P. 1
Level Manajemen

Level Manajemen

|Views: 81|Likes:
Published by Hendy Nkg

More info:

Published by: Hendy Nkg on Jun 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/14/2012

pdf

text

original

Level Manajemen

1. Manajer Puncak / Top Manager Tanggung jawab dari manajer puncak adalah keseluruhan kinerja dan keefektifan dari suatu perusahaan. Manajer tingkat puncak membuat kebijakan, keputusan dan strategi yang berlaku secara umum pada suatu perusahaan. Manajer puncak juga yang melakukan hubungan dengan perusahaan lain dan pemerintah.

2. Manajer Menegah / Middle Manager Manajer tingkat menengah berada di antara manajer puncak dan manajer lini pertama. Manajer ini bertugas mengimplementasikan strategi, kebijakan serta keputusan yang diambil oleh manajer tingkat atas atau puncak.

3. Manajer Lini Pertama / First-Line Manager Manajer tingkat bawah ini kebanyakan melakukan pengawasan atau supervisi para karyawan dan memastikan strategi, kebijakan dan keputusan yang telah diambil oleh manajer puncak dan menengah telah dijalankan dengan baik. Manajer lini pertama juga memiliki andil dan turut serta dalam proses pengimplementasian strategi yang telah ditetapkan.

Tambahan Hierarki Manajemen : Dari sisi jumlah, jumlah dari atas ke bawah berbentuk kerucut atau piramida, yaitu semakin tinggi level atau tingkatan seorang manajer, maka semakin sedikit jumlah manajer pada tingkatan tersebut.

Penjelasan Secara Menyeluruh

Sistem Informasi

Suatu sistem didalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, media, prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lannya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan yang cerdik. Komponen Sistem Informasi Blok bangunan (building block) : Blok masukan (input block), Blok model (Model block), blok keluaran (output block), Blok teknologi (technology block), blok basis data (databse block), blok kontrol (control block) Blok Masukan : input (metode2x & media) mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi Blok Model : kombinasi prosedur, logika dan model matematis yg akan memanipulasi data input dan data tersimpan di basis data dgn cara yg sudah tertentu utk hasilkan keluaran yg diinginkan. Blok keluaran : Produk dari sistem informasi adalah keluaran bentuk informasi yg berkualitas dan dokumentasi yg berguna utk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem. Teknologi : kotak alat-toolbox dari pekerjaan sistem informasi, sebagai penerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian daru sistem keseluruhan. 3 bagian utama teknologi : Teknisi (humanware / brainware), perangkat lunak (software), perangkat keras (hardware) Blok Model : guna memproses model dibutuhkan alat yang disebut CPU (central Processing Unit). Blok keluaran : alat2x menapilkan hasil pengolahan (printer, monitor, plotter), blok dasar data : teknologi disket, hardisk, magnetic tape, optical disk (utk menyimpan data guna keperluan proses lebih lanjut) Basis data : kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data dalam basis data perlu diorganisasikan (DBMS) sedemikian rupa supaya informasi yg dihasilkan berkualitas. Sistem informasi perlu pengendalian2x didalamnya, banyak hal yg dapat merusak sistem informasi (bencana alam, api, temperatur, debu kegagalan sistem dll….

Sistem Informasi Manajemen Pengertian SIM : Suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa

Sumber Daya Organisasi : .Sumber Daya Fisik (memiliki wujud) -Manusia -Material -Mesin -Uang b.Sumber Daya Konseptual (memiliki nilai dari yang diwakili) - Informasi PemakaiSIM a.Manajer b.Non-Manajer c. Orang/Organisasi dalam lingkungan perusahaan Semakin tinggi tingkatan manajemen, maka sifat keputusan-keputusan yang harus diambil semakin takterstruktur, semakin rendah tingkatan manajemen maka sifat keputusan yang harus diambil juga semakin terstruktur. Management Information Systems : merupakan penerapan sistem informasi di dalam organisasi untuk mendukung informasi-informasi yg dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen. “kumpulan dari interaksi sistem-sistem informasi yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengolah data untuk menyediakan informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen di dalam kegiatan pelaksanaan dan pengendalian. SIM selalu berhubungan dgn pengolahan informasi yg didasarkan pada komputer – computer-based information processing Besar kecilnya organisasi : 1. Sistem informasi akuntansi (accounting information systems) menyediakan informasi dari transaksi keuangan 2. Sistem informasi pemasaran Semua sistem-sistem informasi tersebut dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada semua tingkatan manajemen : 1. Manajemen tingkat bawah – lower level management

2. Manajemen tingkat menengah – middle level management 3. Manajemen tingkat atas – top level management Didalam suatu organisasi, Sistem Informasi Manajemen dipergunakan pada tiga tingkatan manajemen : 1.Manajemen tingkat bawah, Sistem Informasi Manajemen dipergunakan untuk keperluan pengendalian operasional (“operational control”). Pada tingkatan ini SIM (Sistem Informasi Manajemen) dipergunakan dengan tujuan untuk penghematan disegala bidang yang mungkin untuk dilakukan. Misalnya pencetakan rekening listrik oleh PLN. Penerapan SIM dalam hal ini akan menghasilkan penghematan baik waktu maupun tenaga kerja. 2. Tingkatan manajemen menengah, penerapan SIM dipergunakan untuk keperluan pengendalian manajemen (“management control”). Tugas seorang manajer menengah ialah mengelola semua sumberdaya milik organisasi agar benar-benar dipergunakan untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan oleh manajemen puncak oleh semua personilnya secara efektif dan efisien. Untuk dapat melaksanakan tugas seperti ini manajer harus mempunyai segala macam informasi tentang segala kegiatan organisasi dalam operasinya sehari-hari. Dalam hal inilah SIM dapat berperanan secara nyata untuk membantu manajer. Hal ini disebabkan karena komputer mempunyai kemampuan untuk menyimpan sejumlah besar data dengan mudah, dan menggali informasi yang terkandung didalamnya secara cepat. 3. Manajemen tingkat puncak, yang tugas utamanya adalah untuk membuat perencanaan strategis (” strategic planning”) bagi organisasi, SIM dapat dikembangkan menjadi apa yang disebut dengan istilah Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan (“Decision Support System“ – DSS). Kegiatan manajemen 1. Perencanaan strategi (strategic planning), merupakan kegiatan manajemen tingkat atas 2. Pengendalian manajemen (management control) merupakan kegiatan manajemen tingkat menengah 3. Pengendalian operasi (operational control) merupakan kegiatan manajemen tingkat bawah Perencanaan strategi : proses evaluasi lingkungan luar organisasi, penerapan tujuan (goal) organisasi, dan penerapan strategi-strategi. 1. Proses evaluasi lingkungan luar organisasi : selalu berupa konstan berupa kesempatan pasar, teknologi, tekanan politik, sosial dll. Top Level Management harus pandai mengevaluasi, tanggap tekanan luar dll 2. Penetapan tujuan : apa yang INGIN dicapai organisasi…?

3. Penentuan strategi : Manajemen tk atas menentukan tindakan yg hrs dilakukan oleh organisasi dgn maksud utk mencapai tujuan2xnya. Pengendalian manajemen : proses untuk meyakinkan bahwa organisasi telah menjalankan strategi yang telah ditetapkan dengan efektif dan efisien (tingkatan taktik untuk tingkat menengah) Pengendalian operasional : proses untuk meyakinkan bahwa tiap-tipa tugas tertentu telah dilaksanakan secara efektif dan efisien. Juga merupakan proses penerapan program yg telah ditetapkan di pengendalian manajemen. (manajemen tingkat bawah) Sistem informasi – pengambilan keputusan semua tingkat kegiatan manajemen Organisasi Sistem Informasi Sistem informasi di dalam suatu organisasi berada didalam suatu departemen tersendiri, departemen sistem informasi/departemen pengolahan elektronik (Electronic Data Processing) – Manajer SI / controller - Manajer kantor (office manager), bendaharawan (treasurer), asisten bendaharawan (assistant treasure), sekretaris (secretary) manajer perencanaan / pengendalian (manger of planning and controls) direktur keuangan (vice-president finance)

Informasi : - Kebutuhan pokok bagi suatu organisasi - Di ibaratkan sebagai darah yang mengaliri tubuh organisasi - membawa segala kebutuhan bagi berlangsungnya kehidupan organisasi Peran Informasi bukan sekedar alat untuk mengembangkan efektifitas maupun efisiensi, melainkan juga sebagai alat langsung di dalam berkompetisi dengan para saingan-saingannya. Parker (15) memperinci keuntungan dari adanya suatu sistem informasi manajemen yang baik bagi suatu perusahaan ialah: - Operational efficiency - Functional effectiveness - Better service - Product creation and improvement - Altering the basis of competition

- Spotting and taking advantage of opportunities - Client lock in - Competitor lock-out Gelombang globalisasi yang terjadi pada masa sekarang mengakibatkan perubahan-perubahan didunia yang sedemikian cepat. Baik dibidang ekonomi, politik bahkan disegala bidang. Pengembangan suatu Sistem Informasi Manajemen yang baik adalah merupakan kebutuhan yang tak dapat ditawar bagi kelangsungan hidup organisasi. Organisasi bisa hidup : Sistem Informasi Manajemen yang dapat memberikan informasi dengan cepat, akurat dan andal (terkomputerisasi) – feasible Siklus Hidup Sistem • adalah proses evolusiaoner yang diikuti dalam menerapkan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer • terdiri dari serangkaian tugas yang erat yang mengikuti langkah-langkah pendekatan sistem • berpola teratur dan dilakukan secara top down Tahapan Siklus Hidup Sistem a. siklus hidup pengembangan sistem - perencanaan - analisis - rancangan - penerapan b. tahap penggunaan sistem Metodologi siklus sistem Menyediakan perangkat yang dapat dipergunakan sepanjang siklus hidup sistem. Terdiri dari antara lain : • planning toolset : menghasilkan subject area diagram yang mengidentifikasi area utama bisnis • analisys toolset : mengidentifikasi data yang diperlukan oleh tiap subject area atau memproses model • design toolset : mendukung kegiatan prototiping dan perancangan layar

Competer Aided Software Engineering (CASE) Merupakan kategori perangkat lunak yang bertujuan mengalihkan sebagian beban kerja pengembangan sistem dari manusia ke mesin. Tingkatan CASE 1. Peralatan Case tingkat atas : digunakan eksekutif perusahaan untuk membuat perencanaan strategis 2. Peralatan Case tingkat menengah : digunakan dalam tahap analisis dan rancangan untuk mendokumentasikan proses dan data dari sistem yang lama atau baru 3. Peralatan Case tingkat bawah : digunakan untuk penerapan dan penggunaan untuk membantu programmer mengembangkan menguji dan menjaga kode 4. Peralatan Case terintegrasi : mencakup kombinasi dari semua tingkatan CASE Kegiatan pengambilan keputusan berkaitan CASE • Intelegen : mengamati lingkungan mendari kondisi yang perlu diperbaiki • Merancang : menemukan, mengembangkan dan menganalisa alternatif yang mungkin • Memilih rangkaian tindakan tertentu yang ada • Menilai pilihan-pilihan yang lalu Struktur permasalahan • masalah terstruktur : memiliki struktur pada tahapan intelejen, merancang, dan menilai • masalah tak terstruktur : tidak memiliki struktur tahapan di atas • masalah semi terstruktur : hanya memiliki satu atau dua tahapan di atas Decission Suport System • membantu manajer untuk membuat keputusan pemecahan masalah semi terstruktur • mendukung penilaian manajer bukan menggantikannya • meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan manajer dari efisiensinya Sistem Pakar Adalah kegiatan menyediakan mesin seperti komputer dengan kemampuan untuk menampilkan perilaku yang dianggap cerdas jika diamati pada manusia Perbedaan DSS dan Sistem Pakar

• DSS hanya routines yang mencerminkan cara yang diyakini manajer untuk memecahkan masalah seperti gaya dan kemampuan manajer, Sistem Pakar menawarkan membuat keputusan melebihi kemampuan manajer • Sistem Pakar mampu menjelaskan alur penalaran dalam suatu pemecahan tertentu, sehingga kadang penjelasan mengenai pemecahan lebih berharga dari pemecahannya.

http://trifergaprassetyosim.blogspot.com/2009/11/contoh-jenis-level-manajemen.html

Kamis, 19 November 2009
LEVEL-LEVEL MANAJEMEN
Level-level dalam manajemen Pada umumnya manajer memiliki tanggung jawab yang sama, yaitu melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, serta penyusunan staf namun dari sisi tingkat atau level manajemen dapat dibagi menjadi tiga / 3 macam, yakni : 1. Manajer Puncak / Top Manager Tanggung jawab dari manajer puncak adalah keseluruhan kinerja dan keefektifan dari suatu perusahaan. Manajer tingkat puncak membuat kebijakan, keputusan dan strategi yang berlaku secara umum pada suatu perusahaan. Manajer puncak juga yang melakukan hubungan dengan perusahaan lain dan pemerintah. 2. Manajer Menegah / Middle Manager Manajer tingkat menengah berada di antara manajer puncak dan manajer lini pertama. Manajer ini bertugas mengimplementasikan strategi, kebijakan serta keputusan yang diambil oleh manajer tingkat atas atau puncak. 3. Manajer Lini Pertama / First-Line Manager Manajer tingkat bawah ini kebanyakan melakukan pengawasan atau supervisi para karyawan dan memastikan strategi, kebijakan dan keputusan yang telah diambil oleh manajer puncak dan menengah telah dijalankan dengan baik. Manajer lini pertama juga memiliki andil dan turut serta dalam proses pengimplementasian strategi yang telah ditetapkan. Tambahan Hierarki Manajemen : Dari sisi jumlah, jumlah dari atas ke bawah berbentuk kerucut atau piramida, yaitu semakin tinggi level atau tingkatan seorang manajer, maka semakin sedikit jumlah manajer pada tingkatan tersebut.

Manajer

Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi.

Tingkatan manajer

Piramida jumlah karyawan pada organisasi dengan struktur tradisional, berdasarkan tingkatannya. Pada organisasi berstruktur tradisional, manajer sering dikelompokan menjadi manajer puncak, manajer tingkat menengah, dan manajer lini pertama (biasanya digambarkan dengan bentuk piramida, di mana jumlah karyawan lebih besar di bagian bawah daripada di puncak). Berikut ini adalah tingkatan manajer mulai dari bawah ke atas:  Manejemen lini pertama (first-line management), dikenal pula dengan istilah manajemen operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan nonmanajerial yang terlibat dalam proses produksi. Mereka sering disebut penyelia (supervisor), manajer shift, manajer area, manajer kantor, manajer departemen, atau mandor (foreman). Manajemen tingkat menengah (middle management), mencakup semua manajemen yang berada di antara manajer lini pertama dan manajemen puncak dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Jabatan yang termasuk manajer menengah di antaranya kepala bagian, pemimpin proyek, manajer pabrik, atau manajer divisi. Manajemen puncak (top management), dikenal pula dengan istilah executive officer. Bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan. Contoh top manajemen adalah CEO (Chief Executive Officer), CIO (Chief Information Officer), dan CFO (Chief Financial Officer).

Meskipun demikian, tidak semua organisasi dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan menggunakan bentuk piramida tradisional ini. Misalnya pada organisasi yang lebih fleksibel dan sederhana, dengan pekerjaan yang dilakukan oleh tim karyawan yang selalu berubah, berpindah dari satu proyek ke proyek lainnya sesuai dengan dengan permintaan pekerjaan.

http://dewisri-sim.blogspot.com/2009/11/level-level-manajemen_19.html

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->