P. 1
menulis

menulis

|Views: 48|Likes:
Published by Satriyo Widodo
semoga bermanfaat
semoga bermanfaat

More info:

Published by: Satriyo Widodo on Jun 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/30/2012

pdf

text

original

TEORI PEMBELAJARAN BAHASA

BAB 1 IHWAL TEORI PEMBELAJARAN BAHASA 1.1 Rasional Ciri – ciri dunia modern ialah muncul dan berkembangnya teori – teori dalam semua bidang sebagai hasil pemikiran dan penelitian. Dahulu nenek moyang manusia tidak pernah atau jarang berteori dalam menghadapi atau mengerjakan sesuatu. Mereka biasanya langsung praktik dengan metode coba dan gagal, lalu perbaiki.akan tetapi kita hidup dalam dunia modern, karena itu berteori dalam hal pembelajaran bahasa bukanlah sesuatu yang mengada – ada. Walaupun berbahasa itu merupakan fitrah manusia, dalam dunia modern ini kemampuan berbahasa seseorang dapat ditingkatkan melalui pembelajaran berbahasa, yang pada tujuan akhirnya akan meningkatkan taraf hidup bagi manusianya sendiri. Untuk mendapat model pembelajaran bahasa yang baik itu perlu dicari rujukan teorinya . dengan berbagai teori pembelajaran proses belajar mengajar bahasa yang baik dan tepat itu perlu diciptakan.

1.2 pengertian dan ragam teori pembelajaran bahasa teori pembelajaran bahasa atau teori belajar bahasa adalah teori mengenai bagaimana manusia mempelajari bahasa , dari tidak bisa berkomunikasi antar sesama manusia dengan medium bahasa menjadi bias berkomunikasi dengan baik. Kegiatan ini dilakukan manusia mulai lahir sampai dewasa. Selanjutnya para ahli memiliki kesimpulan dengan berbagai penelitian yang

ada,diantaranya : 1. hanya manusia yang berbahasa atau berkomunikasi dengan menggunakan bahasa.

2. Manusia tidak dilahirkan langsung berbahasa. Manusia hanya diberi kemampuan untuk berbahasa, dan mereka mengembangkan kemampuan mereka. 3. Bahasa adalah media utama manusia untuk berkomunikasi antara manusia yang satu dengan manusia yang lainya.
4. Teori artinya himpunan konsep,pengertian,hasil pemikiran dan penelitian untuk

menjelaskan sesuatu secara ilmiah dan diperoleh secara umum dan khusus. Batasan lain mengatakan, teori adalah suatu himpunan pengertian atau konsep yang saling berkaitan yang menyajikan pandangan sistematis tentang gejala-dengan menetapkan hubungan yang ada diantara variable – variable dengan tujuan untuk menjelaskan serta meramalkan gejala – gejala tersebut. (kerlinger, 1973:9)

Ragam pembelajaran bahasa dibagi menjadi dua yaitu : 1. Pembelajaran Bahasa Pertama Pembelajaran bahasa pertama adalah pembelajaran yang berhubungan dengan bahasa yang mula-mula diperoleh sejak kecil/bayi biasa disebut sebagai bahasa ibu. Dalam melaksanakan pemerolehan bahasa pertama ada beberapa strategi pelaksanaan yang digunakan diantaranya, strategi peniruan (imitasi), strategi produktivitas, strategi umpan balik, dan strategi prinsip operasi. 2. Pembelajaran Bahasa Kedua Pembelajaran bahasa kedua adalah pembelajaran yang behubungan dengan bahasa selanjutnya setelah bahasa pertama, biasanya terjadi pada remaja dan orang dewasa dimana mereka mengembangkan bahasa mereka dengan berbagai cara yang ada dan mengembangkanya.

Beberapa kegunaan teori termasuk teori pembelajaran bahasa :

1. Teori yang benar akan lebih menyempurnakan suatu praktik 2. Teori memperjelas sesuatu, membuat orang mengerti sesuatu, dan member tahu bagaimana mengerjakan sesuatu. 3. Teori mampu merangsang pengetahuan baru dengan jalan memberikan bimbingan ke arah penelitian selanjutnya,misalnya dengan membuat penelitian dengan memanfaatkan berbagai teori yang diperoleh sehingga membuat hasil penelitian menjadi lebih maksimal.

Beberapa teori yang sering dipakai dalam mempelajari bahasa ,telah mengemukakan beberapa teori pembelajaran yaitu : 1. Teori behavioristik Teori ini dimotori oleh B.F. Skinner dengan bukunya Verbal Behavior (1957). Teori ini didasarkan pada teori belajar stimulus – respon . skinner berpendapat bahwa : a. Teori belajar behavioristik ini bersifat empiris, didasarkan pada data yang dapat diamati.
b. Kaum behavioristik menganggap proses belajar pada manusi sama dengan

proses belajar pada binatang dan manusi tidak memiliki potensi bawaan untuk belajar bahasa.
c. Belajar bagi kaum behavioristik adalah proses pembentukan hubungan

assosiatif antara stimulus dan respon yang berulang – ulang sehingga terbentuk kebiasaan. d. Pengkondisian selalu disertai ganjaran sebagai penguatan assosiasi antara stimulus dan respon e. Bahasa adalah prilaku manusia yang komplek diantara diantara perilaku yang lain.

f. Perkembangan bahasa seseorang ditentukan oleh frekuensi dan intensitas latian yang disodorkan. 2. Teori Mentalis Teori ini dimotori oleh noam Chomsky (1959) dengan membahas dan menyerang pendapat Skinner. Berikut ini beberapa catatan mengenai teori pembelajaran menurut teori mentalis : a. Bahasa hanya dapat dikuasai oleh manusia b. Prilaku bahasa adalah sesuatu yang diturunkan c. Pemerolehan bahasa berlangsung secara alami d. Pola perkembangan bahasa sama pada berbagai macam bahasa dan budaya e. Anak sudah dibekali apa yang disebut piranti penguasaan bahasa yang merupakan bawaan dari lahir. f. Aliran mentalis tidak setuju menyamakan proses belajar pada manusia sama dengan yang terjadi pada binatang karena manusia memiliki akal dan pikiran yang komplek sedangkan hewan hanya naluri. g. Belajar bahasa tidak hanya sekedar latihan – latihan mekanistis seperti yang ditonjolkan pada teori behavioristik.

1.3 Sumbangan teori pembelajaran bahasa terhadap proses belajar mengajar bahasa Salah satu kegunaan teori adalah untuk menyempurnakan praktik, dalam hal ini tentu saja praktik belajar dan mengajarkan bahasa, khususnya bahasa Indonesia. Berikut ini beberapa sumbangan yang lebih khusus yang dapat diberikan oleh teoribelajar bahasa terhadap teori pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah :

1. Sumbangan bagi prinsip – prinsip pengajaran bahasa : Prinsip-prinsip pengajaran bahasa adalah kerangka teoritis bagi metode pengajaran yang memebrikan arahan-arahan bagi penyusunan suatu metode yang berkaitan dengan guru dan bahan pelajaran. Sumbangan yang diberikan antara lain : a. Prinsip belajar melalui latihan latihan, banyak latihan merupakan satu – satunya peluang untuk menguasai suatu bahasa b. Prinsip pemecahan masalah yaitu untuk menguasai suatu bahasa dengan baik c. Prinsip pemberian ganjaran yaitu setiap siswa berhasil melakukan hal baik, maka guru akan memberikan pujian atau ganjaran d. Prinsip belajar lebih penting daripada mengajara yaitu yang berperan dalam pembelajaran adalah siswa,guru hanya sebagai pembimbing e. Prinsip dari yang diketahui ke yang belum diketahui yaitu dalam mengajarkan sesuatu guru harus memiliki sesuatu yang sudah dikenal siswa sehingga memudahkan siswa untuk menyerap materi f. Prinsip pemahaman dulu baru penggunaan yaitu penekanan pembelajaran harus dumulai dengan segala hal yang bersifat kognitif

2. Sumbangan bagi teknik teknik pembelajaran bahasa Beberapa metode yang digunakan antara lain : a. Metode langsung dan metode audiolingual b. Metode cara diam yang mengacu pada teori mentalis c. Metode alamiah dan metode respon fisik total yaitu dua contoh metode yang berasal dari teori mentalis yang menggunakan prinsip bahwa belajar harus secara alamiah.

3. Sumbangan bagi bahan pelajaran bahasa Teori belajar bahasa juga memberikan sumbangan berkenaan dengan bahan yang akan diajarkan serta bentuk bahan tersebut yaitu : a. Teori behavioris cenderung mengutamakan penyediaan materi-materi pelajaran bahasa yang sudah disusun sedemikian rupa untuk dijadikan model-model yang akan ditiru siswa melalui berbagai teknik latihan substitusi b. Teknik mentalis cenderung mengutamakan materi-materi otentik yang sesuai dengan penggunaan bahasa yang sebenarya agar bercalan secara alamiah

Ada banyak manfaat yang dapat dipetik dari teori – teori pembelajaran bahasa untuk kepentingan proses belajar mengajar bahasa, siantaranya manfaat bagi prinsip pengajaran, teknik pengajarran, metode pengajaran, dan materi pelajaran bahasa Indonesia

Bab II

PRINSIP,

PENDEKATAN,

METODE

DAN

TEKNIK

PENGAJARAN

BAHASA

INDONESIA

2.1 Rasional Setiap kegiatan,apalagi kegiatan berencana, selalu dilakukan untuk mencapai suatu tujuan. Pengajaran bahasa Indonesia adalah suatu kegiatan berusaha, bertujuan, dan dilakukan dalm suatu ruang lingkup suatu lembaga pendidikan formal. Karena itu , pengajaran bahasa insonesia memerlukan pula pedoman, aturan, prosedur, dan tata cara pelaksanaannya. Pedoman , aturan, prosedur, dan tata cara pelaksanaan inilah yang dalam istilah metodologi pengajaran disebut prinsip, pendekatan, metode, dan tekik pengajaran yang semuanya dimaksudkan untuk mencapai tujuan – tujuan pengajaran bahasa Indonesia.

2.2 Pengertian prinsip, pendekatan, metode, dan teknik pengajaran

2.2.1

Prinsip pengajaran/ pembelajaran Prinsip pengajaran/ pembelajaran yaitu kerangka teoritis sebuah metode pengajaran / pembelajaran. Maksudnya adalah teori – teori yang mengarahkan harus bagaimana sebuah metode digunakan dari segi – segi : a. Bahan – bahan yang akan diajarkan b. Proses belajar mengajarnya c. Guru dan juga siswanya

Landasan yang digunakan dalamprinsip pembelajaran yaitu pemilihan dan penyusunan bahan ajar bahasa yang diajarkan dan peraturan proses belajar mengajarnya. Di dalam pembelajaran terdapat dua prinsip, yaitu prinsip umum dan prinsip khusus. a. Prinsip umum yaitu prinsip – prinsip pengajaran yang berlaku untuk semua bidang studi di suatu sekolah atau program. Contohnya prinsip motivasi, prinsip belajar sambil memahami, prinsip pemecahan masalah dan prinsip perbedaan individual.
b. Prinsip khusus yaitu yaitu prinsip pengajaran yang hanya berlaku untuk satu

bidang studi, misalnya prinsip – prinsip pengajaran bidang studi bahasa Indonesia. Prinsip prinsip itu diantaranya ajarkan bahasa , bukan tentang bahasa, bahasa target bukan sekedar obyek pembelajaran tetapi juga wahana komunikasi di kelas, setiap bahasa memiliki system bahasanya sendiri, untuk itu dalam mempelajari bahasa siswa harus bisa belajar dengan sungguh – sungguh 2.2.2 pendekatan pengajaran

Pendekatan pengajaran (teaching approach) adalah suatu ancangan atau kebijaksanaan dalam memulai serta melaksanaan pengajaran suatu bidang studi yang memberikan arah dan corak kepada metode pengajarannya dan didasarkan pada asumsi yang berkaitan. Fungsi pendekatan bagi suatu pengajaran adalah sebagai pedoman umum dan langsung bagi langkah-langkah metode pengajaran yang akan digunakan. Seperti halnya prinsip pengajaran, pendekatan pengajaran juga terbagi dua. a. Pendekatan umum yaitu pendekatan yang berlaku bagi semua bidang studi di suatu sekolah atau program. Contoh pendekatan umum yang ditetapkan kurikulum antara lain pendekatan cbsa (cara belajar siswa aktif), pendekatan keterampilan proses,

pendekatan spiral, pendekatan tujuan,dan keempat pendekatan tersebut termasuk pendekatan umum. b. Pendekatan khusus yaitu pendekatan yang berlaku untuk satu bidang studi saja misalnya pendekatan khusus bahasa indonesia contohnya pendekatan komunikatif, pendekatan struktural, pendekatan lisan (oral), pendekatan langsung, pendekatan tak langsung, pendekatan alamiah. Dikatakan khusus karena hanya berfokus pada satu bidang pendekatan saja. 2.2.3 Metode pengajaran Metode berarti cara untuk mencapai tujuan. Jadi metode pengajaran dapat diartikan sebagai cara cara menyeluruh dalam mencapai tujuan – tujuan pengajaran. Jadi secara keseluruhan metode pengajaran itu mencakup tiga tahap kegiatan, yaitu kegiatan persiapan, pelaksanaan, dan penilaian. Sama seperti prinsip dan pendekatan, metode pengajaran juga terbagi atas dua bagian,yaitu : a. Metode umum yaitu metode yang digunakan untuk semua bidang studi, contohnya metode ceramah, metode Tanya jawab, metode diskusi, metode ramu pendapat, metode demonstrasi, metode penemuan, metode latihan b. Metode khusus yaitu metode pengajaran masing masing bidang studi, misalnya metode khusus pengajaran bahasa Indonesia. 2.2.4 Teknik pengajaran Teknik artinya cara, cara mengajarkan atau melaksanakan sesuatu. Jadi teknik pengajaran adalah cara – cara melaksanakan pengajaran di kelas pada waktu tatap muka dalam rangka menyajikan dan memantapkan bahan pelajaran agar tercapai tujuan tertentu. Semua seperti prinsip, pendekatan, dan metode, teknik mengajar juga dibagi dua bagian,yaitu :

a. Teknik umum yaitu cara – cara yang digunakan untuk semua bidang studi.

Contohnya teknik ceramah, teknik Tanya jawab, teknik diskusi, teknik ramu pendapat, teknik pemberian tugas, teknik latian, dan lain lain. b. Teknik khusus yaitu cara mengajarkan bahan – bahan pelajaran bidang studi tertentu. Di dalam pengajaran bahasa Indonesia terdapat banyak teknik yang bisa digunakan sesuai kebutuhan dan porsinya. Sebagai contoh teknik membaca, teknik pengajaran menulis, teknik pengajaran berbicara.

Penerapan prinsip, pendekatan, metode dan teknik pengajaran bahasa Indonesia baik di sd,smp,dan smu yang sederajat pada dasarnya sama, yang membuat berbeda hanya pemakaian sesuai porsi yang dibutuhkan untuk menunjang pengajaran bahasa Indonesia.

BAB III SUMBER PEMBELAJARAN BAHASA

3.1 Pengertian sumber belajar bahasa Manusia sebagai makluk social tidak akan pernah lepas dari kebutuhanya akan bahasa. Tanpa bahasa manusia tidak akan saling mengenal, tanpa bahasa manusia tidak akan saling berkomunikasi. Sumber belajar bahasa yaitu segala sesuatu yang dapat mendukung atau menjadi rujukan pemerolehan bahasa seseorang. 3.2 Jenis sumber pembelajaran bahasa

Menurut Spolsky dalam Tarigan (1989: 32 ), pembelajaran bahasa mempunyai tiga sumber utama yaitu, pemberian bahasa, teori pembelajaran bahasa dan teori pemakaian bahasa. Sedangkan sumber jika diliat dari berbagai sumber : 3.2.1 Persona – non persona

a. Persona Manusia merupakan sumber belajar yang utama karena bahasa yang diperoleh digunakan untuk berkomunikasi dengan sesama manusia. Persona atau manusia sebagai sumber belajar berbahasa yang utama ini harus lebih ditingkatkan lagi keberadaanya, artinya peningkatan kemampuan berbahasa itu harus diupayakan sebaik mungkin baik melalui jalur formal maupun non formal. b. Non persona Yaitu factor yang mempengaruhi sumber belajar selain dari manusia melainkan dari sumber – sumber lainya meliputi lingkungan berbahasa dan media perangkat keras. Sudah jelas jika lingkungan sangat mempengaruhi bahasa sumber karena dimana lingkungan si pemakai bahasa maka ia secara tidak langsung akan ikut memakai bahasa yang sering digunakan di lingkungan tersebut. Contoh media perangkat keras yaitu seperti media elektronik seperti televise, karena bahasa yang terdapat di dalam televise ikut mempengaruhi pendengar dalam berbahasa karena memang memiliki nilai lebih tersendiri.

3.2.2

Tertulis – tidak tertulis Sumber bahasa seseorang dapat diperoleh dari sumber yang tertulis maupun tidak tertulis,kedua sumber tersebut sama bermanfaatnya demi menunjang dunia pengajaran. a. Tertulis

Sumber belajar bahasa tertulis adalah segala macam bahan tertulis yang dapat dijadikan sumber pembelajaran bahasa seseorang. Sumber tertulis ini tidak dapat digunakan oleh semua jenjang usia, sumber tertulis tentu saja bermanfaat bagi orang yang dapat membacanya. Sumber tertulis ini beragam bentuknya. Ragam sumber bahasa tertulis yang biasa digunakan dalam pembelajaran bahasa baik formal maupun non formal adalah buku teks, majalah, surat kabar, pamphlet, brosur, dan lain lain. Pada umumnya segala bentuk tertulis dapat digunakan sebagai sumber belajar berbahasa, pemanfaatanya pun kadang bisa disengaja maupun secara tidak sengaja, sesuai kebutuhanya saja. b. Tidak tertulis Yaitu sumber bahasa yang didapat dari media media lain selain media tulis, misalnya berupa informasi yang didapat dari televise, maupun informasi langsung dari keluarga. Sumber belajar bahasa yang tidak tertulis ini biasanya ada hubungan dengan lingkungan pembelajar bahasa dan perangkat keras. Schuman dalam Tarigan (1988 : 286) menyatakan ada tiga fungsi utama bahasa yaitu: • • • fungsi komunikatif, fungsi ekspresif dan fungsi integrative. Ketiga fungsi bahasa tersebut mempengaruhi kemampuan bahasa seseorang, misalnya seseorang dalam berbahasa harus komunikatif agar mendapat tanggapan baik dari lawan bicaranya, fungsi ekspresif dan integrative pun masih sangat berkaitan dengan penggunaan bahasa si lingkungan social. Seseorang tidak mungkin mengekspresikan perasaanya dengan bahasa yang tidak lazim digunakan di lingkunganya. 3.2.3 Waktu pemerolehan bahasa

Manusia menggunakan bahas asecara terus menerus sehingga pemerolehan seseorang akan bahasa tentu secara bertahap. Lingkungan bahasa seseorang selalu mempengaruhi perkembangan kemampuan berbahasa. Berdasarkan waktu pemerolehanya, sumber belajar bahasa dapat dibedakan menjadi tiga yaitu : a. Lingkungan prasekolah b. Lingkungan masa sekolah c. Lingkungan masa dewasa Masa masa pra sekolah adalah masa dimana seseorang belajar bahasa pertama, dan akan terus berkembang melalui lingkungan masa sekolah dan pada akhirnya pada lingkungan masa dewasa. Berbeda dengan sumber belajar yang tercetak sumber belajar yang berasal dari lingkungan ini sangat berpengaruh pada pemerolehan bahasa seseorang. Sumber belajar yang berasal dari lingkungan ini terbagi atas lingkungan alam, lingkungan sosial, dan lingkungan budaya. 3.2.4 Pemakaianya Berdasarkan pemakaiannya sumber belajar bahasa itu dapat diperoleh dari sumber belajar formal dan nonformal. Sumber belajar bahasa formal dapat diperoleh pada acara dan temapat formal. Kedua bahasa tersebut memiliki perbedaan yaitu pada pemakaianya,jika bahasa formal sering digunakan pada kegiatan yang resmi, sedangkan bahasa yang non formal sering digunakan dalam kegiatan yang tidak resmi. Ciri – cirri bahasa non formal antara lain : a. Tidak mementingkan segi tata bahasa b. Sering menggunakan kata kata yang tidak baku c. Komunikatif bagi kelompoknya d. Suasananya santai

Dengan menguasai bahasa nonformal orang akan lebih diterima dalam masyarakat bahasa yang sedang dipelajarinya itu karena banyak orang yang lebih menyukai berbicara dengan bahasa non formal daripada bahasa formal.

3.2.5

Cakupan komunikasi Sumber bahasa itu sangat beragam karena dapat ditinjau dari berbagai segi. Dari segi cakupan informasi, sumber belajar ini dapat dibedakan atas : A. Media massa baik yang berupa media massa cetak maupun media massa elektronik B. Media pribadi yaitu sumber belajar yang bioasanya berbentuk surat pribadi. Surat pribadi biasanya mempunyai bahsa yang otentik. Hal itu karena bahasa yang digunakanya mencerminkan penggunaan bahasa sehari – hari.

3.2.6

Keotentikan

Yaitu keaslian dari bahasa itu sendiri yang biasa digunakan masyarakat pengguna bahasa dalam berkomunikasi. Berdasarkan keotentikan bahasa yang digunakan sumber belajar dapat dibedakan menjadi : a. Sumber yang Otentik Sumber belajar yang otentik adalah sumber belajar yang benar-benar

menggambarkan penggunaan bahasa oleh masyarakat tanpa adanya rekayasa. Keotentikan bahsa yang digunakan dapat membantu pembelajar untuk mengetahui bagaimana bahasa yang sebenarnya dan lazim digunakan dalam situasi berbahasa. Berikut ini ragam sumber bahas aotentik yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa yaitu : • • Berita dalam surat kabar Wawancara dalam artikel maupun majalah

• • • • •

Bahasa iklan di surat kabar Karya sastra Surat pribadi Surat pembaca di surat kabar Sumber yang Artifisial

b. Sumber belajar yang artifisial adalah sumber belajar bahasa hasil rekayasa seseorang. Sumber belajar ini sedikit sekali mencerminkan penggunaan bahasa yang sesungguhnya, bahkan bisa sama sekali tidak menggambarkan kenyataan berbahasa yang ada. Contohnya yaitu buku – buku tentang ilmu pengetahuan. 3.3 Kriteria Pemilihan Sumber Pembelajaran Bahasa Kriteria pemilihan sumber pembelajaran bahasa indonesia harus disesuaikan dengan berbagai aspek yang mendukung terlaksananya proses pembelajaran. Kriteria pemilihan sumber belajar dapat berdasarkan kriteria berikut : a. Aktualitas Sumber Belajar Sumber belajar yang aktual dan populer akan lebih baik untuk digunakan dalam proses belajar mengajar bahasa daripada sumber belajar yang sama sekali tidak dikenal siswa. Upaya memotivasi belajar dengan cara yang aktual b. Keotentikan Sumber Belajar Sumber belajar yang otentik akan memberikan gambaran tentang bahasa yang sebenarnya kepada siswa. Dengan demikian siswa akan mengetahui bagaimana bahasa yang komunikatif itu c. Jenjang Pendidikan

Pemilihan sumber belajar bahasa harus disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan usia siswa. d. Kepraktisan Yaitu dalam pemilihan sumber belajar harus dipilih yang lebih mudah agar mudah dimengerti bagi siswa.

BAB IV PENGELOLAAN KELAS BAHASA INDONESIA

Pembelajaran bahasa dapat dilakukan dengan secara formal dan non formal. Pembelajaran yang formal tentu saja akan membutuhkan system yang baik. System akan berjalan dengan baik jika komponen komponen berfungsi dengan baik juga. Keberhasilan suatu pembelajaran ditentukan oleh banyak hal, tetapi yang paling utama

adalah kebaikan dan kemantapan proses belajar mengajar yang terjadi. Banyak factor yang mempengaruhi keberhasilan tersebut, diantaranya : a. Pembelajar mempunyai kemauan yang keras b. Pembelajar melihat relevansi pelajaran c. Pembelajar mempunyai harapan yang cerah d. Bahasa sasaran mempunyai kedudukan yang baik dalam masyarakat e. Kurikulum / silabus tepat guna f. Pengajar menghargai pembelajar

4.1 pengertian pengelolaan kelas bahasa menurut tarigan (1989 : 3), keberhasilan suatu proses belajar mengajar ditentukan oleh hal hal berikut : • • • prestasi belajar prestasi pengajar , dan prestasi system (yang melibatkan pembelajar dan pengajar)

pembelajaran bahasa yang baik adalah pembelajaran yang komunikatif dan integrative. Pembelajar dikondisikan untuk mempelajari hal hal yang bersifat komunikatif. Artinya, pembelajar mempelajari hal berbahasa dan bukan mempelajari tentang bahasa. Pembelajaran yang seperti ini adalah pembelajaran yang berorientasi kepada kecakapan dan kemahiran.

4.2 Pengelolaan kelas pembelajaran bahasa

Pinker mengemukakan bahwa ada empat unsure penting yang mendukung kemudahan belajar bahasa, yaitu: a. Suatu karakterisasi kelas bahasa – bahasa di dalam jangkauan sang pembelajar dapat dibantu oleh masyarakat dewasa b. Suatu sampel masukan yang berisi informasi yang dipakai sang pembelajar sebagai sarana belajar c. Strategi belajar yang terstruktur dan terorganisir dengan baik d. Suatu criteria keberhasilan yang harus dicari dan di temui oleh pembelajar agar kita dapat menyimpulkan bahwa siasat belajarnya memang berjalan baik. (pinker dalam Tarigan, 1988: 2) Dengan demikian, tujuan pengajaran bahasa akan berbeda – beda sesuai dengan hal – hal berikut • • • Usia siswa (anak – remaja – dewasa ) Tujuan ( pendidikan umum atau pendidikan khusus ) Keterlibatan pembelajar

Pembelajaran bahasa yang mempunyai tujuan khusus tentu memerlukan pengelolaan kelas yang khusus pula. Jika tujuan khusus pembelajaran itu untuk meningkatkan keterampilan berbahasa, maka penitik beratkan pembelajaran pada keterampilan berbahasa. Bergantung pada kebutuhan bagi pembelajar saja. Jadi pengelolaan kelas bahasa adalah pengaturan segala sesuatu yang dapat menunjang aktifitas pembelajaran di sekolah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->