P. 1
1. Air Bag

1. Air Bag

|Views: 50|Likes:
Published by Ucu Rahim

More info:

Published by: Ucu Rahim on Jul 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/03/2012

pdf

text

original

Garis Besar

Apakah SRS Airbag itu ? 1. Keselamatan Kendaraan
Kendaraan mempunyai dua keamanan yang dibutuhkan. Pertama keamanan aktif, untuk mencegah kecelakaan sebelum terjadi, dan keamanan pasif, untuk melindungi penumpang kendaraan pada saat terjadinya tabrakan. Dalam melindungi penumpang pada saat tabrakan, meminimalkan kerusakan bodi kendaraan sama pentingnya dengan melindungi penumpang dalam kendaraan itu. Struktur penyerap benturan, sabuk keselamatanSRS (Supplemental Restraint System) airbag dll. adalah penyempurna sistem keamanan.

Crashable zone

Occupant protection zone

Crashable zone

2. Total advanced function body ● Setiap model memiliki tubuh total fungsi lanjutan yang terdiri dari depan dan bagian belakang crumpable dan ruang penumpang yang kuat, yang memungkinkan body menyerap secara effisien dan memecahkan energi tabrakan, mengurangi deformasi dari ruang penumpang sampai minimum ● Body memiliki struktur penyesuaian ke semua ruangan. Unggul pada struktur pengamanan ruang untuk penumpang dalam hal terjadinya tabrakan dari depan, samping atau belakang , kendaraan ini memberikan tingkat keamanan kelas dunia apabila terjadi tabrakan. ● Melalui simulasi tabrakan di komputer dan sejumlah besar tes kendaraan, kerangka body dirancang efisien sehingga dapat menyerap dan menyebarkan energi yang ditimbulkan saat terjadi tabrakan yang tidak hanya tabrakan depan atau samping tetapi sebuah tabrakan dari depan yang menyamping yang memberikan dampak terhadap satu sisi kendaraan. 3. Sabuk keselamatan (Seat Belt ) Sabuk keselamatan adalah alat utama dalam mengencangkan penumpang. Menggunakan sabuk keselamatan bisa melindungi penumpang terlempar keluar jika terjadi kecelakaan dan juga meminimalkan kecelakaan sekunder di dalam kabin. 4. SRS (Supplemental Restraint System) airbag
SRS airbag dirancang sebagai alat proteksi lebih lanjut setelah adanya sabuk keselamatanUntuk mencegah kecelakaan parah dari depan atau samping, Dengan cara mengembang, SRS airbag bekerja bersamaan dengan sabuk keselamatan untuk melindungi dari kecelakaan.

Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

1

Garis Besar
Kebutuhan 1. Kebutuhan sabuk keselamatan dan airbag
Pada saat kendaraan menabrak obyek lain, akan berhenti secara tiba-tiba- tapi tidak secara langsung. Contoh, jika kendaraan menabrak obyek tidak bergerak dengan kecepatan 50 km/h (30mph) secara berhadapan maka dibutuhkan 0.1 detik untuk berhenti sempurna. Pada saat itu bumper depan berhenti bergerak tapi bodi kendaraan lain masih bergerak dengan kecepatan yang sama. Kendaraan akan menyerap energi itu dan pelan-pelan melambat seiring dengan hancurnya bagian depan. Selama benturan, ruangan penumpang berangsur melambat tapi si penumpang masih tetap melaju dengan kecepatan yang sama dalam ruangannya itu. Jika penumpang tidak mengenakan sabuk keselamatan, mereka akan terus bergerak dengan kecepatan 50 km/h (30 mph) hingga mereka bertabrakan dengan interior kendaraan. Pada contoh ini, penumpang akan menabrak interior kendaraan secepat orang yang jatuh dari lantai tiga sebuah bangunan. Jika penumpang mengenakan sabuk keselamatan maka akan melambat kecepatannya sehingga mengurangi daya dorong ke badannya akibat benturan. Namun pada kecelakaan yang parah, mereka akan tetap menabrak interior walaupun kekuatannya lebih sedikit dibanding tidak mengenakan sabuk keselamatan. SRS airbag melindungi wajah dan kepala akibat daya dorong ke interior dan menyerapnya dengan cara memperlambat daya yang terjadi pada diri penumpang.

Collisions at 25 km/h) Striking the interior at the same speed as a 3 story fall (collisions at 50km/h)

Vehicles without airbags (when occupants do not fasten their seat belt)

Vehicles with airbags (when occupants fasten their seat belt)

The airbag sensor activates and Collision

1.Cara kerja (1) Dalam tabrakan, sensor airbag mendeteksi
derajat benturan dan ketika derajat itu melonjak dari nilai spesifik sensornya, maka inisiator memulai pengembangan. (2) Inisiator menyalakan enhancer (pencetus) dan bahan pendorong yang menghasilkan gas yang sangat besar pada saat itu. (3) Gas akan menggembungkan airbag untuk mengurangi daya benturan pada penumpang dan kemudian mengempis melalui lubang yang terdapat di belakang airbag. Hal ini untuk mengurangi daya benturan ke airbag dan untuk menghasilkan daya pandang penumpang.

Propellant grain Initiator Gas is generated and the bag

Enhancer

PERINGATAN: · Setelah airbag mengembang, asap dan gas
nitrogen keluar melalui lubang di belakang airbag tersebut. Gas itu tidak berbahaya walau terhisap. Tapi jika terkena kulit, pastikan untuk menghilangkan residunya dengan mencuci untuk mencegah dari terjadinya iritasi pada kulit .· Airbag yang mengembang dengan cepat bisa menyebabkan sedikit goresan, terbakar atau bengkak.
Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

Lessen occupants impact

2

Garis Besar
· Komponen bagian airbag (kemudi, dashboard)
akan panas dalam waktu beberapa menit, tapi airbag-nya tidak..

PETUNJUK:
SRS airbag dirancang untuk mengembang sekali saja. Oleh karena itu,komponen yang berhubungan dengan airbag harus diganti setelah adanya pengembangan.

2. SRS Airbag akan mengembang (pengemudi, penumpang)
Sistem SRS airbag depan dirancang untuk mengembang guna melindungi daya benturan ke depan yang sangat keras dalam area yang dinaungi antara tanda panah dalam ilustrasi berikut. SRS airbag depan akan mengembang jika kerasnya daya benturan berada di atas ambang batas yang ditetapkan, kira-kira 20 km/h - 25 km/h (12 mph - 15 mp) ketika menabrak obyek yang tidak bergerak atau hancur.

Jika kerasnya benturan kurang dari itu, SRS airbag depan tidak akan mengembang.. Namun kecepatan batas ini bisa lebih tinggi bila kendaraan menabrak benda seperti kendaraan yang terparkir atau tiang rambu yang bisa bergerak atau berubah jika tertabrak. Atau juga dalam kondisi tabrakan "under ride ” contoh, bila hidung mobil masuk ke bawah kolong truk, dll.). Karena sensor airbag depan, sensor G, dan sensor pengaman di tengah airbag ECU mendeteksi perubahan kecepatan yang disebabkan oleh tabrakan, airbag juga dapat diaktifkan jika diberikan benturan yang kuat dari bawah kendaraan. (Sebagai contoh, dalam kasus di mana kendaraan membentur trotoar pinggir jalan, jatuh ke dalam atau melewati lubang atau parit yang dalam, dan membentur permukaan jalan atau jatuh dari bahu jalan.)

Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

3

Garis Besar

3. SRS airbag tidak akan mengembang
(pengemudi, penumpang)

(1) SRS airbag depan tidak akan mengembang jika
tabrakan ada di sisi kendaraan atau dari belakang, jika terguling atau terlibat tabrakan dari depan dalam kecepatan rendah. (2) SRS airbag depan tidak akan mengembang jika terjadi benturan kuat di bawah kendaraan. Beberapa contoh terdapat dalam ilustrasi. Referensi: Ketika kendaraan Anda menabrak dinding beton dari arah depan dengan dinding beton dengan kecepatan kurang dari 25 km / h (16 mph); Ketika kendaraan Anda bertabrakan dengan tiang listrik atau pohon, dll;

Air Bag tidak akan bereaksi pada kasus berikut, dan, karenanya air bag tidak akan bereaksi. • Ketika lampu peringatan SRS Air Bag menyala. • Ketika kendaraan mengalami tabrakan dengan kunci kontak pada pada posisi di "LOCK" atau "ACC".

Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

4

Garis Besar
(1) Side airbag + curtain shield airbag (front only)

4. SRS airbag akan mengembang (samping,
curtain shield airbag)

Collision from the side

(1) Airbag samping + curtain shield
airbag (depan) <1> SRS airbag samping dan curtain shield airbag dirancang untuk bekerja jika ruang kendaraan mengalami tumbukan di bagian samping.

<2> Jika kendaraan mengalami tumbukan di sisi
diagonal atau sisi samping seperti dalam ilustrasi di kiri, tapi tidak dalam ruang kendaraan, SRS airbag samping dan curtain shield airbag tidak akan beroperasi. (3) Airbag samping + airbag curtain shield (depan + belakang) <1> SRS airbag dan curtain shield airbag tidak dirancang untuk beroperasi jika ruang dalam kendaraan menerima tumbukan samping atau samping belakang. <2> Ketika kendaraan mengalami tumbukan dari sisi diagonal atau sisi yang tampak pada ilustrasi di kanan ini tapi tidak dalam ruang kendaraan, SRS airbag samping dan curtain shield airbag tidak akan mengembang.

(2) Side airbag + curtain shield airbag (front + rear)

Collision from the side or quarter back

5. SRS airbag tidak mengembang (samping,
curtain shield airbag) SRS airbag samping dan curtain shield airbag dirancang untuk tidak bekerja bila tumbukan ke arah depan atau dari belakang, terguling atau dari sisi samping dalam kecepatan rendah.

Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

5

Garis Besar
Tipe 1. Tipe SRS airbag · Airbag pengemudi depan
(single-stage, dual-stage)

· Airbag penumpang depan
(single-stage, dual-stage)

· Airbag samping · Curtain shield airbag
(depan saja, depan + belakang)

2. Tipe sensor airbag · Sensor airbag depan · Pemasangan sensor pusat airbag (pemasangan sensor airbag) · Sensor airbag samping (Sensor airbag samping dan curtain shield airbag) · Sensor curtain shield airbag (hanya jika curtain shield airbag di pasang di depan dan belakang) · Sensor pintu samping (hanya ada di mobil 2 pintu
dan 3 pintu dengan pintu atap dengan airbag samping) · Sensor airbag di posisi tempat duduk (hanya ada di dual-stage airbag) · Sensor deteksi penumpang

(1/1)

Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

6

Garis Besar
Peringatan 1. Sabuk pengaman (safety belt) untuk anakanak (1) Jangan pernah memasang sistem sabuk
pengaman anak-anak yang menghadap belakang pada penumpang depan karena kekuatan mengembang airbag penumpang depan bisa menyebabkan kematian atau kecelakaan serius pada anak-anak.

(2) Sistem pengaman anak-anak yang menghadap ke depan boleh dipasang pada kursi penumpang depan hanya jika tidak bisa dihindari. Selalu geser kursi ke belakang sejauh mungkin, karena kekuatan mengembang airbag bisa menyebabkan kematian atau kecelakaan serius pada anak-anak.
Pada kendaraan dengan airbag samping dan curtain shield airbag, jangan biarkan anak-anak bersender pada pintu bahkan dalam keadaan memakai sistem pengencang. Kekuatan mengembang airbag samping dan curtain shield airbag bisa menyebabkan kematian atau kecelakaan serius pada anak-anak.
Move seat fully back

2. Rangka airbag ( airbag depan) · Jangan meletakkan obyek atau hewan peliharaan
di atas atau di dalam dashboard atau kemudi di mana terletak rangka sistem airbag. Menyebabkan terhalangnya proses pengembangan atau kecelakaan karena terlempar ke belakang oleh daya dorong airbag. Begitu juga pengemudi dan penumpang di bagian depan jangan memegang benda di tangannya atau di lututnya. 3. Sekeliling pintu (airbag samping dan curtain shield airbag) · Jangan menyentuh cup holder atau alat atau obyek lain yang ada di sekitar pintu. Ketika airbag samping mengembangcup holder atau alat/benda lain akan terlempar keras atau airbag samping tidak mengembang dengan benar. Hal ini menyebabkan kematian atau kecelakaan serius. Begitu juga dengan pengemudi dan penumpang depan sebaiknya jangan memegang benda di tangan atau di lutut. · Jangan menyentuh mikrofon atau benda atau obyek lain di sekitar komponen dimana curtain shield airbag diaktifkan, seperti di kaca depan, kaca samping, pilar depan dan belakang, atap dan pegangan. Ketika curtain shield airbag mengembang mikrofon atau benda lain akan terlempar keras atau curtain shield airbag tidak bisa mengembang dengan benar, menyebabkan kematian atau kecelakaan serius.

Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

7

Garis Besar

4. Kursi penumpang ( airbag depan) · Jangan duduk di pinggir kursi atau bersandar di
atas dashboard pada saat kendaraan berjalan karena airbag depan mengembang dengan cepat dan keras. Selain itu Anda bisa terbunuh atau terluka parah. Duduk tegak dan bersandar dan selalu gunakan seat belt dengan benar. · Jangan biarkan anak-anak berdiri atau berlutut di kursi penumpang depan karena airbag depan mengembang dengan cepat dan keras. Memungkinkan anak terbunuh atau terluka serius. · Jangan memegang anak di pangkuan atau di lengan, gunakan sistem pengaman anak di tempat duduk belakang.

5. Pintu (airbag samping dan curtain shield
airbag) · Jangan bersandar di pintu ketika mobil sedang berjalan karena airbag samping dan curtain shield airbag mengembang dengan cepat dan keras. Anda bisa terbunuh atau terluka serius. Perlakuan khusus dilakukan terutama jika ada anak kecil dalam kendaraan. · Duduk tegak dan bersandar, letakkan seluruh berat tubuh ke kursi. Jangan meletakkan beban di sisi luar kursi dengan airbag samping, dan ke pilar depan, pilar belakang dan rel atap dengan curtain shield airbag. · Jangan mendekatkan kepala ke tempat dimana airbag samping dan curtain shield airbag mengembang karena airbag mengembang dengan cepat dan kuat. Hal ini menyebabkan kematian atau kecelakaan serius. Perlakuan khusus harus dilakukan terutama bila ada anak kecil di dalam kendaraan. · Jangan biarkan anak kecil berlutut di kursi penumpang menghadap ke sisi pintu karena airbag samping dan curtain shield airbag mengembang dengan cepat dan kuat. Hal ini menyebabkan kematian atau kecelakaan serius. Perlakuan khusus harus dilakukan terutama bila ada anak kecil di dalam kendaraan.

Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

8

SRS Airbag
Letak Komponen Sistem SRS airbag terdiri dari komponenkomponen berikut ini: 1. Sensor airbag depan (LH, RH)

2. Center airbag sensor assembly 3. Driver airbag assembly 4. Front passenger airbag assembly 5. Kabel Spiral 6. Side airbag assembly 7. Curtain shield airbag assembly 8. Seat belt pretensioner 9. Sensor airbag samping (LH, RH)
(sensor airbag samping dan curtain shield)

10. Curtain shield airbag sensor 11. Airbag cutoff switch 12. Lampu peringatan SRS (SRS warning light) 13. DLC

Fungsi Konstruksi dan Cara Kerja komponen

1. SRS Airbag Pengemudi (1) Garis besar` ● SRS airbag Kursi pengemudi terpasang pada pad
roda kemudi. Jika SRS airbag menerima sinyal pengapian dari ECU center airbag, dengan alat penyala di inflator mulai reaksi kimia untuk menghasilkan gas di inflator tersebut. Sebagai hasilnya, seketika airbag mengembang, untuk menyerap dan mengurangi benturan ke pengemudi, dan kemudian mengempes. ● SRS airbag, yang tidak dapat dibongkar, terdiri dari sebuah inflator, kantong (bag), pad roda kemudi, dll.

Airbag • Kantong ( Bag ) diisi dengan gas yang dapat
mengembang dengan seketika, melepas dengan keras lapisan tipis pad kemudi, menahan benturan ke kepala penumpang, dan kemudian mengurangi benturan dengan mengeluarkan gas melalui lubang pada exhaust port di bagian belakang kantong ( Bag ).

Inflator • inflator ini terdiri dari sebuah alat penyala(igniter),
bahan penyebar api, bahan pembangkit gas dll. Bahan pembangkit gas digunakan sebagai bahan untuk menghasilkan gas nitrogen yang diperlukan untuk mengembangkan kantong ( Bag ) dalam hal terjadi tabrakan. inflator disegel dengan sempurna dari sebelah dalam. • Jika alat penyala (igniter) diberi energi karena perubahan kecepatan yang disebabkan oleh suatu tabrakan, filamen di alat penyala akan menimbulkan panas, yang membuat bahan penyala (igniter)menyambar api. Kemudian, api menyebar dalam sekejap melalui bahan penyebar api ke bahan pembangkit gas, menyebabkan api merambat ke sejumlah besar gas nitrogen. Gas yang dihasilkan, setelah melewati filter untuk
Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

9

SRS Airbag
Single-stage type inflator

didinginkan dan menghilangkan sisa pembakaran ,kemudian mengisi kantong.
Initiator Enhancer Propellant grain

Filter

(2) Inflator and bag <1> Konstruksi
SRS airbag assembly pengemudi terletak di dalam dudukan kemudi. SRS airbag assembly tidak bisa di bongkar. Ini terdiri ,inflator , kantung( Bag) dan pad kemudi, dll.

to The bag

to The bag

<2> Cara kerja
: Propagation of fire : Flow of nitrogen gas

Dual-stage type inflator

1st propellant Filter to The bag

2nd propellant

1st propellant

to The bag

Sensor airbag diaktifkan dengan adanya pengurangan kecepatan karena tabrakan dari arah depan yang kuat. Arus listrik mengalir ke inisiator, yang terletak di inflator untuk menyalakannya. Api menyebar dengan cepat ke bahan pembakar dimana sejumlah nitrogen dihasilkan. Gas mengalir melalui filter dimana sisa pembakaran di pisah dan gas didinginkan sebelum mengisi kantung . Seiring penyebaran gas, kantung pengemudi membuka lapisan atas dari dudukan roda kemudi untuk kemudian mengembang sehingga mampu meredam benturan pada kepala pengemudi.

PETUNJUK:
Enhancer : Propagation of fire : Flow of 1st nitrogen gas : Flow of 2nd nitrogen gas 1st initiator 2nd initiator

Ada tipe inflator ganda yang mengontrol pengembangan dalam dua tingkat. Menurut pergeseran posisi kursi baik dipasang seatbelt atau tidak dan derajat benturan dari tabrakan. Ini akan mengontrol optimalisasi pengembangan airbag.

(3) label Untuk Perhatian • Label peringatan ditempelkan pada inflator di
belakang pad kemudi.

.

Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

10

SRS Airbag
2) Air Bag Penumpang Depan (1) Garis Besar
● Tempat duduk penumpang depan SRS airbag terpasang di bagian atas panel instrumen dari sisi kursi penumpang depan. SRS airbag tetap dipasang ke panel instrumen dan reinforcement braket, dan terdiri dari sebuah tempat, inflator dan sebuah kantong udara. ● Untuk memperbaiki penampilan, batas panel instrumen dan airbag selaras dengan garis styling.

Airbag
• Airbag kursi penumpang depan berisi dengan gas yang dapat mengembang dengan seketika, meledak kantung kain pelindung pada permukaan atas kantung. Setelah menyerap benturan dari kepala kursi penumpang depan itu, airbag mengurangi benturan dengan mengeluarkan gas melalui exhaust port di bagian belakang kantung.

Inflator • inflator ini terdiri dari sebuah alat penyala(igniter), bahan penyebar api, bahan pembangkit gas, dll.Bahan pembangkit gas digunakan sebagai sumber untuk membangkitkan gas nitrogen yang diperlukan untuk mengembang kan kantong apabila terjadi tabrakan. Inflator disegel dengan sempurna dari sebelah dalam. • Jika alat penyala (igniter) diberi energi karena perubahan kecepatan yang disebabkan oleh tabrakan, filamen di alat penyala (igniter)akan menghasilkan panas, yang membuat bahan penyala menyambar api. Kemudian, api menyebar melalui bahan penyebar api ke bahan pembangkit gas dalam sekejap, menyebabkan bahan penyebar api memebangkitkan sejumlah besar gas nitrogen. Setelah melewati filter untuk pendinginan dan membuang sisa pembakaran, kemudian gas mengisi kantong.

Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

11

SRS Airbag

Single-stage type inflator Initiator Projectile Propellant grain

(2) Inflator and bag <1> Konstruksi
Inflator terdiri dari inisiator, proyektil, closure disk, bahan pendoronggas bertekanan tinggi, dll. Kantung mengembang karena gas bertekanan tinggi mengalir dari inflator. Inflator dan kantung tergabung dalam satu tas dan terletak di sisi panel instrumen penumpang. <2> Cara kerja Jika sensor airbag dipicu oleh perlambatan yang terjadi saat kecelakaan frontal, arus listrik mengalir ke inisiator yang terletak di inflator untuk mengapikannya. Proyektil yang dibakar oleh pengapian inisiator, menembus melalui closure disk dan bertabrakan dengan piston penggerak, hal ini menyebabkan penyalaan primer. Penyalaan primer ini menyebar cepat ke booster pengapian dan ke bahan pendorong. Gas yang menyebar akibat dari panas pengapian bahan pendorong mengalir ke dalam airbag melalui lubang pelepasanAirbag mengembang dan membantu menahan tumbukan ke kepala dan dada penumpang depan.

Closure disk

Action piston Primer High-pressure argon gas

Enhancer

: Propagation of fire : Flow of argon gas

to The bag

Gas release hole Dual-stage type inflator Initiator "B"

Heat of Ignition

Propellant wafer Initiator "A"

PETUNJUK:
Ada pula tipe inflator ganda yang mengontrol pengembangan dalam dua tingkat, dua dari masing-masing itu adalah inisiator dan bahan pendorong. Kecepatan optimal pengembangan ditentukan oleh derajat tabrakan. Derajat benturan di deteksi oleh sistem sensor airbag dan ketika benturan itu besar inisiator A dan B menyala dalam waktu bersamaan. Ketika benturannya pelan, waktu pengapian B memperlambat pengembangan airbag dibandingkan tipe tunggal.

Orifice

Filter

Enhancer

(3) Label Untuk Perhatian
• Label peringatan yang menjelaskan cara penanganan dan hal-hal lain , ditempelkan di inflator dari SRS airbag kursi penumpang depan.•

Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

12

SRS Airbag

3. SRS Airbag Samping (1) Garis Besar
● SRS Airbags terpasang di seatbacks kursi pengemudi dan kursi penumpang depan. ● SRS airbag samping tidak dapat dibongkar dan terdiri dari sebuah inflator, kantong, tutup, dll Airbag • Kantong yang diisi dengan gas yang dapat mengembang dengan seketika, membuka lapisan dari seatback tersebut dengan keras , menahan benturan ke dada penumpang, dan kemudian mengurangi benturan dengan mengeluarkan gas melalui pembukaan untuk instalasi wire harness di bagian belakang airbag tersebut

Inflator • Inflator ini terdiri dari alat penyala(igniter), bahan pemanas dan bejana tekanan yang berisi gas tekanan yang dikompresikan dll. Inflator yang disegel dengan benar-benar tertutup dari dalam. • Jika alat penyala diberi energi karena perubahan kecepatan yang disebabkan oleh tabrakan, Juga diset ke OFF. Akibatnya, bahan pemanas terbakar dan menghasilkan gas, yang meningkatkan tekanan gas dikompresikan dalam bejana. Lapisan dinding penyekat pecah disebabkan oleh tekanan gas yang meningkat dan gas dilepaskan ke dalam kantong.

Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

13

SRS Airbag

(2) Inflator and bag <1> Konstruksi
Konstruksi dasar airbag samping sama seperti airbag penumpang depan. Airbag samping tergabung dalam satu kotak dan terletak di sisi luar sandaran kursi. Airbag samping terdiri dari inisiator, bahan pendorong, gas bertekanan tinggi dan pressure bulkhead.

<2> Cara kerja
Jika sensor airbag terpicu oleh adanya perlambatan yang terjadi saat tabrakan dari samping , arus listrik mengalir ke inisiator yang terletak di dalam inflator untuk menyalakannya. Gas pembakaran yang dihasilkan oleh pembakaran dari bahan pendorong menyebabkan pressure bulkead robek. Hal ini memungkinkan panas dari gas yang terbakar untuk mengembangkan gas bertekanan tinggi. Lalu tekanan ini membuka rapture disc menyebabkan gas bertekanan tinggi dalam botol meniup airbag dan mengembangkannya dengan cepat.

(3) Label Untuk Perhatian • Label perhatian untuk service yang menunjukkan
peringatan dalam penangan dan lainlain,ditempelkan pada tutup SRS airbag samping

Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

14

SRS Airbag

4. SRS Curtain shield airbag assembly (1) Garis Besar ● SRS curtain shield airbag ditempatkan disetiap sisi antara pilar depan dan pilar C (antara kursi pengemudi / kursi penumpang depan dan kursi belakang). ● SRS airbag tidak dapat dibongkar dan terdiri dari inflator, kantong, dll Airbag • Kantong berisi gas yang dapat mengembang dengan seketika, meledakan pillar garnish depan dan roof head lining , menyerap benturan terhadap kepala penumpang, dan kemudian mengurangi dengan melepaskan gas melalui kleman dalam kantong. Inflator • Inflator ini terdiri dari alat penyala(igniter), bahan pemanas dan bejana tekanan yang berisi gas tekanan yang dikompresikan dll. Inflator yang disegel dengan benar-benar tertutup dari dalam. • Jika alat penyala diberi energi karena perubahan kecepatan yang disebabkan oleh tabrakan, Juga diset ke OFF. Akibatnya, bahan pemanas terbakar dan menghasilkan gas, yang meningkatkan tekanan gas dikompresikan dalam bejana. Lapisan dinding penyekat pecah disebabkan oleh tekanan gas yang meningkat dan gas dilepaskan ke dalam kantong. .

Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

15

SRS Airbag
(2) Inflator and bag <1> Konstruksi
Inflator airbag assembly samping dipasang di belakang atau belakang pilar. Kantung yang bertekanan dari curtain shield airbag dipasang di atas panel atap. Curtain shield airbag assembly terdiri dari igniter, bracket, klem, break washer, kantung dll. <2> Cara kerja Cara kerja Dengan adanya sinyal pengapian dari center airbag sensor assembly , arus listrik mengalir ke inisiator dan memicu igniter. Pengapian mulai pembakaran pada pembangkit gas dan menghasilkan panas yang memecahkan break washer. Setelah itu gas bertekanan tinggi mengalir ke lubang sebelah luar (outer hole) untuk meniup airbag. Jadi ,air bag mengembang seketika itu juga.

High-pressure gas Diffuser

Nail Outer hole

Igniter

Clamp Curtain shield airbag Break washer

Bracket

High-pressure gas

Outer hole

to Curtain shield airbag

Generator gas

(3) Label Untuk Perhatian • Label perhatian untuk service yang menunjukkan
peringatan dalam penangan dan lainlain .ditempelkan pada setiap inflator SRS curtain shield airbag.

Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

16

SRS Airbag
5. Center airbag sensor assembly (airbag sensor assembly) (1) Garis Besar
● Pusat ECU airbag terdiri dari sensor G, sensor safing, power supply cadangan dan penentuan sirkuit penyalaan (ignition determination). Untuk menjamin kehandalan, sistem ini dirancang agar kegagalan dari komponen tunggal tidak akan menyebabkan bencana kegagalan keseluruhan sistem. ● Sensor G di ECU center airbag juga digunakan sebagai sensor untuk sistem cutoff bahan bakar, dan ECU center airbag selalu dalam komunikasi dengan komputer kontrol mesin. ● Label peringatan yang menunjukkan metode penanganan dan hal-hal lain ditempelkan di atas ECU center airbag.

(2) Komponen dan fungsinya
G-sensor dan sensor safing: Sinyal yang keluar ( output) bervariasi secara linier dengan perubahan kecepatan jika mereka mendeteksi perubahan kecepatan yang disebabkan oleh benturan.
Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

17

SRS Airbag
Backup power supply: Dalam kejadian tabrakan atau kegagalan sistem main power supply , cadangan kapasitor dan rangkaian booster akan terus memasok tenaga ke sistem. Computer (sirkuit pengapian penentuan)

(ignition determination circuit):
Ia melakukan perhitungan spesifik sebagai respons terhadap sinyal dari sensor airbag depan, dan jika dihitung nilai melebihi nilai yang telah ditentukan, akan mengirim sinyal pengapian. Rangkaian diagnostiknya memeriksa seluruh sistem terhadap kelainan dan menginformasikan pengemudi adanya malfungsi, jika ada, sementara fungsi diagnosa melakukan diagnosis suatu bagian yang rusak dari sistem.

Memutuskan untuk pergerakan •Benturan yang kuat akibat tabrakan frontal akan memicu SRS airbag dan seatbelts dengan pretensioners. Sinyal-sinyal dari satelit sensor depan, sensor G dan sensor safing dalam center airbag ECU menentukan apakah mereka akan terpicu. •SRS Airbags dinyalakan jika kedua sensor elektronik dan safing sensor di dalam sensor airbag samping pada gilirannya karena benturan yang disebabkan oleh tabrakan dari samping. • SRS curtain shield airbags dinyalakan jika kondisi di atas terpenuhi dan diberikan sinyal pengapian SRS airbag samping; atau kedua sensor listrik dan safing sensor di sensor airbag belakang Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System 18

SRS Airbag
diaktifkan. • Untuk menyimpan catatan pengembangan, center airbag ECU terus menjaga lampu peringatan airbag bahkan setelah pemeriksaan utama. Catatan peringatan ini tidak bisa dihapus.

(4) Pergerakan circuit diagnostic (Actuation of diagnostic circuit) • Apakah sirkuit diagnostik diaktifkan atau tidak ditandai oleh lampu peringatan di bagian meter. Rangkaian diagnostik melakukan dua jenis pemeriksaan: pemeriksaan primer dan pemeriksaan konstan. Pemeriksa Primer (Primary Check) • Ketika kunci kontak dihidupkan, lampu peringatan airbag menyala dan dilakukan pemeriksaan primer selama kurang lebih 6 detik. Selama periode ini, center airbag ECU diperiksa agar berfungsi dengan baik dengan fungsi pengapian yang dinonaktifkan. Jika kelainan yang terdeteksi melalui pemeriksaan primer, lampu peringatan airbag akan tetap menyala dan tidak padam dalam 6 detik setelah pemeriksaan primer kedua. • Setelah pusat telah menyebarkan ECU airbag airbag, lampu peringatan airbag tetap terang bahkan setelah selesainya pemeriksaan primer, tanpa memandang apakah ada atau tidak ada sesuatu yang salah dengan sistem. Pemeriksaan Permanen(Permanent Check) • Setelah menyelesaikan pemeriksaan primer, lampu peringatan airbag akan padam dan sistem airbag siap menjadi kunci kontak, sementara rangkaian diagnostik terus memeriksa sistem terhadap kelainan. Jika kelainan yang terdeteksi di pemeriksaan konstan, lampu peringatan airbag menyala atau berkedip. (Jika lampu peringatan menyala karena penurunan supply tegangan, lampu akan padam pada saat tegangan yang diberikan dikembalikan ke tingkat normal.)

Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

19

SRS Airbag

Fungsi Diagnosis (Diagnosis Function) • Beralih ke modus diagnosis memungkinkan untuk memperoleh hasil diagnosa kerusakan bagian yang rusak dari jumlah lampu indikator berkedip. Selanjutnya, fungsi diagnosis yang baru diadopsi memungkinkan Anda untuk membaca kode diagnosis kerusakan , bagian yang rusak dengan alat diagnostik tersambung ke DLC. Untuk informasi lebih lanjut tentang mode diagnosis, lihat service manual. (5) Label untuk Perhatian ● Label perhatian ditempelkan di atas center airbag ECU. Peringatan SRS airbag Jangan membongkar, terjatuh, atau digunakan kembali. Penanganan, penyimpanan, dan pembuangan harus dilakukan seperti yang ditentukan dalam service manual .

6. Seat belt pretensioner (1) Apakah seat belt pretensioner ? Seat belt tidak sepenuhnya melumpuhkan penumpang di kursi mereka. Masih ada sedikit ruang gerak antara sabuk pengaman dan penumpang. Akibatnya, bahkan jika sabuk pengaman dipakai, penumpang masih dapat terbentur ketika terjadi tabrakan yang parah, walaupun dengan kekuatan yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan penumpang yang tidak menggunakan. Pretensioners beroperasi pada saat terjadinya tabrakan berat dari arah depan. Sebagai hasil dari sabuk yang ditarik kembali dengan jumlah tertentu sebelum penumpang bergerak maju melampaui tempat duduk, jumlah pergerakan penumpang ke depan berkurang. Penggunaan kombinasi airbags dan sabuk pengaman dengan pretensioners menghasilkan perlindungan maksimum pada pengemudi dan penumpang depan. Pretensioners sabuk pengaman dirancang untuk beroperasi hanya sekali. PETUNJUK: • Ketika pretensioners diaktifkan, kemungkinan akan terdengar suara kerjanya dan sejumlah kecil asap gas terlihat. Gas ini tidak berbahaya dan
Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

20

SRS Airbag
tidak menunjukkan terjadinya kebakaran. • Seat belt pretensioners tetap beroperasi walaupun tidak ada yang duduk di kursi.

(2) Konstruksi dan cara kerjanya Sabuk pengaman dengan pretensioner +force limiter terdiri dari sebuah mekanisme kunci ELR, mekanisme pretensioner, mekanisme belt retraction, mekanisme force limiter dan inflator. Dalam mekanisme pretensioner, kekuatan tekanan gas dari inflator ditransmisikan melalui mekanisme kopling ke retractor shaft untuk menarik sabuk pengaman. 1 Pretensioner: Pretensioner adalah alat yang dapat menarik kembali sabuk pengaman dengan seketika pada saat terjadi tabrakan dan menjaga pengaruh pengendalian penumpang. 2 Force Limiter: Force limiter adalah perangkat yang memperpanjang sabuk untuk mempertahankan nilai tertentu untuk mengurangi kekuatan gaya yang menimpa pada dada ketika beban sabuk mencapai nilai yang ditentukan.

Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

21

SRS Airbag

(3) Bagian bagian Komponen. ● Seatbelts dengan pretensioners dan force limiter digunakan pada tempat duduk pengemudi dan penumpang depan. ● pretensioner ini terdiri dari sebuah generator gas, cartridge base, piston, pinion, roller,sleeve, dll ● Force limiter terdiri dari torsi bar bersama item lainnya. (4) Menggerakkan pretensioner • Dalam hal terjadi tabrakan, pretensioner diaktifkan bersamaan dengan airbag oleh sebuah sinyal pengapian dari center airbag ECU dan menggulung sabuk pengaman ke panjang tertentu untuk memajukan waktu pengendalian penumpang. Pretensioner bekerja walaupun jika sabuk pengaman tidak dikenakan. Setelah diaktifkan, pretensioner tidak dapat digunakan kembali. [1] Operasi 1 Dalam kondisi normal, sleeve menetap ke spool melalui torsion bar. Karena ada jarak antara sleeve dan roller / pinion, sleeve berputar dengan bebas.

([2] Operasi 2 Jika gas generator menghasilkan gas bertekanan tinggi pada sinyal pengapian dari center airbag ECU, piston didorong oleh tekanan gas dan bergerak naik. Akibatnya, rack di piston berhubungan dengan pinion. Ketika pinion berputar, kemiringan giginya menggerakkan roller menuju ke axle dan menghubungkannya dengan sleeve. Ketika bergabung bersama, pinion, sleeve dan spool mulai memutar kembali sabuknya.

Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

22

SRS Airbag

[3] Operasi 3 Piston bergerak ke atas lebih lanjut dengan tekanan gas dan menggulung kembalisabuknya dengan memutar pinion,sleeve,dan spool.

5) Menggerakan force limiter • Jika ketegangan sabuk pengaman melebihi tingkat yang telah ditentukan pada saat tabrakan,force limiter memungkinkan sabuk pengaman keluar sambil menjaga ketegangan konstan untuk mencegah agar ketegangan yang berlebihan tidak ditimpakan ke penumpang.Setelah diaktifkan, force limimiter tidak dapat dipergunakan lagi.

(6) Label untuk perhatian • Label perhatian ditempelkan pada masingmasing sabuk pengaman.

Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

23

SRS Airbag
7. Spiral kabel ● Kabel spiral non-kontak digunakan untuk menghubungkan cowl wire harness ke SRS airbag tempat duduk pengemudi . Ini adalah tipe snap-in yang dapat dihubungkan dengan gerakan tunggal.

Struktur kabel spiral • Kabel spiral terdiri dari alat pemutar( rotator), case, kabel, bearing, cancel cam, dll. Ketika tonjolan di sisi kemudi tepat dalam alur cancel cam dan roda kemudi diputar, rotor berputar bersama-sama dengan cancel cam. Kabel menggulung kembali ke titik tengah dan menggulung spirally kembali masuk ke dalam tempatnya. Rotator diberikan waktu untuk membuat 3 putaran dalam setiap arah dari posisi netral.

8. Sensor airbag depan ● Sensor airbag depan dipasang di bagian depan kendaraan di samping kursi pengemudi (di atas permukaan samping side member), dan terdiri dari G `dan bagian lainnya. ● Sensor airbag depan mendeteksi benturan dari depan kendaraan dan mengirim sinyal perlambatan (deselerasi) ke ECU center airbag. .

9. Sensor airbag samping ● Sebuah sensor airbag samping dipasang pada bagian bawah pillar tengah di setiap sisi. Sensor airbag samping terdiri dari semikonduktor G sensor, sirkuit penentuan tabrakan, sirkuit komunikasi, dll .Sensor ini mendeteksi benturan dari samping dan mengirim sinyal pengapian airbag samping ke center airbag ECU.

Label untuk Perhatian • Label perhatian untuk pelayanan ditempelkan pada bagian yang ditunjukkan pada gambar.

Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

24

SRS Airbag

10. Sensor Curtain shield airbag ● Sensor airbag belakang sudah terpasang di quarter wheel house. Sensor belakang airbag terdiri dari sensor semikonduktor G, sensor safing, sirkuit penentuan tabrakan, sebuah sirkuit komunikasi, dll mendeteksi benturan dari samping dan mengirim sinyal pengapian curtain shield airbag ke center airbag ECU.

11. Airbag cut off switch ● pilihan cutoff switch airbag untuk menyalakan dan mematikan SRS airbag dan SRS airbag samping untuk kursi penumpang depan untuk model Eropa. Jika switch cut off airbag dimatikan menggunakan kunci mekanis, airbag SRS dan SRS airbag samping pada tempat duduk penumpang depan tidak akan diaktifkan walaupun pada saat terjadi tabrakan. switch ini dapat dipasang opada laci depan ( Glove Box ). ● Lampu indikator yang menunjukkan status ONOFF dari switch cutoff airbag terpasang di tengah panel instrumen.

Airbag cutoff switch function ECU control type
Airbag cut off switch Airbag ECU

ECU airbag tidak dapat mengirim sinyal ke airbag depan disamping penumpang dan airbag samping (sisi P) jika airbag switch cut off dalam keadaan
Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

25

Passenger side front airbag

SRS Airbag
cut off.

Jenis Mekanis (Mechanically type) Tidak ada masalah apakah airbag cut off switch Aktif atau Tidak , ECU airbag mengirimkan sinyal ke airbag samping penumpang depan dan airbag samping (sisi P).
Airbag ECU Airbag cut off switch Passenger side front airbag Side airbag (P side) Switch has dummy resistance.

12. Lampu peringatan SRS airbag ● lampu peringatan SRS airbag terletak di meter kombinasi dan jika sistemnya gagal, maka lampu atau berkedip untuk memberitahu pengemudi bahwa sistemnya rusak. Table fungsi lampu peringatan SRS airbag 1. Jika tidak ada yang salah dengan sistem, lampu peringatan airbag menyala ketika kunci kontak diputar ke On dan padam setelah sekitar 6 detik. 2. Jika ada sesuatu yang salah dengan sistem, lampu peringatan airbag tetap ON atau tetap OFF tanpa melakukan pemeriksaan lampu 6 detik. 3. Setelah sistem telah mulai normal, lampu peringatan airbag terus berkedip. 4. Lampu peringatan mengeluarkan kode diagnosis. 13. DLC (1)Pemeriksaan kode Diagnostik Kode Diagnostik dapat diperiksa seperti yang dijelaskan di bawah ini. Nomor kode ditandai oleh pola kedipan lampu peringatan SRS. 1 Menggunakan SST (kabel jamper) • Hentikan kendaraan. • Dengan IG SW di set ke "ON", hubungkan langsung terminal ECU-T terminal E pada DLC yang terletak di bawah panel instrumen. SST: 09991-87403-000 09991-87404-000
Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

26

SRS Airbag
2 Menggunakan DS-II • Hubungkan-DS II ke DLC. • Baca kode diagnosis dengan mengikuti petunjuk pada layar tester

.

(2).Menghapus kode Diagnostik 1 Deskripsi Bahkan setelah kerusakan telah diperbaiki, lampu peringatan tidak akan padam ketika kunci kontak dalam posisi ON kecuali kode yang tersimpan dihapus. Prosedur untuk menghapus kode yang disimpan bervariasi sesuai dengan jenis sirkuit memori. Untuk RAM (Random Access Memory) memori sirkuit, memori sudah terhapus saat power supply diputus. Untuk * EEPROM * (Electrically Erasable Programmable ROM) sirkuit memori, memori tidak dihapus meskipun power supply terputus. Metode pembersihan kode diagnostik dari rangkaian memori EEPROM dijelaskan di bawah ini dalam (2) dan (3). * EEPROM juga disebut sebagai NV-RAM (RAM non-volatile). 2 Menghapus Kode dengan menggunakan DSII <1> Sambungkan-DS II ke DLC. <2> Hapus kode diagnostik masalah dengan mengikuti petunjuk pada layar tester. (3) Kode clearance dengan menggunakan SST (kabel jamper) • Ketika bagian, yang bertanggung jawab terhadap kode malfungsi, telah diperiksa dan diperbaiki, kemudian menghapus memori dengan mengikuti prosedur yang diberikan di bawah ini. <1> Buat kode abnormalitas output untuk lampu peringatan airbag dengan menggunakan metode menunjukkan kode diagnosis yang keluar. <2> 4 detik, dan melepaskannya & Periksa waktu (dihitung dengan detik), dan hubungkan langsung ECU-T dan terminal E pada DLC selama 1 + / - 0. untuk 1 & + / - 0,4 detik. Ulangi pekerjaan ini empat kali, dan pada percobaan kelima, biarkan korsleting (shorted). Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System 27

SRS Airbag
PETUNJUK: Lihat Pedoman perbaikan untuk rincian metode menghapus kode diagnosis. CATATAN: Jika lampu peringatan airbag tidak berkedip cepat, ulangi operasi ini dari awal. <3> Di sini, jika kode telah dihapus, lampu peringatan akan berkedip cepat. <4> Setelah memori sudah dihapus, pastikan bahwa lampu peringatan padam . Biarkan kode diagnosis akan keluar lagi. Pastikan bahwa kode normal keluar. 14. Konektor Semua konektor di SRS airbag berwarna kuning untuk membedakan mereka dari konektor lainnya. Konektor memiliki fungsi khusus dan secara khusus SRS airbag dirancang untuk digunakan di lokasi yang ditunjukkan di sebelah kiri untuk memastikan keandalan yang tinggi. Konektor ini menggunakan terminal berlapis emas yang tahan lama. .

Type

Application Connectors 2, 4, 6, 8, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 19, 21, 23, 25

Terminal twin-lock mechanism

Terminal short circuiting mechanism

2, 4, 14, 16, 18, 20, 22, 24, 26

Half connection detection mechanism (CPA connector)

6

Connector twin-lock mechanism Half connection prevention mechanism

19

6, 8, 10, 12, 13, 15, 23

Connector lock mechanism (1)

17, 19, 21, 25

Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

28

SRS Airbag

Spacer

(1) Mekanisme Terminal twin-lock :
Housing

Female connector

Male connector

Mekanisme ini meningkatkan kekuatan terminal induk dan mencegah terminal terlepas keluar. Konektor memiliki dua potong komponen yang terdiri dari housing dan spacer. Bentuk ini memungkinkan terminal harus terkunci dengan aman dengan kunci kembar pada lance (kunci primer) dan spacer (kunci sekunder).

(2)Mekanisme Terminal korsleting (Terminal short circuiting Mechanism) (1) Mekanisme ini memungkinkan terminal power supply airbag dan terminal massa secara otomatis akan korsleting ketika konektor dilepaskan. (2) Pelat spring yang terkandung dalam setiap konektor membentuk sirkuit tertutup (beda potensial antara 2 terminal tidak terjadi) di sisi airbag untuk mencegah kesalahan selama operasi service. Mekanisme pendeteksian hubungan Setengah (CPA konektor) (1) mekanisme ini mendeteksi hubungan setengah pada konektor. (2) CPA dan konektor perempuan bergeser secara bersamaan ke sisi konektor laki-laki dan kunci primer berhubungan ketika konektor perempuan bergerak melewati bagian kunci dari konektor laki-laki. Dari titik ini, hanya CPA yang bergerak pada sisi konektor laki-laki, dan kunci sekunder berkaitan ketika CPA stopper bergerak melewati konektor perempuan. Setelah sambungan selesai, CPA dan konektor perempuan meluruskan sisi belakang.

Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

29

SRS Airbag
(3) Mekanisme pencegahan hubungan setengah: (Half connection prevention mechanism):
Stopper Rebounded by slider (Spring)

Stopper Slider Locking part Locking arm

Spring

Jika konektor tidak terhubung dengan sempurna, dia akan terputus karena pegasnya tidak bisa beroperasi lagi (4) Mekanisme penguncian konektor (Connector lock mechanism) Dengan menguci konektor akan mengamankan hubungan konektor itu. .

Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

30

Perhatian

Tindakan pencegahan untuk Kantong udara dan Seat Belt
Negative ( - ) terminal cable

Penanganan Pretensioner

1. Uraian Kesalahan menangani perbaikan atau urutan prosedur bisa menyebabkan pengembangan yang tidak disengaja dalam perbaikan. Hal ini bisa menyebabkan kecelakaan serius. Selanjutnya bila kesalahan terjadi pada perbaikan pada sistem supplemental restraint , SRS airbag bisa jadi tidak berfungsi saat diperlukan. Sebelum perbaikan atau penggantian komponen, pemeriksaan atau pemindahan, pastikan untuk membaca perhatian di bawah ini. Kemudian ikuti prosedur yang benar seperti dijelaskan dalam Buku Pedoman Reparasi.. 2. Tindakan pencegahan • Gejala gangguan dalam sistem supplemental restraint agak sulit untuk dikonfirmasi. Maka kode diagnosis gangguan menjadi sangat penting sebagai sumber informasi pada pemecahan masalah. Bila melakukan perbaikan pada sistem supplemental restraint, selalu periksa kode trouble diagnostik sebelum memutuskan hubungan baterainya. • Pekerjaan harus dimulai setelah 90 detik dari saat switch pengapian diputar ke posisi LOCK dan kabel terminal negatif (-) dilepas dari baterai. Sistem supplemental restraint dilengkapi dengan catu daya ( power supply)cadangan, karena itu pekerjaan harus dimulai setelah 90 detik setelah terputus hubungannya dengan baterai, bila tidak SRS airbag bisa mengembang. Bila terminal negatif dilepaskan, maka memori jam dan sistem audio akan terhapus, maka sebaiknya catatlah sebelum memulai pekerjaan ini. Sehingga dapat di-set kembali setelah pekerjaaan ini selesai. Untuk menjaga terhapusnya memori jangan menggunakan catu daya ( power supply)cadangan dari sumber baterai lain. • Jika pad roda kemudi, airbag penumpang depan, airbag samping, curtain shield airbag, center airbag sensor , atau curtain shield airbag sensor telah jatuh, atau jika ada retak , penyok atau cacat lainnya dalam kasus, braket atau konektor, menggantinya dengan yang baru.

Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

31

Perhatian
REFERENSI: Waktu yang dibutuhkan untuk mulai bekerja setelah lepaskan kabel negatif dilepas, mungkin akan lebih lama dari yang disebutkan di atas atau di manual layanan, jika kendaraan yang dilengkapi dengan speaker dengan memiliki output watt keluar yang atau seperti instrument listrik yang dipasang berisi kondensor atau sirkuit. Jangan memberik kejutan / benturan ke pad kemudi dan sabuk pengaman pretensioners dan tidak jangan membawa magnet dekat dengan mereka. Waktu yang dibutuhkan untuk mulai bekerja setelah melepas kabel negatif baterai menjadi lebih lama dari yang disebutkan sebelumnya, apabila terpasang peralatan dengan rangkaian sirkuit termasuk sircuit yang bisa dipakai untuk kapasitor atau kapasitor seperti high power speaker (bertenaga tinggi) atau amplifier . 3. SRS airbag dan seat belt pretensioner · Selalu simpan yang diganti atau airbag baru dengan inflator-nya menghadap ke depan. Tempatkan dengan permukaan airbag menghadap ke bawah, sebab meletakkan sesuatu di atasnya bisa berbahaya bila airbag mengembang secara tidak disengaja. · Jangan mengukur hambatan pada initiator airbag. Hal ini menyebabkan airbag mengembang. · Jaga agar lemak tidak pernah menempel saat menangani airbag, dan jangan cuci airbag dengan deterjen atau apapun. · Simpan bila temperatur sekeliling tetap di bawah 93* C ( 200*F) tanpa kelembaban tinggi atau kebisingan listrik. · Saat membuang airbag, hendaknya airbag dikembangkan dahulu sebelum dibuang dengan menggunakan SST. Lakukan pekerjaan ini di tempat yang aman dan jauh dari kebisingan listrik. 4. Center airbag sensor assembly · Jangan pernah menggunakan kembali center airbag sensor yang pernah terpakai dalam tabrakan dimana airbag-nya telah mengembang. · Konektor ke sensor bisa dihubungkan atau tidak dihubungkan dari sensor utama dalam keadaan sensor utama tersebut dipasang di atas lantai. Bila konektor tersebut terhubung atau tidak terhubung saat sensor utama tidak dipasang di lantai, kemungkinan menyebabkan pengembangan yang tidak sengaja pada sistem supplemental restraint. · Pekerjaan harus dimulai 90 detik setelah switch pengapian diputar pada posisi LOCK dan terminal
Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

Example : CORRECT WRONG

Mark

32

Perhatian
kabel negatif (-) baterai diputuskan, meskipun hanya menyetel baut sedikit.

5. Wire harness dan connector
SRS wire harness terintegrasi dengan panel instrumen pemasangan wire harness. Bila SRS wire harness menjadi tidak terhubung atau konektor putus karena tabrakan atau hal lain, perbaiki atau ganti.

6. Kabel Spiral (pada switch combinasi)
Roda kemudi harus terpasang secara benar pada jalur kemudi dengan kabel spiral pada posisi netral, untuk menjaga agar tidak terjadi kabel putus atau gangguan lain.

Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

33

Penanganan SRS Airbag dan Seat Belt Pretensioner
Perhatian untuk pengembangan Airbag/Seat Belt Pretensioner 1. Penjelasan (Description) Bila membuang komponen kendaraan yang dilengkapi dengan SRS airbag dan seat belt pretensioner atau membuang pad roda kemudi (dengan airbag), airbag penumpang depan assy, seat belt depan assy (dengan airbag samping assy), curtain shield airbag assy atau sabuk luar tempat duduk depan (dengan seat belt pretensioner), selalu kembangkan terlebih dahulu airbag-nya dan aktifkan seat belt pretensioner sesuai dengan prosedur yang dijelaskan pada Buku Pedoman Perbaikan. 2. PERHATIAN · Bila mengembangkan SRS airbag atau seat belt
pretensioner, selalu gunakan alat khusus yaitu SST SRS airbag (09082-00700). Lakukan pekerjaan di tempat yang jauh dari kebisingan listrik. · Bila mengembangkan SRS airbag atau seat belt pretensioner, lakukan pekerjaan paling tidak 10 m (33 ft) jaraknya dari pad roda kemudi, airbag penumpang depan assembly, airbag samping assembly, curtain shield airbag assembly atau seat belt pretensioner. · SRS airbag dan seat belt pretensioner menghasilkan suara ledakan bila dikembangkan, maka lakukan pekerjaan di luar dimana tidak akan menghasilkan gangguan bagi area sekeliling. · Pad roda kemudi (dengan airbag), airbag penumpang depan assy, airbag samping assy, curtain shield airbag assy dan sabuk luar tempat duduk depan (dengan seat belt pretensioner) menjadi sangat panas bila dikembangkan. Maka tinggalkan selama 30 menit setelah dikembangkan. · Gunakan sarung tangan atau semacamnya bila menangani pad roda kemudi dengan airbag yang mengembang, airbag penumpang depan assy yang mengembang, sabuk luar tempat duduk depan dengan seat belt pretensioner yang mengembang, airbag samping assy yang mengembang atau curtain shield airbag assembly yang mengembang. · Selalu cuci tangan dengan air setelah menyelesaikan pekerjaan. · Jangan menggunakan air untuk pad roda kemudi dengan airbag yang mengembang, airbag penumpang depan assy yang mengembangsabuk luar tempat duduk depan dengan seat belt pretensioner yang mengembang, airbag samping assy yang mengembang atau curtain shield airbag assembly yang mengembang.

PETUNJUK: · Setelah membuka unlocking sensor, hati-hati
agar airbag atau seat belt pretensioner tipe M tidak terjatuh.

Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

34

Penanganan SRS Airbag dan Seat Belt Pretensioner
· Selalu berdiri paling tidak 5 m (16 feet) jauhnya
dari airbag atau seat belt pretensioner tipe M bila hendak mengembangkannya.

Deploy the airbags and seat belt pretensioners by applying electricity to the initiator using the SST (airbag deployment tool). Example : Battery

5 m or more

(1/1)

Example :

5m (16ft) 400mm (15.75 in.) Bolt dimensions: Length 35 mm (1.38 in.) BoltPitch 1.0 mm (0.038 in.) sensor lock plate

REFERENCE:
Airbag/seat belt pretensioner tipe M: Bongkar pad roda kemudi (dengan airbag) dan sabuk luar tempat duduk depan (dengan seat belt pretensioner) dari kendaraan. Buka sensor lock dan kembangkan dengan menundukkan sensornya dan kejutkan dengan menghadapkan bagian muka ke depan dan menjatuhkannya ke lantai.

Bolt

Clip

Paper 2.5mm or more

Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

35

Penanganan SRS Airbag dan Seat Belt Pretensioner

Example :

CAUTION Do not use a wire harness when the outer diameter of the stripped wire harness is smaller than approx. 1.3 mm (surface area: Steering wheel pad 1.25mm2). If this is not observed, there is the risk of the (with airbag) harnessbreaking when the airbag Disc wheel is deployed. Battery Wire harness diameter 5 m (16 ft) or more Stripped wire harness section

Bila membuang SRS Airbag/Seat Belt Pretensioner SRS airbag/seat belt pretensioner
Bongkar pad roda kemudi (dengan airbag), airbag penumpang depan assembly, airbag samping assembly, curtain shield airbag assembly dan/atau sabuk luar tempat duduk depan (dengan seat belt pretensioner) dari kendaraan. Amankan ke dalam velg roda atau karet dengan cara mengikat dengan kawat yang kuat dan kembangkan dengan listrik ke initiator-nya memakai SST.

SST

Tires (3 or more)

Tires (5 or more)

Tires (5 or more)

REFERENSI:
Tires (5 or more)

Airbag/seat belt pretensioner tipe M: Lakukan hal yang sama bila men-skrap kendaraan.

Pembuangan Letakkan airbag bekas yang sudah dikembangkan dan seat belt pretensioner dalam kantong plastik, ikat kuat dan buang pada tempat sampah industri. PERINGATAN: 1. Bila airbag dan/atau seat belt pretensioner
sudah penah mengembang, maka komponenkomponen di bawah ini menjadi sangat panas, maka biarkan dahulu sekitar 30 menit setelah pengembangan.

· Pad roda kemudi (dengan airbag) · Airbag penumpang depan assembly · Sabuk luar tempat duduk depan (dengan seat belt
pretensioner) · Airbag samping assembly

· Curtain shield airbag assembly 2. Gunakan sarung tangan saat menangani
komponen di bawah ini. Jangan menyiramkan air pada benda benda ini.

· Pad roda kemudi dengan airbag bekas · Airbag penumpang depan assembly bekas · Sabuk luar tempat duduk depan dan seat belt
pretensioner bekas

· SideAirbag assembly bekas · Curtain shield airbag assembly bekas 3. Cuci tangan dengan air setelah menyelesaikan semua pekerjaan ini..
Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

36

Latihan Pertanyaan- 1
No. Pertanyaan
Beri tanda pada setiap pernyataan berikut tentang sistem SRS airbag benar atau salah..

True or False

Refer to page

1

SRS airbag adalah alat keamanan pasif dibuat untuk melindungi pemakai dari benturan saat terjadi tabrakan. Bila mengendarai mobil dengan memakai sistem airbag , Anda tidak perlu memakai sabuk pengaman. SRS airbag adalah alat bantu sabuk pengaman, namun tidak bisa digantikan fungsinya. Bodi Crash Impact Absorbing Structure (CIAS) mempunyai struktur yang kuat pada bagian depan dan belakang bodi untuk melindungi pemakai dari benturan saat kecelakaan .

Benar

Salah al Salah

2

Benar

3

Benar

Salah

4

Benar

False

Pertanyaan- 2

Beri tanda pada setiap pernyataan berikut tentang sistem SRS airbag depan benar atau salah.

No.

Pertanyaan

Benar atau Salah
Benar

Refer to page

1

SRS airbag depan dibuat untuk aktif bila terjadi tabrakan frontal . Sensor airbag akan mendeteksi tingkat kekuatan benturan yang ditetapkan untuk mengaktifkannya.

Salah

2

SRS airbag depan melindungi penumpang dari benturan yang datang dari segala arah. SRS airbag depan dibuat untuk tidak aktif bila ada benturan dari belakang. SRS airbag depan dibuat hanya untuk aktif satu kali, maka tidak diperlukan komponen pengganti setelah terpakai..

Benar

Salah

3

Benar

Salah

4

Benar

Salah

Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

37

Latihan Pertanyaan- 3
Beri tanda pada setiap pernyataan yang berkaitan dengan komponen dalam sistem SRS airbag benar atau salah.

No.

Pertanyaan

Benar atau Salah
Benar

Refer to page

1

SRS airbag untuk tempat duduk pengemudi terpasang dalam roda kemudi dan tidak bisa dilepas. Kontrol inflator tipe dual-stage mengendalikan bekerjanya airbag dalam dua tingkat. Inflator untuk penumpang depan tersimpan dalam sarung boks di samping penumpang.

Salah

2

Benar

Salah

3

Benar

Salah

Pertanyaan- 4

Pada setiap sirkuit built-in atau sensor pada center airbag sensor berikut ( 1 sampai 4) pilih pernyataan yang benar (a sampai d). 1. 2. 3. 4. a a a a b b b b c c c c d d d d

1. 2. 3. 4.

Deceleration sensor Diagnosis circuit Safing sensor Ignition control circuit

a.

Berdasarkan pengurangan kecepatan pada kendaraan yang terjadi saat tabrakan dari depan, distorsi yang terjadi pada sensor kemudian diubah menjadi sinyal elektrik Hal itu didiagnosis secara terus menerus untuk suatu gangguan dalam sistem airbag dan diinformasikan ke pengemudi dengan isyarat kedipan lampu peringatan.

b.

c.

Bila deselerasi kecepatan terjadi secara tiba-tiba dan sensornya mendeteksi hal ini maka alat itu segera mengkalkulasi dan apabila ditentukan airbag harus aktif maka segera dikirim sinyal perintah untuk mengaktifkan airbag. Ini untuk menjaga agar airbag tidak mengembang secara tidak disengaja atau aktif pada saat belum diperlukan.

d.

Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

38

Latihan

Pertanyaan- 5

Beri tanda pada pernyataan yang berkaitan dengan fungsi system SRS Airbag Benar atau Salah.

No.

Pertanyaan

Benar atau Salah
Benar

Refer to page

1

Airbag depan dan seat belt pretensioner akan aktif bila sensor deselerasi dan safing sensor pada center airbag sensor aktif.

Salah

2

Safing sensor pada center airbag sensor dibuat akan aktif pada adanya penurunan kecepatan ketika dibandingkan dengan yang terdapat pada sensor deselerasi.

Benar

Salah

3

Safing sensor pada center airbag sensor dibuat akan aktif pada daya penurunan kecepatan yang sama dengan yang ada terdapat pada sensor deselerasi. Pada tabrakan dari depan center airbag sensor akan mengaktifkan airbag samping dan seat belt pretensioner.

Benar

Salah

4

Benar

Salah

Pertanyaan- 6
Beri tanda pada setiap pernyataan berikut tentang fungsi self-diagnostic pada sistem SRS airbag benar atau salah.

No.

Pertanyaan

Benar atau Salah
Benar

Refer to page

1

Dalam sistem SRS airbag, kode diagnosis bisa menampilkan kode gangguan saat ini maupun kode gangguan yang telah lewat.

Salah

2

Kode diagnosis sistem SRS airbag bisa dilihat hanya dengan handheld tester. Kode diagnosis sistem SRS airbag bisa dibaca dengan wire harness atau hand-held tester.

Benar

Salah

3

Benar

Salah

Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

39

Latihan

Diagnosis Technician – Course 3 – Electrical 2 – SRS Air Bag System

40

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->