P. 1
Manajemen Agribisnis 2

Manajemen Agribisnis 2

|Views: 65|Likes:
Published by Isno Isname

More info:

Published by: Isno Isname on Jul 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2012

pdf

text

original

KERANGKA PEMIKIRAN (CONCEPTUAL MODEL

)

“Analisis Kebijakan Sektoral Dalam Pegembangan Agribisnis”

PENGANTAR SISTEM AGRIBISNIS PERENCANAAN DAN PENGAWASAN A. Untuk menyelesaikan suatu proyek, diketahui kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan sebagai berikut: Kegiatan Waktu Seblumnya 1. A 0 2. B A 20 3. C B 30 4. D B 60 5. E C 40 6. F C 40 7. G D 20 8. H E,F 50 9. I F,G 60 10. J H,I 20 11. K J 0 Berapa waktu penyelesaian normal proyek tersebut? No Kegiatan Jawab: Gambar kegiatan penyelesaian proyek.

Jalur-jalur Waktu (hari) Kegiatan yang Dibutuhkan 1. A-B-C-E-H-J-K………………… 0+20+30+40+50+20+0=160 2. A-B-C-F-I-J-K………………….. 0+20+30+40+50+20+0=160 3. A-B-C-F-I-J-K………………….. 0+20+30+40+60+20+0=170 4. A-B-D-G-I-J-K…………………. 0+20+60+20+60+20+0=160 Jalur kritisnya adalah jalur A – B – D – G – I – J – K dengan waktu yang dibutuhkan = 180 hari (panah telaah).

Jadi, waktu penyelesaian yang normal dari proyek tersebut adalah 180 hari.

B. Cari jalur kritis (critical path) rangkaian kegiatan-kegiatan dibawah ini: Lama Waktu Lama Waktu Kegiatan Kegiatan (dalam Hari) (dalam Hari)

1–2 1–3 1–4 2–5 2–7 3–5 3–7 4–6

6 4 5 7 6 8 10 4

5–8 5 – 10 6–7 6–9 7 – 10 7–8 8 – 11 9 – 10 10 – 11

7 8 7 3 9 3 8 6 5

Berapa lama untuk menyelesaikan kegiatan-kegiatan ini? Bila kita dapat mempercepat 3 hari kegiatan yag lama dalam jalur kritis, bagaimana pengaruhnya pada penyelesaian kagiatan seluruhnya? Apakah muncul jalur kritis baru? Jawab: Diagram network rangkaian kegiatan-kegiatan diatas:

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11.

Alternatif Jalur Kegiatan 1-2-5-8-11 ………………. 1-2-5-10-11 …………….. 1-2-7-8-11 ………………. 1-2-7-10-11 …………….. 1-3-5-8-11 ………………. 1-3-5-10-11 …………….. 1-3-7-8-11 ………………. 1-3-7-10-11 …………….. 1-4-6-7-8-11 ……………. 1-4-6-7-10-11 …………. 1-4-6-9-10-11 ………….

Waktu yang Dibutuhkan (dalam Hari) 6+7+7+8 = 28 6+7+8+5 = 26 6+6+3+8 = 23 6+6+9+5 = 26 4+8+7+8 = 27 4+8+8+5 = 25 4+10+3+8 = 25 4+10+9+5 = 28 5+4+7+3+8 = 27 5+4+7+9+5 = 30 5+4+3+6+5 = 23

Jalur kritisnya adalah jalur kegiatan 1-4-6-7-10-11, dan waktu yang dibutuhkan untuk menyeesaikan kegiatan-kegiatan tersebut = 30 hari (tanda panah tebal). Bila kegiatan yang paling lama dalam jalur kritis yaitu kegiatan 7-10 dipercepat 3 hari (menjadi 6 hari) alternatif jalur kegiatan yang berubah: No. 1. 2. 3. Alternatif Jalur Kegiatan 1-2-7-10-11 ………………… 1-3-7-10-11 ………………… 1-4-6-7-10-11 .……………. Waktu yang Dibutuhkan (dalam Hari) 6+6+6+5 = 23 4+10+6+5 = 25 5+4+7+6+5 = 27 (jalur kritis lama)

Jadi, ada perubahan jalur kritis dan waktu penyelesaian kegiatan seluruhnya. Jalur kritis yang baru adalah jalur kegiatan 1-2-5-8-11 dengan waktu penyelesaian kegiatan seluruhnya = 28 hari (atau lebih cepat 2 hari dari jalur kritis lama).

Resiko dan Investasi Ada banyak metode untuk mengambil keputusan investasi modal. Beberapa di antaranya sederhana, sedang yang lain sering sangat rumit dan memerlukan analisis matematis yang canggih. Setidaknya ada enam metode yang dapat diterapkan, antara lain : 1. 2. 3. 4. 5. 6. masa pembayaran kembali, Pengembalian sederhana, net present value ( NPV ), IRR, BC ratio, dan provitability.

1. Masa Pembayaran kembali Masa pembayaran kembali atau payback period kadang- kadang disebut juga (payout period ) adalah masa selama arus kas neto dapat menutup kembali seluruh biaya atau investasi. Tahun dimana pada saat itu : ∑( )

Untuk menghitung masa pembayaran kembali tersebut pada umumnya tidak perlu memperhitungkan tingkat bunga atau tingkat bunga dianggap nol. Payback period hendaknya dilengkapi dengan criteria lain, yang pada umumnya menggunakan NPV atau IRR. Apabila NPV ≥ 0 maka baru diperhitungkan payback period-nya. Contoh :
Tahun

Perhitungan Payback Period
Arus kas Neto (Rp) -100.000 30.000 30.000 20.000 20.000 15.000 10.000 20.000 Jumlah Kumulatif Arus Kas Neto (Rp) - 100.000 - 70.000 - 40.000 - 20.000 0 15.000 25.000 45.000 keterangan

Penerimaan Pengeluaran (Rp) (Rp) 40.000 40.000 30.000 30.000 25.000 20.000 30.000 100.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000

0 1 2 3 4 5 6 7

Masa pembayaran kembali terjadi pada tahun ke 4

Dari contoh di atas, payback period adalah persis selama 4 tahun. Apabila pada akhir tahun ke-4 arus kas neto berjumlah Rp40.000,00 maka payback period-nya hanya : 20.000/40.000 x 1 tahun = 1/2 tahun. Jadi, seluruh payback-nya hanya 3 ½ tahun. Apabila selama tahun ke-4 arus kas neto sebesar 60.000 maka payback-nya hanya ; 20.000/60.000 x 1 tahun = 1/3 tahun. Jadi, seluruh payback period-nya hanya 3 1/3 tahun. Perhitungan tersebut di dasarkan anggapan bahwa penerimaan arus kas neto terdistribusi merata sepanjang tahun. 2. Pengambilan Sederhana Tingkat pengembalian sederhana ( Simple Rate of Return – RoR ) menunjukan pada laba yang di hasilkan oleh investasi sebagai persentase dari investasi tersebut. Secara umum variasi metode ini menggunakan laba rata-rata dan investasi rata-rata untuk memberi analisis yang lebih akurat. Rumus : Contoh : Tahun 1 2 3 4 5 Jumlah Rata-rata Laba sebelum penyusutan 18.000 17.000 16.000 15.000 14.000 80.000 16.000 Penyusutan 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 50.000 10.000 ROR =

x 100%

Investasi rata-rata = 50.000 : 2 = 25.000 RoR = x 100% = 24%

Metode ini memperhitungkan pendapatan bersih sepanjang umur investasi yang diperkirakan. Mudah dipahami dan konsisten dengan pengembalian atas investasi ( Return on Investment – ROI ). Sedang keterbatasan metode ini adalah, ketidakmampuan dalam memperhitungkan waktu (timing) dari arus kas. Pengembalian bersih awal tinggi, tetapi menurun dengan cepat sangat berbeda dengan pengembalian awal yang rendah, tapi meningkat. Konsekuensinya adalah bahwa kesimpulan yang salah mungkin telah dibuat, sebab gagal mempertimbangkan bahwa nilai laba yang sekarang jauh lebih tinggi dari pada nilai laba yang diterima beberapa tahun kemudian walupun jumlahnya sama.

3. Net Present Value a. Cash Flow Untuk mempelajari dengan mudah Net Present Value maka harus dipahami dulu cash flow terdiri atas aliran kas masuk ( inflow ) dan aliran kas keluar (outflow). Selisih antara aliran kas masuk dengan aliran kas keluar disebut net cash flow. b. Net Present Value ( NPV ) Pengeluaran perlu dibedakan antara pengeluaran untuk investasi (project cost, investment cost atau initial cost), yang biasanya dikeluarkan pada tahun ke nol dan selanjutnya pengeluaran tahun pertama, kedua , ketiga, dan seterusnya. Biaya tetap, biaya eksploitasi, dan pemeliharaan, serta biaya penggantian mesin dinyatakan pada tahun-tahun yang brersangkutan. Demikian pula dengan penerimaan. Rumus untuk mencari NPV: NPV = (Bt – C1)/(1+i)1+(B2-C2)/(1+i)2+…+(B1 – C1)/(1+i)1 – Ko ∑( Di mana : Ko = project cost ) ( )

(Bt – Ct)/(1+i)t - Ko B C

= NPV untuk tahun tahun yang bersangkutan = Benefit ( manfaat ) = Cost ( biaya )

(Baca sigma( Bt – Ct)/(1+ i)t dari 1 sampai dengan n ). Keputusan : NPV ≥ 0 berarti go project, NPV < 0 berarti no go project. 4. Internal Rate of Return ( IRR ) Internal rate of return (IRR) atau investment rate sering disebut pula yield rate atau tingkat penghasilan. IRR adalah suatu tingkat bunga (dalam hal ini sama artinya dengan discount) yang menunjukan bahwa suatu jumlah nilai sekarang neto (NPV) sama dengan jumlah seluruh biaya investasi.IRR yaitu suatu tingkat bunga di mana NPV = 0 sehingga

∑( Atau ∑(

) (

) –

) (

)

5. Benefit Cost Ratio Benefit Cost Ratio atau B-C ratio terutama digunakan bagi kegiatan/proyek-proyek makro dimana manfaatnya terutama dinikmati oleh sebagian atau seluruh masyarakat. B-C dapat di bedakan menjadi dua, yaitu gross B-C Ratio dan Net B-C Ratio.

a. Gross Benefit Cos Ratio Gross Benefit Cost Ratio merupakan perbandingan antara jumlah present value dari benefit kotor dengan jumlah present value dari biaya kotor. Rumus : ∑ Gross B-C = ∑

(

)

Keputusan : jika B/C ≥ 1 maka kegiatan investasi itu layak dilaksanakan dan jika B/C < 1 maka kegiatan investasi itu tidak layak untuk di laksanakan. b. Net Benefit Cost Ratio Net benefit Cost Ratio merupakan perbandingan antara jumlah present value yang positif dengan jumlah present value yang negative. Rumus : ∑ ( ) ( ) Net B-C = ∑( ) ( )

Maka Net B/C akan mempunyai nilai jka paling sedikit salah satu niali Bt – Ct adalah negative. Jika tidak, maka Net B/c tak terhingga.

6. Profitability Ratio (PV’/K) Digunakan untuk mengukur rentabilitas sesuatu kegiatan investasi di atas titik netral sebesar 1,0 di mana NPV = 0 Rumus :

∑( PV’/K = ∑ Di mana ; O&M Kt ( )

) (

)

= biaya eksploitasi dan pemeliharaan = Biaya modal

1. KEPENDUDUKAN DAN PENGERTIAN KEPEMIMPINAN PENGERTIAN Kepemimpinan adalah Seni dan kecakapan seseorang untuk mentalahi, menghubungi, mempengaruhi, meyakinkan, serta mengajak para anggota/masyarakat.
KEDUDUKAN

MEMADUKAN MEMANDU MMBIMBING

Unsur manusia sebagai individu anggota kelompok/masyarakat dengan sikap tingkah laku, kadar pengetahuan,perbuatan,warna corak interaksi antar manusia

Unsure manusia sebagai lingkungan social sebagai wadah/pranata lembaga yg terbentuk oleh tata hubungan antar individu karena persamaan tertentu (kepentingan, asal usul lokasi,wilayah,Dlsb). IPOLEKSOSBUDHANKAM

TERWUJUDNYA Tata kehidupan yang berkebudayaan dalam rangka mempertahankan dan mencapai kehidupan yang lebih baik bagi Bangsa Indonesia MASYARAKAT DENGAN NORMA DAN NILAI PANCASILA

 EFEKTIFITAS “ POWER PIMPINAN “ Dilaksanakan dalam FUNGSI KEPEMIMPINAN

KEBUTUHAN TUGAS

PERSYARATAN SITUASI KEBUTUHAN INDIVIDU KEBUTUHAN KELOMPOK

2. TUGAS DAN FUNGSI KEPEMIMPINAN a) Intergrasi dengan lingkungannya b) Memberikan keteladanan c) Meyakinkan orang lain d) Mendidik Anggota/kelompok/lingkungan/Masyarakat e) Mengendalikan, mengarahkan,menggerakan,kegiatan anggota/Masyarakat. 3. PRINSIP UTAMA KEPEMIMPINAN  ING NGARSO SUNG TULUDO  ING MADYA MANGUN KARSO  TUT WURI HANDAYANI

4. SYARAT PENDUKUNG Delapan pangkal kepribadian kepemimpinan jujur, terpelajar, tegas, sederhana, pandangan jauh kedepan, mawasdiri, ingin tahu.

5. AMAL KEPEMIMPINAN  PENGABDIAN (DEDIKASI )  BERTANGGUNGJAWAB  ADIL BIJAKSANA  MENGAYOMI  BERANI & MAMPU MENGATASI KESULITAN MAKA : PIMPINAN AKAN BERWAWASAN DAN TERPERCAYA SERTA MEMILIKI KEHORMATAN DIRI DI MATA ANGGOTANYA.

 GAYA KEPEMIMPINAN  Otoriter Dictating tanpa konsultasi pendapat yang lain, komunikasi satu arah.  Demokrasi Melibatkan partisipasi bawahan dalam pengambilan keputusan, komunikasi dua arah  Laissel – Faire Pemimpin menyerahkan pengambilan keputusan pada orang lain / kelompok / organisasi bawahan.

 Seseorang yang “ berbakat “ Pemimpin :  Mampu menyelesaikan pekerjaan.

 Mau ikut membantu menyelesaikan tugas-tugas orang lain.  Dapat bekerja tanpa kesulitan, walupun mengalami tekanan.  Tabah menghadapi kegagalan.  Tahan menerima kritikan.  Pandai menarik manfaat dari pengalaman-pengalaman yang ada.  Mengetahui kapan harus berbicara dan kapan harus mendengarkan.  Dapat mengemukakan pendapatnya baik pada atasan maupun pada bawahan.  Dapat mengendalikan diri untuk tidak sembarang mencampuri urusan orang lain.  Berani memikul resiko dari keputusannya.

 Bagaimana pemimpin mempengaruhi orang lain :  Bagaimana mempergunakan power yang diberikan/dimiliki organisasi/individu yang yang bersangkutan.  Legitimate Power Karena posisi dalam struktur organisasi.  Reward Power Karena dapat memberikan reward.  Coerive Power Karena dapat memberikan hukuman  Expert Power Karena memiliki kemampuan/keahlian khusus/lebih tertentu  Referent Power Karena memiliki daya tarik/kharisma tertentu.

 “ Kekuasaan “ Pemimpin dapat berpengaruh pada bawahan karena :  Kopetensi  Mampu  Status  Posisi dalam organisasi

 Identifikasi dalam kelompok  Pimpinan diidentifikasikan dengan organisasi  Motivasi  Dapat memotivasi bawahan untuk melakukan tugas,mengarahkan, mengkoordinasikan, mengendalikan dan mengawasi bawahan.

CORAK RAGAM DAN GAYA MANAGER Cara Pertama untuk memperbaiki pelaksanaan pekerjaan yang bersifat menajerial dalam suatu organisasi adalah dengan menemukan manager yang tepat. Usaha ini merupakan suatu tugas yang sukar diharapkan hasilnya tampa bantuan ahli Ilmu Jiwa. Salahsatu usaha itu adalah dengan membagi ragam dan gaya manejer itu menjadi delapan jenis yang berbeda, yang didefinisikan atas dasar tiga orientasi yang dapat diukur. Secara sederhana, orientasi tersebut adalah sebagaiberikut: 1. Orientasi Tugas: Suatu gaya yang mengutamakan adanya kehendak (keinginan) untuk senantiasa menyelesaikan suatu tugas atau pekerjaan. 2. Orientasi Hubungan: Suatu gaya yang menunjukkan perhatian yang mengutamakan hubungan dengan dan factor manusia. 3. Keefektifan: Kemampuan untuk mencapai produktifitas yang tinggi melalui kerjasama.

Berdasarkan atas adanya sebagian atau seluruh orientasi tersebut yang dimiliki oleh seorang manejer, maka dapat diutarakan adanya delapan tipe manejer dengan sebutan dan uraian sebagaiberikut: 1. DESERTER; seseorang yang tidak samasekali atau hanya sedikit memiliki ketiga orientasi tersebut diatas. 2. BUERAUCRAT; seseorang yang hanya mempunyai sifat efektif saja dengan orientasi tugas yang rendah. 3. MISSIONARY; seseorang yang hanya mempunyai orientasi kepada hubungan saja dengan orientasi tugas yang rendah. 4. DEVELOPMENT; seseorang yang mempunyai keefektifan dengan orientasi hubungan yang tinggi dan orientasi tugas yang rendah. 5. AUTOCRAT; seseorang yang hanya mempunyai orientasi tugas saja, sedang orientasi lainnya rendah. 6. BENEVOLENT AUTOCRAT; seseorang yang mempunyai keefektifan dengan orientasi tugas cukup tinggi sedang orientasi hubungan yang rendah.

7. COMPROMISER; seseorang yang kurang efektif tetapi mempunyai orientasi tugas dan orientasi hubungan yang memadai. 8. EXECUTIVE; seseorang yang mempunyai ketiga orientasi tersebut diatas.

CIRI-CIRI DARI 8 TIPE MANEJER 1. DESERTER; a. Kurang menunjukkan perhatian pada tugas. b. Kurang menunjukkan perhatian pada pergaulan. c. Tidak efektif sehingga mempengaruhi semangat kerja. d. Aktif menjauhi tugas/pekerjaan. e. Aktif menghalangi keberhasilan pekerjaan orang lain dengan mencampuri atau menahan segala informasi. f. Sering terdapat pada organisasi-organisasi besar (selalu merasa diperlakukan tidak adil/tidak pantas sehingga mengabaikan organisasi dan jika sempat akan merusak organisasi dari dalam). g. Bisa menghantam dengan berbagai kelicikan penuh kelihaian. h. Secara agresif dan negative akan mencuri sesuatu dari organisasi. i. Dalam bentuk halus, menolak perubahan namun jika menyetujui secara diam-diam melakukan sabotase, membuat kesulitan disegala bidang yang menurunkan hasil kerja, menghsut orang lain sehingga merusak moral pegawai. j. Yang paling licik adalah menghasilkan sesuatu untuk sekedar menutup kecurigaan oranglain terhadap keberadaannya. k. Ungkapan: “Jika sekali anda telah lakukan dan tak berhasil, menyerah saja”. 2. BUERAUCRAT; a. Tidak sungguh-sungguh menaruh minat pada tugas (TO) atau pergaulan (RO).

b. c. d. e.

f. g. h. i.

Efektif, karena amat pada peraturan. Memandang dirinya seorang yang paling efisien. Orientasi utamanya adalah “Aturan Permainan”. Biasanya tumbuh dilingkungan dinas pemerintah atau organisasi yang prestasinya kadang-kadang sukar diukur/dinilai. Tidak memiliki gagasan-gagasan baru. Sukar didorong pada peningkatan produksi dan tidak mau mengmbangkan bawahannya. Menganggap pergaulan yang sehat sulit dicapai dan perencanaan jangka panjang itu adalah gagasan kurang baik. Ungkapan: “Patuhi Peraturan , anda tidak akan banyak masalah.

3. MISSIONARY; a. Suka berbaikbudi, ramah tamah dan menempatkan pergulan hidup diatas segalanya. b. Tidak efektif, karena niatnya hanya menjadi “Orang Baik” (merupakan hambatan baginya untuk mengambil resiko). c. Tidak pernah menyelesaikan masalah. d. Menghindari bentrokan dan memilih kebijaksanaan. e. Mau merubah-rubah pendirian demi memelihara kedamaian. f. Yang paling buruk menurut pendapatnya adalah melakukan sesuatu yang selalu harus menghasilkan yang terbaik. g. Ungkapan: “Organisasi yang baik adalah yang berjalan lancer tampa huru-hara”. 4. DEVELOPMENT; a. Senantiasa menempatkan kepercayaan kepada oranglain. b. Dalam beberapa hal adalah kemanakan golongan Missionary tetapi lebih efektif. c. Senang memberikan motivasi kepada orang lain. d. Diorganisasi dia hanya duduk bekerja merubah seorang “ahli teknik” menjadi seorang “genera manejer” (Pimpinan Umum) tampa diketahui orang lain.

e. Luwes dalam pergaulan dan bekerjasama. f. Keterkaitannya sangat erat dengan unit kerjanya. g. Mempercayai bahwa intelegensi, imajinasi dan kreatiftas tersesebar pada semua orang, bukan hanya terdapat pada para pemimpin saja. h. Ungakapan: “bekerja adalah wajar, sewajar kebutuhan manusia untuk beristirahat atau bermain”. 5. AUTOCRAT; a. Menempatkan tugas diatas segalanya. b. Kurang efektif, karena kurang mengacuhkan pergaulan dan kurang mempercayai orang lain. c. Banyak yang takut padanya dan kurang disenangi sehingga orang hanya mau bekerja bila dia menggunakan tekanan/kekerasan saja. d. Beranggapan orang lain kurang uka bekerja dan menghindari pekerjaan jika mungkin. e. Beranggapan kebanyakan orang harus dikontrol, diperintah dan jika perlu diancam dengan hukuman agar mau bekerja seperti yang diinginkan. f. Tak mengerti arti “Motivasi”. g. Berpengaruh kuat dalam organisasi walau dia tidak menyadari sikapnya akan menumbuhkan pengacau/pembuat keonaran seperti Deserter. h. Ungkapan: “Jangan lakukan apa yang aku lakukan, kerjakan apa yang kuperintahkan”. 6. BENEVOLENT AUTOCRAT; a. Mengembangkan sekelumit kepercayaan pada metode dan prosedur yang sehat tentang apa yang harus dikerjakan. b. Berkepentingan dengan dan efektif dalam memperoleh hasil. c. Keahlian utamannya, memerintahkan seseorang untuk melekukan apa yang diinginkannya tampa menciptakan perasaan kecil hati pada orang itu untuk melakukannya.

d. Memiliki perasaan dengan golongan Autocrat walau dia lebih halus dan lebih efektif. e. Gaya ini sangat terkenal dilingkungan industry dewasa ini. f. Berambisi dan mengatahui dengan sangat baik peraturan serta metode organisasi. g. Bila dipuncak karier, lupa bagaimana sebaiknya bergaul dengan bawahannya. 7. COMPROMISER; a. Mengakui manfaat orintasi tugas (TO) dan orientasi pergaulan (RO) tapi tidak bisa menyatukannya. b. Sikap kompromi dan menduahati merupakan cirri khasnya. c. Berusaha mengurangi permasalahan yang timbul daripada meningkatkan produksi dalam jangka panjang. d. Berusaha membuat senang orang yang mmpengaruhi kariernya. e. Tidak pernah mengerjakan tugas/pekerjaan dengan tuntas. f. Tidak mentolerir penurunan prestasi tapi juga tidak mengharapkan prestasi tinggi. g. Berkeyakinan “produksi yang optimum” itu hanya impian belaka. h. Beranggapan setiap rencana harus merupakan serangkaian kompromi. i. Memandang bahwa yang dapat dikerjakan , kerjakanlah, itu saja. j. Ungkapan: “Berikan kesempatan kepada orang mengatakan sesuatu agar mereka berfikir bahwa turut ambil bagian dalam mengambil keputusan”. 8. EXECUTIVE; a. Contoh dari “Manejer yang sangat efektif”. b. Menggariskan standar dan prestasi yang tinggi. c. Tahu memperlakukan masing-masing orang berlainan. d. Efektif dalam kepatuhan melaksanakan tugas dan dalam pergaulan sangat meyakinkan semua orang serta menjadi suri tauladan.

e. Bekerja untuk menghasilkan tim yang efektif yang berjalan lancar. f. Menggugah partisipasi pegawai, membangkitkan rasa keterlibatan pegawai/bawahannya dalam merencanakan sesuatu, sehingga memperoleh pemikiran dan hasil terbaik. g. Dapat menerima ketidaksepakatan dan perbedaan pendapat mengenai salahsatu tugas.

SKOR INDIVIDU
1. Masukkan huruf A atau B yang dilingkari ke dalam kotak sesuai nomor yang bersangkutan. 2. Hitunglah secara mendatar beberapa jumlah A.
1 2 3 4 5 6 7 8

A.
9 10 11 12 13 14 15 16

B.
17 18 19 20 21 22 23 24

C.
25 26 27 28 29 30 31 32

D.
33 34 35 36 37 38 39 40

E.
41 42 43 44 45 46 47 48

F.
49 50 51 52 53 54 55 56

G.
57 58 59 60 61 62 63 64

H.

3. Hitunglah secara vertical A____B____C____D____E____F____G____H____ beberapa jumlah B 4. Pindahkan jumlah A dari No.2 5. Jumlahkan angka No.3 dari No.4 (Jumlah A s/d H harus 64) 6. Tambahkan angka Penimbang (diberikan instruktur) 7. Tambahkan/kurang No.5 dengan No.6 A____B____C____D____E____F____G____H____

____ ____ ____ ____ ____ ____ ____ ____

____ ____ ____ ____ ____ ____ ____ ____

____ ____ ____ ____ ____ ____ ____ ____

SKOR TIGA DIMENSI

8. Pindahkan dari langkah No.7 kedalam urutan A,B,C danseterusnya, dan masukkan angka tadi kedalam kotak atau kurung. TO RO E A ____ _____________________________________________________ B C D E F G H ( ( ) ) ( ) ( ) ( ( ) ) ( ) ( ( ( ( ) ) ) ) ( )

9. Dimensi TO

RO

E

Jumlah angka masing-masing di bawah TO, RO dan E ditempatkan pada langkah 9 10. Rumuskan kembali skor sementara dengan menggunakan table DIMENSI SKOR 0-29 0,0 30-31 0,6 32 1,2 33 1,8 34 2,4 35 3,0 36-37 3,6 38 4,0

11. Tulis Skor TO

RO

E

dengan maksimal 4,0 (task) ____ (relationship)____(effectiveness)

12. Pindahkan dari No.7 dan gambar Skala

____ ____ ____ ____ ____ ____ ____ ____

A
16 14 12 10 8 6 4 2 0

B

C

D

E

F

G

H

Series 1

13. Tuliskan gaya apa yang domain (11 or ever) dan atau penunjang (10) GAYA DOMINAN ……………………………………………………. GAYA PENUNJANG …………………………………………………….

GAYA SINTHESIS

E Diatas 2 RO Diatas 2

EXECUTIVE

4

TO Diatas 2

E Dibawah 2 E Diatas 2

COMPROMISE BENEVOLENT AUTOCRAT

2 4

A RO Dibawah 2 E Dibawah 2 TO RO E Diatas 2 RO Diatas 2 B E Dibawah 2 TO Dibawah 2 E Diatas 2 MISSIONARY BUREAUCRAT 2 4 E DEVELOPER 4 AUTOCRAT 2

RO Dibawah 2 E Dibawah 2 DESERTER 2

THEORY 3 DIMENSI

DEVELOPER

EXECUTIVE

BUERAUCRAT

BENEVOLENT AUTOCRAT

4

MISSIONARY

COMPROMISER

2

DESERTER

AUTOCRAT

0 0 2 4

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->