P. 1
umr

umr

|Views: 1,016|Likes:
Published by randisanutraa

More info:

Published by: randisanutraa on Jun 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/28/2012

pdf

text

original

Pengetahuan Perusahaan dan Pekerja tentang Kebijakan Upah Minimum

Semua perusahaan, baik industri besar, menengah/sedang, ataupun kecil, telah mengetahui

adanya peraturan upah minimum dan perubahannya. Adanya peraturan yang wajib

dilaksanakan perusahaan telah memaksa perusahaan untuk mempelajari peraturan upah

minimum. Namun tingkat pengetahuan tersebut bervariasi, terutama dalam memahami

komponen-komponen upah dalam upah minimum. Beberapa perusahaan berpendapat bahwa

upah minimum adalah upah pokok. Perusahaan lain mempunyai persepsi bahwa upah

minimum adalah total upah yang diterima pekerja per bulan, termasuk tunjangan tidak tetap

seperti upah lembur. Adanya perbedaan persepsi ini dengan sendirinya akan mempengaruhi

tingkat upah yang diberikan kepada pekerja.

Sebagian besar pekerja telah mengetahui besar upah yang ditentukan pada peraturan upah

minimum. Diantara pekerja yang mengetahui besar upah yang ditentukan dalam upah

minimum, sebagian tidak memahami secara rinci, bahkan sebagian besar tidak peduli

terhadap komponen upah dalam UMR. Di Bandung, para pekerja umumnya tidak

mengetahui peraturan UMR. Di Bogor, hampir semua pekerja, walaupun dari perusahaan

kecil mengetahui peraturan UMR. Di Tangerang dan Bekasi, semua pekerja yang ditemui

mengetahui tentang UMR. Umumnya pekerja beranggapan bahwa UMR adalah jumlah total

gaji/upah yang diterima setiap bulan, kecuali di perusahaan-perusahaan besar PMA dimana

pekerja menganggap UMR sebagai gaji pokok.

Mengenai sumber informasi peraturan UMR, biasanya perusahaan memperoleh informasi

tersebut dari instansi pemerintah seperti Departemen Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja,

Pemda, atau dari asosiasi pengusaha (misalnya Asosiasi Pengusaha Indonesia/Apindo).

Perusahaan-perusahaan besar ini umumnya menerima informasi tidak lama setelah peraturan

ditetapkan dan diterbitkan. Bagi perusahaan yang merupakan group/kelompok perusahaan,

informasi juga diperoleh dari perusahaan induk, dan biasanya diperoleh lebih cepat karena

disebarkan melalui e-mail, fax, atau kurir. Perusahaan sedang dan kecil yang belum

melaksanakan peraturan upah minimum sering ketinggalan dalam memperoleh informasi,

bahkan kadang-kadang tidak menerima sama sekali. Sebagian perusahaan hanya memperoleh

informasi dari mass media, seperti koran, radio, atau TV.

Sementara itu, para pekerja memperoleh informasi tentang peraturan upah minimum dari

perusahaan tempatnya bekerja, pekerja dari perusahaan atau perusahaan di sekitar tempatnya

bekerja, mass media seperti koran dan TV, atau melalui SPSI setempat. Pada perusahaan

yang telah memiliki serikat pekerja, informasi tentang upah minimum/UMR diperoleh

pekerja melalui ketua regu/perwakilan kelompok kerjanya atau dari pengumuman yang

ditempel di papan pengumuman yang tersedia di pabrik/perusahaan. Pada umumnya

informasi tentang kenaikan UMR dapat diterima dengat cepat. Di beberapa perusahaan

besar, ketua regu/perwakilan kelompok kerja ditunjuk oleh perusahaan sebagai mediator

untuk menyampaikan informasi dan menampung keluhan pekerja, kemudian mereka

menyampaikan keluhan tersebut kepada perusahaan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->