P. 1
Bentuk Akar

Bentuk Akar

|Views: 48|Likes:
Published by Agus Dwi Prasetyo

More info:

Published by: Agus Dwi Prasetyo on Jun 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/28/2012

pdf

text

original

Bentuk Akar

Akar kuadrat suatu bilangan real a non negatif adalah bilangan non negatif b yang kalau dipangkatkan dua, menjadi bilangan semula a. Secara notasi matematika:
a  b jika b2= a; dan b bilangan positif

Jadi, mencari akar merupakan kebalikan dari pemangkatan. Contoh 1:
9  3 , karena 32 = 9

25  5 , karena 52 = 25

Menyederhanakan berati merubah bentuk akar sehingga bilangan di dalam tanda akar tidak lagi memiliki faktor bilangan berpangkat yang pangkatnya merupakan kelipatan pagkat akar. Penyederhanaan dilakukan dengan menggunakan sifat berikut. Untuk a dan b bilangan real positif berlaku
n

ab  n a  n b

Contoh 2: a. b. c.
3

8  4 2  4  2  2 2 48  16  3  16  3  4 3
16  3 8  2  3 8  3 2  23 2

d. 3 294  3 49  6  3 49  6  3  7 6  21 6 Operasi aljabar pada bentuk akar Operasi penjumlahan dan pengurangan Operasi penjumlahan dan pengurangan pada bentuk aljabar dapat dilakukan dengan menggunakan sifat berikut (sifat distributif) Untuk a, b
himpunan bilangan real dan c himpuan

bilangan rasional no-negatif berlaku:

a c  b c  ( a  b) c a c  b c  ( a  b) c
Contoh: Sederhanakan bentuk-bentuk bilangan berikut ini. a. 5 3  10 3  (5  10 ) 3  15 3

b. 5 12  2 3  10 3  2 3  (10  2) 3  8 3 c. 5 3  48  2 27  5 3  4 3  6 3  (5  4  6) 3  3 3 Operasi Perkalian Operasi perkalian pada bentuk akar dapat dilakukan dengan menggunakan sifat berikut. Untuk a, b
himpunan bilangan bilangan rasional

no-negatif berlaku:

a  b  ab

Contoh: Sederhanakan bentuk-bentuk bilangan berkut ini. a. b.

6  3  18  2  9  3 2
2 (4 3  24 )  ( 2  4 3 )  ( 2  24 )  4 6  48  4 6  4 3

2 2 c. ( 5  2 )( 5  2 )  ( 5 )  ( 2 )  5  2  3

d. (6 2  5 )( 2  2 5 )

 (6 2  2 )  (6 2  2 5 )  ( 5  2 )  ( 5  2 5 )

 12  12 10  10  10  2  11 10
Operasi perkalian Operasi pembagian pada bentuk akar dapat dilakukan dengan menggunakan sifat berikut. Untuk a, b
himpunan bilangan bilangan rasional

no-negatif, b ≠ 0, berlaku:

a  b
Contoh:

a b

Sederhanakan bentuk-bentuk bilangan berikut ini. a.

8 8   4 2 2 2

b.

39 3  13   3 13 13 2 3 3 2 6 6 1   12 6 12 6 2
(2  3 )( 2  3 2.2  2 3  3.2  3. 3 4  3 1    3 3 3 3

c.

d.

Merasionalkan penyebut pecahan bentuk akar Pada pembagian yang memuat bentuk akar, hasilnya dapat berupa pecahan dengan penyebut bentuk akar. Bentuk akar pada penyebut itu dapat diubah sehingga penyebut tidak lagi memuat bentuk akar. Proses demikian dinamakan merasionalkan penyebut. Proses merasionalkan penyebut dapat dikerjakan dengan memanfaatkan bentuk perkalian a×a = a2 dan (a + b)(a – b) = a2- b2. Perhatikan bahwa

a b 

Bentuk

 

a b 

a  b dikatakan saling sekawan. Merasionalkan penyebut pecahan bentuk akar

  a   b
2

2

 a  b , yang merupakan bilangan rasional.

artinya mengalikan pembilang dan penyebut pecahan dengan sekawan dari penyebut. Untuk a, b a. b. c. Contoh
3× 3=3

himpunan bilangan rasional non-negatif, maka:
a karena a× a=a
2

a sekawan dengan

a  b  sekawan dengan a  b  karena a  b  a  b  = a – b  a  b  sekawan dengan  a  b  karena  a  b   a  b  = a – b

2  3  2  3  = 2 – ( 3 ) = 4 – 3 = 1  3  5  3  5  = ( 3 ) - ( 5 ) = 3 – 5 = -2
2 2 2 2

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->