P. 1
Hidrolisis Dan KSP

Hidrolisis Dan KSP

|Views: 1,652|Likes:
Published by Jatmiko Eko Saputro
MODUL 3 HIDROLISIS GARAM DAN HASIL KALI KELARUTAN
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari modul ini, peserta didik diharapkan mampu: 1. Menentukan jenis garam yang mengalami hidrolisis dalam air dan pH larutan garam tersebut. 2. Menggunakan kurva perubahan harga pH pada titrasi asam basa untuk menjelaskan larutan penyangga dan hidrolisis 3. Memprediksi terbentuknya endapan dari suatu reaksi berdasarkan prinsip kelarutan dan hasil kali kelarutan.

Refleksi tentang: Hidrolisis Garam dan Hasil Kali
MODUL 3 HIDROLISIS GARAM DAN HASIL KALI KELARUTAN
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari modul ini, peserta didik diharapkan mampu: 1. Menentukan jenis garam yang mengalami hidrolisis dalam air dan pH larutan garam tersebut. 2. Menggunakan kurva perubahan harga pH pada titrasi asam basa untuk menjelaskan larutan penyangga dan hidrolisis 3. Memprediksi terbentuknya endapan dari suatu reaksi berdasarkan prinsip kelarutan dan hasil kali kelarutan.

Refleksi tentang: Hidrolisis Garam dan Hasil Kali

More info:

Published by: Jatmiko Eko Saputro on Jun 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

12/14/2015

MODUL 3 HIDROLISIS GARAM DAN HASIL KALI KELARUTAN

Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari modul ini, peserta didik diharapkan mampu: 1. Menentukan jenis garam yang mengalami hidrolisis dalam air dan pH larutan garam tersebut. 2. Menggunakan kurva perubahan harga pH pada titrasi asam basa untuk menjelaskan larutan penyangga dan hidrolisis 3. Memprediksi terbentuknya endapan dari suatu reaksi berdasarkan prinsip kelarutan dan hasil kali kelarutan.

Refleksi tentang: Hidrolisis Garam dan Hasil Kali Kelarutan
Garam, Kita tentu sudah tidak asing lagi dengan zat kimia yang satu ini. Warnanya putih, berbentuk serbuk, dan rasanya asin. Garam dapur, atau natrium klorida, digunakan sebagai pemberi rasa pada masakan. Selain digunakan sebagai pemberi rasa pada masakan, garam juga digunakan sebagai bahan pengawet makanan. Garam dapur hanyalah satu dari sekian banyak jenis garam yang lainnya. Masih banyak garam yang lain dengan berbagai kegunaan. Di negara negara yang mengalami musim salju, garam ditaburkan untuk mencairkan salju yang menutupi jalan. Larutan garam juga digunakan dalam dunia medis untuk menangani kasus dehidrasi. Garam yang paling terkenal adalah garam dapur atau natrium klorida dengan rumus NaCl. Garam dapur terdapat di dalam air laut dengan jumlah yang cukup banyak sehingga garam dapur dapat diperoleh dengan menguapkan air laut. Di beberapa tempat, garam dapur dapat juga didapat dari dalam tanah, untuk memurnikannya dilakukan proses pemisahan campuran. Selain NaCl banyak sekali senyawa garam yang digunakan dalam produk-produk kimia sehari-hari seperti pada sabun, pupuk, obat-obatan bahkan sebagai zat aditif makanan. Natrium klorida tidak mengubah warna lakmus merah menjadi biru atau lakmus biru menjadi merah berarti larutannya bersifat netral. Di laboratorium garam dapur dapat dibuat dari reaksi antara asam dan basa.

Sumber: http://foodsubs.com

Gambar 4.1 Garam Dapur

Hidrolisis Garam dan KSP

66

Nilai Pendidikan Karakter yang terintegrasi       Kreatif Mandiri Kerja Keras Religius Rasa Ingin Tahu Peduli Lingkungan

Kata Kunci ● konstanta ionisasi asam (Ka) ● konstanta ionisasi air (kw) ● basa kuat Standar Capaian Standar capaian merupakan indikator hasil belajar yang harus dicapai peserta didik. Standar capaian dalam modul hidrolisis garam adalah : 1.1. Peserta didik dapat menentukan ciri-ciri beberapa jenis garam yang dapat terhidrolisis dalam air melalui percobaan 1.2. Peserta didik dapat menentukan sifat garam yang terhidrolisis dari persamaan reaksi ionisasi 1.3. Peserta didik dapat menghitung pH larutan garam yang terhidrolisis 2.1. Peserta didik dapat menganalisis grafik hasil titrasi asam kuat dan basa kuat, asam kuat dan basa lemah, asam lemah dan basa kuat untuk menjelaskan larutan penyangga dan hidrolisis. 3.1. Peserta didik dapat menjelaskan kesetimbangan dalam larutan jenuh atau larutan garam yang sukar larut 3.2. Peserta didik dapat menghubungkan tetapan hasil kali kelarutan dengan tingkat kelarutan atau pengendapannya 3.3. Peserta didik dapat menuliskan ungkapan berbagai Ksp elektrolit yang sukar larut dalam air 3.4. Peserta didik dapat menghitung kelarutan suatu elektrolit yang sukar larut berdasarkan data harga Ksp atau sebaliknya 3.5. Peserta didik dapat menjelaskan pengaruh penambahan ion senama dalam larutan 3.6. Peserta didik dapat menentukan pH larutan dari harga Ksp-nya 3.7. Peserta didik dapat memperkirakan terbentuknya endapan berdasarkan harga Ksp ● konstanta ionisasi basa (Kb) ● asam kuat ● basa lemah ● asam basa lewis ● asam lemah ● pH

Cek Kemampuan Awal
1. 2. 3. 4. Sebanyak 23,4 gram NaCl (Mr = 58,5) dilarutkan kedalam air sampai volume 500 mL. berapa molaritasnya? Berapa gram NaOH yang terkandung dalam 150 mL larutan NaOH 0,5M? 11,2 gram KOH (Mr=56) dilarutkan dalam 250mL air. Volume larutan dianggap tidak berubah. Maka konsentrasi larutan tersebut adalah? Tulislah reaksi ionisasi untuk larutan berikut : a. NaCl

Hidrolisis Garam dan KSP

67

5.

b. MgSO4 c. Ca(OH)2 d. Fe2O3 e. AgCrO4 Hitunglah pH dari larutan berikut : a. HBr 0,1 M b. c. HF 0,01 M (Ka HF = 6,8 x 10 dan Ca(OH)2 0,05 M
-4

6, 8 =2,61)

Prasyarat Jadi sebelum Anda mempelajari modul hidrolisis garam dan hasil kali kelarutan, Anda harus menguasai konsep larutan, stoikiometri larutan, kesetimbangan kimia, dan Konsep asam basa. Dari konsep-konsep tersebut anda akan mampu menghitung pH dari hidrolisis larutan garam dan hasil kali kelarutan suatu garam, setelah itu Anda akan mampu memprediksikan sifat garam, kelarutan dan pengendapan suatu garam dari larutannya.

Hidrolisis Garam dan KSP

68

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
A. HIDROLISIS GARAM Telah kita pelajari dalam modul pertama, bahwa reaksi asam dan basa akan menghasilkan garam. Sehingga reaksi tersebut diberi nama reaksi penggaraman atau netralisasi. Meskipun bernama reaksi netralisasi atau penentralan tetapi hasil reaksi antara asam dan basa tidak selalu bersifat netral, tetapi bisa bersifat asam ataupun basa tergantung pada asam dan basa yang direaksikan. Reaksi antara asam kuat dan basa kuat akan menghasilkan larutan yang bersifat netral, reaksi asam kuat dengan basa lemah akan menghasilkan sifat asam, reaksi antara basa kuat dan asam lemah akan bersifat basa, sedangkan untuk asam lemah dan basa lemah larutan akan tergantung pada Ka dan Kb. Jika Ka lebih besar dari Kb larutan akan bersifat asam begitu juga sebaliknya jika Kb lebih besar dari Ka larutan akan bersifat basa. Untuk lebih lengkapnya perhatikan Tabel 3.1 Tabel 3.1 Sifat larutan Garam Asal kation Asal anion pH larutan garam Contoh garam Basa kuat Asam kuat 7,0 (Netral) KI, Sr(ClO4)2, NaCl Basa kuat Asam lemah > 7,0 (Basa) KNO2, BaS, NaF Basa lemah Asam kuat < 7,0 (Asam) NH4ClO4, AlCl3, (NH4)2SO4 Basa lemah Asam lemah Tergantung nilai Ka/Kb AlF3, N2H5NO2, (NH4)2S Sifat garam yang berupa asam,basa ataupun netral dapat dijelaskan dengan konsep hidrolisis garam. Hidrolisis berasal dari kata hidro yang berarti air dan lisis yang berarti penguraian. Sehingga hidrolisis dapat diartikan penguraian oleh air. Garam akan bersifat asam jika saat + + diuraikan oleh air menghasilkan ion H3O atau H dan akan bersifat basa jika yang dihasilkan adalah ion OH . Berdasarkan penjelasan di atas, garam-garam yang mengalami hidrolisis adalah  garam dari asam kuat dan basa lemah,  garam dari asam lemah dan basa kuat,  garam dari asam lemah dan basa lemah,

Go To Lab Untuk mengetahui garam yang terhidrolisis dapat ditentukan melalui pengecekan sifat asam dan basa dari garam tersebut. Bagaimana caranya? Lakukan kegiatan berikut. Eksperimen Hidrolisis Garam Untuk menguji garam yang mengalami hidrolisis dan yang tidak terhidrolisis, lakukan kegiatan berikut. 1. Dengan lakmus merah dan lakmus biru, tentukanlah sifat masing-masing larutan berikut.  CH3COONa 0,1 M  NH4Cl 0,1 M  (NH4)2SO4 0,1 M

Hidrolisis Garam dan KSP

69

 Na2S 0,1 M  NaCl 0,1 M  K2SO4 0,1 M  NH4F 0,1 M 2. Tentukan asam dan basa pembentuk garam tersebut. 3. Lengkapilah tabel berikut. No 1 2 3 4 5 6 7 4. 5. Garam CH3COONa NH4Cl (NH4)2SO4 Na2S NaCl K2SO4 NH4F Basa Pembentuk ………………………. ………………………. ………………………. ………………………. ………………………. ………………………. ………………………. Asam Pembentuk ………………………. ………………………. ………………………. ………………………. ………………………. ………………………. ………………………. Sifat Larutan Garam ………………………. ………………………. ………………………. ………………………. ………………………. ………………………. ……………………….

Carilah hubungan antara sifat larutan garam yang Anda peroleh dari pengujian menggunakan kertas lakmus dengan sifat asam basa pembentuknya. Buatlah kesimpulan dari hubungan pH garam dengan sifat asam basa pembentuknya!

1. Garam dari Asam Kuat dan Basa Kuat Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak mengalami hidrolisis dan bersifat netral. Di dalam air garam ini mengalami ionisasi sempurna menjadi anion dan kation. Contoh : Garam NaCl, KI, K2SO4 + Di dalam air, NaCl terionisasi sempurna membentuk ion Na dan Cl NaCl(aq) Na (aq) + Cl (aq) Ion Na berasal dari basa kuat dan ion Cl berasal dari asam kuat sehingga keduanya tidak bereaksi dengan air. + Na (aq) + H2O(l) (tidak ada reaksi) Cl (aq) + H2O(l) (tidak ada reaksi) Oleh karena itu, larutan tetap bersifat netral (pH=7)
+ + -

Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat akan bersifat netral 2. Garam dari Asam Kuat dan Basa Lemah Garam yang terbentuk dari asam kuat dengan basa lemah akan mengalami hidrolisis sebagian dalam air. Contoh dari garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah adalah + + NH4Cl. Garam ini akan terionisasi sempurna membentuk ion NH 4 dan ion Cl . Ion NH4 adalah + asam konjugasi dari basa lemah NH4OH sehingga dapat memberikan ion H kepada air. Sedangkan ion Cl adalah basa konjugasi dari asam kuat HCl, sehingga ion ini tak mampu menarik + ion H dari air. Reaksi yang terjadi dapat ditulis: + – NH4Cl(aq) NH4 (aq) + Cl (aq) + + NH4 (aq) + H2O(l) NH4OH(aq) + H (aq) + – + NH4Cl(aq) + H2O(l) NH4OH(aq) + H (aq) + Cl (aq) Reaksi dari garam ini mengalami hidrolisis sebagian dan bersifat asam karena dari reaksi ini + dihasilkan ion H . 3. Garam dari Asam Lemah dan Basa Kuat

Hidrolisis Garam dan KSP

70

Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa kuat akan mengalami hidrolisis sebagian dalam air. Contoh dari garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa kuat adalah CH3COONa. + + Garam ini akan terionisasi membentuk ion CH3COO dan ion Na . ion Na adalah asam konjugasi dari basa kuat NaOH sehingga tidak terhirolisis dalam air, sedangankan ion CH3COO adalah basa + konjugasi dari asam lemah CH3COOH, sehingga dapat menarik ion H dari air. Di dalam air CH3COONa akan terionisasi sempurna menurut persamaan reaksi. + – CH3COONa(aq) Na (aq ) + CH3COO (aq) CH3COO (aq) + H2O(l) CH3COOH(aq) + OH (aq) + – CH3COONa(aq) + H2O(l) CH3COOH(aq) + Na (aq) + OH (aq) + Reaksi dari garam ini mengalami hidrolisis sebagian dan bersifat basa karena dari reaksi ini dihasilkan ion OH . 4. Garam dari Asam Lemah dan Basa Kuat Salah satu contoh garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah adalah NH4CH3COO. Di + + dalam air, NH4CH3COO akan terionisasi sempurna menjadi ion NH4 dan ion CH3COO . NH4 + merupakan asam konjugasi dari basa lemah NH4OH yang akan memberikan ion H dalam air. – Demikian pula dengan ion CH3COO merupakan basa konjugasi dari asam lemah CH3COOH, dan + juga akan bereaksi dengan air dengan mengambil ion H dari air. Reaksi yang terjadi dapat dituliskan sebagai berikut. CH3COONH4(aq) + NH4 (aq) + H2O(l) – CH3COO (aq) + H2O(l) CH3COONH4(aq) +2 H2O(l)
+

NH4 (aq) + CH3COO (aq) + NH4OH(aq) + H (aq) – CH3COOH(aq) + OH (aq) + – CH3COOH(aq) + NH4OH(aq) + H (aq) + OH (aq)

+

+

Pada hasil reaksi terdapat ion H dan OH . Jadi, garam ini bisa bersifat asam, basa, atau netral tergantung dari kekuatan asam dan kekuatan basa dari asam dan basa pembentuknya. Kekuatan asam dan basa bersangkutan ditunjukkan oleh harga Ka (tetapan ionisasi asam lemah) dan Kb (tetapan ionisasi basa lemah). + –  Jika harga Ka > Kb, berarti [H ] > [OH ] sehingga garam bersifat asam. + –  Jika harga Ka < Kb, berarti [H ] < [OH ] sehingga garam bersifat basa. + –  Jika harga Ka = Kb berarti [H ] = [OH ] sehingga garambersifat netral. Chemical Test 1. Jelaskan yang Anda ketahui tentang hidrolisis? 2. Tentukan sifat asam basa dan jenis reaksi hidrolisis dari garam berikut : a. NaF b. KCN c. NH4I -5 -5 d. CH3COONH4 (Ka CH3COOH = 1,8 x 10 , Kb NH4OH = 1,8 x 10 ) 3. Tuliskan reaksi hidrolisis untuk garam berikut : a. NH4F b. KCN c. Al2(SO4)3 d. NaBr e. K2CO3

Hidrolisis Garam dan KSP

71

B. Menghitung pH Larutan Garam Reaksi hidrolisis garam merupakan reaksi pelarutan garam dalam air. Walaupun jumlah garam yang terhidrolisis hanyalah sedikit, tetapi hal itu bisa merubah pH larutan. Pada hidrolisis garam dikenal istilah tetapan hidrolisis (Kh) yang digunakan untuk menunjukkan kesetimbangan hidrolisis secara kuantitatif. Tetapan hidrolisis (Kh) terkait dengan tetapan ionisasi asam (Ka) dan tetapan ionisasi basa (Kb) serta dapat digunakan untuk menentukan pH larutan garam. 1. PH larutan garam dari asam kuat dan basa kuat Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat tidak mengalami hidrolisis dalam air, sehingga sifat garam yang terbentuk akan besifat netral. Sehingga dapat kita simpulkan untuk garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat memiliki pH = 7 pH = 7 contoh dari garam ini adalah, NaCl, KI, Na2SO4, NaNO3, Mg(ClO4)2 dan sebagainya. 2. pH larutan garam dari asam kuat dan basa lemah Kita ambil contoh garam NH4Cl yang merupakan garam yang terbentuk dari asam kuat dan + – + basa lemah. Garam NH4Cl di dalam air akan terurai menjadi NH4 dan Cl . NH4 merupakan basa konjugasi kuat dan dapat bereaksi dengan air menurut persamaan reaksi berikut. + + NH4 (aq) + H2O(l ) NH4OH(aq) + H (aq) Atau + + NH4 (aq) + H2O(l ) NH3(aq) + H3O (aq) Jika NH3 diberi simbol B, maka persamaan reaksi di atas dapat dituliskan + + BH (aq) B(aq) + H (aq) Tetapan hidrolisis (Kh) dapat dituliskan sebagai berikut. Kh =
+ [B][H ] + [BH ]

dengan Kh = tetapan hidrolisis [B] = Konsentrasi basa yang dihasilkan + [H ] = Konsentrais ion H+ + [BH ] = Konsentrasi garam yang terhidrolisis Harga tetapan hidrolisis (Kh) dapat dihubungkan dengan tetapan ionisasi basa lemah (Kb) dan tetapan kesetimbangan air (Kw). + + BH (aq) + H2O(l) B(aq) + H3O (aq) K = Kh + – B(aq) + H2O(l) BH (aq) + OH (aq) K = Kb + + – 2H2O(l) H3O (aq) + OH (aq) K = Kw Karena Kh dikali dengan Kb adalah Kw, maka secara matematika dapat dituliskan sebagai berikut.

K Kh = w Kb

Hidrolisis Garam dan KSP

72

Dari persamaan reaksi di atas terlihat bahwa besar konsentrasi B = besar konsentrasi ion H3O , sehingga + [B][H3O ] Kh = sehingga persamaan tersebut dapat kita tuliskan + [BH ] + + [H3O ][H3O ] Kh = + [BH ] [H3O ] = Kh . [BH ] + + [H3O ] = Kh [BH ]
+ 2 +

+

Karena [H3O+] mewakili konsentrasi H+ dan BH+ mewakili konsentrasi garam, maka persamaan tersebut secara umum dapat dituliskan. [H+] = Kh [Garam]
Karena Kh =

Kw

Kb Sehingga dapat juga kita tuliskan

[H+] =

Kw [Garam] Kb

Contoh Soal : 1. Hitunglah berapakah pH larutan garam NH4ClO4 0,1 M jika Kb NH4OH adalah 1,0 -5 -14 x 10 dan Kw air 1,0 x 10 ? Pembahasan : Garam NH4ClO4, terbentuk dari asam kuat HClO4 dan basa lemah NH4OH sehingga garam ini akan bersifat asam. Karena asam kita dapat hitung + konsentrasi ion H . [H ] = =
+

Kw [Garam] Kb
1,0 x 10-14 [0,1] 1,0 x10-5
-9

= 1, 0 x 10 [0,1] =
+

1, 0 x 10
-5

-10

[H ] = 1,0 x 10 M + pH = - log [H ] -5 = - log 1,0 x 10 =5

Hidrolisis Garam dan KSP

73

3. pH larutan garam dari asam lemah basa kuat Kita ambil contoh garam CH3COONa yang merupakan garam yang terbentuk dari asam lemah + dan basa kuat. Garam CH3COONa di dalam air akan terurai sempurna menjadi ion Na dan – – CH3COO . CH3COO merupakan basa konjugasi dari asam lemah CH3COOH yang akan bereaksi dengan air menurut persamaan reaksi berikut. – – CH3COO (aq) + H2O(l) CH3COOH(aq) + OH (aq) Jika CH3COOH kita beri simbol HA, maka persamaan reaksi di atas menjadi – – A (aq) + H2O(l) HA(aq) + OH (aq) Sehingga tetapan hidrolisis (Kh) dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut.
[HA][OH ] [A ]

Kh =

dengan Kh = tetapan hidrolisis [HA] = Konsentrasi asam yang dihasilkan [OH ] = Konsentrais ion OH [A ] = Konsentrasi garam yang terhidrolisis Harga tetapan hidrolisis (Kh) dapat dihubungkan dengan tetapan ionisasi asam lemah (Ka) dan tetapan kesetimbangan air (Kw). – – A (aq) + H2O(l) HA(aq) + OH (aq) K = Kh + HA(aq) + H2O(l) A (aq) + H3O (aq) K = Ka + + – 2H2O(l) H3O (aq) + OH (aq) K = Kw Karena Kh dikali dengan Ka adalah Kw, maka secara matematika dapat dituliskan sebagai berikut.
K Kh = w Ka

Dari persamaan reaksi di atas terlihat bahwa besar konsentrasi HA = besar konsentrasi ion OH , sehingga [HA][OH ] Kh = sehingga persamaan tersebut dapat kita tuliskan [A ] Kh =

-

[OH ][OH ] [A ]

-

[OH ] = Kh . [A ] [OH ] =
-

- 2

Kh [A ]

Karena A mewakili konsentrasi garam, maka persamaan tersebut secara umum dapat dituliskan.

[OH-] = Kh [Garam]

Hidrolisis Garam dan KSP

74

Karena Kh =

Kw Ka

Sehingga dapat juga kita tuliskan

[OH-] =

Kw [Garam] Ka

Contoh Soal : -5 1. Hitunglah berapakah pH larutan garam NaF 0,1 M jika Ka HF adalah 1,0 x 10 -14 dan Kw air 1,0 x 10 ? Pembahasan : Garam NaF, terbentuk dari basa kuat NaOH dengan asam lemah HF sehingga garam ini akan bersifat basa. Karena basa kita dapat hitung konsentrasi ion OH . [OH ] = =
-

Kw [Garam] Ka
1,0 x 10-14 [0,1] 1,0 x10-5
-9

= 1, 0 x 10 [0,1] =
-

1, 0 x 10
-5

10

[OH ] = 1,0 x 10 M pOH = - log [OH ] -5 = - log 1,0 x 10 =5 pH = 14 – pOH = 14 – 5 =9

4. pH larutan garam dari asam lemah dan basa lemah Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah mengalami hidrolisis total. Artinya – + pada hidrolisis ini, basa konjugasi A dari asam lemah HA dan asam konjugasi BH dari basa lemah B terjadi reaksi hidrolisis. Persamaan reaksi yang terjadi adalah – – A (aq) + H2O(l) HA(aq) + OH (aq) + + BH (aq) + H2O(l) B(aq) + H3O (aq) + – + – + A (aq) +BH (aq) +2H2O(l) AH(aq)+ OH (aq) +B(aq)+ H3O (aq) Karena mengalami hidrolisis total, pH larutan yang terjadi bergantung pada kekuatan asam dan kekuatan basa dari asam dan basa pembentuknya. Jika asam lebih kuat dari pada basa (Ka>Kb)

Hidrolisis Garam dan KSP

75

maka anion akan terhidrolisis lebih sedikit dari pada kation, sehingga larutan akan bersifat asam. Begitu juga sebaliknya jika basa lebih kuat dari asam (Ka<Kb) maka anion akan terhidrolisis lebih banyak dari kationnya, sehingga larutan akan bersifat basa. Tetapi jika (Ka=Kb) maka pH larutan akan bersifat netral. Secara kuantitatif, pH larutan sukar dikaitkan dengan harga Ka dan Kb maupun dengan molaritas garam. pH larutan hanya bisa ditentukan melalui pengukuran. Jika garam yang terhidrolisis sedikit, maka pH larutan dapat diperkirakan dengan rumus berikut.

[H+] =

Kw Kb

Ka

Atau

[OH-] =

Kw

K Ka b

dengan Kw = tetapan ionisasi air Ka = tetapan ionisasi asam Kb = tetapan ionisasi basa + + [H ] = konsentrasi H Hubungan Ka, Kb dan Kh dapat dirumuskan seperti di bawah ini

Kh =

Kw Ka x Kb

Contoh soal : 1. Hitunglah pH larutan garam NH4CH3COO 0,01 M Jika besar Ka CH3COOH = 1,8 -5 -5 x 10 dan Kb NH4OH = 1,8 x 10 ? Pembahasan : Garam NH4CH3COO adalah garam yang terbentuk dari asam lemah CH3COOH dengan basa lemah NH4OH, sehingga pH larutan tergantung besar Ka dan Kb. Karena Ka=kb maka larutan bersifat netral, pH larutan = 7 2. Hitunglah pH larutan garam NH4F 0,1 M jika besar Ka HF = 1,8 x 10-4 dan Kb -5 NH4OH = 1,8 x 10 ? Pembahasan : Garam NH4F adalah garam yang terbentuk dari asam lemah HF dengan basa lemah NH4OH, sehingga pH larutan tergantung besar Ka dan Kb. Karena Ka>kb + maka larutan bersifat asam, sehingga besar konsentrasi ion H dapat ditentukan [H ]=
+

Kw Kb

Ka
. 1, 8 x 10 -5 1, 8 x 10 -14 -4

=

1, 0 x 10

-13 = 1, 0 x 10

= 1,0 x 10 -6,5 Hidrolisis Garam dan KSP
pH = - log 1,0 x 10 pH = 6,5
-6,5

76

CHEMICAL TEST 1. Tentukan sifat asam basa dari garam berikut. a. MgSO4 d. KCN b. CaF2 e. (HCOO)2S c. BeCl2 f. Al2(SO4)3 2. Tuliskan reaksi hidrolisis dari garam berikut a. NaCl b. LiCN c. (NH4)2S d. MgF2 3. Berapakah massa garam (NH4)2SO4 (Mr =132) yang harus ditambahkan dalam air hingga volumenya 1 L agar didapatkan larutan dengan pH = 5. Jika Kb NH 4OH = 1,0 x -5 10 ? 4. Jika 0,1 M larutan NH4OH mempunyai pH = 11 maka berapakah pH yang dimiliki oleh 0,1 M larutan NH4Cl…. -4 -3 5. Hitung pH larutan garam BeF2 0,5 M jika Ka HF =1,0 x 10 , Kb Be(OH)2 = 4 x 10 ?

C. Reaksi Asam Basa Pembentukan Hidrolisis Garam Seperti halnya pada bab sebelumnya, larutan buffer terbentuk dari reaksi asam basa dimana asam atau basa kuat yang bereaksi habis sedangkan asam lemah atau basa lemah tersisa. Reaksi asam basa yang menghasilkan larutan garam terhidrolisis jika asam dan basa yang bereaksi tepat habis. Sifat garam yang terbentuk dari reaksi asam basa ini tergantung asam dam basa penyusunnya. Contoh Soal 1. Dari reaksi berikut manakah yang menghasilkan hidrolisis garam a. 100 mL HCl 0,1 M dengan 100 mL NH4OH 0,1 M b. 100 mL HF 0,1 M dengan 100 mL Ca(OH)2 0,1 M c. 50 mL CH3COOH 0,6 M dengan 30 mL Mg(OH)2 0,5 M Pembahasan : Hidrolisis terjadi jika asam dan basa keduanya tepat habis bereaksi a. Mol HCl = 10 mmol Mol NH4OH = 10 mmol HCl Mula-mula Reaksi 10 mmol 10 mmol + NH4OH 10 mmol 10 mmol NH4Cl 10 mmol + H2O 10 mmol

Sisa 10 mmol 10 mmol Termasuk hidrolisis karena asam dan basa yang bereaksi tepat habis

Hidrolisis Garam dan KSP

77

b. Mol HF = 10 mmol Mol Ca(OH)2 = 10 mmol 2HF Mula-mula Reaksi 10 mmol 10 mmol + Ca(OH)2 10 mmol 5 mmol CaF2 5 mmol + 2H2O 10 mmol

Sisa 5 mmol 5 mmol 10 mmol Tidak termasuk hidrolisis karena asam dan basa yang bereaksi tidak habis beraksi (terdapat sisa basa) c. Mol CH3COOH = 30 mmol Mol Mg(OH)2 = 15 mmol 2CH3COOH + Mg(OH)2 Mula-mula Reaksi 30 mmol 30 mmol 15 mmol 15 mmol (CH3COO)2Mg + 2H2O 15 mmol 30 mmol

Sisa 15 mmol 30 mmol Termasuk hidrolisis karena asam dan basa yang bereaksi tepat habis

1. 2.

SUMMARY Garam yang tersusun dari asam kuat dan basa kuat, tidak mengalami hidrolisis, dan pH larutan yang dihasilkan adalah 7 Garam yang tersusun dari asam kuat dan basa lemah, akan mengalami + hidrolisis partial atau sebagian. Garam ini akan bersifat asam. Ion H yang dihasilkan dirumuskan.

3.

Kw [Garam] Kb Garam yang tersusun dari asam lemah dan basa kuat, akan mengalami hidrolisis partial atau sebagian. Garam ini akan bersifat basa. Ion OH yang dihasilkan dirumuskan.
[H ]=
+

4.

Kw [Garam] Ka Garam yang tersusun dari asam lemah dan basa lemah, akan mengalami hidrolisis total atau sempurna. Sifat karam ini tergantung besar Ka dan Kb dari asam basa penyusunnya.
[OH ] =
-

Jika Ka = Kb Jika Ka > Kb Jika Ka < Kb

larutan akan bersifat netral larutan akan bersifat asam Larutan akan bersifat basa
+

Besar konsentrasi ion H yang dihasilkan dirumuskan [H ]=
+

Kw Kb

Ka

5.

Reaksi asam basa akan menghasilkan larutan hidrolisis garam jika asam dan basa yang bereaksi keduanya tepat habis.

Hidrolisis Garam dan KSP

78

UJI KOMPETENSI Berilah tanda silang (x) pada jawaban yang Anda anggap benar. 1. Ketika 40 mL larutan CH3COOH tepat bereaksi dengan 20 mL larutan NaOH 0.15 M, maka konsentrasi larutan CH3COOH adalah …. a. 0,3 M b. 0,4 M c. 0,45 M d. 0,75 M e. 0,075 M Larutan berikut yang tepat bereaksi dengan 10 mL larutan NaOH 0,005 M adalah …. a. 10 mL larutan H2SO4 0,0025 M b. 5 mL larutan H2SO4 0,05 M c. 5 mL larutan CH3COOH 0,1 M d. 1 mL larutan HNO3 0,005 M e. 10 mL larutan HNO3 0,05 M Jika 25 mL larutan CH3COOH 0,2 M dicampurkan dengan 25 mL larutan NaOH 0,1 M, maka pH larutan adalah …. a. 2,0 b. 2,5 c. 3,0 d. 5,0 e. 5,5 -5 Perbandingan volume dari larutan CH3COOH 0,1M (Ka = 1 X 10 ) dan NaOH yang harus dicampurkan agar diperoleh larutan dengan pH = 6 adalah .… a. 2 : 1 b. 11 : 10 c. 10 : 11 d. 1 : 11 e. 11 : 11 Campuran berikut yang menghasilkan garam dengan sifat basa adalah .… a. 50 mL larutan 0,5 M HCl dengan 50 mL larutan 0,5 M NaOH b. 50 mL larutan 0,5 M HCl dengan 50 mL larutan 0,5 M NH3 c. 50 mL larutan 0.5 M HCl dengan 100 mL larutan 0,5 M NH3 d. 50 mL larutan 0,5 M CH3COOH dengan 50 mL larutan 0,5 M NaOH e. 50 mL larutan 0,5 M CH3COOH dengan 50 mL larutan 0,5 M NH3 0,1 M larutan natrium asetat terhidrolisis menurut reaksi. CH3COO (aq) + H2O(l)  CH3COOH(aq) + OH (aq) -9 Jika tetapan hidrolisis Kh=10 , ph larutan tersebut adalah .… a. 1 b. 5 c. 6

2.

3.

4.

5.

6.

Hidrolisis Garam dan KSP

79

d. e. 7.

7 9

Jika 0,1 M larutan NH4OH mempunyai pH = 11 maka 0,1 M larutan NH4Cl memiliki pH .... a. 3 b. 5 c. 7 d. 9 e. 11 8. Manakah garam berikut yang bersifat asam dalam larutannya? a. NaCl b. NH4Cl c. CaCl2 d. BaSO4 e. Na2SO4 9. Garam berikut manakah yang mengalami hidrolisis total .… a. CH3COONH4 b. CH3COONa c. NaCl d. NH4Cl e. NaCN 10. Kita memiliki pasangan larutan: 1) NaOH dan HF 2) HCOOH dan KOH 3) NH3 dan HCl 2 4) HCl dan Mg(OH) Pasangan asam basa yang dapat menghasilkan garam yang bersifat basa adalah .… a. 1 and 2 b. 1 and 3 c. 2 and 3 d. 2 and 4 e. 3 and 4 11. Garam yang bersifat basa bila dilarutkan dalam air adalah…. a. Na2SO4 b. NaCl c. KCl d. NH4Cl e. CH3COONa 12. Larutan dengan konsentrasi 1 molar from dari zat berikut yang menghasilkan pH tertinggi adalah .… a. NaHSO4 b. NaF c. HCl d. NH4Cl

Hidrolisis Garam dan KSP

80

e. CH3COONa 13. pH larutan dari campuran antara larutan 50 mL HNO3 0,4 M dengan 50 mL larutan KOH 0,4 M adalah .… a. 2 b. 5 c. 7 d. 10 e. 13 14. Suatu obat yang berupa garam bersifat basa. Saat 0,1 M larutan garam tersebut dilarutkan dalam air hingga volumenya tepat 1 L pH adalah 11, maka nilai ka dari asam lemah pembentuk garam tersebut adalah .… a. 10-2 b. 10-3 c. 10-4 d. 10-5 e. 10-6 15. 25 mL Larutan asam asetat 0,2 M dicampur dengan 100 mL larutan NaOH 0,05 M, -5 kemudian ditambahkan air hingga vulumenya 500 mL. pH larutan adalah.… (Ka = 10 ) a. 5 b. 8,5 c. 9 d. 9,5 e. 10

Hidrolisis Garam dan KSP

81

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2

KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN (Ksp)

Pernahkah Anda masuk ke dalam gua? Jika pernah tentu Anda akan melihat stalaktit dan stalagnit, meskipun dibeberapa gua tidak terdapat hal itu. Proses alam ini disebabkan oleh peristiwa pengendapan. Pengendapan terjadi bila suatu zat sukar larut dalam air atau larutan sudah lewat jenuh. Pengendapan terbentuknya batu ginjal dalam tubuh juga merupakan salah satu contoh dari peristiwa ini. Stalaktit dan stalagnit terbentuk pada saat air merembes dari atas bukit gua melalui rongga-rongga dan melarutkan kapur sedikit-sedikit. Di dalam gua ini larutan kapur ada yang jatuh dan menempel di atap gua membentuk endapan kapur sehingga dalam waktu ribuan tahun terbentuk stalaktit dan stalagnit. Sedangkan batu ginjal terbentuk bila terjadi pengendapan kalsium oksalat dalam waktu yang lama. Terjadinya pengendapan ini ada hubungannya juga dengan konsentrasi ion-ion dalam reaksi kesetimbangan larutan jenuh dan juga konstanta hasil kali kelarutan. Pada bab ini Anda akan mempelajari bagaimanakah hubungan antara konstanta hasil kali kelarutan dengan kelarutan, pH, dan bagaimana memprediksi terjadinya pengendapan dari suatu reaksi. A. Kesetimbangan Kelarutan Pada semester sebelumnya Anda telah mempelajari kesetimbangan homogen dan heterogen. Pada kesetimbangan homogen fase pereaksi dan hasil reaksinya sama. + 2Contoh: H2SO3(aq) 2H (aq) + SO3 (aq) Pada kesetimbangan heterogen fase pereaksi dan hasil reaksinya berbeda. 2+ 2– Contoh: CaCO3(s) Ca (aq) + CO3 (aq) Tetapan kesetimbangan untuk reaksi di atas dapat kita tuliskan +2 2[H ] [SO3 ] 2+ 2Kc = dan Kc = [Ca ] [CO3 ] [H2SO3 ]

Hidrolisis Garam dan KSP

82

Kalau kita amati persamaan di atas Apabila pada keadaan kesetimbangan heterogen terdapat larutan dan padatan, maka hanya molaritas ion-ion saja yang diperhitungkan dalam menentukan harga tetapan kesetimbangan. Hal itu disebabkan molaritas padatan di dalam larutan jenuh selalu sama. Tetapan kesetimbangan yang berlaku disebut tetapan hasil kali kelarutan dan disimbolkan Ksp. Jadi, Ksp dari garam di atas dapat dituliskan sebagai berikut. KspCaCO3 = [Ca ] [CO3 ] Jika pada larutan jenuh senyawa ion AmBn ditambahkan air, maka senyawa ion AmBn akan terionisasi dan terjadi reaksi kesetimbangan. Persamaan reaksi kesetimbangan secara umum dapat dituliskan sebagai berikut. AmBn(s) mA
n+ (aq) 2+ 2-

+ nB

m(aq)

Harga tetapan hasil kali kelarutannya dapat dirumuskan sebagai berikut. Ksp=[A ] [B ] dengan m,n Ksp n+ [A ] m[B ]
n+ m m- n

= koefisien reaksi = tetapan hasil kelarutan n+ = konsentrasi ion A m= konsentrasi ion B

Berikut adalah tabel tetapan hasil kali kelarutan beberapa larutan o Tabel. 3.1 Tetapan Hasil Kali Kelarutan Pada Suhu 25 C o o * Pada Suhu 18 C ** Pada Suhu 27 C Nama Aluminum Hidroksida Barium Karbonat Barium Kromat Barium Fluorida Barium Sulfat Kalsium Karbonat Calsium Fluorida Kalsium Oksalat Kalsium Sulfat Tembaga (I) Iodida Tembaga (II) Iodat Tembaga (II) Oksalat Tembaga (II) Sulfida Besi (II) Hidroksida Besi (III) Hidroksida Timbal (II) Sulfida Timbal (II) Bromida Timbal (II) Klorida Timbal (II) Iodida Rumus
Al(OH)3 BaCO3 BaCrO4 BaF2 BaSO4 Ca CO3 CaF2 CaC2O4 CaSO4 CuI Cu(IO3)2 CuC2O4 CuS Fe(OH)2 Fe(OH)3 PbS PbBr2 PbCl2 PbI2

Ksp
3.7 × 10
-15 -9 -10 -6 -10 -9 -11

Nama Litium Karbonat Magnesium Karbonat Magnesium Fluorida Magnesium Hidroksida Raksa (II) Sulfida Perak Bromat Perak Bromida Perak Karbonat Perak Klorida Perak Kromat Perak Iodida Perak Sulfat Sronsium Sulfida Sronsium Karbonat Sronsium Fluorida Sronsium Sulfat Thalium (I) Bromida Thalium (I) Klorida Thalium (I) Iodida

Rumus
Li2 CO3 MgCO3 MgF2 Mg(OH)2 HgS AgBrO3 AgBr Ag2 CO3 AgCl AgCrO4 AgI Ag2 SO4 SrS SrCO3 SrF2 Sr SO4 TlBr TlCl TlI

Ksp
1.7 × 10-3 6.8 × 10-6 6.4 × 10-9** 5.6 × 10-12 3.0 × 10-54 5.3 × 10-5 5.4 × 10-13 8.5 × 10-12 1.8 × 10-10 1.1 × 10-12 8.5 × 10-17 1.2 × 10-5 1.8 × 10-50 5.6 × 10-10 4.3 × 10-9 3.4 × 10-7 3.8 × 10-6 2.2 × 10-4 3.1 × 10-8

2.6 × 10 1.2 × 10 1.7 × 10 1.1 × 10 8.7 × 10 3.9 × 10

2.3 × 10-9 2.0 × 10-4

1.3 × 10-12 6.9 × 10 2.9 × 10 1.0 × 10
-8 -9 -44

4.9 × 10-17 2.6 × 10-39 3.7 × 10-36* 6.6 × 10-6 1.2 × 10-5 8.5 × 10-9

Hidrolisis Garam dan KSP

83

Besi (II) Sulfat B.

FeSO4

1.8 × 10-8

Seng (II) Sulfida

ZnS

2.0 × 10-25

Hubungan Antara Kelarutan dan Hasil kali Kelarutan
n+ m m- n

Apabila kita perhatikan kembali persamaan hasil kali kelarutan Ksp=[A ] [B ] . Konsentrasi n+ mion A dan B merupakan stoikiometri dari reaksi kesetimbangan garam jika dilarutkan dalam air. Berarti, tetapan hasil kali kelarutan (Ksp) dapat ditentukan dari harga kelarutan. Nilai tetapan hasil kali kelarutan dapat member informasi pembentukan endapan suatu senyawa ion dalam air. Makin besar nilai Ksp, maka akan semakin sulit terbentuk endapan.

Contoh Soal -12 1. Hitunglah Kelarutan Ag2CrO4 dalam air murni jika Ksp Ag2CrO4 = 1,1 x 10 Pembahasan : Dalam air Ag2CrO4 mengalami reaksi kesetimbangan sebagai berikut. + 2Ag2CrO4(s) 2 Ag (aq) + CrO4 (aq) 2s s Jika kelarutan molar Ag2CrO4 adalah s maka + 2 2Ksp = [Ag ] [CrO4 ] 2 Ksp = (2s) (s) 3 Ksp = 4S 3 -12 4S = 1,1 x 10

1,1x1012 S = 4
3

2.

S = 6,50 x 10 M -5 Konsentrasi larutan jenuh BaSO4 adalah 3.90 × 10 M. Hitunglah Ksp dari barium sulfat pada 25°C. Pembahasan : Menghitung Ksp selalu kita mulai dengan menuliskan persamaan kesetimbangan: BaSO4 (s) -5 3.90 × 10 M Ba (aq) + -5 3.90 × 10 M
2+

-5

SO4 (aq) -5 3.90 × 10 M

2-

Berikutnya kita tuliskan persamaan Ksp nya 2+ 2Ksp= [Ba ][SO4 ] -5 -5 = 3.90 × 10 M x 3.90 × 10 M -9 = 1.52 × 10

Hidrolisis Garam dan KSP

84

Chemical Test -3 1. Konsentrasi ion timbale dalam larutan jenuh PbI2 pada suhu 25°C adalah 1.3 × 10 M. berapakah Ksp dari PbI2 ? -8 2. Ksp dari MgCO3 pada suhu 25°C adalah 2.0 × 10 . Berapakah konsentrsi ion-ionnya dari larutan jenuh MgCO3 pada suhu tersebut ? -12 3. Ksp dari perak kromat, Ag2CrO4 , adalah 1.1 × 10 . Hitunglah konsentrasi molar dari perak kromat pada larutan jenuhnya.

C.

Pengaruh Penambahan Ion Sejenis Pada pembahasan sebelumnya, Anda telah mempelajarilarutan elektrolit dalam pelarut air murni yang ion-ionnya hanya berasal dari satu zat saja. Namun kadang-kadang dalam suatu larutan terdapat ion sejenis yang berasal dari molekul berlainan. Berikut akan kita pelajari pengaruh ion sejenis terhadap kelarutan. Untuk contoh kita gunakan garam barium sulfat. Barium sulfat ketika diuraikan akan kita dapatkan kesetimbangan seperti berikut. 2+ 2BaSO4(s) Ba (aq) + SO4 (aq) Jika ke dalam larutan BaSO4 kita tambahkan larutan natrium sulfat hal ini akan menambah 2konsentrasi ion sulfat (SO4 ) dalam larutan. Berdasarkan prinsip Le Chaterlier di jelaskan bahwa penambahan konsentrasi ion sulfat akan menggeser arah kesetimbangan ke kiri, akibatnya jumlah BaSO 4 yang larut berkurang. Sehingga dapat Kita simpulkan bahwa penambahan ion sejenis akan mengurangi besar kelarutan. Meskipun demikian tetapi besar Ksp tidak berubah selama suhu tidak berubah.

Contoh Soal 1. Perkirakan Kelarutan dari barium sulfat di dalam larutan natrium sulfat 0.020 M. -10 tetapan hasil kali kelarutan (Ksp) barium sulfate adalah 1.1 x 10 . Pembahasan : 2+ 2BaSO4(s) Ba (aq) SO4 (aq) Konsentrasi awal Semua padat 0 0.020 M (dari Na2SO4) Perubahan konsentrasi Terurai - x +x +x Konsentrasi setimbang Sedikit padatan x 0.020 M + x Ksp = [Ba ][SO4 ] = (x) (0.020 M + x) karena x sangat kecil, maka 0.020 M + x ≈ 0.020 M = (x) (0.020) x =
Ksp 0, 020
2+ 2-

=

1,1 x 10
-9

-10

0, 020

x = 5.5 x 10 M -9 Jadi kelarutan BaSO4 dalam Na2SO4 adalah 5.5 x 10 M

Hidrolisis Garam dan KSP

85

D.

Hubungan antara Kelarutan dengan pH
+ -

Jika senyawa kurang larut ditambahkan ke dalam reaksi asam basa dengan ion H atau OH , kelarutannya akan dipengaruhi oleh pH. Kelarutan suatu zat dapat kita tentukan dari harga Ksp zat tersebut. Sebaliknya, harga Ksp suatu zat dapat kita peroleh dari kelarutan zat tersebut. Jika kelarutan suatu zat kita ketahui, maka susunan konsentrasi ion-ion zat tersebut dalam larutan jenuhnya dapat ditentukan. Berarti, dengan mengetahui harga Ksp dari suatu zat, susunan konsentrasi ion-ion zat tersebut dalam larutan jenuhnya dapat kita tentukan. Dengan demikian, pH larutan jenuhnya dapat kita tentukan. Demikian juga sebaliknya, dengan mengetahui pH larutan jenuh suatu zat maka harga Ksp zat tersebut dapat kita tentukan.

Contoh Soal -18 Jika Ksp dari Fe(OH) 2 = 4.0 × 10 , tentukan pH larutan tersebut! Pembahasan : Fe(OH)2(s) s Ksp = [Fe ] [2OH ] 2 4.0 × 10 = (s)(2s) -18 3 4.0× 10 = 4s 3 -18 s = 1,0 x 10 3 -18 s = 1,0 x 10
-18 2+ - 2

Fe (aq) + 2OH (aq) s 2s

2+

-

s s [OH ] pOH pOH pH pH

=

3

1, 0 x 10
-6

-18

= 1,0 x 10 -6 = 2,0 x 10 -6 = - log 2,0 x 10 = 6 –log 2 = 14 – (6 –log 2) = 8 + log 2

E.

Memperkirakan reaksi pengendapan

Masing-masing zat memiliki harga K sp yang berbeda. Selanjutnya, dengan mengetahui harga K sp dari suatu zat, kita dapat memperkirakan keadaan ion-ion suatu zat dalam suatu larutan dengan ketentuan sebagai berikut. 1. Jika hasil kali konsentrasi ion-ion sesaat (Q) lebih kecil dan harga K sp maka ion-ion tersebut masih larut. 2. Jika hasil kali konsentrasi ion-ion sesaat (Q) sama dengan harga K sp maka ion-ion tersebut tepat jenuh. 3. Jika hasil kali konsentrasi ion-ion sesaat (Q) lebih besar harga K sp maka ion-ion tersebut sudah membentuk endapan.

Hidrolisis Garam dan KSP

86

Contoh soal 25.0 mL larutan kalium kromat 0.0020 M dicampur dengan 75.0 mL larutan Timbal (II) nitrat 0.000125 M. Perkirakan apakah akan terbentuk endapan timbale (II) -14 kromat. Ksp timbale (II) kromat adalah 1.8 x 10 . Pembahasan :  Pertama, kita tentukan persamaan ion bersih untuk reaksi yang terjadi ketika larutan dicampurkan. K2CrO4(aq) + Pb(NO3)2(aq) 2 KNO3(aq) + PbCrO4(s) 2+ 2Pb (aq) + CrO4 (aq) PbCrO4(s) diakhir reaksi dapat kita tuliskan persamaan Ksp sebagai berikut: 2+ 2PbCrO4(s) Pb (aq) + CrO4 (aq) 2+ 2Ksp = [Pb ][CrO4 ] Kedua, gunakan persamaan pengenceran, M 1V1 = M2V2, untuk menentukan konsentrasi awal dari masing-masing zat (sebelum reaksi berlangsung). (0.0020 M K2CrO4)(25.0 mL) = (M2)(100.0 mL) M2 untuk K2CrO4 = 0.00050 M perhitungan yang sama berlaku untuk larutan timbal (II) nitrat: M2 untuk Pb(NO3)2 = 0.0000938 M Ketiga, gunakan konsentrasi awal untuk menghitung hasil kali kelarutan io-ion sesaat (Q), dan bandingkan nilainya dengan tetapan hasil kali kelarutan (Ksp). 2+ 2-8 Q = (0.0000938 M Pb )(0.00050 M CrO4 ) = 4.69 x 10 Q > Ksp jadi endapan timbal (II) kromat akan terbentuk.

Selain untuk meramalkan pembentukan endapan, Ksp dapat juga digunakan untuk memisahkan campuran dengan cara pengendapan selektif.

Chemical Test 1. Tentukan garam yang manakah CaCO3 atau Ag2CO3 dalam air tiap satuan mol per liter? CaCO3 Ag2CO3 2. 3.
-5

yang lebih mudah larut

Ksp = 2.8 x 10 Ksp = 8.1 x 10

-9 -12

Jika Ksp Ca(OH) 2 = 3,2 x 10 , tentukan pH larutan tersebut. 100 ml larutan MgCl 2 0,01 M dicampurkan dengan 100 ml K 2 CO 3 0,001 M. Jika Ksp -5 MgCO 3 = 3,5 x 10 , apakah MgCO 3 yang terbentuk sudah mengendap?

Hidrolisis Garam dan KSP

87

SUMMARY
1. 2. 3. 4. 5. 6. Kelarutan adalah konsentrasi zat terlarut dalam larutan jenuh. Hasil kali kelarutan (Ksp) adalah konstanta hasil kali kelarutan konsentrasi molar ion-ion dalam larutan jenuh. Harga Ksp suatu senyawa ion berubah bila diukur pada suhu yang berbeda Penambahan ion senama ke dalam larutan akan menurunkan kelarutan zat dalam larutan. Hubungan Ksp dan pH pada larutan basa. Penurunan pH akan menaikkan kelarutan zat, sedangkan kenaikan pH akan menurunkan kelarutan zat. Memperkirakan terbentuknya endapan: a. Jika hasil kali konsentrasi ion-ion sesaat < Ksp ,tidak akan terbentuk endapan. b. Jika hasil kali konsentrasi ion-ion sesaat = Ksp ,larutan tepat jenuh, tetapi belum terbentuk endapan. c. Jika hasil kali konsentrasi ion-ion sesaat > Ksp , terbentuk endapan.

Cek :
1. Tentukan garam berikut bersifat asam, basa, ataukah netral; a. KNO3 d. NH4Br b. AgBr e. MgF2 c. K2SO3 f. CaCO3 2. Tentukan pH campuran yang terjadi jika 25 mL larutan CH3COOH 0,2 M dicampur dengan 100 mL larutan NaOH 0,05 M, kemudian larutan yang dihasilkan dicampurkan dengan air -5 hingga volumenya 500 mL. (Ka = 10 ) -10 3. Diketahui Ksp AgCl = 1 x 10 . Tentukan kelarutan AgCl dalam larutan NaCl 0,1 M. 2+ -6 4. Dalam 500 mL larutan jenuh Mg(OH)2 terdapat ion Mg sebanyak 10 mol. Jika Ksp Mg(OH)2 -11 = 1 x 10 , hitunglah pH larutan tersebut.

Perluasan :
Salah satu manfaat dari Ksp adalah untuk pengendapan selektif senyawa ion atau ion yang terdapat dalam suatu campuran. Menurut Anda apakah semua campuran tersebut dapat dipisahkan dengan pengendapan selektif?

Hidrolisis Garam dan KSP

88

Eksplorasi : Stalaktit
Stalaktit (bahasa Yunani: σταλάσσω, stalasso, artinya "yang menetes") adalah jenis speleothem (mineral sekunder) yang menggantung dari langit-langit gua kapur. Ia termasuk dalam jenis batu tetes (bahasa Inggris: dripstone). Stalaktit terbentuk dari pengendapan kalsium karbonat dan mineral lainnya, yang terendapkan pada larutan air bermineral. Batu kapur adalah batuan kalsium karbonat, yang dilarutkan oleh air yang mengandung karbon dioksida, sehingga membentuk larutan kalsium bikarbonat. Rumus kimia untuk reaksi ini adalah: CaCO3(s) + H2O(l) + CO2(aq) → Ca(HCO3)2(aq) Larutan ini mengalir melalui bebatu sampai mencapai sebuah tepi, dan jika tepi ini berada di atap gua maka larutan akan menetes ke bawah. Ketika larutan mengalami kontak dengan udara, terjadi reaksi kimia yang terbalik dari sebelumnya dan partikel kalsium karbonat tersimpan sebagai endapan. Reaksi kimia terbalik tersebut adalah sebagai berikut: Ca(HCO3)2(aq) → CaCO3(s) + H2O(l) + CO2(aq) Tingkat pertumbuhan rata-rata stalaktit adalah 0,13 mm (0,005 inci) setahun. Pertumbuhan stalaktit tumbuh tercepat adalah yang dibentuk oleh air yang mengalir cepat serta kaya akan karbonat kalsium dan karbon dioksida, sehingga dapat tumbuh 3 mm (0,12 inci) per tahun.
(Sumber http://en.wikipedia.org/wiki/Stalactite)

Test Eksplorasi :
1. Tuliskan rumus molekul stalagtit 2. Secara alami, dapatkah stalagtit terjadi di gua yang berada pada daerah taidak berkapur? 3. Mengapa stalagtit tumbuh cepat pada aliran air yang cepat?

Hidrolisis Garam dan KSP

89

UJI KOMPETENSI Berilah tanda silang (x) pada jawaban yang Anda anggap paling benar –1 1. Bila kelarutan kalsium fosfat (Ca3(PO4)2) dalam air adalah s molL , maka harga Ksp dari zat itu adalah …. 2 a. s 2 b. 4s 4 c. 27s 3 d. 27s 5 e. 108s –2 –1 2. Kelarutan Mg(OH)2 dalam air sebesar 1 x 10 molL , maka Ksp Mg(OH)2 adalah …. –6 a. 1 x 10 –6 b. 2 x 10 –6 c. 4 x 10 –4 d. 2 x 10 4 e. 4 x 10 2+ –4 –1 3. Jika konsentrasi Ca dalam larutan jenuh CaF2 = 2 x 10 molL , maka hasil kali kelarutan CaF2adalah …. –8 a. 8 x 10 –11 b. 3,2 x 10 –11 c. 1,6 x 10 –12 d. 2 x 10 –12 e. 4 x 10 4. Garam dengan kelarutan paling besar adalah …. –10 a. AgCl; Ksp = 10 –16 b. Agl; Ksp = 10 –12 c. Ag2CrO4; Ksp = 3,2 x 10 –48 d. Ag2S2; Ksp = 3,2 x 10 –11 e. Ag2C2O4; Ksp = 1,1 x 10 –6 5. Kelarutan AgBr dalam air adalah 2 x 10 M, maka kelarutan AgBr dalam larutan MgBr2 0,05 M adalah …. –9 a. 6 x 10 –9 b. 9 x 10 –11 c. 9 x 10 –9 d. 3 x 10 –5 e. 3 x 10 2+ 2+ 2+ 2+ 6. Dalam satu larutan terdapat ion-ion Ca , Sr , Ba , dan Pb dengan konsentrasi yang sama. Apabila larutan itu ditetesi dengan larutan MgSO4, maka zat yang mula-mula mengendap adalah …. –10 a. CaSO4 (Ksp = 2,4 x 10 ) –7 b. SrSO4 (Ksp = 2,5 x 10 ) –10 c. BaSO4 (Ksp = 1,1 x 10 ) –8 d. PbSO4 (Ksp = 1,7 x 10 ) e. mengendap bersama-sama 7. Larutan jenuh basa M(OH)2 mempunyai pH sebesar = 11, maka Ksp M(OH)2 adalah …. –3 a. 2,5 x 10 –4 b. 5,0 x 10 –10 c. 1,25 x 10 –10 d. 5,0 x 10 –15 e. 2,5 x 10

Hidrolisis Garam dan KSP

90

8.

Tetapan hasil kali kelarutan L(OH)3 dalam air sebesar 3,2 x 10 M. Larutan jenuh L(OH)3 dalam air mempunyai pH sebesar …. a. 4 – log 6 b. 6 – log 4 c. 9 + log 6 d. 10 + log 2 e. 12 + log 2 9. Hasil kali kelarutan timbal(II)klorida adalah …. 2+ – 2 a. [Pb ] . [CI ] 2+ – b. [Pb ] . [2CI ] 2+ – c. [Pb ] . [CI2 ] 2+ – 2 d. [Pb ] . [2CI ] 2+ – e. [Pb ] . [CI ] 10. Suatu larutan mengandung garam Pb(NO3)2, Mn(NO3)2, dan Zn(NO3)2masing-masing konsentrasinya 0,01 M. Pada larutan ini dilarutkan sejumlah NaOH padat hingga pH larutan menjadi 8. Berdasar data Ksp: –16 Pb(OH)2 = 3,0 x 10 –14 Mn(OH)2 = 4,5 x 10 –17 Zn(OH)2 = 4,5 x 10 Hidroksida yang mengendap adalah …. a. Mn(OH)2 b. Zn(OH)2 c. Pb(OH)2 d. Zn(OH)2 dan Pb(OH)2 e. Pb(OH)2, Mn(OH)2, dan Zn(OH)2

–5

Hidrolisis Garam dan KSP

91

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->