P. 1
Peranan Dan Kerjasama Personil Sekolah Dalam Pelayanan Bk Di Sekolah

Peranan Dan Kerjasama Personil Sekolah Dalam Pelayanan Bk Di Sekolah

|Views: 3,139|Likes:
Published by Vivin Mahat Putri
putri
putri

More info:

Published by: Vivin Mahat Putri on Jul 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/25/2013

pdf

text

original

TUGAS MAKALAH PROFESI KEPENDIDIKAN

PERANAN DAN KERJASAMA PERSONIL SEKOLAH DALAM PELAYANAN BK DI SEKOLAH

KELOMPOK 1 1. 2. 3. 4. 5. 6. Vivin Mahat Putri 55747/2010 Aulia Zikri Rahman 16719/2010 Huma Magridoni Koling 18593/2010 Mira Handayani 55180/2010 Feni Zol Tri Yenda 04154/2008 Risa Mailisa 54745/2010

UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis sampaikan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah Profesi Kependidikan ini. Selanjutnya, rasa terima kasih yang sebesar-besarnya penulis ucapkan kepada Dosen Pembimbing mata kuliah Profesi Kependidikan, yang telah membimbing kami selama perkuliahan berlangsung, dan seterusnya kepada teman – teman seperjuangan dalam matakuliah Profesi Kependidikan. Penulis sangat menyadari sekali bahwa Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran pembaca demi kesempurnaan Makalah ini kedepannya. Akhir kata penuli ucapkan terima kasih, mudah-mudahan bermanfaat bagi para pembaca.

Padang, 25 Juni 2012

(Penulis)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Materi yang dibahas pada pokok bahasan ini mencakup proses dan pentingnya peranan dan kerjasama personil sekolah dalam pelayanan BK di sekolah. Oleh sebab itu tujuan dari pokok pembahasan ini adalah agar mahasiswa dapat memahami masing-masing poin penting.

B. Rumusan Masalah 1. Menjelaskan Peran Kepala/Wakil Kepala Sekolah 2. Menjelaskan Peranan Guru Pembimbing 3. Menjelaskan Peran Guru Mata Pelajaran 4. Menjelaskan Peran Wali Kelas 5. Menjelaskan Peranan Pengawas BK 6. Menjelaskan Kerjasama antar Personil Sekolah dan Pelayanan BK

C. Tujuan 1. Diharapkan mahasiswa dapat memahami Peran Kepala/Wakil Kepala Sekolah 2. Mengetahui Menjelaskan Peranan Guru Pembimbing 3. Mengetahui Menjelaskan Peranan Guru Mata Pelajaran 7. Mengetahui Menjelaskan Peranan Wali Kelas 4. Mengetahui Menjelaskan Peranan Pengawas BK 5. Memahami Kerjasama antar Personil Sekolah dan Pelayanan BK

BAB II PEMBAHASAN

Keberhasilan penyelenggaraan bimbingan dan konseling di sekolah, tidak lepas dari peranan berbagai pihak di sekolah. Selain Guru Pembimbing atau Konselor sebagai pelaksana utama, penyelenggaraan Bimbingan dan konseling di sekolah, juga perlu melibatkan kepala sekolah, guru mata pelajaran dan wali kelas.

A. Peran Kepala/Wakil Kepala Sekolah
Kepala sekolah selaku penanggung jawab seluruh penyelenggaraan pendidikan di sekolah memegang peranan strategis dalam mengembangkan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Secara garis besarnya, Prayitno (2004) memerinci peran, tugas dan tanggung jawab kepala sekolah dalam bimbingan dan konseling, sebagai berikut :

Mengkoordinir segenap kegiatan yang diprogramkan dan berlangsung di sekolah, sehingga pelayanan pengajaran, latihan, dan bimbingan dan konseling merupakan suatu kesatuan yang terpadu, harmonis, dan dinamis. Menyediakan prasarana, tenaga, dan berbagai kemudahan bagi terlaksananya pelayanan bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien.

Melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perencanaan dan pelaksanaan program, penilaian dan upaya tidak lanjut pelayanan bimbingan dan konseling.  Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah.  Memfasilitasi guru pembimbing/konselor untuk dapat mengembangkan kemampuan profesionalnya, melalui berbagai kegiatan pengembangan profesi.  Menyediakan fasilitas, kesempatan, dan dukungan dalam kegiatan kepengawasan yang dilakukan oleh Pengawas Sekolah Bidang BK. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional (Depdiknas, 2006), terdapat tujuh peran utama kepala sekolah yaitu, sebagai : 1. Kepala sekolah sebagai educator (pendidik) 2. Kepala sekolah sebagai manajer 3. Kepala sekolah sebagai administrator 4. Kepala sekolah sebagai supervisor 5. Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin) 6. Kepala sekolah sebagai pencipta iklim kerja 7. Kepala sekolah sebagai wirausahawan

B. Peranan Guru Pembimbing
Bimbingan adalah proses pemberian bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri secara maksimum terhadap sekolah, keluarga serta masyarakat. Dalam keseluruhan proses pendidikan guru merupakan faktor utama. Dalam tugasnya sebagai pendidik, guru memegang berbagai jenis peran yang mau tidak mau harus dilaksanakan sebaik-baiknya. Setiap jabatan atau tugas tertentu akan menuntut pola tingkah laku tertentu pula. Sehubungan dengan peranannya sebagai pembimbing, seorang guru harus :  Mengumpulkan data tentang siswa  Mengamati tingkah laku siswa dalam situasi sehari-hari  Mengadakan pertemuan atau hubungan dengan orangtua siswa baik secara individu maupun secara kelompok untuk memperoleh saling pengertian tentang pendidikan anak  Bekerja sama dengan masyarakat dan lembaga lainnya untuk membantu memecahkan masalah siswa  Membuat catatan pribadi siswa serta menyiapkannya dengan baik  Menyelenggarakan bimbingan kelompok atau individu  Bekerja sama dengan petugas bimbingan lainnya untuk membantu memecahkan masalah siswa  Menyusun program bimbingan sekolah bersama-sama dengan petugas bimbingan lainnya  Meneliti kemajuan siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah.

C. Peran Guru Mata Pelajaran
Di sekolah, tugas dan tanggung jawab utama guru adalah melaksanakan kegiatan pembelajaran siswa. Kendati demikian, bukan berarti dia sama sekali lepas dengan kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling. Peran dan konstribusi guru mata pelajaran tetap sangat diharapkan guna kepentingan efektivitas dan efisien pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. Bahkan dalam batas-batas tertentu guru pun dapat bertindak sebagai konselor bagi siswanya. Wina Senjaya (2006) menyebutkan salah satu peran yang dijalankan oleh guru yaitu sebagai pembimbing dan untuk menjadi pembimbing baik guru harus memiliki pemahaman tentang anak yang sedang dibimbingnya. Sementara itu, berkenaan peran guru mata pelajaran dalam bimbingan dan konseling, Sofyan S. Willis (2005) mengemukakan bahwa guru-guru mata pelajaran dalam melakukan pendekatan kepada siswa harus manusiawi-religius, bersahabat, ramah, mendorong, konkret, jujur dan asli, memahami dan

menghargai tanpa syarat. Prayitno (2003) memerinci peran, tugas dan tanggung jawab guruguru mata pelajaran dalam bimbingan dan konseling adalah :
 

Membantu memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling kepada siswa Membantu guru pembimbing/konselor mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling, serta pengumpulan data tentang siswa-siswa tersebut. Mengalihtangankan siswa yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada guru pembimbing/konselor Menerima siswa alih tangan dari guru pembimbing/konselor, yaitu siswa yang menuntut guru pembimbing/konselor memerlukan pelayanan pengajar /latihan khusus (seperti pengajaran/ latihan perbaikan, program pengayaan). Membantu mengembangkan suasana kelas, hubungan guru-siswa dan hubungan siswasiswa yang menunjang pelaksanaan pelayanan pembimbingan dan konseling. Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada siswa yang memerlukan layanan/kegiatan bimbingan dan konseling untuk mengikuti /menjalani layanan/kegiatan yang dimaksudkan itu. Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah siswa, seperti konferensi kasus. Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian pelayanan bimbingan dan konseling serta upaya tindak lanjutnya.

D. Peran Wali Kelas
Sebagai pengelola kelas tertentu dalam pelayanan bimbingan dan konseling, Wali Kelas berperan : Membantu guru pembimbing/konselor melaksanakan tugas-tugasnya, khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya; Membantu Guru Mata Pelajaran melaksanakan peranannya dalam pelayanan bimbingan dan konseling, khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya; Membantu memberikan kesempatan dan kemudahan bagi siswa, khususnya dikelas yang menjadi tanggung jawabnya, untuk mengikuti/menjalani layanan dan/atau kegiatan bimbingan dan konseling; Berpartisipasi aktif dalam kegiatan khusus bimbingan dan konseling, seperti konferensi kasus; dan Mengalihtangankan siswa yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling kepada guru pembimbing/konselor.

E. Peranan Pengawas BK
Pengawas BK mempunyai peranan : 1. Mengkoordinasikan guru pembimbing dalam :  Memasyarakatkan pelayanan BK kepada segenap warga sekolah (siswa, guru, dan personil sekolah lainnya), orang tua siswa dan masyarakat.  Menyusun program kegiatan BK (prohram satuan layanan dan kegiatan pendukung, program mingguan, bulanan, caturwulan, dan tahunan).  Melaksanakan program BK  Mengadministrasikan program kegiatan BK  Menilai hasil pelaksanaan program BK  Menganalisis hasil penilaian pelaksanaan BK  Memberikan timdak lanjut terhadap analisis penilaian BK 2. Mengusulkan kepada kepala sekolah dan mengusahakan bagi kepentingan tenaga, prasarana, dan sarana alat dan perlengkapan pelayanan BK.

F. Kerjasama antar Personil Sekolah dan Pelayanan BK
Pelaksanaan tugas pokok guru dalam proses belajar pembelajaran tidak dapat dipisahkan dari proses bimbingan. Ada beberapa pendapat mengenai hal ini yaitu : 1. Proses belajar menjadi sangat efektif apabila bahan yang dipelajari dikaitkan langsung dengan tujuan pribadi siswa. 2. Guru memahami siswa dan masalah-masalah yang dihadapinya lebih peka terhadapa hal-hal yang dapat memperlancar dan mengganggu kelancaran kegiatan kelas. 3. Guru dapat memperhatikan perkembangan masalah/kesulitan secara lebih nyata. Guru pembimbing mempunyai keterbatasan dalam hal yang berkaitan dengan: 1. Kurangnya waktu untuk bertatap muka dengan siswa dalam hal ini karena tenaga pembimbing masih sangat terbatas, sehingga pelayanan siswa dalam jumlah yang cukup banyak tidak bisa dilakukan secara intensif. 2. Keterlibatan guru pembimbing sehingga tidak mungkin dapat memberikan semua bentuk pelayanan seperti memberikann pengajaran perbaikan untuk bidang studi tertentu Dilain pihak, guru juga mempunyai beberapa ketentuan menurut Koestoer Pratowisastro (1982). Keterbatasan-keterbatasan guru tersebut antara lain : Guru tidak mungkin lagi menangani masalah siswa yang bermacam-macam, karena guru tidak terlatih untuk melakukan semua tugas. Guru sendiri sudah berat tugas mengajarnya, sehingga tidak mungkin lagi ditambah tugas yang lebih banyak untuk memecahkan berbagai macam masalah.

1. 2.

BAB III PENUTUP

KESIMPULAN

Manajemen pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah ditunjang oleh adanya organisasi, para pelaksana, program pelayanan dan operasional pelaksanaan bimbingan dan konseling. Pelaksanaan bimbingan dan konseling memerlukan peran banyak pihak, terutama dari segenap tenaga kependidikan yang ada disekolah. Kepala sekolah merupakan pemegang kendali utama dalam pelaksaan program pendidikan di sekolah umumnya termasuk program bimbingan dan konseling.

DAFTAR PUSTAKA

Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung : PT Rosda Karya Remaja. Prayitno, dkk. 2004. Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling, Jakarta : Depdiknas. Sofyan S. Willis. 2004.Konseling Individual; Teori dan Praktek. Bandung : Alfabeta Wina Senjaya. 2006. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan.Jakarta: Kencana Prenada Media Group

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->