P. 1
Akhlak Terpuji Kepada Diri Sendiri

Akhlak Terpuji Kepada Diri Sendiri

|Views: 6,371|Likes:
Published by rajasalamanca

More info:

Published by: rajasalamanca on Jun 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/02/2015

pdf

text

original

1 AKHLAK TERPUJI KEPADA DIRI SENDIRI A. BERILMU 1. Pengertian dan Pentingnya Berilmu a.

Pengertian Berilmu Berilmu artinya pandai atau tidak bodoh, cerdas atau pintar. Berilmu adalah sikap perilaku yang didasarkan pada ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Orang yang berilmu adalah orang yang memiliki ilmu pengetahuan, dan mau menggunakan akal sehatnya untuk berpikir. Ilmu merupakan pintu gerbang yang menghantarkan seseorang meraih kesuksesan dan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat.

ِ ْ ََ ‫َ ْ َ َ َ ّ ْ َ َ ََ ْ ِ ِ ْ ِ ْ ِ َ َ ْ َ َ َ َْ ِ َ ِ َ ََ ْ ِ ِ ْ ِ ْ ِ َ َ ْ َ َ َ َ ْ ِ َ ف‬ ‫من اراد الدنيا فعليه بالعلم ومن اراد الخرة فعليه بالعلم ومن ارادِكليهما َعليه‬ ‫ِبالعلم )رواه البخارى‬ ِ ِْ ْ )
“Barangsiapa yang berharap akan (kebahagiaan) dunia, hendaknya (diraih) dengan ilmu. Barangsiapa berharap kebahagiaan akhirat hendaknya diraih dengan ilmu, dan barangsiapa berharap kebahagiaan dari keduanya, hendaknya juga diraih dengan ilmu”(H.R. Bukhari). b. Pentingnya Berilmu Ilmu memiliki peran sangat penting dalam kehidupan manusia. Ilmu dapat membantu manusia melakukan sesuatu dengan m,udah. Ilmu juga dapat meningkatkan kualitas hidup manusia. Hidup berilmu itu penting agar tidak tersesat dan terasa berat, sebab dengan berilmu kita akan terbantu dalam menjalankan aktivitas kehidupan. Dengan ilmu kita dapat melakukan apa saja, dan dapat berjalan kemana saja tanpa ada rasa takut, sebab ilmu itu nuur (cahaya) yang dapat menunjukkan jalan yang tepat. 2. Bentuk dan Contoh Perilaku Berilmu Orang yang berilmu akan melakukan sesuatu berdasarkan petunjuk ilmu dan daya nalarnya, sehingga tidak ada perbuatan yang bertentangan dengan akal sehat, baik menurut tradisi, agama, maupun hukum dan aturan. a. Bentuk Perilaku Berilmu 1) Perikaunya berdasarkan akal sehat. Orang yang memiliki ilmu pengetahuan dalam melakukan tindakan sosialnya dalam kehidupan sehari-hari, perilakunya selalu didasarkan pada akal sehat. Ia akan mendahulukan akal budinya dari pada emosi dan hawa napsunya. Akal sehatlah yang dapat membedakan kebenaran dari kesalahan, kenaikan dari keburukan. Perbuatan dan ucapan yang didasarkan pada akal sehat, tentu akan dapat mendatangkan banyak manfaat baik bagi pelakunya maupun bagi orang lain. 2) Perilakunya berdasarkan ilmu pengetahuan Ilmu pengetahuan merupakan modal utama dalam meraih kebahagiaan hidup, baik di dunia maupun di akhirat. Suatu pekerjaan yang dilakukan tidak berdasarkan ilmu, hanya dapat mendatangkan kemudaratan. Bahkan lebih dari itu, dapat mendatangkan malapetaka bagi pelakunya dan orang lain. Perilaku yang berdasarkan ilmu pengetahuan sungguh tidak akan mendatangkan kerugian. Sebab ilmu akan membimbing dan mengarahkan pemiliknya pada jalan menuju kebenaran dan kebaikan. 3) Perilakunya tidak menyimpang dari aturan hukum dan tradisi. Dengan ilmu dan akal sehatnya seorang yang berilmu akan selalu bersikap dan berperilaku hati-hati, agar tidak melanggar aturan hukum dan tradisi yang berlaku. Orang yang memiliki ilmu dan pengetahuan tentu tidak mau melanggar peraturan-peraturan tersebut, baik peraturan yang dibuat oleh sesama manusia maupun peraturan yang dibuat oleh Allah swt. b. Contoh Perilaku Berilmu 1) Seorang siswa MTs kelas 9 yang sebentar lagi akan menghadapi Ujian Akhir, dengan akan sehatnya menolak ajakan teman-temannya untuk bermain dan berhura-hura. 2) Seorang bapak-bapak yang sedang sakit, dengan akal sehat dan ilmunya menolak ajakan untuk berobat ke dukun. 3. Nilai-nilai Positif dari Berilmu dalam Fenomena Kehidupan a. Dapat membedakan mana yang benar dan mana yang slah, mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang halal dan mana yang haram, mana perintah mana larangan dan sebagainya. b. Dapat hidup dengan terang benderang, ringan dan penuh kenyamanan sebab ilmu menyinari pemiliknya sepanjang dimanfaatkan di jalan yang baik dan benar
Materi Akidah Akhlak Kelas 9 Semester 1 MTs.Tanjung Pokok Bahasan Akhlak Terpuji Kepada Diri Sendiri

2 c. Dapat menghindari berbagai kesalahan dan perbuatan buruk lainnya, yang akan mendatangkan kerugian dan malapetaka, baik bagi pelakunya maupun masyarakat lingkungannya. d. Semua perbuatan dan tindakan berdasrkan ilmu pengetahuan dapat mendatangkan manfaat dan kebaikan bagi orang lain. Sebab dengan ilmu segala sesuatu akan bermanfaat. e. Mendapat tempat dan kedudukan yang terhormat. Dimana dan kapanpun, di dunia ini orang yang berilmu pasti mendapat temat dan kedudukan yang terhormat. Karena ilmunya seseorang menjadi dihormat, oleh ilmunya seseorang menjadi dihargai, dengan ilmunya pula ia mampu melakukan sesuatu yang berguna. f. Mendapat dua keuntungan dan kehormatan sekaligus, kehormatan di mata manusia dan dihadapan Allah swt. 4. Terbiasa Berperilaku Berilmu dalam Kehidupan Sehari-hari a. Tanamkan keimanan dan ketaqwaan yang kuat dalam hati agar hidup selalu mendapat bimbingan dan petunjuk dari Allah swt. b. Tumbuhkan sikap cinta ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu-ilmu yang alam agar tumbuh pula semangat belajar yang tinggi, tekun, rajin dan ulet dalam belajar. c. Jadikan buku sebagai sahabat tempat bertanya dan menimba ilmu pengetahuan dengan cara membacanya secara cermat dan teratur d. Hadapi segala sesuatu dengan sikap objektif, rasional dan kepala dingin, sehingga tidak terbawa oleh hawa napsu yang cenderung mendatangkan kerugian dan malapetaka e. Berdoalah kepada Allah swt. Agar diberi kekuatan untuk menjadi orang yang berilmu. B. KERJA KERAS 1. Pengertian dan Pentingnya Kerja Keras a. Pengertian Kerja Keras Kerja keras artinya melakukan suatu usaha atau pekerjaan secara terus menerus tanpa mengenal lelah. Pengertian lain kerja keras adalah suatu tindakan atau perbuatan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan serius sampai tercapai suatu tujuan. Pepatah arab mengatakan:

َ ‫َ ْ َ ّ َ َ َ َ َ ْ َ َ َ َص‬ ‫من جد وجد ومن حرك و َل‬
“Barangsiapa yang sungguh-sungguh (kerja keras), niscaya akan berhasil, dan barangsiapa yang bergerak (berjalan), niscaya akan sampai”. b. Pentingya Kerja Keras Islam menganjurkan umatnya agar mau bekerja keras dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebaliknya Islam membenci umatnya yang hanya berpangku tangan, malas-malasan dan tidak mau bekerja mencari nafkah. Selain bekerja keras, kita juga harus berdo’a kepada Allah agar apa yang diinginkan dapat terkabul. Bekerja adalah usaha lahir yang harus dilakukan manusia (Syari’at), sedang berdo’a adalah ikhtiar batin yang harus dilakukan manusia (hakikat). Pentingnya bekerja keras dan berdo’a disebabkan antara lain: 1) Manusia sadar akan kebutuhan hidupnya yang harus dipenuhi, agar hidup menjadi bahagia, baik di dunia maupun di akhirat. 2) Manusia dituntut untuk bersikap kreatif dan rajin bekerja, sebab tanpa bekerja seseorang tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. 3) Manusia menyadari bahwa tidak ada rejeki dan kebahagiaan yang datangnya dari langit, melainkan harus diraih dengan kerja keras, banting tulang, dan peras keringat. 4) Manusia menyadari bahwa ada kekutan lain di luar kekutan yang dimilikinya, sehingga hasil dari kerja kerasnya harus dipasrahkan sepenuhnya kepada keagungan Allah swt. Oleh karena itu manusia wajib berdo’a atas semua kerja kerasnya. 5) Manusia semakin kuat keimanannya, karena disamping bekerja kerasnya juga kepasrahannya kepada kehendak terbaik Allah swt. 6) Manusia tidak memilih salah satunya, bekerja atau berdo’a, melainkan kedua-duanya sangat penting dilakukan. Bekerja keras terlebih dahulu, kemudian berdo’a memohon perlindungan dan keberhasilan. 2. Bentuk dan Contoh Kerja Keras a. Bentuk Kerja Keras
Materi Akidah Akhlak Kelas 9 Semester 1 MTs.Tanjung Pokok Bahasan Akhlak Terpuji Kepada Diri Sendiri

3 1) Melakukan setiap pekerjaan dengan sungguh-sungguh, sepenuh hati dan dengan niat ibadah karena Allah. 2) Tidak mudah patah semangat dalam melakukan setiap pekerjaan, seberat dan sesulit apapun pekerjaan yang dihadapinya. 3) Melakukan pekerjaan tidak tergesa-gesa, sebab pekerjaan yang dilakukan dengan tergesa-gesa tidak mendatangkan hasil yang baik dan optimal. 4) Tidak meremehkan setiap pekerjaan yang hanya akan mendatangkan sikap malas dan jenuh dalam bekerja, melainkan sebaliknya semua pekerjaan dipandang serius sehingga harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. 5) Mencintai pekerjaan yang dilakukannya sehingga bekerja dengan sepenuh hati. b. Contoh Kerja Keras 1) Seorang anak MTs yang ayahnya hanya tukang bakso keliling, punya cita-cita ingin menjadi sarjana ekonomi yang sukses. Demi meraih citacitanya anak tersebut sudah mempersiapkan dirinya sejak sekolah di MTs, dengan cara membantu ayahnya berdagang bakso keliling di luar waktu belajar. Sesudah duduk di bangku aliyah bahkan perguruan tinggi dia sudah berani dan bekerja keras berjualan bakso secara mandiri. Alhasil dengan kerja kerasnya dia dapat menyelesaikan kuliahnya, bahkan telah diterima bekerja di perusahaan ternama di kota ini. 2) Annisa adalah seorang anak MTs yang ayahnya bekerja sebagai buruh pabrik dan ibunya sakit lumpuh. Dia punya cita-cita ingin menjadi bidan. Dia berani dan sanggup bekerja keras dengan tanpa ada rasa malu untuk meraih cita-citanya dengan belajar membuat makanan ringan untuk dijual diwarung-warung yang ada di daerahnya. Dengan semangat kerja kerasnya alhasil dia bisa melanjutkan studinya dan berhasil menjadi seorang bidan. 3. Nilai-nilai Positif dari Kerja Keras dalam Fenomena Kehidupan a. Memiliki keimanan yang kuat dalam hati, sehingga tidak mudah tergoda oleh bisikan dan rayuan setan, ketika menjalankan sesuatu pekerjaan. b. Memiliki kesabaran yang kuat sehingga tidak tergesa-gesa. Tergesagesa merupakan pekerjaan setan yang harus dihindari. Selain itu, setiap pekerjaan memerlukan ketekunan dan ketelitian, agar mendapatkan hasil yang baik. c. Memiliki keyakinan dalam hati bahwa bekerja yang baik sesuai ajaran Islam termasuk ibadah, yang kelak akan mendapat pahala dari Allah swt. d. Senantiasa berusaha sebisa mungkin agar pekerjaan tidak menyimpang dari ajaran Islam, sehingga selain mendapatkan hasil yang bagus juga tidak melanggar aturan agama. e. Selalu waspada dan bersikap hati-hati dalam bekerja, agar tidak mendatangkan kerugian, baik bagi diri sndiri maupun orang lain. 4. Terbiasa berperilaku kerja keras dalam kehidupan sehari-hari. Untuk dapat membiasakan diri bersikap bekerja keras, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. Biasakan bergaul dengan orang-orang yang mempunyai perilaku kerja keras. Sebaliknya hindari pergaulan dengan mereka yang memiliki perilaku pemalas dan penghayal berat. b. Selalu ingat dan berpegang teguh pada aturan dan tata cara bekerja yang baik menurut ajaran Islam, agar dalam melakukan suatu pekerjaan tidak menyimpang atau melanggar ketentuaj agama. c. Biasakan bersikap terbuka akan masukan, kritik, teguran atau nasihat dari pihak manapun yang tujuannya baik, terutama yang mengingatkan ketika kita lupa. d. Selalu menjaga diri dari sikap tercela, baik ketika bekerja maupun di luar waktu bekerja, sehingga akhlak seorang beriman akan tetap terjaga dari perbuatan keji dan munkar. e. Selalu bersedia mengingatkan orang lain yang sedang lupa atau salah melanggar aturan kerja, seraya melakukannya dengan cara-cara yang santun dan terhormat. f. Panjatkan do’a kepada Allah, agar diberi kekutan dapat bersikap perilaku kerja keras dalam menjalani kehidupan. Sebab tidak ada kebahagiaan yang datang dari langit tanpa ada usaha dan kerja keras. g. Mulailah membiasakan diri bersikap perilaku kerja keras dari sekarang, agar kelak setelah dewasa menjadi orang yang sukses. C. KREATIF 1. Pengertian dan Pentingya Kreatif
Materi Akidah Akhlak Kelas 9 Semester 1 MTs.Tanjung Pokok Bahasan Akhlak Terpuji Kepada Diri Sendiri

4 a. Pengertian Kreatif Kreatif artinya sikap terampil dan cekatan yang membuat seseorang tidak mau berpangku tangan atau bermalas-malasan. Seorang yang kreatif selalu berusaha dan bekerja untuk mendapatkan sesuatu yang bermanfaat, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain

        
“perbuatlah apa yang kamu kehendaki; Sesungguhnya Dia Maha melihat apa yang kamu kerjakan. Pentingnya Kreatif 1) Membuat seseorang menjadi tidak malas dan tidak mau bergantung kepada orang lain 2) Membuat suatu benda yang semula kurang berharga atau bahkan tidak dihargai menjadi bernilai tinggi di tangan seseorang 3) Menatap masa depan secara terang dan gemilang, sebab semua yang ada di sekelilingnya dipandang sebagai potensi yang dapat digunakan untuk meraih kesuksesan hidup 4) Dapat meningkatkan daya juang yang tinggi dalam meraih kesuksesan. Sebab, perilaku kreatif dapat mendorong seseorang lebih cepat meraih kemajuan dan keberhasilan. 2. Bentuk dan Contoh Kreatif a. Bentuk Kreatif 1) Tidak Malas Malas merupakan penyakit yang sangat berbahaya, terutama bagi para generasi muda. Sebab sikap perilaku malas itu dapat menghilangkan sikap perilaku kreatif, sikap mau bekerja keras, sikap semangat juang yang pada akhirnya mendatangkan penyesalan. Bagaimanapun sikap malas tidak akan membawa keberuntungan, oleh sebab itu seorang yang kreatif selalu berusaha menjauhi sikap malas, bahkan menghindari dan membuangnya sama sekali dalam kehidupannya. 2) Tidak mudah putus asa Putus asa merupakan sikap perbuatan keji yang harus dihindari oleh setiap muslim. Orang yang memiliki sikap kreatif, senantuasa berjiwa kuat dan tegar tidak mudah putus asa. Seberat apapun masalah dan kesulitan yang dihadapi, selalu diterimanya dengan lapang dada. Bahkan semakin banyak dan berat suatu masalah yang menimpanya, ide kreatifnya semakin cemerlang untuk kemudian melakukan yang terbaik bagi dirinya dan orang lain. Seorang kreatif anti putus asa, sebab putus asa selain merupakan perbuatan dosa, juga tidak akan menyelesaikan masalah. 3) Berwawasan luas Seorang yang berperilaku kreatif niscaya memiliki wawasan yang luas. Wawasan ialah pandangan yang didasarkan pada pengetahuan dan pengalaman. Semakin banyak pengetahuan seseorang akan semakin luas wawasannya, begitu pula semakin banyak pengalaman seseorang, niscaya semakin luas pula wawasannya. Seorang yang berperilaku kreatif selalu berupaya menambah wawasannya, menambah ilmunya, dan menambah pengalamannya. b. Contoh kreatif 1) Ahmad adalah anak dari keluarga kurang mampu secara ekonomi. Ayah dan ibunya seorang buruh tani yang penghasilannya pas-pasan. Pembayaran SPP disekolahnya selalu menunggak, karena penghasilan orang tuanya tidak mencukupi. Untuk membantu meringankan beban orang tuanya ahmad melakukan tindakan kreatif, yaitu dengan cara mencari kayu bakar di hutan, kemudian kayu bakar tersebut dijual kepada yang membutuhkan, dan uangnya dipakai untuk biaya sekolahnya. 3. Nilai-nilai positif dari kreatif dalam fenomena kehidupan 1) Sikap rajin dan sungguh-sungguh Orang yang berperilaku kreatif, merupakan orang yang rajin dan sungguh-sungguh dalam melakukan suatu pekerjaan. Apapun yang dilakukannya selalu membuahkan hasil yang bermanfaat baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. 2) Berjiwa besar Berjiwa besar artinya dapat menerima suatu kenyataan, sepahit apapun tanpa mencari kambing hitam atau menyalahkan orang lain. Seseorang yang kreatif adalah seseorang yang memiliki
Materi Akidah Akhlak Kelas 9 Semester 1 MTs.Tanjung Pokok Bahasan Akhlak Terpuji Kepada Diri Sendiri

b.

5 sikap jiwa besar, sehingga tidak memandang suatu masalah dari sebab-sebabnya, melainkan bagaimana jalan keluarnya. Baginya tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan, seberat apaun. Hal ini disebabkan manusia telah diberi akal dan hati untuk berpikir dan merenung dalam mencari jalan keluar (solusi) yang tepat bagi masalah tersebut yang sedang dihadapi. Dengan demikian, sikap jiwa besar terkandung dalam sikap terpuji kreatif. 3) Cerdas Ide-ide kreatif hanya dapat tumbuh dari kecerdasan akal dan pikiran. Kecerdasanlah yang membuat seseorang memiliki ide-ide cemerlang dan brilian, yang disebut dengan ide kreatif ide tersebut kemudian membentuk sikap kreatif, dan pada akhirnya melahirkan perilaku dan perbuatan yang kreatif pula. 4) Pantang menyerah Pantang menyerah artinya siap menerima segala tantangan dan hambatan, dan tidak akan mundur menerima kenyataan/suatu maslah. Seorang kreatif, suatu masalah bukanlah hambatan yang membuatnya harus menyerah atau mundur, melainkan suatu kesempatan untuk semakin meningkatkan sikap kreatifnya. Dengan kata lain, semakin berat masalah yang dihadapinya semakin meningkat kreatifitasnya. 5) Bersikap cermat Cermat dapat diartikan sebagai sikap cakap dan trampil dalam menentukan sesuatu. Sikap cermat merupakan sikap terpuji yang amat penting dimiliki oleh seorang muslim yang kreatif. Tanpa sikap cermat, niscaya seseorang dapat terjerumus ke dalam jurang kehancuran. Sikap cermat tidak hanya dibutuhkan ketika menghadapi masalah, tetapi juga dalam kehidupan seharihari. 4. Terbiasa berperilaku Kreatif dalam kehidupan sehari-hari. 1) Tanamkan keimanan dan ketaqwaan yang kuat dalam hati agar hidup selalu dalam bimbingan dan perlindungan Allah swt. 2) Perbanyak bergaul dengan orang yang memiliki perilaku kreatif, sehingga dapat mengasah otak dan pikiran kita menjadi lebeih cemerlang dan kreatif dalam menghadapi kehidupan. 3) Perbanyak membaca dan belajar, baik dengan cara membaca buku maupun dengan cara bergaul dengan mereka yang berperilaku kreatif. 4) Tanamkan keyakinan bahwa hidup ini akan terasa mudah dan menyenangkan bagi orang yang kreatif dan pekerja keras. 5) Mulailah membiasakan diri berperilaku kreatif sejak masih kecil, agar kelak menjadi orang yang sukses. D. PRODUKTIF 1. Pengertian dan Pentingya Produktif a. Pengertian Produktif Produktif dapat diartikan sebagai sikap ingin terus berkarya atau menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. Bagi orang yang memiliki perialku produktif, tidak ada kata berhenti atau menganggur. Sebab sesungguhnya banyak hal yang dapat dikerjakan dan akan mendatangkan manfaat bagi kehidupannya, asalkan dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati.

‫)َال النبي صلى ال عليه وسلم :خيرالناس انفعهمْ للناس )رواه احمد‬ ِ ّ ِ ُ ُ َ ْ َ ِّ ُ ْ َ َ َّ َ ِ ْ ََ ُ ّ َ ّ ِ ّ َ ‫ق‬
“Rasulullah saw. Bersabda, “sebaik-baik manusia adalah orang yang memberikan manfaat bagi orang lain (H.R.Ahmad) b. Pentingnya Perilaku Produktif 1) Mendorong manusia untuk meraih kemajuan terus menerus, sebab perilaku produktif menuntun pemiliknya senantiasa berkarya dan bekerja tanpa mengenal lelah. 2) Menolong manusia untuk selalu bekerja dan berkarya yang dapat mendatangkan manfaat bagi dirinya dan masyarakat lingkungannya, sehingga kehadiran seorang produktif sangat dinantikan oleh semua orang. 3) Dapat melakukan sesuatu yang tidak atau belum tentu dapat dilakukan oleh orang lain, sebab hanya seorang produktiflah yang mau melakukan sesuatu tanpa memperhitungkan untung rugi, melainkan berdasrkan nilai manfaat atas perbuatan yang dilakukannya. 2. Bentuk dan Contoh Produktif a. Bentuk Perilaku Produktif 1) Semangat kerja keras
Materi Akidah Akhlak Kelas 9 Semester 1 MTs.Tanjung Pokok Bahasan Akhlak Terpuji Kepada Diri Sendiri

6 Kerja keras artinya bekerja dengan sekuat tenaga dan daya yang dimiliki, pantang menyerah dalam menghadapi berbagai rintangan dan hambatan, tidak berputus asa dalam menghadapi kesulitan, dan tidak menyesali kegagalan pada masa lalu. 2) Pandai menggunakan waktu dan kesempatan Bagi seorang yang memiliki sikap produktif, tidak ada waktu yang berlalu dengan sia-sia, tanpa arti dan tidak berguna. Waktu adalah peluang dan kesempatan yang harus digunakan dengan sebaik-baiknya, agar dapat mendatangkan kebaikan dan kemaslahatan bagi kehidupan dirinya dan masyarakat luas. 3) Berjiwa pengabdi Seseorang yang memiliki sikap produktif tidak akan menghitung untung rugi dalam setiap melakukan pekerjaan. Baginya bekerja merupakan pengabdian yang tulus untuk mendatangkan suatu kebaikan dan manfaat, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. 4) Berazaz manfaat Berazaz manfaat artinya suatu pandangan yang menganggap bahwa segala sesuatu termasuk kehidupannya harus memberikan manfaat kepada orang banyak. Bagi seseorang yang bersikap produktif segala sesuatu harus dinilai dari segi manfaatnya, termasuk dalam menggunakan waktu dan kesempatan, melakukan suatu pekerjaan dan sebagainya. Jadi apa yang dilaukannya selalu mendatangkan manfaat bagi dirinya dan bagi orang lain. b. Contoh Perilaku Produktif 1) Mahmud adalah siswa MTs kelas 9, dia aktif diberbagai bidang di sekolahnya. Ditengah-tengah kesibukannya Mahmud masih bisa menyisihkan sebagian waktunya untuk berkarya, yaitu membuat hiasan untuk gantungan kunci dari ayaman dan ukiran. Hasil karyanya di sukai oleh teman-temannya, bahkan gurunya sendiri banyak yang memesannya. 3. Nilai-nilai positif dari Perilaku Produktif dalam fenomena kehidupan a. Mendatangkan manfaat bagi dirinya dan orang lain Seorang yang berperilaku produktif selalu melakukan pekerjaan yang dapat mendatangkan manfaat dan kebaikan, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. Hidupnya tidak lepas dari suatu pekerjaan dan karya, tidak mengenal istilah berhenti atau berputus asa. b. Terhindar dari sikap pemalas Orang yang memiliki sikap perilaku produktif, pastilah seorang yang kreatif dan pekerja keras. Oleh sebabitu, niscaya dirinya terhindar dari sikap malas dan berpangku tangan sikap produktif dapat mendorong pemiliknya selalu bersemangat dalam bekerja atau belajar, tidak mudah menyerah, apalagi berputus asa. c. Ikhlas beramal Perbuatan yang tidak dilandasi dengan rasa ikhlas, niscaya tidak akan menghasilkan sesuatu yang terbaik bagi pelakunya, dan begitu pula bagi orang lain. Sebab tanpa keikhlasan, pekerjaan tidak akan sempurna dan tidak pula mendatangkan kebaikan d. Dapat menggunakan waktu dan kesempatan “ kesempatandatangnya Cuma sekali”. Artinya orang yang tidak menggunakan kesempatan tidak akan menemukan lagi pada kesempatan dikemudian hari. Di mata orang produktif, hidup ini merupakan kesempatan yang juga datangnya suma sekali. Alangkah meruginya jika tidak dipergunakan untuk mengerjakan berbagai kebaikan, yang dapat mendatangkan manfaat bagi dirinya dan orang lai. 4. Terbiasa berperilaku Produktif dalam kehidupan sehari-hari. a. Tanamkan keimanan dan ketaqwaan yang kuat dalam hati, agar hidup selalu dalam lindungan Allah swt. b. Perbanyak bergaul dengan orang-orang yang memiliki perilaku produktif agar dapat meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari. c. Hindari bergaul dengan mereka yang perilakunya pemalas, penghayal, dan suka hura-hura, sebab hanya akan mendatangkan kerugian. d. Manfaatkan waktu dan kesempatan jangan sampai berlalu sia-sia, sebab keduanya hanya datang satu kali menghampiri kita. Waktu hari ini berbeda dengan hari kemarin dan hari esok, begitu pula kesempatan jarang yang datang dua kali. e. Berdoalah kepada Allah. Agar diberi kekuatan untuk senantiasa berperilaku produktif, supaya hidup lebih berarti dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Materi Akidah Akhlak Kelas 9 Semester 1 MTs.Tanjung Pokok Bahasan Akhlak Terpuji Kepada Diri Sendiri

7

MATERI

AKIDAH AKHLAK
KELAS 9 SEMESTER I POKOK BAHASAN AKHLAK TERPUJI KEPADA DIRI SENDIRI SUB POKOK BAHASAN BERILMU, KERJA KERAS, KREATIF, PRODUKTIF

Oleh: SIROJUDIN, S.Pd.I

Materi Akidah Akhlak Kelas 9 Semester 1 MTs.Tanjung Pokok Bahasan Akhlak Terpuji Kepada Diri Sendiri

8

MADRASAH TSANAWIYAH TANJUNG KAWALU KOTA TASIKMALAYA 2010/2011

] Pembahasan Tujuan Pendidikan Islam

Pendidikan Islam merupakan nama sistem, yaitu pendidikan yang Islam, yang memiliki komponen-komponen yang secara keseluruhan mendukung terwujudnya sosok muslim yang ideal. Pendidikan Islam dipahami dan dikembangakan serta disusun dari ajaran dan nilai-nilai fundamental yang terkandung dalam al-Quran dan Hadis. Dengan makna lain, pendidikan yang dipahami dan di kembangkan dari atau disemangati serta dijiwai oleh ajaran dan nilai-nilai fundamental yang terkandung dalam sumbernya, yaitu al-Quran dan Hadis.8 Dalam pengertian ini pendidikan Islam dapat terwujud pemikiran dan teori pendidikan yang mendasarkan diri atau dibangun dan dikembangkan dari sumber tersebut. Secara umum tujuan pendidikan Islam mengacu pada al-Quran surat al- Zariyah ayat 56, sebagai berikut :” Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melaikan supaya mereka menyembah –Ku”. Yaitu menciptakan manusia sebagai insan pengabdi khaliknya, maupun menbagun dunia konsep yang telah ditetapkan Allah Swt. Tujuan pendidikan Islam bila dilihat secara histories, mengalami dinamika seirama kepentingan dan masyarakat di mana pendidikan itu dilakasanakan. Contoh tujuan pendidikan Islam pada masa Rasul dengan dinamika masyarakat yang sederhana, berbeda jauh dengan tujuan pendidikan Islam pada abad ke 1V, apalagi dengan keadaan saat ini. Perkembangan inilah yang menyebabkan tujuan pendidikan Islam secara khusus mengalami dinamika seiring perkembangan zaman.9 Abdul Munir Mulkhan menyatakan , bahwa tujuan pendidikan Islam itu proses pengaktualan akal peserta didik yang secara teknis dengan kecerdasan terampil, dewasa, dan berkepribadian muslim paripurna. Memiliki kebebasan berekreasi dengan tetap menjaga nilai kemanusiaan yang ada apa diri manusia untuk dikembangkan secara proposional Islam.10 Munir mengartikan pendidikan Islam adalah kegiatan insaniyah, memberi atau menciptakan perluang untuk teraktualkannya akal potensial menjadi akal aktual atau diperolehnya pengetahuan yang baru. Sesuai dengan karakteristik manusia seperti disebutkan sebelumnya, maka pendidikan Islam berusaha mengembangkan semua aspek dan daya yang ada apa manusia secara seimbang. Pendidikan yang oleh al-Akad disebut sebagai pendidikan yang tidak melebihkan salah satu unsur sehingga mengurangi hak unsur lainya.” Dengan mengembangkan semua aspek (badan ,’aql dan qalbu) pendidikan Islam bukan Yunani kuno yang mengutamakan pendidikan fisik dan bukan pendidikan agnotisisme yang mengutamakan pendidikan Islam bukan pendidikan sufisme, bukan pula pendidikan
Materi Akidah Akhlak Kelas 9 Semester 1 MTs.Tanjung Pokok Bahasan Akhlak Terpuji Kepada Diri Sendiri

9

rabbaniyah dan bukan pula pendidikan wujududiah ( keduniaan semata) akan tetapi pendidikan serekla secarah seimbang. Pendidikan Islam sangat menghargai fungsi akal merupakan keajaiban anugerah Tuhan yang tercanggi di abad ini yang harus difungsikan secara maksimal. Dengan mengacu kepada ayat al-Quran surat al-An’am ayat 125 sebagai berikut: ”Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agamanya) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki kelangit. Begitulah Allah menimpahkan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman”. Begitu juga hadis yang diriwayatkan ibnu Majah dan Thabrani yang artinya sebagai berikut: ”Tidak ada kemelaratan yang lebih parah dari kebodohan dan tidak ada harta dan kekayaan yang lebih bermanfaat dari kesempurnaan akal. Tidak ada kesendirian yang lebih terisolir dari ujub (rasa angkuh) dan tidak ada tolong menolong yang lebih kokoh dari musyawarah. Tidak ada kesemournaan akal melebihi perencanaan ( yang baik dan matang) dan tidak ada kedudukan yang lebih tinggi dari akhlak yang luhur. Tidak ada wara’ yang lebih baik daripada menjaga diri (memelihara kehormatan diri) dan tidak ada ibadah yang paling mengesankan dari tafakur (berpikir), serta tidak ada iman yang lebih sempurnah dari sifat malu dan sabar” . Akal adalah unsur pokok yang mendasari manusia. Tanpa akal proses belajar mengajar dan belajar dari pengalaman baru tidak akan dapat peran. Manusia diberi kekhusususan akal yang dapat membedakan antara baik dan buruk, salah dan benar. Dari beberapa ungkapan tujuan pendidikan Islam di atas terlihat bahwa tujuan pendidikan Islam lebih berorientasi kepada nilai-nilai luhur dari Tuhan yang harus diinternalisasikan ke dalam diri anak didik lewat proses pendidikan. Quantum Learning Perspektif Pendidikan Islam Quantum learning dalam perspektif pendidikan Islam sangat relevan dan merupakan bagian dari tujuan pendidikan Islam yang luhur, terutama dalam menghargai dan mendepankan potensi-potensi kepribadian manusia secara kesekuruan yang meliputi intelektual, spiritual, emoso dan fisik Sehingga baik untuk melaksanakan tujuan kehadirannya di sisi Tuhan sebagai hambah Allah dan wakil-Nya di muka bumi. Quantum learning berfungsi sebagai media yang menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan potensi akal manusia seoptimal mungkin. Sebab pada dasarnya quantum learning tidak be rtentangan dengan proses pelaksanaan pendidikan Islam. Karena quantum learning merupakan seperangkat metode dan falsafah belajar yang terbukti untuk kalangan semua umur dan kondusif bagi tercapainya gairah dan minat belajar. Quantum merupakan salah satu pencepatan belajar untuk dapat menguasai keilmuan dalam proses pendidikan. Karena proses pendidikan tidak akan berhasil tanpa sebuah metode, metode akan dipahami oleh pendidik Keilmuan dapat dimiliki oleh kurikulum yang ditawarkan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang ditetapkan. Untuk itu saatny metode quantum learning menjadi salah satu keterampilan yang dikuasai guru yang pada gilirannya harus mampu ditransfer pada anak didik. Kemanpuan metode quantum learning diharapkan manpu dikuasai oleh pendidik, untuk diharapkan beberapa saran antara lain: pertama, quantum learning Harus dikuasai guru dalam mentransfer ilmu pada dijadikan metode pembelajaran di sekolah. Ketika,quantum learning harus di pahami sebagai “belajar kembali cara belajar”. Manfaat yang diambil dari penggunaan metode ini adalah:pertama, mengefektifkan kemampuan penyerapan informasi baru dengan lebih cepat. Kedua, membentuk perencanaan lebih terarah, rasional, dan mudah disesuaikan dengan perubahan
Materi Akidah Akhlak Kelas 9 Semester 1 MTs.Tanjung Pokok Bahasan Akhlak Terpuji Kepada Diri Sendiri

10

baru.Keempat, mengoptimalkan seluruh kemampuan otak untuk pemecahan masalah dengan cara menyenangkan. Simpulan Dengan mengetahui bagaimana otak bekerja, seharusnya kita bisa membatu diri sendr, serta siapapun yang bermaksud meningkatkan efektivitas penggunaan sel otak, sehingga semakin cerdas dari hari ke hari.Bila tingkat kecerdasan seseorang merupakan sesuatu yang subjektif, namun itu dapat menjadi suatu yang subjektif, namun itu dapat menjadi suatu latioan yang sangat berguna untuk menyelidiki apa yang di sebut dengan batas kecerdasan seseorang, yang pada kenyataan sama sekali tidak ada batasan. Di dalam ajaran Islam akal menepati posisi yang penting bagi perkembangan fitrah manusia. Maka pendidikan akal pun menjadi salah satu tujuan dari tujuan-tujuan pendidikan Islam. Pendidikan Islam sangat menghargai fungsi akal di mana dalam quantum learning akal memperoleh tempat yang tinggi untuk dikembangkan. Dengan akal manusia dapat berbuat yang terbaik untuk dirinya dalam rangka mengaktualisasikan dirinya sebagai hamba Allah Swt. Dan sekaligus sebagai khalifah di muka bimi yang berfungsi mengelola bumi.***

Materi Akidah Akhlak Kelas 9 Semester 1 MTs.Tanjung Pokok Bahasan Akhlak Terpuji Kepada Diri Sendiri

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->