P. 1
k e p e m i m p i n a n

k e p e m i m p i n a n

|Views: 27|Likes:
Published by Wisdalia Maya Sari

More info:

Categories:Types, Maps
Published by: Wisdalia Maya Sari on Jul 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/02/2012

pdf

text

original

KEPEMIMPINAN

DEFINISI KEPEMIMPINAN Menurut sejarah, masa “kepemimpinan” muncul pada abad 18. Ada beberapa pengertian kepemimpinan, antara lain:

1. Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 24). 2. Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. (Shared Goal, Hemhiel & Coons, 1957, 7). 3. Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan bersama (Rauch & Behling, 1984, 46). 4. Kepemimpinan adalah kemampuan seni atau tehnik untuk membuat sebuah kelompok atau orang mengikuti dan menaati segala keinginannya. 5. Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan (Jacobs & Jacques, 1990, 281). Banyak definisi kepemimpinan yang menggambarkan asumsi bahwa kepemimpinan dihubungkan dengan proses mempengaruhi orang baik individu maupun masyarakat. Dalam kasus ini, dengan sengaja mempengaruhi dari orang ke orang lain dalam susunan aktivitasnya dan hubungan dalam kelompok atau organisasi. John C. Maxwell

mengatakan bahwa inti kepemimpinan adalah mempengaruhi atau mendapatkan pengikut.

PENGERTIAN PEMIMPIN

Pemimpin adalah inti dari manajemen. Ini berarti bahwa manajemen akan tercapai tujuannya jika ada pemimpin. Kepemimpinan hanya dapat dilaksanakan oleh seorang pemimpin. Seorang pemimpin adalah seseorang yang mempunyai keahlian memimpin, mempunyai kemampuan mempengaruhi pendirian/pendapat orang atau sekelompok orang tanpa menanyakan alasan-alasannya. Seorang pemimpin adalah seseorang yang aktif membuat rencana-rencana, mengkoordinasi, melakukan percobaan dan memimpin pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama-sama (Panji Anogara, Page 23). Unsur-unsur pokok pemimpin, pemimpin melibatkan beberapa hal sebagai berikut : a. adanya orang yang mempengaruhi b. adanya orang yang dipengaruhi c. adanya proses untuk pencapaian tujuan Dari ketiga unsur pimpinan tersebut yang paling memegang peranan penting adalah orang yang mempengaruhi atau pimpinan. Seorang pimpinan selain diharuskan mampu mempengaruhi orang lain atau bawahannya, dia juga harus berfungsi sebagai pengontrol terhadap kebijakan yang dibuatnya. Dengan demikian pemimpin dapat diartikan sebagai orang yang menggerakkan orang lain sehingga tujuan organisasi berjalan dengan baik, berkaitan dengan hal ini

Moftie Wiriadirdja mengatakan bahwa ” Sebagai pimpinan harus mengusahakan serta mengarahkan agar kelompok bawahanya bekerja sama secara efisien, efektif dan produktif menggunakan sumber tenaga bahan dan waktu guna mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan . ( Moftie Wiriadirdja 1990 : 86 ) Dari pendapat diatas dapat dikatakan bahwa pemimpin merupakan suatu kemampuan untuk mempengaruhi, mengerakkan dan mengarahkan orang - orang supaya mau melakukan pekerjaan bersama menuju kearah tujuan organisasi yang telah di tetapkan, jadi hakekat pemimpin adalah menggerakkan orang - orang lain agar orang -orang tersebuat dengan penuh semangat dan kegairaan yang tinggi dapat menyelesaikan pekerjaan masing-masing dengan hasil yang maksimal sesuai dengan kemampuan dalam bidangnya.

TUGAS DAN PERAN PEMIMPIN

Menurut James A.F Stonen, tugas utama seorang pemimpin adalah: 1. Pemimpin bekerja dengan orang lain Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk bekerja dengan orang lain, salah satu dengan atasannya, staf, teman sekerja atau atasan lain dalam organisasi sebaik orang diluar organisasi. 2. Pemimpin adalah tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan

(akontabilitas).

Seorang pemimpin bertanggungjawab untuk menyusun tugas menjalankan tugas, mengadakan evaluasi, untuk mencapai outcome yang terbaik. Pemimpin bertanggung jawab untuk kesuksesan stafnya tanpa kegagalan. 3. Pemimpin menyeimbangkan pencapaian tujuan dan prioritas Proses kepemimpinan dibatasi sumber, jadi pemimpin harus dapat menyusun tugas dengan mendahulukan prioritas. Dalam upaya pencapaian tujuan pemimpin harus dapat mendelegasikan tugas-tugasnya kepada staf. Kemudian pemimpin harus dapat mengatur waktu secara efektif,dan menyelesaikan masalah secara efektif. 4. Pemimpin harus berpikir secara analitis dan konseptual Seorang pemimpin harus menjadi seorang pemikir yang analitis dan konseptual. Selanjutnya dapat mengidentifikasi masalah dengan akurat. Pemimpin harus dapat menguraikan seluruh pekerjaan menjadi lebih jelas dan kaitannya dengan pekerjaan lain. 5. Manajer adalah seorang mediator Konflik selalu terjadi pada setiap tim dan organisasi. Oleh karena itu, pemimpin harus dapat menjadi seorang mediator (penengah). 6. Pemimpin adalah politisi dan diplomat Seorang pemimpin harus mampu mengajak dan melakukan kompromi. Sebagai seorang diplomat, seorang pemimpin harus dapat mewakili tim atau organisasinya. 7. Pemimpin membuat keputusan yang sulit Seorang pemimpin harus dapat memecahkan masalah.

Menurut Henry Mintzberg, Peran Pemimpin adalah : 1. Peran hubungan antar perorangan, dalam kasus ini fungsinya sebagai pemimpin yang dicontoh, pembangun tim, pelatih, direktur, mentor konsultasi. 2. Fungsi Peran informal sebagai monitor, penyebar informasi dan juru bicara. 3. Peran Pembuat keputusan, berfungsi sebagai pengusaha, penanganan gangguan, sumber alokasi, dan negosiator

PRINSIP- PRINSIP DASAR KEPEMIMPINAN Prinsip, sebagai paradigma terdiri dari beberapa ide utama berdasarkan motivasi pribadi dan sikap serta mempunyai pengaruh yang kuat untuk membangun dirinya atau organisasi. Menurut Stephen R. Covey (1997), prinsip adalah bagian dari suatu

kondisi, realisasi dan konsekuensi. Mungkin prinsip menciptakan kepercayaan dan berjalan sebagai sebuah kompas/petunjuk yang tidak dapat dirubah. Prinsip pusat atau sumber utama sistem pendukung kehidupan yang

merupakan suatu

ditampilkan dengan 4 dimensi seperti; keselamatan, bimbingan, sikap yang bijaksana, dan kekuatan. Karakteristik seorang pemimpin didasarkan kepada prinsip-prinsip

(Stephen R. Coney) sebagai berikut: 1. Seorang yang belajar seumur hidup Tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga diluar sekolah. Contohnya, belajar melalui membaca, menulis, observasi, dan mendengar. Mempunyai pengalaman yang baik maupun yang buruk sebagai sumber belajar.

2. Berorientasi pada pelayanan Seorang pemimpin tidak dilayani tetapi melayani, sebab prinsip pemimpin dengan prinsip melayani berdasarkan karir sebagai tujuan utama. Dalam

memberi pelayanan, pemimpin seharusnya lebih berprinsip pada pelayanan yang baik. 3. Membawa energi yang positif Setiap orang mempunyai energi dan semangat. Menggunakan energi yang positif didasarkan pada keikhlasan dan keinginan mendukung kesuksesan orang lain. Untuk itu dibutuhkan energi positif untuk membangun hubungan baik. Seorang pemimpin harus dapat dan mau bekerja untuk jangka waktu yang lama dan kondisi tidak ditentukan. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus dapat menunjukkan energi yang positif, seperti ; a. Percaya pada orang lain Seorang pemimpin mempercayai orang lain termasuk staf bawahannya, sehingga mereka mempunyai motivasi dan mempertahankan pekerjaan yang baik. Oleh karena itu, kepercayaan harus diikuti dengan kepedulian. b. Keseimbangan dalam kehidupan Seorang pemimpin harus dapat menyeimbangkan tugasnya. Berorientasi kepada prinsip kemanusiaan dan keseimbangan diri antara kerja dan olah raga, istirahat dan rekreasi. Keseimbangan juga berarti seimbang antara kehidupan dunia dan akherat.

c. Melihat kehidupan sebagai tantangan Kata „tantangan’ sering di interpretasikan negatif. Dalam hal ini tantangan berarti kemampuan untuk menikmati hidup dan segala konsekuensinya. Sebab kehidupan adalah suatu tantangan yang dibutuhkan, mempunyai rasa aman yang datang dari dalam diri sendiri. Rasa aman tergantung pada inisiatif, ketrampilan, kreatifitas, kemauan, keberanian, dinamisasi dan kebebasan. d. Sinergi Orang yang berprinsip senantiasa hidup dalam sinergi dan satu katalis perubahan. Mereka selalu mengatasi kelemahannya sendiri dan lainnya. Sinergi adalah kerja kelompok dan memberi keuntungan kedua belah pihak. Menurut The New Brolier Webster International Dictionary, Sinergi adalah satu kerja kelompok, yang mana memberi hasil lebih efektif dari pada bekerja secara perorangan. Seorang pemimpin harus dapat bersinergis dengan setiap orang atasan, staf, teman sekerja. e. Latihan mengembangkan diri sendiri Seorang pemimpin harus dapat memperbaharui diri sendiri untuk mencapai keberhasilan yang tinggi. Jadi dia tidak hanya berorientasi pada proses. Proses daalam mengembangkan diri terdiri dari beberapa komponen yang berhubungan dengan: (1) pemahaman materi (2) memperluas materi melalui belajar dan pengalaman (3) mengajar materi kepada orang lain

(4) mengaplikasikan prinsip-prinsip (5) memonitoring hasil (6) merefleksikan kepada hasil (7) menambahkan pengetahuan baru yang diperlukan materi (8) pemahaman baru; dan (9) kembali menjadi diri sendiri lagi. Mencapai kepemimpinan yang berprinsip tidaklah mudah, karena beberapa kendala dalam bentuk kebiasaan buruk, misalnya: (1) kemauan dan keinginan sepihak (2) kebanggaan dan penolakan dan (3) ambisi pribadi. Untuk mengatasi hal tersebut, memerlukan latihan dan pengalaman yang terus-menerus. Latihan dan pengalaman sangat penting untuk mendapatkan perspektif baru yang dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Hukum alam tidak dapat dihindari dalam proses pengembangan pribadi. Perkembangan intelektual seseorang seringkali lebih cepat dibanding perkembangan emosinya. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mencapai keseimbangan diantara keduanya, sehingga akan menjadi faktor pengendali dalam kemampuan intelektual. Pelatihan emosional dimulai dari belajar mendengar. Mendengarkan berarti sabar, membuka diri, dan berkeinginan memahami orang lain. Latihan ini tidak dapat

dipaksakan. Langkah melatih pendengaran adalah bertanya, memberi alasan, memberi penghargaan, mengancam dan mendorong. Dalam proses melatih tersebut, seseorang memerlukan pengontrolan diri, diikuti dengan memenuhi keinginan orang.

Mengembangkan kekuatan pribadi akan lebih menguntungkan dari pada bergantung pada kekuatan dari luar. Kekuatan dan kewenangan bertujuan untuk melegitimasi kepemimpinan dan seharusnya tidak untuk menciptakan ketakutan. Peningkatan diri dalam pengetahuan, ketrampilan dan sikap sangat dibutuhkan untuk menciptakan seorang pemimpin yang berpinsip karena seorang pemimpin seharusnya tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga emosional (IQ, EQ dan SQ).

I.

Tipe Kepemimpinan

Berikut ini merupakan tipe-tipe pemimpin dari beberapa faktor yang menyebabkan seseorang dapat menjadi pemimpin. 1. Leader by the position achieved (Seseorang yang menjadi pemimpin dikarenakan posisi yang diperolehnya). Contohnya : Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono1 adalah Presiden RI ke enam dan Presiden pertama yang dipilih langsung oleh Rakyat Indonesia. Bersama Drs. M. Jusuf Kalla sebagai wakil presidennya, beliau terpilih dalam pemilihan presiden di 2004 dengan mengusung agenda "Indonesia yang lebih Adil, Damai, Sejahtera dan Demokratis", mengungguli Presiden Megawati Soekarnoputri dengan 60% suara pemilih. Pada 20 Oktober 2004 Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik beliau menjadi Presiden. Pada tanggal 20 Oktober 2009, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono kembali di lantik sebagai Presiden RI untuk periode 2009-2014, setelah bersama pasangannya Prof. Dr. Boediono memenangkan Pemilihan Umum Presiden pada 8 Juli 2009 dalam satu putaran langsung dengan memperoleh 60,80%,
1

http://www.presidenri.go.id/index.php/statik/profil/ di unduh 24 September 2010, pukul 3:25 p.m

mengalahkan pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto dan Muhammad Jusuf Kalla-Wiranto. Presiden SBY, seperti banyak rakyat memanggilnya, lahir pada 9 September 1949 di Pacitan, Jawa Timur. Seorang ilmuwan teruji, beliau meraih gelar Master in Management dari Webster University, Amerika Serikat tahun 1991. Lanjutan studinya berlangsung di Institut Pertanian Bogor, dan di 2004 meraih Doktor Ekonomi Pertanian.. Pada 2005, beliau memperoleh anugerah dua Doctor Honoris Causa, masing-masing dari almamaternya Webster University untuk ilmu hukum, dan dari Thammasat University di Thailand ilmu politik. 2. Leader by personality, charisma (Seseorang yang menjadi pemimpin dikarenakan kepribadiannya yang menonjol atau kharisma yang dimilikinya.) Ahmad Dinejad merupakan seseorang yang menjadi pemimpin dikarenakan kepribadiannya dan kharisma yang dimilikinya. kepribadian Presiden Iran tersebut.2 Televisi Fox Amerika pernah bertanya pada Presiden Iran Ahmadinejad : ”Saat anda bercermin di pagi hari, apa yang anda katakan pada diri anda?” Ahmadinejad menjawab, ”Saya melihat seseorang di cermin dan berkata padanya , ”Ingatlah, anda tidak lebih dari seorang pelayan kecil. Di depanmu hari ini ada tanggungjawab besar dan itu adalah melayani bangsa Iran”. Berikut kutipan mengenai

2

Quito Riantori, Ahmadinejad di cermin, Ingatlah anda tidak lebih dari pelayan kecil, http://qitori.wordpress.com diakses September 201020

Itulah kalimat pembuka penyiar TV memperkenalkan seorang Ahmadinejad. Ahmadinejad, Presiden Iran yang mencengangkan banyak orang ketika menyumbangkan karpet Istana Presiden (berkualitas tinggi tentunya) ke sebuah masjid di Teheran. Ia lalu mengganti karpet istana dengan karpet murah. Dalam beberapa kesempatan Presiden juga bergabung dengan petugas kebersihan kota untuk membersihkan jalan di sekitar rumah dan istana Presiden. Dibawah kepemimpinan Ahmadinejad, setiap menteri yang diangkat selalu menandatangani perjanjian dengan banyak ketentuan, terutama yang ditekankan adalah agar setiap menteri tetap hidup sederhana . Seluruh rekening pribadi dan keluarganya akan diawasi dan kelak jika masa tugasa berakhir sang menteri harus menyerahkan jabatannya dengan kewibawaan . Caranya adalah agar dirinya dan keluarganya tidak memanfaatkan keuntungan sepeser pun dari jabatannya. Ahmadijed juga mengumumkan bahwa kemewahan terbesar dirinya adalah mobil Peogeot 504 buatan tahun 1977dan sebuah rumah kecil warisan ayahnya 40 tahun lalu yang terletak di salah satu daerah miskin di Teheran. Rekening tabungannya nol dan penghasilan yang diterima hanyalah gaji sebagai dosen sebesar kurang dari Rp 2.500.000,-. (U$ 250)

Asal tahu saja Presiden tetap tinggal di rumahnya. Satu-satunya rumah miliknya, salah satu presiden Negara terpenting di dunia secara strategi, ekonomi, politik dan tentunya minyak dan pertahanannya. Ahmadinejad bahkan tidak mengambil gajinya sebagai presiden (yang merupakan haknya). Alasannya seluruh kekayaan adalah milik Negara dan ia hanya bertugas menjaganya. Ahmadinejad juga mengalihkan pesawat kepresidenan menjadi pesawat angkutan barang (cargo) dengan alasan untuk menghemat pengeluaran Negara. Presien juga memilih terbang dengan pesawat biasa di kelas ekonomi. Ahmadinejad selalu melakukan rapat dengan para menteri kabinetnya untuk memantau semua aktivitas. Semua menteri bisa masuk ke ruangannya tanpa harus izin.Ia juga menghapus semua acara seremonial seperti red carpet, foto-foto dan iklan pribadi ketika jika mengunjungi Negara lain. Apakah semua tindakan dan kelakuan presiden menimbulkan rasa tidak hormat terhadap presidennya? Justru sebaliknya, warga Iran sangat menghormati

Presidennya karena kepribadiannya yang sungguh mengagumkan. 3. Leader by moral example (Seseorang yang menjadi pemimpin karena memiliki moral yang baik, menjadi contoh moral bagi banyak orang.) Contohnya : Nabi Muhammad3

3

http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/01/biografi-nabi-muhammad-saw.html, diunduh 24 September 2010, pukul 2:30 p.m.

Nabi Muhammad saw berasal dari kabilah Quraisy, tepatnya keturunan Hasyim. Ayah beliau adalah Abdullah bin Abdul Muthalib, cucu Hasyim. Ibunda beliau adalah Aminah binti Wahb yang berasal dari keturunan Bani Zuhrah, salah satu kabilah Quraisy.

Nabi pamungkas para nabi lahir di bulan Rabi’ul Awal, tahun 571 Masehi di Makkah Beliau hidup di dunia ini selama enam puluh tiga tahun. Menurut pendapat masyhur, beliau wafat pada hari Senin bulan Shafar 11 Hijriah di Madinah.

4.

Leader by power held (Seseorang yang menjadi pemimpin dikarenakan kekuasaan yang dimilikinya.) Contohnya : Muammar Khadafi4 Muammar Abu Minyar al-Qaddafi, lahir di Surt, Tripolitania, 7 Juni1942 (67 tahun lalu) atau Gaddafi adalah pemimpin Libya sejak 1969. Jabatan yang disandangnya bukan merupakan jabatan resmi, tetapi ia menyandang "Guide of the First of September Great Revolution of the Socialist People's Libyan Arab Jamahiriya" atau "Brotherly Leader and Guide of the Revolution". Khadafi adalah anak termuda dari sebuah keluarga miskin Badawi (Bedouin) yang nomadik di daerah gurun pasir di Sirte. Ibunya adalah seorang Yahudi yang mulai memeluk agama Islam sejak usia 9 tahun. Hal ini

4

http://www.jabal-uhud.com/index.php?option=com_content&view=article&id=136:profil-alqoid-muammar-al-qaddafi&catid=3:libya&Itemid=69, di unduh tanggal 24 September 2010, pukul 2:58 p.m.

secara teknis membuat Khadafi seorang Yahudi menurut Judaisme. Dia diberikan pendidikan SD tradisional yang religius dan bersekolah di SMU Sebha di Fezzan dari 1956 hingga 1961.

5.

Intellectual leader (Seseorang yang menjadi pemimpin dikarenakan kemampuan intelektualnya.) Contoh kecil dari pemimpin tipe ini adalah seorang pejabat staf khusus di Bappenas. Bapak Dedi MM Riyadi sudah pensiun dan tidak lagi menjadi PNS semenjak Agusutus 2010 ini. Tetapi dikarenakan pemikiran-pemikiran beliau masih sangat dibutuhkan, maka Menteri PPN/Kepala Bappenas, menggangkat beliau untuk menjadi staf khusus. Memang di dalam tatanan struktural yang ada, secara birokrasi beliau bukan lagi seorang pemimpin, tetapi karena kemampuan dan pengetahuan yang beliau miliki, maka hampir setiap masalah yang ada di Bappenas, Menteri PPN selalu meminta pendapat dan saran beliau. Sehingga para pejabat struktural Esselon I dan Esselon II yang secara birokrasi memiliki wewenang lebih dari staf khusus tersebut, selalu meminta saran dan pandangan atas permasalahanpermasalahan yang dihadapi.

6.

Leader becouse of ability to accomplish things (Seseorang yang menjadi pemimpin dikarenakan keberhasilannya mencapai prestasi tertentu.) Contoh dari pemimpin tipe ini adalah Stephen Gerrald, pria bertinggi badan 188 cm sampai sekarang masih bermain untuk Liverpool F.C. sejak tahun 1997. Gerrard adalah kunci permainan Liverpool, berposisi sebagai

gelandang Gerrard sangatlah vital. Ia merupakan inspirator serangan sekaligus sebagai benteng pertama dalam pertahanan saat timnya diserang. Gerrard pada awalnya adalah gelandang bertahan, tetapi beberapa waktu kemudian, perannya mulai bergeser menjadi gelandang serang, baik di tengah, maupun di kanan. Prestasi terbesar yang diperolehnya adalah

ketika membawa Liverpool menjuarai Liga Champion tahun 2005 melawan AC Milan dengan skor 3-2. Pada saat itu Liverpool sempat tertinggal 0-2 dari AC Milan sampai babak kedua. Walaupun tertinggal 0-2, Gerrald tidak patah semangat dan mampu mengembalikan keadaan dengan mencetak 3 gol pada menit-menit terakhir babak kedua dan membawa Liverpool menjadi juara. Semenjak itu, Gerrald dipercaya dan ditunjuk sebagai kapten.

II.

Perbedaan Manager dan Pemimpin Seorang manajer belum tentu dapat menjadi seorang pemimpin, tetapi seorang

pemimpin dituntut untuk dapat berperan sebagai manajer (berfungsi mengatur). Agar mampu bertahan di era perubahan dan persaingan global sekarang ini, organisasi atau perusahaan memerlukan seorang pemimpin, bukan lagi manajer. Tidak hanya

pemimpin di level management, tetapi tiap-tiap individu yang ada di dalam organisasi setidaknya diharapkan dapat menjadi pemimpin untuk dirinya sendiri. perbedaan antara manajer dan pemimpin menurut Manik Cinderano:5 Berikut

5

Manik Cinderano, Apa Beda Pemimpin dan Manager, http://wartawarga.gunadarma.ac.id, diakses 20 September 2010

Perbedaan Manajer dan Pemimpin

Manajer Mengatur Jiplakan Memelihara Mengandalkan kontrol Berpandangan sempit Bertanya bagaimana dan kapan Menerima status quo Menginovasi Orisinil

Pemimpin

Mengembangkan Mengilhami/memotivasi Memiliki Perspektif luas Bertanya apa dan mengapa Menentang status quo Menciptakan anak tangga dan

Menaiki tangga dengan efektif Mengerjakan berbagai hal dengan tepat

meletakkan di tempat yang benar Mengerjakan hal yang tepat

Dalam fungsi manajemen, seorang manajer dan pemimpin melaksanakan tugas-tugas manajemen secara berbeda. Secara lebih detail fungsi-fungsi perencanaan yang

dilakukan manajer dan pemimpin dapat dibedakan sebagai berikut: Fungsi Manajemen Perencanaan Manajer Merencanakan Membuat biaya Menetapkan target Menetapkan anggaran Pemimpin Mengembangkan strategi Menetapkan arahan Menciptakan visi dan misi

langkah-langkah teknis Mengalokasikan sumberdaya Pengorganisasian Membuat struktur Membuat pekerjaan Melakukan staffing Mendelegasikan tugas Pengarahan Memberikan training Mengatasi masalah Melakukan negosiasi Melakukan konsensus Pengawasan Menerapkan pengendalian perusahaan Menilai kinerja sistem dari Memberikan motivasi Memberikan inspirasi deskripsi Mengajak orang melaksanakan strategi Menjalin komunikasi Menjalin kerjasama Memberdayakan sdm Memberikan motivasi jaringan oranguntuk

Perbedaan peran antara manajer dan pemimpin dapat dilihat pada diri Jan Carlzon yang menulis buku Moment of Truth pada tahun 1987. Pada tahun 1984, perusahaan

SAS Airlines tempat Jan bekerja, mengalami kerugian besar, dengan kondisi yang terjadi pada saat itu, hampir semua direksi yang ada sepakat untuk menjual perusahaan tersebut untuk mengatasi kerugian yang dialami perusahaan. Akhirnya direksi

mengambil keputusan untuk mencoba bertahan selama satu tahun, dan jika memang keadaan tidak membaik, maka perusahaan akan dijual. Jan Carlzon yang pada saat itu hanya menjabat sebagai seorang manajer senior, ditunjuk oleh Direksi untuk memimpin perusahaan dan mengatasi permasalahan yang ada dalam sisa waktu satu tahun tersebut. Dengan kepercayaan yang diberikan kepada Carlzon, sebagai seorang pemimpin, Carlzon merubah budaya kerja, strategis perusahaan, dan prinsip perusahan, yang sebelumnya jajaran direksi merupakan puncak posisi yang paling utama, sebagai penentu strategi perusahan, menjadi dibalik, dengan prinsip hierarki piramida terbalik yang dibahas pada buku Moment of Truth tersebut. Pada prinsip hierarki piramida terbalik tersebut, jajaran direksi dan top management berada pada level paling bawah, hanya sebagai fasilitator atas dana, dan fasilitas lainnya. Sedangkan jajaran yang paling atas, merupakan pegawai-pegawai pada level garda depan yang langsung berhubungan dengan pelanggan. Sehingga strategi perusahaan, kebijakan, dan tujuan perusahaan dirumuskan dari masukan-masukan pegawaipegawai garda depan tersebut. Dengan prinsip piramida terbalik tersebut, dalam

waktu satu tahun SAS Airlines berhasil bangkit dari keterpurukannya dan memperoleh keuntungan. Dari kasus diatas, dapat dilihat peran berbeda yang dilakukan oleh Jan Carlzon. Sebagai seorang manajer senior, Jan Carlzon terbentur oleh hierarki dan birokrasi perusahaan, sehingga Carlzon haya dapat menerapkan strategi-strategi manajemen yang memang sudah dirumuskan sebelumnya oleh perusahaan. Tetapi

ketika Carlzon ditunjuk dan dipercaya untuk memimpin perusahaan, Carlzon benarbenar dapat melakukan perannya sebagai seorang pemimpin. Carlzon menerapkan strategi baru, mengembangkan, memotivasi, dan keluar dari jalur manajemen yang selama ini sudah ada, dan terbukti dapat membawa keberhasilan bagi perusahaan.6

III.

Gaya Kepemimpinan

Menurut Miftah Thoha, ada empat gaya dasar kepemimpinan yang biasa dipakai dalam pengambilan keputusan.7

1.

Delegating, perilaku pemimpin ini rendah dukungan dan rendah pengarahan atas tugas yang diberikan kepada bawahan. Bawahanlah yang memiliki kontrol Pemimpin

untuk memutuskan tentang bagaimana cara pelaksanaan tugas.

memberikan kesempatan yang luas bagi bawahan untuk melaksanakan pertunjukan mereka sendiri karena mereka memiliki kemampuan dan keyakinan untuk memikul tanggung jawab dalam pengarahan perilaku mereka sendiri. Gaya kepemimpinan delegasi banyak terdapat pada struktural pemerintahan. Di Bappenas contohnya, seorang deputi dalam melaksanakan tugasnya lebih banyak mendelegasikan kepada direktur-direktur sesuai bidangnya, deputi tersebut tidak mengetahui secara detail program-program apa saja yang dilakukan oleh para direkturnya. deputi tersebut hanya memperoleh laporan secara umum atas

program yang telah dilakukan.

6

Direktur Institute of Service Management Studies, A Moment of Truth, http://www.heartspeaks.info/00088.htm, diakses 22 September 2010 7 Miftah Thoha, Kepemimpinan dalam Manajemen, hal 66-68

2.

Participating, pemimpin dengan gaya kepemimpinan partisipasi, lebih menekankan pada dukungan tetapi rendah pengarahan, karena posisi kontrol atas pemecahan masalah dan pembuatan keputusan dipegang secara bergantian. Pemimpin dan pengikut saling tukar-menukar ide dalam pemecahan masalah dan pembuatan keputusan. Tanggung jawab pemecahan masalah dan pembuatan keputusan sebagian besar berada pada pihak pengikut. Contohnya : Koperasi Karyawan/Koperasi Pegawai.

3.

Consultation, perilaku pemimpin ini tinggi pengarahan dan tinggi dukungan. Pemimpin masih banyak memberikan pengarahan dan masih membuat hampir sama dengan keputusan, tetapi hal ini diikuti dengan meningkatnya komunikasi dua arah dan perilaku mendukung. Meskipun dukungan ditingkatkan,

pengendalian (control) atas pengambilan keputusan tetap pada pemimpin. Contohnya : pemimpin organisasi/LSM. Ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) di dalam setiap melaksanakan tugas-tugasnya, biasanya membahas setiap permasalahan dalam rapat bersama pengurus BEM lainnya. Keputusan yang dihasilkan biasanya merupakan kesepakatan bersama. 4. Instruction, gaya pemimpin tipe ini dicirikan dengan komunikasi satu arah. Pemimpin memberikan batasan peranan pengikutnya dan memberitahu mereka tentang apa, bagaimana, bilamana, dan dimana melaksanakan berbagai tugas. Inisiatif pemecahan masalah dan pembuatan keputusan semata-mata dilakukan oleh pemimpin. Contoh tipe kepemimpinan instruction ada pada para

petinggi/panglima TNI, dimana dibutuhkan komunikasi hanya satu arah, dan bersifat perintah kepada bawahannya.

IV.

Kesimpulan

Kepemimpinan tidak sama dengan manajemen, kepemimpinan adalah sikap dan perilaku yang hendaknya dimiliki oleh seorang manajer. Faktor kepemimpinan

menjadi penting karena sifatnya yang secara lebih luas dibutuhkan dan menentukan keberhasilan untuk mencapai tujuan tertentu baik di dalam suatu organisasi atau perusahaan. Manajer yang baik, adalah manajer yang mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik. Tetapi pemimpin yang baik, adalah pemimpin yang dapat menerapkan gaya-gaya kepemimpinannya sesuai situasi dan kondisi yang ada.

MAKALAH

KEPEMIMPINAN

DISUSUN OLEH NAMA NIM : WIWIT SUHANDINI : 29.01. 316

JURUSAN : MANAJEMEN

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI MUSI RAWAS ( STIE MURA ) LUBUKLINGGAU

TAHUN 2012

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->