P. 1
Penciptaan Hawa

Penciptaan Hawa

|Views: 170|Likes:
Published by Alex Kosongtujuh

More info:

Published by: Alex Kosongtujuh on Jun 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/18/2013

pdf

text

original

Bab I PENDAHULUAN a.

Latar Belakang Masalah Dimanapun kita berada sebagai umat beragama khususnya umat islam tetap mengakui manusia pertama adalah nabi Adam as. dan ini tidak bisa dipungkiri oleh umat islam kecuali hatinya telah tertutup dan jauh tertinggal dari hukum-hukum dan ajaran-ajaran dalam islam yang senantiasa berpegang kepada Alquran dan Hadist. Tetapi permasalahan yang timbul dan menjadi kontroversi bagi sebagian ulama adalah tentang penciptaan Hawa. sebagaimana dalam al-Quran Allah berfirman : ‫يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجال كثيرا ونساء‬ َ ِ َ ً ِ َ ً َ ِ َ ُ ْ ِ ّ َ َ َ َ ْ َ َ ْ ِ َ ََ َ ٍ َ ِ َ ٍ ْ ّ ّ ُ َ ََ ِ ّ ُ ُ َّ ْ ُ ّ ُ ّ َ ّ َ َ “ Hai sekalian manusia,bertakwalah kepada TuhanMu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Allah menciptakan istrinya dan dari pada keduanya Allah memeperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.1 Kita sering mendengar cerita bahwa Hawa diciptakan dari pada tulang rusuk Adam. Sehingga terdapat ungkapan yang mengatakan wanita dijadikan dari pada tulang rusuk supaya yang dekat dengan hati dan supaya sering didampingi serta diingati dan bermacam-macam lagi. Begitu juga, hampir semua kitab-kitab tafsir menyebutkan kisah penciptaan Hawa dan menjadi asas kepada ulama tafsir ketika menjelaskan maksud ayat pertama surah al-Nisa’, dalam ayat ini ulama mufasirin berbeda pendapat “ Hai sekalian manusia,bertakwalah kepada TuhanMu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Allah menciptakan istrinya dan dari pada keduanya Allah memeprkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan Bertakwalah kepada Allah dengan mempergunakan namaNya kamu saling meminta satu sama lain dan peliharalah hubungan silatuhrahim, sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.2
1Q.S Aurat an-Nisa : 1 2Ibid

1

Dari ayat ini menurut mufassirin ialah dari bagian tubuh ( tulang rusuk) Adam a.s berdasarkan hadist riwayah Bukhari Muslim. Disamping itu ada pula yang menafsirkan yaitu dari unsur yang serupa yakni tanah yang sama dengan tanah untuk meciptakan adam. Dalam kenyataannya tidak ada satupun ayat al-Quran dan Hadis Rasulullah s.a.w. yang jelas menyebutkan hakikat kejadian Hawa. Al-Quran tidak menyebutkan Hawa dicipta dari pada Adam tetapi manusia itu dicipta dari pada jiwa yang satu. b. Rumusan Masalah dari permasalahan diatas penulis akan merumuskan pertanyaan dibawah ini; 1. Apakah Hawa diciptakan dari tanah seperti Nabi Adam atau dari tulang rusuknya (adam)? 2. apakah ada dalil selain al-quran yang lebih detail tentang penciptaan hawa?

BAB II PEMBAHASAN 1. Hawa bukan diciptakan dari tulang rusuk Adam

Untuk mengetahui perihal penciptaan perempuan (Hawa), maka kita harus kembali membuka sejarah penciptaan manusia pertama, yaitu Adam dan Hawa, karena semua silsilah keturunan manusia berakhir pada keduanya. Oleh sebab itu, apakah dalam proses penciptaan keduanya terjadi perbedaan atau tidak? Karena mengenai hal ini terdapat beberapa pendapat yang saling kontradiksi, begitupula terdapat beberapa hadis yang saling menyalahkan, satu mengatakan perempuan diciptakan dari tulang rusuk nabi Adam, tapi lainnya mengatakan “tidak”. Sebenarnya apakah betul perempuan diciptakan dari tulang rusuk nabi Adam, ataukah sama seperti halnya nabi Adam diciptakan dari tanah juga? kalau memang hal tersebut benar, apakah menunjukkan derajat perempuan lebih rendah dari lelaki? Untuk memahami prihal tersebut sebaiknya kita merujuk ke beberapa ayat sebagai berikut: ‫يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجال كثيرا ونساء‬ َ ِ َ ً ِ َ ً َ ِ َ ُ ْ ِ ّ َ َ َ َ ْ َ َ ْ ِ َ ََ َ ٍ َ ِ َ ٍ ْ ّ ّ ُ َ ََ ِ ّ ُ ُ َّ ْ ُ ّ ُ ّ َ ّ َ َ “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari jiwa yang satu (nafs wahidah), dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembangbiakkan lakilaki dan perempuan yang banyak…”(Qs Al-Nisaa’:1). ‫خلقكم من نفس واحدة ثم جعل منها زوجها‬ َ َ ْ َ َ ْ ِ َ َ َ ّ ُ ٍ َ ِ َ ٍ ْ ّ ّ ُ َ ََ “Dia menciptakan kamu dari seorang jiwa (nafs wahidah) kemudian Dia jadikan daripadanya istrinya…”(QS,az-Zumar:6). ‫هو الذي خلقكم من نفس واحدة وجعل منها زوجها‬ َ َ ْ َ َ ْ ِ َ َ َ َ ٍ َ ِ َ ٍ ْ ّ ّ ُ َ ََ ِ ّ َ ُ Dan, “Dialah yang menciptakan kamu dari jiwa yang satu (nafs wahidah) dan daripadanya Dia menciptakan istrinya…”(QS,Al-A’raf:189). Audiensi dalam surat an-Nisa’ adalah suluruh manusia, dan kita ketahui pula bahwa manusia mencakup lelaki dan perempuan. Artinya, Tuhan memerintahkan kepada seluruh manusia baik lelaki dan perempuan untuk bertaqwa. Taqwa itu sendiri merupakan urusan dan hidangan ruhani. Dari sisi lain, ruh adalah sesuatu nonmateri, dan di dalam kenonmaterian tidak ada istilah lelaki-perempuan.

3

Kemudian dalam lanjutan ayat tersebut dan dua ayat berikutnya Allah berfirman: “Dia yang telah menciptakan kamu dari “nafs wahidah”, Apakah yang dimaksud dengan “nafs” ? Nafs merupakan substansi manusia, dimana dengan nafs itulah manusia dapat dikatakan sebagai manusia. Ketika ia hidup di dunia tersusun dari dua sisi; sisi jasmani dan sisi ruhani (dimensi materi dan nonmateri) dan sewaktu hidup di alam barzah ia hanya memiliki sisi ruhani (dimensi nonmateri) saja. Ayat di atas seakan ingin mengatakan; wahai manusia (lelaki dan perempuan)! kamu sekalian diciptakan dari substansi yang sama. Kemudian dalam terusan ayat Allah berfirman: “dan daripadanya (“nya” kata ganti dari “nafs wahidah”) Dia menciptakan istrinya..”. Dalam kaidah bahasa arab kata min mempunyai beberapa makna diantaranya ba’dhiyyah (bagian) dan jinsiyyah (jenis)”. Sebagian mengartikan min dalam kata minha adalah “bagian”, mengingat bahwa Hawa tercipta dari bagian Adam, yaitu dari tulang rusuknya. Dan sebagian mengartikan jinsiyah (jenis) sebagaimana Tuhan menciptakan Adam dari jenis manusia, maka diciptakanlah pula pasangannya dari jenisnya Adam, yaitu jenis manusia. Pada hakikatnya, ayat di atas ingin menyampaikan bahwa istri Adam tercipta dari jenis Adam pula, atau dengan kata lain substansi Hawa dan Adam adalah sama. Hal ini dikuatkan juga oleh ayat-ayat lain seperti dalam surat Rum ayat:21 yang berbunyi :”Dan dari tanda-tandaNya Dia menciptakan untukmu istriistri dari jenismu sendiri…” atau dalam surat Al-Nahl ayat: 72 dan ayat lainnya. Dalam tafsir Al-Kassyaf Zamakhsyari mengartikan kata min sebagai min bayaniyah dengan argumen bahwa semuanya diciptakan dari jenis yang satu, yaitu dari “tanah”3 sebagaimana dalam ayat dijelaskan : “Dan diantara tanda-tanda kekuasaannya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah…(Al-Rum:20) Oleh karena itu, dari zahir ayat ini kita tidak bisa mengambil kesimpulan bahwa Hawa tercipta dari tulang rusuk nabi Adam, sebagaimana yang disebutkan oleh beberapa hadis. Selain itu juga ada hadis yang menunjukan proses penciptaan Hawa terpisah dari penciptaan Adam, dimana seseorang bertanya kepada Imam Baqir ;”wahai imam dari apakah Tuhan menciptakan Hawa? Imam seraya
3al-Zamakhsyari, al-Kasyaf, jilid ke-2/244.

berkata:”Apa pendapat orang –orang tentang hal ini? ia menjawab : mereka berpendapat bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk nabi Adam. Kemudian imam kembali berkata: “mereka berkata bohong, apakah Tuhan tidak mampu menciptakan Hawa selain dari tulang rusuk nabi Adam?” dia kembali bertanya: lantas dari apakah Hawa diciptakan? Beliau menjawab: “Ayahku meriwayatkan dari kakek-kakekku bahwa Rasul bersabda: Allah SWT mengambil segenggam tanah dan mencampurnya dengan tangan kanan-Nya, kemudian dari tanah tersebut diciptakanlah Adam, sisa dari tanah tersebut diciptakanlah Hawa” Dari penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa dari sisi penciptaan lelaki dan perempuan sama, begitupula dari sisi insaniyah (esensi kemanusiaan) keduanya sama. Tentu, dari sisi ini tidak dapat dikatakan bahwa lelaki lebih utama dari perempuan, begitu pula sebaliknya. 2. Hawa diciptakan dari Tulang Rusuk Ketika Adam ‘alaihis salam sendirian di syurga para malaikat, Allah pun menciptakan pasangannya, yaitu seorang wanita. As-Sudi meriwayatkan dari Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud dan beberapa shahabat Nabi shollAllahu ‘alaihi wa sallam lainnya, bahwa mereka bercerita : “Ketika Iblis telah dikeluarkan dari syurga dan Adam telah tinggal di syurga, maka Adam pun kesepian di dalamnya, tidak ada pasangan yang dia bisa menjadi tentram kepadanya. Kemudian Adam tertidur, setelah bangun di sebelah kepalanya ada seorang wa-nita yang duduk, yang Allah ciptakan dari tulang rusuk Adam. Adam bertanya : “Siapa kamu ?” Wanita tersebut menjawab : “Seorang wanita.” Lalu Adam bertanya lagi : “Untuk apa kamu diciptakan ?” Wanita itu menjawab : “Agar kamu menjadi tentram kepadaku.” Kemudian para malaikat melihat kepadanya dan berkata : “Siapa namanya, wahai Adam ?” Adam menjawab : ”Hawa.” Para malaikat bertanya : “Kenapa engkau namai Hawa ?” Adam menjawab : “Karena dia diciptakan dari sesuatu yang hidup.” Hawa selaku wanita pertama diciptakan oleh Allah ta’ala dari tulang rusuk Adam ‘alaihis salam sebagaimana sabda Rosululloh shollAllahu ‘alaihi wa sallam : ِ َ ّ ِ ُ ْ َ ْ َ ْ ُ ْ َ ِ ْ َ ٍ ْ َ ِ ْ َّ َ َ ْ َ ً ْ َ َ ِ َ َ ِ َ ِ ِ ِ ْ َ ْ َ ّ ِ ُ ِ ْ ُ َ َ ْ َ ‫مسسسن كسسسان يسسسؤمن بسسسال واليسسسوم الخسسسر فسسسإذا شسسسهد أمسسسرا فليتكلسسسم بخيسسسر أو ليسسسسكت واستوصسسسوا بالنسسسساء‬ ِ

5

َ َ ْ َ ْ َ َ ْ َ ُ َ ْ َ َ ْ َِ ُ َ ْ َ َ ُ ُ ِ ُ َ ْ َ َ ْ ِ ُ ْ َ ِ َّ ‫فإن المرأة خلقت من ضلع وإن أعوج شيء في الضلع أعله إن ذهبت تقيمه كسرته وإن تركته لم يزل أعوج‬ ِ ٍ ْ َ َ َ ْ َ ّ َِ ٍ َِ ْ ِ ْ َ ُِ َ َْ َ ْ ّ َِ ‫استوصوا بالنساء خيرا‬ ً ْ َ ِ َ ّ ِ ُ ْ َْ “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, bila menyaksikan suatu perkara hendaklah berkata yang baik atau diam. Berilah wasiat ( pesan ) ber-kenaan dengan kaum wanita, karena wanita diciptakan dari tulang rusuk, dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas. Bila kamu hendak meluruskannya maka kamu bisa mematahkannya, namun bila kamu membi-arkannya maka dia akan selalu bengkok. Maka berilah wasiat ( pesan ) berke-naan dengan wanita dengan baik.”4 Dalam riwayat yang lainnya disebutkan : َ ْ َ َ ْ َِ ٌ َ ِ َ ِ َ َ ِ َ ْ َ ْ َ ْ َ ِ َ ْ َ ْ َ ْ ْ َِ ٍ َ ِ َ ََ َ َ َ ِ َ ْ َ ْ َ ٍ َِ ْ ِ ْ َ ُِ َ َْ َ ْ ّ ِ ‫إن المرأة خلقت من ضلع لن تستقيم لك على طريقة فإن استمتعت بهسسا اسستمتعت بهسسا وبهسسا عسوج وإن ذهبست‬ ‫تقيمها كسرتها وكسرها طلقها‬ َ ُ َ َ ُ ْ َ َ َ َْ َ َ َ ُ ِ ُ ‘Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk yang tidak akan pernah lurus jalannya untukmu, bila kamu hendak bersenang-senang dengannya ma ka kamu bisa bersenang-senang dengannya, namun padanya ada kebengko-kan. Bila kamu hendak meluruskannya, kamu bisa memecahkannya, dan pe-cahnya adalah cerai.”5 Berkata Imam An-Nawawi : “Dalam hadits ini terdapat dalil bagi pendapat para fuqoha’ atau sebagian mereka bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam. Allah berfirman : ‫خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها‬ َ َ ْ َ َ ْ ِ َ ََ َ ٍ َ ِ َ ٍ ْ َ ْ ِ ْ ُ َ ََ “Allah telah menciptakan kalian dari satu jiwa ( yaitu Adam ), kemudian Allah ciptakan darinya pasangannya ( yaitu Hawa ).” ( Qs. An-Nisa’ : 1 ) Dalam kitab as-Shahihain disebutkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dari Nabi salllallahu alahi wasalam beliau bersabda :
4H.R Muslim. 5H.R HR. Muslim, Al-Baihaqi, Abu ‘Awanah dan Ibnu Hibban

‫استوصسسوا بالنسسساء خيسسرا, فسسان المسسراة خلقسست مسسن ضسسلع,وان اعسسوج شسسيء فسسى الضسسلع اعلسسه, فسسان ذهبسست‬ ‫تقيمه,كسرته, وان تركته لم يزل اعوج, فاستوصوا بالنساء خيرا‬ “sampaikanlah pesan kebaikan ini kepada kaum wanita, sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk. Sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah tulang rusuk yang paling atas. Jika engkau berusaha meluruskannya (dengan keras) berarti engkau telah mematahkannya. Dan jika engka membiarkannya, maka ia akan senantiasa bengkok. Maka sampakanlah pesan kebaikan kepada kaum wanita.”6 Lafadz hadits ini riwayat Imam Bukhari. Begitu juga Ibnu Katsir menafsirkan dalam Tafsirnya al-Quran al-Adzim sebagai berrikut : ‫ان المراة خلقت من ضلع وان اعرج شسسيء فسسى الضسسلع اعله فسسان ذهبسست تقيمسسه كسسسرته, وان اسسستمتعت بهسسا‬ ‫استمتعت بها وفيها عواج‬ “Bahwasanya wanita itu di ciptakan dari tulang rusuk, sesungguhnya tulang rusuk yang palig bengkok itu adalah yang paling atas, jika engkau berusaha meluruskannya maka engkau telah mematahkannya, dan jika engkau membiarkannya maka ia senantiasa bengkok.7 Dan Nabi saw pun telah menjelaskan bahwa wanita di-ciptakan dari tulang rusuk. Dalam hadits ini juga terdapat anjuran bersikap lembut terhadap kaum wanita, berbuat baik kepadanya, sabar terhadap akhlaknya, siap menanggung kelemahan akalnya, tidak boleh berkeinginan untuk menceraikannya tanpa alasan, dan tidak perlu terburu nafsu untuk kelurusannya. Dari berbagai pandangan tentang penciptaan hawa bias kita simpulkan bahwa pendapat yang rajah (kuat) adalah pendapat yang mengatakan bahwa Hawa di ciptakan dari tulang rusuk karena riwayat nya lebih banyak. Sedangkan pendapat yang mengatakan bahwa Hawa bukan dar tulang rusuk sangat sedikit sekali dan itupun perlu pengkajian ulang apakah riwayatnya Shahih atau tidak.selain itu mereka yang mengatakan bahwa Hawa bukan dari tulang rusuk menafsirkan dengan akal bukan dengan wahyu, Sedangakan masalah ini tidak bisa di analogikan dengan
6 Diriwayatkan oleh Bukhari (no 333) dan Muslim (no 1468). 7 Ibnu Katsir, Tafsir al-Adzim, dar al-Fikr, jilid 1, hal :406

7

akal atau logika. Setelah terciptanya Hawa ‘alaihas salam , mereka berdua tinggal untuk sementara di syurga, sebagaimana firman Allah ta’ala : ‫وقلنا يا آدم اسكن أنت وزوجك الجنة وكل منها رغدا حيث شئتما ول تقربا هذه الشجر َ فتكونا من الظالمين‬ ِ ِ ّ َ ِ َ ُ َ َ ‫َ ُ ْ َ َ َ َ ُ ْ ُ ْ َ ْ َ َ َ ْ ُ َ ْ َ ّ َ َ ُ ِ ْ َ َ َ ً َ ْ ُ ِ ْ ُ َ َ َ ْ َ َ َ ِ ِ ّ َ َة‬ “Kami berkata : “Hai Adam, tinggallah kamu dan isterimu di Syurga, makan lah dengan senang dan lapang apa pun yang kalian kehendaki, namun jangan kalian dekati pohon ini, niscaya kalian akan menjadi orang-orang yang merugi.”8 Syurga yang ditempati oleh Adam dan Hawa adalah syurga yang memang dijanjikan Allah bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertaqwa, sebagaimana disebutkan dalam perkataan Musa ‘alaihis salam ketika mendebat Adam ‘alaihis salam : ْ ُ َ ْ َ ْ ََ َ ِ ْ َ ِ ِ ّ َ ْ ْ ِ َ ّ َ ْ َ ْ َ ِ ّ َ ْ َ ‫أنت الذي أخرجت الناس من الجنة بذنبك وأشقيتهم‬ “Engkau adalah orang yang telah mengeluarkan manusia dari syurga karena dosamu, dan engkau pula yang membinasakan mereka ?…..”9 Demikian pula perkataan Adam ‘alaihis salam kepada seluruh manusia ketika di padang Mahsyar : ‫وهل أخرجكم من الجنة إل خطيئة أبيكم آدم‬ َ ْ ُ ِ َ ُ َ ِ َ ِ ِ َّ ْ ْ ِ ْ ُ َ َ ْ َ ْ َ َ “… bukankah yang mengeluarkan kalian dari syurga adalah kesalahan bapak kalian, yaitu Adam ?” ….”10 Semua hadits di atas menunjukkan bahwa syurga yang didiami oleh Adam dan Hawa sebelum diturunkan ke bumi adalah syurga yang Allah janjikan ke pada hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertaqwa, bukan syurga yang lain atau syurga di dunia. Ini adalah pendapat Ubay bin Ka’ab, ‘Abdulloh bin ‘Abbas, Wahab bin Munabbih, Sufyan bin ‘Uyainah, Abu Hanifah dan para murid-muridnya, AbulQosim Al-Balkhi, Abu Muslim Al-Ashfahani dan ini adalah pendapat yang dipilih
8 Qs. Al-Baqoroh : 35 9 HR. Bukhori 10 HR. Muslim

oleh

Ibnu

Qutaibah

dan

Al-Qodhi

Mun

dzir

bin

Sa’id

Al-Baluthi.

Sedangkan adanya larangan dari mendekati sebuah pohon di syurga adalah sematamata sebagai ujian dari Allah ta’ala kepada Adam dan Hawa. Ada pun pohon yang dimaksud di dalam ayat di atas, maka para ‘ulama berselisih pendapat. Al-Hafizh Ibnu Katsir rohimahulloh berkata : “Yang be-nar adalah Allah ‘azza wa jalla melarang Adam dan isterinya dari memakan sebuah pohon tertentu dari pepohonan di syurga tanpa pohon-pohon yang lainnya, namun keduanya malah memakannya. Kita tidak mengetahui pohon apa yang dimaksud, karena Allah tidak memberikan dalil kepada hamba-hamba-Nya tentang pohon yang dimaksud, baik dalam Al-Qur’an maupun dalam As-Sunnah yang shohih.” Demikianlah, bagaimana Allah ta’ala telah menciptakan kaum wanita, yaitu Hawa dan bagaimana Allah memberikan kesempatan kepada Adam dan Hawa untuk tinggal sementara di syurga sebelum diturunkan ke dunia. Allah sabhanahu wata’ala memerintahkan kepada Adam dan isterinya untuk tinggal di surga seraya berfirman : َ ِ ِ ّ ْ َ ِ َ ُ َ َ َ َ َ ّ ِ ِ َ َ َ ْ َ َ َ َ ُْ ِ ُ ْ َ ً َ َ َ ْ ِ َ ُ َ َ َّ ْ َ ُ ْ َ َ َ َ ْ ُ ْ ُ َ َ َ ْ ُ َ ‫وقلنا يا آدم اسكن أنت وزوجك الجنة وكل منها رغدا حيث شئتما ول تقربا هسذه الشجرة فتكونا من الظسسالمين‬ ﴾٣٥﴿ Dan Kami berfirman: "Hai Adam diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.(al-Baqarah : 35) Sedangkan dalam surat al-A’raf : َ ُ ْ َ َ َ َ ْ ُ ْ ُ َ ََ ‫قال اخرج منها مذؤوما مدحورا لمن تبعك منهم لملن جهنم منكم أج َعين ﴿٨١﴾ ويا آدم اسكن أنت وزوجسك‬ َ ِ ‫َ َ ْ ُ ْ ِ ْ َ َ ْ ُ ً ّ ْ ُ ً ّ َ َ ِ َ َ ِ ْ ُ ْ َ ْ ّ َ َ ّ َ ِ ُ ْ َ ْم‬ ﴾١٩﴿ ‫الجنة فكل من حيث شئتما ول تقربا هسذه الشجرة فتكونا من الظالمين‬ َ ِ ِ ّ َ ِ َ ُ َ َ َ َ َ ّ ِ ِ َ َ َ ْ َ َ َ َ ُْ ِ ُ ْ َ ْ ِ َ ُ َ َ َّ ْ 018 Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya".019. (Dan Allah berfirman): "Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta

9

makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim". Selain itu Allah berfirman :

116. Dan (ingatlah) ketika Kami berkata kepada malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam", maka mereka sujud kecuali iblis. Ia membangkang.117. Maka kami berkata: "Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka.118. Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang.119. dan sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya". Redaksi ayat-ayat diatas secara keseluruhan menunjukan bahwa penciptaan hawa dilakukan sebelum masuknya Adam ke surga. Yang demikian itu didasarkan firman-Nya : َ َّ ْ َ ُ ْ َ َ َ َ ْ ُ ْ ُ َ َ َ ْ ُ َ ‫وقلنا يا آدم اسكن أنت وزوجك الجنة‬ Hai Adam, diamilah olehmu dan isterimu di surge ini….(al-BAqarah :35) Hal itu telah jelas di kemukakan oleh Muhammad bin Yasar, dan itu merupakan lahiriyah ayat11. Muhamad bin Ishaq menyebutkan, dari Ibnu Abbas, bahwa Hawa di ciptakan dari tulang rusuk yang paling pendek dari sebelah kiri. Ketika Adam dalam keadaan
11 Syeikh Salim bin Ied al-Hilaliy, kisah shahih para Nabi,2009, Pustaka Imam Syafi’i

tidur. Pendapat ini sejalan dengan firman Allah : ْ ‫َ َ ّ َ ّ ُ ّ ُ ْ َّ ُ ُ ّ ِ ََ َ ُ ّ ّ ْ ٍ َ ِ َ ٍ َ ََ َ ِ ْ َ َ ْ َ َ َ َ ّ ِ ْ ُ َ ِ َ ً َ ِ ً َ ِ َ َ ّق‬ ‫يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجال كثيرا ونساء وات ُسسوا‬ ﴾١﴿ ‫ال الذي تساءلون به والرحام إن ال كان عليكم رقيبا‬ ً ِ َ ْ ُ ْ ََ َ َ ّ ّ ِ َ َ ْ َ َ ِ ِ َ ُ َ َ ِ ّ ّ Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. Demikian juga dengan firman-Nya : ‫هو الذي خلقكم من نفس واحدة وجعل منها زوجها ليسكن إليها فلما تغشاها حملت حمل خفيفا فمرت ب سه فلمسسا‬ ّ ََ ِ ِ ْ ّ َ َ ً ِ َ ً ْ َ ْ ََ َ َ ّ َ َ ّ ََ َ ْ َِ َ ُ ْ َ ِ َ َ ْ َ َ ْ ِ َ َ َ َ ٍ َ ِ َ ٍ ْ ّ ّ ُ َ ََ ِ ّ َ ُ ﴾١٨٩﴿ ‫أثقلت دعوا ال ربهما لئن آتيتنا صالحا لنكونن من الشاكرين‬ َ ِ ِ ّ َ ِ ّ َ ُ َ ّ ً ِ َ َ َ ْ َ ْ ِ َ َ ُ ّ َ ّ َ َ ّ ََ ْ َ 189. Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: "Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang sempurna, tentulah kami termasuk orangorang yang bersyukur".

BAB III KESIMPULAN

11

dari pembahasan diatas bisa di tarik kesimpulan  Bahwa Hawa di ciptakan dari tulang rusuk Adam  Pendapat yang mengatakan bahwa Hawa bukan dari tulang rusuk Adam pendapatnya lemah  Surga Orang mukmin adalah surga yang ditempati Nabi Adam ketika bersama Hawa  Penamaan Hawa adalah nama yang di berikan oleh Adam

DAFTAR PUSTAKA Bukhari,Shahih Bukhari, 2007, Dar al-Kutub Ilmiyah Muslim, Shahih Muslim, 2007, Dar al-Kutub Ilmiyah Az-Zamakhsyari, al-Kasyaf, Dar al-Fikr Syeikh Salim bin Ied al-Hilali, Qishah shahih para Nabi, 2009, Pustaka Imam Syafi’i Ibnu Katsir, Tafsir al-Adzim, 2003, Dar al-Fikr

PENCIPTAAN HAWA
Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas UAS Mata kuliah Tafsir Tematik

13

Dosen : Prof. Dr. H Nurwadjah. M,Ag. Nama : Yus Yusuf Zaini Tajiri

PASCA SARJANA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->