P. 1
Latihan Vokal

Latihan Vokal

|Views: 454|Likes:
Published by NurilUmam

More info:

Published by: NurilUmam on Jun 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/24/2014

pdf

text

original

Vocal

Meningkatkan Range Vokal (Bag. 2)
Hamming oleh : agus mupla
Selain Solfegio, salah satu bentuk latihan yang sangat membantu untuk meningkatkan range vokal adalah melalui latihan Hamming. Latihan ini menekankan pada pembiasaan untuk menggunakan teknik vokal kepala. Caranya, tentukan salah satu lagu favoritmu, pilih lagu yang berjarak nada tinggi atau yang memiliki tingkat kesulitan tinggi, nyanyikan……… tapi tidak menggunakan lirik sebagaimana biasanya….. melainkan ganti liriknya menggunakan huruf / bunyi “N” atau “M”. Jadi, seperti sedang bersenandung. Bernyanyi …….. nnnnnnnnn…. Atau….. mmmmm. Nah, pada saat nada tinggi, coba pake vokal kepala (head voice), hal ini bisa membantu meningkatkan jangkauan nada. Selamat berlatih….

Vokalisi oleh : agus mupla
Seorang atlet harus melakukan pemanasan (warming up) terlebih dulu sebelum mulai berolah raga, agar terhindar dari cedera atau keseleo urat. Demikian juga dengan seorang vokalis. Untuk menjaga performa saat bernyanyi di panggung atau memelihara kualitas vokal, seorang penyanyi harus melakukan pemanasan yang sering disebut dengan vokalisi (vocalizing). Vokalisi cukup beragam, yang termudah dan tersimpel adalah dengan melafalkan hurufhuruf vocal a i u e o, baik dengan nada maupun tanpa nada. Vokalisi sederhana ini cukup efektif untuk melenturkan bibir, rahang, dan rongga mulut. Selain mudah, vokalisi a i u e o ini juga bisa dilakukan dengan hanya hitungan detik atau menit.

Setelah itu, vokalisi dapat ditingkatkan dengan meniti tangga nada dari terendah atau sedang ke nada tinggi. Bisa dengan lagu atau melalui solmisasi atau solfegio. Alangkah baiknya jika latihan vokalisi ini tidak hanya dilakukan pada saat hendak tampil di panggung saja, tapi dilakukan secara rutin.

Melatih Pernafasan oleh : agus mupla

Nafas yang prima sangat penting artinya bagi seorang penyanyi. Penguasaan teknik pernafasan mutlak harus dimiliki, jika si penyanyi ingin sukses di dunianya. Namun, bagaimana caranya memiliki nafas yang prima? Nafas, biasanya menjadi kendala jika tidak dijaga dan dilatih. Berikut ini penulis mencoba berbagi salah satu tips untuk menjaga dan memanjangkan pernafasan melalui sebuah latihan sederhana. Sebelum berlatih, ada satu hal yang perlu diperhatikan. Salah satu teknik pernafasan dalam olah vocal yang efektif adalah teknik pernafasan perut. Bukan pernafasan dada. Cara gampang untuk membedakan Nafas Perut dan Nafas Dada adalah: dalam nafas perut, ketika menarik nafas, perut mengembung, sedangkan dalam nafas dada, ketika nafas ditarik, yang mengembung adalah dada. Gampang kan? Oke kita mulai berlatih: Siapkan posisi tubuh, bisa berdiri atau duduk bersila. Tegakkan punggung/badan. 1. Tarik nafas (dengan nafas perut), hitung hingga 10 detik. Pada hitungan ke-10 (detik), perut full mengembung. 2. Hitungan 10 detik berikutnya, tahan nafas. Dalam posisi perut full mengembung, tahan hingga perut terasa keras. Boleh dicek dengan menepuk-nepuk perut yang mengeras. 3. Hitungan 10 detik berikutnya, keluarkan nafas pelan-pelan melalui mulut. Atur pengeluaran nafas se-efisien mungkin sampai hitungan ke-10 (detik). Agar pengeluaran nafas bisa sehemat mungkin, mulut dibuka sedikit saja sambil membunyikan ”ceessssss” 4. Berikutnya, ulangi latihan ”tarik-tahan-keluar” tersebut dengan penambahan durasi waktu secara bertahap. Misalnya, dengan penambahan per 5 detik, menjadi 15, 20, 25, dst. hingga batas waktu terlama. 5. Jika dalam satu durasi waktu masih dirasa berat…coba diulang beberapa kali. Selamat berlatih…semoga sukses… Jika dalam latihan menemukan masalah atau nafas belum juga panjang dan stabil…bisa dikonsultasikan di forum. Oke..?

Meningkatkan Range Vokal (Bag. 1)
Solfegio oleh agus mupla

Range vokal setiap orang berbeda-beda. Standar normal umumnya orang memiliki dua oktav. Semakin panjang rang vokal seseorang, semakin memungkinkan dia untuk membawakan berbagai jenis lagu dengan baik. Dengan catatan, dia memiliki kemampuan/teknik vokal yang baik pula tentunya. Seseorang yang bertipikal vokal bass, bariton, alto, dan mezo sopran, biasanya memiliki rang vokal yang pendek. Lain halnya seseorang yang bertipikal vokal tenor atau sopran, biasanya ia memiliki range vokal panjang. Namun, terkadang ada juga, meski ia bertipikal bass, tapi memiliki range vokal panjang. Sebaliknya, orang yang bertipikal tenor tapi range-nya pendek. Pemahaman terhadap tipikal vokal sangat penting. Terutama untuk menentukan nada dasar ketika hendak bernyanyi. Bagi Anda yang bertipikal vokal rendah, jangan khawatir kehilangan kesempatan bernyanyi. Tak masalah. Anda bisa menyesuaikan nada dasar di mana Anda mulai bernyanyi yang sesuai dengan jenis suara Anda. Misalnya dengan menurunkan nada dasar dari penyanyi aslinya. Ilmu vokal bukanlah ilmu eksak. Pada dasarnya range vokal seseorang bisa ditingkatkan. Ada beberapa jenis latihan yang dapat membantu meningkatkan range vokal. Salah satu di antaranya adalah dengan teknik ”vokal kepala” atau ”suara langit-langit”. Output vokal seseorang secara natural terbagi dua, yakni vokal kepala dan vokal dada. Vokal kepala adalah vokal yang dihasilkan dari langit-langit atas rongga mulut. Sementara vokal dada adalah vokal yang dihasilkan dari rongga dada. Untuk menemukan vokal kepala. Mulailah dengan latihan berikut: Tentukan nada terendah yang mampu Anda bawakan dengan baik, nyanyikan solmisasi (do re mi fa sol la si do) dari suara terendah tersebut hingga nada tertinggi yang Anda kuasai. Pada saat vokal Anda tidak mampu mengeluarkan nada tertinggi dengan baik atau sampai Anda membutuhkan untuk mengubah nada Anda ke dalam vokal kepala. Mulailah lakukan dengan menggunakan vokal kepala. Caranya ”lemparkan” suara di dalam rongga mulut Anda ke atas langit-langit. Rasakan suara Anda menjadi lebih ringan dan jaga agar tetap bright (jelas). Pada tahap awal, jika Anda menggunakan

vokal kepala dengan baik akan terasa dahi atau kepala Anda bergetar. Untuk tahap awal biasanya akan terasa sedikit pusing. Selain itu ada juga teknik lain, yaitu dengan menggunakan teknik falseto dan kop stem. Selamat mencoba!

Tips

Mengapa Muncul Nada Fals
oleh agus mupla

Seorang penyanyi harus mampu melakukan kontrol nada (pitch control) ketika bernyanyi. Hal ini sangat penting dilakukan untuk menjaga konsistensi vokal, sehingga terhidar dari nada fals (atonal). Munculnya nada fals akan sangat menggangu kenikmatan pendengar. Akibatnya, cemoohanlah yang akan mendera si penyanyi. Bahkan, lebih parah lagi, ia akan kehilangan kredibilitas! Ada beberapa faktor penyebab munculnya nada fals: ♪ Talenta Musik Tuhan menciptakan manusia dengan karakter dan kemampuan masing-masing. Ada orang yang memiliki talenta musik yang baik, ada pula yang tidak memilikinya. Seseorang yang sama sekali tidak memiliki kecenderungan musik (musikalitas) yang baik, akan cukup sulit untuk menjaga dan mengontrol nada. Diperlukan kerja keras dan cerdas untuk mendapatkannya. Memang ada beberapa tips latihan vokal yang bisa mengatasinya, namun memerlukan waktu relatif lama. Lain halnya dengan seseorang yang telah memiliki talenta musik (sekecil apapun itu). Melalui latihan intensif, ia akan lebih mudah menguasai dan mengontrol nada, hingga ia bisa bernyanyi mulus, tanpa fals sedikitpun. ♪ Range Vokal Penyanyi Range Vokal adalah jarak antar nada dari satu interval ke interval lainnya. Dimana satu interval terdiri dari nada: do re mi fa sol la si. Sementara tata nada sebelum dan sesudahnya adalah interval lain.

Manusia pada umumnya, paling tidak memiliki 2 interval nada. Namun ada juga yang memiliki 6 interval, bahkan 8 interval nada. Vokalis Steel Hearth, Mariah Carey, Whitney Houston adalah beberapa penyanyi dengan range vokal sangat panjang. Nah, apa hubungannya dengan Fals? Penyanyi dengan range vokal pendek, dia akan kesulitan menjangkau nada-nada yang terlampau tinggi atau rendah. Saat itulah yang paling rawan bagi mereka. ♪ Penguasaan Teknik Vokal Bagi para penyanyi dengan range vokal pendek, sebetulnya ada beberapa cara untuk menghindari ranjau-ranjau fals. Diantaranya adalah dengan menggunakan teknik falseto dan cop stemp. Kedua cara ini hampir sama, yakni dengan menggunakan nada ’palsu’ ketika menemui nada-nada tinggi. Perbedaanya adalah output power cop stemp lebih kuat dibandingkan dengan teknik falseto. Sehingga, dengan cop stemp, seolah-olah ia mengeluarkan nada ’asli’ atau normal. Nah, jika kedua teknik ini tidak dikuasai, maka nada fals akan relatif banyak ditemukan. ♪ Tingkat Kesulitan Lagu Tingkat kesulitan lagu berbeda-beda. Mulai dari yang hanya memiliki dua atau tiga chord saja. Hingga lagu yang memiliki puluhan chord dalam musik pengiringnya. Untuk lagu yang relatif mudah, tentunya tidak terlalu dibutuhkan kemampuan ekstra untuk mengontrol nada. Tetapi, ketika menyanyikan lagu dengan tingkat kesulitan tinggi, seringkali diperlukan beberapa kali latihan penguasaan untuk mendapatkan kualitas vokal yang mulus dari lagu tersebut. Hal ini tidak hanya dialami oleh para penyanyi pemula, tetapi juga oleh para penyanyi kaliber profesional sekali pun. Terutama dalam take vokal untuk rekaman di studio. Seorang penyanyi profesional bisa berkali-kali mengulang baris lagu yang sulit, untuk mencapai tone yang sempurna. ♪ Perangkat Audio Pendukung Selain faktor internal penyanyi, faktor eksternal juga turut menentukan munculnya nada fals. Misalnya dalam sebuah pertunjukan di dalam gedung yang tidak disertai dengan setting akustik ruangan yang memadai, kemudian kualitas sound system seadanya, dengan tanpa disertai monitor vokal yang baik, niscaya si penyanyi akan sangat kesulitan untuk mengontrol nada. Sehebat apapun kemampuan vokal si penyanyi, jika menghadapai kondisi seperti itu akan sangat sangat keteteran. Gedung tanpa penataan akustik yang baik, akan menimbulkan gaung yang sangat mengganggu stabilitas tempo. Akibatnya sangat fatal, konsentrasi penyanyi terganggu, harmonisasi musik dan lagu semakin kacau, karena si penyanyi akan menggunakan acuan tempo musik hasil pantulan (gaung), sementara si pendengar/penonton mendengarkan tempo yang asli. agus mupla: 08122198041

Tips

Mengatasi Nada Fals
Bag 1 Ketika bernyanyi live seorang penyanyi terkadang ’terpeleset’ ke dalam nada-nada fals. Hal ini cukup wajar terjadi, karena biasanya diakibatkan oleh beberapa faktor kendala, sebagaimana telah dibahas pada tulisan saya sebelumnya. Akan tetapi, akan sangat tidak wajar jika penyanyi tersebut selalu fals dalam setiap penampilannya. Tentunya ada something wrong di balik itu. Apakah ia harus pensiun sebagai penyanyi?? Oh tidak, tentunya kesimpulan itu terlalu dini. Setidaknya ia harus berusaha terlebih dahulu untuk memperbaiki kemampuan vokalnya melalui latihan intensif. Setahap demi setahap ia akan memiliki kepekaan terhadap nada, sehingga ia mampu untuk mengontrol nadanya dengan baik. Di dalam term akademis dikenal teknik latihan solfegio (baca:solfej). Bentuk latihan solfegio bervariasi, mulai dari yang termudah sampai ke tingkat yang relatif sulit. Gunanya adalah untuk melatih ketajaman dan ketepatan nada si penyanyi. Salah satu bentuk latihan solfegio yang cukup praktis dan mudah digunakan adalah teknik latihan yang dikenal dengan nama ’moami amo’. Sesuai dengan tujuannya, yakni untuk melatih kepekaan nada, latihan ini bertumpu kepada penguasaan tangga nada melalui naik turunnya nada. Selain untuk melatih kepekaan nada, ’moami amo’ juga sangat bermanfaat untuk lebih melenturkan vokal. Tak sedikit penyanyi pemula masih memiliki vokal yang cenderung ’kaku’. Maksudnya, ketika menemukan perpindahan nada tertentu (misal cengkok dangdut, legato, dll) sangat sulit ia raih. Nah melalui ’moami amo’ ini kendala itu bisa diatasi. Oke, sekarang kita coba praktekkan. Ikuti nada-nada di bawah ini : |13|24|35|42|1.|..|..| mo o a a mi i a a mo atau: (klik image di bawah ini)

Ulangi beberapa kali hingga nada demi nada terkuasai dengan baik. Untuk ’moami amo’ pertama, cari dan tentukan nada dasar yang paling bawah. Ingat, kontrol selalu setiap nada yang dinyanyikan. Pastikan nada benar benar pas! Setelah itu baru dinaikkan nada dasarnya satu demi satu. Lakukan terus hingga mencapai nada tertinggi yang bisa dikuasai. Jika telah mencapai nada dasar yang cukup tinggi, ada kendala yang biasa dijumpai, yaitu nada 5 (sol) akan semakin sulit dicapai. Oleh karena itu, perketat lagi kontrol nada, khususnya terhadap nada 5 (sol) tadi. Ok. Selamat mencoba!

Tips

Menghindari Nada Fals Ketika Bernyanyi
oleh agusmupla Lakukanlah latihan bernyanyi dengan menutup salah satu telinga, bisa telinga kiri atau kanan. Dengan menutup salah satu telinga ketika bernyanyi, kita bisa lebih jelas mendengar output vocal kita. So, kita bisa lebih mudah mengontrol nada yang kita keluarkan. Cara ini bisa juga dilakukan ketika kita sedang bernyanyi di atas panggung. Di tengah bingarnya iringan musik, terkadang kita sulit mengontrol nada. Nah, dengan menutup salah satu telinga, vocal kita akan lebih terkontrol. Tapi, untuk menjaga performance, sebaiknya cara ini dilakukan ketika diperlukan saja. Jangan terlalu sering, cukup ketika kita betul betul sangat sulit mengontrol nada atau ketika kita akan menjangkau nadanada yang beresiko.

Take Vocal
Bagi yang mau jadi penyanyi atau vocalist nih cocok banget buat nambah ilmu kalian dalam take vocal. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam take vocal: 1. Artikulasi Kata Nyanyi adalah ungkapan yang harus disampaikan. Jadi Bernyanyilah seperti kita berbicara atau berkata-kata. Maka si pendengar lagu akan bisa menangkap dengan jelas apa yang kita sampaikan. Seandainya kita bicara tidak jelas, maka orang yang kita ajak bicara pun bilang "maaf, anda tadi ngomong apa?" nah itu akan mempengaruhi sekali terhadap hasil take vocal kita.Jadi intinya adalah harus jelas artikulasi kata kita. Kalo kita udah bernyanyi dengan jelas seperti orang berbicara, maka tidak sadar pula bahwa kita sudah bernyanyi dengan "tight". 2. Jarak Mic Take vocal yang bagus adalah berjarak 1 jengkal tangan antara mic dan bibir kita, karena bila kita bernyanyi lebih dari satu jengkal bahkan dekat sekali dengan mic, maka akan menimbulkan suara "beb" atupun "sis" yang terlalu berlebihan. Memang ada plug in ataupun hardware yang menanggulangi masalah itu yaitu "Compressor deisser" cuman alangkah baiknya kalo itu kita tanggulangi dari manusianya sendiri. Sebagus-bagusnya alat recording ataupun plug in, tidak bisa sealami orang bernyanyi (humanice). Jadi mulailah belajar untuk bernyanyi dengan benar mulai sekarang. 3. Power Kita (Pitch Control) Banyak yang bilang kalo jaman sekarang recording itu semua bisa di atasi dengan peralatan yang serba canggih, itu memang betul sekali. Tapi satu hal yang ga bisa disamakan antara manusia dan peralatan yaitu tone vocal kita. Mungkin vocal kecil bisa di manipulasi dengan berbagai macam peralatan compressor. Sehingga vocal bisa jadi besar. Tapi sesungguhnya vocal itu hanya besar, tapi tidak bertenaga. Untuk dikalangan musisi senior atau pakar audio yang handal, pasti mereka bisa membedakan mana tone dan hasil manipulasi alat. 4. Compressor Fungsi compressor adalah untuk mengompres vocal yang terlalu besar/peak. Nah, sebenernya manusia sendiri punya compressor. Teriak tapi tidak peak, yaitu dengan cara menahan alunan tapi tidak mengurangi tone vocal kita. Itulah yang disebut "pitch control", di perlukan tekhnik serta latihan yang cukup untuk dapat menguasainya dengan baik. 5. Soul (Rasa) Sebenernya semua ini berkaitan antara penjelasan yang satu dengan penjelasan yang lainnya. Soul/rasa/fill itu sangat penting buat seorang penyanyi. Karena rasa itu digunakan untuk menyampaikan apa isi dari lirik lagu yang kita nyanyikan. Sebenernya seorang penyanyi ga jauh beda dengan aktor. Karena dia dituntut untuk menjadi seseorang yang sudah di naskahkan di dalam lirik. Bahkan mungkin bisa di bilang lebih susah penyanyi dari pada aktor. Karena seorang aktor bisa mengekpresikan dirinya melaui bagian tubuh dan wajah saat dia di haruskan sedih maupun marah. Sedangkan penyanyi, dia hanya mengekspresikannya dengan suara doang. Nah disini lah letak pentingnya dinamika bernyanyi, karena bisa memainkan emosi pendengar. Walaupun sesungguhnya sang penyanyi tidak lagi dalam kondisi sedih tapi harus

nyanyi sedih. Kalo hal itu sudah dapat kamu pahami, di jamin suara kamu bakal terdengar lebih baik. 6. Review Setelah take vocal selesai, coba dengarkan lagi tanpa ada satupun plug in yang menempel di track kita (flat). Apakah kamu sudah maksimal seperti apa yang di bahas dari point 1-5? Coba lihat grafik tracknya, apakah masih ada yang nempel di ruas track? Kalo ada, itu tandanya peak jadi harus diulang. Apakah kamu sudah ngerasa nyaman dengan hasil suara kamu selama bernyanyi, apakah sudah ada fill/soul/rasanya di setiap kata yang kamu ucap? Coabalah mengulangnya kembali kalo memang belum, biar mendapatkan hasil yang maksimal. Nyanyi itu tergantung mod, jadi jagalah mod itu baik-baik selama kamu melakukan take vocal. Ulangi lagi besok kalo memang mod itu ga ada hari ini. Sumber : http://fandimin.blogspot.com/2011/02/take-vocal.html#ixzz1obDHV6YU

..Teknik Bernyanyi
Published : 2:55:00 PM Author : David Kristianto

“PADA DASARNYA KALAU MAU JADI PENYANYI ATAU MAU MENYANYI JENIS LAGU APAPUN DENGAN BAIK DAN BENAR, TENTU DIBUTUHKAN LATIHAN YANG SUNGGUH-SUNGGUH DAN DISIPLIN “. SOLFEGIO : Latihan kemampuan pendengaran atau ketajaman pendengaran music baik ketepatan ritmik maupun nadanya Ada 2 hal yang perlu diperhatikan dalam metode Solfegio antara lain: 1. Sight Reading : Kemampuan untuk membaca Nada 2. Sight singing : Kemampuan untuk menyanyikan Waktu yang dibutuhkan hingga seseorang mampu menyanyi dengan baik dan benar berbeda beda, tergantung bakat, kesungguhan dan tingkat kesulitan yang harus dilalui. karena tiap jenis lagu atau jenis musik memiliki tingkat kesulitan yang berbeda namun memiliki teknik dasar berlatih menyanyi yang hampir sama. 1. SIFAT NADA ADA 4 (EMPAT) : - FITCH yaitu ketepatan jangkauan nada. - DURASI yaitu lamanya sebuah nada harus dibunyikan - INTENSITAS NADA yaitu keras,lembutnya nada yang harus dibunyikan. - TIMBRE yaitu warna suara yang berbeda tiap-tiap orang. AMBITUS SUARA adalah luas wilayah nada yang mampu dijangkau oleh seseorang. Seorang penyanyi professional harus mampu menjangkau nada-nada dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi sesuai dengan kemampuannya.

CRESCENDO adalah suara pelan berangsur-angsur keras. DESCRESCENDO adalah suara keras berangsur-angsur pelan. STACATO adalah suara dalam bernyanyi yang terpatah-patah. 2. SUARA MANUSIA DIBAGI 3 (TIGA) : Suara Wanita Dewasa ; - Sopran (suara tinggi wanita) - Messo Sopran (suara sedang wanita) - Alto (suara rendah wanita) Suara Pria Dewasa : - Tenor (suara tinggi pria) - Bariton (suara sedang pria) - Bas (suara rendah pria) Suara Anak-anak : - Tinggi - Rendah. Ketika bernyanyi ada empat (4) indera pada manusia yang bekerja secara bersamaan : a. MULUT : dengan alat alat didalamnya yang membantu menghasilkan suara/bunyi. b. TELINGA : untuk mendengar nada dan suara yang dihasilkan. c. MATA : membaca teks lagu + kontak dengan penonton. d. RASA : pengungkapan isi lagu yang dibawakan. Adapun Teknik dasar menyanyi yaitu : 1. latihan breath control (pernafasan) Ini adalah bagian utama dan terpenting dalam sebuah latihan vocal. Kalian tahu kenapa..? Karena nafas adalah penggerak utama dari suara. Kuatnya nafas dapat menimbulkan dan menciptakan getaran sebagai sumber dari pada “ Bunyi “. Dan nafas juga sebagai Vitamin yang paling ampuh untuk menyehatkan suara. Makanya pernafasan harus dilatih dengan baik dan teliti. Dalam bernyanyi, kita mengenal 3 ( tiga ) jenis pernafasan. Masing – masing mempunyai kelebihan dan kelemahan tersendiri.

1. Pernafasan Bahu Yaitu pada saat mengambil / menarik nafas, dilakukan dengan mengangkat bahu untuk mengisi paru-paru. Cara seperti ini tidak begitu baik, karena nafas yang dihasilkan dangkal dan mengakibatkan kalimat jadi terputus-putus. 2. Pernafasan Dada Yaitu dengan membusungkan dada pada saat menarik nafas untuk mengisi paru-paru. Cara seperti ini juga tidak begitu baik, karena jadi terkesan cepat lelah dan akibatnya suara jadi tidak stabil dan terputus-putus. 3. Pernapasan Diafragma Lazim kita sebut dengan pernafasan rongga perut. Yaitu menarik / mengambil nafas untuk mengisi paru-paru dengan mengembangkan rongga perut atau diafragma, serta mengembangkan tulang rusuk. Cara inilah yang terbaik yang dilakukan untuk bernyanyi, karena akan menghasilkan nafas yang panjang, ringan, santai dan produksi suara lebih bermutu. Dengan pernafasan diafargma penyanyi dapat leluasa dalam berekspresi karena tidak ada tekanan dan desakan dalam pernafasan. 2.artikulasi (pengucapan) Proses terbentuknya suara adalah : NAFAS, udara yang telah disiapkan seperti pada artikel sebelumya di hembuskan atau dikeluarkan dengan ringan dan santaidan teratur melewati kerongkongan . Kemudian disana nafas akan membentur pita suara dan menimbulkan getaran yang ringannamun dalam frekuensi yang besar. Getaran ini kemudian diteruskan ke rongga mulut yang diolah menjadi bunyi dan diperbesar oleh rongga mulut bersama langit-langit lunak, bibir, anak tekak, lidah serta rongga hidung, menjadi bunyi yang jelas meskipun belum berbentuk. Bagian-bagian didalam rongga mulut termasuk gigi dan langit-langit kerasyang disebut juga dengan “alat-alat artikulasi” akan membentuk suara yang indah tadi menjadi bentuk “Vocal & Konsonan”. Bentuk Vocak & Konsonan ini memang belun sempurna karena beberapa factor , diantaranya termasuk alat-alat artikulasi yang belum terbiasa dan terlatih untuk mengucapkan vocal & konsonan tadi.

Beberapa alat artikulasi yang tadi perlu dilatih secara baik dan benar, supaya bias menghasilkan suara yang indah. 1. Pita Suara Bagaimana melatihnya agar tidak kaku, sehingga gertaaran yang dihasilkannya tidak tersendat sendat. Dengan nada : 1 2 3 4 I 5 4 3 2 I 1 2 3 4 I 5 4 3 2 I 1 Bunyikan dengan nananananana dan mama dari kunci C / Cis / D /Dis. Dengan nada dasar c / B / Bes / A & As, bunyikan nada : 5432I1234I5432I1234I5... Nyanyikan dengan : nononononono dan yoyoyoyoyoyoyoyo Dengan nada dasar G / A / B / C / D bunyikan staccato : 10 30 50 I 10 50 30 I 10 30 50 I 10 50 30 I 1 . . . Nyanyikan : na na na na na dan ma ma ma ma 2. Bibir Bibir atas dan bawah harus lentur pada saat membentuk suara, tidak kaku atau kejang. Bibir ini dapat dilatih dengan mengucapkan huruf huruf umlaud atau dipotong yaitu : ui ui ui ui ui ui dan oe oe oe oe oe oe dengan satu nada yang ditahan beberapa saat atau : membunyikan : mmmmmooooo - mmmmmoooo - mmmmooooo dengan ringan dan rasakan bagian bagian luar dari bibir itu berbentuk orong atau terompet 3. Rahang Bawah Rahang kita yang kaku itu ibaratkan engsel yang sudak tidak aktif. Hal ini mengganggu keindahan suara, dan cara melatihnya adalah dengan : Membunyikan secara berulang ulang hingga lancar : 12 34 54 32 I 12 34 54 32 I 12 34 54 32 I 1 . . . mi mi mi mi mi - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - ya ya ya ya ya - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - wa wa wa wa wa - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 4. Lidah Lidah yang kaku atau tidak luwes itu juga dapat menghambat atau mengganggu keutuhan suara. Untuk melatihnya dapat dilakukan dengan : - Membunyikan : aaaaaaaa - - - dengan ujung lidah membentuk lingkaran kecil di dalam mulut , - kemudidan gerakkan lidah kekanan dan kekiri dengan cepat. - Membunyikan : ru ro ra - - pli plo pla , la la la berulang ulang dan semakin cepat namun harus bener pengucapannya. - Juga dapat dilakukan dengan bersiul ria dan merasakan ujung lidah menyentuh belakang gigi bawah.

Yang perlu diperhatikan pada saat latihan ini adalah : a. Posisi jakun harus tetap berasa di bawah atau pada posisi rendah. b. Tenggorokan dan rongga mulutselalu pada posisi seperti sedang menguap c. Rasakan juga bahwa semua suara yang keluar dari mulut melintas dikedua mata dan berbunyi di ubun ubun 3.Latihan Pitch Control/Intonasi (pengenalan bunyi/ketepatan membunyikan nada biar tidak fals ketika menyanyi) Syarat-syarat terbentuknya Intonasi (Pitch Control)yang baik : - Pendengaran yang baik - Kontrol pernafasan - Rasa musikal. 4. latihan phrasing (aturan pemenggalan kalimat yang baik dan benar sehingga mudah dimengerti dan sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku) 5. latihan menguasai tempo (cepat atau lambatnya sebuah lagu) TANDA TEMPO CEPAT : 1. Allegro : cepat 2. Allegratto : agak cepat 3. Allegrissimo : lebih cepat 4. Presto : cepat sekali 5. Presstissimo : secepat-cepatnya 6. Vivase : cepat dan girang ii. TANDA TEMPO SEDANG : 1. Moderato : sedang 2. Allegro moderato : cepatnya sedang 3. Andante : perlahan-lahan 4. Andantino : kurang cepatmanokwari iii. TANDA TEMPO LAMBAT : 1. Largo : lambat 2. Largissimo : lebih lambat 3. Largeto : agak lambat 4. Adagio : sangat lambat penuh perasaan 5. Grave : sangat lambat sedih 6. Lento : sangat lambat berhubung-hubungan. 6. Latihan menguasai Dinamika (keras lembutnya suara yg dihasilkan) Perubahan tanda dinamika : - Diminuendo (dim) : melembut - Perdendosi : melembut sampai hilang - Smorzzande : sedikit demi sedikit hilang - Calando : mengurangi keras - Poco a poco : sedikit demi sedikit / lambat laun - Cresscendo : berangsur-angsur keras

- Decrsescendo : berangsur-angsur lembut 7. Latihan menguasai Rithme (mengetahui nilai nada atau ketukan/irama lagu) 8. Mengetahui kecocokan warna suara (Timbre)seseorang dengan jenis lagu yg dibawakansesuai jenis aliran musik yg akan ditekuni. 9. Latihan Mengekpesikan isi dari sebuah lagu (penjiwaan isi lagu ). Sikap Badan : adalah posisi badan ketika seseorang sedang nyanyi, bisa sambil duduk, atau berdiri, yang penting saluran pernafasan jangan sampai terganggu. Resonansi adalah : usaha untuk memperindah suara dengan mefungsikan rongga-rongga udara yang turut bervibrasi/ bergetar disekitar mulut dan tenggorokan. Vibrato adalah : Usaha untuk memperindah sebuah lagu dengan cara memberigelombang/ suara yang bergetar teratur, biasanya di terapkan di setiap akhir sebuah kalimat lagu. Improvisasi adalah usaha memperindah lagu dengan merubah/menambah sebagian melodi lagu dengan profesional, tanpa merubah melodi pokoknya.

Untuk jenis jenis lagu-lagu tertentu ada latihan khusus yang ditambahkan yaitu : 1. Latihan teknik Cengkok untuk menyanyi lagu-lagu dangdut dan keroncong 2. Latihan teknik Youdle & teknik suara sengau untuk menyanyi lagu-lagu Country 3. Latihan teknik suara yang seakan-akan berteriak & growl untuk menyanyi lagu2 rock, hard rock atau heavy metal. 4. Latihan vibrasi dan latihan mengeluarkan suara asli pada nada tinggi untuk menyanyi lagulagu seriosa. (dlm seriosa untuk nada tinggi tdk diperbolehkan menggunakan suara falsseto) 5. Latihan teknik suara falsseto (pada nada tinggi mengeluarkan suara palsu) untuk menyanyi pop atau jazz. Semoga bermanfaat!

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->