P. 1
sistrum jembatan wheatstone

sistrum jembatan wheatstone

|Views: 46|Likes:

More info:

Published by: Jose Andrew Timorensis Sagala on Jun 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/27/2012

pdf

text

original

Materi pada praktikum kali ini adalah mengenai jembatan wheatstone .

Tujuan dalam praktikum ini adalah untuk menyusun dan memahami prinsip dari jembatan wheatstone , dan menentukan besarnya nilai hambatan pada resistor yang tidak diketahui nilainya ( gelang tertutup ) melalui pengukuran dan membandingkannya dengan perhitungan teoritis . Alat - alat yang digunakan dalam praktikum antara lain 3 buah resistor ( 2 dengan gelang terbuka dan 1 dengan gelang tertutup ) , potensiometer geser , sumber tegangan DC ( baterai ) 5,4 Volt , dan breadboard . Langkah pertama adalah mengukur nilai hambatan pada R1 ( resistor gelang terbuka ) dengan menggunakan multimeter, dan didapatkan nilai sebesar 9,94 kΩ . Selanjutnya kita mengukur nilai hambatan pada R3 ( resistor dengan gelang terbuka ) dengan menggunakan multimeter dan didapat nilai sebesar 29 kΩ . Lalu kemudian kami menyusun resistor , potensiometer , dan baterai pada breadboard sehingga menjadi sebuah rangkaian seperti pada gambar .

Gambar 1. Jembatan Wheatstone

Rangkaian diatas merupakan rangkaian jembatan wheatstone . R1 pada gambar di atas adalah resistor dengan gelang terbuka pertama , R3 adalah resistor dengan gelang terbuka kedua , R2 adalah potensiometer , dan Rx adalah resistor dengan gelang tertutup ( tidak diketahui nilainya ) . Langkah selanjutnya adalah memberikan tegangan pada rangkaian tersebut menggunakan sumber tegangan DC (

baterai ) 5,4 Volt . Setelah memberikan tegangan pada rangkaian selanjutnya adalah menggeser potensiometer sampai nilai tegangan pada rangkaian tersebut 0 Volt , hal ini dilakukan karena pada jembatan wheatstone nilai hambatan - hambatan yang berhadapan yang satu dengan yang lain akan sama dengan hasil kali hambatan hambatan berhadapan lainnya jika beda potensial antara B dan D bernilai nol , atau R1 . Rx = R2 . R3 . Setelah itu lalu cabut potensiometer dari rangkaian dan ukur nilai hambatan pada multimeter untuk mendapatkan nilai R2 , yaitu 40,8 kΩ . Setelah mendapat nilai R1 , R2 , dan R3 maka kita dapat melakukan perhitungan untuk mencari nilai Rx dengan rumus : ( R2/R1 ) R3 . Dari perhitungan didapat nilai Rx sebesar 119,03 kΩ . Untuk mengecek keakuratan nilai Rx yang kita hitung , maka dapat digunakan rumus : Vg = Vs . Jika

hasil perhitungan Vg = 0 Volt berarti hasil pengukuran yang dilakukan sudah tepat berdasarkan teori yang ada .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->