P. 1
Rumus Daya Dukung Tiang Pancang

Rumus Daya Dukung Tiang Pancang

|Views: 4,588|Likes:
Published by Endik Kurni

More info:

Published by: Endik Kurni on Jul 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/26/2013

pdf

text

original

RUMUS DAYA DUKUNG TIANG PANCANG : P = M2 . H .

fs . ht (M + m) . Z’ Dimana : M = Berat balok pancang m = Berat sendiri tiang H = Tinggi jatuh balok pancang fs = Faktor keamanan 5 P = Beban tiang Z’ = untuk tiang pancang beton harganya = 0,45

Dik : M = 1,5 ton = 1500 kg m = 0,25 x 3,14 x 0,25 x 0,25 x 6 x 2,4 = 0,7065 ton = 706,5 kg H = 1,0 m = 100 cm fs = faktor keamanan = 3 ht = 2 cm Z’ = 0,45

P =

(1500 kg) 2 . (100 cm)

.

3 . 2 (706,5 + 1500 ) . 0,45 = 37767 Kg = 37,767 ton

Hitungan Daya Dukung dengan Kalendering ( Rumus Hiley )
Perhitungan Kalendering (Rumus Hiley) Kapasitas daya dukung tiang pancang dapat diperkirakan dengan menggunakan rumus dinamis (Hiley). Sebenarnya dalam hitungan kalendering bisa digunakan rumus lain tapi saya menggunakan rumus hiley karena lebih sering digunakan. Berikut formulanya :

R W P H S K N

= Kapasitas daya dukung batas (ton) = Berat palu atau ram (ton) = Berat tiang pancang (ton) = tinggi jatuh ram = Penetrasi tiang pancang pada saat penumbukan terakhir, atau “set” (cm) = Rata-rata Rebound untuk 10 pukulan terakhir (cm) = Koefisien restitusi* 0,4-0,5 untuk palu besi cor, tiang beton tanpa helm 0,3-0,4 untuk palu kayu (landasan kayu) 0,25-0,3 untuk tiang kayu

Menentukan S dan K dari millimeter kalendering:

Dari grafik kita ambil yang 10 pukulan atas. Didapatkan S dari 10 pukulan terakhir adalah 2cm. jadi S = 2/10 = 0.2 cm. Sedangkan reboundnya (K) ada 10. Diambilkan rata-rata K. dari grafik terbaca K sekitar : 0.9cm. Untuk menentukan berat ram bisa dilihat pada spesifikasi alat. Biasanya dituliskan berat piston misalkan 2,5Ton atau 3,5 Ton. Sedangkan untuk mengetahui tinggi jatuh ram dengan cara melihat ring yang tampak saat pemukulan dan mengkonversikan ke table dan mengetahui jenis hammer yang dipakai misal K25 atau K35. Misalkan saat kalendering ring yang muncul E sedangkan tipe hammer K25 maka tinggi jatuh ram adalah 2.197 mm = 219,7 cm.

Setelah itu daya dukung mendapatkan factor koreksi yaitu: Efisiensi palu (ef)** : ef = 0,8-0,9 untuk diesel hammer ef = 0,7-0,9 untuk drop hammer ef= 0,7-0,85 untuk single/double acting hammer Faktor aman (SF)*** : SF = 3 untuk permanen load SF = 1 untuk temporary load Jadi daya dukung yang dipakai: Rpakai = ef.R.(1/SF) Sumber : * : Braja M. Das

** ***

: Braja M. Das : Brosur hitung mitsubhisi hammer

Metode Kalendering Pemancangan Tiang Pancang
Apakah itu kalendering? Secara umum kalendering digunakan pada pekerjaan pemancangan tiang pancang (beton maupun pipa baja) untuk mengetahui daya dukung tanah secara empiris melalui perhitungan yang dihasilkan oleh proses pemukulan alat pancang. Alat pancang disini bisa berupa diesel hammer maupun hydraulic hammer. Biasanya kalendering dalam proses pemancangan tiang pancang merupakan item wajib yang harus dilaksanakan dan menjadikan laporan untuk proyek. Sebagai tambahan selain kalendering dilakukan pengecekan dengan PDA test. Perhitungan kalendering menghasilkan output yang berupa daya dukung tanah dalam Ton. Untuk perhitungannya tidak saya cantumkan di sini karena tulisan kali ini saya menitikberatkan pada metode pelaksanaan kalendering itu sendiri. Untuk perhitungannya sendiri bisa dilihat disini. Sebelum dilaksanakan kalendering biasanya juga dilakukan monitoring pemukulan saat pemancangan yaitu untuk mengetahui jumlah pukulan tiap meter dan total sebagai salah satu benuk data yang dilampirkan beserta hitungan kalendering. Untuk itu sebelumnya tiang pancang yang akan dipancang diberikan skala terlebih dahulu tiap meternya menggunakan penanda misalnya cat semprot / philox. Untuk mengitungnya disediakanterlebih dahulu counter agar mudah dalam menghitung jumlah pukulan tiap meter dan totalnya.

Sebenarnya metode pelaksanaan kalendering hanyalah sederhana. Alat yang disediakan cukup spidol, kertas milimeterblock, selotip, dan kayu pengarah spidol agar selalu pada posisinya. Alat tersebut biasanya juga telah disediakan oleh subkon pancang. Dan pelaksanannya pun merupakan bagian dari kontrak pemancangan. Pelaksanaanya dilakukan pada saat 10 pukulan terakhir. Kapan saat dilaksanakan kalendering adalah saat hampir mendekati top pile yang disyaratkan, Final Set 3 cm untuk 10 pukulan terakhir, atau bisa dilihat dari data bore log. Sebenarnya ada beberapa faktor lain tergantung kondisi dilapangan. Tahapan pelaksanaanya yaitu:

1. Saat kalendering telah ditentukan dihentikan pemukulannya oleh hammer 2. Memasang kertas millimeter block pada tiang pancang menggunakan selotip 3. Menyiapkan spidol yang ditumpu pada kayu, kemudian menempelkan ujung spidol pada kertas millimeter 4. Menjalankan pemukulan 5. Satu orang melakukan kalendering dan satu orang mengawasi serta menghitung jumlah pukulan 6. Setelah 10 pukulan kertas millimeter diambil 7. Tahap ini bisa dilakukan 2-3kali agar memperoleh grafik yang bagus 8. Usahakan kertas bersih, karena kalau menggunakan diesel hammer biasanya kena oli dan grafiknya jadi kurang valid karena tertutup oli. 9. Setelah tahapan selesai hasil kalendering ditanda tangani kontraktor, pengawas, dan direksi lapangan untuk selanjutnya dihitung daya dukungnya.

Hasilnya sebagai berikut:

Demikian metode pelaksanaan kalendering yang dilaksanakan oleh proyek saya. Semoga membantu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->