P. 1
kontraksi otot

kontraksi otot

|Views: 907|Likes:
Published by Asih Fethre Anie

More info:

Published by: Asih Fethre Anie on Jun 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/18/2013

pdf

text

original

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN

I. II.

JUDUL TUJUAN 1.

: KONTRAKSI OTOT :

Mengetahui perbedaan struktur dan fisiologi kontraksi pada otot rangka, otot polos, dan otot jantung sebelum dan sesudah diberi impuls dari aliran listrik

2.

Membandingkan kecepatan kontraksi pada otot rangka, otot polos dan otot jantung

III.

DASAR TEORI Jaringan otot terdiri atas sel-sel pangjang yang disebut serabut otot yang mampu berkontraksi ketika dirangsang oleh imppuls syaraf. Tersusun dalam susunan parallel didalam sitoplasma, serabut otot adalah sejumlah besar mikrofilamen yang terbuat dari protein kontraktif aktin dan myosin. Otot adalah jaringan yang paling banyak terdapat pada sebagian besar dari kerja skeleton (Campbell.2006:8-9). Dalam tubuh vertebrata terdapat 3 jenis jaringan otot 1. Otot rangka Disebut juga otot lurik/ otot sadar, aktivitasnya akan menghasilkan gerakan anggota tubuh, kepala, rahang, bola mata dsb. Setiap sel otot rangka berbentuk silinder panjang, berinti banyak, terletak ditepi sel. Bila dilihat dibawah mikroskop cahaya,, akan Nampak adanya garis-garis melintang gelap dan terang berselang-seling sehingga memberi gambaran-gambaran lurik-lurik pada sel otot (Soewolo.2000:54). 2. Otot polos Otot polos vertebrata dapat dijumpai pada dinding-dinding organ dalam dan pembuluh darah, saluran pencernaan, uterus, kandung kemih, ureter, arteri, dan arteriola. Sel otot polos berbentuk seperti gelendong dengan 1 inti ditengah ditengah sel, penampangnya berukuran 2-10 µm, sedangkan panjangnya 50-200µm (penampang otot rangka dapat mencapai 20 kali otot polos).Sering sel-sel otot polos pada suatu area dapat berkontraksi sebagai unit fungsional tunggal. 3. Otot Jantung Otot jantung terdiri dari beberapa serabut otot yang bercabang membentuk anyaman anastemesis dan sinsitium. Serabut ototnya tampak bergaris-garis seperti otot rangka, tetapi Nampak tidak begitu jelas, mempunyai inti yang letaknya ditengah-tengah. Pada jarak tertentu pada serabut ada garis melintang yang dikenal dengan nama cakram sisipan. Didalam otot jantung terdapat jaringan khusus yang

disebut jaringan purkinje yang berfungsi merambatkan impuls dengan cepat. Otot jantung hanya terdapat pada jantung. Kontraksi otot jantung bersifat otomatis dan berirama. Sifat-sifat otot: 1. Kemampuan menegang otot apabila otot mendapat rangsangan, otot menegang atau memendek. 2. Kemampuan memanjang apabila otot ditarik/ bila ada gaya bekerja pada otot itu, otot dapat memanjang sebagai contoh, misalnya otot rangka yang diberi beban akan sedikit memanjang. Juga rahim yang berisi janin akan membesar. 3. Elastisitas/ kekenyalan, setelah mengalami pengembangan atau perpanjangan otot mampu kembali pada bentuk dan ukuran semula. 4. Kepekaan terhadap rangsangan, otot mampu mengadakan tanggapan apabila otot dirangsang. Dalam menggunakan rangsangan terhadap otot jantung dan semua jenis otot lain dapat dilangsungkan dengan dua cara yaitu perangsangan langsung dan tidak langsung. Perangsangan langsung yaitu dengan jalan menempatkan elektroda dari stimulator ke otot dan perangsangan tidak langsung yaitu dengan cara menempatkan elektroda stimulatoris pada syaraf menuju otot itu. Kita mengenal beberapa macam intensitas, yaitu: a. Rangsangan dibawah ambang, merupakan rangsangan yang tidak Nampak/ mampu menimbulkan rangsangan b. Rangsang ambang, rangsangan terkecil yang cepat menimbulkan tanggapan c. Rangsang sub maximal, rangsangan yang intensitasnya bervariasi dari sisa ambang sampai rangsang maximal d. Rangsang supramaximal, merupakan rangsangan yang intensitasnya lebih besar dari rangsang maximal. e. Rangsang maximal, merupakan rangsang yang menimbulkan tanggapan maximal (kartolo.1993: 115-116).

IV.

ALAT DAN BAHAN A. ALAT 1. Kymograph 2. Penjepit 3. Gunting 4. Cutter 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah

5. Papan paraffin 1 buah

B. BAHAN 1. Anak ayam 2. Kapas 3. Air 1 buah secukupnya secukupnya

4. Aliran listrik 15 volt 5. Larutan ringer secukupnya

V.

CARA KERJA 1. Menyiapkan anak ayam 2. Membius anak ayam hingga pingsan 3. Membedah anak ayam hingga terlihat usus dan organ jantung 4. Mengamati denyut jantung sebelum diberi impuls 5. Memberikan rangsangan impuls berupa listrik dengan menggunakan kymograph pada jantung yang sebelumnya ditetesi larutan ringer (menjaga agar sel-selnya tetap hidup) 6. Mengamati frekuensi dan keadaan jantung katak 7. Mengurai usus anak ayam dan mengangkatnya, lalu ditetesi larutan ringer, setelah itu memberikan rangsangan listrik dengan kymograph 8. Mengamati perubahan pada usus 9. Memotong tendodn dan member rangsangan dengan kymograph dan mengamati perubahan yang terjadi 10. Membandingkan hasil tanggapan impuls pada jantung, usus, dan tendon setelah diberi rangsangan 11. Mentabulasikan data.

VI.

DATA PENGAMATAN JENIS OTOT  OTOT POLOS  OTOT LURIK  OTOT JANTUNG SEBELUM IMPULS Diam DIBERI SETELAH IMPULS Lambat, lemah DIBERI

Diam

Agak cepat, kuat

Diam

Cepat, lemah

VII.

ANALISA DATA Dari percobaan yang telah dilakukan diperoleh data dan untuk lebih jelasnya melalui gambar berikut:

Dari gambar dapat dijelaskan bahwa ketiga otot tersebut sama-sama berkontraksi ditunjukkan dengan adanya pemendekan, namun tidak mengubah volume otot tersebut yang membedakan adalah kecepatan kontraksinya. Sifat dari kerja otot tersebut adalah: a. Otot polos, lambat dalam menanggapi rangsangan, namun tidak dibawah kesadaran dan tidak mudah lemah. Dan pada percobaan menggunakan usus anak ayam, setelah diberi rangsangan berupa arus listrik, usus tersebut bergerak secara lambat dan lemah. b. Otot lurik, cepat dalam menanggapi rangsang sesuai kesadaran dan mudah lemah. Pada percobaan menggunakan otot paha anak ayam, dan setelah diberi rangsangan berupa arus listrik menunjukkan pergerakan yang agak cepat dan kuat. c. Otot jantung, lambat dalam menanggapi rangsang,, namun gerakannya teratur dan tidak dibawah kesadaran serta tidak mudah lelah. Pada percobaan menggunakan organ jantung, yang setelah diberi rangsangan arus listrik jantung bergerak dengan cepat tetapi lemah. Kontraksi otot rangka lebih cepat karena didalam otot tersebut terdapat beratesratus myofibril yang terdiri dari 2 macam miofilament (ramping dan gemuk). Kedua

miofilament tersebut melakukan pengejangan miofilament. Selama kontraksi miofilament ramping dan gemuk tidak mengalami perubahan. Jembatan selang bergerak sepanjang permukaan filament ramping sehingga miofilamen ramping dan gemuk saling bergeser lalu zona H menyempit dan bahkan hilang bila miofilament ramping bergeser kea rah dalam garis 2 ditarik kearah pita dan akhirnya sarkomer memendek. Pergeseran dan pemendekan miofilament menyebabkan serabut otot memendek. Rangsangan yang sampai ke otot akan mempengaruhi asetikolin yang peka terhadap rangsangan. Asetikolin yang lepas akan membebaskan ion kalsium yang beradda diantara otot. Ion kalsium lalu masuk kedalam otot sambil mengangkut tropomisin ke filament penghubung. Selaanjutnya aktin mendekati myosin, menempel dan membentuk aktomiosin. Akibatnya serabut otot menjadi lebih pendek. Pada keadaan inilah otot sedang berkontraksi. Setelah itu ion kalsium masuk lagi keplasma sel sehingga ikatan troponin dan ion kalsium lepas dan ikatan aktin dan myosin lepas. Fase ini adalah fase relaksasi. Bila otot rangka menegang terjadi beberapa perubahan bentuk, perubahan kimia, panas dan perubahan listrik. Factor yang mempengaruhi kontraksi otot diantaranya: 1. Intensitas rangsangan, pada umumnya kuat kontraksi akan meningkat bila intensitas rangsang meningkat. 2. Suhu, makin tinggi suhu periode akan semakin singkat, amplitude makin tinggi dan durasi kontraksi makin singkat 3. Tegangan awal dari otot pada waktu akan dilakukan perangsangan besarnya tegangan awal dari otot pada waktu awal dapat dilihat dari panjang awal suatu otot, kuat kontraksi makin kecil, Satu otot tertentu dapat mempunyai panjang awalan berbeda.

Respon maximal

Stimulus subminimal

Stimulus minimal

 Makin panjang “panjang awal” suatu otot, kuat konyraksinya juga semakin kuat.

VIII.

KESIMPULAN

1. Struktur otot rangka (otot paha) sebelum diberi impuls adalah normal (diam), setelah diberi impuls menjadi menggembung dan lebih pendek, dari pengamatan pergerakannya agak cepat dan kuat. 2. Struktur otot polos (usus) sebelum diberi impuls adalah normal (diam), setelah diberi impuls menjadi sedikit menggembung dan memendek, dari pengamatan pergerakannya lambat dan lemah. 3. Struktur otot jantung sebelum diberi impuls adalah normal, setelah diberi impuls akan sedikit mengkerut, dari pengamatan pergerakkannya cepat tetapi lemah. 4. Fisiologi kontraksi otot OTOT SEBELUM IMPULS Tendo Kontraksi lamban DIBERI SETELAH IMPULS Kantraksi kuat Jantung Kontraksi lamban usus Kontraksi lamban teratur dan Kontraksi lemah Kontraksi lemah 5. Faktor yang mempengaruhi kkontraksi otot: a. Suhu b. Intensitas rangsangan c. Tegangan awal dari otot waktu akan diberi rangsangan lambat dan cepat tetapi agak cepat, DIBERI

IX.

DAFTAR PUSTAKA

Campbell, dkk. 2000. Biologi jilid 3. Jakarta: Erlangga Santosa, Slamet.1995. Pengantar Praktikum Fisiologi hewan. Surakarta: UNS Press Soewolo.2000. pengantar Fisiologi Hewan. Bandung:DIKTI Umiriyah. 1993. Petunjuk Praktikum Fisiologi Hewan. Surakarta: UNS Press Wulangi, Kartolo.1993. Prinsip-Prinsip Fisologi Hewan. Bandung: DIKTI

X.

LAMPIRAN 1 lembar laporan sementara

Surakarta, 26 Juni 2012 Mengetahui Asisten Praktikan

(

)

ROILA D. MASRUROH

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->