P. 1
Mata Kuliah Pasar Uang Dan Modal

Mata Kuliah Pasar Uang Dan Modal

|Views: 1,537|Likes:
Published by Yulke F Chenarno

More info:

Published by: Yulke F Chenarno on Jun 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2013

pdf

text

original

Mata kuliah Pasar Uang dan Modal Semester 7 Oleh : Syaiful Bahri A.

Pengertian Pasar uang seperti yang pernah dijelaskan adalah Pasar yang menyediakan sarana pengalokasian dan pinjaman dana jangka pendek, karena itu pasar uang merupakan pasar likuiditas primer. Transaksi dalam pasar uang dilakukan dengan menggunakan sarana telekomunikasi sehingga pasar uang ini disebut juga dengan pasar abstrak karena pelaksanaannya tidak dilakukan di tempat tertentu sebagaimana halnya dengan bursa efek pada pasar modal. Berkaitan dengan itu pasar uang merupakan pasar yang tidak teroganisasi (Unorganized market). Pasar uang pada saat ini tidak lagi dibatasi dalam wilayah suatu negara saja. Uang berputar ke seluruh bagian dunia, mencari investasi yang menawarkan expected return yang paling tinggi untuk suatu tingkat resiko tertentu sejalan dengan pesatnya perkembangan perdagangan dunia. Pertumbuhan dan perkembangan perdagangan internasional membutuhkan pembiayaan jangka pendek maupun jangka panjang. Moda jangka panjang dibutuhkan untuk membiayai pembangunan pabrik baru, sistem transportasi dan sebagainya. Pembiayaaan jangka pendek untuk membiayai ekspor dan impor barang dan kebutuan modal kerja lain. B. Fungsi Pasar Uang Pasar uang pada prinsipnya merupakan sarana alternative khususnya bagi lembaga-lembaga keuangan, perusahaan-perusahaan non keuangan dan peserta-peserta lainnnya tidak dalam memenuhi kebutuhan jangka pendeknya maupun dalam rangka melakukan penempatan dana atas kelebihan likuiditasnya. Pasar uang dimaksudnya secara tidak langsung sebagai sarana pengendali moneter oleh para penguasa moneter dalam melaksanakan operasi pasar terbuka. Di Indonesia, pelaksanaan operasi pasar terbuka oleh Bank Indonesia dilakukan dengan menggunakan Sertifikat Bank Indonesia atau SBI dan Surat Berharga Pasar Uang atau SBPU. SBI sebagai instrument dalam melakukan operasi pasar terbuka digunakan untuk tujuan kontraksi moneter. Sementara SBPU berfungsi sebagai instrumen Ekspansi moneter. C. Peserta Pasar Uang Pihak yang terlibat dalam transaksi pasar uang baik sebagai investor maupun sebagai penerbit instrument dalam rangka mobilisasi dana antara lain adalah : 1. 2. 3. 4. Lembaga-lembaga keuangan. Perusahaan-perusahaan besar Lembaga-lembaga pemerintah, dan Individu-individu.

D. Karakteristik Pasar Uang

Pasar uang sebagaimana dengan semua pasar keuangan menyediakan fasilitas atau jaringan transaksi jual beli asset financial. Namun pasar ini sangan menekankan pada kredit untuk memenuhi kebutuhan kas jangka pendek. Pasar uang adalah mekanisme yang mempertemukan pihak yang memiliki surplus dana dengan pihak yang mengalami defisit. Transaksi dalam pasar uang sebagian besar bersifat jangka pendek. Oleh karena itu mekanisme dalam pasar uang pada dasarnya dirancang untuk mempertemukan kebutuhan dana jangka pendek perusahaan, lembagai keuangan, dan pemerintah, mulai dari overnight sampai dengan jangka waktu jatuh tempo satu tahun. Pada waktu yang sama pasar uang menyediakan Outlet investasi bagi pihak surplus dana jangka pendek yang ingin memperoleh pendapatan atas dana yang belum terpakai. Dengan demikian, keberadaan pasar uang memungkinkan terjadinya transaksi pinjam-meminjam. E. Kebutuhan adanya Pasar Uang Alasan kenapa pasar uang dibutuhkan dalam sistem perekonomian adalah banyaknya lembaga atau perusahaan serta individu yang mengalami arus kas yang tidak sesuai antara inflows dan outflows. Misalnya, perusahaan melakukan penagihan dari klien pada periode tertentu dan pada waktu yang lain ia harus mengeluarkan uang dan menutupi biaya operasionalnya. Untuk mengatasi masalah tersebut perusahaan pada saat kas nya mengalami defisit sementara dapat memasuki pasar uang sebagai peminjam dengan mencari lembaga keuangan atau pihak lain yang memiliki surplus dana. Selanjutnya pada saat mengalami surplus dana perusahaan menjadi kreditur dalam pasar uang untuk memperoleh pendapatan daripada membiarkan dananya tak terpakai atau idle. Oleh karena itu, pasar uang berfungsi untuk menjembatani adanya kesenjangan antara penerimaan dan pengeluaran dana, menutup kekurangan dengan pinjaman jangka pendek apabila pengeluaran dana melebihi penerimaan dan penyediaan outle investasi untuk memperoleh pendapatan bunga bagi unit yang penerimaannya melebihi pengeluaran. F. Peminjam dan Pemberi pinjaman dalam Pasar Uang Menentukan siapa peminjam (borrower) dan pemberi pinjaman (lender) dalam psar uang sulit untuk ditentukan. Dalam prakteknya perusahaan atau lembaga-lembaga yang sama sering beroperasi di kedua sisi pasar uang yaitu dalam waktu yang sama bisa sebagai borrower dan lender. Misalnya, sebuah bank umum beroperasi di pasar uang akan meminjam dana secara agresif melalui sertifikat deposito dan instrument utang jangka pendek lainnya sementara pada waktu yang sama memberi pinjaman jangka pendek kepada perusahaan-perusahaaan yang sedang mengalami kekurangan dana sementara. Lembaga-lembaga yang biasanya ikut bermain di dua sisi pasar uang yaitu bank-bank besar, lembaga-lembaga keuangan non bank, lembagalembaga pemerintah. Bahkan bank-bank sentral dapat menjadi pemasok dan yang agresif di pasar uang dan mengambil posisi sebaliknya pada esok harinya. Kegiatan tersebut biasanya dilakukan dalam rangka pelaksanaan operasi pasar terbuka. G. Tujuan pasar Uang bagi Investor Investor di pasar uang terutama mencari keamanan dan likuiditas di samping peluang untuk memperoleh pendapatan bunga. Hal tersebut karena dana yang diinvestasikan di pasar uang adalah kelebihan dana sementara dan biasanya dibutuhkan dalam waktu singkat untuk membayar

pajak,gaji,deviden,dan sebagainya. Dengan alasan ini, maka investor pasar uang sangat sensitif terhadap resiko. Jenis – jenis resiko Investasi yang mungkin dihadapi dalam kegiatan di pasar uang antara lain adalah : 1. Resiko pasar : semua surat-surat berharga termasuk instrument pasar uang memiliki resiko yang disebut market risk atau kadang-kadang juga disebut interest rate risk yaitu resiko yang berkaitan dengan turunnya harga (dan tingkat bunga naik) mengakibatkan investor mengalami capital loss. 2. Resiko reinvestment : dalam prakteknya buka saja harga surat berharga yang dapat jatuh tapi juga tingkat bunga. Turunnya harga sekuritas pada gilirannya menyebabkan timbulnya resiko investor yang disebut reinvestment risk yaitu resiko terhadap penghasilan suatu asset finansial yang harus di reinvest dalam asset yang berpendapatan rendah. Atau dapat pula dikatakan bahwa reinvestment risk adalah resiko yang memaksa investor menempatkan pendapatan yang diperoleh dari bunga kredit atau surat-surat berharga ke investasi yang berpendapatan rendah akibat turunnya tingkat bunga. 3. Resiko gagal bayar : resiko yang terjadi akibat tidak mampunya peminjam (debitur) memenuhi kewajibannya sesuai dengan yang dijanjikan. Default risk dapat juga disebut sebagai gagal bayar (default risk). 4. Resiko inflasi : pemberi pinjaman menghadapi kemungkinan naiknya harga-harga barang dan jasa – jasa yang akan menurunkan daya beli atas pendapatan yang diterimanya. Oleh karena itu resiko inflasi sering juga disebut dengan resiko daya beli. Untuk menghadapi hal tersebut pemberi pinjaman (lender) biasanya berusaha mengimbangi proyek inflasi dengan meninta atau mengenakan tingkat bunga yang lebih tinggi atas pinjamannya. 5. Resiko valuta (Currency risk) : investor internasional dihadapkan pada resiko mata uang yaitu kerugian yang terjadi akibat adanya perubahan yang tidak menguntungkan terhadap kurs mata uang asing. Misalnya apabila seorang investor Amerika membeli BritishTreasury Bills yang di pasar uang London, keuntungan T-Bills ini dapat turun drastis bilamana nilai Poundsterling mengalami penurunan terhadap dolar Amerika Serikat. 6. Resiko Politik : Resiko ini berkaitan dengan kemungkinan adanya perubahan undangundang atau peraturan pemerintah yang mengakibatkan turunnya pendapatan yang diperkirakan dari suatu investasi atau bahkan akan terjadi kerugian total dari modal yang diinvestasikan. H. Instrument Pasar Uang Instument atau surat-surat berharga yang diperjual belikan dalam pasar uang sejenisnya cukup bervariasi termasuk surat-surat berharga yang diterbitkan oleh badan- badan usaha swasta negara serta lembaga-lembaga pemerintah. Namun, jangka waktu jatuh tempo instrumen tersebut umumnya berjangka pendek. Instrument-instrument pasar uang yang banyak ditransaksikan di berbagai negara dan diperdagangkan secara internasional antara lain meliputi : 1. Treasury Bills (T-Bills)

Merupakan Instrument utang yang diterbitkan oleh Pemerintah atau Bank Central atas unjuk dengan jumlah tertentu yang akan dibayarkan kepada pemegang pada tanggal yang telah ditetapkan. T-Bills dianggap sebagai instrument yang paling aman karena diterbitkan oleh pemerintah atau biasanya Bank Sentral. Oleh karena itu, T-Bills sangat mudah diperjual belikan dan disukai oleh perusahaan-perusahaan terutama lembaga-lembaga keuangan untuk dijadikan sebagai cadangan likuiditas sekunder yang memberikan hasil. 2. Commercial Paper (CP) Adalah promes yang tidak disertai dengan jaminan (unsecured promissory notes) yang diterbitkan oleh perusahaan untuk memperoleh dana jangka pendek dan dijual kepada investor yang melalukan investasi dalam instrumen pasar uang. 3. Negotiable Certificate of Deposits (CDs) / Sertifikat Deposito Instrument keuangan yang diterbitkan oleh suatu bank atas unjuk dan dinyatakan dalam suatu jumlah, jangka waktu dan tingkat bunga tertentu. Sertifikat deposito adalah deposito berjangka yang bukti simpanannya dapat diperdagangkan. Ciri pokok yang membedakannya dengan deposito berjangka adalah terletak pada sifat yang dapat dipindah-tangankan atau diperjualbelikan sebelum jangka waktu jatuh temponya melalui lembaga-lembaga keuangan lainnya misalnya Discount houses atau Merchant Bank. 4. Banker’s Acceptance (BA) Ini merupakan salah satu instrument pasar uang yang telah dikenal sejak lama. Pada mulanya BA tercipta melalui perdagangan luar negeri. BA dapat dipindahtangankan sebagaimana halnya Commercial paper. Oleh kerena itu dapat dijadikan sebagai instrument pasar uang. Pada prinsripnya BA memberikan alternatif untuk memperoleh kredit, terutama pada saat barangbarang dikapalkan untuk segera dikirmkan ke luar negeri. 5. Bill of Exchange / Wesel Adalah suatu perintah tertulis tak bersyarat yang ditujukan oleh seseorang kepada pihak lainnya utk membayar sejumlah uang pada saat diperlihatkan atau pada tanggal tertentu kepada penarik atau order atau pembawa. 6. Repurchase Agreement (Repos) Adalah transaksi jual beli surat berharga disertai dengan perjanjian bahwa si penjual akan membeli kembali surat-surat berharga yang dijual tersebut pada tanggal dan dengan harga yang telah ditetapkan lebih dahulu. Surat-surat berharga yang biasanya dijadikan sebagai instrument dalam melalukan transaksi Repo adalah surat-surat berharga yang dapat dijualbelikan secara diskonto, misalnya SBI, SBPU,CD atau Treasury Bills. 7. Fed funds (di Amerika Serikat)

Sedangkan instrument yang dipergunakan dalam pasar uang di Indonesia saat ini antara lain adalah : Sertifikat Bank Indonesia (SBI) Surat berharga atas unjuk dalam rupiah yang diterbitkan dengan sistem diskonto oleh Bank Indonesia sebagai pengakuan hutang berjangka waktu pendek. SBI pertama kali diterbitkan pada tahun 1970 dengan sasaran utama untuk meciptakan suatu instrument pasar uang yang hanya diperdagangkan antara bank-bank . namun setelah dikeluarkannya kebijaksanaan yang memeperkenankan bank-bank menerbitkan sertifikat deposito pada tahun 1971, dengan terlebih dahulu memperoleh izin dari BI, maka SBI tidak lagi diterbitkan karena sertifikat deposito dianggap akan dapat menggantikan SBI. Oleh karena itu, SBI sebenarnya hanya sempat beredar kurang lebih satu tahun. Namun sejalan dengan berubahnya pendekatan kebijaksanaan moneter pemerintah terutama setelah deregulasi perbankan 1 juni 1983, maka Bank Indonesia kembali menerbitkan SBI sebagai instrument dalam melakukan kebijaksanaan operasi pasar terbuka, terutama untuk tujuan kontraksi moneter. Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) Adalah surat berharga jangka pendek yang dapat diperjual-belikan secara diskonto dengan Bank Indonesia atau lembaga diskonto yang telah ditunjuk oleh BI. SBPU diperkenalkan oleh BI sejak Februari 1985. sama hal nya dengan SBI yang disamping berfungsi sebagai piranti pasar uang juga merupakan instrument dalam melakukan operasi pasar terbuka dalam rangka ekspansi moneter oleh Bank Indonesia dengan menetapkan tingkat diskonto SBPU. 1. Sertifikat Deposito 2. Commercial Paper 3. Call Money Pasar uang antar bank sering juga disebut interbank call money market merupakan salah satu sarana penting untuk mendorong pengembangan pasar uang. Pasar uang antarbank pada dasarnya adalah kegiatan pinjam meminjam dana antar satu bank dengan bank lainnya. 1. Repurchase Agreement 2. Banker’s Acceptance 3. Promissory Notes I. Ourocurrency Adalah suatu mata uang yang disimpan atau di depositokan pada sebuah bank yang berkedudukan di luar negeri yang memiliki mata uang tersebut. Bertitik tolak dari pengertian diatas ini maka, setiap mata uang yang dapat ditukarkan (convertible currency) bisa saja dalam bentuk ”Euro” sepanjang disimpan atau didepositokan pada sebuah bank di suatu negara dimana mata uang tersebut sebagai ”Native”. Oleh karena itu dapat disebut Eurodollar bagi dollar Amerika yang disimpan pada bank-bank di Luar Amarika

Serikat atau Euroyen, dan Euromarks bagi Yen dan Deutchmark yang disimpan diluar Jepang dan Jerman. Penggunaan prefix atau awalan ”Euro” hanya untuk menunjukkan letak georgrafis asal mula berkembangnya Eurocurrency, karena itu istilah tersebut sesungguhnya salah kaprah. Pemakaian kata ”Euro” sebenarnya untuk membedakan deposito suatu mata uang tertentu yang ditempatkan di luar negara asalnya. Misalnya, seorang memiliki dollar dan mark kemudian menyimpannya dalam bentuk giro di salah satu bank di paris, maka mata uang tersebut dikatakan Eurodollar & Euromarks. J. Asian Currrency Unit (ACU) Pada dasarnya ACU adalaha unit operasional di dalam suatu lembaga keuangan yang diberi izin khusus oleh pengusasa moneter setempat. Di Singapore misalnya, izin ACU diberikan oleh The Monetary Authorithy of Singapore (MAS) yaitu bank Sentral Singapore, untuk melakukan kegiatan transaksi dalam Asian Dollar Market. Meskipun unit operasionalnya tersebut tetap merupakan bagian integral dengan bank atau lembaga keuangan yang bersangkutan, tapi dalam prakteknya unit usaha tersebut harus melakukan dan memelihara catatan pembukuan secara terpisah atas semua transaksi yang dilakukannya. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin agar kebebasan arus dana ke dan dari Asian Dolllar Market tidak mempengaruhi pengelolaan dalam negeri. Kegiatan ACU pertama kali dimulai pada akhir tahun 1968 oleh kantor cabang Bank Of America di Singapore yang diberi izin untuk membuka unit yang serupa dengan Eurocurency unit di London. Sasarannya adalah untuk menarik simpanan atau deposito di wilayah Asia kecuali simpanan dari penduduk lokal, untuk membiayai kereditnya khusus di wilayah Asia. Pembukaan ACU Bank of America tersebut diikuti oleh beberapa bank Internasional lainnya antara lain Citibank, OCBC, The Chartered Bank dan lain sebagainya. K. Pasar Valuta Asing Foreign exchange market atau sering juga disebut bursa valas adalah suatu mekanisme dimana orang dapat mentransfer daya beli antar negara, memperoleh atau menyediakan kredit untuk transaksi perdagangan internasonal, dan meminimalkan kemungkinan resiko kerugian (Exposure of risk) akibat terjadinya fluktuasi kurs suatu mata uang.[1] Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa fungsi pasar valas ini antara lain untuk : Transfer daya beli

Ini sangat diperlukan terutama dalam perdagangan internasional dan transaksi modal yang biasanya melibatkan pihak – pihak yang tinggal di negara yang memiliki mata uang yang berbeda. Biasanya setiap pihak bertahan untuk menggunakan mata uangnya sendiri meskipun transaksi dagang atau modal dapat dilakukan degan menggunakan mata uang lainnya. Misalnya, eksportir Jepang menjual mobil Toyota kepada importir Australia. Eksportir dapat menagih

importir dalalm yen, dollar Australia atau mata uang negara ketiga seperti US$ dengan persetujuan lebih dahulu. Penyediaan kredit

Pengiriman barang antar negara dalam perdagangan Internasional membutuhkan waktu, oleh karena itu harus ada suatu cara untk membiayai barang-barang dalam pejalanan pengiriman tersebut termasuk setelah barang sampai ketempat tujuan yang biasanya memerlukan beberapa waktu untuk kemudian dijual kepada pembeli. Dalam hal transaksi mobil Toyota diatas, eksportir Jepang mungkin menyetujui memberikan kredit kepada importir Australia dengan atau tanpa dikenakan bunga. Atau alternatif lain, importir Australia mungkin akan membayar tunai biaya pengepalan dari Jepang dan membiayai mobil-mobil importir tersebut dengan perjanjian pembayaran yang normal. Pasar valas menyediakan sumber kredit ketiga. Instrument-instrument khusus seperti Banker’s Acceptance dan L/C dapat digunakan untuk membiayai perdaganga. Mengurangi resiko valuta asing.

Sekali lagi, dengan mengambil ilustrasi diatas, importir Australia maupun Eksportir Jepang dalam transaksi tersebut tidak akan besedia mengambil resiko terhadap fluktuasi kurs. Keduaduanya mengharapkan memperoleh keuntungan dalam usaha perdagangan mobil dalam kondisi normal dari kemungkinan resiko yang tidak diperkirakan misalnya terjadi perubahan kurs yang tiba-tiba sehingga mempengaruhi besarnya keuntungan yang telah diperkirakan. L. Jenis Transaksi 1. 1. Transaksi Spot Adalah jual beli mata uang dengan penyerahan dan pembayaran antarbank yang akan diselesaikan pada dua hari kerja berikutnya. Misalnya kontrak jual beli suatu mata uang spot dilakukan atau ditutup pada tanggal 7 November 1998, penyerahan dan penyelesaian kontrak tersebut dilakukan pada tanggal 9 November 1998. apabila pada tanggal 9 tersebut kebetulah hari libur atau sabtu maka penyelesaiannya adalah pada hari kerja berikutnya. Tanggal penyelesaian transaksi seperti ini disebut tanggal valuta atau Valute date. Penyerahan dana dalam transaksi spot pada dasarnya dapat dilakukan dalam beberapa cara sebagai berikut : Value Today (Value Tod), yaitu penyerahan dana dilakukan pada tanggal (hari) yang sama dengan tanggal (hari) diadakannya transaksi (kontrak). Cara penyelesaian ini juga disebut same day settlement atau cash settlement. Value Tomorrow (Value Tom), yaitu penyerahan dana dilakukan pada hari keja berikutnya atau hari kerja setelah diadakannya kontrak atau one day settlement.

-

Value Spot, yaitu penyerahan dilakukan dua hari kerja setelah tanggal transaksi. 1. Transaksi Forward

Transaksi ini juga disebut transaksi berjangka pada prinsipnya adalah transaksi sejumlah mata uang tertentu dengan pembayaran dan penyerahan pada waktu yang akan datang. Kurs ditetapkan pada waktu kontrak dilakukan, tetapi pembayaran dan penyerahan baru akan dilakukan pada saat kontrak jatuh tempo. Kurs forward biasanya di Quote untuk tanggal valuta, 1,2,3,6 dan 12 bulan. Namun jangka waktu kontrak dalam praktiknya dapat diatur melebihi 12 bulan. Pembayaran biasanya dilakukan pada hari kerja kedua setelah tangal kotrak jatuh tempo. Transaksi forward ini biasanya sering digunakan untuk tujuan hedging dan spekulasi. Hedging atau pemagaran resiko yaitu transaksi yang dilakukan semata – mata untuk menghindari resiko kerugian akibat terjadinya perubahan kurs. 1. Transaksi Swap Adalah pembelian dan penjualan secara bersamaan sejumlah tertentu mata uang dengan 2 tanggal valuta (penyerahan) yang berbeda. Pembelian dan penjualan mata uang tersebut dilakukan pada bank lain yang sama. Jenis transaksi swap yang umum adalah ”spot terhadap forward”. Dealer membeli suatu mata uang dengan transaksi spot dan secara simultan menjual kembali jumlah yang sama kepada bank lain yang sama dengan kotrak forward. Transaksi swap antara bank dengan Bank Indonesia terdiri dari : 1. Swap Likuiditas, yaitu swap yang dilakukan atas inisiatif Bank Indonesia untuk dana yang berasal dari pinjaman luar negeri. Posisi (outstanding) swap likuiditas ini untuk setiap bank maksimum 20% dari modal bank. 2. Swap Investigasi, yaitu swap yang dilakukan atas inisiatif bank berdsarkan swap bank dengan nasabahnya yang dananya berasal dari pinjaman luar neger (offshore loan) untuk keperluan investasi di Indonesia. M. Kurs dan Quotation Valuta Asing Kurs Valuta asing adalah harga suatu mata uang yang dinyatakan dalam mata uang lain. Sedangkan Quotation valuta asing merupakan suatu pernyataan kesediaan melakukan transaksi jual-beli valas pada suatu kurs yang diumumkan. Quotation ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : Langsung atau direct quotation

Yaitu cara penentuan kurs mata uang dimana satu mata uang asing digunakan untuk menilai mata uang lokal. Oleh karena itu menurut metode direct quotation, unit mata uang asing senantiasa tetap terhadap mata uang lokal.

-

Tidak langsung atau Indirect Quotation

Penentuan kurs berdasarkan Indirect Qoutation merupakan kebalikan dari direct quotation yaitu penentuan kurs dimana unit mata uang lokal digunakan untuk menilai mata uang asing. Dalam indirect quotation unit mata uang lokal sealu tetap terhadap mata uang asing. USD Quotation

Dalam transaksi valas internasional, USD selalu dijadikan sebagai mata uang referensi dalam penentuan kurs mata uang asing. Misalnya IDR 2.137/USD, CAD 1.3452/USD dan sebagainya. Namun disamping USD, mata uang lain yang sering dijadikan referensi adalah AUD (Australia), NZD (Newzeland), dan GBP (Poundsterling Inggris). N. Spekulasi dalam Valuta Asing Spekulasi dalam bursa valas maksudnya adalah melakukan transaksi Valas dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan dari turun-naiknya kurs suatu mata uang asing. Keuntungan atau kerugian dapat terjadi akibat salah antisipasi terhadap ketidakpastian kurs suatu valuta asing tersebut. Margin Trading Menurut Bank Indonesia adalah transaksi jual beli valas yang tidak diikuti dengan pergerakan danan dan yang diperhitungkan sebagai keuntungan atau kerugian adalah selisih bersih antara harga beli/jual suatu jenis valuta pada saat tertentu dengan harga jual/beli valuta yang bersangkutan pada akhir masa transaksi. Perkembangan globalisasi keuangan dan perbankan yang diikuti dengan semain bertambahnya produk-produk baru di bidang perbankan, mengakibatkan resiko yang dihadapi oleh bank maupun nasabah menjadi lebih besar. Untuk mendorong terciptanya iklim perbankan yang sehat, maka Bank Indonesia menganggap perlu ditetapkan pedoman yang jelas tentang kegiatan usaha bank berupa margin trading. Oleh karena itu Bank Indonesia mengeluarkan ketentuan mengenai kegiatan margin trading yang diatur dalam Paket Kebijaksanaan 28 Februari 1991 yang pokokpokoknya sebagai berikut : a) Margin trading valuta asing harus dilaksanakan berdasarkan : Kebijaksanaan direksi bank Satu kontrak yang telah dibuat sebelumnya.

b) Dalam kontrak margin trading dimuat sekurang-kurangnya base currency yang digunakan, pelaksanaan Settlement, pembukuan laba atau rugi dari margin trading dan jumlah yang dipergunakan sebagai batas keharusan menyetor tambahan margin deposit (cut loss). c) Kegiatan margin trading dilakukan atas dasar tersedianya margin deposit

d) Margin trading untuk kepentingan nasabahnya ditetapkan setinggi-tingginya 10x dri margin deposit nasabah yang disetor ke bank. Disamping itu, bank dilarang mengambil posisi terbuka bagi group atau perusahaan groupnya. e) Margin Trading untuk kepentingan bank ditetapkan setinggi-tingginya 10% dari modal bank. f) Apabila bank mengalami kerugian sebesar 5% dari modal, harus menghentikan kegiatan margin tradin-nya dan hanya boleh melakukan kembali setelah memperoleh persetujuan Bank Indonesia. g) Margin deposit nasabah maupun bank harus dicantumkan dalam laporan mingguan maupun laporan bulanan. O. Opsi Valuta Asing Memasuki dekade 1980-an bursa-bursa dan bank-bank di beberapa negara telah mengembangkan suatu jenis instrument keuangan baru yang dirancang untuk memberikan nasabah opsi untuk membeli atau menjual suatu valuta asing. Bursa Amsterdam, Motreal, Philaderlphia, membua jenis perdagangan dalam bentuk opsi valuta asing tertentu sejak akhir tahun 1982. Opsi valuta asing atau foreign exchange option adalah suatu kontrak yang meberikan hak tapi bukan kewajiban, untuk membeli atau menjual suatu asset pada atau sebelum tanggal dengan harga tertentu diwaktu yang akan datang.[2] Definisi lain dari opsi diatas adalah suatu kontrak yang memberi hak pembeli untuk membeli atau menjual sejumlah tertentu valuta asing dengan harga pasti per-unit selama periode yang telah ditentukan dari penjual. Dalam hal ini opsi sangat berbeda dengan kontrak forward dan future yang merupakan janji pasti untuk membeli atau menjual suatu asset dengan harga pasti pada suatu tanggal yang akan datang. JENIS OPSI VALAS Jenis opsi ini pada dasarnya dapat dibedakan sebagai berikut : 1. Call Option adalah suatu opsi untuk membeli sejumlah unit mata uang asing tertentu dengan harga tertentu per unit (dalam US$) selama jangka waktu tertentu. 2. Put Option adalah suatu opsi yang menjual sejumlah unit mata uang asing tertentu dengan harga tertentu per unit (dalam US$) selama jangka waktu tertentu. Dalam Opsi valuta asing dikenal dua jenis kontrak yaitu : 1. American Option adalah kontrak yang memberi hak kepada pembeli untuk melaksanakan opsi tersebut pada hari apa saja sebelum berakhirnya masa berlakunya kontrak. 2. European Option adalah kontrak yang memungkinkan pembeli melaksanakan opsi hanya pada saat/tanggal berakhirnya masa berlakunya kontrak.

Pasar Uang dan Pasar Valas
PENGERTIAN PASAR UANG

Pasar uang adalah suatu tempat pertemuan abstrak dimana para pemilik dana jangka pendek dapat menawarkan kepada calon pemakai yang membutuhkannya, baik secara langsung maupun melalui perantara. Sedangkan yang dimaksud dengan dana jangka pendek adalah dana-dana yang dihimpun dari perusahaan maupun perorangan dengan batasan waktu dari satu hari sampai satu tahun, yang dapat diperjualbelikan didalam pasar uang. FUNGSI PASAR UANG

Pasar uang mempunyai fungsi yaitu sebagai sarana alternatif bagi lembaga-lembaga keuangan, perusahaan non keuangan dan peserta - peserta lainnya baik dalam memenuhi kebutuhan dana jangka pendek maupun dalam rangka memijamkan dana atas kelebihan likuiditasnya. Pasar uang juga berfungsi sebagai sarana pengendali moneter dalam melaksanakan operasi pasar terbuka. SBI (Serrifikat Bank Indonesia) sebagai instrumen dalam melakukan operasi pasar terbuka digunakan untuk kontraksi moneter. INSTRUMEN PASAR UANG DI INDONESIA

1. Sertifikat 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Bank

Indonesia

(SBI)

Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) Sertifikat Deposito Commerecial Paper Call Money Repurchase Agreement Banker's Acceptence PASAR UANG

MANFAAT

1. Memacu

suksesnya

pembangunan

ekonomi

2. Menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat yang semakin berkualitas 3. Terpenuhinya kebutuhan kredit jangka pendek untuk membiayai kebutuhan modal kerja perusahaan, seperti bahan dasar, bahan pembantu untuk kelancaran proses produksinya 4. Terpenuhinya kebutuhan barang dan jasa bagi masyarakat yang semakin berkualitas PESERTA PASAR UANG

1. Bank 2. 3. 4. 5. Lembaga Pemerintah Perusahaan Asuransi Yayasan Lembaga Keuangan lainnya (Koperasi & Rumah Gadai)

TUJUAN PASAR UANG Dari pihak yang membutuhkan dana:

1. Untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek. 2. Untuk memenuhi kebutuhan likuiditas. 3. Untuk memenuhi kebutuhan modal kerja. 4. Sedang mengalami kalah keliring. Dari pihak yang menanamkan dana:

1. Untuk memperoleh penghasilan dengan tingkat suku bunga tertentu. 2. Membantu pihak-pihak yang mengalami kesulitan keuangan. 3. Spekulasi PENGERTIAN PASAR VALUTA ASING Pasar valuta asing(Foreign Exchange Market) merupakan pasar dimana transaksi valuta asingdilakukan antar Negara atau suatu Negara. Dalam setiap kali melakukan transaksi valuta asing maka digunakan kurs(nilai tukar). Dalam perdagangan pasar valas internasional hanya mata uang yang tergolong "Convertible Currencies" yang sering diperdagangkan, sedangkan yang tidak diperdagangkan termasuk dalam golongan "Convertible Curencies". TUJUAN MELAKUKAN TRANSAKSI VALAS Ada beberapa tujuan dalam melakukan transaksi valas baik yang dilakukan oleh perusahaan/badan maupun individu adalah sebagai berikut.
     

Untuk transaksi pembayaran Mempertahankan daya beli Pengiriman ke luar negri Mencari keuntungan Pemagaran resiko Kemudahan berbelanja.

JENIS-JENIS TRANSAKSI VALAS Jenis-jenis transaksi valas dibagi dalam beberapa golongan yaitu sebagai berikut.

Transaksi spot(Spot Transaction) Dalam transaksi spot biasanya penyerahan valas ditetapkan dua hari kerja berikutnya. Misalkan kontrak jual beli valas di tutup tanggal 10 maka penyerahannya dilakukan tanggal 12, namun apabila tanggal12 hari minggu atau hari libur Negara asal (Home Countries), maka penyerahan dilakukan pada hari berikutnya(Eligible Date) tanggal penyerahan ini disebut Value Date Transaksi barter(Swap Transaction) Kombinasi antara pembeli dan penjual untuk dua mata uang secara tunai yang diikuti membeli dan menjual kembali mata uang yang sama secara tunai dan tunggak secara stimultan dengan batas waktu yang berbeda Transaksi tunggak(Forward Transaction) Transaksi yang penyerahannya dilakukan beberapa mendatang, baik secara mingguan atau bulanan

MARGIN TRADING Merupakan kegiatan pembelian valas secara terus-menerus dalam suatu pasar misalnya di New York untuk kemudian dijual kembali dengan segera dipasar lain dengan harga yang lebih tinggi misalnya di paris. Dan system penjualan berlangsung secara spot(tunai). SYARAT MARGIN TRADING

Dillaksanakan berdasarkan kebijakan direksi Bank dan dengan kontrak yang sudah disetujui sebelumnya Dilakukan atas dasar tersedianya Margin deposit yang ada Di tetapkan setinggi-tingginya 10% daro modal Bank untuk kepentingan Bank Harus dicantumkan kedalam laporan mingguan dan juga laporan bulanan.

  

INTERAKSI ANTARA PASAR VALAS DAN PASAR UANG Pemilihan dana dalam pasar uang selalu berkaitan dengan pasar uang. Artinya jika kita hendak menginvestasikan uang kita dalam pasar uang maka, kita akan selalu mempertimbangkan kegiatan yang terjadi di pasar valas, demikian pula sebaliknya. Hal ini dilakukan untuk menentukan investasi mana yang paling menguntungkan di pasar uang atau valas. Interaksi antara pasar uang dan valas ini menjadi lebih penting apabila jumlah dana yang ada dalam jumlah besar atau kondisi ekonomi pada saat yang kurang baik.

BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN 2

PERTANYAAN : 1. Apa yang Anda ketahui tentang pasar? 2. Jelaskan perbedaan pasar uang dengan pasar modal! 3. Sebutkan instrument pasar uang! 4. Sebutkan tujuan pasar uang! 5. Apa yang saudara ketahui tentang pasar valas? JAWABAN : 1. Apa yang Anda ketahui tentang pasar? PENGERTIAN Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang fiat. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Ini adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran. Persaingan sangat penting dalam pasar, dan memisahkan pasar dari perdagangan. Dua orang mungkin melakukan perdagangan, tetapi dibutuhkan setidaknya tiga orang untuk memiliki pasar, sehingga ada persaingan pada setidaknya satu dari dua belah pihak. Pasar bervariasi dalam ukuran, jangkauan, skala geografis, lokasi jenis dan berbagai komunitas manusia, serta jenis barang dan jasa yang diperdagangkan. Dalam ilmu ekonomi mainstream, konsep pasar adalah setiap struktur yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk menukar jenis barang, jasa dan informasi. Pertukaran barang atau jasa untuk uang adalah transaksi. Pasar peserta terdiri dari semua pembeli dan penjual yang baik yang memengaruhi harga nya. Pengaruh ini merupakan studi utama ekonomi dan telah melahirkan beberapa teori dan model tentang kekuatan pasar dasar penawaran dan permintaan. Ada dua peran di pasar, pembeli dan penjual. Pasar memfasilitasi perdagangan dan memungkinkan distribusi dan alokasi sumber daya dalam masyarakat. Pasar mengizinkan semua item yang diperdagangkan untuk dievaluasi dan harga. Sebuah pasar muncul lebih atau kurang spontan atau sengaja dibangun oleh interaksi manusia untuk memungkinkan pertukaran hak (lih. kepemilikan) jasa dan barang. KLASIFIKASI PASAR Pasar tradisional Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh

penjual maupun suatu pengelola pasar. Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian barang elektronik, jasa dan lain-lain Pasar modern Pasar modern tidak banyak berbeda dari pasar tradisional, namun pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode), berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga. Barang-barang yang dijual, selain bahan makanan makanan seperti; buah, sayuran, daging; sebagian besar barang lainnya yang dijual adalah barang yang dapat bertahan lama. Contoh dari pasar modern adalah hypermarket, pasar swalayan (supermarket), dan minimarket.

Pasar Menurut Jenisnya

Pasar Konsumsi Pasar konsumsi adalah pasar yang menjual barang-barang untuk keperluan konsumsi. Misalnya menjual beras, sandal, lukisan, dll. Contohnya adalah Pasar Mergan di Malang, Pasar Kramat Jati di Jakarta, dll. Pasar Faktor Produksi Pasar faktor produksi adalah pasar yang menjual barang-barang untuk keperluan produksi. Misalnya menjual mesin-mesin untuk alat produksi barang, lahan untuk pabrik, dll.

Pasar Menurut Jenis Barang yang Dijual

Pasar menurut jenis barang yang dijual dapat dibagi menjadi pasar ikan, pasar buah, dll.

Pasar Menurut Lokasi

Pasar menurut lokasi misalnya Pasar Kebayoran yang berlokasi di Kebayoran Lama, dll.

Pasar Menurut Hari

Pasar menurut hari dinamakan sesuai hari pasar itu dibuka. Misalnya Pasar Rebo dibuka khusus hari Rabu, Pasar Minggu dibuka khusus hari Minggu, Pasar Senen dibuka khusus hari Senin, Pasar Wage Purwokerto, dll.

Pasar Menurut Luas Jangkauan

Pasar Daerah

Pasar Daerah membeli dan menjual produk dalam satu daerah produk itu dihasilkan. Bisa juga dikatakan pasar daerah melayani permintaan dan penawaran dalam satu daerah. Pasar Lokal Pasar lokal adalah pasar yang membeli dan menjual produk dalam satu kota tempat produk itu dihasilkan. Bisa juga dikatakan pasar daerah melayani permintaan dan penawaran dalam satu kota. Pasar Nasional Pasar nasional adalah pasar yang membeli dan menjual produk dalam satu negara tempat produk itu dihasilkan. Bisa juga dikatakan pasar nasional melayani permintaan dan penjualan dari dalam negeri. Pasar Internasional Pasar internasional adalah pasar yang membeli dan menjual produk dari beberapa negara. Bisa juga dikatakan luas jangkauannya di seluruh dunia.

Pasar Menurut Wujud

Pasar Konkret Pasar Konkret adalah pasar yang lokasinya dapat dilihat dengan kasat mata. Misalnya ada loslos, toko-toko, dll. Di pasar konkret, produk yang dijual dan dibeli juga dapat dilihat dengan kasat mata. Konsumen dan produsen juga dapat dengan mudah dibedakan. Pasar Abstrak Pasar Abstrak adalah pasar yang lokasinya tidak dapat dilihat dengan kasat mata.konsumen dan produsen tidak bertemu secara langsung.Biasanya dapat melalui internet, pemesanan telepon, dll. Barang yang diperjual belikan tidak dapat dilihat dengan kasat mata, tapi pada umumnya melalui brosur, rekomendasi, dll. Kita juga tidak dapat melihat konsumen dan produsen bersamaan, atau bisa dikatakan sulit membedakan produsen dan konsumen sekaligus. 2. Jelaskan perbedaan pasar uang dengan pasar modal! 1. Produk Pasar uang bersifat jangka pendek <270 hari dengan produk utama sertifikat deposito, tabungan, SBI, dan commercial Paper. Pasar modal bersifat jangka panjang dengan produk obligasi, reksa dana dan saham. 2. Otoritas tertinggi pasar uang adalah BI, sedangkan Pasar Modal adalah Departemen Keuangan. 3. Pasar Modal ada pasar sekundernya, sedangkan pasar uang tidak selalu ada.

4.

Pasar uang ada diantara bank, sedangkan pasar modal terjadi di bursa efek.

5. Pasar modal memiliki produk turunan opsi, warrant, dan right, sedangkan pasar uang hanya memiliki turunan produk reksa dana. 6. Produk kedua pasar berbeda dalam hal return dan resikonya, Pasar uang resiko nya rendah dengan return yang rendah, sedangkan pasar modal resikonya tinggi dengan return yang tinggi pula. 3. Sebutkan instrument pasar uang! 1. Sertfikat Bank Indonesia (SBI)

Instrumen utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau bank sentral atas unjuk dengan jumlah tertentu yang akan dibayarkan kepada pemegang pada tanggal yang telah ditetapkan. Instrumen ini berjangka waktu jaruh tempo satu tahun atau kurang. 2. Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)

Surat – surat berharga berjangka pendek yang dapat diperjualbelikan secara diskonto dengan Bank Indonesia atau lembaga diskonto yang ditunjuk oleh BI. 3. Sertifikat Deposito

Instrumen keuangan yang diterbitkan oleh suatu bank atas unjuk dan dinyatakan dalam suatu jumlah, jangka waktu dan tingkat bunga tertentu. Sertifikat Deposito adalah deposito berjangka yang bukti simpanannya dapat diperdagangkan. Ciri pokok yang membedakaimya dengan deposito berjangka terletak pada sifat yang dapat dipindahtangankan atau diperjualbelikan sebelum jangka waktu jatuli temponya melalui lembaga – lembaga keuangan lainnya. 4. Commerecial Paper

Promes yang tidak disertai dengan jaminan yang diterbitkan oleh perusahaan untuk memperoleh dana jangka pendek dan dijual kepada investor dalam pasar uang. 5. Call Money

Kegiatan pinjam meminjam dana antara satu bank dengan bank lainnya untuk jangka waktu pendek. 6. Repurchase Agreement

Transaksi jual odi surat-surat berharga disertai dengan perjanjian bahwa penjual akan membeli kcmbali surat-surat berharga yang dijual tersebut pada tanggal dan dengan harga yang telah ditetapkan lebih dahulu

7.

Banker’s Acceptence

Suatu instrumen pasar uang yang digunakan untuk memberikan kredit pada eksportir atau importir untuk membayar sejumlah barang atau untuk membeli valuta asing. 4. Sebutkan tujuan pasar uang!

Dari pihak yang membutuhkan dana : Untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek Untuk memenuhi kebutuhan likuiditas Untuk memenuhi kebutuhan modal kerja Sedang mengalami kalah keliring

1. 2. 3. 4.

Dari pihak yang menanamkan dana : Untuk memperoleh penghasilan dengan tingkat suku bunga tertentu Membantu pihak-pihak yang mengalami kesulitan keuangan Spekulasi Apa yang saudara ketahui tentang pasar valas?

1. 2. 3. 5.

PENGERTIAN Valuta asing atau biasa disebut juga dengan kata lain seperti valas, foreign exchange, forex atau juga fx adalah mata uang yang di keluarkan sebagai alat pembayaran yang sah di negara lain. Bursa valuta asing dalam kosakata inggris: foreign exchange market, forex atau disingkat bursa valas yang merupakan suatu jenis perdagangan atau transaksi yang memperdagangkan mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya (pasangan mata uang/pair) yang melibatkan pasar-pasar uang utama di dunia selama 24 jam secara berkesinambungan. Dan dalam perkembangannya akhir ini uang berkembang menjadi komoditas yang bisa di perdagangkan. Pasar valuta asing sendiri mengalami pertumbuhan yang pesat pada awal dekade 70’an. Bisa dilihat ada 6 Peringkat Teratas Mata Uang Yang Diperdagangkan Peringkat Mata uang ISO 4217 Kode Simbol 1 United States dollar USD $ 2 Eurozone euro EUR € 3 Japanese yen JPY ¥ 4 British pound sterling GBP £

5 Swiss franc CHF 6 Australian dollar AUD $ Pusat perdagangan utama adalah di London, New York, Tokyo dan Singapura namun bank-bank diseluruh dunia menjadi pesertanya. Perdagangan valuta asing terjadi sepanjang hari dimana apabila pasar Asia berakhir maka pasar Eropa mulai dibuka dan pada saat pasar Eropa berakhir maka pasar Amerika dimulai dan kembali lagi ke pasar Asia, terkecuali di akhir pekan. Di bursa valas (valuta asing) ini orang dapat membeli ataupun menjual mata uang yang diperdagangkan. Secara obyektif adalah untuk mendapatkan profit atau keuntungan dari posisi transaksi yang dilakukan. PENYEBAB PASAR VALUTA ASING TUMBUH DENGAN PESAT 1. Pergerakan nilai valuta asing yang mengalami pergerakan cukup signifikan sehingga menarik bagi beberapa kalangan tertentu untuk berkecimpung di dalam pasar valuta asing. 2. Bisnis yang semakin mengglobal. Dengan semakin sengitnya persaingan bisnis membuat perusahaan harus mencari sumber daya baru yang lebih murah, dan tersebar di seluruh dunia sehingga menimbulkan permintaan akan mata uang suatu negara tertentu. 3. Perkembangan telekomunikasi yang begitu cepat dengan adanya sarana telepon, telex, faksimile, internet maka memudahkan para pelaku pasar untuk berkomunikasi dan transaksi dapat lebih mudah dilakukan. 4. Keuntungan yang di peroleh di pasar valas yang cenderung besar meningkatakan keinginan berbagai pihak berusaha memperoleh gain dari pergerakan valuta asing. Pergerakan nilai valuta asing yang selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu karena hukum demand dan supply selalu melibatkan berbagai pelaku pasar yang mempunyai berbagai kepentingan. PELAKU PASAR VALUTA ASING 1. Perusahaan.

Untuk meningkatkan daya saing dan menekan biaya produksi perusahaan selalu melakukan eksplorasi terhadap berbagai sumber-sumber daya yang baru dan yang lebih murah. Bisanya kita menyebut kegiatan ini dengan kegiatan impor. Dan perusahaan juga akan selalu melakukan kegiatan eksplorasi market untuk memperluas jaringan distribusi barang dan jasa yang telah di produksi oleh perusahaan tersebut yang pada akhirnya akan timbul pendapatan dalam mata uang lain. Biasanya kita menyebut kegitatan tersebut dengan ekspor. Karena ada kegiatan impor dan ekspor inilah perusahaan kadang memerlukan mata uang negara lain dengan jumlah yang cukup besar. 2. Masyarakat atau perorangan.

Masyarakat atau perorangan dapat melakukan transaksi valuta asing di sebabkan oleh beberapa faktor. Faktor yang pertama adalah kegiatan spekulasi, yaitu dengan memanfaatkan fluktuasi pergerakan nilai valuta asing untuk memperoleh keuntungan. Faktor kedua adalah kebutuhan konsumsi pada saat berada di luar negeri. Sebagai contoh sebuah keluarga tamasya ke Singapura, untuk membeli kebutuhan konsumsi di sana harus menggunakan Dolar Singapura, karena Rupiah tidak berlaku di sana, begitu pula Dolar Singapura juga tidak berlaku di Indonesia untuk belanja kebutuhan sehari-hari. 3. Bank Umum.

Bank umum melakukan transaksi jual beli valas untuk berbagai keperluan antara lain melayani nasabah yang ingin menukarkan uangnya kedalam bentuk mata uang lain. Untuk memenuhi kewajibannya dalam bentuk valuta asing. 4. Broker.

Broker adalah perusahaan yang menjadi perantara terjadinya transaksi valuta asing. Mereka membantu kita untuk mencarikan pembeli ataupun penjual. 5. Pemerintah.

Pemerintah melakukan transaksi valuta asing untuk berbagai tujuan antara lain membayar hutang luar negeri, menerima pendapatan dari luar negeri yang harus di tukarkan lagi kedalam mata uang local. 6. Bank Sentral.

Di banyak negara bank sentral adalah lembaga independent yang bertugas menstabilkan mata uangnya. Biasanya bank sentral melakukan jual beli valuta asing dalam rangka menstabilkan nilai tukar mata uangnya yang biasa disebut dengan kegiatan intervensi. Valuta asing ini sangatlah berperan penting dalam Sistem Moneter Internasional. Jika terjadi penurunan ataupun kenaikan nilai valuta asing, maka hal ini akan memberikan pengaruh terhadap dunia internasional. Sebelum ada valuta asing ini, dunia internasional menggunakan emas sebagai alat investasinya karena dianggap nilai emas dapat terus naik setiap saat. Biasanya emas ini dibeli dan dijual kepada bank-bank sentral dengan standar tukar emas yang telah ditetapkan. Bank-bank disini berperan sebagai lembaga pemerintah yang mengelola kebijaksanaan moneter di setiap negara. Jadi, bank disini menjadi perwakilan dalam mengatur kebijakan moneter dalam negaranya. Sudah barang tentu jika ada sesuatu yang terjadi dalam bidang bisnis, moneter dan keuangan di salah satu negara di dunia (negara yang berpengaruh), maka akan berpengaruh juga terhadap sistem moneter internasional.

Perbedaan Pasar Uang dan Pasar Modal
by yyou_yayu on December 9, 2009

Persamaan Pasar uang dan pasar modal : 1. Sama-sama bagian dari pasar finansial (pasar pendanaan) karena pasar uang sendiri, muncul karena bank membutuhkan likuiditas, kemudian menjual instrumen pasar uang ke bank lain. Baik bank konvensional atau bank syariah. Sedangkan pasar modal, adanya penjualan saham, obligasi dan lain-lain. 2. Menjalankan funsi yang sama yaitu menjembatani pihak surplus dan defisit yang memiliki banyak peluang investasi. 3. Produk pasar uang dan produk pasar modal relatif sama berupa surat berharga. Perbedaan Pasar Uang dan Pasar Modal : 1. Produk Pasar uang bersifat jangka pendek <270 hari dengan produk utama sertifikat deposito, tabungan, SBI, dan commercial Paper. Pasar modal bersifat jangka panjang dengan produk obligasi, reksa dana dan saham. 2. Otoritas tertinggi pasar uang adalah BI, sedangkan Pasar Modal adalah Departemen Keuangan. 3. Pasar Modal ada pasar sekundernya, sedangkan pasar uang tidak selal ada. 4. Pasar uang ada diantara bank, sedangkan pasar modal terjadi di bursa efek. 5. Pasar modal memiliki produk turunan opsi, warrant, dan right, sedangkan pasar uang hanya memiliki turunan produk reksa dana. 6. Produk kedua pasar berbeda dalam hal return dan resikonya, Pasar uang resiko nya rendah dengan return yang rendah, sedangkan pasar modal resikonya tinggi dengan return yang tinggi pula.

PASAR UANG
Desember 7, 2007 — triwisanti

Pengertian
Pasar Uang (Money Market) adalah pasar dengan instrumen financial jangka pendek, umumnya yang diperjualbelikan berkualitas tinggi. Jangka waktu instrumen pasar uang biasanya jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang.

Mekanisme Pasar Uang
Pasar Uang berbeda dengan Pasar Modal yang tradingnya dilakukan melalui Bursa atau Stock Exchange, misalnya di USA: Bursa Wall Street, New York, di Indonesia: Bursa Efek Jakarta (Jakarta Stock Exchange), Bursa Efek Surabaya (Surabaya Stock Exchange). Pasar Uang sifatnya abstrak, tidak ada tempat khusus seperti halnya dengan Pasar Modal, transaksi pada Pasar Uang dilakukan secara OTC (Over The Counter Market), dilakukan oleh setiap peserta (partisipan) melalui Desk atau Dealing Room masing-masing peserta.

Sarana yang digunakan dalam melakukan transaksi Pasar Uang dapat berupa: - Reuters Monitor Dealing Screen (RMDS) - Telex - Telepon - Fax, dan

- Sarana telekomunikasi lainnya yg diperkenankan untuk transaksi tsb.
Transaksi Pasar Uang dilakukan setiap hari kerja Bank sejak Senin Pagi di Wellingthon sampai Jum’at sore pk.17.00 waktu New York, beroperasi selama 24 jam. Khusus untuk di Indonesia terutama mata uang IDR (Indonesian Rupiah) sesuai atau mengacu pada ketentuan Bank Indonesia.

Fungsi Pasar Uang

Sarana alternatif khususnya bagi lembaga-lembaga keuangan, perusahaan-perusahaan non keuangan, dan peserta-peserta lainnya, baik dalam memenuhi kebutuhan dana jangka pendeknya maupun dalam rangka melakukan penempatan dana atas kelebihan likuiditasnya. Sbg sarana pengendali moneter (secara tidak langsung) oleh penguasa moneter dalam melaksanakan operasi terbuka, krn di Indonesia pelaksanaan operasi pasar terbuka oleh Bank Sentral Indonesia dilakukan melalui pasar uang dengan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) sebagai instrumennya.

Peserta Pasar Uang
     

Bank Sentral Bank Komersial Financial Institution (FI) Perusahaan-perusahaan Besar (MNC) Individuals Broker

Instrumen Pasar Uang Instrumen Pasar Uang yang banyak ditransaksikan di berbagai negara dan diperdagangkan secara internasional antara lain meliputi: 1. Treasury Bills (T-Bills) 2. Commercial Paper (CP)

3. Negotiable Certificate of Deposits (CDs) 4. Banker’s Acceptance (BA) 5. Bill of Exchange 6. Repurchase Agreement (Repos) 7. Fed Funds (di Amerika Serikat) Sedangkan instrumen Pasar Uang yang diperdagangkan dalam pasar uang di Indonesia saat ini antara lain: 1. Sertifikat Bank Indonesia (SBI) 2. Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) 3. Sertifikat Deposito 4. Commercial Paper (CP) 5. Call Money 6. Wesel dan Promes 7. Repurchase Agreement 8. Banker’Acceptance, dan (BA) 9. Bill of exchange Kebutuhan Adanya Pasar Uang Alasan kenapa pasar uang dibutuhkan dalam sistem perekonomian adalah banyaknya perusahaan serta individu yang mengalami arus kas yang tidak sesuai antara inflows dan outflows. Misalnya, perusahaan melakukan penagihan dari klien pada periode tertentu dan pada waktu yang lain ia harus mengeluarkan uang untuk menutupi biaya operasionalnya. Untuk mengatasi masalah tersebut (perusahaan pada saat kasnya mengalami defisit), maka perusahaan tersebut sementara dapat memasuki pasar uang sebagai peminjam dengan mencari lembaga keuangan atau pihak lain yang memiliki surplus (kelebihan) dana. Selanjutnya, pada saat perusahaan tersebut mengalami surplus dana, maka perusahaan tersebut menjadi kreditor dalam pasar uang untuk memperoleh pendapatan daripada membiarkan danaya tak terpakai atau idle. Oleh karena itu, pasar uang berfungsi untuk menjembatani adanya kesenjangan antara penerimaan dan pengeluaran dana; menutup kekurangan dengan pinjaman jangka pendek apabila

pengeluaran dana melebihi penerimaan; dan penyediaan outlet investasi untuk memperoleh pendapatan bunga bagi unit yang penerimaannya melebihi pengeluaran. Debitur dan Kreditur dalam Pasar Uang Menentukan siapa debitur (borrower) dan kreditur (lender) dalam pasar uang agak sulit. Perusahaan atau lembaga-lembaga yang sama sering beroperasi di kedua sisi pasar uang, yaitu dalam waktu yang sama bisa sebagai debitur dan kreditur. Misalnya, sebuah bank umum yang beroperasi di pasar uang akan meminjam dana secara agresif melalui sertifikat deposito dan instrumen utang jangka pendek lainnya; dan pada waktu yang sama bank tersebut memberi pinjaman jangka pendek kepada perusahaan-perusahaan yang sementara sedang mengalami kekurangan dana. Lembaga-lembaga yang biasanya ikut bermain di dua sisi pasar uang adalah bank-bank besar, lembaga-lembaga keuangan non bank, lembaga-lembaga pemerintah. Bahkan bank-bank sentral dapat menjadi pemasok dana yang agresif di pasar uang dan mengambil posisi sebaliknya pada esok harinya. Kegiatan tersebut biasanya dilakukan dalam rangka pelaksanaan operasi pasar terbuka. Tujuan Pasar Uang Bagi Investor Investor di pasar uang terutama mencari keamanan dan likuiditas disamping peluang untuk memperoleh pendapatan bunga. Hal tersebut disebabkan dana yang diinvestasikan di pasar uang adalah kelebihan dana sementara, dan biasanya dibutuhkan dalam waktu singkat untuk membayar pajak, gaji, deviden dsb. Dengan alasan ini, maka investor di pasar uang sangat sensitif terhadap resiko. Jenis-jenis Resiko Investasi di Pasar Keuangan 1. Resiko Pasar (interest rate risk), yaitu resiko yang berkaitan dengan turunnya harga surat berharga (dan tingkat bunga naik) mengakibatkan investor mengalami capital loss. 2. Resiko Reinvestment, yaitu resiko terhadap penghasilan-penghasilan suatu aset finansial yang harus di re-invest dalam aset yang berpendapatan rendah (resiko yang memaksa investor menempatkan pendapatan yang diperoleh dari bunga kredit atau surat-surat berharga ke investasi yang berpendapatan rendah akibat turunnya tingkat bunga.. 3. Resiko Gagal Bayar (default risk atau credit risk), yaitu resiko yang terjadi akibat tidak mampunya peminjam (debitur) memenuhi kewajibannya sesuai dengan yang dijanjikan. 4. Resiko Inflasi (resiko daya beli atau purchasing power risk). Untuk menghadapi hal tersebut kreditur biasanya berusaha mengimbangi proyeksi inflasi engan meminta atau mengenakan tingkat bunga yang lebih tinggi. 5. Resiko Valuta (currency risk atau exchange rate risk).

6. Resiko Politik, ini berkaitan engan kemungkinan adanya perubahan ketentuan perunangan yang berakibat turunnya pendapatan yang diperkirakan dari suatu investasi atau bahkan akan terjadi kerugian total dari modal yang diinvestasikan. 7. Marketability atau Liquidity Risk, ini dapat terjadi apabila instrument pasar uang yang dimiliki sulit untuk dijual kembali sebelum jatuh tempo. Sulitnya menjual kembali surat berharga tersebut memberi resiko untuk tidak dapat mencairkan kembali instrument pasar uang dalam bentuk uang tunai pada saat membutuhkan likuiditas sebelum jatuh tempo.
Pengertian Pasar Valas Kuncoro (1996:105) menjelaskan bahwa semua kegiatan bisnis internasional memerlukan transfer uang dari satu negara ke negara lain sebagai contoh, suatu perusahaan multinasional AS yang mendirikan pabrik di Inggris, pada akhir tahun buku selalu ingin mentransfer laba yang diperoleh dari usahanya di Inggris (dalam bentuk Poundsterling) ke kantor pusatnya di AS (dalam bentuk USD) maka untuk mengkonversikan mata uang Poundsterling Inggris ke dalam US Dolar diperlukan adanya pasar valas. Menurut Madura (2000:58) pasar valas adalah pasar yang memfasilitasi pertukaran valuta untuk mempermudah transaksi-transaksi perdagangan dan keuangan internasional. Kuncoro (1996:106) transaksi valas (foreign exchange transaction) adalah pertukaran suatu mata uang dengan mata uang lain. Mekanisme Pasar Valuta Asing Kuncoro (1996:107) seandainya ada mata uang tunggal internasional, barangkali pasar valas tidak diperlukan. Kenyataan menunjukkan, dalam setiap transaksi internasional selalu digunakan valas. Dengan kata lain ada kebutuhan untuk mengkonversi mata uang yang satu menjadi mata uang lain. Inilah yang menimbulkan adanya permintaan akan transaksi valas. Pasar valas dunia menawarkan mekanisme yang dapat menyelesaikan trnsaksi yang kompleks dan beragam secara efisien Perantara utama dalam pasar valas adalah bank-bank utama yang beroperasi diseluruh dunia terutama yang berdagang valas. Bank-bank ini dihubungkan dengan jaringan telekomunikasi yang sangat maju dan canggih, dimana dapat menghubungkan bank-bank tersebut dengan klien utamanya dan bank-bank lain diseluruh dunia. Tidak seperti di bursa saham yang memiliki lantai perdagangan (trading floor), pialangpialang berbagai bank dalam pasar valas tidak pernah bertemu dan berhadapan secara langsung. Hanya telepon, modem, mesin faks, terminal computer, atau telex yang menghubungkan permintaan dan penawaran valas. Ada dua tingkatan dalam pasar valas. Pertama, pasar konsumen/eceran (consumer/retail market), dimana individu atau institusi membeli dan menjual valas kepada bank. Sebagai contoh, bila IBM bermaksud merepatriasi keuntungan dari cabangnya di Jerman ke AS, maka IBM dapat mendatangi sebuah bank di Frankfurt dengan tawaran menjual DM yang dimilikinya untuk ditukarkan US$. Kedua, apabila bank tersebut tidak memiliki jumlah US$ yang diinginkan, maka bank tadi akan mendatangi bank lain untuk memperoleh Dolar sebagai ganti DM atau valas lain. Penjualan dan pembelian semacam ini disebut pasar antar bank. Pelaku Pasar Valas

Madura (2000:648) menjelaskan para pelaku dari pasar valuta asing adalah: “Market composed primarily of banks, serving firms and consumers who wish to buy or sell various currencies.” Definisi tersebut diartikan sebagai pasar yang pelakunya terdiri dari bank-bank, perusahaan-perusahaan, dan masyarakat yang ingin membeli atau menjual mata uang berbagai negara. Kuncoro (1996:108-113) menjelaskan pelaku utama dalam pasar valas amat beragam, tidak hanya dalam skala operasi namun juga tujuan dan metode memanfaatkan pasar ini. Pelaku ekonomi yang utama dalam pasar valas dapat digolongkan menjadi: 1) Individu Individu-individu yang bermain di pasar valas terdorong oleh kebutuhan bisnis dan pribadinya. kebutuhan pribadi misalnya seseorang ingin mengirim sejumlah uang kepada familinya di luar negeri. kebutuhan bisnis muncul apabila seseorang terlibat dalam bisnis internasional, contohnya importir individu. 2) Institusi Institusi yang dimaksud disini adalah institusi-institusi keuangan yang mempunyai investasi internasional, meliputi dana pensiun, perusahaan asuransi, mutual fund, dan bank investasi. 3) Perbankan Perbankan adalah pelaku pasar valas yang terbesar dan paling aktif. Perbankan beroperasi dalam pasar valas lewat para pedagangnya. Istilah teknis untuk menyebut para pedagang ini adalah exchange dealer atau exchange trader. 4) Bank Sentral Bank Sentral memasuki pasar valas dengan tujuan utama bukan untuk memperoleh laba atau menghindari resiko dari operasi valas yang dilakukannya. Tujuan utama Bank Sentral adalah mempengaruhi nilai mata uangnya dan nilai mata uang penting lain agar bergerak sesuai dengan nilai yang menurut Bank Sentral tersebut sesuai dengan kepentingan ekonomi negaranya. 5) Spekulan dan Arbitraser Arbitraser adalah orang yang mengeksploitasi perbedaan kurs antar valas. Peran serta Spekulan dan arbitraser dalam pasar valas semata-mata didorong oleh motif mengejar keuntungan. Mereka justru menuai laba dari fluktuasi drastis yang terjadi di pasar valas. Dengan kata lain, mereka tidak mempunyai transaksi bisnis atau komersial yang perlu dilindungi di pasar valas. 6) Pialang Pasar Valas Pialang pasar valas adalah perantara yang menghubungkan antara pihak yang membutuhkan dan menawarkan valas di pasar valas. Untuk jasa perantara, pialang mengenakan biaya yang telah disepakati, yang disebut brokerage. Salah satu modal dasar dasar pialang adalah penguasaannya atas informasi pasar. Informasi sempurna karena dapat mempertemukan berbagai pelaku pasar valas inilah yang membuat pasar valas menjadi pasar yang efisien. Fungsi pokok Pasar Valas Nopirin (1987:165-166) menyebutkan beberapa fungsi pokok pasar valuta asing dalam membantu lalulintas pembayaran internasional yaitu:

1) Mempermudah pertukaran valuta asing serta pemindahan dana dari satu negara ke negara lain. Proses penukaran atau pemindahan dana ini dapat dilakukan dengan sistem clearing seperti halnya yang dilakukan oleh bank-bank serta pedagang. 2) Karena sering terdapat transaksi internasional yang tidak perlu segera diselesaikan pembayaran atau penyerahan barangnya, maka pasar valuta asing memberikan kemudahan untuk dilaksanakannya perjanjian atau kontrak jual beli dengan kredit. 3) Memungkinkan dilakukannya hedging. Seorang pedagang melakukan hedging apabila dia pada saat yang sama melakukan transaksi jual beli valuta asing yang berbeda, untuk menghilangkan/mengurangi resiko kerugian akibat perubahan kurs. Jenis-jenis Pasar Valas Pasar valas dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu: 1. Pasar Spot (Pasar Tunai) Menurut Madura (2000:58-66) kurs spot adalah nilai tukar berjalan suatu valuta. Kemudian yang dimaksud pasar spot adalah pasar yang memfasilitasi transaksi-transaksi nilai tukar berjalan suatu valuta. Dimana komoditi atau valas dijual secara tunai dengan penyerahan segera. Disebut juga actual market atau physical market. Menurut Kuncoro (1996:106-107) transaksi spot terdiri dari transaksi valas yang biasanya selesai dalam maksimal dua hari kerja. Dalam pasar spot, dibedakan atas tiga jenis transaksi: a) Cash, dimana pembayaran satu mata uang dan pengiriman mata uang lain diselesaikan dalam hari yang sama b) Tom (kependekan dari tomorrow/besok), dimana pengiriman dilakukan pada hari berikutnya c) Spot, dimana pengiriman diselesaikan dalam tempo 48 jam setelah perjanjian. Menurut Hamdi (2000:20) contoh transaksi spot yaitu pada tanggal 22 Desember 1996 seorang ayah membutuhkan US$ 10.000 untuk uang saku anaknya yang akan sekolah diluar negeri. maka seorang ayah tersebut dapat menghubungi bank-bank devisa atau money changer untuk dapat mengetahui dan membuat kesepakatan selling price pada tanggal tersebut. Apabila telah tercapai kesepakatan selling price pada tanggal 22 Desember 1996 adalah US$1 = Rp 5.500 maka perhitungannya: Jumlah Rupiah yang dibutuhkan = US$ yang dibutuhkan x selling price = US$ 10.000 x Rp 5.5000 = Rp 55.000.000,maka untuk mendapatkan US$ 10.000 diperlukan Rp 55.000.000,- yang harus diserahkan paling lambat tanggal 24 Desember 2004 (2 x 24 jam atau t +2). 2. Pasar Forward Menurut Madura (2000:58-66) Kurs forward adalah nilai tukar suatu valuta dengan valuta lain pada suatu waktu di masa depan yang dikuotasikan oleh bank-bank. Kemudian yang dimaksud Pasar Forward adalah pasar yang memfasilitasi perdagangan kontrak forward mata uang. Menurut Kuncoro (1996:106-107) transaksi forward merupakan transaksi valas dimana pengiriman mata uang dilakukan pada suatu tanggal tertentu di masa datang. Kurs dimana transaksi forward akan diselesaikan telah ditentukan pada saat kedua belah pihak menyetujui kontrak untuk membeli dan

menjual. Waktu antara ditetapkannya kontrak dan pertukaran mata uang yang sebenarnya terjadi dapat bervariasi dari dua minggu hingga satu tahun. Jatuh tempo kontrak forward biasanya satu, dua, tiga atau enam bulan. Transaksi forward biasanya terjadi bila eksportir, importir, atau pelaku ekonomi lain yang terlibat dalam pasar valas harus membayar atau menerima sejumlah mata uang asing pada suatu tanggal tertentu di masa mendatang. Menurut Madura (2000:63) contoh transaksi forward yaitu apabila suatu perusahaan akan membutuhkan 1 juta Mark Jerman, 90 hari dari sekarang untuk mengimpor barang dari Jerman. Asumsikan bahwa perusahaan tersebut dapat langsung membeli Mark Jerman untuk pengiriman langsung (yaitu, dari pasar spot) dengan kurs spot $0,50 per Mark. Berdasarkan kurs spot ini maka perusahaan membutuhkan $500.000 ($0,50 per Mark x 1.000.000). namun perusahaan belum memiliki dana saat ini juga untuk membeli Mark. Perusahaan dapat menunggu 90 hari dan kemudian menukarkan US Dolar dengan Mark menurut kurs yang berlaku saat itu. Tetapi perusahaan tidak mengetahui berapa kurs spot 90 hari dari sekarang. Jika naik menjadi $0,60 per Mark, perusahaan akan membutuhkan $600.000 ($0,60 per Mark x 1.000.000 Mark). Dengan danya ini maka perusahaan akan merugi sebesar $100.000. akan lebih baik perusahaan mengunci kurs untuk 90 hari dari sekarang. Dimana kurs forward 90 hari sekarang adalah $0,51 per mark, maka perusahaan dapat melakukan perjanjian kontrak forward dengan menggunakan kurs forward 90 hari dari sekarang. Sehingga dana yang dibutuhkan perusahaan sebesar $510.000 ($0,51 per Mark x 1.000.000 Mark). Maka dengan mengunci kurs, perusahaan tidak perlu khawatir dengan adanya perubahan kurs spot 90 hari ke depan. 3. Pasar Currency Futures Menurut Madura (2000:67-68) pasar Currency Futures merupakan pasar yang memfasilitasi perdagangan kontrak Currency Futures. Suatu kontrak Currency Futures menetapkan suatu volume standar dari suatu valuta tertentu yang akan dipertukarkan pada tanggal penyelesaian (settlement date) tertentu di masa depan. Sebuah MNC (multi national corporation) yang ingin meng-hedge hutangnya akan membeli kontrak Currency Futures untuk mengunci harga suatu valuta di masa depan Menurut Kuncoro (2000:123) contoh transaksi futures yaitu sebuah korporasi AS, yang pada tanggal 2 Januari menyadari kebutuhan akan 450.000 mark untuk tanggal 11 Februari (40 hari kemudian). Jika korporasi tersebut berupaya untuk mengunci harga pembelian mark di masa depan dengan kontrak futures, tanggal penyelesaian kontrak adalah hari Rabu ketiga bulan Maret. Selain itu, jumlah Mark yang dibutuhkan (450.000) lebih tinggi dari jumlah standarnya (125.000). Hal yang terbaik yang bisa dilakukan korporasi adalah membeli 3 kontrak futures-mark (dengan total 375.000 Mark) atau 4 kontrak futuresmark (500.000). asumsikan bahwa pada tanggal 11 Januari, harga futures-mark untuk bulan Maret adalah $0,5900. dengan membeli kontrak futures ini pada tanggal 2 Januari, perusahaan wajib membeli Mark seharga $0,5900 per Mark pada hari Rabu ketiga bulan Maret. Di lain pihak, siapa pun yng menjual kontrak futures ini pada tanggal 11 Januari wajib mengirimkan (menjual)Mark dengan harga $0.5900 per Mark pada hari Rabu ketiga bulan Maret. Karena satu unit kontrak futures-mark bernilai $125.000 Mark, maka perusahaan harus membeli 3 atau 4 unit kontrak futures-mark. Maka jumlah Dolar yang dibutuhkan

adalah $221.500 (3 unit kontrak futures-mark x $125.000 x $0,5900) atau 295.000 (4 unit kontrak futures-mark x $125.000 x $0,5900). 4. Pasar Currency Options Menurut Madura (2000:67-68) menjelaskan pasar Currency Options merupakan pasar yang memfasilitasi perdagangan kontrak currency options. Kontrak currency options dapat diklasifikasikan sebagai call atau put. Suatu currency call Options menyediakan hak untuk membeli suatu valuta tertentu dengan harga tertentu (yang dinamakan dengan strike price atau exercise price) dalam suatu periode waktu tertentu. currency call options digunakan untuk meng-hedge hutang-hutang valas yang harus dibayarkan di masa depan. currency put options memberikan hak untuk menjual suatu valuta asing dengan harga tertentu dalam suatu periode waktu tertentu. Currency put options digunakan untuk meng-hedge piutang-piutang valas yang akan diterima di masa depan. Menurut Madura (2000:131) contoh dari transaksi currency call options yaitu ada kemungkinan perusahaan sebuah perusahaan akan membutuhkan valuta asing di masa depan, tetapi perusahaan tidak begitu yakin. Sebagai contoh, anggaplah sebuah perusahaan AS terlibat dalam tender sebuah poyek di Jerman. Jika proyek tersebut jatuh kepada perusahaan tersebut maka perusahaan akan membutuhkan kira-kira DM625.00 untuk membeli bahan baku dan jasa di Jerman, namun perusahaan tidak tahu apakah tawaran akan diterima atau tidak sampai tiga bulan ke depan. Asumsikan bahwa exercise price bagi Mark adalah $0,50 dan premium call option-nya adalah $ 0,02 per unit. Perusahaan akan membayar $1250 per opsi (62.500 x $0.02) atau $12.500 untuk 10 kontrak. Dengan adanya opsi tersebut, jumlah maksimum pengeluaran US Dolar untuk membeli Mark adalah $312.500 (62.500 x $0,5).

Pasar uang adalah suatu tempat pertemuan abstrak dimana para pemilik dana jangka pendek dapat menawarkan kepada calon pemakai yang membutuhkannya, baik secara langsung maupun melalui perantara. Sedangkan yang dimaksud dengan dana jangka pendek adalah dana-dana yang dihimpun dari perusahaan maupun perorangan dengan batasan waktu dari satu hari sampai satu tahun, yang dapat diperjualbelikan didalam pasar uang.Pandji Anoraga dan Piji Pakarti (2001:20). Perwujudan dari pasar semacam ini benipa institusi dimana individu atau organisasi yang mempunyai kelebihan dana jangka pendek bertemu dengan individu yang memerlukan dana. Pasar Uang menurut Pandji Anoraga dan Piji Pakarti (2001:19) mempunyai ciri : jangka waktu dana yang pendek, tidak terikat pada tempat tertentu, pada umumnya supply dan demand bertemu secara langsung dan tidak perlu guarantor underwriter . Pasar uang dan pasar modal sebetulnya merupakan sarana investasi dan moblisasi dana. Pasar uang mempunyai fungsi yaitu sebagai sarana alternatif bagi lembaga-lembaga keuangan, perusahaan non keuangan dan peserta - peserta lainnya baik dalam memenuhi kebutuhan dana jangka pendek maupun dalam rangka memijamkan dana atas kelebihan likuiditasnya. Pasar uang juga berfungsi sebagai sarana pengendali moneter dalam melaksanakan operasi pasar terbuka. SBI (Serrifikat Bank Indonesia) sebagai instrumen dalam melakukan operasi pasar terbuka

digunakan untuk kontraksi moneter. Lembaga-lembaga yang aktif di pasar uang adalah bank komersial, bank dagang, penyalur uang, dan bank sentral pemerintah.Pandji Anorga dan Piji Pakarti (2001:19). Instrumen Pasar Uang di Indonesia: Instrumen atau surat-surat berharga yang diperjualbelikan dalam pasar uang jenisnya cukup bervariasi termasuk surat-surat berharga yang diterbitkan oleh badan-badan usaha swasta dan negara serta lembaga-lembaga pemerintah. Instrumen pasar uang yang ada di Indonesia. Dahlan Siamat (2001:208): 1. Sertfikat Bank Indonesia (SBI) Instrumen utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau bank sentral atas unjuk dengan jumlah tertentu yang akan dibayarkan kepada pemegang pada tanggal yang telah ditetapkan. Instrumen ini berjangka waktu jaruh tempo satu tahun atau kurang. 3. Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) Surat - surat berharga berjangka pendek yang dapat diperjualbelikan secara diskonto dengan Bank Indonesia atau lembaga diskonto yang ditunjuk oleh BI. 3. Sertifikat Deposito Instrumen keuangan yang diterbitkan oleh suatu bank atas unjuk dan dinyatakan dalam suatu jumlah, jangka waktu dan tingkat bunga tertentu. Sertifikat Deposito adalah deposito berjangka yang bukti simpanannya dapat diperdagangkan. Ciri pokok yang membedakaimya dengan deposito berjangka terletak pada sifat yang dapat dipindahtangankan atau diperjualbelikan sebelum jangka waktu jatuli temponya melalui lembaga - lembaga keuangan lainnya. 4. Commerecial Paper Promes yang tidak disertai dengan jaminan yang diterbitkan oleh perusahaan untuk memperoleh dana jangka pendek dan dijual kepada investor dalam pasar uang. 5. Call Money Kegiatan pinjam meminjam dana antara satu bank dengan bank lainnya untuk jangka waktu pendek. 6. Repurchase Agreement Transaksijual odi surat-surat berharga disertai dengan perjanjian bahwa penjual akan membeli kcmbali surat-surat berharga yang dijual tersebut pada tanggal dan dengan harga yang telah ditetapkan lebih dahulu 7. Banker's Acceptence Suatu instrumen pasar uang yang digunakan untuk memberikan kredit pada eksportir atau importir untuk membayar sejumlah barang atau untuk membeli valuta asing. Indikator Pasar Uang. Indikator pasar uaing sangat diperlukan untuk mengukur atau paling tidak mengamati perkembangan pasar uang, Indikator pasar uang meliputi: 1. Suku bunga Pasar Uang Antar Bank (Rp) Tingkat bunga yang dikenakan oleh bank terhadap bank lain dalam hal pinjam meminjam

danadalam bentuk rupiah. 2. Volume transaksi Pasar Uang Antar Bank (Rp) Jumlah transaksi antar bank dalam hal pinjam meminjam dalam bentuk rupiah. 3. Suku bunga Pasar Uang Antar Bank (US$) Tingkat bunga yang dikenakan oleh bank terhadap bank lain dalam hal pinjam meminjam danadalam bentuk US $. 4. Volume transaksi Pasar Uang Antar Bank (US$) Jumlah transaksi antar bank dalam hal pinjam meminjam dalam bentuk US $. 5. J1BOR (Jakarta Interbank Offered) Suku bunga yang ditawarkan untuk transaksi pinjam meminjam antar bank. 6. Suku bunga deposito Rupiah (%/Th) Tingkat bunga yang diberikan para deposan yang mendepositokan uangnya dalam bentuk Rupiah 7. Suku bunga deposito US$ (%/Th) Tingkat bunga yang diberikan para deposan yang mendepositokan uangnya dalam bentuk US $. 8. Nilai Tukar Rupiah (Kurs) harga suatu mata uang terhadap mata uang lainnya atau nilai dari suatu mata uang terhadap mata uang lainnya 9. Suku bunga kredit Tingkat bunga kredit yang dikenakan bank atau lembaga keuangan lainnya kepada para kreditor 10. Inflasi Kenaikan tingkat harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus suatu waktu tertentu 11. Indeks Harga Konsumen (IHK) Angka indeks yang menunjukkan tingkat harga barang dan jasa yang harus dibeli konsumen dalam suatu periode tertentu. 12. Sertifikat Bank Indonesi (SBI) Instrumen investasijangka pendek yang bebas resiko

Pengantar Pasar uang dan pasar Modal
Pengantar Pasar Modal dan Pasar Uang Kekuatan ekonomi suatu bangsa tercermin dari kelengkapan dan efektifitas lembaga pasar yang dimilikinya. Lembaga pasar meliputi : 1. Pasar uang 2. Pasar komoditas 3. Pasar modal

4. Pasar berjangka Pasar uang, pasar modal, dan pasar komoditas dikategorikan sebagai pasar tunai (spot market), sedangkan pasar berjangka sebagai futures market. Gambaran pasar uang tercermin dalam kegiatan perbankan yang meliputi tabungan, deposito, kredit jangka pendek, transaksi valuta asing,surat berharga pasar uang (SBPU), sertifikay Bank Indonesia (SBI), tingkat bunga bank, commercial paper, dan lain sebagainya. Gambaran pasar modal tercermin dari kegiatan seperti emisi efek, perdagangan saham, perdagangan obligasi, perdagangan bukti right, dan waran. Gambaran pasar komoditas tercermin pada perdagangan dari berbagai macam produk seperti pertanian, perkebunan, peternakan dan pertambangan yang dilakukan oleh para pedagang besar, para agen tunggal, atau grossier. Gambaran pasar berjangka tercermin dari kegiatannya yang meliputi jual beli produk derivative seperti indeks saham, indeks obligasi, tingkat bunga, valuta asing, kedelai, gula, kopi, minyak goreng, beras, kacang-kacangan, daging, ternak, emas, aluminium, bahan bakar, gas dan sebagainya. Defenisi Efek UNDANG-UNDANG PASAR MODAL Pasal 1 angka 5 Efek adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivatif dari efek. Instrumen di Pasar Modal Bentuk instrumen di pasar modal disebut efek, yaitu surat berharga yang berupa 1. Saham 2. Obligasi 3. Bukti right 4. Bukti waran 5. Produk turunan atau biasa disebut derivative. 6. Efek Beragun Asset (EBA) 7. Futures & Option 8. Reksa dana Saham adalah tanda bukti memiliki perusahaan dimana pemiliknya disebut juga sebagai pemegang saham (shareholder atau stockholder). Bukti right adalah hak untuk membeli saham pada harga tertentu dalam jangka waktu tertentu. Obligasi (bonds) adalah tanda bukti perusahaan memiliki utang jangka panjang kepada masyarakat yaitu diatas 3 tahun. Pihak yang membeli obligasi disebut pemegang obligasi (bondholder) dan pemegang obligasi akan menerima kupon sebagai pendapatan dari obligasi yang dibayarkan setiap 3 bulan atau 6 bulan sekali. Waran adalah hak untuk membeli saham pada harga tertentu dalam jangka waktu tertentu. KLASIFIKASI SAHAM Berdasarkan Fundamental Perusahaan : Klasifikasi saham berdasarkan tingkat imbal investasinya: Growth Stock

 Saham dengan tingkat imbal investasi yang lebih tinggi dari pada saham sejenis  Harga saham ‘undervalued’ dibandingkan dengan saham lainnya, karena pasar yang tidak efisien atau ‘discount rate’ yang tidak tepat  Contoh ‘growth company’ : perusahaan penyedia jasa internet Defensive Stock  Penurunan imbal investasinya tidak sebesar penurunan imbal investasi pasar secara keseluruhan  Memiliki systematic risk (beta) yang rendah  Contoh ‘defensive company’ : perusahaan yang menyediakan kebutuhan dasar (misalnya: pemasok kebutuhan umum, atau distributor makanan pokok) Cyclical Stock  Memiliki imbal investasi yang lebih berfluktuatif dibandingkan dengan imbal investasi pasar secara keseluruhan  Memiliki systematic risk (beta) yang tinggi  Contoh ‘cyclical company’ : perusahaan property (Sentul City, Agung Podomoro) Seasonal Stock  Memiliki imbal investasi yang sangat fluktuatif sesuai dengan periode (musim) tertentu  Contoh ‘seasonal company’ : produsen kartu ucapan, Departement store (MPPA) Speculative Stock  Memiliki kemungkinan yang besar untuk memberikan tingkat imbal investasi yang rendah atau negatif, dan memiliki kemungkinan yang kecil untuk memberikan tingkat imbal investasi yang normal atau tinggi  Harga saham ‘overpriced’  Contoh ‘speculative company’ : perusahaan pengeboran minyak Apa itu DF ? sejenis investasi di perusahaan sekuritas yang berpendapatan tetap dengan tingkat rate tertentu seperti deposito tanpa adanya NAV (Net Asset Value) atau disebut juga NAB (Nilai Aktiva Bersih) dengan nominal minimal yang telah ditetapkan perusahaan sekuritas yang bersangkutan namun tidak dijamin oleh Pemerintah. • DF(Discretionary Fund) tersebut terbagi atas DF USD dan DF IDR Apakah perbedaan antara DF dengan Deposito ? Apa itu Reksa Dana? Wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat permodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manager Investasi. Dgn kt lain : kumpulan saham2 yg diinvestasikan oleh Fund manager Jenis Reksa Dana by Investasi Jenis Reksa Dana • Pasar uang

• Pendapatan Tetap - Pemerintah - Swasta - Campuran • Campuran • Saham Investasinya • SBI, Deposito, Obligasi (<1 Tahun), • Pasar Uang, MTN & Obligasi • Obligasi Pemerintah • Obligasi Swasta • Seluruh Obligasi • Pasar Uang, Pendapatan Tetap dan Saham • Saham Kiat memilih Reksa Dana Berdasarkan tujuan Investasi – return, risk ability,risk tolerance, and asset allocation  Track Record Reksa Dana  Pengelola Reksa Dana  Behind the Fund Manager  Service yang diberikan Manager Investasi saham Karakteristik Berhak atas pendapatan perusahaan berupa dividen Berhak atas harta perusahaan ketika perusahaan penerbitnya dilikuidasi Berhak mengeluarkan suara dalam RUPS Tanggung jawab terbatas Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) Keuntungan dan Risiko Keuntungan Dividen Sebagian laba bersih perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham (ditentukan dalam RUPS) Capital Gain Keuntungan dari selisih harga beli dan jual saham Risiko Individual Klasifikasi Berdasarkan Kapitalisasi* Big Cap Saham dengan kapitalisasi besar dari 1 triliyin Mid Cap Saham dengan kapitalisasi antara 100 milyar sampai dengan 1 triliyun Small Cap Saham dengan kapitalisasi kurang dari 100 milyar * Kapitalisasi adalah nilai pasar perusahaan yang dapat dihitung dari perkalian nilai pasar saham dengan jumlah saham Nilai Nilai Nominal Total modal disetor dibagi dengan jumlah saham Nilai Buku Total nilai ekuitas dibagi dengan jumlah saham Nilai Pasar Nilai saham berdasarkan permintaan dan penawaran di bursa Nilai Fundamental Nilai wajar perusahaan perusahaan berdasarkan perhitungan IHSG • Pertama kali diperkenalkan 1 April 1983 • Hari dasar perhitungan 10 Agustus 1982 dengan nilai dasar 100 • Jumlah saham pada hari dasar adalah 13 • Metode penghitungan Nilai Pasar X 100 Nilai Dasar Indeks Lain LQ 45 - Indeks gabungan 45 saham paling likuid - Diluncurkan 24 Februari 1997 - Hari dasar tanggal 13 Juli 1994 dengan nilai dasar 100 Jakarta Islamic Index (JII) - Indeks gabungan 30 saham syariah - Diluncurkan 3 Juli 2000 - Hari dasar tanggal 1 Januari 1995 dengan nilai dasar 100 Obligasi Karakteristik Kontrak yang mempunyai kekuatan hukum Memiliki jangka waktu jatuh tempo tertentu Memberikan pendapatan secara periodik Mempunyai nilai nomonal (face value) Jenis Berdasarkan Penerbit (Issuers) Pemerintah - BUMN - Swasta (korporasi) Jenis (lanjutan) Berdasarkan Kupon > coupon bond / bunga > zero-coupon bond Bewrdasarkan Bunga Kupon > fixed rate/tetap > variable rate/variable/naik-turun Keuntungan dan Risiko Keuntungan Bunga Pembayaran bunga atas obligasi yang dilakukan secara peridik Capital Gain Keuntungan dari selisih harga beli dan jual obligasi

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->