P. 1
Dampak Positif Dan Negatif Kenaikan BBM

Dampak Positif Dan Negatif Kenaikan BBM

|Views: 2,541|Likes:
Published by Dede Rusyadi

More info:

Published by: Dede Rusyadi on Jul 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/18/2015

pdf

text

original

Dampak Positif dan Negatif Kenaikan BBM

Dampak Positif dan Negatif Kenaikan BBM bagi Rakyat. A. Dampak positif yang bisa terjadi adalah : 1. Masyarakat pengguna kendaraan bermotor akan berupaya sehemat mungkin dan seminimal mungkin mengurangi pemakaian kendaraan bermotor. Hal ini tentu saja selain menumbuhkan sifat hemat, perhitungan juga secara langsung akan mengurangi kemacetan dan polusi yang terjadi. 2. Masyarakat akan berpikir untuk mencari sumber energi alternatif yang lebih murah sehingga tidak terlalu bergantung kepada minyak. Sehingga kelangsungan hidup anak cucu kita akan lebih terjamin karena ketidakbergantungan terhadap cadangan minyak bumi telah menurun. 3. Negara kita tidak terlalu terbebani dengan subsidi BBM yang terlalu besar. Kalau harga minyak dunia naik, mau tidak mau pemerintah harus menaikkan harga karena stok dalam negeri tidak mencukupi. Daripada terjadi penyelundupan minyak ke luar negeri yang nantinya akan merugikan kita juga. Udah mahal, sulit didapat pula. 4. Menghemat Devisa Negara. Daripada uang negara tiap taun cuman dipakai untuk memberi subsidi pada masyarakat mampu, mending digunakan aja untuk bayar hutang 5. Mendidik Masyarakat Agar Hemat BBM. Kalau bahan bakar naik, kan orang jadi lebih hemat makainya karena bensin harganya gak semurah dulu. Efek lanjut dari itu kan akhirnya sadar tidak sadar membuat masyarakat ikut berpartisipasi dalam “global warming”, dan juga mengurangi kemacetan di jalan raya. 6. Bagi bagi harta. Rakyat miskin yang jarang memakai minyak, apalagi motor dapat duit dari pemerintah. Walau lebih tepatnya ini duitnya orang kaya yang dibagikan pemerintah untuk orang miskin, pak SBY cerdas juga ya. Selain untuk masyarakat, sekian ribu mahasiswa juga dapat uang beasiswa.

B. Dampak Negatif Kenaikan BBM Kenaikan BBM akan memperburuk masyrakat, masyarakat sudah kehilangan kepercayaan kepada pemerintah, sehingga berbagai cara di lakukan, toh seandainya apapun kebijakan jika di kawal dengan serius yakin negara kita akan terbebas dari persolan kemiskinan dan masalah lainnya. Masalah ini yang terjadi berbeda. Pemerintah gagal dalam mengembangkan amanah, terbukti berbagai momentum besar yang sudah tertinggal oleh bangsa indonesia. Mulai tahun 1999-2012 berbagai macam yang timbul di negara ini, dan tak ada satupun yang bisa di selesaikan dan hal ini yang membuat negara kita hancur. Dengan di naikkannya Bahan Bakar Minyak oleh pemerintah, biasanya bahan bahan pokok kebutuhan sehari-hari pun ikut mengalami kenaikkan harga. Ini sangat memberatkan masyarakat pada umumnya terutama kalangan menengah kebawah. Bahkan bukan hanya kebutuhan pokok saja, tapi peayanan public pun akan sendirinya mengalami kenaikkan tarif.

Dampak Positif dan Negatif Kenaikan BBM Bagi Pemerintah A. Dampak Positif Kenaikan BBM Sejak tahun 2005 sampai dengan Mei 2008, pemerintah telah menaikkan harga BBM beberapa kali. Presiden Yudhoyono mengatakan, langkah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak merupakan keputusan pahit (Riza, 2005). Namun, ia menyatakan, langkah ini diambil karena harga minyak mentah dunia terus naik dan membebani karena jumlah subsidinya meningkat drastis. Jika harga BBM tidak dinaikkan, menurut Presiden, akan berakibat buruk bagi APBN. Selama ini masyarakat terutama masyarakat miskin selalu menilai bahwa kenaikan harga BBM akan mengakibatkan naiknya harga berbagai barang pokok, jasa, dan lainnya. Hal itu memang tidak salah karena beberapa efek dari meningkatnya harga BBM adalah peningkatan biaya produksi sehingga beberapa macam barang dan jasa juga mengalami peningkatan. Tetapi masyarakat juga perlu melihat alasan di balik peningkatan harga BBM, Dartanto (2005) menjelaskan beberapa argumen pemerintah untuk menaikkan harga BBM, antara lain: a. Perbedaan harga jual domestik dengan harga luar negeri yang sangat timpang akibat peningkatan harga minyak bumi yang dewasa ini telah mencapai US$ 50 per barrel, jauh di atas harga minyak bumi yang ditetapkan dalam asumsi harga minyak dalam APBN 2005 sebesar US$ 24 per barrel. Perbedaan harga ini menimbulkan kemudian pembengkakan subsidi.

Tabel 3. Tambahan defisit APBN 2005 akibat kenaikan harga minyak Harga Minyak Rp (triliun) % thd PDB Sumber: Estimasi Staf[4] b. Penyesuaian harga BBM telah dilakukan oleh hampir semua negara di dunia termasuk negara-negara yang berpendapatan lebih rendah dari Indonesia seperti India, Bangladesh atau negara-negara di Afrika. Bahkan di Timor Timur – yang merupakan salah satu negara termiskin di dunia – harga domestik BBM jauh di atas harga BBM di Indonesia. c. Harga domestik yang terlalu rendah juga telah mendorong pertumbuhan tingkat konsumsi yang sangat tinggi. Sepanjang tahun 2004 lalu pertumbuhan BBM antara 5 % per tahun. Sementara produksi minyak mentah Indonesia terus mengalami penurunan. Selain itu perbedaan harga domestik dan international yang cukup tinggi mendorong terjadinya penyelundupan d. Alasan lain yang menjadi dasar adalah menyangkut masalah keadilan. Subsidi BBM lebih banyak dinikmati oleh kelompok 40% kelompok teratas temasuk untuk minyak tanah sekalipun. Tabel 4. Proporsi komsumsi BBM berdasarkan kelompok pengeluaran Kelompok Pengeluaran 20% Terbawah BBM 7 Minyak Tanah 10 15 20 24 31 $28/bbl $30/bbl $32/bbl $38/bbl $40/bbl 2.9 0.1 4.3 0.2 5.7 0.2 8.5 0.3 11.4 0.4

20%Kedua Terbawah 11 20% Ditengah 20% Kedua Teratas 20% Teratas Sumber: Susenas 2002 16 23 43

e. Penyesuaian harga BBM ini memungkinkan pemerintah dengan persetujuan DPR mengalokasikan lebih banyak untuk program penanggulangan kemiskinan dan pembangunan pedesaan baik yang bersifat investasi jangka panjang (pendidikan dan kesehatan) maupun pengurangan biaya transaksi (infrastruktur pedesaan) dan pengurangan beban keluarga miskin dalam jangka pendek. f. Dalam jangka panjang kebijakan ini juga akan mengoreksi kebijakan energi yang dewasa ini tidak rasional. Harga relatif BBM dibandingkan dengan batubara atau gas yang lebih murah menyebabkan insentif penggunaan sumber energi yang lebih murah dan sumber

domestik relative melimpah berkurang. Prasyarat utama untuk mendorong penggunaan sumber energi ini (termasuk yang renewable) adalah mengoreksi harga BBM sehingga diharapkan efisiensi penggunaan energi akan tercapai dalam jangka panjang. Dari sekian banyak argumen yang dikemukakan oleh pemerintah, coba kita melihat dari segi positifnya, yaitu: a. Dengan meningkatnya harga BBM, setiap orang seharusnya lebih bijak dalam menggunakan BBM dan diharapkan semakin sedikit penggunaan BBM terutama untuk kendaraan bermotor sehingga polusi asap kendaraan bermotor juga akan berkurang. b. Meningkatkan kreativitas masyarakat dalam mencari atau menggunakan sumber alternatif lain yang ramah lingkungan, tidak menyebabkan pencemaran udara, tanah, air, dan suara. c. Subsidi BBM tidak lagi dinikmati oleh orang-orang kaya, dengan bantuan tunai langsung diharapkan ada bantuan dan mengurangi kesenjangan antara si kaya dan si miskin, juga meningkatkan daya beli masyarakat miskin. d. Mengurangi beban APBN.

B. Dampak Negatif Kenaikan BBM Pemerintah tidak akan merasakan dampak negative dari kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Mungkin yang ada hanya rasa kekecewaan dari rakyat terhadap pemerintah yang di anggap tidak melihat penderitaan rakyat. Karena BBm adalah satu hal yang sangat menentukan harga bahan pokok lainnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->