesus.

****Renungan Perayaan Paskah****** Paskah dimulai di tanah Mesir, saat malam kelepasan Israel. Alkitab menyebutnya sebagai “Malam berjaga-jaga” secara lengkap dituliskan dalam Kitab Keluaran sebagai berikut : Keluaran 12:5 Anak dombamu itu harus jantan*1, tidak bercela*2, berumur setahun*3; kamu boleh ambil domba atau kambing. 12:6 Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas*4 bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja*5. 12:7 Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya*6. 12:8 Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga*7; yang dipanggang*8 mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi*9 beserta sayur pahit*10. 12:9 Janganlah kamu memakannya mentah atau direbus dalam air; hanya dipanggang di api*8, lengkap dengan kepalanya dan betisnya dan isi perutnya. 12:10 Janganlah kamu tinggalkan apa-apa dari daging itu sampai pagi*11; apa yang tinggal sampai pagi kamu bakarlah habis dengan api. 12:11 Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN*12. 12:12 Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN. 12:13 Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir*13. 12:14 Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya. 12:15 Kamu makanlah roti yang tidak beragi tujuh hari lamanya; pada hari pertama pun kamu buanglah segala ragi dari rumahmu*9, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, dari hari pertama sampai hari ketujuh, orang itu harus dilenyapkan dari antara Israel. 12:16 Kamu adakanlah pertemuan yang kudus, baik pada hari yang pertama maupun pada hari yang ketujuh*14; pada hari-hari itu tidak boleh dilakukan pekerjaan apa pun; hanya apa yang perlu dimakan setiap orang, itu sajalah yang boleh kamu sediakan. Keluaran 12:42 Malam itulah malam berjaga-jaga bagi TUHAN, untuk membawa mereka

keluar dari tanah Mesir. Dan itulah juga malam berjaga-jaga bagi semua orang Israel, turuntemurun, untuk kemuliaan TUHAN. Banyak orang Kristen berkata bahwa kita tidak lagi berpegang pada Alkitab perjanjian lama termasuk perayaan-perayaan Yahudi. Sekalipun demikian kita tidak dapat sangkal bahwa perayaan-perayaan yang biasa dilakukan Israel sekarang juga masih dilakukan dunia Kristen walaupun pemaknaannya dengan isi yang baru. Lebih tepatnya... kekristenan merayakannya sesuai dengan penggenapannya dalam Kristus. Sesuai latar belakang Perayaan Paskah dalam Keluaran 12... Hari ini dimulai perayaannya bersamaan dengan Peristiwa Akhbar Kelepasan Israel dari Tanah Mesir pada puncak 10 Tulah Ilahi yang dicurahkan ke Mesir akibat kedegilan hati Firaun dan para pembantunya. Dalam kisah kelepasan ini beberapa catatan penting. 1. Pencurahan 10 tulah di Mesir sesungguhnya adalah pernyataan Kuasa Allah Israel sebagai Allah Pencipta yang berkuasa atas langit dan bumi, Hanya Dialah Allah yang benar dan hidup. Dalam demonstrasi kuasa Ilahi ini Allah menunjukkan Diri-Nya kepada Firaun dan Mesir sebagai satu-satunya Allah Yang Mahakuasa dan sesungguhnya dewa-dewa Mesir bukanlah allah. Peristiwa yang sama akan terjadi sesaat sebelum kedatangan Yesus yang kedua dalam 7 Malapetaka dalam Kitab Wahyu. Ini harus kita ketahui agar kita terhindar hukuman mengerikan itu. 2. Kedegilan hati Firaun menyebabkan kesempatan yang diberikan Allah menjadi sia-sia. Di sini ada pelajaran yang penting bagi kita bahwa orang yang terus menerus menolak pernyataan diri Allah melalui Kuasa Mujizat Allah di alam ataupun melalui kuasa Roh Kudus yang bekerja di hatinya, akhirnya Allah yang akan undur darinya sehingga ia dikuasai sepenuhnya oleh Iblis sebagaimana Saul. Dalam perjanjian baru ini disebut dosa yang tidak dapat diampuni. 3. Dalam persitiwa 10 Tulah Allah menunjukkan perbedaan antara orang yang percaya (Israel) dengan orang yang tidak percaya (Mesir). 4. Paskah menandai perjalanan awal Israel demikian juga dengan seorang percaya. Untuk memahami hal ini kita harus mengerti substansi perayaan Paskah yang diperintahkan Tuhan kepada Israel. Sesuai Keluaran 12 - ada 14 Fakta Kebenaran dan penggenapannya dalam Yesus yang harus kita pahami dalam hubungannya dengan Perayaan Paskah itu sendiri. 1. Ayat 12:5 Anak dombamu itu harus jantan*1

Yesaya 9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Matius 1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." 1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak lakilaki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita. I Korintus 5:7 Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. Yesus datang sebagaimana nubuatan Ilahi untuk menyatakan karakter Allah kepada dunia dan juga untuk MENYELAMATKAN DUNIA. 2. tidak bercela*2 Yohanes 8:46 Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku? II Korintus 5:21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. 1 Petrus 2:21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. 2:22 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. Yesus memberi Teladan agar kita hidup sebagaiman Dia telah hidup dalam kebenaran dan kekudusan. Matius 5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna. I Yohanes 2:6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

3. berumur setahun*3 Apabila seekor kambing telah memasuki masa dewasa kelamin maka ternak tersebut dapat dikawinkan. Tanda-tanda dewasa kelamin : Kambing berumur 6-8 bulan biasanya telah dewasa kelamin (sudah mulai birahi). Umur dapat diketahui dengan catatan kelahiran atau dapat dilihat dari giginya Umur pertama kali dikawinkan 10 – 12 bulan (untuk betina), sedangkan yang jantan mulai dipakai sebagai pemacek berumur lebih dari 1 tahun (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NTB, 2009). Jadi usia setahun domba jantan melambangkan sebelum kawin... sudah harus dikorbankan. Suatu gambaran yang sempurna dari Yesus bahwa Ia harus mempersembahkan diri-Nya sebagai seorang taruna yang suci pada usia dewasa. Lukas 3:21 Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit 3:22 dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." 3:23 Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun

4. mengurungnya sampai hari yang keempat belas*4 “Dikurung” memaknai tidak adanya lagi kebebasan dan dalam konteks ini memasuki masa karantina untuk tujuan yang telah ditetapkan. Matius 26:2 "Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan dirayakan Paskah, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan." Matius 12:40 Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam. Matius 16:21 Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imamimam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.

Penderitaan Yesus ditandai dengan kata-kata-Nya di Getsemani : ‘lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjagajagalah dengan Aku." (Matius 26:38) ‘ Lukas 22:44 Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. 5. harus menyembelihnya pada waktu senja*5 1 Yohanes 1:29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Matius 27:46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? 27:50 Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya. 27:51 Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, Wahyu 5 :12 katanya dengan suara nyaring: "Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!" Kematian Yesus di Salib tepat terjadi pada Petang Hari Jumat (Persiapan) sebagaimana gambarannya. 6. darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya*6 I Yohanes 1:7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa. I Petrus 1:19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. 1 Korintus 11:23 Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan,

yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti 11:24 dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!" 11:25 Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!" 11:26 Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang. Wahyu 12:11 Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut. 7. Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga*7 Keluaran 12:42 Malam itulah malam berjaga-jaga bagi TUHAN, untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Dan itulah juga malam berjaga-jaga bagi semua orang Israel, turuntemurun, untuk kemuliaan TUHAN. Domba Paskah yang sudah disembelih itu harus dimakan malam itu juga. Karena malam itu adalah malam berjaga-jaga bagi Tuhan maupun Israel karena ada perisriwa akhbar yang akan terjadi yaitu Kedatangan Tuhan membawa kelepasan bagi Israel dan Kebinasaan bagi Orang-orang Fasik (Mesir). Matius 24:42 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. 26:38 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku." 26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah." Lukas 21:34 "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. 21:35 Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini.

21:36 Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia." Dasar makna sesungguhnya dari peristiwa ini adalah KEMATIAN YESUS ANAK SULUNG ALLAH yang membawa KELEPASAN BAGI UMAT ALLAH. Setiap orang yang mengimani dan menerima kematian Yesus Kristus tidak akan mengalami kematian (Maut) Ibrani 1:6 Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia." Kolose 1:15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, 1:18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. Roma 8 8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. I Korintus 15 15:20 Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. 15:23 Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. Ibrani 12:23 dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna, 8. Dagingnya harus .... yang dipanggang*8 .... hanya dipanggang di api*8 Di sini dilambangkan dengan penderitaan Yesus dalam “api penghukuman Ilahi” karena menanggung dosa dunia. Roma 8:3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh

daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, Ibrani 2:9 Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia. Kisah Para Rasul 17:3 Ia menerangkannya kepada mereka dan menunjukkan, bahwa Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, lalu ia berkata: "Inilah Mesias, yaitu Yesus, yang kuberitakan kepadamu." 9. makan dengan roti yang tidak beragi*9 ...... makanlah roti yang tidak beragi tujuh hari lamanya; pada hari pertama pun kamu buanglah segala ragi dari rumahmu9 Yohanes 6:35 Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. 6:51 Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia." Yesus dilambangkan oleh Roti yang tanpa ragi... Hidup tanpa Dosa... Demikianlah umat itu juga harus membuang Ragi menunjukkan perlunya pertobatan dan pembaharuan.... I Korintus 5:7 Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. 10. beserta sayur pahit*10 Pahit.... melambangkan juga kepahitan hidup, kesusahan, kesulitan, penderitaan Anak Allah. Markus 8:31 Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.

Roma 8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orangorang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. II Tesalonika 1:5 suatu bukti tentang adilnya penghakiman Allah, yang menyatakan bahwa kamu layak menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu. II Timotius 1:8 Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah. 11. Janganlah kamu tinggalkan apa-apa dari daging itu sampai pagi*11 Sebelum tubuh Yesus membusuk di dalam kuburan itu....Ia telah bangkit.... Mazmur 16:9 Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram; 16:10 sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. Kisah 2:26 Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram, 2:27 sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. ..... 2:31 Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan. 2:32 Yesus inilah yang dibangkitkan Allah,......... Matius 28:1 Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.

Lukas 24:1 tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka. 24:2 Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu, 24:3 dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus. 12. Pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN*12 Matius 26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah." I Korintus 16 16:13 Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat! 13. Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir*13 Matius 26:28 Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Roma 3 3:25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. Roma 5:9 Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. 14. Kamu adakanlah pertemuan yang kudus, baik pada hari yang pertama maupun pada hari yang ketujuh*14 Keluaran 12:14 Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya. 12:19 Tujuh hari lamanya tidak boleh ada ragi dalam rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, orang itu harus dilenyapkan dari antara jemaah Israel, baik ia

orang asing, baik ia orang asli. Perayaan Paskah menjadi peringatan yang terus menerus kepada Israel dan keturunan mereka tentang kelepasan Israel yang luar biasa dari tanah perbudakan Mesir. Peringatan dan perayaan ini mengajarkan Israel bagaimana Tuhan melepaskan mereka dari kematian oleh Darah Kurban Paskah. Suatu lambang yang sangat efektif tentang karya Penebusan di kayu salib yang membawa kelepasan umat-Nya dari perbudakan dosa. Dengan demikian perayaan paskah dalam penggenapannya tidak relevan dengan suatu HARI RAYA.... Tapi sebagaimana makna dan penggenapannya ada di dalam karya penebusan Kristus dengan mana darah-Nya dicurahkan dari Getsemani hingga Golgota... Maka penggenapannya sama sekali bukanlah berwujud sebuah perayaan “hari raya” tetapi karya Allah dalam Kristus dan bagi kita adalah suatu sikap dan respons kita terhadap karya penebusan Yesus itu, suatu pernyataan iman dalam darah-Nya yang dicurahkan untuk keselamatan kita dari Murka Allah dan Maut. Kematian-Nya adalah kematian menggantikan kita... Ia mengalami penderitaan hingga kematian adalah demi dan ganti kita semua. Dengan demikian, karya penebusan Yesus yang sangat luar biasa ajaibnya ini... tidaklah cukup dirayakan...disyukuri dalam ibadah sekali setahun.... tetapi sebuah pernyataan iman dan tindakan ketaatan kepada 14 point makna Paskah di atas setiap hari. Intinya... Yesus telah mati ganti kita... agar kita yang percaya kepada-Nya memperoleh hidup-Nya.....Ia yang tak berdosa dijadikan dosa agar oleh iman kita dianugerahkan kebeneran dan kekudusanNya... Dia mengambil tempat kita yang sangat hina dalam hukuman di salib...agar kita boleh mendapat bagian dalam kemuliaan-Nya di sorga....Dia menjadi miskin agar kita boleh menjadi kaya dalam kemurahan-Nya sebagaimana hidup-Nya......Dia memanggil kita menjadi orang percaya setiap hari....memiliki hubungan yang hidup dengan Dia – Oknum yang tak berdosa itu tiap hari (7 hari)... dan itu tampak dari perilaku iman dan ketaatan kita dalam kasih setiap hari dan di setiap tempat.... Jika Dia rela mati demi kita....Paskah... memanggil kita untuk mengorbankan hidup kita juga bagi orang lain... dalam kasih dan kebenaran sejati.... dan ... dalam pergumulan kita di bumi ini... sementara kita menantikan realisasi keselamatan seutuhnya yang akan dianugerahkan untuk kita saat Maranatha.... kita harus menghadapi peperangan rohani yang tak pernah berhenti.... dalam peperangan iman saat ini hingga saat kedatangan Yesus itu... Ingatlah....bahwa hanya oleh darah Yesus dan perkataan kesaksian kita berdasarkan firman-Nya akan menjadi senjata rahasia bagi kemenangan kita semua sampai Yesus datang membawa kelepasan Abadi bagi semua yang menantikan Dia.

PENUNGGU SAUDARAKU ATAU SAUDARA PENUNGGUKU? Anda mungkin tertawa membaca ini. Artinya, monyet itu ingkin tahu apakah dia penunggu saudaranya, atau sesamanya monyet, atau kah dia saudara penunggunya, dengan kata lain manusia yang menjadi penunggu di kebun binatang itu juga adalah keturunan monyet sesuai teori evolusi dari Charles Darwin. Nah, saya tidak percaya ada seorang pun dari antara saudara-saudara yang percaya teori itu. Tapi apakah saudara sudah nyatakan dalam hidup saudara-saudara bahwa saudara bukan keturunan monyet? Kalau saudara benar-benar yakin seperti kata Alkitab bahwa saudara adalah berbeda dari binatang, bahwa saudara adalah diciptakan oleh Tuhan Allah menurut gambar dan petaNya, maka saudara harus mau mendengar apa yang disuruhkanNya. Yesus berkata: Kasihilah sesamamu seperti engkau mengasihi dirimu sendiri. Dan yang Dia maksudkan dengan ‘sesama’ kita bukanlah hanya saudara-saudara kandung kita, atau kaum kerabat kita saja. Pun juga hanya orang-orang yang kita anggap teman atau sahabat kita saja yang kita hormati dan sayangi. Yesus berkata supaya kita mengasihi musuh-musuh kita. Kita harus menunjukkan kasih kita kepada mereka itu juga, betapa pun mereka berbuat jahat kepada kita. Malah Dia berkata dengan sangat gamblang dan tegas: Hendaklah kamu melakukan kepada orang yang paling kamu anggap hina seolah-olah kamu perbuat itu terhadap Aku. (Matius 25:40,45) “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku…. Dan segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.” Dan aka nada banyak orang yang kaget ketika Tuhan menolak pada hari kiamat dan , mengatakan : “Maaf , Aku tidak kenal kepadamu, karena kamu tidak melakukan perintahKu.” Sekarang mungkin ada diantara anda yang berkata: “Pdt. Sammy Lee ini sudah terlalu ekstrim. Masa Tuhan akan menolak kami, padahal kami sudah begitu setia melakukan pekerjaan Tuhan, kami sudah menjadi hamba Tuhan yang baik, selalu berkhotbah, berbuat mujizat, mengusir setan, selalu hadir di gereja, selalu membayar perpuluhan dengan setia malah menyumbang milyardan rupiah untuk pekerjaan penginjilan, dan pembangunan segala macam institusi gereja.

Saudara ingat cerita Yesus tentang orang Samaritani yang baik hati? Yesus memberikan kita definisi bahwa yang Dia maksudkan dengan kata ‘sesama kita’ itu bukan hanya rekanrekan, kerabat dan sahabat handai taulan yang kita sukai dan yang menyukai kita. Orang Samaritani itu adalah seorang yang sangat dibenci dan dihinakan oleh orang Yahudi. Mereka bahkan lebih suka bertemu dengan seorang kusta, karena mereka tahu orang kusta itu bayangan tubuhnya tidak akan menjadikan mereka kusta, tapi seorang Samaritani kalau bayangan mereka kena bayangan tubuhnya, itu dianggap sudah menajiskan. Tapi si orang Samaritani itu, yang sudah sering diolok, diejek, malah dihina oleh orang Yahudi yang terluka oleh penyamun dijalan itu, malah mengangkat dia dengan penuh kasih sayang, meletakkan membasuh luka-lukanya, memberikan pertolongan pertama pada waktu kecelakaan, meletakkan dia pada keledainya, membawa ke sebuah pasanggrahan atau penginapan, memberikan uang cukup untuk harga tumpangannya, menyuruh mereka merawat dia dan menjanjikan akan kembali membayar berapa pun yang tidak cukup dari sewa kamar di hotel itu sampai dia sembuh. Wow! Apakah itu bukan sangat ekstrim? Lalu bagaimana dengan cerita tentang si orang muda yang kaya itu yang sangat rindu untuk ingin mendapat keselamatan. Kalau Yesus bukan guyunan doang atau pura-pura saja, yang saya rasa pasti itu bukan sifat Yesus berbohong atau Cuma becanda, dan saya yakin Dia sangat serius karena Dia sangat sedih ketika si orang muda yang kaya itu menolak perintahNya untuk menjual semua hartanya dan membagikannya kepada orang miskin. Kenapa Yesus menyuruhkan hal itu kepadanya? Kalau Dia sudah minta hartanya untuk dimasukkan ke kas gereja dan dia sendiri akan menjadi bendahara dan ketua sekaligus dari ministry Yesus itu, saya rasa dia akan dengan senang hati melakukan perintah Yesus itu. Dia memang serius ingin masuk sorga. Dia tidak keberatan bahkan bangga untuk menjadi Direktur Harian, Penasihat Agung dan Anggota Excom Gereja Yesus yang pertama itu. Tapi menjual hartanya dan membagikan kepada orang-orang miskin, dia merasa sangat keberatan. Coba anda pikirkan, dia sudah bekerja setengah mati membanting tulang, memeras keringat dan otaknya, mengorbankan kenyamanan hidup, sibuk dari subuh sampai tengah malam, memikirkan dan mengurus bisnisnya. Lalu sekarang dia harus menyerahkan semua hartanya, dengan kata lain dia menjadi miskin, dan orang-orang miskin yang dianggapnya pemalas tidak seperti dia, dan tidak layak, golongan hina, akan menjadi kaya menerima harta bendanya dengan enak-enak saja tanpa usaha! Tunggu dulu, Pak! Nyang

bener aje, donk! Ini mah, ngawur namanya! Sialan banget! Masa aku harus jadi budak orang-orang miskin yang hina dina dan malas itu, dan aku gantinya jadi kere? Tapi Yesus bukan becanda atau baku sedu! Kalau Dia hanya baku sedu atau guyonan dan ayat dalam Matius 25:40, 45 itu hanya lelucon, maka Yesus adalah pembohong yang terbesar gantinya Lucifer, si Ular Tua, Si Naga merah na balga itu! No, my friends. Yesus bukan baku sedu atau main-main saja. Dia buktikan itu sendiri dan berikan contohnya dalam Yohanes 13. Dia cuci kaki Yudas yang Dia tahu benar akan menjual dan mengkhianati Dia. Dia perlakukan Yudas sama seperti biasa tanpa perbedaan, bahkan melayaninya dengan begitu ramah seperti seorang kawan yang sangat baik menyuapi sepotong roti kepadanya dalam jamuan makan malam terakhir itu. Kemudian Dia berkata dalam Yohanes 13: 15-17 “sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.” Ini dibuktikan oleh Yesus dan apa yang diperbuatNya diatas kayu salib, dengan body language yang begitu indah, atau bahasa tubuh yang bukan basa-basi, menyebabkan sang penyamun dan penjahat kawakan yang dianggap persona non grata, public enemy number one, itu bertobat! Dia dengar sendiri Yesus berdoa dengan tulus hati dan bukan hanya lip service: Father forgive them for they know not what they do! Anda ingin berbahagia sebagai murid Yesus? Turutlah amanatNya. Kalau tidak, maka kemungkinan besar sekali, anda termasuk orang-orang yang keheranan bertanya, Tuhan kapan kami melihat engkau meminta sesuatu dari kami, dan kami tolak? Dan Dia menjawab: “Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku!” Saya tahu banyak diantara anda tidak akan percaya dan menganggap saya sudah pikun atau tidak waras! GBU anyway.

Renungan Pagi 26 Maret: “KITA HARUS LEBIH BENARDARI MEREKA” Matius 5:20 MakaAku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidupkeagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akanmasuk ke dalam Kerajaan Sorga. Ini adalahperkataan YESUS yang paling mengejutkan murid-murid dan para pendengarNYA saatitu. Dan mungkin kita juga sekarang ini. Bagaimanakah seseorang dapat lebihbenar dari ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi? Hal itu suatu yang tidakmungkin bagi orang Yahudi pada saat itu. Ahli Taurat adalah anggota masyarakatyang menghabiskan seluruh waktunya untuk mengajarkan dan menerangkanFirman/Hukum TUHAN. Seluruh hidup mereka diabadikan untuk mempelajariFirman/Hukum TUHAN. Pada zaman YESUS, orang Farisiadalah sekelompok orang pilihan yang berjumlah 6000 orang. Hidup merekasepenuhnya diabadikan untuk menyambut kedatangan MESIAS melalui kehidupan yangsempurna. Banyak orang Kristen yang perlu mengubah pandangan mereka tentangorang-orang Farisi. Mereka bukan saja baik tetapi mereka adalah orangorang terbaik.Mereka adalah orang-orang yang mengabdi secara penuh untuk melayani TUHAN sejakmereka bangun di pagi hari sampai mereka beristirahat di malam hari. Kita akan kehilangan gambaran Perjanjian Baru jikakita gagal melihat pengajaran ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi tentangFirman/Hukum TUHAN. Tentunya kita orang Kristen sekarang ini haruslah lebihbaik dan benar dari orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat sepertinya yangYESUS katakan. Lebih baik dan benar, tidak hanya mengabdikan diri kita untukmengajarkan dan menerangkan Hukum/Firman TUHAN, tidak hanya mengabdikan dirikita untuk menyambutkan kedatangan MESIAS saja. Tetapi kita harus menerima danmengetahui dengan baik dan benar bahwa Firman TUHAN dan MESIAS itu adalah YESUSitu sendiri. TUHAN Memberkati… Memang benar dan sangat menyedihkan bahwa hal-hal yang benar danbaik itu selalu dipelintirkan dan diputar balikkan oleh seteru kebenaran, aliasBapa Pembohong dan Pembunuh dari mulanya yang mempunyai hanya satu tujuan saja,melawan dan memalsukan/merusakkan apa yang diajarkan Tuhan agar membawakebinasaan kepada semua umat manusia dan malaikat Tuhan!

Kata Pharisee atau Farisi itu sendiri bukanlah satu nama atau nama golongan yang tidak baik, atau hina dan najis. Kata Farisi itu berasal dari bahasa Ibrani PRS yang kemudian dirubahejaannya kedalam bahasa Aramaic menjadi perisayya, kedalam bahasa Yunanimenjadi pharisaios, kedalam bahasa Inggris kuno fariseus, dan akhirnya kepadabahasa Inggris modern Pharisee, dan kedalam bahasa Indonesia Farisi. Akar katanya berarti: terpisah atau memisahkan. Jadi mereka sebenarnya sekelompok orangYahudi pada zaman Tuhan Yesus dipisahkan atau terpisah dari rakyat lainnya,karena mereka mengkhususkan dalam hal penurutan Hukum dengan benar, dan mempersiapkandiri untuk menjadi pelayan-pelayan khusus waktu kedatangan dari Mesias yangdinubuatkan para nabi dalam Perjanjian Lama. Mereka juga percaya aka nada kehidupan yang kekal setelah mati sebagailawannya dari orang Saduki yang juga golongan terpelajar tapi tidak percaya adakehidupan sesudah kematian. Orang Farisi adalah golongan elite yang harus paham betul tentangAlkitab dan peraturan hukum serta benar dalam semua hal sehingga hanya merekaitu yang bisa duduk dalam pemerintahan menjadi anggota Sanhedrin. Rasul Paulus adalah seorang Farisitulen. Hanya salahnya, mereka begitumemusatkan perhatian kepada kesempurnaan ajaran dan kelompok mereka, sehinggapada waktu Yesus dilahirkan diantara orang kebanyakan, di kandang binatang, dandibesarkan di kota Nazaret yang terkenal kumuh, terkebelakang dan tidakmenghasilkan satu pun anggota golongan terpelajar atau elite, maka merekamenolak kepada Mesias yang mereka sebenarnya nantikan itu. Bukankah ini menggambarkan keadaan jemaat Laodikea pada akhirzaman ini? Segolongan manusia yangmerasa terpilih, umat pilihan, yang mempunyai kebenaran, yang tersisa, yangkaya dalam ilmu kebenaran, yang tidak lagi memerlukan pelajaran atau terangyang baru, apa lagi dari golongan orang kebanyakan yang bukan dari golonganyang dianggap hiarki, group elite yang memerintah dan mempunyai gelar-gelaryang tertinggi. Orang-orang Farisi karena merasa dirinya eksklusif dan tidakmungkin bisa salah, bahwa hanya mereka yang mungkin menerima terang kebenarandan mengajarkannya, dan pasti mendapat pengakuan dan berkat khusus dari TuhanAllah, maka mereka akan menjadi tidak siap menerima terang yang benar yanghanya akan datang pada akhir zaman. Samaseperti orang Farisi di zaman dahulu, mereka malah menolak utusan Tuhan yangsebenarnya.

Sama dengan orang Farisi dizamannya Yesus, maka Farisi modern jugaakan tidak menerima ajaran dari seorang yang tidak berpendidikan tinggi sepertimereka, dan merasa tidak mungkin hal itu bisa terjadi, sehingga mereka hanyaakan memusatkan perhatian mereka kepada kelemahan bejana yang berisi kebenaranitu, gantinya menerima isinya dan melakukannya. Orang Kristen zaman modern sekarang mempunyai pikiran bahwa tidakada orang-orang Farisi seperti dulu akan selamat. Bahwa mereka itu lebih rendah mutunya dankebenarannya dari mereka. Padahal Yesustidak mengajarkan demikian sekali-kali. Sebaliknya Yesus juga mengakui bahwa mereka itu orang-orang yang benardan istimewa, tapi masih mempunyai kekurangan, jadi pengikut-pengikutNya yangbenar haruslah berusaha lebih baik, menambah apa yang kurang pada mereka,gantinya, menjauhkan diri dari standard orang Farisi sama sekali. Dan tentu saja ini adalah ulah dari sang Ular Tua yang sangatlicik dan penuh tipu daya itu sehingga menyebabkan banyak umat Allah pada akhirzaman tersandung dan akhirnya binasa. Seperti orang Farisi pada zaman dahulu, kita juga harus merupakanumat Tuhan yang “terpisah” , yang menurut dan patuh kepada semua hukum Tuhan,dan yang menguduskan diri kita menunggu kedatangan Kristus yang juga kudusadanya! Kita juga adalah orangorangyang menunggu kedatangan Mesias yang kedua kalinya. Alkitab katakan ini ini adalah IMAM-IMAM YANG RAJANI. Kesalahan satu-satunya dari orang Farisi zaman dahulu, akan jugamenjadi kesalahan dari orang-orang yang menunggu kedatanganNya yang keduakali. Mereka tidak melakukan Roh darihukum itu. Sama dengan orang muda yangkaya, yang sudah menurut dalam segala tuntutan hukum Taurat padapemandangannya. BTW. Tidak ada bukti bahwa orang muda yang kayaitu bukan seorang Farisi juga, atau seorang yang diam-diam mengagungkanstandard orang Farisi itu dan telah menuruti semuanya dan merasa pasti dia akanselamat dalam kerajaan sorga. Tapi ketika Yesus menyuruh dia menjual seluruh hartanya danmenggunakan uang itu untuk menolong orang miskin, janda-janda, yatim piatu,orang-orang tak berharga pada pemandangan para pemimpin agama dizamannya, makadia tidak rela untuk melakukan apa yang disuruhkan oleh Yesus. Dia tidak rela menjadi miskin untuk orang-orang miskin yang diaanggap tidak berarti, padahal Yesus katakana justru mereka itulah yangdianggapnya seperti “saudara-

saudaraNya”. Bukan orang-orang yang berkedudukan tinggi, sama-sama golongan elite,para imam dan pemimpin di Kaabah di Yerusalem. Jangan salah paham. Bukanberarti tidak akan ada diantara orang-orang kaya dan golongan elite ataupemimpin-pemimpin gereja atau organisasi yang akan selamat. Dizaman rasulrasul dulu, siapa orang tuadari Yohanes Pembaptis? Dia adalahseorang imam pemimpin satu ordo, mungkin salah satu dari 24 pemimpin kelompokpelayan di Kaabah Yerusalem. Seorangyang mempunyai kedudukan tinggi dan dihormati. Isterinya juga adalah seorang yang tulus dan benar dan hidup bersih, sehinggadipilih oleh Tuhan untuk membesarkan seorang hambaNya yang dianggap palingtinggi dipemandang sorga, Yohanes Pembaptis! Siapakah Nikodemus, Yusuf Arimatea, dan Rasul Paulus sendiri. Dan kemudian dicatat dalam Alkitab bahwa ada banyak diantara imam-imam dan orang Farisi yang juga bertobat sesudah terjadi kecurahan RohHujan akhir. Kita tidak dapat katakan semua golongan elite adalah sudah murtaddan tergolong kepada jemaat Babilon. Ingat juga dizaman Elia, dia menganggap sudah tidak ada lagi diantaranabinabi dan imam-iman Tuhan yang hidup yang masih setia melainkan hanya diasatu-satunya yang masih belum menyembah Baal atau Mamon, yang sudah jadihamba-hamba hantu gantinya Hamba Tuhan. Hanya Tuhan yang tahu siapa hamba-hambaNya yang setia dan belumbuta seperti yang dikatakannya dalam Yesaya 42:18-23 dan Wahyu 3:16-18. Masih ada yang seperti Elia dan Elisha dan7000 umat Tuhan lainnya yang tidak tampak kepada Elia waktu itu, yang masihmerupakan hamba-hambaNya yang setia. Praise the Lord!

“SEBELUM MEREKA MEMANGGIL AKU AKAN MENJAWAB! ”BEFORE THEY CALL, I WILL ANSWER!" (YESAYA 65:24) Helen Roseveare adalah seorang dokter misionaris yang telah menghabiskan waktunya 20 tahun melayani di Congo. Ini adalah salah satu dari kisah kuasa Khalik kita yang memesonakan. Pada satu malam kami sudah bekerja keras sekali menyelamatkan seorang ibu dan bayinya dalam melahirkan; tapi usaha kami tidak berhasil seluruhnya, sang ibu meninggal dan kami menghadapi masalah maha pelik bagaimana mengurus bayinya yang ditinggalkan dengan kakak perempuannya yang baru berusia dua tahun dan menangis terus menerus. Kami menghadapi kesulitan besar untuk mempertahankan sang bayi bisa hidup terus, karena kami tidak punya incubator. Jangankan incubator kami tidak punya listrik di kampong terpencil itu untuk itu, kalau pun kami punya incubatornya. Selain itu kami tidak punya alat khusus untuk memberikan minum bayi yang baru lahir di klinik kami yang sangat sederhana. Walau benar kami hidup di daerah tropis, tapi malam hari sering kami mengalami tiupan angin dingin yang menggigilkan. Salah seorang perawat kami pergi mengambil sebuah kotak peti sabun yang digunakan untuk tempat tidur bayi yang baru lahir, dan pembungkus dari kapas yang khusus dibuat untuk menyelimuti bayi. Seorang lainnya pergi untuk memasang api dan memanaskan air untuk ditaruh dalam botol air dari karet. Dia datang kembali dengan penuh kecemasan dan kesedihan. Ternyata botol itu sudah lapuk karena terlalu tua dan sudah retak karena karetnya yang menjadi kering. “Itu adalah botol air panas kita yang terakhir!” ujarnya sambil menyeka air matanya dengan lengan bajunya. Pepatah mengatakan sia-sia menangis untuk susu yang sudah tumpah, dan kami juga berpikir waktu itu percuma menangisi botol susu yang sudah lapuk. Botol susu tidak tumbuh di pohon hutan Afrika dan tidak ada toko atau supermarket sama sekali di daerah ini. “Baiklah,” saya memberikan komando, “letakkan bayi itu sedekat mungkin ke perapian dan kalian tidur diantara bayi itu dan pintu dari mana angin malam bisa berhembus.” Keesokan sorenya seperti biasa saya mengumpulkan para yatim piatu yang ada di yayasan anak piatu yang kami kelola dan memimpin mereka dalam doa petang seperti kebiasaan kami. Saya berikan masing-masing anak piatu itu satu hal yang harus mereka doakan, sambil menyebutkan juga keperluan sangat sangat mendesak untuk bayi kecil yang baru dilahirkan itu. Saya juga menceritakan bagaimana kakak sang bayi sedang menangis terus

menerus karena ditinggalkan ibunya. Saya terangkan betapa kami menghadapi masalah besar karena tidak punya botol susu untuk memberikan minum kepada bayi itu, dan juga tentang botol air panas dari karet yang sudah lapuk. Bayi yang kecil itu besar kemungkinan akan mati kalau menderita kedinginan. Seorang gadis piatu umur 10 tahun, Ruth, berdoa dengan logika sederhana seorang anak Afrika: “Tolong Tuhan,” begini dia berdoa, “tolong kirimkan botol air panas itu hari ini juga, karena kalau itu datang besok, sudah tidak ada gunanya, karena bayi itu akan mati.” Saya tersentak mendengar doa itu dan merasa dia terlalu berani memerintah kepada Tuhan, namun dia melanjutkan lagi dengan: “Dan Tuhan, jangan lupa tolong kirimkan sebuah boneka kecil untuk kakaknya supaya dia berhenti menangis dan tahu bahwa Engkau mencintainya!” Saya hampir menjerit dan pingsan mendengar doa yang saya rasa sangat tidak tahu aturan itu. Saya tidak tahu apa saya bisa mengatakan “Amin” kepada doa yang saya rasa agak kelewatan batas ini. Memang benar saya percaya dia dapat berbuat apa saja, tidak ada batas kekuasaannya. Alkitab katakan itu, tapi bukankah ada batas-batasnya, juga memikirkan sikonnya. Ini tempat begitu terpencil, sulit perjalanan dilakukan ketempat itu. Satu-satunya cara Tuhan bisa menjawab doa itu adalah dengan mengirimkan sebuah paket dari Amerika, dan saya sudah berada di Afrika lebih dua tahun saat itu dan tidak pernah menerima sepotong paket pun dari rumah. Disamping itu, kalau betul ada orang yang tersentuh mengirimkan sebuah paket untuk saya, siapa yang mungkin akan terpikir mengisi paket itu dengan sebuah botol air panas dari karet. Itu hanya biasanya diperlukan di daerah yang ada musim dingin sedangkan semua tahu saya ini sedang berada di daerah tropis. Haha! Beberapa menit kemudian sementara kami masih mengadakan kebaktian, menyanyi dan membaca cerita Alkitab, dengan para perawat kami di ruangan tempat berlatih para perawat itu, ada yang memberitahukan bahwa sebuah mobil sedang berhenti didepan gubuk dimana saya tinggal. Saya tinggalkan ruangan kelas itu dan berjalan tergesa-gesa ke gubuk saya. Didepan pintu gubuk itu terletak sebuah paket sangat besar seberat sekitar 10 kg. Saya merasa seolah-olah jarum menusuk kedua mata saya dan air mata saya berhamburan dari situ.

Saya tidak sanggup membuka paket itu sendirian sebab itu saya memanggil anak-anak dari rumah piatu yang didekat situ. Bersama-sama kami mulai menguraikan tali-tali itu dengan hati-hati sehingga jangan kusut atau putus, karena setiap benda sangat berharga di kampong terpencil itu. Begitu juga dengan bungkusan kertasnya, dengan sangat teliti dan hati-hati kami buka supaya jangan sampai robek sama sekali. Kegairahan mulai memuncak. Kira-kira empat puluh pasang mata terpusat pada kotak kardus yang besar itu. Dari tumpukan paling atas saya keluarkan pakaian-pakaian anakanak untuk musim dingin yang berwarna warni sangat indah. Kemudian terdapat gulungangulungan perban dan plester yang tidak terlalu menarik bagi anak-anak kecil itu. Kemudian saya keluarkan sebuah dos berisi kismis dan buah kering yang dapat dibuat kueh istimewa di akhir pecan itu. Kemudian, saya masukkan tangan saya lagi kedalam dos itu, dan meraba sesuatu, ah… mungkinkah…mungkinkah…Saya tarik keluar tangan saya dan semua mata melotot dan napas hampir semua kami tertahan beberapa detik lamanya…hanya dapat melongo heran… Benar… sebuah botol air panas yang baru terbuat dari karet! Saya hanya dapat menangis dengan sangat terharu. Saya tidak pernah terpikir untuk meminta Tuhan mengirimkan botol air panas karet itu. Saya malah merasa mustahil itu akan bisa dilakukan oleh Tuhan, waktu kami berdoa tadi. Ruth, yang berdiri paling depan dan melihat botol air panas itu segera berseru: “Kalau Tuhan sudah mengirimkan botol itu; Dia juga pasti sudah mengirimkan sebuah boneka untuk kakak dari bayi itu!” Dengan tanpa diundang dia langsung memasukkan tangannya dan mulai mengorek-ngorek sampai ke dasar kotak karton itu, dan waktu dia merasakan sesuatu disitu dia segera mencekalnya dan menarik tangannya keluar dengan sebuah boneka yang sangat indah dengan pakaian boneka yang berwarna warni. Mata si Ruth berkilauan dan berseru kepada saya: “Mamie, bolehkah saya membawa boneka ini kepada gadis kecil itu, supaya dia tahu bahwa Yesus sungguh mencintai dia?” Sebelum saya sempat menjawab dia sudah lari dengan boneka itu menuju ke klinik. Saya duduk terjerembab dan tepekur penuh keharuan, keheranan dan syukur. Paket itu

sudah dikirim dengan pos laut dan menempuh waktu lima bulan untuk sampai kesitu pada sore itu. Seorang guru Sekolah Minggu di USA yang saya tidak kenal, telah merasa tergerak lima bulan yang lalu untuk memasukkan sebuah botol air panas karet ke Afrika karena merasa bisikan Tuhan yang menyuruhkan dia berbuat itu, walaupun yang lainnya merasa itu sesuatu yang tidak ada gunanya, bagi orang yang hidup di daerah tropis seperti Afrika itu. Dan lima bulan lalu juga ada seorang anak perempuan di Amerika yang telah tergerak untuk meletakkan dalam kotak itu boneka kesayangannya yang baru saja diterimanya beberapa minggu sebelumnya, untuk menjawab doa kepada Tuhan Allah yang dilayangkan seorang gadis Afrika yang lugu, lima bulan kemudian. Wow! (Kisah ini dituliskan oleh Helen Roseveare, seorang misionaris medis dari England di Zaire, Afrika, dalam bukunya ‘Living Faith’ )

Renungan Pagi 27 Maret: “KITA SUMBU YANG MEMBUTUHKAN MINYAK” Yohanes 8:12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." Kita bukanlah terang yang sebenarnya tetapi YESUS adalah terang yang sebenarnya. Kita adalah terang karena dihubungkan dengan YESUS. Kita sama sekali tidak mempunyai terang seperti juga dengan bulan yang tidak memiliki terang tanpa matahari atau lampu listrik tidak bersinar jika tidak dihubungkan dengan arus listrik. Satu illustrasi tentang lampu dapat menolong kita memahaminya. Sebagaimana sebuah lampu harus memiliki mangkuknya yang berisi minyak juga sumbu yang dilekatkan. Sumbu itu penting berfungsi sebagai lampu. Tetapi tanpa dukungan dari minyak, lampu tidak berfungsi sama sekali. Demikian juga kita. Kita membutuhkan pengisian dari YESUS melalui Roh KudusNYA setiap hari. Kita tidak dapat berfungsi sebagai terang dunia tanpa berhubungan dengan TUHAN sebagai sumber terang itu. Pengisian itu bukanlah dilakukan sekali untuk seterusnya. Bukan demikian karena kita perlu menghadap YESUS setiap hari melalui doa dan belajar FirmanNYA. Jika kita menerima minyak setiap hari kita memiliki terang untuk dipancarkan. Sumbu adalah bagian penting dari lampu. Sumbu itu perlu dibersihkan dari kotoran dan dipotong sedikit agar bisa kembali memberikan terang yang bersinar. Demikian juga dengan kehidupan kita. Dari hari ke hari kita perlu membersihkan dan membuang/memotong dosadosa dan kesalahan-kesalahan kita sehingga kita dapat menyala dengan baik dan memberikan terang dan bukan hanya memberikan asap. Renungan Pagi 25 Maret: “PUJIAN DARI TUHAN ATAU DARI MANUSIA” Yohanes 5:41-44 Aku tidak memerlukan hormat dari manusia.Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah.Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia. Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa?

Salah satu pilihan dalam kehidupan adalah siapakah yang kita harapkan untuk menghormati kita? Pujian dari siapa yang hendak kita cari? Dari TUHAN atau dari manusia? Lalu apa yang kita akan lakukan untuk mendapatkan kehormatan dan pujian itu? Pertanyaanpertanyaan ini penting karena pertanyaan ini perlu untuk mengetahui siapakah kita dan bagimana kita menghidupkan kehidupan kita sehari-hari. Tentunya kita tahu jawaban yang tepat atas pertanyaan-pertanyaan diatas. Seperti YESUS di ayat renungan kita hari ini yang tidak mencari pujian dan kehormatan dari manusia melainkan pujian dari Bapa di Surga. Seringkali kita memikirkan bagaimana orang lain menghormati dan memuji kita. Sebagai orang Kristen, kita tidak perlu mendapat pujian dan kehormatan dari manusia. Kita sebagai orang Kristen harus waspada terhadap kesombongan duniawi semacam itu. Itulah masalah rohani yang seringkali ada pada kita. Kita harus berjuang melawan roh kesombongan yang kita miliki. TUHAN Yesus mengharapkan sifat kerendahan hati dari setiap pengikut-pengikutnya, YESUS mengharapkan supaya kita tidak mencari kehormatan dan pujian dari manusia, tetapi dapatkanlah kehormatan dan pujian itu dariNYA. Jika kita berhasil dalam kehidupan kekristenan kita bersama TUHAN maka kita tidak akan menyadarinya. Kenapa? Karena kita tahu keberhasilan itu bukanlah kuat kuasa kita tetapi semua keberhasilan itu tanpa TUHAN kita tidak dapat berbuat apa-apa sehingga kita tidak menyadarinya. Karena yang kita tinggikan dan puji bukan kita tetapi TUHAN. TUHAN Memberkati…

Renungan Pagi 29 Maret: “BERSEDIALAH SELALU” Matius 24:44 Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga." Pada bulan Maret 1914 Ekspedisi Antartika Kerajaan Inggris meninggalkan Inggris dibawah kepemimpinan Sir Ernest Shackelton dengan tujuan benua beku dari titik awal laut Weddel ke McMurdo melalui Kutub Selatan. Namun kapal mereka Endurance terperangkap di daerah kantong es. Setelah 5 bulan mereka hanyut di lautan es, Shackelton dan 5 anak buahnya berlayar dengan menggunakan perahu penangkap ikan sejauh 800 mil ke pulau Georgia Selatan dimana mereka mendapat pertolongan. Tiga kali Shackelton berusaha untuk menyelamatkan anak buahnya yang masih terperangkap dan selalu terbentur oleh laut yang membeku. Dan akhirnya pada usaha yang keempat ia menemukan sebuah celah sempit menuju daerah kantong es dan akhirnya menemukan Endurance kembali. Ketika ia tiba, ia bergembira mendapati anak buahnya telah siap sedia tanpa harus berlambat-lambat. Shackelton bertanya kepada anak buahnya bagaimana mereka begitu siap untuk berangkat pada saat ia tiba di tempat itu. Mereka bercerita bahwa setiap pagi, wakil pemimpin yang ditunjuk Shackelton waktu ia mencari pertolongan, selalu mengatakan “segalanya harus siap, karena Bos mungkin datang hari ini.” Kedatangan YESUS kedua kali adalah jauh lebih pasti daripada kembalinya Schakelton menjemput anak buahnya yang masih terperangkap di lautan es. Bilamana YESUS datang, adakah kita sudah bersedia sebagaimana anak buah Shackelton bersedia menyambut pemimpin mereka setiap pagi. TUHAN Memberkati…

Renungan Pagi 30 Maret: “TETAP SETIA WALAUPUN MENDERITA” 2 Samuel 19:30 Lalu berkatalah Mefiboset kepada raja: "Biarlah ia mengambil semuanya, sebab tuanku raja sudah pulang dengan selamat." Kisah Mefiboset merupakan contoh kesetiaan yang paling teguh, meskipun ia menderita. Lumpuh pada umur 5 tahun, ia tidak hanya kehilangan kakinya namun ia juga kehilangan ayahnya yaitu Yonatan, semua pamannya, dan kakeknya yaitu Saul. Dinasti yang baru mengambil alih kekuasaan dan Mefiboset bertumbuh dalam ketakutan bahwa Daud akan membunuhnya. Mefiboset mempunyai alasan untuk takut. Kebiasaan zaman itu bila seorang raja naik takhta akan menghukum mati lawan utamanya, dan Mefiboset merupakan penerus hak yang mungkin menjadi ancaman terhadap takhta Daud. Namun oleh sebab persahabatannya dengan Yonatan, Daud tidak hanya menyayangkan hidup Mefiboset tetapi juga mengembalikan kepadanya harta ayahnya dan mengundang dia untuk datang ke Yerusalem dan menjadi tamu tetap kerajaan. Segalanya berjalan dengan baik sampai waktu Absalom, putra Daud memberontak terhadap ayahnya dan memaksa Daud melarikan diri dari Yerusalem. Dalam keadaannya yang lumpuh, Mefiboset tidak dapat menyertai pelindungnya. Dikemudian hari setelah Daud kembali dari memadamkan pemberontakan anaknya, Daud menuduh Mefiboset tidak setia kepadanya. Lalu dengan sewenang-wenang yang tidak serti biasanya, Daud mengambil alih separuh harta Mefiboset dan diberikan kepada Ziba yang memberi kesaksian palsu tentang Mefiboset. Gantinya menjadi kecewa dan melawan Daud. Mefiboset berkata sejujurnya; ”Biarlah Ziba mengambil semuanya yang penting adalah bahwa tuanku raja telah kembali dengan selamat.” Mefiboset tidak hanya menerima kerugiannya dengan hati yang lapang akan tetapi ia tetap setia kepada rajanya. Baginya kehilangan harta tidak ada sangkut pautnya dengan kesetiaan. TUHAN kadang-kadang mengijinkan kita kehilangan harta benda demi kebaikkan kita yang abadi. Bilamana hal itu terjadi, beberapa orang yang mengaku Kristen berbalik melawan Pelindung Surgawinya. Akan tetapi bagi orang Kristen Sejati tetap setia kepada TUHAN meskipun harus “kehilangan segala sesuatu? (Fil 3:8) TUHAN memberkati…

ATMOSFIR KEKRISTENAN DALAM KELUARGA Oleh : Pdt. H. W. Suawah Ujian Nasional untuk SMU/SMKsegera akan dimulai, dalam suatu wawancara oleh stasiun radio Elshinta seorang kepala sekolah dari satu SMU di Jawa Timur menyatakan bahwa sekolah yang dia pimpin selalu berusaha menciptakan atmosfir yang baik guna mendukung perkembangan karakter anak didiknya kearah yang baik untuk masa depan mereka. Dikatakan bahwa anak didiknya mengikuti kelas diruangan kelas yang sama, tenaga pendidik yang sama, program belajar yang sama, buku pelajaran yang sama tetapi nanti beberapa diantara mereka ada yang menjadi jenderal, pengusaha, birokrat, yang tidak punya masa depan, yang tidak pasti kehidupannya dll. Ditekankan bahwa lingkungan hidup dirumah tangga merekalah yang menentukan kemana arah masa depan mereka. Kami hanya berupaya menciptakan atmorfir yang baik disekolah ini, mendidik mereka melalui terapan disiplin, mengupayakan agar jangan terlibat dengan pornography lewat HP, menghormati guru dan sesama siswa. Hanya ini yang kami bisa upayakan dan selanjutnya pendidikan dalam keluargalah yang menentukan arah hidup mereka. Jika kita simak pernyataan kepala sekolah diatas, maka kita akan menyimpulkan bahwa hal tersebut adalah benar. Atmosfir Kristen dalam rumah tangga itu akan menjadikan anak kita itu jadi apa nantinya. Bilamana dalam keluarga itu adalah keluarga yang selalu mengadakan kebaktian pagi dan malam, selalu berdoa bersama, kegereja bersama-sama, bercengkrama dengan penuh kasih dan perhatian dalam rumah tangga, menerapkan disiplin Kristen yang taat, menghormati Tuhan dan memberikan contoh mengasihi sesama oleh orang tua, maka hal-hal tersebut akan menjadi modal yang kuat bagi sang anak dalam perkembangan tabiat yang baik nantinya – menunjang masa depan kehidupan yang bermutu. Hal-hal ini dimulai dari konsep berpikir kita, jika kita terbiasa dengan cara berpikir yang negative maka semua tindakan kita itu akan terpola dalam “mind set” kita, tercermin dalam tutur kata dan tindakan kita. Suka mengeritik, mempersalahkan, membenarkan diri sendiri, kita cenderung menjadi manusia yang ‘paranoid’ – mencurigai tanpa alasan yang jelas, salah satunya. Seorang anak jika dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang selalu mengeritik orang lain, mempersalahkan orang lain tentu akan tercipta pola pikir yang negative dalam hidupnya, atau dia akan mencari figure yang lain yang bisa menentramkan jiwanya, atau dia bisa terjebak dalam pelarian yang disebut ‘escape mechanism’ pelarian secara mekanis melalui rokok, alcohol dan lebih celaka adalah narkoba, sex dan lain-lainnya.

Itu semua diatas adalah hal yang biasa dan diulang-ulang pembahasannya oleh berbagai pihak, kuncinya jika kita prihatin dengan masa depan anak-anak kita, marilah kita serahkan mereka dalam pimpinan Tuhan melalui atmosfir Kristen dalam keluarga kita. Memberikan contoh kehidupan Kristen yang positif dalam setiap perilaku kita sebagai orang tua. Bacalah Pilipi 4:4.

Renungan Pagi 3 April: “BERITAKANLAH FIRMAN” 2 Timotius 4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Pada tanggal 7 Mei 1946 Roger Simms yang baru dibebastugaskan dari Angkatan Darat Amerika Serikat, sedang mencari kendaraan untuk menumpang pulang ke rumah, saat seorang pengusaha dalam sebuah Cadillac yang baru mengangkutnya. “Kearah Chicago?” pengendara mobil itu bertanya. “Tidak sampai di Chicago,” Roger menjawab sambil masuk. Kemudian Roger bertanya,” Tuan tinggal di Chicago?” “Ya, nama saya Hanover dan mempunyai usaha disana.” Sewaktu keduanya berkendaraan, Roger, seorang Kristen, terkesan atas kesaksian penolongnya, namun ia tidak memperdulikannya. Akhirnya, hampir 30 menit lagi sebelum tiba, Roger tidak dapat menahan gejolak hatinya. “Tuan Hanover,” Roger berkata,’ Saya mau berbicara kepada anda sesuatu yang sangat penting.” Kemudian Roger menyampaikan kepada penolongnya itu dengan cara yang menyakinkan kebutuhannya akan suatu penyerahan pribadi kepada YESUS. Roger mengakhiri dengan sebuah panggilan bagi tuan Hanover untuk menerima KRISTUS sebagai TUHAN dan JURUSELAMATnya. Tuan Hanover yang mengucapkan sedikit saja selama Roger bersaksi, meminggirkan kendaraan ke tepi jalan dan berhenti. Lalu disitu Tuan Hanover menyerahkan hidupnya kepada KRISTUS. “Inilah saat yang paling indah yang pernah terjadi kepada saya,” Tuan Hanover berkata dengan air mata yang berlinang. Lima tahun berlalu. Pada suatu hari Roger memutuskan untuk menghubungi Tuan Hanover. Sambil menuju ke perusahaan Hanover, ia memohon untuk bertemu bosnya. Tapi yang dihadapinya adalah nyonya Hanover. Ketika Roger mencari tahu suaminya, Roger mendapati bahwa tuan Hanover telah meninggal dalam suatu kecelakaan mobil beberapa mil dari tempat dimana Roger diturunkan pada hari yang sama dimana Roger menuntunnya kepada KRISTUS. Bertahun-tahun nyonya Hanover berdoa bagi pertobatan suaminya. Betapa suatu penghiburan bagi nyonya Hanover karena mengetahui bahwa suaminya menerima KRISTUS sebelum meninggal. Seorang KRISTEN harus selalu siap bersaksi bagi KRISTUS. Hari ini sewaktu anda pergi bekerja dan bertemu banyak orang. Biarlah Roh Kudus menunjukkan kepadamu cara-cara bersaksi yang memenangkan orang kepada KRISTUS. TUHAN Memberkati…

Renungan Pagi 4 April: “PENYEMBAH-PENYEMBAH MATERI/MUATAN” Efesus 1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Selama Perang Dunia II pasukan militer Amerika seringkali menggunakan pulau-pulau antara Australia dan Indonesia sebagai batu loncatan untuk melancarkan serangan ke pulau Irian. Orang-orang kulit putih datang dengan “burung” yang ribut membawa muatan dan pemberian. Melalui kedatangan-kedatangan yang tak terduga ini para penduduk asli pulaupulau itu menjadi terbiasa dengan peradaban. Ketakjuban mereka terhadap pesawat terbang yang turun dari langit, mendarat, mengeluarkan muatannya dan terbang kembali. Mereka terpersona dan menyimpulkan bahwa orang-orang kulit putih itu adalah para dewa. Setelah pasukan militer itu pergi, penduduk asli membangun tempat-tempat keramat untuk “dewa-dewa muatan” yang telah memberikan mereka muatan/materi-materi dalam bentuknya seperti hanggar dan menara radio yang terbuat dari bambu. Bertahun-tahun kemudian beberapa penduduk asli masih berdoa untuk muatan dari setiap pesawat terbang yang lewat diatas daerah mereka. Pada waktu missionaris kulit putih datang untuk menyampaikan Injil, mereka diterima dengan penuh perhatian pada permulaannya. Para pribumi merasa pasti kedatangan mereka adalah “Kedatangan kedua kali” kita dapat bayangkan salah pengertian mereka bilamana mereka menyadari bahwa gantinya memberi muatan/materi, para missionaris membawakan Injil. Para missionaris mendapati bahwa hampir tidak mungkin untuk menebus sifat meterialisme yang telah menjadi inti dari kepercayaan para pribumi. Kita tersenyum atas kepolosan orang-orang pribumi ini. Namun bukankah kita juga seringkali menyatakan suatu pemikiran penyembahan materi/muatan dalam permintaa doa kita! Apabila kita lebih menyukai untuk menerima berkat-berkat materi daripada berkatberkat rohani melalui permintaan doa-doa kita, bukankah dengan demikian kita menyatakan diri kita adalah sebagai “para penyembah materi/muatan!” Carilah dahulu Kerajaan TUHAN serta segala kebenarannya daripada menjadikan materi yang menjadi utama! Matius 6:33. TUHAN Memberkati... MALAIKAT KECIL BERJIWA BESAR!

oleh: El Adisuputra Radjatadoe: Istriku berkata kepada aku yang sedang baca koran, "Berapa lama lagi kamu baca koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan." Aku taruh koran dan melihat anak perempuanku satu2nya, namanya Lala tampak ketakutan, air matanya banjir di depannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/yogurt (curd rice). Lala anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun. Dia sangat tidak suka makan curd rice ini. Ibuku dan istriku masih kuno, mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada �cooling effect� (menurunkan panas dalam). Aku mengambil mangkok dan berkata, "Lala sayang, demi Papa, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak, nanti Mamamu akan teriak2 sama Papa." Aku bisa merasakan istriku cemberut di belakang punggungku. Tangis Lala mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya, dan berkata �Papa, aku akan makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok tapi semuanya akan aku habiskan, tapi ada yang aku mau minta....� agak ragu2 sejenak �aku mau minta sesuatu sama Papa bila habis semua nasinya. Apakah Papa mau berjanji memenuhi permintaanku?” Aku menjawab, “Oh pasti, sayang.” Lala tanya sekali lagi, “Betul nih Papa ?” �Iya, pasti," sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan dan lembut sebagai tanda setuju. Lala juga mendesak Mamanya untuk janji hal yang sama, istriku menepuk tangan Lala yang merengek sambil berkata tanpa emosi, "Janji," kata istriku. Aku sedikit khawatir dan berkata, �Lala jangan minta komputer atau barang2 lain yang mahal ya, karena Papa saat ini tidak punya uang.� Lala menjawab, "Jangan khawatir, Lala tidak minta barang2 mahal kok." Kemudian Lala dengan perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita, dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hatiku aku marah sama istri dan ibuku

yang memaksa Lala untuk makan sesuatu yang tidak disukainya. Setelah Lala melewati penderitaannya, dia mendekatiku dengan mata penuh harap, dan semua perhatian (aku, istriku dan juga ibuku) tertuju kepadanya. Ternyata Lala mau kepalanya digundulin (dibotakin) pada hari Minggu!!! Istriku spontan berkata, "Permintaan gila, anak perempuan dibotakin, tidak mungkin!" Juga Mamaku menggerutu, "Jangan terjadi dalam keluarga kita. Dia terlalu banyak nonton TV dan program2 TV itu sudah merusak kebudayaan kita." Aku coba membujuk, "Lala kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak." Tapi Lala tetap dengan pilihannya, "Tidak ada Papa, tak ada keinginan lain." kata Lala. Aku coba memohon kepada Lala, "Tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami." Lala dengan menangis berkata, "Papa sudah melihat bagaimana menderitanya aku menghabiskan nasi susu asam itu dan Papa sudah berjanji untuk memenuhi permintaanku. Kenapa Papa sekarang mau mengingkari sendiri? Bukankah Papa selalu mengajarkan, bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi?" Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku, "Ok. Janji kita harus ditepati." Secara serentak istri dan ibuku berkata, "Apakah aku sudah gila?" "Tidak," jawabku, 'Kalau kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri." "Lala, permintaanmu akan kami penuhi." Dengan kepala botak, wajah Lala nampak bundar dan matanya besar dan bagus.

Hari Senin, aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Lala botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku. Sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya.

Tiba-tiba seorang anak laki-laki keluar dari mobil sambil berteriak, "Lala, tunggu saya." Yang mengejutkanku ternyata, kepala anak laki-laki itu botak juga. Aku berpikir mungkin 'botak' adalah model jaman sekarang......... Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari mobil dan berkata, �Anak anda, Lala benar-benar hebat. Anak laki-laki yang jalan bersama-sama dia sekarang, Alex adalah anak saya. Dia menderita kanker leukemia.� Wanita itu berhenti sejenak, nangis tersedu-sedu, �Bulan lalu Alex tidak masuk sekolah, karena pengobatan kemo-terapi, kepalanya menjadi botak jadi dia tidak mau pergi ke sekolah takut diejek oleh teman-temannya." "Nah, minggu lalu Lala datang ke rumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi. Hanya saya betul-betul tidak menyangka kalau Lala mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Alex. Bapak dan istri bapak sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia.� Aku berdiri terpaku dan aku menangis, malaikat kecilku, tolong ajarkanku tentang kasih. Mengapa bayi itu tidak lahir di tempat lain? Dan begitulah Yesus Kristus memasuki dunia di tengah pergolakan dan teror, dan menghabiskan masa bayi-Nya dengan bersemnbunyi di Mesir sebagai pengungsi. Segala sesuatu menyempit dan menyempit, dan akhirnya menjadi satu titik,...Seorang gadis yahudi dengan doanya, dan kita dapat membayangkan nasib dunia ini terletak kepada respon "Remaja desa itu".

Jaman kita, dengan banyaknya klinik, dan dokter yang menawarkan cara memperbaiki 'Kesalahan" yang dapat mempermalukan nama keluarga, sangat tidak mungkin bahwa dengan keadaan seperti ini, Yesus akan dibiarkan untuk lahir. Kehamilan Maria, dalam keadaan miskin, dengan ayah yang tidak diketahui, tentunya akan memjadi kasus yang sangat dianjurkan untuk aborsi, dan ucapan Maria yang mengatakan mengandung karena roh kudus turun keatasnya, akan menunjukkan bahwa dia membutuhkan perawatan psikiatri. Namun perawan Maria, yang kehamilannya tidak direncanakan memilih respon yang berbeda. Ia mendengarkan seluruh ucapan malaikat itu, dan memikirkan semua akibatnya, dan menjawab "Aku adalah hamba Allah, jadilah padaku seperti perkataanmu itu. Seringkali karya Allah datang dengan 2 sisi, yaitu sukacita yang besar, dan derita besar, dan dalam responnya yang sederhana, Maria menerimah keduanya. Ia adalah orang yang pertaa menerimah Yesus apa adanya tanpa mempedulikan harga yang harus dibayar. Allah yang datang kebumi, bukan datang dengan pusaran angin yang menderu, atau api yang menghanguskan. Tidak terbayangkan,bagaimana Sang Pancipta segala sesuatu, menyusut, mengecil, sangat kecil sampai menjadi sebuah sel telur yang dibuahi yang hampir tidak terlihat dengan mata telanjang, sebuah sel telur yang membelah diri, dan membela diri sampai menjadi janin yang berbentuk, membesar sel demi sel, didalam tubuh "Remaja yang gugup",.... Yang maha besar, mengurung diri dalam rahim,...... Kunjungan Allah kebumi, mengambil tempat di kandang hewan, tanpa pegawai, dan tidak ada tempat untuk meletakkan Raja yang baru lahir kecuali tempat makanan hewan. Allah yang menciptakan, mengambil bentuk ciptaan, seperti seorang pelukis menjadi sebuah titik dalam lukisan, atau pembuat naskah menjadi karakter di dalam naskah itu sendiri. Belakangan rasul paulus menulis : Ia yang oleh karena kamu menjadi miskin sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadoi kaya oleh karena kemiskinan-Nya. Yang walaupun dalam rupa Allah ...... mengosongkan diti-Nya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba dan memjadi sama dengan manusia. Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita supaya dalam dia kita dibenarkan oleh Allah.

Sunggu suatu pertukaran yang berat sebelah. DIMANAKAH ALLAH ? Ketika Yesus naik ke surga, para murid berdiri tertegun seperti anak2 yang kehilangan orang tua mereka. Dua malaikat yang dikirim untuk menenangkan mereka, mengajukan pertanyaan yang sangat jelas, "Hai orang2 Galilea,mengapa kamu berdiri menatap ke langit ?......... namun para murid tetap berdiri dan memandang tidak tahu apa yang harus diperbuat. Empat perumpamaan menjelang akhir Matius, memiliki tema yang sama. Pemilik rumah meninggalkan rumanya, Tuan tanah yang pergi dan membiarkan pelayannya memegang kendali, Pengantin pria yang datang sangat terlambat sampai semua tamu mengantk dan ketiduran, Seorang tuan yang membagikan talenta kepada para pelayannya dan berangkat,..... Semuanya ini berkisar pada tema tentang "Kepergian Allah". Dimanakah Allah sekarang???? Jawaban modern dari sejenis Nietzche, Freud, Carl Marx, dan mungkin juga "SAYA" adalah "Sang tuan tanah telah mengabaikan kita, meninggakan kita bebas untuk membuat peraturan sendiri. Dimana-mana kita melihat, orang2 berbuat sekehendak mereka ketika mereka tidak percaya lagi pada Tuhan yang berkuasa....... Dengan naik ke surga, Yesus mengambil resiko untuk dilupakan. Namun Dia yang telah pergi akan kembali dengan kekuasaan dan kemuliaan untuk menuntut tanggung jawab atas segalah sesuatu yang telah terjadi di bumi. Agama kuno meyakini, tindakan dewa di langit diatas, mempengaruhi bumi dibawahnya. Kalau dewa Zeus marah, maka halilintar menggelegar...... Apa yang terjadi di atas tentunya berakibat di bawah.... itulah formula purba. Namun Yesus membalikkan formula itu "Apa yang terjadi di bawah(Bumi) akan berakibat di atas(Surga). Barang siapa mendengar kamu, ia mendengar Aku, dan barang siapah menolak kamu, ia menolak Aku.

Seorang berdosa berobat, surga menanggapi dan para malaikat bersorak-sorak. Seorang percaya memberontak, maka Roh kudus berduka.....Apa yang kita lakukan disini(bumi) berdampak di surga.

Hai orang2 Galilea, kata para malaikat "Mengapa kamu berdiri memandang ke langit" Yesus ini yang terangkat ke surga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu meihat Dia naik ke surga. Dimanakah Allah???? Allah bukannya tidak ada,.....Allah itu ada disekitar kita namun Ia menggunakan "Samaran". Samaran yang paling tidak bisa dikenali sebagai ; Orang asing, orang miskin, orang lapar,orang di penjara, orang sakit, orang compang-camping di bumi. "Aku berkata kepadamu, sesunggunya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku............ Jawab Yesus kepada Murid2-Nya. Tuan tanah pergi, Allah pergi, agar kita mendapat kesempatan untuk mengambil tempat-Nya di bumi ini. Allah menunjuk orang miskin, orang yang kelaparan, orang yang terpenjara, orang yang sakit, untuk mewakiliNya dan sebagai "Penerima". Kalau kita tidak dapat mendeteksi kehadiran Allah di dunia ini, itu mungkin karena kita mencari-Nya di tempat yang salah. PENGADILAN. Hanya dalam waktu kira2 24 jam, Yesus menghadapai sampai enam interogasi, beberapa dilakukan oleh orang2 yahudi, dan beberapa oleh orang2 Romawi. Dan akhirnya Pilatus yang kehabisan akal mengumumkan hukuman paling kasar yang diijinkan dibawah hukum Romawi. Tidak ada pembelaan bagi Yesus, dan tidak ada satu saksipun yang meringankan, dan tidak ada satu pemimpinpun yang berani berbicara untuk melawan ketidakadilan dan bahkan

Yesus sendiri tidak berusaha untuk membelah diri-Nya. Sepanjang pengadilan, Allah Bapa tidak mengucapkan sepatakatapun. Urutan2 pengadilan memiliki siat saling melempar tanggung jawab. Tidak seorangpun yang bersedia menerimah semua tanggung jawab untuk menghukum mati Yesus, namun semua orang ingin Ia untk disingkirkan. Akhirnya dipengadilan, Iman kepala muncul dengan sumpah pengadilan yang serius "Demi Allah yang hidup"----Untuk mmengajukan pertanyaan yang oleh Yesus sang terdakwa harus dijawab berdasarkan hukum,....... "Katakanlah kepada kami, Apakah Engkau Mesias Anak Allah atau tidak?...... Akhirnya Yesus memecahkan kebisuan-Nya "Engkau telah mengatakannya". Bagi orang Yahudi dari status manapun, perkataan atau jawaban Yesus, adalah sebagai penghujatan...... Untk apa kita perlu saksi lagi, kata Imam Besar sambil menyobek bajunya. Perkataan Yesus memang benar bahwa Ia adalah Mesias. tapi mana mungkin? Dalam keadaan terikat, dan dikelilingi prajurid yang bersenjata, benar2 gambaran ketidakberdayaan, Yesus adalah sosok yang tidak tampak sebagai Mesias di seluruh Israel. Namun "Penghujatan" tidak ada artinya bagi orang Romawi yang setimpal dengan hukuman mati. Orang Romawi lebih suka untuk tidak turut campur dalam persoalan agama Yahudi. dan para iman dan ahli taurat mengetahui akan hal itu. namun dalam perjalanan ke hakim Romawi, implikasi pernyataan "Mesias" berubah dari penghujatan, menjadi pemberontakan. Kata itu juga berarti "Raja", dan Roma tidak ada toleransi bagi siapapun yang mengakui gelar seperti itu.

"Engkaukah raja Orang Yahudi?".......... tanya Pilatus Dengan tangan terikat, muka bengkak karena kurang tidur, Yesus menjawab singkat "Engkau telah mengatakannya". Sebelumnya Yesus menolak untuk menyatakan diri-Nya sebagai Mesias ketika menyembuhkan orang, dan berusaha untuk menutupinya dan menyuru Ia untuk tidak menyebarkannya. Ketika orang banyak menemuiNya di tepi pantai dan coba untuk memahkotaiNya, justru Yesus mengucapkan khotba yang menusuk.

Baru pada saat ini, Didepan lembaga keagamaan yang sangat populer saat itu (Sanhedrin), dan di depan lembaga politik yang sangat berkuasa saat itu(Romawi), Hanya ketika pernyataan-Nya akan nampak keterlaluan dan tidak masuk akal, Ia mengakui siapa Diri-Nya. "Anak Allah dan Mesias," katanya kepada penguasa agama, dan "Raja", kata-Nya kepada penguasa politik atau gubernur Romawi yang kemungkinan tertawa terbahak-bahak. Lemah, ditolak, terkutuk, dan benar2 sendirian----- hanya pada saat itu Yesus menganggap aman untuk mengungkapkan siapa diri-Nya,... Belakangan kata Paulus "Batu yang dibuang (mungkin jenis batu yang dibuang karena dianggap tidak berguna dan mengganggu bangunan). Tapi dari batu seperti itu bisa terbentuk, dengan kekuasaan Allah, "Batu penjuru kerajaan baru". Sang Anak menjadi kutuk untuk kita..... kata Paulus,....... Dia yang tidak berdosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita. Apakah kita melihat ketidak berdayaan Yesus, sebagai ketidak berdayaan Allah? atau sebagai kasih Allah?. bangsa Romawi yang dibesarkan dengan cerita dewa2 perkasa seperti Yupiter, tidak bisa mengenali Keilahian yesus yang rendah hati. Orang2 Yahudi yang dibesarkan dengan cerita-cerita Yehova yang perkasa, tidak bisa melihat Tuhan mereka dalam kelemahan dan dipermalukan. Dalam sebuah bukit bernama "Kalvari" Allah menyerahkan diri untuk manusia yang berdosa.

Realita Hidup & Pengharapan Oleh: Pdt John Leslie Umbora Elia (Eliyyahu) atau Eliyaya (Ibrani) Eleiou atau Eleias (Yunani) arti namanya YHWHlah Allah, Yahwelah Allah. Elia adalah Nabi Kerajaan Israel pada abad ke 9 SM. Elia lahir di Tisbe wilahyah suku Naftali, kemudian ia dibesarkan di Tisbeh wilayah Gilead sampai Tuhan memanggil Elia menjadi Pelayan Tuhan dan mengasingkannya. Itulah sebabnya Elia di sebut orang Tisbeh. Tisbeh adalah sebuah kota kecil yang penduduknya adalah para gembala dan petani letaknya lebih kurang 13 KM sebelah utara sungai Yabok .( ingat kisah

Jakob bergumul dengan malaekat hingga fajar menyingsin) Secara garis besar kisah kehidupan Elia dan pelayanannya mengutarakan enam peristiwa besar yang terjadi dalam hidup : 1. Pemberitaan masa kemarau dan pelarianya (1 Raja – Raja 17 : 1 – 24) 2. Adu kuasa di gunung Karmel (1 Raja – raja 18) 3. Pelarianya ke gunung Horeb ( I Raja – raja 19) 4. Peristiwa Nabot (1 Raja – raja 21) 5. Nubuat mengenai Ahasia ( 2 Raja – raja 1) 6. KenaikanNya ke surga ( 2 Raja – raja 2: 11) Peristiwa ketiga dalam pasal ini menerangkan dia lari kegunung Horeb untuk menyingkir dari amarah permaisuri Izebel. Menyikapi pelarian Elia dalam pembicaraan ini adalah sangat penting, mengapa ? Sebab Ia seorang hamba Tuhan yang diberkati seorang panutan, seorang yang sangat rohani....... kenapa takut ? Rasa takut adalah hal yang lumrah takut kehilangan posisi, takut kehilangan kesempatan, takut kehilangan orang – orang yang dekat dengan kita, bahkan takut ketika usia kita makin lanjut. Rasa takut dapat membuat seseorang frustasi dan kecewa. Terkadang kita sering kecewa dan putus asa, ke mana kita mengadukan persoalan kita, kemana kita lari? Elia takut kecewa dan frustasi dari ancaman Izebel. Alkitab mencatat Elia lari ke gunung Horeb mengapa Elia lari ke gunung Horeb? Sebab Elia tahu ada Hadirat Tuhan di gunung Horeb. Horeb disebut juga gunung yang kudus. Sejarah mencatat Horeb adalah gunung kemuliaan dimana Tuhan Allah dan Musa bertemu, dan Tuhan Allah memberikan 10 Hukum langsung kepada Musa. Komitmen Elia untuk datang ke gunung Horeb menggambarkan komitmen seorang nabi yang taat, ketika dalam kondisi putus asa dan frustasi Ia datang kepada sumber asli dari Iman yang Ia pertahankan sepanjang kehidupan dan pelayanannya sebagai hamba Tuhan.(1 Raja-Raja 19:15-18) (Ensiklopedia Alkitab Masa kini) Jangan pernah lari kepada hal-hal yang tidak kudus walaupun REALITA hidup kadang bertentangan dengan nurani kita jalanilah kehidupan ini dengan PENGHARAPAN dalam Yesus, Allah memberi upah pada orang yang setia , dalam pengharapan pada Allah ada Berkat dan Anugerah Allah yang melimpah bagi kita. Tuhan memberkati.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->