P. 1
Manfaat Mendengarkan Musik Bagi Anak

Manfaat Mendengarkan Musik Bagi Anak

|Views: 45|Likes:
Published by ari nabawi
Manfaat Mendengarkan Musik Bagi Anak
Manfaat Mendengarkan Musik Bagi Anak

More info:

Published by: ari nabawi on Jul 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/03/2012

pdf

text

original

MANFAAT MENDENGARKAN MUSIK BAGI ANAK

Musik adalah bahasa dunia yang tidak perlu diterjemahkan. Music memerlukan tangan, kepala serta hati bergandengan bersama-sama. Masa kanak-kanak adalah masa yang paling menakjubkan, semua dasa-dasar pertumbuhan berkembang pada masa ini. Music bagi anak dapat berperan sebagai wahana yang dapat mengungkapkan pikiran dan perasaan. Dapat berwujud pernyataan atau pesan yang mmeiliki daya yang dapat menggerakan hati, berwawasan cita rasa keindahan. Msik melalui nyanyian dapat menyalurkan, mengendalikan, menimbulkan cita rasa keindahan dan perasaan tertentu seperti rasa senang, lucu, haru dan kagum. Hal ini sangat erat kaitannya dengan perkembangan emosi, perkembangan psikomotrik anak juga dapat berkembang melalui music. Misalnya saat anak senam. Kemampuan anak dalam mengungkapkan pikiran melalui nada, emosi (rasa) dan gerak dapat dikembangkan melalui music. Pada hakekatnya musik dapat atau merupakan bahasa nada

karena music dapat didengar, dikomunikasikan melalui nada. Music juga merupakan bahasa emosi karena dapat mengungkapkan perasaan tertentu, seperti senang, lucu, haru atau kagum. Melalui gerakan nyanyian atau music memiliki bahasa gerak, karena music memiliki berirama (ketukan tetap dan teratur), irama (panjanmg pendek bunyi) dan melodi (tinggi rendah nada). Menurut John M. Ortiz (2002:149) music dapat menjadi stimulant yang sehat dan aman. Berikut ini adalah 10 alasan mengapa music dapat menjadi stimulant yang sehat dan aman adalah: 1. Bisa diulang kembali melalui kaset atau CD 2. Alamiah 3. Waktunya tertentu (bisa ditentukan) 4. Bisa deprogram 5. Sangat banyak jenisnya 6. Tanpa prasangka music dapat menghibur semua golongan usia, ras, budaya dll 7. Selalu optimis 8. Menyegarkan 9. Sepenuhnya ada dalam kendali kita 10. Menjadi teman yang baik

Selain itu, music dan suara-suara lain yang menerangkan dapat membantu mengurangi kecemasan dan stress dengan: a. Menurunkan hormone-hormon yang berhubungan dengan stress b. Mengalihkan perhatian dari rasa takut, cemas, tegang dan dari masalah sehari-hari c. Mengaktivkan hormone endorphin alami yaitu berfungsi untuk menghilangkan rasa sakit d. Meningkatkan perasaan rileks e. Membersihkan pikiran serta membantu memusatkan perhatian f. Menenangkan serta menyelaraskan ritme internal g. Meringankan perasaan tertekan dan meredakan amarah h. Menyingkirkan pikiran-pikiran serta perasaan negative dan mengganggu i. Menghalangi masuknya suara-suara bising dari luar yang sering membuat pusing, jika digunakan dengan kepekaan suara, music dapat dimanfaatkan untuk : 1. Memotivasi anak untuk berlatih 2. Meningkatkan kepekaan tubuh 3. Mengaktifkan tumbuhnya keterampilan motorik 4. Meningkatkan koordinasi 5. Mengembangkan rasa percaya diri dan harga diri 6. Berfungsi sebagai sumber kebahagiaan dan kesenangan 7. Mendorong terjadinya hubungan social 8. Menciptakan lingkungan yang terkendali dimana pengungkapan diri bisa terwujud atau diwujudkan

Teori Mayesky, 1991 Musik adalah natural dan merupakan bagian penting pada pertumbuhan dan perkembangan. Interaksi anak dengan music memberikan akibat yang positif dalam kualitas hidup anak-anak. Music membantu semua anak memadukan emosional dan intelektualnya dengan perkembangan lainnya mellaui ekspresi kreatif dalam lagu ; gerak irama dan pengalaman mendengarkan. Manfaat mendengarkan music bagi anak adalah : 1. Keterampilan bahasa dapat berkembang lebih lanjut melalui bernyanyi dan meniru 2. Dapat membantu mengembangkan ingatan (memori) dan berkoordinasi tangan mata 3. Belajar membedakan keras dan pelan, cepat dan lambat

4. Mulai menyadari tempo dalam music dan mengenali irama yang berbeda 5. Dapat menguasai gerakan yang lebih rumit dalam mengikuti music 6. Mendapat kesenangan dalam bermain dan menjelajah bunyi-bunyi dan alat-alat music baru 7. Membantu meningkatkan kemampuan matematis dan social

Sumber : Perkembangan dan konsep dasar Pengembangan Anak Usia Diri (Siti Aisyah dkk) Penerbit UT “ADE RAMDHANI KAMALIAH” Semster V

TAHAP PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK SECARA UMUM MULAI USIA 2 TAHUN SAMPAI DENGAN 5 TAHUN Perkembangan gerak anak baik motorik halus maupun kasar usia berdasarkan kronologis usia 0 – 5 tahun menurut Walkey (1996) dapat dikembangkan dalam kegiatan program pengembangan seperti dibawah ini : 1. Karakteristik perkembangan gerak anak umur 0 – 1 tahun a. Bermain-main dengan tangan b. Mengamati mainan yang ada dalam genggaman c. Mencoba meraih suatu barang (meraup) d. Melempar dan mengambil barang yang dilemparkan sambil diamati yang terjadi e. Menahan barang yang dipegangnya f. Menunjuk titik tertentu, misalnya mata boneka g. Memegang benda kecil dengan telunjuk dan ibu jari h. Membuka lembaran buku / majalah i. Mengangkat kaki dan memainkan jari tangan di depan mata j. Mengangkat kepala ketika ditengkurapkan k. Duduk dengan bantuan dan kepala tegak l. Mengangkat dada pada saat tengkurap dengan bertumpu pada tangan m. Mencoba merangkak n. Duduk tanpa ditopang o. Mencoba berdiri sendiri dengan berpegangan p. Berjalan jika dipegang/berpegangan 2. Program kegiatan pengembangan gerak anak umur 0 – 1 tahun a. Meletakkan bola berwarna mencolok atau benda yang berbunyi, seperti mainan kerincingan atau boneka kecil berjarak kurang lebih 1 meter didepan anak diharapkan anak mengambilnya, melemparnya, menahannya, menunjukan titik yang menarik perhatiannya b. Menggantungkan benda yang menarik perhatian, seperti mainan kerincingan diatas dengan jarak hamper terjangkau dengan jangkauan tangan anak, diharapkan anak akan

berusaha menjangkau baik dengan tangan maupun kaki, tetapi karena tidak terjangkau, anak memainkan jari tangan dan kaki di depan mata. c. Anak ditengkurapkan, diharapkan anak mengangkat kepala dan dada dengan bertumpu pada tangan d. Membantu anak duduk, diharapkan anak mengangkat kepalanya e. Meletakkan benda yang menarik perhatian kurang lebih 1 meter di depannya, diharapkan anak merangkak mencapai benda tersebut f. Membantu anak duduk pada tempat yang aman dan tidak ada sandarannya, diharapkan anak dapat duduk tanpa ditopang g. Membantu anak berdiri didekat tempat yang ada pegangannya diharapkan anak dapat berdiri dengan berpegangan h. Dimasukkan anak ke dalam mainan yang berada dan ada tempat pegangan, diharapkan anak dapat berjalan dengan berpegangan pada tempat pegangan tangan i. Mainan yang menarik perhatian anak diletakkan diatas kepalanya, diharapkan anak dapat menolehkan matanya ke kiri dan ke kanan 3. Karakteristik perkembangan gerak anak usia > 1 – 2 tahun a. Meletakkan tutup gelas di atas gelas b. Mencoret-coret c. Menyusun balok dua sampai tiga balok d. Mencoba makan sendiri dengan sendok atau membuka buku e. Senang mendengarkan music dan mengikuti irama f. Latihan berjalan tanpa dipegang g. Berjalan mantap h. Berjalan mundur satu sampai tiga langkah i. Berlari tanpa jatuh j. Naik turun tangga dengan berpegangan k. Memanjat kursi orang dewasa, merangkak naik tangga l. Mulai meloncat dan melompat walaupun sederhana 4. Karakteristik perkembangan gerak anak usia > 2 – 4 tahun

a. Meronce manic-manik atau merangkai manic-manik b. Mengaduk air digelas dengan sendok c. Membuka tutup botol yang berulir (memutar tutup botol) d. Menggambar garis lurus e. Menyusun balok tiga sampai lima balok f. Berjalan lurus g. Berjalan mundur h. Naik turun tangga i. Memanjat j. Melompat dengan bertolak dan kaki sekaligus k. Berjalan meniti 5. Perkembangan gerak anak usia > 3 – 4 tahun a. Meremas kertas b. Memakai dan membuka pakaian dan sepatu sendiri c. Menggambar garis lingkaran dan garis silang (garis tegak dan datar) d. Menyusun menara empat sampai tujuh balok e. Mengekspresikan gerak tari dengan irama sederhana f. Melampar bola g. Berjalan dengan baik (keseimbangan tubuh makin baik) h. Berlari dengan baik (keseimbangan tubuh makin baik) i. Berlari di tempat j. Naik turun tangga tanpa berpegangan k. Melompat dengan satu kaki bergantian l. Merayap dan merangkak lurus ke depan m. Senam mengikuti contoh Secara umum kemampuan gerak motorik kasar anak usia 4 – 5 tahun dapat dikelompokan kedalam kegiatan berikut :

Kegiatan

Usia 4 tahun

Usia 5 tahun

Berlari

1. Kemampuan

berlari

meningkat. 1. Kemampuan berlari dan control gerakan anak

Anak dapat berlari dengan gerakan dan arah yang lebih teratur 2. Kemampuan mengendalikan diri

hamper menyerupai orang dewasa dapat melakukan ini (berlai gerakan)

(kontrol gerakan) ketika berlari 2. Anak meningkat. Anak dapat mengontrol gerakan dalam berlari ketika start, berbalik arah, belok dan berhenti.

kemampuan dann

kontrol

dalam permainan 3. Anak menggabungkan berlari dengan dapat gerakan gerakan

lain seperti jongkok dalam suatu permainan

Melompat

1,

Kemampuan

melompat

dari 1. Gerakan melompat yang

ketinggian kurang dari 60-70 cm dengna dilakukan dapat digabungkan kedua kaki mendarat secara bersamaan dengan gerakan lain, misalnya

2. Kemampuan melompat meningkat berlari lalu melompat sejauh dalam jarak, anak dapat melompat lebih kurang lebih 60 – 75 vm jauh dan lebih tinggi 3. Anak dapat melompat sejauh kurang lebih 25 cm 4. Anak dapat melompat 4-6 kali dengan satu kaki Melempar Dapat melempar dengan jarak yang Yang lebih jauh dibandingkan benar dengan cara

dengan melangkahkan kaki kanan ke depan sambil melempar

sebelumnya Menangkap

Dapat menangkap bola besar dengan Dapat menangkap bola kecil tangan dilenturkan di daerah siku dengan menggunakan telapak tangan

Naik turun tangga

1. Anak semakin terampil melakukan Keterampilan

menaiki

dan

gerakan naik turun tangga

menuruni tangga sudah seprti

2. Dengan sedikit bantuan, digendong orang dewasa. Anak dapat (dituntun), anak mulai dapat menaiki naik turun tangga dengan kaki dan menuruni tangga dengan kaki bergantian tanpa bantuan bergantian

PEREKMBANGAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK USIA DINI BERDASARKAN JENIS KELAMIN

Model pendidikan yang dapat dikembangkan pada anak usia dini atau prasekolah menurut “MARIA MINTESSORI” adalah : 1. Semua bentuk pendidikan adalah pendidikan diri sendiri anak sangat memerlukan segala kegiatan untuk menumbuhkan aktivitas pada diri anak 2. Pendidikan pedosentris. Anak memiliki bawaan, kemampuan dan perkembangannya masingmasing 3. Masa peka. Suatu keadaan dimana suatu potensi menunjukan kepekaan untuk berkembang dan harus memberikan arahan atau stimulasi yang berguna bagi anak 4. Anak yang memperoleh kebebasan dan selalu senang dapat berkembang dan tumbuh dengan baik. Pendidikan sebaiknya menciptakan kondisi yang jauh dari tekanan atau paksaan yang dapat membatasi potensi anak yang akan berkembang

Model pembelajaran Montessori menitikberatkan pada : “Pendidikan Pedosentris (pusat aktivitas pendidikan terletak ada anak didik itu sendiri). Montessori beranggapan bahwa semua bentuk pendidikan pada dasarnya adalah pendidikan dii sendiri. Dalam mengembangkan kemampuan anak, pengembangan fungsi panca indra harus mendapatkan kesempatan yang besar. Kegiatan pada periode ini ditujukan untuk melatih alat indra anak terhadap dunia luar, agar anak mengenal dan memiliki pengalaman terhadap alam diluar dirinya. Melalui pengenalan ini anak dapat belajar mendengar, melihat, meraba dan mencicipi rasa. Kegiatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan melihat semua alat indra. Kepekaan anak pada usia dini sangat tinggi. Oleh karena itu bila hasil latihannya bagus, maka setelah dewasa anak akan menjadi manusia yang peka, unggul dan terampil. Tingkat pencapaian perkembangan anak usia 2- 4 tahun 1. Merespon hal-hal yang terkait dengan nilai agama dan moral : a. Mulai meniru gerakan berdoa/shalat

b. Mulai memahami perilaku yang berlawanan, seperti pemahaman perilaku baik buruk, benar salah, sopan tidak sopan c. Mulai meniru doa-doa pendek

2. Motorik kasar dan halus a. Melompat kedepan dan ke belakang b. Meniti diatas papan titian c. Meremas kertas atau kain dengan menggerakan lima jari d. Meronce manic-manik dengan benang yang agak kaku

3. Kognitif a. Mengenal dan menyebutkan bagian-bagian tubuh b. Menyebutkan berbagai nama-nama rasa c. Mengenal tiga macam bentuk geometri d. Mengenal konsep banyak dan sedikit

4. Bahasa a. Hafal beberapa lagu anak sederhana b. Mulai memahami 2 perintah yang diberikan bersamaan c. Menggunakan kata Tanya (apa, siapa, mengapa) d. Mulai menceritakan pengalaman yang dialami dengan cerita sederhana

5. Mampu mengendalikan emosi a. Mulai bisa mengungkapkan ketika ingin buang air kecil dan buang air besar b. Sabar menunggu giliran c. Mulai menunjukan sikap berbagi, membantu, bekerja sama d. Bereaksi terhadap hal-hal yang dianggap tidak benar (marah apabila diganggu atau diperlakukan berbeda)

Perkembangan Anak Usia Dini Berdasarkan Jenis Kelamin

3. Anak laki-laki a. Biasanya kurang focus, suka bercanda/bertengkar b. Kurang memhami perilaku yang berlawanan c. Lebih suka atau senang melakukan motorik kasarnya dibandingkan motorik halusnya d. Lebih cepat menjawab pertanyaan e. Kurang bertanggung jawab terhadap tugas f. Sedikit kurang peduli dengan lingkungan sekitar g. Kurang suka menyanyi h. Anak kurang sabar dalam pengendalian emosinya

4. Anak perempuan a. Agak lebih focus dan mau mendengarkan instruksi b. Mulai memahami perilaku yang berlawanan c. Lebih suka melakukan kegiatan motorik halusnya dibandingkan dengan motorik kasarnya d. Agak malu-malu dalam menjawab pertanyaan e. Mulai terlihat tanggung jawabnya f. Lebih agak sedikit tekun g. Lebih suka menyanyi h. Bisa sabar dalam pengendalian emosinya

Sumber : Dasar-dasar Pendidikan TK (Soegeng Santoso) Penerbit UT Perkembangan dan Konsep Dasar Pengembangan Anak Usia Dini (Siti Aisyah dkk) Permen DIkbud RI No. 58 Tahun 2009 tentang Sandar PAUD

Dibuat oleh : Ade Ramdhani Kamaliah Semester V

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->