P. 1
SIKLON TROPIS

SIKLON TROPIS

|Views: 361|Likes:
Published by Meli Muchlian

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Meli Muchlian on Jul 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/04/2015

pdf

text

original

SIKLON TROPIS DAN TINJAUAN FISISNYA

Disampaikan oleh:

MELI MUCHLIAN

PROGRAM STUDI FISIKA

PASCASARJANA

UNIVERSITAS ANDALAS

PENDAHULUAN
Latar Belakang Fenomena siklon tropis menarik untuk dikaji, karena sifat dari siklon tropis yang walaupun kehilangan energi ketika melewati daratan, masih membawah sejumlah moisture/uap lembab sehingga menyebabkan munculnya thunderstorms yang nantinya berkolaborasi dengan banjir dan tanah longsor. Rumusan Masalah Fenomena Siklon Tropis Proses pembentukan dan pergerakannya Tinjauan fisis Dampak siklon tropis Tujuan dan Manfaat memberikan penjelasan mengenai siklon tropis secara umum, efek ekor siklon tropis di Indonesia dan pengembangan metode Early Warning Systems

Siklon Tropis
”cyclone”  nama angin badai Bahasa Yunani “cyclos” = lingkaran ular Mitos bangsa Yunani tentang raksasa bermata satu yang bernama “Cyclops” Sistem pusaran angin yang biasanya terbentuk di lautan dengan suhu permukaan lautnya melebihi 27oC (daerah pusat tekanan rendah di tropis) diantara garis lintang ±5o Lintang Utara/Selatan (LU/LS) menjauhi ekuator

Nama Siklon Tropis di Berbagai Tempat

Perbedaan nama siklon di berbagai daerah (Sumber : NOAA)

Typhon: Pasifik Utara sebelah selatan Hurricane: Pasifik Selatan-Pasifik Utara daerah timur India

Willy-willies : Australia dan Selandia baru Baguious : Filipina

Syarat Terbentuknya Siklon Tropis
Siklon tropis terbentuk ketika energi yang dilepaskan akibat proses kondensasi uap lembab (moisture) di dalam air naik ke udara menyebakan pusaran arus positif (positive feedback loop) diatas samudera bertemperatur hangat (warm ocean waters)

Faktor pemicu siklon tropis  Air laut dengan temperatur sekitar 27  °C hingga kedalaman tertentu (sekitar 50 meter)  Atmosfer yang mengalami pendinginan  secara cepat terhadap ketinggian  Adanya lapisan yang relatif basah/ (pada ketinggian 5 km)  Jarak minimum terhadap ekuator

setidaknya 500 km Adanya gangguan dekat permukaan dengan vortisitas dan konvergensi yang mencukupi Shear angin vertikal yang rendah di antara permukaan dan bagian atas troposfer (kurang dari 10 m/detik). Shear angin vertikal adalah besar perubahan angin terhadap ketinggian

Daerah Klimatologi Tumbuhnya Siklon Tropis

Daerah Klimatologis Tumbuhnya Siklon Tropis (Sumber : NOAA)

Daerah di permukaan bumi yang sesuai dengan tempat lahirnya siklon Pasifik Barat Daya Sebelah Timur dan Barat Australia Laut Atlantik Utara Lautan Arab Teluk Benggala Pasifik timur Laut India Barat

Klasifikasi Siklon Tropis

Severe Tropical Strom (STS) Typhoon Strom (TS)/ badai tropis T )/ Hurricane Tropical (Depression (TD) Tropical yang memiliki kecepatan angin maksimumnya sebesar badai tropis yang kecepatan angin maksimumnya lebih dari 118 siklon terlihat bentuk spiral, namun tidak terlihat adanya mata. Mulai tropis 88 – 117sistem tekanan rendah yang menyebabkan lingkaran Terjadi km/jam km/jam maksimum berkisar antara 63 – 87 km/jam). Untuk Kecepatan angin awan dan badai petir pada suatu daerah tertutup namun Badai Tropis diberikan nama-nama yang khas untuk membedakan belum terlihat bentuk spiral dan antara setiap kejadian badai tropis mata. Kecepatan angin

maksimum kurang dari 63 km/jam dan pusatnya belum jelas.

Tahap Perkembangan Siklon Tropis
 Tahap Pertumbuhan
Ditandai dengan susunan awan nisbi acak dan garis badai (gangguan arus timuran dan sheareline pada arus pokok). Tekanan permukaan sekitar 1000 mb. Kemudian tumbuh vortex diikuti dengan penurunan tekanan secara perlahan-lahan.

 Tahap Remaja (belum dewasa)
Siklon sudah tampak dan tekanan permukaan dibawah 1000 mb. Pada streamline pola angin sudah tampak jelas, untuk medan anginya ditandai dengan meluasnya sirkulasi pada arah horizontal dan vertikal.

 Tahap Dewasa
Ditandai oleh sirkulasi rotasi kuat dengan kondisi simetris dan pola awan teratur disertai mata siklon yang bertekanan rendah. Tekanan permukaan pada pusat siklon turun sampai di bawah 1000 mb dan kecepatan angin bertambah besar sehingga cuaca semakin memburuk dan meluas, mata siklon dengan kecepatan angin pusat rendah sudah terlihat.

 Tahap punah
Ditandai oleh sirkulasi yang makin melebar sehingga ukuran dan bentuknya menjadi simetris. Pada tahap ini biasanya siklon tropis memasuki daerah lautan yang panas latennya rendah atau telah memasuki daratan sehingga tidak ada lagi sumber tenaga, dalam hal ini memasuki daerah yang uap airnya rendah.

Struktur Siklon Tropis
Tekanan udara permukaan rendah Siklon tropis berputar di sekitar daerah bertekanan udara permukaan rendah Inti Hangat Siklon tropis berputar di sekitar daerah bertekanan udara permukaan rendah CDO (Central Dense Overcast) CDO merupakan daerah menyerupai pita melingkar di sekitar inti yang padat akan awan, hujan dan badai petir

Struktur Siklon Tropis (continue)
Mata Mata berbentuk lubang melingkar di pusat sirkulasinya. Cuaca pada mata umumnya tenang dan tidak berawan. Diameter wilayah mata berkisar dari 8 hingga 200 Km. Dinding Mata Menyerupai pita melingkar di sekitar mata dengan intensitas angin dan konveksi panas paling tinggi. Kondisi pada dinding merupakan tempat paling berbahaya. Aliran keluar (outflow) Di bagian atas, angin keluar dari pusat dengan arah berlawanan siklon, sedangkan di bagian bawah angin berputar kuat, dan melemah seiring pergerakan naik akhirnya berbalik arah

Ukuran Siklon Tropis Berdasarkan Jarak Antara Pusat Sirkulasi
 Radiusnya dibawah 2 latitude degrees (120 nmi, 222 km) cyclone “sangat kecil”

 Radius 2 – 3 degrees (120–180 nmi, 222–333 km) "kecil”
 Radius antara 3 dan 6 latitude degrees (180–360 nmi, 333– 666 km) merupakan "ukuran cyclone pada umumnya“  Siklon tropis dianggap "besar" ketika radiusnya 6 – 8 latitude degrees (360–480 nmi, 667–888 km)  Jika radiusnya lebih dari 8 degrees (480 nmi, 888 km) siklon tropis tersebut diklasifikasikan “sangat besar”.

Tempat Timbulnya Siklon Tropis
Pada satu tahun di seluruh dunia terdapat rata-rata 80 kali peristiwa siklon tropis. Hampir seluruh siklon tropis tumbuh dan berkembang pada wilayah perairan zona 30 derajat dari katulistiwa 87% terjadi pada lintang 20° Sekitar 65% siklon tropis terbentuk pada daerah antara 10° dan 20° dari ekuator Sedikit sekali (± 13%) muncul pada lintang di atas 22° Siklon tidak muncul pada daerah 4° dari ekuator.

Waktu dan Musim Timbulnya Siklon Tropis

Jumlah kejadian siklon tropis sampai tahun 2003 di berbagai tempat tumbuhnya siklon

Penamaan Siklon Tropis
Badai tropis yang pertama terjadi pada suatu tahun atau periode pengamatan akan diberi nama berawalan huruf “A” misal “Anna”, untuk badai tropis kedua dinamai dengan huruf awal “B” seperti “Beth”, dan seterusnya. Setiap wilayah perairan menggunakan daftar nama yang berbeda. Aturan penamaan dimulai pada masa perang dunia ke dua dengan mengambil nama-nama khas perempuan, namun sejak tahun 1978 nama khas pria mulai masuk dalam daftar nama.

Pergerakan dan Jejak Siklon Tropis
Pergerakan siklon tropis disebut dengan track (jejak) siklon Siklon tropis dibelahan bumi utara dibelokkan kearah kutub utara dan siklon tropis dibelahan bumi selatan dibelokan kearah kutub selatan apabila tidak ada sistem tekanan tinggi yang menetralkan energi coriolis

Pergerakan dan Jejak Siklon Tropis (continue)

Di bagian utara Bumi Siklon Tropis berputar berlawanan arah jarum jam sedangkan di bagian selatan Bumi Siklon Tropis berputar searah dengan jarum jam

Parameter Siklon Tropis
 Tekanan Udara Permukaan
Siklon merupakan sistem tekanan rendah diatas permukaan laut sampai pada ketinggian tertentu yang berubah menjadi sistem tekanan tinggi sesuai dengan dengan fungsi z (fungsi ketinggian)/vertikal. Semakin dekat ke pusat siklon gardien tekanan semakin besar sehingga kecepatan angin bervariasi sesuai dengan variasi gradien tekanan.

Parameter Siklon Tropis (continue)
 Tekanan Udara Permukaan

Hubungan tekanan dengan jari-jari siklon (Sumber : Royal Observatory Hong Kong)

Parameter Siklon Tropis (continue)
 Medan Suhu
Konvergensi pada lapisan bawah dan pelepasan panas laten akibat kondensasi, maka suhu mata siklon lebih tinggi dari sekitarnya. Suhu potensial dan kelembaban spesifik berbanding terbalik dengan tekanan permukaan. Bila tekanan permukaan naik maka suhu potensial dan kelembaban spesifik akan bergerak turun.

Parameter Siklon Tropis
 Medan Angin
Kecepatan angin dari siklon tropis merupakan fungsi jari -jari dimana kecepatan maksimumnya berada di daerah sekitar pusatnya, tetapi di pusat siklon tropis sendiri kecepatan anginya calm (tenang). Semakin jauh dari inti siklon maka kecepatan angin semakin berkurang.

Hubungan kecepatan angin dengan tekanan (Sumber : Royal Observatory Hong Kong

Parameter Siklon Tropis (continu)
 Arus Laut
Pengukuran arus permukaan laut sangat dipengaruhi pergerakan gelombang permukaan storm, seperti yang ditunjukan melalui persamaan 4: um = [Au cos (σt) + Bu sin (σt)] ekz Dimana: Au dan Bu adalah koefisien least squares u adalah komponen kecepatan arus σ adalah frekuensi gelombang permukaan (2π/T) T adalah peiode (5-15 s) k adalah bilangan gelombang (σ2/g) g adalah percepatan gravitasi

Skala Kekuatan Siklon Tropis

Hubungan El-Nino dengan Siklon Tropis
El-Nino Southern Oscillation (ENSO)  fenomena interaksi antara lautan dengan atmosfir yang terjadi di Samudera Pasifik Pada saat El Nino, SPL (Suhu Permukaan Laut) di Samudera Pasifik tropis mengalami kenaikan dari kondisi normalnya, sebaliknya pada saat La Nina SPL mengalami penurunan dari kondisi normalnya Kenaikan suhu permukaan laut dapat memicu terjadinya siklon tropis
Peluang La Nina di Samudra Pasifik pada Agustus, September, Oktober berturut-turut 10, 18, 24 % Peluang normal berturut-turut berada pada 82, 70, 62 % Prediksi adannya ENSO normal hingga Februari 2012

ENSO Mei 2011-Maret 2012 (Sumber: http://iri.columbia.edu)

Dampak Negatif Siklon Tropis
 Siklon tropis melepaskan energi panas hingga 6 x 1014 watt ~ 200 kali rata-rata total produksi perusahaan listrik seluruh dunia ~ ledakan 10 megaton bom nuklir setiap 20 menit.  Energi Siklon Tropis menimbulkan pusaran angin berkecepatan tinggi, hujan deras dan badai petir yang menghasilkan bencana dasyat berupa tornado, banjir, dan tanah longsor  Di lautan terbuka siklon tropis menimbulkan gelombang tinggi, hujan deras dan angin berkecepatan tinggi, sehingga mengganggu jadwal pelayaran bahkan menenggelamkan kapal-kapal.

Dampak Negatif Siklon Tropis (continue)
• • Siklon tropis yang melewati daratan dapat menyebabkan kerusakan diantaranya: Angin kencang pada badai menyebabkan kerusakan sarana umum, angkutan, bangunan, jembatan dan sebagainya. Kenaikan muka laut dan naiknya gelombang air laut menyebabkan banjir di daerah pesisir. Badai kilat saat siklon tropis menyebabkan intensitas curah hujan meningkat sehingga sungai dan saluran air akan meluap, jalan-jalan tidak dapat dilewati, dan dapat disusul oleh tanah longsor. Radius wilayah hurricane yang luas dapat menebarkan angin tornado di berbagai tempat.

Dampak Negatif Siklon Tropis (continue)
Dampak sekunder dari siklon tropis: • Penyakit menular Lingkungan basah pasca siklon tropis, disertai kerusakan sarana kebersihan dan iklim tropis yang hangat dapat menjangkitkan penyakit menular yang bertahan lama setelah peristiwa badai. • Ketiadaan Listrik Kerusakan jaringan listrik akibat siklon tropis akan menghambat komunikasi dan usaha pertolongan korban. • Kesulitan transportasi Hancurnya sarana transportasi seperti jembatan, terowongan dan jalan akan menyulitkan pengiriman makanan, air bersih dan obat-obatan ke daerah-daerah yang membutuhkannya.

Dampak Positif Siklon Tropis
Secara global siklon tropis sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan panas atmosfer bumi dengan cara memindahkan panas, dan kelembaban yang tinggi di daerah tropis ke wilayah sub tropis dan kutub yang lebih dingin Pada beberapa situasi khusus, siklon tropis membawa dampak positif bagi wilayah - wilayah yang terkenda dampaknya seperti di Jepang, sebagian besar curah hujan yang turun merupakan dampak dari Typhoon dan Hurricane Camille mengakhiri kondisi kekeringan dan kesulitan air pada daerah-daerah yang dilewatinya.

Dampak Siklon Tropis Terhadap Indonesia
Indonesia hanya terkena imbas dari ekor badai tropis berupa angin kencang, hujan deras, dan tingginya gelombang laut. Keuntungan dengan adanya siklon tropis di Indonesia terjadi di bidang pertanian, terutama di bagian selatan Jawa hingga Pulau Timor disebabkan saat itu terjadi puncak curah hujan yang bisa mengairi pertanian. Keberadaan siklon tropis di sekitar Indonesia, terutama yang terbentuk di sekitar Pasifik Barat Laut, Samudra Hindia Tenggara dan sekitar Australia akan mempengaruhi pembentukan pola cuaca di Indonesia.

Dampak Siklon Tropis Terhadap Indonesia (continue)
Dampak tidak langsung atas adanya siklon tropis dapat berupa berbagai hal, diantaranya yaitu: • Daerah pumpunan angin. Siklon tropis yang terbentuk di sekitar perairan sebelah utara dan barat Australia mengakibatkan terbentuknya daerah pumpunan angin di sekitar Jawa atau Laut Jawa, NTB, NTT, Laut Banda, Laut Timor, hingga Laut Arafuru mengakibatkan terbentuknya awan-awan konvektif penyebab hujan lebat di daerah tersebut. Dilihat dari citra satelit, daerah pumpunan angin terlihat sebagai daerah memanjang penuh dengan awan tebal terhubung dengan perawanan siklon tropis, sehingga terlihat seolah-olah siklon tropis tersebut mempunyai ekor. Itulah sebabnya daerah pumpunan angin ini seringkali disebut sebagai ekor siklon tropis.

Dampak Siklon Tropis Terhadap Indonesia (continue)
Dampak tidak langsung atas adanya siklon tropis dapat berupa berbagai hal, diantaranya yaitu: • Daerah belokan angin Siklon tropis di perairan Samudra Hindia Tenggara menyebabkan terbentuknya daerah belokan angin di sekitar Sumatra bagian Selatan atau Jawa bagian Barat. • Daerah defisit kelembaban Siklon tropis di perairan utara Sulawesi atau di Laut Cina Selatan seringkali teramati bersamaan dengan berkurangnya curah hujan di wilayah Sulawesi bagian utara atau Kalimantan.

Dampak Siklon Tropis Terhadap Indonesia (continu)
• histori data selama 42 tahun di sebelah Selatan siklon tropis terbanyak terjadi pada bulan Februari yaitu 23% kejadian dalam sebulan. Disusul kemudian bulan Maret (22%), Januari (21%), Desember (14%) dan April (11%). Namun demikian pada bulan Juni, Juli, Agustus dan September diketahui merupakan bulan-bulan yang selama 42 tahun hampir tidak terdapat kejadian siklon tropis sama sekali. • Dengan data histori yang lebih panjang (56 tahun), diketahui bahwa wilayah dekat Indonesia sebelah Utara, siklon tropis terbanyak terjadi pada bulan Agustus dengan 20% siklon tropis terjadi tiap bulan ini. Disusul kemudian dengan bulan September (18%), Juli dan Oktober (15%).

Siklon Tropis yang Pernah muncul di Indonesia
Siklon Tropis George Dari data yang diperoleh menunjukkan siklon tropis George tumbuh di sebelah utara barat laut Australia (Teluk Joseph Bonaparte) yaitu sekitar 14.5 LS dan 125.5 BT pada 3 Maret 2007 dan berakhir di sekitar Port Hedland 12 Maret 2007. Siklon tropis George selama hidupnya memiliki kategori bervariasi mulai dari hanya berupa daerah bertekanan rendah (Tropical Depression) hingga menjadi siklon tropis kategori 5. Lintasan siklon tropis George sejajar dengan lintang tropis Kepulauan Nusa Tenggara Timur

Siklon Tropis yang Pernah muncul di Indonesia (continue)
Siklon tropis Jacob Siklon tropis Jacob terbentuk ketika siklon tropis George masih aktif, siklon ini terbentuk di daerah barat laut Kimberly sekitar 13.1 LS dan 108.9 BT pada 6 Maret 2007, dan kemudian punah pada 12 Maret 2007. Siklon tropis Jacob ini tumbuh dengan variasi kategori dari 1 hingga 3. Sebelum siklon ini tumbuh, sudah teridentifikasi tanggal 2 Maret 2007 dengan tekanan 1000 hPa, kecepatan angin disekitarnya mencapai 45 knot

Badai Fiona
Badai Fiona terjadi pada tanggal 6 Februari 2003 berada 300 mil lepas pantai selatan Jawa. Diperkirakan angin di pusat badai berkecepatan 104 mil per jam dan ekor badai mencapai 84 mil per jam.

Siklon Tropis yang Pernah muncul di Indonesia (continue)
Siklon Ivy
Siklon Ivy tanggal 27 Februari 2004, dengan terbentuknya pusat tekanan rendah yang memusat dan memutar. Terjadi di Samudra Pasifik sebelah tenggara Papua dan di Samudra Hindia dekat Australia. Siklon di Samudra Pasifik ini dinamakan Tropical Cyclone Ivy dan di sebelah Barat Australia dinamakan Tropical Cyclone Monty. Pengaruh Siklon Ivy saat itu lebih dominan, ia menarik awan-awan yang ada di Indonesia ke arah pusat siklon (sebelah tenggara Papua). Akibatnya sebagian besar wilayah Indonesia berpeluang cerah hingga berawan sejenak setelah sebelumnya dilanda hujan berhari-hari. Hanya wilayah Papua yang berpeluang kuat hujan lebat karena lebih dekat dengan pusat siklon Ivy.

Siklon Fay
Badai siklon tropis Fay di laut Timor tanggal 17 Maret 2004 pukul 9:30 waktu setempat, bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 6 kilometer per jam.

Siklon Tropis yang Pernah muncul di Indonesia (continue)
Siklon Kirrily Siklon tropis Kirrily timbul di atas Kepulauan Kai, Laut Banda seperti terlihat pada Gambar 11, pada 27 April 2009. Kirrily menyebabkan hujan lebat dan storm surge di wilayah ini. Tercatat puluhan rumah rusak dan puluhan lainnya terendam, jalan raya rusak, dan gelombang tinggi terjadi dari 26 hingga 29 April. Curah hujan tercatat per 24 jam yang tercatat adalah di Tual adalah sebanyak 20 mm, 92 mm dan 193 mm, masing-masing untuk tanggal 27, 28 dan 29 April 2009.

Antisipasi Terhadap Siklon Tropis
• Mengikuti perkembangan informasi cuaca terutama bila ada peringatan akan datangnya badai tropis. • Hindari bepergian ke daerah pantai pada saat musim badai tropis. • Berdiam di rumah dengan menutup seluruh pintu dan jendela pada saat terjadi badai tropis. • Menghindar jauh dari pantai saat terjadi badai tropis.

Daftar Pustaka

Daftar Pustaka (continue)

TERIMA KASIH

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->