P. 1
Mewarnai Dan Menggambar Untuk Anak

Mewarnai Dan Menggambar Untuk Anak

|Views: 4,322|Likes:
Published by Ifa Arifa

More info:

Published by: Ifa Arifa on Jul 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/22/2013

pdf

text

original

Mewarnai dan Menggambar untuk anak

Mewarnai dan menggambar adalah sarana yang baik bagi anak2 usia dini untuk melatih motorik halusnya. Disamping itu juga sarana yang baik pula untuk mengenalkan berbagai macam jenis warna2 yang ada. Karena itu banyak kita jumpai berbagai lomba mewarna dan menggambar pada jenjang pendidikan TK dan SD. Jarang sekali kita jumpai lomba menggambar untuk anak SMP, SMA bahkan Perguruan Tinggi. Mengapa? Ya mungkin karena alas an itu tadi, bahwa menggambar dan mewarna adalah sarana untuk pengenalan bentuk dan warna serta melatih motorik halusnya. Selama dua tahun saya mengajar kelas mewarna dan menggambar serta beberapa kali menjadi juri untuk lomba- lomba serupa, ada beberapa yang bisa kita pelajari bersama : 1. Untuk anak usia sekitar 2-3 tahun ( playgroup / kelompok bermain ) Biasanya hanya mau mewarnai dengan satu jenis warna saja ( beberapa kali saya pernah punya murid yang hanya mau pakai warna hitaaam saja atau biruuuu saja, pelu kesabaran ekstra juga untuk membujuknya memakai warna lain ) Untuk usia ini, bentuk belum menjadi prioritas utama. Prioritas utamanya adalah mengenalkan aneka warna dan cara mengarsir agar tidak keluar dari garis, karena di usia ini umumnya memang belum mampu untuk menggambar dengan baik. Jadi jangan memaksakan anak untuk menggambar bentuk tertentu dengan sempurna. Jadikan anak merasa nyaman dengan kegiatan ini. Bentuk yang diajarkan biasanya hanya bentuk dasar seperti garis mendatar, garis vertical, lengkung, lingkaran dll

Manfaat lain yang didapat anak dengan berlatih mewarnai ini adalah belajar untuk melatih kesabaran dan menahan omosi, karena dalam mewarna harus berhati-hati agar tidak keluar garis.

2. Untuk anak usia sekitar 4-5 tahun ( Taman Kanak-kanak ) Di usia ini anak sudah dapat diajarkan untuk menggambar bermacam bentuk, dan sudah bisa mengikuti gambar yang kita contohkan meskipun belum sempurna. Selain itu kita juga bisa mulai mengajarkan gradasi warna. Oya, di usia ini umumnya daya khayal anak mulai tinggi. Jadi kadang-kadang ada yang ingin warna awan itu pink atau ungu, biarkan saja, biarkan imajinasinya dan kreativitasnya berkembang, asalkan kita juga mengajarkan untuk mengamati warna awan aslinya. 3. Untuk anak usia 6 tahun ( Sekolah Dasar ) Diusia sekolah Dasar ini anak sudah mampu menggambarkan imajinasi yang ada dalam pikirannya dan menuangkan isi hatinya ( pernah ada murid yang sukanya menggambar kuburan, selidik punya selidik ternyata dia bercerita bahwa itu adalah kuburan papanya, dan orang2 disebelahnya adalah ibunya dan dia) dan biasanya mulai tertarik untuk menggambar tokoh-tokoh yang sedang ia gemari. Di usia ini kita bisa mulai mengajarkan pencampuran warna ( cat air / cat poster ) dan teknik bayangan. Yang perlu diperhatikan, jadikan kegiatan mewarnai, menggambar dan melukis sebagai kegiatan yang menyenangkan. Biasanya untuk anak Sekolah Dasar yang umumnya sudah mulai di jejali dengan pelajaran matematika dan hafalan2, jadikan kegiatan ini sebagai sarana refresing untuk menjaga keseimbangan otak kiri dan kanan. Semoga bermanfaat….

Struktur visual gambar anak TK Laboratorium Universitas Negeri Malang / Yuni Indah Suryani
DDC Author Year Rs 372.52 SUR s Suryani, Yuni Indah Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang, 2011

Language ind

Abstract
Kata Kunci: Struktur Visual, gambar anak

Masa anak-anak merupakan awal perkembangan kreativitas anak. Pendidikan anak usia dini khususnya pedidikan formal diselenggarakan pada lembaga pendidikan Taman Kanak-Kanak. Pendidikan kesenian di TK merupakan salah satu sarana untuk mengembangkan kreativitas anak. Dengan menggambar, anak bisa mengungkapkan pikirannya dengan bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan gambar anak bila ditinjau dari struktur visualnya. Diharapkan melalui penelitian ini dapat diketahui kecenderungan struktur bentuk dan struktur warna gambarnya, sehingga dapat membantu para pendidik khususnya pendidik di TK Laboratorium Universitas Negeri Malang dalam mengetahui dan mengoptimalkan kemampuan ekspresi dan kreativitas anak.

Penelitian ini dilakukan di TK Laboratorium Universitas Negeri Malang, pada tanggal 11 April 2011 dan 18 April 2011. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen non tes yaitu studi dokumentasi dan observasi. Studi dokumentasi menggunakan alat dokumentasi dan observasi dilakukan dengan menggunakan pedoman observasi. Analisis hasil penelitian menggunakan statistika deskriptif. Yang diteliti adalah struktur visual gambar terdiri dari struktur bentuk dan struktur warna. Struktur bentuk meliputi bentuk, tema dan gaya. Sedangkan struktur warna meliputi variasi warna, sifat warna,intensitas warna dan atmosfer warna.

Hasil penelitian ini menunjukkan adanya variasi pada struktur visual gambar anak di TK Laboratorium Universitas Negeri Malang. Pada struktur bentuk yaitu bentuk yang dibuat pada gambar, yang membuat bentuk rumah (82,60%), tumbuhan (82,60%) dan matahari (82,60%). Tema yang banyak digunakan yaitu tema lingkungan rumah (39,13%). Gaya gambar yang banyak dimiliki yaitu gaya gambar structural form dengan presentase (26,08%). Sedangkan pada struktur warna, variasi warna yang digunakan meliputi warna primer, sekunder, tersier dan komplementer. Warna primer yang digunakan sebanyak (75,36%), warna sekunder yang digunakan sebanyak (66,66%), dan warna tersier sebanyak (52,17%) serta warna komplementer sebanyak (39,4%). Sifat warna yang ada pada gambar yaitu bersifat harmonis ada (60,86%) dan kontras ada (39,13%). Intensitas warna pada gambar yaitu terang (95,65%),redup (4,35%) dan gelap (0%). Atmosfer warna pada gambar yaitu beratmosfer panas dan dingin. Gambar yang beratmosfer panas sebanyak (52,17%) dan gambar yang beratmosfer dingin sebanyak (47,83%).

Berdasarkan penelitian ini, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lanjutan misalnya mengenai struktur visual gambar berdasarkan gender, struktur visual gambar ditinjau dari usianya dan struktur visual gambar berdasarkan kecerdasannya.

Rencana Kegiatan Pembelajaran
Kelompok Semester Tema / sub Hari /tanggal Waktu :B : 1/13 :Binatang / Unggas : rabu : 07.30 – 10.00

            I.    II. 

-

-

Indikator Melaksanakan ibadah sesuai dengan keyakinannya . (nam 9) Berbicara dengan sopan (nam 11) Menggunakan dan dapat menjawab apa, di mana, berapa, tentang unggas. (bahasa 7) Menyebutkan dan menceritakan perbedaan ayam dan itik (K 3) Mengendalikan emosi dengan cara yang wajar (S 8) Merayap dan merangkak dengan berbagai variasi (F 7) Tujuan Menumbuhkansikap perilaku yang baik. Dengan bimbingan guru anak dapat berbicara dengan sopan. Dengan bimbingan guru anak dapat menjawab pertanyaan tentang ayam dan itik. Dengan bimbingan guru anak dapat menceritakan perbedaan ayam dan itik Dengan bimbingan guru anak dapat mengendalikan emosi dengan cara yang wajar Dengan bimbingan guru anak dapat merayap dan merangkak menirukan jalannya ayam. Langkah – langkah Kegiatan sebelum masuk. Anak yang datang berjabat tangan, dengan guru – guru dan teman – temannya sambil mengucapkan salam, lalu anak – anakmenyimpan tasnya di loker. Sebelum masuk anak – anak berbaris dulu Kegiatan awal, membaca do’a dan salam , kemudian guru bercakap – cakap tentang ayam dan itik (binatang unggas) yang di lanjutkan dengan menyanyi. Kegiatan inti. Guru menjelaskan tugas yang akan di laksanakan oleh anak – anak kemudian di bagi 3 kelompok : Kelompok I Anak duduk ditempat yang telah disediakan Satu persatu anak di beri gambar ayam Anak mewarnai gambar ayam dengan crayon Setelah selesai mewarnai anak di minta menceritakan hewan yang ada di gambar (ayam) Kelompok II Anak duduk di tempat yang telah di sediakan. Satu persatu anak diberikan gambar itik Anak mewarnai gambar itik dengan crayon Setelah selesai mewarnai gambar itik anak di minta menceritakan hewan yang ada di dalam gambar (itik) Kelompok III Anak duduk di tempat yang telah di sediakan guru memberi tugas merayap dan merangkak menirukan jalannya ayam merayap dan merangkak menirukan jalannya ayam dengan bimbingan guru.

 

  III. IV.  

Setelah mengerjakan tugas yang diberikan guru , anak diminta menampilkan jalannya ayam didepan kelas dengan di ikuti oleh keman kelompok. Waktu pemilihan kelompok anak di beri kebebasan untuk memilih kelompoknya dengan membatasi jumlah anggota tiap kelompok. Anak diarahkan pada kegiatan yang di sukai, anak tidak harus menyelesaikan semua tugas yang di programkan guru, tetapi guru tetap memotivasi anak dengan dapat menyelesaikan semua tugas. Waktu menyelesaikan tugas dalam satu kelompok tidak di batasi dan dapat berpindah ke kelompok lain, asalkan ada tempat yang kosong. Guru menyimpulkan perbedaan ayam dan itik. Istirahat (30 menit) Anak – anak di ajak cuci tangan, berdoa sebelum makan kemudian bermain. Penutup (30 menit) Bercakap – cakap 3 kegiatan tadi dari awal sampai terakhir di teruskan dengan menyanyi . Kemudian do’a pulang dan berjabat tangan dengan guru. Guru Kelompok B

RENCANA KERJA HARIAN Kelompok Semester / minggu Tema / Subtema Hari / Tanggal Waktu INDIKATOR :B : 1/13 : binatang / unggas : rabu : 07.00 – 10.00 KEGIATAN PEMBELAJARAN

ALAT SUMBER BELAJAR

PENILAIAN PERKEMBANGAN ALAT HASIL TEKNIK

 

Berbaris Melaksanakan I. Kegiatan awal ibadah sesuai  Berdoa / salam dengan keyakinannya .  Absensi  bernyanyi (nam 9) Berbicara denganII. Kegiatan inti. sopan (nam 11)  Anak mewarnai gambar ayam dan itik dengan crayon Menggunakan dan  menceritakan perbedaan dapat menjawab ayam dan itik apa, di mana,  Pemberian tugas merayap berapa, tentang

Lembar observasi

crayon, gambar ayam dan itik

Unjuk karya

unggas. (bahasa 7) Menyebutkan dan menceritakan III. perbedaan ayam dan itik (K 3) Mengendalikan IV. emosi dengan cara  yang wajar (S 8) Merayap dan merangkak dengan berbagai variasi (F 7) Guru Kelompok B

dan merangkak menirukan jalannya ayam Istirahat (30 menit) cuci tangan, berdoa makan, bermain. Kegiatan akhir (30 menit) menjawab pertanyaan tentang apa saja kegiatan sehari. do’a pulang

Lembar observasi

Format Observasi

Nama Anak Kelompok Indikator Semester / tahun ajaran No Tanggal

: :B : Merayap dan merangkak dengan berbagai variasi (F 7) : I tahun 2011 - 2012 Aspek yang di nilai Keberanian Ekspresi Hasil pengamatan

Kegiatan pembelajaran

 merayap dan merangkak menirukan jalannya  ayam

Format unjuk kerja

Nama Anak Kelompok Indikator Semester / tahun ajaran No Tanggal

: :B : Menyebutkan dan menceritakan perbedaan ayam dan itik (K 3) : I tahun 2011 - 2012 Aspek yang di nilai Hasil unjuk kerja anak

Kegiatan pembelajaran

Rencana Kegiatan Pembelajaran
Kelompok Semester Tema / sub Hari /tanggal Waktu :B : 1/13 :Binatang / Unggas : sabtu : 07.30 – 10.00

     

Indikator Menghormati perayaan hari besar agama lain (HAM 23) Menghubungkan / memasangkan lambang bilangan dengan benda sampai 20 (K 42) Menghubungkan tulisan ayam dengan gambar ayam, tulisan itik dengan gambar itik (K 32) Menghargai keunggulan teman / orang lain (S 29) Meniru membuat garis tegak, datar miring, lingkaran pada gambar ayam (F 29) Membuat gambar angsa dari kardus (F 35) Tujuan Menumbuhkansikap perilaku yang baik. Dengan bimbingan guru anak dapat Menghubungkan / memasangkan lambang bilangan dengan benda sampai 20 Dengan bimbingan guru anak dapat Menghubungkan tulisan ayam dengan gambar ayam, tulisan itik dengan gambar itik. Dengan bimbingan guru anak dapat Menghargai keunggulan teman / orang lain Dengan bimbingan guru anak dapat Meniru membuat garis tegak, datar miring, lingkaran pada gambar ayam Dengan bimbingan guru anak dapat Membuat gambar angsa dari kardus Langkah – langkah Kegiatan sebelum masuk. Anak yang datang berjabat tangan, dengan guru – guru dan teman – temannya sambil mengucapkan salam, lalu anak – anakmenyimpan tasnya di loker. Sebelum masuk anak – anak berbaris dulu Kegiatan awal, membaca do’a dan salam , kemudian guru bercakap – cakap tentangmateri pelajaran yang akan diajarkan. Kegiatan inti. Guru menjelaskan tugas yang akan di laksanakan oleh anak – anak kemudian di bagi 4 kelompok : Kelompok I Anak duduk ditempat yang telah disediakan

     

I.    II. 

-

-

-

-

 

Guru memberikan tugas Menghubungkan / memasangkan lambang bilangan dengan benda sampai 20 Kelompok II Anak duduk di tempat yang telah di sediakan. Guru memberikan tugas Menghubungkan tulisan ayam dengan gambar ayam, tulisan itik dengan gambar itik Kelompok III Anak duduk di tempat yang telah di sediakan guru memberikan tugas Meniru membuat garis tegak, datar miring, lingkaran pada gambar ayam Kelompok IV Anak duduk di tempat yang telah disediakan Guru memberikan tugas Membuat gambar angsa dari kardus Waktu pemilihan kelompok anak di beri kebebasan untuk memilih kelompoknya dengan membatasi jumlah anggota tiap kelompok. Anak diarahkan pada kegiatan yang di sukai, anak tidak harus menyelesaikan semua tugas yang di programkan guru, tetapi guru tetap memotivasi anak dengan dapat menyelesaikan semua tugas. Waktu menyelesaikan tugas dalam satu kelompok tidak di batasi dan dapat berpindah ke kelompok lain, asalkan ada tempat yang kosong. Istirahat (30 menit) Anak – anak di ajak cuci tangan, berdoa sebelum makan kemudian bermain. Penutup (30 menit) Bercakap – cakap 4 kegiatan tadi dari awal sampai terakhir di teruskan dengan menyanyi . Kemudian do’a pulang dan berjabat tangan dengan guru. Guru Kelompok B

III.

IV.  

Kelompok Semester / minggu Tema / Subtema Hari / Tanggal Waktu INDIKATOR

RENCANA KERJA HARIAN :B : 1/13 : binatang / unggas : senin : 07.00 – 10.00 KEGIATAN ALAT PEMBELAJARAN SUMBER BELAJAR

PENILAIAN PERKEMBANGAN ALAT HASIL TEKNIK

Berbaris Menghormati perayaan I. Kegiatan awal hari besar agama lain  Berdoa / salam (HAM 23)  Absensi Menghubungkan / memasangkan lambang  bernyanyi bilangan dengan benda II. Kegiatan inti.  Pemberian tugas sampai 20 (K 42) Menghubungkan tulisan Menghubungkan / memasangkan lambang ayam dengan gambar ayam, tulisan itik dengan bilangan dengan benda sampai 20 gambar itik (K 32)  Pemberian tugas Menghargai Menghubungkan tulisan keunggulan teman / ayam dengan gambar orang lain (S 29) ayam, tulisan itik Meniru membuat garis dengan gambar itik tegak, datar miring,  Pemberian tugas Meniru lingkaran pada membuat garis tegak, gambar ayam (F 29) datar miring, lingkaran Membuat gambar angsa pada gambar ayam dari kardus (F 35)  Pemberian tugas Membuat gambar angsa dari kardus III. Istirahat (30 menit) cuci tangan, berdoa makan, bermain. IV. Kegiatan akhir (30 menit)  menjawab pertanyaan tentang apa saja kegiatan

crayon, Unjuk karya gambar ayam dan itik dan angsa Hasil karya

 Guru Kelompok B

sehari. do’a pulang

Format unjuk kerja

Nama Anak Kelompok

: :B

or

: Menghubungkan / memasangkan lambang bilangan dengan benda sampai 20 (K 42) Semester / tahun ajaran : I tahun 2011 - 2012 No Tanggal Kegiatan Aspek yang di Hasil unjuk kerja anak pembelajaran nilai

Nama Anak Kelompok

: :B

or

: Menghubungkan tulisan ayam dengan gambar ayam, tulisan itik dengan gambar itik (K 32) Semester / tahun ajaran : I tahun 2011 - 2012 No Tanggal Kegiatan Aspek yang di pembelajaran nilai

Hasil unjuk kerja anak

Nama Anak Kelompok

: :B

or

: Meniru membuat garis tegak, datar miring, lingkaran pada gambar ayam (F 29)

Semester / tahun ajaran : I tahun 2011 - 2012 No Tanggal Kegiatan Aspek yang di pembelajaran nilai

Hasil unjuk kerja anak

Format hasil karya

Nama Anak Kelompok Indikator : I / tahun 2011 - 2012 No Tanggal

: :B : Membuat gambar angsa dari kardus (F 35) Aspek yang di nilai Hasil karya

hun ajaran

Kegiatan pembelajaran

Asesmen Kegiatan Belajar di TK BAB I

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Program PAUD sudah menjadi komitmen nasional dan internasional. Komitmen internasional untuk memperluas pelayanan PAUD tertuang dalam Deklarasi Dakkar dengan bertekad memberikan pelayanan untuk semua anak pada tahun 2015 nanti. Kepastian hukum pelaksanaan PAUD di Indonesia sudah sangat kuat dengan masuknya PAUD dalam Sistem Pendidikan Nasional dan meletakkan 75% anak sudah mendapat pelayanan pendidikan dan perawatan Anak Usia Dini pada tahun 2015 nanti. Bahkan saat ini PAUD termasuk salah satu dari 10 isu sentral Mendiknas. Pada saat ini bahkan PAUD sudah masuk dalam RPJM dan RPJP sehinggah siapapun presiden di Indonesia program PAUD akan tetap menjadi program prioritas pembangunan SDM Indonesia kedepan. Namun tantangan Program PAUD ke depan masih sangat besar mengingat hasil laporan UNESCO tahun 2006 menyebutkan Indonesia merupakan negara dengan Angka Partisipasi PAUD terendah di dunia bahkan dibawah rata-rata Angka Partisipasi PAUD kelompok negara miskin. Karena begitu pentingnya PAUD, maka perlu diterapkan system penilaian terhadap proses dan hasil kegiatan belajar. Sistem penilaian di satuan PAUD tidak sama di tingkat satuan pendidikan jenjang formal seperti di SD, SMP, dan SMA. Di PAUD tidak mengenal ulangan, ujian apalagi tes objektif. Untuk mengukur perkembangan di PAUD hal yang dilakukan adalah dengan mengamati, mencatat, dan mendokumenkan. Pada satuan PAUD system penilaian disebut dengan asesmen. B. Rumusan Masalah Makalah kami ini berjudul “Asesmen Kegiatan Belajar” memiliki rumusan masalah yaitu bagaimanakah asesmen dalam kegiatan belajar di Taman-kanak ? BAB II PEMBAHASAN Pada satuan pendidikan sekolah dasar, sekolah menengah system penilaian terhadap hasil belajar kita mengenal adanya ujian, ulangan ditingkat akhir dikenal Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (EBTANAS) yang kemudian diganti Ujian Akhir Nasional (UAN). Diakhir kelas enam SD atau tiga SMP dan SLTA siswa mengerjakan UAN untuk menentukan lulus tidaknya siswa tersebut. UAN tersebut berbentuk tes tertulis (paper and pencil test). Soal-soal yang ada di dalamnya menggambarkan materi pelajaran yang standar yang dipelajari siswa selama belajar di sekolah. Proses seperti itu, dikenal dengan istilah evaluasi yang dilakukan setelah akhir suatu program. Tujuannya untuk mengukur keberhasilan suatu program yang diwujudkan dalam bentuk angka atau skor. Jika anak memperoleh nilai 100 berarti anak tersebut menguasai 100% dari materi pelajaran, dan jika anak memperoleh nilai 70 berarti anak hanya menguasai materi pelajaran 70%.

Sedangkan untuk anak usia dini/prasekolah, proses penilaian seperti itu tidak cocok, bahkan tes tertulis seperti itu tidak bisa dilakukan, karena anak untuk pendidikan anak usia dini belum bisa membaca dan menulis. Tes seperti ini akan membuat anak-anak stress. Sebagai gantinya digunakan asesmen. A. Pengertian Asesmen Asesmen merupakan proses pengamatan, pencatatan, dan pendokumentasian kemampuan dan karya anak sebagai dasar pengambilan keputusan pendidikan yang bermanfaat bagi anak. Tujuan utama asesmen bukan untuk mengukur keberhasilan program atau kelulusan anak, tetapi untuk mengetahui perkembangan anak dan untuk menentukan bentuk bimbingan belajar yang tepat. Asesemen tidak dilakukan diakhir tahun/program, tetapi dilakukan terus menerus sejalan dengan kegiatan pembelajaran. Asesmen dilakukan secara alami, yaitu pada saat anak bermain, menggambar, atau membuat karya. Informasi dari orang tua juga diperlukan agar guru dapat mengetahui perkembangan anak dengan tepat. Dengan mengetahui tingkat perkembangan anak, guru dapat memberikan bantuan belajar yang tepat, sehingga anak dapat mencapai hasil belajar yang optimal. B. Prinsip Prinsip Asesmen Asesmen untuk anak TK mengikuti enam prinsip utama seperti berikut ini. 1. Holistik Asesmen hendaknya bersifat menyeluruh meliputi seluruh aspek perkembangan anak. Asesmen mencakup aspek fisik motorik, sosial, emosional, moral-agama, intelektual, bahasa. Tujuannya ialah agar siswa dapat mengembangkan seluruh aspek tersebut sehingga kelak menjadi manusia seutuhnya. 2. Otentik Asesmen dilakukan dalam kegiatan yang nyata, fungsional, alami, dan berdasarkan apa yang dapat dilakukan oleh anak. Misalnya, pada saat menggambar guru mengamati perpaduan warna, bentuk garis, dan bertanya cerita dibalik gambar itu. Dengan demikian guru dapat mengetahui kemampuan membuat garis, menggunakan warna, dan kreatifitas anak meluangkan idenya. 3. Kontinyu Asesmen dilakukan secara berkelanjutan pada saat melakukan kegiatan belajar. Asesmen tidak dilakukan diakhir kegiatan pembelajaran atau diakhir satu unit tema, tetapi dapat dilakukan untuk melihat perkembangan anak secara harian, mingguan, dan bulanan dari seluruh aspek perkembangan anak. 4. Alami dan bermakna Asesmen dilakukan secara alami yaitu pada saat anak asyik melakukan kegiatan belajar. Guru tidak mengkondisikan anak pada saat test, tetapi melalui situasi keseharian. Misalnya pada saat bermain sepeda A merebut sepeda B lalu ia marah dan balik memukul A sambil melerai keduanya, guru dapat bertanya kenapa A merebut sepeda B? Mungkin A akan menjawab bahwa B tidak mau bergantian. Guru

juga bertanya kepada B, kenapa tidak mau meminjamkan sepedanya? Mungkin B akan mengatakan bahwa ia masih senang bermain. Dari situasi seperti itu guru dapat member nasehat bahwa semua mainan disekolah untuk bersama, dan oleh karenanya harus saling bergantian. Guru kemudian dapat member waktu kepada A selama 5 menit, lalu nanti kembali ke B untuk seterusnya. Jadi disini yang dipentingkan adalah bagaimana mendidik anak agar ia dapat belajar mengendalikan emosi dan mengembangkan aspek social. 5. Individual Asesmen bersifat individual, artinya dilakukan untuk melihat perkembangan anak secara individual meskipun mungkin dilaksanakan pada saat anak bermain dalam kelompok. Asesmen hendaknya mengungkapkan kelebihan, kekurangan, gaya belajar, dan kebutuhan khusus setiap anak. Asesmen tidak membandingkan satu anak dengan anak yang lain, tetapi membandingakan hasil, kemarin dengan sekarang untuk melihat perkembangan anak. Berdasarkan hal itu, tidak layak jika di TK ada rangking kelas dan juara kelas. Berdasarkan hal itu landasan keilmuan PAUD, setiap anak itu unik. Ia memilki bakat, minat, cita-cita dan kemampuan tersendiri yang tidak dapat dibandingkan dengan yang lain. Fungsi guru, orang tua, dan para professional ialah membantu agar anak dapat berkembang dan belajar sesuai bakat, minat, cita-cita dan kemampuannya. 6. Multisumber dan Multikonteks Asesmen hendaknya dilakukan dalam berbagai konteks. Jika guru hanya menggunakan satu konteks saja dan sekali asesmen dikhawatirkan hasilnya kurang tepat. Oleh karenanya dibutuhkan beberapa konteks untuk melakukan asesmen aspek yang sama. Sebagai contoh, untuk melakukan asesmen perkembangan kemampuan motorik anak dapat dilakukan pada saat kegiatan menggunting, mewarnai pola, menempel dan meronce. Untuk melihat perkembangan moral dan social dapat dilakukan pada saat anak bermain bersama, antri makanan, proyek kelompok, dan bekerjasama. C. Teknik Asesmen Agar hasil asesmen tidak bias dan menggambarkan kemampuan anak yang sebenarnya, maka asesmen dapat dilakukan melalui kegiatan: 1. Pengamatan (Observing) Pengamatan dapat dilakukan melalui beberapa cara seperti: a. Narative Observation Narative observation ialah teknik asesmen dengan cara mencatat perilaku yang dikerjakan anak pada aspek tertentu, pada waktu tertentu. Teknik ini dilakukan melalui: · Running Record Running record merupakan catatan kejadian/perilaku anak. Guru mencatat perilaku yang dilakukan anak di kolom sebelah kanan. Misalnya guru menuliskan tentang anna. Anna bermain lempung. Ia

menggulung lempung dengan kedua tangannya. Lalu ia membentuk lempung menjadi lempengan dengan cara menggerakkan pensil di atasnya. Komentar guru mungkin berbunyi, Anna memiliki kemampuan motorik kasar dan halus yang baik. · Specimen Record Bagian dari narative observation yang lebih detail dari Running Record. Specimen record difokuskan untuk mengamati suatu perilaku tertentu, pada anak tertentu, dengan seting tertentu. Selain catatan, digunakan pula tape recorder dan kamera video. · Anecdotal Record Anecdotal record berisi catatan singkat setelah guru mengamati kejadian yang lucu, aneh atau khas yang menggambarkan kemampuan anak. Misalnya pada saat bermain balok anak berkata, Aku membuat mobil. Anak lain menyahutinya, Mobil kok rodanya dua, kan rodanya ada empat ? Yang dua kan di sebelah sana jadi tidak kelihatan. Dari dialog tersebut guru dapat mencatat dialog tersebut yang menggambarkan bahwa sebenarnya anak sudah dapat menambah dan mengurang 4 dan 2 b. Metode Interviu Metode interviu digunakan untuk melihat perkembangan anak. Interviu dapat dilakukan dengan anak dan orangtua. Interviu dengan anak dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan pada saat anak sedang bekerja. Misalnya pada saat bermain dengan balok, guru bertanya sedang membuat apa, berapa balok yang diperlukan ? Dan seterusnya. Interviu dengan orang tua juga perlu dilakukan karena orang tua biasanya lebih banyak tahu tentang anaknya daripada guru. Oleh karenanya, orang tua merupakan sumber informasi yang baik tentang perkembangan anak. c. Check List Metode ini, guru hanya tinggal mengecek pada daftar target pengamatan yang diamati pada anak, misalnya mampu tidaknya anak melakukan suatu indicator kegiatan. 2. Pencatatan (Recording) Kegiatan yang dilakukan anak, diamati dan dicatat, biasanya meliputi, tingkat perkembangan, kelebihan, kelemahan dan kebutuhan. 3. Pendokumentasian (documenting) dan analisis (analizing) Hasil-hasil pengamatan dan karya anak didokumentasikan kemudian di analisis untuk mengetahui tingkat perkembangan anak dalam berbagai aspek perkembangan. Selanjutnya diorganisasi dan disimpan sebagai fortopolio anak. Selanjutnya, guru dapat memberi tahu orang tua tentang perkembangan anaknya dan langkah-langkah yang perlu dilakukan selanjutnya untuk optimalisasi perkembangan anak. D. Komponen Asesmen

Secara ideal, komponen yang diases meliputi seluruh aspek perkembangan anak yaitu: 1. Fisik Aspek perkembangan fisik meliputi : a. Motorik halus - Dapat mengurus dirinya sendiri dengan sedikit bantuan: · Makan · Berpakaian · Mandi · Menyisir rambut · Mencuci dan melap tangan · Mengikat tali sepatu - Dapat membuat berbagai bentuk dengan menggunakan misalnya tanah liat, plastisin, play dough - Meniru membuat garis tegak, miring, lengkung dan lingkaran - Meniru melipat kertas sederhana (1-12 lipatan) - Menggambar orang dengan bagian-bagiannya - Belajar menggunting bebas dengan berbagai media - Belajar menggunting dengan berbagai media sesuai dengan poa (gelombang, zig-zag, lingkaran, segiempat, segitiga) - Dapat membuat lingkaran dan bujur sangkar - Menyusun menara kubus - Menjahit sederhana dengan menggunakan tali sepatu, benang wol, raffia, dan sebagainya - Menyusun menara kubus minimal 8 kubus b. Motorik Kasar - Dapat berjalan bangun tanpa berpegangan - Berjalan · Pada garis lurus

· Pada jari kaki (berjinjit) · Mendur sejauh 1-3 meter · Di atas papan titian · Dengan tumit dengan keseimbangan · Melompat dengan alat atau tanpa alat · Di tempat · Ke depan, ke samping · Dengan satu kaki - Meloncat dari ketinggian 20 cm - Memanjat - Berlari · Dengan cepat · Sambil melompat - Bermain dengan bola (menangkap, melempar, menendang) - Naik sepeda roda dua 2. Kognitif Aspek perkembangan kognitif meliputi : a. Sains - Mengelompokkan benda dengan berbagai cara yang diketahui anak (misalnya, menurut warna, bentuk, ukuran) - Mencari/menunjuk sebanyak-banyaknya benda, binatang, tanaman yang mempunyai warna, bentuk atau ukuran atau menurut ciri-ciri tertentu - Mengenal perbedaan antara kasar dan halus, berat dan ringan, panjang dan pendek, jauh dan dekat. - Membedakan bermacam-macam rasa, bau, atau suara - Menyebutkan perbedaan dua buah benda - Mencari lokasi asal tempat suara

- Mencoba dan menceritakan apa yang terjadi, jika : · Warna dicampur · Biji ditanam · Balon ditiup lalu dilepas · Benda-benda dimasukkan ke air · Benda-benda dijatuhkan, dan lain-lain - Memasangkan benda sesuai dengan pasangannya b. Matematika - Menyebut urutan bilangan dari 1-10 - Membilang (mengenal konsep bilangan dengan benda-benda) - Menghubungkan konsep bilangan dengan lambang bilangan (anak tidak disuruh menulis) - Mengenal konsep bilangan sama dan tidak sama, lebih dan kurang, banyak dan sedikit - Menyebutkan benda yang berbentuk geometri - Mengelompokkan lingkaran, segitiga dan segiempat - Menyusun kepingan puzzle menjadi bentuk utuh (4-15 bagian) - Mengenal ukuran panjang, berat dan isi - Mengenal alat untuk mengukur - Menyatakan waktu yang dikaitkan dengan jam - Mengenal penambahan dengan benda-benda 1-10 - Mengenal pengurangan dengan benda-benda 1-10 - Mengurutkan benda 1-10 berdasarkan urutan tinggi rendah, besar kecil, berat ringan, tebal tipis. - Memperkirakan urutan berikutnya setelah melihat bentuk 2-3 pola yang berurutan misalnya merah, putih, biru, merah, putih, biru, merah, …. - Meniru pola dengan menggunakan 4 kubus - Mengerjakan mencari jejak yang lebih rumit. 3. Bahasa

Aspek perkembangan bahasa meliputi - Menyebutkan nama, jenis kelamin - Berbicara lancar dengan kalimat sederhana - Menirukan kembali 2 s.d 4 urutan kata (latihan pendengaran) - Mampu melaksanakan 1-2 perintah secara berurutan dengan benar - Memberi keterangan/informasi tentang sesuatu hal - Melengkapi kalimat sederhana yang diucapkan guru - Dapat mendengarkan dan menceritakan kembali cerita sederhana dengan urut - Mengekspresikan diri melalui dramatisasi - Membuat kata sebanyak-banyaknya dari suku kata awal yang disediakan dalam bentuk lisan - Memahami konsep lawan kata - Mengenal kata kerja melalui gerakan-gerakan yang sederhana, misalnya duduk, jongkok, berlari, makan, menangis - Menggunakan kata gantu (aku, kamu, saya, dia) - Mengucapkan suku kata dengan nyanyian. Misalnya la-la-la, ma-ma-ma, ti-ti-ti - Menggunakan konsep waktu ( hari ini, besok, sekarang, nanti, pagi, sore, malam, dan lain-lain) - Mengungkapkan beberapa sajak sederhana - Menyebutkan tulisan sederhana melalui symbol yang melambangkannya. - Dapat menceritakan gambar (gambir yang disediakan atau dibuat sendiri) - Mengurutkan dan menceritakan isi gambar berseri - Menggunakan dan dapat menjawa pertanyaan apa, mengapa, dimana, berapa, bagaimana, kapan, dan sebagainya. - Dapat menggunakan bahasa isyarat seperti anggukan kepala, gerakan tubuh, tangan dan mata. 4. Sosial-Emosional Aspek perkembangan social-emosional meliputi - Tenggang rasa terhadap orang lain

- Bekerja sama dengan teman - Mudah bergaul/berinteraksi dengan orang lain - Dapat berkomunikasi dengan orang yang sudah dikenalnya - Meniru kegiatan orang dewasa - Mau berbagi dengan teman - Mau bermain dengan teman sebaya - Tolong menolong sesama teman - Dapat mengikuti aturan permainan - Dapat mematuhi aturan yang ada - Dapat memusatkan perhatian - Belajar memisahkan diri dari orangtuanya terutama ibu - Menyayangi anggota keluarga dan teman-temannya - Merasa puas atas prestasi yang dicapai - Dapat mengendalikan emosi - Menunjukkan reaksi emosi yang wajar karena marah, senang, sakit, takut, dsb - Berani dan mempunyai rasa ingin tahu yang besar - Dapat menghindari obat-obat yang berbahaya - Dapat menggunakan benda-benda yang berbahaya dengan hati-hati 5. Seni Aspek perkembangan seni meliputi: - Menggambar bebas dengan menggunakan pensil warna, arang, krayon, dan lain-lain - Menggambar bebas dengan bentuk gambar titik, garis, lingkaran, segiempat, segitiga, dan bujur sangkar yang sudah tersedia - Menggambar bebas di dalam lingkaran, segiempat, segitiga, dan bujur sangkar yang sudah tersedia - Melukis dengan jari (finger painting), kuas, pelepah pisang, dan sebagainya - Mewarnai bentuk gambar sederhana

- Meronce - Menciptakan bermacam-macam bentuk bangunan dari kubus - Menganyam sederhana - Membatik dan jumputan - mencipta dengan stempel - Permainan warna dengan menggunakan berbagai media, misalnya krayon, cat air, dan lain-lain - Menciptakan kolase, mozaik - Menggerakkan kepala, tangan atau kaki sesuai dengan irama music/ritmik - Bergerak bebas sesuai dengan irama music - Menyanyikan beberapa lagu anak-anak - Meniru gerakan binatang, tanaman, dan sebagainya - Senam dengan berbagai variasi 6. Moral dan Nilai Agama Aspek perkembangan moral dan nilai agama meliputi - Berdoa sebelum dan sesudah memulai kegiatan - Meniru pelaksanaan ibadah agama - Menyayangi dan memelihara semua ciptaan Tuhan - Cinta antara sesama suku bangsa Indonesia - Mengenal arti kebersamaan dan persatuan - Mengenal sopan santun dengan berterima kasih - Mengucapkan salam bila bertemu dengan orang lain - Rapi dalam bertindak, berpakaian dan bekerja - Mengenal konsep benar dan salah - Dapat mengurus dirinya sendiri - Bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan

- Menjaga kebersihan diri - Menjaga kebersihan lingkungan - Mengenal bendera - Mengenal suku bangsa, pakaian, rumah adat, tarian Namun demikian hal itu, bukan persoalan yang mudah. Apalagi untuk kelas besar, dengan 15-20 anak hanya dengan satu orang guru. Guru perlu membuat perencanaan yang baik mengenai siapa saja, apa saja, dan kapan dilakukan asesmen. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Asesmen kegiatan belajar pada tingkat SD dan Sekolah Menengah sangat berbeda dengan penerapan asesmen kegiatan belajar di TK. Di TK, anak diasesmen dengan berdasarkan bagaimana perkembangan kompetensi beberapa aspek perkembangan yang berkembangan dalam diri anak. Selanjutnya, seorang guru dalam mengasesmen anak didiknya perlu mematuhi prinsip-prinsip yang teah ada sebelumnya agar proses pengasesmen terhadap anak didik dapat terlaksana efektif. DAFTAR PUSTAKA Yus Anita. 2005. Penilaian Perkembangan Belajar Anak di Taman Kanak-Kanak. Jakarta: Depertemen Pendidikan Nasional Suyanto, S. 2005. Pembelajaran untuk Anak TK. Jakarta: Depertemen Pendidikan Nasioanl. Isjoni. 2009. Model Pembelajaran Anak Usia Dini. Bandung : Alfabeta.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->