P. 1
ngetik

ngetik

|Views: 18|Likes:
Published by fendi_123

More info:

Published by: fendi_123 on Jul 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/01/2012

pdf

text

original

PENGERTIAN : Suatu upaya atau pendekatan didalam proses perencanaan kota yang diterapkan untuk menata kembali kawasan

tertentu dengan tjuan untuk mendapatkan nilai tambah yang lebih memadai sesuai dengan potensi dan nilai ekonomi kawasan tersebut. PENGERTIAN : Upaya perawatan kembali suatu wilayah dengan mengganti sebagian atau seluruh unsur-unsur lama dengan unsur-unsur baru dengan tujuan untuk meningkatkan vitalitas dan kualitas lingkungan sehingga kawasan tersebut memberikan konstribusi yang lebih baik bagi kota secara keseluruhan. (UU No 24 / Tahun 1992)

PENGERTIAN : Suatu Upaya atau pendekatan di dalam proses perencanaan kota yang diterapkan untuk menata kembali kawasan tertentu dengan tujuan untuk mendapatkan nilai tambah yang lebih memadai sesuai dengan potensi dan nilai ekonomi kawasan tersebut. ( Mohammad Danisworo, 1992) 5 (LIMA) POLA URBAN RENEWAL 1. Peremajaan Permukiman lama melalui KIP 2. Peremajaan pada Prasarana Kota 3. Membangun tanpa Menggusur 4. Fungsi dan Pemanfaatan berubah TOTAL 5. Renovasi bangunan dan Kawasan Lama

KONSEP URBAN RENEWAL  Urban Catalysts  Zona Pengembangan Terpadu  Peremajaan Lingkungan Kota URBAN CATALYSTS

     

Suatu Konsep pembentukan fisik kota dari bangunan atau elemen yang lebih kecil hingga suatu peremajaan lingkungan yang merupakan katalisator bagi terbentuknya proses peningkatan atau pengembangan kualitas ruang kota

ZONA PENGEMBANGAN TERPADU Suatu Konsep yang berusaha mengintegrasikan proses pembangunan kota yang mendukung secara konkret skenario dan arah pembangunan Kota Berupa Penanganan Pengelolaan Pembangunan dn Operasional Pasca Huni untuk mencapai tujuan Pembangunan Kota yang Komprehensif dan terintegrasi

PEREMAJAAN LINGKUNGAN KOTA Suatu Konsep dan strategi pembangunan kota untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan mengantisipasi proses ekologi perubahan keruangan.

URBAN RENEWAL Permasalahan Urban Renewal di Indonesia : 1. Perkembangan yang kurang harmonis antara unsur fisik lama dan unsur fisik baru. 2. Ketidak-serasian antara kegiatan ekonomis lama dan baru 3. Kesenjangan sosial - budaya

URBAN RENEWAL

Tiga unsure yang menentukan: 1.pelaku pembangunan/stake holder 2.sumber daya: lahan dan modal 3.teknologi

TUJUAN     Ekonomi :pemanfaatan lahan sesuai denganfungsi dan nilai yang tinggi Sosial: member wadah bagi berlangsungnya interaksi sosial yang lebih baik Budaya :memberi wadah bagi berlangsungnya transformasi budaya secara luas Fisik: menciptakan lingkungan hidup yang nyaman dan menarik

PENDEKATAN URBAN RENEWAL      Perkembangan sosial cultural masyarakat Memanfaatkan sebanyak mungkin potensi yang ada Perkembangan mutu ekosistem Perkembangan mutu fasilitas Sustainable development

LOKASI

POTENSI LINGKUNGAN 1.Terdapat Sumber air bersih 2.Bebas dari banjir dan rob 3.Struktur tanah kuat

4.Sosial masyarakat sudah terbentuk

IDENTIFIKASI MASALAH LINGKUNGAN SIRKULASI KENDARAAN Kondisi lebar jalan yang hanya 2,5 meter mengakibatkan sirkulais kendaraan menjadi searah sehingga membingungkan pengguna jalan.Kondisi topografi yang berkontur juga mengakibatkan lahan yang bisa untuk

dibangun jalan menjadi terbatas.

PENGELOLAAN SAMPAH Pengelolaan sampah kurang baik karena kurangnya partisipasi dari Pemkot Semarang.Tiap paginya warga masih harus membawa sampah nya ke tempat

penampungan yang berada di Kelurahan,sehingga jika untuk beberapa warga yang malas sampah dibiarkan menggunung begitu saja sehinngga mempengaruhi keesehatan lingkungan setempat,rawan berbagai macam penyakit dan menimbulkan bau.Di samping itu factor kondisi jalan yang sempit juga mengakibatkan truk pengangkut sampah masuk ke wilayah lingkungan ini. BAHAYA KEBAKARAN Wilayah lingkungan ini berisiko kebakaran karena kondisi rumah yang saling berhimpitan (padat penduduk) dan kondisi jalan lingkungan yang hanya memiliki lebar 2,5 meter saja sehingga sulit dilalui oleh mobil pemadam kebakaran apabila terjadi kebakaran.

PERENCANAAN  SIRKULASI JALAN 1.Pemberian Rambu

2.Pemberian Portal

 BAHAYA KEBAKARAN 1.Mengganti material bahan bangunan,dengan: • • • papan plester ketebalan 13 mm, lembaran semen serat selulosa ketebalan 12 mm; plester berserat yang diperkuat kawat anyam besi galvanis yang dipasang tidak lebih dari 6 mm dari permukaan.

2.Sistem Pemberdayaan Masyarakat terhadap penanganan kebakaran: • Masyarakat dibekali ilmu cara-cara pemadaman api, pengetahuan mengenai peralatan pemadam sederhana. Masyarakat diberi inisiatif untuk membentuk regu pemadam kebakaran

 PENGELOLAAN SAMPAH Di Daerah Kawasan Kelurahan Karanganyar Gunung kecamatan Candisari memiliki masalah sampah yang serius.Berdasarkan Pengamatan dilakukan di wilayah RT 6/RW 2 dan RT 5/RW 1 masalah sampah di wilayah ini yaitu:pengelolaan sampahnya kurang terkoordinasi.Tidak terdapatnya Tempat sampah di setiap rumah.kurangnya kesadaran masyarakat sekitar terhadap sampah. TAHAP TAHAP PENGELOLAAN SAMPAH:  Identifikasi sumber sampah  Pengumpulan Sampah  Pemindahan & pengolahan  Pengangkutan  Pembuangan akhir

Tanpa pemilahan, pengolahan sampah menjadi sulit, mahal dan beresiko tinggi mencemari lingkungan dan membayahakan kesehatan. Pemilahan adalah memisahkan antara jenis sampah yang satu dengan jenis yang lainnya. Minimal pemilahan menjadi dua jenis: sampah organik dan non organik. Sebab sampah organik yang menginap satu hari saja sudah dapat menimbulkan bau, namun tidak demikian halnya dengan sampah non organik.

Strategi yang ditempuh 1. Penanganan terpadu Multi-sektor Penanganan peremajaan permukiman kumuh dilandasi unsur keterpaduan antar sektor terkait secara komprehensif. Proses pembangunannya bersifat multi year dan menyeluruh, sesuai tanggung jawab dan peran masing-masing yang terlibat (Pemerintah, swasta, masyarakat). 2. Bertumpu pada masyarakat Menempatkan masyarakat sebagai subyek pembangunan, sehingga terdapat keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan, meliputi: a. aspek perencanaan b. aspek pelaksanaan c. aspek pemanfaatan dan pemeliharaan

3.Membangun tanpa Mengusur Proses peremajaan diharapkan tidak mengusur masyarakat baik secara langsung (displacement) maupun secara tidak langsung atau bertahap (gentrification process) .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->