P. 1
Modul Sanitasi & Higiene

Modul Sanitasi & Higiene

5.0

|Views: 6,088|Likes:
Published by ilham djafar

More info:

Published by: ilham djafar on Jun 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/09/2015

pdf

text

original

a. Personal Hygiene

Tujuan higiene personil dalam pengolahan makanan adalah untuk

memberikan pengertian dasar kepada para pengelola makanan mengapa

kebersihan di dalam penanganan dan pengolahan makanan sangat penting.

Tenaga kerja yang telah dilatih sanitasi dan higiene dapat meningkatkan

konsumen karena konsumen merasa mendapat kenyamanan. Berbagai

program dapat dilatihkan kepada tenaga kerja, yaitu menjaga dan merawat

kebersihan diri sendiri yang meliputi kebersihan rambut, kuku, kulit, dan

pakaian. Selanjutnya, pengetahuan tentang bagaimana menangani makanan,

teknik penyimpanan yang dapat menurunkan kerusakan makanan.

Semua tenaga kerja harus ditanamkan tanggung jawab untuk

menghindarkan tercemarnya makanan dengan cara menjaga kebersihan diri

sendiri dari kebiasaan yang tidak baik, seperti memegang rambut dan hidung

di tempat pengolahan, merokok di tempat pengolahan, bersin di tempat

pengolahan, hendaklah mengenakan perhiasan seperlunya, mencuci tangan

dengan sabun setiap akan memegang makanan.

5

b. Cara-cara menjaga kebersihan personal higiene

1) Mandi secara teratur.

2)Menyikat gigi.

3) Berpakaian bersih.

4) Membiasakan membersihkan lubang hidung.

5) Membuang kotoran pada tempatnya.

6) Kulit harus dijaga kebersihannya.

7) Tangan tidak boleh kotor.

8) Jangan meludah sembarangan.

9) Menyisir rambut.

Tabel 1.1 : Yang dilarang dan dianjurkan dalam menjaga kebersihan

Yang dilarang

Yang dianjurkan

Memegang rambut/bersisir

Merokok ditempat pengolahan

Mengukur suhu dengan tangan

Membiarkan peralatan kotor

Membalut luka dengan sembarangan

Mencicipi masakan dengan jari

Menggunakan banyak perhiasan

Membuang sampah sembarangan

Membiarkan makanan terbuka

Batuk tanpa menutup mulut

Kuku jari panjang

Menggunakan tutup kepala

Merokok diluar bangunan atau

ruang khusus

Mengukur suhu dengan alat

Membersihkan peralatan

Membalut luka dengan benar

Mencicipi makanan dengan

sendok.

Menggunakan perhiasan se-

adanya

Membuang sampah pada tem-

patnya

Menyimpan makanan dalam

ruang tertutup

Batuk dengan menutup mulut

Kuku jari pendek

6

Gambar 1.1 : Personal hygiene yang dianjurkan

b. Hygiene dan sanitasi di tempat kerja

Berbagai sistem kebersihan dan sanitasi di tempat kerja harus ditegakkan

dengan konsekwen. Di setiap tempat harus selalu diingatkan, baik dalam bentuk

poster, kari-katur atau huruf-huruf menyolok akan pentingnya kebersihan dan

sanitasi. Semua ini tidak akan ada gunanya bila karyawan tidak mengerti

mengapa mereka harus menggunakan atau melakukan hal tersebut. Di antara

hal-hal yang penting dalam hal ini antara lain adalah :

1) Kebersihan ruangan. Karyawan harus menjaga agar lantai tetap bersih dan bila

perlu desinfeksi, karena debu dan tanah adalah sumber penularan mikroba

beserta sporanya. Dinding ruangan harus terbuat dari bahan yang bisa dilap atau

dipel dengan desinfektan. Secara rutin harus dilakukan pembersihan ruangan

secara menyeluruh.

7

Gambar 1.2 : Dapur tempat pengolahan yang kotor

Gambar 1.3 : Dapur tempat pengolahan yang bersih

2) Pakaian kerja. Karyawan atau petugas sebaiknya menggunakan pakaian kerja yang
bersih. Tidak ada gunanya memakai pakaian kerja yang kotor. Topi atau penutup
kepala, masker, sarung tangan, baju luar dan sepatu merupakan pakaian kerja
standar yang harus dipakai bila hendak masuk ruangan kerja dan dibuka bila
meninggalkannya. Cara pemakaiannya harus pula tepat, misalnya topi menutup
semua rambut, masker menutup hidung dan mulut, cara memakai sarung tangan
dengan benar dan lain sebagainya. Penggunaan sarung tangan sama sekali tidak
membebaskan karyawan dari keharusan mencuci tangan.

8

Gambar 1.4 : Contoh pakaikan kerja

3. Kebersihan peralatan, semua karyawan diharapkan sama-sama menjaga kebersihan

peralatan yang digunakannya. Biasakan menggunakan peralatan yang telah bersih

dan jangan lupa untuk membersihkannya langsung apabila telah selesai digunakan

atau jangan menumpuk-numpukkan peralatan yang kotor. Peralatan yang tidak cepat

dibersihkan akan menjadi sumber bersarangnya kuman dan dapat menimbulkan

penyakit.

Gambar 1.5 : Peralatan yang dibiarkan kotor

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->