P. 1
02 ILMU TAJWID

02 ILMU TAJWID

|Views: 369|Likes:
Published by IfqyYanto

More info:

Published by: IfqyYanto on Jul 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/11/2013

pdf

text

original

Sections

ILMU TAJWID Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam, Yang telah mengijinkan penyusun menyelesaikan

Pelajaran Ilmu Tajwid ini. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah SAW, keluarganya dan para sahabatnya. Pelajaran Ilmu Tajwid ini berawal dari keinginan penyusun untuk menyediakan materi yang bisa mendukung penyelenggaraan Program Pendidikan Subuh untuk Anak-Anak di Perumahan Citramas Indah & Sekitarnya yang dilaksanakan atas kerjasama antara Seksi Pendidikan Masjid Al-Muhajirin dengan Ikatan Remaja Masjid Al-Muhajirin dan juga sebagai bahan pegangan bagi anak-anak yang tengah belajar membaca Al-Qur’an di Taman Pendidikan Al-Qur’an Al-Muhajirin, Citramas Indah, Batu Besar, Batam. Semoga Allah SWT melindungi pengguna Pelajaran Ilmu Tajwid ini dari segala kekurangan yang disebabkan karena keterbatasan ilmu penyusun. Amin. Mudah-mudahan Allah SWT dapat menjadikan Pelajaran Ilmu Tajwid ini bermanfaat bagi mereka yang sedang belajar membaca Al-Qur’an, khususnya bagi anak-anak penyusun sendiri, yaitu: Fadhil Ilma, Ihsan Ilma dan Salsabila Saumi Ilma. Dan mudahmudahan Pelajaran Ilmu Tajwid ini juga bisa dijadikan pedoman oleh istri penyusun, Ema Malini dalam membimbing anak-anak kami.

Batam, Januari 2007 Erman

1

Pendahuluan Pengertian & Hukum
Pengertian Tajwid menurut bahasa (ethimologi) adalah: memperindah sesuatu. Sedangkan menurut istilah, Ilmu Tajwid adalah pengetahuan tentang kaidah serta cara-cara membaca Al-Quran dengan sebaik-baiknya. Tujuan ilmu tajwid adalah memelihara bacaan Al-Quran dari kesalahan dan perubahan serta memelihara lisan (mulut) dari kesalahan membaca. Belajar ilmu tajwid itu hukumnya fardlu kifayah, sedang membaca Al-Quran dengan baik (sesuai dengan ilmu tajwid) itu hukumnya Fardlu ‘Ain. Dalil Wajib Mempraktekkan Tajwid Dalam Setiap Pembacaan Al-Qur’an:

1. Dalil dari Al-Qur’an.
Firman Allah s.w.t.:

Artinya: Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan/tartil (bertajwid) [Q.S. Al-Muzzammil (73): 4]. Ayat ini jelas menunjukkan bahwa Allah s.w.t. memerintahkan Nabi s.a.w. untuk membaca AlQur’an yang diturunkan kepadanya dengan tartil, yaitu memperindah pengucapan setiap hurufhurufnya (bertajwid). Firman Allah s.w.t. yang lain:

Artinya: Dan Kami (Allah) telah bacakan (Al-Qur’an itu) kepada (Muhammad s.a.w.) secara tartil (bertajwid) [Q.S. Al-Furqaan (25): 32].

2. Dalil dari As-Sunnah.
Dalam hadits yang diriwayatkan dari Ummu Salamah r.a. (istri Nabi s.a.w.), ketika beliau ditanya tentang bagaiman bacaan dan sholat Rasulullah s.a.w., maka beliau menjawab:

Artinya: "Ketahuilah bahwa Baginda s.a.w. sholat kemudian tidur yang lamanya sama seperti ketika beliau sholat tadi, kemudian Baginda kembali sholat yang lamanya sama seperti ketika

2

beliau tidur tadi, kemudian tidur lagi yang lamanya sama seperti ketika beliau sholat tadi hingga menjelang shubuh. Kemudian dia (Ummu Salamah) mencontohkan cara bacaan Rasulullah s.a.w. dengan menunjukkan (satu) bacaan yang menjelaskan (ucapan) huruf-hurufnya satu persatu." (Hadits 2847 Jamik At-Tirmizi) Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abdullah Ibnu ‘Amr, Rasulullah s.a.w. bersabda:

Artinya: "Ambillah bacaan Al-Qur’an dari empat orang, yaitu: Abdullah Ibnu Mas’ud, Salim, Mu’az bin Jabal dan Ubai bin Ka’ad." (Hadits ke 4615 dari Sahih Al-Bukhari).

3. Dalil dari Ijma' Ulama.
Telah sepakat para ulama sepanjang zaman sejak dari zaman Rasulullah s.a.w. sampai dengan sekarang dalam menyatakan bahwa membaca Al-Qur’an secara bertajwid adalah suatu yang fardhu dan wajib. Pengarang kitab Nihayah menyatakan: "Sesungguhnya telah ijma’ (sepakat) semua imam dari kalangan ulama yang dipercaya bahwa tajwid adalah suatu hal yang wajib sejak zaman Nabi s.a.w. sampai dengan sekarang dan tiada seorangpun yang mempertikaikan kewajiban ini."

Tingkatan Bacaan
Terdapat 4 tingkatan atau mertabat bacaan Al Quran yaitu bacaan dari segi cepat atau perlahan:

1. At-Tahqiq:
Bacaannya seperti tartil cuma lebih lambat dan perlahan, seperti membetulkan bacaan huruf dari makhrajnya, menepatkan kadar bacaan mad dan dengung. Tingkatan bacaan tahqiq ini biasanya bagi mereka yang baru belajar membaca Al Quran supaya dapat melatih lidah menyebut huruf dan sifat huruf dengan tepat dan betul.

2. Al-Hadar:
Bacaan yang cepat serta memelihara hukum-hukum bacaan tajwid. Tingkatan bacaan hadar ini biasanya bagi mereka yang telah menghafal Al Quran, supaya mereka dapat mengulang bacaannya dalam waktu yang singkat.

3. At-Tadwir:
Bacaan yang pertengahan antara tingkatan bacaan tartil dan hadar, serta memelihara hukumhukum tajwid.

3

4. At-Tartil
Bacaannya perlahan-lahan, tenang dan melafazkan setiap huruf dari makhrajnya secara tepat serta menurut hukum-hukum bacaan tajwid dengan sempurna, merenungkan maknanya, hukum dan pengajaran dari ayat. Tingkatan bacaan tartil ini biasanya bagi mereka yang sudah mengenal makhraj-makhraj huruf, sifat-sifat huruf dan hukum-hukum tajwid. Tingkatan bacaan ini adalah lebih baik dan lebih diutamakan.

Huruf Hijaiyah

Terdapat 28 huruf dasar (asas/asli) di dalam Al-Quran dan 2 huruf pengganti yang dikenal juga dengan nama huruf-huruf Hijaan atau Hijaiyah, yaitu: Huruf Bacaan qaf kaf lam mim nun wau ha' lam-alif hamzah ya Huruf Bacaan zay sin syin shad dhad tha zha 'ain ghain fa Huruf Bacaan alif ba ta tsa jim ha kha dal dzal ra

4

Lam-Alif, Hamzah,...
 Lam-alif ( Huruf ). merupakan kombinasi dari 2 huruf yaitu: huruf ). (lam) diikuti oleh huruf (alif).

 Hamzah ( Huruf

bisa ditulis secara: (hamzah) (alif): (alif hamzah atas) atau (alif hamzah bawah)

a. Berdiri sendiri:

b. Di atas atau di bawah huruf c. Di atas huruf d. Di atas huruf
hamzah bawah)

(ya) tanpa dua titik di bawahnya: (wau): (wau hamzah). (lam-alif):

(ya hamzah)

e. Di atas atau di bawah huruf

(lam-alif hamzah atas) atau

(lam-alif

 Ta marbuthah ( Huruf dibaca seperti huruf seperti huruf

). tersebut tersebut dibaca (ha’). Jika bacaan tidak berhenti pada kata itu maka huruf

hanya muncul di akhir kata. Jika bacaan berhenti pada kata itu maka huruf (ta).

Al-Israa’ (17): 39

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

 Alif Maksurah (
Huruf yaitu huruf

). (alif) yang ditulis seperti huruf (ya) namun tanpa dua titik di bawahnya.

Huruf hanya muncul di akhir kata dan berfungsi sebagai tanda baca panjang, sebagaimana huruf (alif) juga bisa berfungsi seperti itu.

5

Al-Israa’ (17): 39

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Tanda-Tanda Baris
 Baris di atas (Fathah) Memberikan bunyi vokal 'a', contoh:  Baris di bawah (Kasrah) Memberikan bunyi vocal 'i', contoh:  Baris di hadapan (Dhammah) Memberikan bunyi vokal 'u', contoh:  Tanda mati (Sukun) Tanda sukun di atas sebuah huruf berarti huruf itu mati, contoh:  Baris dua di atas (Fathatain) Memberikan bunyi 'an', contoh:  Baris dua di bawah (Kasratain) Memberikan bunyi 'in', contoh: (bin). (ban). (ab) (bu) (bi) (ba)

 Baris dua di hadapan (Dhammatain) Memberikan bunyi 'un', contoh:  Sabdu di atas (Syaddah Fathah) Contoh: (abba). (bun).

6

 Sabdu di bawah (Syaddah Kasrah) Contoh: (abbi).

 Sabdu di hadapan (Syaddah Dhammah) Contoh: (abbu).

 Sabdu dua di atas (Syaddah Fathatain) Contoh: (abban).

 Sabdu dua di bawah (Syaddah Kasratain) Contoh: (abbin).

 Sabdu dua di hadapan (Syaddah Dhammatain) Contoh: (abbun). dibaca panjang 2 harakat (hitungan)

 Fathah-alif Contoh: (baa).

 Kasrah-alif Contoh: (bii).

dibaca panjang 2 harakat (hitungan)

 Dhammah terbalik Contoh: (buu).

dibaca panjang 2 harakat (hitungan)

 Maddah
Contoh:

dibaca panjang antara 3 sampai dengan 4 harakat (hitungan) (baaa) .

Bentuk-Bentuk Huruf

7

Belakang Tengah Depan Asas

Belakang Tengah Depan Asas

Makhraj Huruf

8

Prolog
Tiap-tiap huruf hijaiyah mempunyai tempat keluarnya masing-masing dari bagian-bagian mulut tertentu. Tempat keluar huruf ini dinamakan Makhraj. Makhraj huruf ini dapat dikelompokkan atas: Kelompok huruf-huruf Halqiah (Tenggorokan) 1. 2. 3. 4. 5. 6. Kelompok huruf-huruf Lahawiyah (Tekak) Kelompok huruf-huruf Syajariah (Tengah Lidah) Kelompok huruf-huruf Asaliyah (Ujung Lidah) Kelompok huruf-huruf Dzalaqiyah (Pinggir Lidah) Kelompok huruf-huruf Nith'iyah (Langit-langit Mulut) Kelompok huruf-huruf Litsawiyah (Gusi) 7. Kelompok huruf-huruf Syafawiyah (Bibir)

Huruf-Huruf Halqiyah
Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Huruf-hurufnya adalah: hamzah, ha', 'ain, ha, ghain dan kha. Huruf hamzah dan ha’ makhrajnya di tenggorokan bagian dalam. Huruf ‘ain dan ha makhrajnya di tenggorokan bagian tengah. Huruf ghain dan kha makhrajnya di tenggorokan bagian luar.

Huruf-Huruf Lahawiyah
Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

9

Huruf-hurufnya adalah: qaf dan kaf. Huruf qaf makhrajnya di pangkal lidah dekat tenggorokan, sejajar dengan langit-langit lunak. Huruf kaf makhrajnya di pangkal lidah, sejajar dengan langit-langit lunak, sedikit di bawah makhraj qaf.

Huruf-Huruf Syajariah
Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Huruf-hurufnya adalah: jim, syin, ya dan dhad. Huruf jim, syin dan ya makhrajnya di lidah bagian tengah, sejajar dengan langit-langit keras bagian atas. Huruf dhad makhrajnya di sisi lidah, sejajar dengan geraham bagian atas.

Huruf-Huruf Asaliyah
Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

10

Huruf-hurufnya adalah: zay, sin dan shad. Huruf zay, sin dan shad makhrajnya di ujung lidah lewat gigi seri atas, yaitu di atas gigi seri bawah dengan sedikit kelonggaran.

Huruf-Huruf Dzalaqiyah
Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Huruf-hurufnya adalah: lam, nun dan ra. Huruf lam makhrajnya adalah di ujung lidah sejajar dengan gusi atas. Huruf nun makhrajnya adalah di ujung lidah, sedikit di bawah makhraj lam. Huruf ra makhrajnya adalah di ujung lidah, sedikit di bawah makhraj nun.

Huruf-huruf Nith'iyah
Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

11

Huruf-hurufnya adalah: tha, dal dan ta. Huruf tha, dal dan ta makhrajnya di ujung lidah lewat pangkal gigi seri atas.

Huruf-huruf Litsawiyah
Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Huruf-hurufnya adalah: zha, dal dan tsa. Huruf zha, dal dan tsa keluar dengan menempelkan ujung lidah di ujung gigi seri atas.

Huruf-huruf Syafawiyah
Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

12

Huruf-hurufnya adalah: ba, wau, mim dan fa. Huruf ba, wau dan mim makhrajnya di antara dua bibir. Huruf fa makhrajnya di bagian dalam bibir bawah serta ujung gigi seri atas.

Sifat-Sifat Huruf Sifat-Sifat Berlawanan Jahr & Hams
Jahr, yaitu: Tertahannya nafas di tempat makhraj ketika melafalkan huruf karena persentuhan/tempelan antara dua organ penutur sangat kuat di tempat makhraj tersebut. Sifatnya kuat, lawannya Hams. Hurufnya ada 18, yaitu selain huruf-huruf Hams. Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Hams, yaitu: Meluncurnya nafas ketika melafalkan huruf tanpa ada hambatan, karena persentuhan antara dua organ penutur di tempat makhraj sangat lemah. Sifatnya lemah, lawannya Jahr. Hurufnya ada 10, yaitu yang tergabung dalam kalimat:

13

Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Isti'la' & Istifal
Isti'la', yaitu: Terangkatnya sebagian besar lidah ketika melafalkan huruf. Sifatnya kuat, lawannya Istifal. Hurufnya ada 7, yaitu yang tergabung dalam kalimat: Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Istifal, yaitu: Menuturkan huruf dengan menurunkan sebagian besar lidah ke dasar permukaan mulut. Sifatnya lemah, lawannya Isti'la'. Hurufnya ada 21, yaitu selain huruf-huruf Isti'la'.

14

Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Ithbaq & Infitah
Ithbaq, yaitu: Mengangkat lidah ke arah langit-langit lunak ketika melafalkan huruf. Sifatnya kuat, lawannya Infitah. Hurufnya ada 4, yaitu: Shad, Dhad, Tha dan Zha. Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Infitah, yaitu: Merenggangkan lidah dari langit-langit lunak ketika melafalkan huruf. Sifatnya lemah, lawannya Ithbaq. Hurufnya ada 24, semua huruf hijaiyah selain Shad, Dhad, Tha dan Zha. Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

15

Ishmat & Idzlaq
Ishmat, yaitu: Huruf yang agak berat dan tidak dapat dilafalkan dengan cepat karena makhrajnya jauh dari ujung lidah. Sifatnya kuat, lawannya Idzlaq. Hurufnya ada 22, yaitu selain huruf Idzlaq. Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Idzlaq, yaitu: Huruf yang dapat diucapkan dengan ringan dan cepat karena makhrajnya di ujung lidah. Sifatnya lemah, lawannya Ishmat. Hurufnya ada 6, yaitu yang tergabung dalam kata: Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Syiddah & Rakhawah
Syiddah, yaitu: Menahan suara sejenak di tempat makhraj, kemudian melepaskannya secara tiba-tiba bersama udara. Sifatnya kuat, lawannya Rakhawah. Hurufnya ada 8, yaitu yang tergabung dalam kalimat: 16

Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Rakhawah, yaitu: Meluncurnya suara ketika melafalkan huruf tanpa ada hambatan karena pertemuan dua organ penutur di tempat makhraj lemah. Sifatnya lemah, lawannya Syiddah. Hurufnya ada 15, yaitu selain huruf Syiddah dan Mutawassith. Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Sifat-Sifat Tunggal Mutawassith
Mutawassith (Pertengahan), yaitu: Menyederhanakan suara ketika melafalkan huruf. Sifatnya antara Syiddah dan Rakhawah. Hurufnya ada 5, yaitu yang tergabung dalam kalimat:

17

Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Shafir
Shafir, yaitu: Suara tambahan yang mirip suara siulan. Sifatnya kuat. Hurufnya ada 3, yaitu: Zay, Sin dan Shad Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Qalqalah
Qalqalah, yaitu: Terjadinya getaran sewaktu menuturkan huruf yang sukun, sehingga terdengar semacam aspirasi suara yang kuat. Sifatnya kuat. Hurufnya ada 5, yaitu yang tergabung dalam kalimat:

18

Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Layin
Layin, yaitu: Keluarnya suara dengan mudah dan memanjang. Sifatnya lemah. Hurufnya ada 2, yaitu: Wau dan Ya. Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Inhiraf
Inhiraf, yaitu: Beralihnya suatu huruf setelah keluar dari makhrajnya kepada makhraj huruf lain. Sifatnya kuat. Hurufnya ada 2, yaitu: Lam dan Ra.

19

Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Takrir
Takrir, yaitu: Bergetarnya ujung lidah ketika melafalkan huruf. Sifatnya kuat. Hurufnya ada 1, yaitu: Ra. Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Tafasysyi
Tafasysyi, yaitu: Tersebarnya udara dalam mulut ketika melafalkan huruf. Sifatnya kuat. Hurufnya ada 1, yaitu: Syin.

20

Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Istithalah
Istithalah, yaitu: Memanjangnya suara pada makhraj huruf. Sifatnya kuat. Hurufnya ada 1, yaitu: Dhad. Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Khafa'
Khafa', yaitu: Hilangnya sebagian suara huruf ketika melafalkannya. Sifatnya lemah. Hurufnya ada 3, yaitu: Ha, Wau dan Ya.

21

Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Ghunnah
Ghunnah, yaitu: Hilangnya sebagian suara huruf ketika melafalkannya. Sifatnya lemah. Hurufnya ada 3, yaitu: Ha, Wau dan Ya. Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Sifat Masing-Masing Huruf

Pilih Huruf & Klik

22

Hamzah
Termasuk kelompok huruf-huruf Halqiyah (Tenggorokan) Sifat-sifatnta: Jahr - Istifal - Infitah - Ishmat - Syiddah

Pilih Huruf & Klik

Ba
Termasuk kelompok huruf-huruf Syafawiyah (Bibir) Sifat-sifatnta: Jahr - Istifal - Infitah - Idzlaq - Syiddah - Qalqalah

Pilih Huruf & Klik

Tsa
Termasuk kelompok huruf-huruf Litsawiyah (Gusi) Sifat-sifatnta: Hams - Istifal - Infitah - Ishmat - Rakhawah

Pilih Huruf & Klik

23

Jim Termasuk kelompok huruf-huruf Syajariyah (Tengah Lidah) Sifat-sifatnta: Jahr - Istifal - Infitah - Ishmat - Syiddah - Qalqalah Pilih Huruf & Klik

Ha
Termasuk kelompok huruf-huruf Halqiyah (Tenggorokan) Sifat-sifatnta: Hams - Istifal - Infitah - Ishmat - Rakhawah

Pilih Huruf & Klik

24

Kha Termasuk kelompok huruf-huruf Halqiyah (Tenggorokan) Sifat-sifatnta: Hams - Isti'la' - Infitah - Ishmat - Rakhawah Pilih Huruf & Klik

Dal
Termasuk kelompok huruf-huruf Nith'iyah (Langit-Langit) Sifat-sifatnta: Jahr - Istifal - Infitah - Ishmat - Syiddah - Qalqalah

Pilih Huruf & Klik

Dzal
Termasuk kelompok huruf-huruf Litsawiyah (Gusi) Sifat-sifatnta: Jahr - Istifal - Infitah - Ishmat - Rakhawah

Pilih Huruf & Klik

25

Ra
Termasuk kelompok huruf-huruf Dzalaqiyah (Pinggir Lidah) Sifat-sifatnta: Jahr - Istifal - Infitah - Idzlaq - Mutawassith - Inhiraf Takrir

Pilih Huruf & Klik

Zay
Termasuk kelompok huruf-huruf Asaliyah (Ujung Lidah) Sifat-sifatnta: Jahr - Istifal - Infitah - Ishmat - Rakhawah - Shafir

Pilih Huruf & Klik

26

Sin
Termasuk kelompok huruf-huruf Asaliyah (Ujung Lidah) Sifat-sifatnta: Hams - Istifal - Infitah - Ishmat - Rakhawah - Shafir

Pilih Huruf & Klik

Syin
Termasuk kelompok huruf-huruf Syajariyah (Tengah Lidah) Sifat-sifatnta: Hams - Istifal - Infitah - Ishmat - Rakhawah - Tafasysyi

Pilih Huruf & Klik

27

Shad
Termasuk kelompok huruf-huruf Asaliyah (Ujung Lidah) Sifat-sifatnta: Hams - Isti'la' - Ithbaq - Ishmat - Rakhawah - Shafir

Pilih Huruf & Klik

Dhad
Termasuk kelompok huruf-huruf Syajariyah (Tengah Lidah) Sifat-sifatnta: Jahr - Isti'la' - Ithbaq - Ishmat - Rakhawah - Istithalah

Pilih Huruf & Klik

28

Tha
Termasuk kelompok huruf-huruf Nith'iyah (Langit-Langit) Sifat-sifatnta: Jahr = Isti'la' - Ithbaq - Ishmat - Syiddah - Qalqalah

Pilih Huruf & Klik

Zha
Termasuk kelompok huruf-huruf Litsawiyah (Gusi) Sifat-sifatnta: Jahr - Isti'la' - Ithbaq - Ishmat - Rakhawah

Pilih Huruf & Klik

29

'Ain
Termasuk kelompok huruf-huruf Halqiyah (Tenggorokan) Sifat-sifatnta: Jahr - Istifal - Infitah - Ishmat - Mutawassith

Pilih Huruf & Klik

Ghain
Termasuk kelompok huruf-huruf Halqiyah (Tenggorokan) Sifat-sifatnta: Jahr - Isti'la' - Infitah - Ishmat - Rakhawah

Pilih Huruf & Klik

30

Fa
Termasuk kelompok huruf-huruf Syafawiyah (Bibir) Sifat-sifatnta: Hams - Istifal - Infitah - Idzlaq - Rakhawah

Pilih Huruf & Klik

Qaf
Termasuk kelompok huruf-huruf Lahawiyah (Tekak) Sifat-sifatnta: Jahr - Isti'la' - Infitah - Ishmat - Syiddah - Qalqalah

Pilih Huruf & Klik

31

Kaf
Termasuk kelompok huruf-huruf Lahawiyah (Tekak) Sifat-sifatnta: Hams - Istifal - Infitah - Ishmat - Syiddah

Pilih Huruf & Klik

Lam
Termasuk kelompok huruf-huruf Dzalaqiyah (Pinggir Lidah) Sifat-sifatnta: Jahr - Istifal - Infitah - Idzlaq - Mutawassith - Inhiraf

Pilih Huruf & Klik

32

Mim
Termasuk kelompok huruf-huruf Syafawiyah (Bibir) Sifat-sifatnta: Jahr - Istifal - Infitah - Idzlaq - Mutawassith - Ghunnah

Pilih Huruf & Klik

Nun
Termasuk kelompok huruf-huruf Dzalaqiyah (Pinggir Lidah) Sifat-sifatnta: Jahr - Istifal - Infitah - Idzlaq - Mutawassith - Ghunnah

Pilih Huruf & Klik

33

Ha'
Termasuk kelompok huruf-huruf Halqiyah (Tenggorokan) Sifat-sifatnta: Hams - Istifal - Infitah - Ishmat - Rakhawah - Khafa'

Pilih Huruf & Klik

Wau
Termasuk kelompok huruf-huruf Syafawiyah (Bibir) Sifat-sifatnta: Jahr - Istifal - Infitah - Ishmat - Rakhawah - Layin - Khafa'

Pilih Huruf & Klik

34

Ya
Termasuk kelompok huruf-huruf Syajariyah (Tengah Lidah) Sifat-sifatnta: Jahr - Istifal - Infitah - Ishmat - Rakhawah - Layin - Khafa'

Hukum Bacaan Wakaf
Wakaf: Dari sudut bahasa berarti berhenti/menahan. Menurut istilah tajwid, memutuskan suara di akhir kata untuk bernafas sejenak dengan niat meneruskan kembali bacaan.

Wakaf Lazim (harus), yaitu: Menghentikan bacaan pada rangkaian kata yang sempurna makna serta lafalnya (dari segi i'rab) dan maksudnya tidak tergantung dengan kata-kata berikutnya. Wakaf lazim disebut juga wakaf taam (sempurna) Wakaf Lazim ini bertanda: [ ]

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

35

Wakaf Ja'iz (boleh), yaitu: Bacaan yang boleh diwashal (disambung) atau diwakaf (berhenti). Kedudukan hukum wakaf ja'iz ini kadangkala sama (berhenti atau disambung), kadangkala disambung lebih baik dari berhenti dan kadangkala berhenti lebih baik dari disambung (yaitu menghentikan bacaan pada rangkaian kata yang tidak merusakkan maknanya). Wakaf ja'iz ini terbagi tiga, yaitu: yang terkadang disambung lebih baik, berhenti atau disambung sama baiknya dan yang terkadang berhenti lebih baik. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Wakaf Kafi (cukup), yaitu: Bacaan yang boleh diwashal atau diwakaf, akan tetapi wakaf lebih baik daripada washal. Dinamakan kafi karena berhenti di tempat itu dianggap cukup (lafal sempurna) dan tidak tergantung kepada kalimat sesudahnya sebab secara lafal tidak ada kaitannya. Wakaf Kafi ini bertanda: Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

36

Al-Baqarah (2): 205

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Wakaf Tasawi (sama), yaitu: Tempat berhenti yang sama hukumnya antara wakaf dan washal. Wakaf Tasawi ini bertanda: [ ]

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

An-Nisaa' (4): 12

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Wakaf Hasan (baik), yaitu: Bacaan yang boleh diwashal atau diwakaf, akan tetapi washal lebih baik daripada wakaf. Dinamakan hasan karena berhenti di tempat itu lebih baik. Wakaf Hasan ini bertanda: Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

37

Al-Maa'idah (5): 8

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Wakaf Muraqabah (terkontrol), yaitu: Terdapatnya 2 tempat wakaf di lokasi yang berdekatan, akan tetapi hanya boleh berhenti pada salah satu tempat saja. Wakaf muraqabah disebut juga ta'anuqul-waqfi (2 wakaf bertemu) Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Al-Baqarah (2): 2

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Wakaf Mamnuu' (dilarang), yaitu: Berhenti di tengah-tengah kalimat yang belum sempurna yang dapat mengakibatkan perubahan pengertian, karena mempunyai kaitan yang sangat erat –secara lafal dan maknadengan kalimat sesudahnya. Oleh karena itu, dilarang berhenti di tempat seperti ini. Wakaf Mamnuu’ ini bertanda: [ ]

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Al-Maa'idah (5): 53

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

38

Wakaf Saktah Lathifah (berhenti sejenak), yaitu: Memutuskan suara (selama 2 harakat) di akhir kata, tanpa bernafas. Saktah Lathifah ini bertanda: [ ]

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Al-Mutaffifiin (83): 14

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Hamzah
Hamzah: Dalam Al Qur’an, hamzah terbagi dua macam, yaitu hamzah qath’i (putus) dan hamzah washal (sambung) Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Hamzah Qath'i, yaitu: Hamzah yang ada dalam lisan sewaktu membaca dan ada pula dalam tulisan. Dinamakan hamzah qath'i karena pembaca memutuskan bacaan sebagian huruf tertentu dari huruf lain. Hamzah qath'i bisa terletak di awal, di pertengahan atau di akhir kalimat. Hamzah qath'i ini juga bisa terdapat pada kata benda (isim), kata kerja (fi'il) dan huruf (harf). Aturan bacaannya: Harus diucapkan dengan jelas (izhar). Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

39

Al-Fath (48): 1

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Hamzah Washal, yaitu: Hamzah yang diucapkan bila terdapat dipermulaan bacaan dan digugurkan ketika disambung dengan huruf sebelumnya. Dinamakan hamzah washal karena berfungsi sebagai penyambung dalam membaca huruf yang sukun di awal kalimat. Tandanya: huruf shad kecil di atas alif. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Hamzah Washal Dibaca Fathah, yaitu: Jika hamzah washal terdapat di awal kata benda (isim ma'rifat) yang ditandai dengan alif-lam di awal bacaan, maka hamzah tersebut dibaca fathah. Contoh: Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

40

Al-Fatihaah (1): 2

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Hamzah Washal Dibaca Kasrah, yaitu: Jika hamzah washal terdapat di awal kata kerja yang huruf keduanya berbaris fathah atau huruf ketiganya berbaris kasrah atau terletak pada bentuk mashdar dari fi'il madli (kata kerja bentuk lalu), maka hamzah tersebut dibaca kasrah. Contoh:

Catatan: Hamzah washal sama'i (tanpa kaidah) terdapat pula tujuh kata benda, yaitu:

Hamzah washal yang terdapat di awal kata pada awal bacaan, wajib dibaca kasrah. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

At-Taubah (9): 80

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Hamzah Washal Dibaca Dhammah, yaitu: Jika hamzah washal terdapat di awal kata kerja perintah (fi’il amr) yang huruf ketiganya berbaris dhammah, maka hamzah tersebut dibaca dhammah. Contoh: Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

41

Al-Hijr (15): 46

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Hamzah Washal Tidak Dibaca, yaitu: Dalam keadaan disambung, hamzah washal tidak dibaca karena huruf sukun berikutnya berkaitan dengan huruf sebelumnya. Dengan demikian hamzah washal tidak lagi dibutuhkan, karena itu hamzah tersebut tidak dibaca pada saat disambung. Hamzah washal dibaca fathah, kasrah atau dhammah jika berada di permulaan bacaan. Jika hamzah washal berada di tengah-tengah kalimat seperti:

Maka hamzah tersebut tidak dibaca sama sekali, karena penyebutannya ketika itu tidak ada kebutuhannya. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Al-Baqarah (2): 169

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Qalqalah
Qalqalah: Qalqalah menurut bahasa, berarti getaran.

42

Menurut istilah tajwid, getaran suara terjadi ketika mengucapkan huruf yang sukun sehingga menimbulkan semacam aspirasi suara yang kuat, baik sukun asli ataupun tidak. Huruf qalqalah ada 5, yaitu yang tergabung dalam dan Syarat qalqalah: Hurufnya harus sukun, baik sukun asli atau yang terjadi karena berhenti pada huruf qalqalah. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! yaitu: huruf , , ,

Qalqalah Tingkatan Rendah: Tingkat qalqalah yang paling rendah terjadi apabila huruf qalqalah terletak di tengah-tengah kata. Seperti huruf qaf pada kalimat: Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Yaasin (36): 54

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Qalqalah Tingkatan Sedang: Tingkat qalqalah yang sedang (pertengahan) terjadi apabila berhenti pada huruf qalqalah, sedang huruf tersebut tidak bertasydid. Seperti huruf tha pada kalimat:

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

43

Huud (11): 92

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Qalqalah Tingkatan Keras: Tingkat qalqalah yang paling keras terjadi apabila berhenti pada huruf qalqalah, sedang huruf tersebut bertasydid. Seperti huruf qaf pada kalimat:

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Al-Baqarah (2): 176

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Nun dan Tanwin
Nun dan Tanwin. Nun Sukun, yaitu: Nun yang tidak berbaris, bacaannya tergantung dengan huruf yang datang berikutnya. Nun Tanwin (baris dua), yaitu: Nun sukun tambahan yang terdapat di akhir kata jika kata tersebut dilafalkan atau disambung dan hilang jika kata tersebut ditulis atau dijadikan tempat berhenti. Tandanya: dua dhammah atau dua fathah atau dua kasrah Nun sukun yang terjadi dari tanwin ini diperlakukan sama seperti nun sukun dalam cara membacanya. Catatan: Apabila ada nun sukun atau tanwin dan sesudahnya terdapat hamzah washal, maka kedua-duanya tidak boleh dibaca dengan izhar, idgham, iqlab atau ikhfa, akan tetapi harus dibaca kasrah untuk menghindari bertemunya dua huruf yang sukun, kecuali huruf nun 44

pada –anggota huruf jar (huruf bahasa Arab)-, maka huruf nun tersebut harus dibaca fathah untuk menghindari bertemunya dua huruf yang sukun, karena beratnya pindah dari baris kasrah ke baris fathah. Catatan lain: Ketentuan-ketentuan yang terdapat pada nun sukun atau tanwin hanya terjadi pada waktu washal (bersambung) saja, bukan pada waktu wakaf (berhenti). Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Iqlab, yaitu: Menurut bahasa, berarti merubah sesuatu dari bentuknya. Menurut istilah tajwid, meletakkan huruf tertentu pada posisi huruf lain dengan memperhatikan ghunnah dan penuturan huruf yang disembunyikan (huruf mim). Dinamakan iqlab karena terjadinya perubahan pengucapan nun sukun atau tanwin menjadi mim yang tersembunyi dengan disertai dengung. Huruf iqlab hanya 1, yaitu huruf ba. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Al-Hadiid (57): 6

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Idgham, yaitu: Menurut bahasa, berarti memasukkan sesuatu ke dalam sesuatu. Menurut istilah tajwid, memasukkan huruf yang sukun ke dalam huruf yang berharakat, sehingga menjadi satu huruf yang bertasydid. Idgham terbagi 2, yaitu: Idgham Bighunnah (disertai dengung) dan Idgham Bila Ghunnah (tanpa dengung). Catatan: Idgham tidak terjadi kecuali dari 2 kata. Huruf idgham ada 6, yaitu yang tergabung dalam kalimat:

45

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Idgham Bighunnah, yaitu: Idgham bighunnah mempunyai 4 huruf, yaitu yang tergabung dalam kalimat: yaitu: , , dan Apabila salah satu hurufnya bertemu dengan nun sukun atau tanwin (dengan syarat di dalam 2 kata), maka harus dibaca idgham bighunnah, kecuali pada 2 tempat, yaitu: dan yang harus dibaca Izhar Muthlaq, berbeda dengan kaidah aslinya. Hal ini sesuai dengan bacaan yang diriwayatkan oleh Imam Hafsh. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Idgham Bighunnah - Huruf Wau ( ) Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

46

Ar-Ra’d (13): 34

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Idgham Bighunnah - Huruf Mim ( ) Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Ar-Rahmaan (55): 15

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Idgham Bighunnah - Huruf Nun ( ) Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

47

Al-Insaan (76): 2

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Idgham Bighunnah - Huruf Ya ( ) Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

An-Nisaa’ (4): 13

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Idgham Bila Ghunnah, yaitu: Idgham bila ghunnah mempunyai 2 huruf, yaitu: dan Apabila salah satu hurufnya bertemu dengan nun sukun atau tanwin (dengan syarat di dalam 2 kata), maka bacaannya harus idgham bila ghunah kecuali nun yang terdapat dalam ayat , karena disini harus di baca saktah (diam sebentar tanpa bernafas) yang menghalangi adanya bacaan idgham.

48

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Idgham Bila Ghunnah - Huruf Lam ( ) Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Muhammad (47): 8

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Idgham Bila Ghunnah - Huruf Ra ( ) Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

49

An-Najm (53): 23

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Izhar, yaitu: Menurut bahasa, berarti memperjelas dan menerangkan. Menurut istilah tajwid, melafalkan huruf-huruf izhar dari makhrajnya tanpa disertai dengung. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Izhar Muthlaq, yaitu: Menurut bahasa, berarti memperjelas dan menerangkan. Menurut istilah tajwid, melafalkan huruf-huruf izhar dari makhrajnya tanpa disertai dengung. Dinamakan muthlaq karena tidak ada kaitannya dengan kerongkongan atau bibir. Izhar muthlaq terjadi apabila nun sukun bertemu dengan atau Izhar semacam ini dalam Al-Quran hanya terdapat pada 4 tempat, yaitu: dan , dalam satu kata.

Aturan bacaan kedua-duanya adalah izhar muthlaq, walaupun berada dalam 2 kata. Hal ini sesuai dengan bacaan yang diriwayatkan oleh Iman Hafsh. 50

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Al-An'aam (6): 99

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Izhar Halqi, yaitu: Menurut bahasa, berarti memperjelas dan menerangkan. Menurut istilah tajwid, melafalkan huruf-huruf izhar dari makhrajnya tanpa disertai dengung. Dinamakan halqi karena makhraj huruf-hurufnya dari halq (kerongkongan). Hurufnya ada 6, yaitu: dan , , , ,

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Izhar Halqi - Huruf Kha ( ) Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

51

Al-Maa’idah (5): 3

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Izhar Halqi - Huruf Ghain ( ) Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Huud (11): 46

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Izhar Halqi - Huruf Ha ( ) Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

52

Ali Imran (3): 20

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Izhar Halqi - Huruf 'Ain ( ) Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Al-Fatihaah (1): 7

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Izhar Halqi - Huruf Ha' ( ) Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

53

At-Taubah (9): 109

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Izhar Halqi - Huruf Hamzah ( ) Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Al-A’laa (87): 5

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Ikhfa, yaitu: Menurut bahasa, berarti menyembunyikan. Menurut istilah tajwid, melafalkan huruf antara izhar dan idgham, tanpa tasydid dan disertai dengan dengung. Disebut juga ikhfa haqiqi (nyata) karena kenyataannya persentase nun sukun dan tanwin yang disembunyikan lebih banyak dari huruf lainnya. Huruf ikhfa ada 15, yaitu awal kata dari kalimat:

54

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

An-Naml (27): 11

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Nun dan Mim Tasydid
Nun dan Mim Tasydid, yaitu: Setiap nun atau mim yang bertsydid. Huruf yang bertasydid pada dasarnya berasal dari 2 huruf, yang pertama sukun dan yang kedua berharakat. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Mim Tasydid, yaitu: Mim Tasydid berasal dari 2 huruf mim, yang pertama sukun dan yang kedua berharakat. Mim yang pertama dimasukkan / berpadu ke dalam mim yang kedua, maka terjadilah satu huruf yang bertasydid. Hukum mim tasydid: Harus dibaca ghunnah, 2 harakat. Mim yang bertasydid disebut juga tasydidul ghunnah. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

55

Az-Zumar (39): 4

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Nun Tasydid, yaitu: Nun Tasydid berasal dari 2 huruf nun, yang pertama sukun dan yang kedua berharakat. Nun yang pertama dimasukkan / berpadu ke dalam nun yang kedua, maka terjadilah satu huruf yang bertasydid. Hukum nun tasydid: Harus dibaca ghunnah, 2 harakat. Nun yang bertasydid disebut juga tasydidul ghunnah. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

At-Takaatsur (102): 6

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Mim Sukun
Mim Sukun, yaitu: Mim yang tidak berharakat. Mim semacam ini bisa terdapat sebelum semua huruf hijaiyah kecuali 3 huruf mad [ , , ] untuk menghindari bertemunya 2 huruf yang sukun.

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

56

Izhar Syafawi, yaitu: Menurut bahasa, berarti memperjelas dan menerangkan. Menurut istilah tajwid, melafalkan huruf-huruf izhar dari makhrajnya tanpa disertai dengung. Dinamalan syafawi karena mim sukun makhrajnya dari pertemuan dua bibir, sedangkan penghubungannya kepada izhar karena ketetapan pengucapannya sama dengan pengucapan huruf izhar. Izhar syafawi mempunyai 26 huruf, yaitu semua huruf hijaiyah selain huruf mim dan ba. Catatan: Jika terdapat huruf wau atau fa setelah mim sukun, huruf mim wajib dibaca izhar syafawi sehingga terhindar dari keraguan membacanya dengan ikhfa. Sebaliknya huruf mim wajib dibaca ikhfa ketika bertemu dengan huruf ba. Alasannya karena makhraj huruf mim dengan huruf wau adalah sama dan antara huruf mim dan fa sangat berdekatan. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Al-Fajr (89): 6

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Ikhfa Syafawi, yaitu: Menurut bahasa, berarti menyembunyikan. Menurut istilah tajwid, disertai dengan dengung. Dinamalan syafawi karena mim dan ba makhrajnya dari pertemuan dua bibir. Ikhfa syafawi hanya mempunyai 1 huruf, yaitu huruf ba. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Ath-Thuur (52): 20

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! 57

Idgham Mitslain Shaghir, yaitu: Menurut bahasa, berarti memasukkan sesuatu ke dalam sesuatu. Menurut istilah tajwid, memasukkan huruf yang sukun ke dalam huruf yang berharakat, sehingga menjadi satu huruf yang bertasydid. Disebut mitslain karena berasal dari 2 huruf yang makhraj dan sifatnya identik, sedangkan disebut shaghir adalah karena huruf yang pertama sukun dan huruf yang kedua berharakat. Idgham Mitslain Shaghir mempunyai 1 huruf, yaitu huruf mim. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Al-Waaqi'ah (56): 81

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Lam Sukun
Lam Sukun, yaitu: Huruf Lam yang sukun dalam Al Qur’an terbagi dalam 3 macam: Lam Ta'rif, Lam Fi'il dan Lam Huruf. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Lam Ta'rif. Yang dimaksudkan dengan Alif Lam Ta'rif adalah Alif Lam yang masuk pada kata benda, merupakan tambahan dari bentuk dasarnya, baik baik kata benda tersebut berdiri sendiri tanpa alif dan lam, seperti kata ]. Penambahan alif dan lam pada adalah wajib karena kedua huruf ini tidak bisa dipisahkan dari kata benda tersebut. Bentuk seperti ini hukum bacaannya wajib idgham, jika terdapat setelahnya lam, 58 ataupun tidak bisa berdiri sendiri seperti kata [

seperti hamzah seperti

dan wajib izhar jika terdapat setelahnya ya, seperti .

atau

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Lam Qamariyah. Lam Qamariyah mempunyai 14 huruf, yaitu yang tergabung dalam kalimat: . Hukum lam qamariyah adalah izhar, sebab jarak antara makhrajnya dan makhraj huruf-huruf qamariyah tersebut, berjauhan. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

At-Takwir (81): 3

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Lam Syamsiyah. Lam Syamsiyah mempunyai 14 huruf, yaitu yang terdapat pada awal kata dari

kalimat: . Hukum lam Syamsiyah adalah idgham, sebab makhraj kedua lam-nya sama, sedangkan jarak antara makhraj lam syamsiyah dengan makhraj huruf-huruf syamsiyah lainnya, berdekatan.

59

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

An-Naazi’aat (79): 1

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Lam Fi'il, adalah: Lam sukun yang terdapat pada kata kerja (fi'il), baik bentuk lampau (fi'il madli), bentuk sekarang (mudlori') atau bentuk perintah (amar), baik di pertengahan atau di akhir kata. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Lam Fi'il: Idgham. Jika setelah lam fi'il terdapat huruf ra atau lam, maka harus dibaca idgham. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

60

Thaahaa (20): 114

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Lam Fi'il: Izhar. Sebaliknya, jika setelah lam fi'il terdapat selain huruf ra atau lam, maka harus dibaca izhar. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Huud (11): 81

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Lam Huruf Yang dimaksud dengan Lam huruf adalah Lam sukun yang terdapat pada huruf. Lam huruf ini hanya terdapat pada kata lain dalam Al Qur’an. dan saja, tidak terdapat pada kata

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Lam Huruf: Idgham Jika setelah lam huruf terdapat huruf ra atau lam, maka harus dibaca idgham, kecuali pada ayat yang harus dibaca izhar karena adanya saktah yang merupakan penghalang terjadinya perpaduan suara.

61

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Ali Imran (3): 154

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Lam Huruf: Izhar Sebaliknya, jika setelah lam huruf terdapat selain huruf ra atau lam, maka harus dibaca izhar. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Al-Maa’idah (5): 112

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Mad
Mad Mad, menurut bahasa, berarti tambahan. Menurut istilah tajwid, memanjangkan suara sewaktu membaca huruf mad atau huruf layin jika bertemu dengan hamzah atau sukun. Huruf mad ada 3, yaitu: alif, wau dan ya. Syarat mad: Huruf sebelum wau berbaris dhammah, sebelum ya berbaris kasrah dan sebelum alif berbaris fathah.

62

Jika huruf yang sebelum ya atau wau sukun itu berbaris fathah, tidak disebut huruf mad, akan tetapi disebut huruf layin. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Mad Thabi'i atau Mad Asli, yaitu: Bila huruf yang setelah mad bukan huruf hamzah atau sukun. Dinamakan thabi'i karena mad tersebut merupakan sesuatu yang thabi'i (alami), kadarnya tidak kurang dan tidak lebih. Aturan membacanya panjang 2 harakat. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Mad Asli: Pada Wakaf dan Washal Huruf mad tetap ada disaat washal atau wakaf, baik huruf mad itu terletak di tengah, seperti pada kata atau di akhir, seperti pada kata

. Syarat mad thabi’i, tidak terdapat huruf hamzah atau sukun setelah huruf mad tersebut. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

63

Al-Mutaffifiin (83): 26

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Mad Asli: Pada Washal Mad asli atau thabi'i bisa terjadi pada shilah shughra, yaitu huruf wau kecil yang terdapat setelah ha dhamir yang berbaris dhammah dan ya kecil yang terdapat setelah ha dhamir yang berbaris kasrah. Agar ha dhamir bisa disambung dengan wau atau ya, maka disyaratkan agar huruf itu harus terdapat di antara 2 huruf yang berharakat seperti . Dalam hal ini wau dan ya dibaca panjang 2 harakat (dengan syarat tidak terdapat huruf hamzah pada kata lain) ketika washal, sedangkan ketika wakaf tidak dibaca panjang. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

'Abasa (80): 35

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Mad Asli: Pada Wakaf Mad asli atau thabi’i bisa juga terjadi pada huruf mad yang ada ketika wakaf dan hilang ketika washal. Hal ini terjadi pada huruf alif pengganti tanwin (fathatain) seperti , jika berhenti pada huruf alif . Dalam hal ini mad akan hilang jika disambung dengan kata sesudahnya. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

64

'Abasa (80): 26

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Mad Far'i, adalah: Mad yang merupakan tambahan terhadap mad thabi’i karena salah satu 2 sebab, yaitu: hamzah atau sukun. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Mad Muttashil Disebut mad muttashil, bila dalam satu kata bertemu mad thabi'i dengan huruf hamzah. Dinamakan muttashil karena mad thabi'i dengan huruf hamzah dalam satu kata. Mad muttashil disebut juga mad wajib. Aturan bacaannya panjang, 4 harakat atau 5 harakat atau 6 harakat ketika berhenti. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

65

Ar-Ra'd (13): 21

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Mad Munfashil (terpisah) Disebut mad munfashil, bila mad thabi'i bertemu dengan huruf hamzah di kata berikutnya. Dinamakan munfashil karena huruf mad dengan huruf hamzah terdapat pada kata yang berbeda. Aturan membacanya, boleh 2 harakat, 4 harakat atau 5 harakat menurut imam Hafsh. Termasuk mad munfashil, shilah kubra, yaitu bila wau kecil yang terdapat setelah ha dhamir yang berbaris dhammah dan ya kecil yang terdapat setelah ha dhamir yang berbaris kasrah bertemu dengan hamzah di lain kata. Aturan membacanya sama dengan mad shilah di saat washal, sedangkan di saat wakaf tidak dibaca panjang. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Al-'Anfaal (8): 72

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Mad 'Aridh Disebut mad 'aridh, bila huruf mad atau huruf layin bertemu dengan sukun yang terjadi karena wakaf. Dinamakan 'aridh karena mad asli yang terdapat di akhir ayat dibaca sukun karena wakaf, jika di washal dia tetap sebagai mad thabi'i. Aturan membacanya boleh 3 macam: pendek (2 harakat), sedang (4 harakat), panjang (6 harakat). Contoh: . Hal yang sama juga diperlakukan pada mad layin ketika wakaf. Contoh: . Dinamakan mad layin (lembut) karena pengucapannya lembut dan mudah. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

66

Al-Fajr (89): 6

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Mad Badal Disebut mad badal, bila huruf hamzah terdapat sebelum mad thabi'i di dalam 1 kata (setelah mad tidak ada lagi hamzah.atau sukun). Dinamakan badal karena huruf mad merupakan pengganti dari huruf hamzah, dimana asal dari mad badal pada umumnya adalah karena bertemunya 2 hamzah dalam 1 kata, yang pertama berharakat dan yang kedua sukun, seterusnya huruf hamzah yang kedua diganti menjadi huruf mad yang sesuai dengan jenis harakat huruf hamzah yang pertama, untuk meringankan bacaan. Jika huruf hamzah yang pertama berbaris fathah, maka yang kedua diganti menjadi huruf alif, seperti: asalnya . Jika huruf yang pertama berbaris kasrah, maka yang kedua diganti menjadi huruf ya, seperti: asalnya . Jika huruf yang pertama berbaris dhammah, maka yang kedua diganti menjadi huruf wau, seperti: asalnya . Aturan membacanya, panjang dua harakat seperti mad thabi'i. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

67

Ali Imran (3): 173

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Mad Lazim Disebut mad lazim, bila mad thabi'i bertemu dengan sukun yang tetap ada baik dalam keadaan washal atau wakaf, baik dalam 1 kata ataupun tidak. Dinamakan lazim (harus), karena mad tersebut harus dibaca 6 harakat dan keharusan adanya sukun, baik ketika washal ataupun wakaf. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Mad Lazim Mutsaqqal Harfi, adalah: Mad thabi'i yang bertemu dengan sukun asli (bukan karena wakaf) pada salah satu huruf hijaiyah yang bertasydid. Dinamakan harfi karena sukun asli tersebut terdapat setelah huruf mad. Hal ini terdapat pada huruf-huruf hijaiyah yang terletak di awal beberapa surat. Dinamakan mutsaqqal karena berat mengucapkannya akibat adanya tasydid pada sukun tersebut. Aturan membacanya wajib panjang, 6 harakat. Contoh, huruf lam dalam: Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! .

68

Al-Baqarah (2): 1

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Mad Lazim Mukhaffaf Harfi, adalah: Mad thabi'i yang bertemu dengan sukun asli pada salah satu huruf hijaiyah yang tidak bertasydid. Dinamakan mukhaffaf karena ringan mengucapkannya akibat tidak adanya tasydid dan ghunnah pada mad itu. Contoh, huruf mim dalam: . Catatan: huruf hijaiyah yang terdapat pada permulaan surat ada 14 huruf, yaitu yang tergabung dalam kalimat: . Ini terbagi ke dalam 4 bagian: Pertama, yang jumlah hurufnya ada 3, dimana huruf mad terletak di tengah-tengah. Ada 7 huruf yang termasuk dalam bagian ini, yaitu yang tergabung dalam kalimat: kecuali huruf 'ain. Bagian pertama ini aturan membacanya panjang, 6 harakat. Kedua, jumlah hurufnya ada 3, dimana huruf layin terletak di tengah-tengah, yaitu huruf 'ain. Bagian kedua ini boleh dibaca panjang, 4 atau 6 harakat. Ketiga, jumlah hurufnya ada 2, dimana yang kedua adalah huruf mad. Hurufnya ada 5, yaitu yang tergabung dalam kalimat: . Bagian ketiga ini aturan membacanya sama dengan mad thabi'i, yaitu 2 harakat. Keempat, jumlah hurufnya ada 3 dan tidak terdapat huruf mad di tengah-tengahnya. Hurufnya hanya 1, yaitu alif. Aturan membacanya adalah biasa, tidak terdapat mad. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

69

Al-Baqarah (2): 1

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Mad Lazim Mutsaqqal Kalimi, adalah: Yang dimaksud dengan istilah ini adalah mad thabi'i yang bertemu dengan huruf yang bertasydid dalam 1 kata. Aturan membacanya wajib panjang, 6 harakat. Dinamakan mutsaqqal karena berat mengucapkannya sebagai akibat terdapatnya tasydid pada huruf yang sukun. Contoh, huruf alif dalam: Taala: . , dari firman Allah

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Ali Imran (3): 61

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Mad Lazim Mukhaffaf Kalimi, adalah: Yang dimaksud dengan istilah ini adalah mad thabi'i yang bertemu dengan huruf yang sukun 70

(tetapi tidak bertasydid) dalam satu kata. Aturan membacanya wajib panjang, 6 harakat. Dinamakan mukhaffaf karena mengucapkannya ringan dan mudah sebagai akibat tidak adanya tasydid dan ghunnah pada mad itu. Dinamakan kalimi (kata) karena sukun asli dan mad thabi'i itu terdapat dalam 1 kata. Contoh, kata: pada 2 tempat dalam surat Yunus, masing-masing pada ayat 51 dan 91.

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Yunus (10): 51

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Pertemuan Dua Sukun
Pertemuan Dua Sukun Sesuai dengan aturan bahasa Arab, jika 2 huruf yang sukun bertemu, harus dilakukan salah satu dari 2 cara, yaitu: membuang huruf yang pertama atau memberinya harakat, dengan catatan pemberian harakat tersebut hanya dapat dilakukan ketika washal saja. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Pertemuan Dua Sukun: Membuang Yang Pertama Huruf mad harus dibuang (tidak dilafalkan), bila bertemu dengan hamzah washal di saat bacaan bersambung, walaupun dalam penulisannya tetap ada. Contoh: . 71

Terkadang huruf tersebut dibuang dalam penyebutan dan penulisannya sekaligus. Hal ini terjadi ketika huruf mad bertemu dengan hamzah washal, baik waktu washal atau wakaf. Seperti ya yang dibuang pada kata ayat . dalam

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Ali Imran (3): 5

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Pertemuan Dua Sukun: Mengharakati Yang Pertama Alternatif yang kedua dalam menghindari bertemunya 2 huruf yang sukun, adalah dengan memberi harakat: fathah, kasrah atau dhammah kepada huruf yang pertama, sesuai ketentuan yang berlaku. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Mengharakati Yang Pertama: Kasrah Huruf sukun yang pertama diberi kasrah, jika huruf tersebut berada di akhir kata pertama, semetara yang kedua berada di awal kata kedua. Dalam keadaan seperti ini, huruf yang pertama diberi kasrah dan hamzah washal tidak dilafalkan. Contoh: , tidak bisa diberi fathah atau dhammah. Catatan: Jika hamzah washal terdapat setelah tanwin (di saat bacaan bersambung), maka nun tanwin tersebut harus diberi baris kasrah, seperti tanwin yang terdapat pada kata

72

dalam ayat

. Demikian juga dengan huruf lam yang terdapat pada

kata yang terdapat dalam surat Al-Hujarat, karena huruf tersebut terletak di antara 2 hamzah washal. Oleh sebab itu huruf lam di atas harus diberi baris kasrah untuk menghindari bertemunya 2 sukun. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

An-Nisaa’ (4): 66

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Mengharakati Yang Pertama: Fathah Huruf sukun yang pertama diberi fathah. Hal ini terjadi dalam 2 kasus, masing-masing: Pertama: Nun pada huruf jar jika bertemu dengan hamzah washal.

Contoh: . Kedua: Ya mutakallim (kata ganti milik orang pertama), jika bertemu dengan hamzah washal. Contoh: .

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

73

Al-Mu’min (40): 33

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Mengharakati Yang Pertama: Dhammah Huruf sukun yang pertama diberi dhammah. Hal ini terjadi dalam 2 kasus, masing-masing: Pertama: Wau layin yang digunakan untuk bentuk jamak, jika bertemu dengan hamzah washal. Contoh: . Kedua: Huruf mim yang menunjukkan bentuk jamak, jika bertemu dengan hamzah washal. Contoh: Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Al-Baqarah (2): 94

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Tafkhim dan Tarqiq
Tafkhim & Tarqiq Dilihat dari segi tafkhim (tebal) dan tarqiq (tipis)-nya huruf hijaiyah terbagi 3: Pertama: Huruf-huruf yang selalu dibaca tebal, yaitu huruf-huruf isti’la (huruf-huruf yang terjadi dengan menaikkan sebagian besar lidah sewaktu menuturkannya). Kedua: Huruf yang terkadang dibaca tebal, terkadang dibaca tipis, sesuai posisi huruf dalam ayat, yaitu (alif-lam pada lafal Allah, ra). Ketiga: Huruf-huruf yang selalu dibaca tipis, yaitu huruf-huruf istifal (huruf-huruf yang terjadi dengan menurunkan sebagian besar lidah sewaktu menuturkannya), selain dari huruf lam dan ra. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

74

Tafkhim Menurut bahasa, berarti menebalkan atau menggemukkan. Menurut istilah tajwid, gambaran tentang tebalnya bunyi huruf, seakan-akan bunyi tersebut bagaikan memenuhi semua rongga mulut. Hurufnya ada 7, yaitu yang tergabung dalam kalimat: Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! .

Tafkhim: Tingkatan Pertama Jika huruf tafkhim berbaris fathah bertemu dengan huruf alif. Contoh: .

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Al-Qiyaamah (75): 3

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Tafkhim: Tingkatan Kedua Jika huruf tafkhim berbaris fathah tidak bertemu dengan huruf alif. 75

Contoh:

.

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

At-Tahrim (66): 10

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Tafkhim: Tingkatan Ketiga Jika huruf tafkhim berbaris dhammah. Contoh: .

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Al-Hadiid (57): 20

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Tafkhim: Tingkatan Keempat Jika huruf tafkhim itu sukun. Contoh: .

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

76

Al-Jaatsiyah (45): 22

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Tafkhim: Tingkatan Kelima Jika huruf tafkhim itu berbaris kasrah. Contoh: .

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Adz-Dzaariyat (51): 6

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Tafkhim atau Tarqiq: Lihat Konteksnya Huruf-huruf yang terkadang dibaca tarqiq dan terkadang dibaca tafkhim, melihat kondisi hurufnya. Hurufnya ada 3, yaitu pengecualian dari kelompok huruf istifal, masing-masing: alif-lam pada lafal Allah dan ra. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

77

Lihat Konteksnya: Tafkhim huruf alif-lam pada lafal Allah dan ra. Pertama: alif pada lafal Allah, dibaca tafkhim jika terdapat setelah huruf tafkhim yang lain, seperti: . Kedua: lam pada lafal Allah, dibaca tafkhim jika terdapat setelah huruf yang berbaris fathah dan dhammah atau terdapat di permulaan kata. Contoh: , dan Ketiga: ra, dibaca tafkhim pada 3 kasus, yaitu: • .

Pertama: Jika ra itu berbaris fathah, baik terletak di awal, di tengah-tengah atau di akhir kata (dengan syarat dalam keadaan washal). Contoh: .

• •

Kedua: Jika ra itu berbaris dhammah. Contoh: . Ketiga: Jika ra itu sukun dan huruf yang sebelumnya berbaris fathah, dhammah atau kasrah (asli) dan sesudahnya terdapat huruf isti'la', atau huruf sebelumnya berbaris kasrah (bukan asli, akan tetapi karena sebab lain. Contoh: .

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

At-Takaatsur (102): 2

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

78

Lihat Konteksnya: Tarqiq huruf alif-lam pada lafal Allah dan ra. Pertama: alif pada lafal Allah, dibaca tarqiq jika terdapat setelah huruf tarqiq yang lain, seperti: . Kedua: lam pada lafal Allah, dibaca tarqiq jika terdapat setelah huruf yang berbaris kasrah, baik huruf tersebut bersambung dengan lam tersebut dalam satu kata atau pada kata yang lain. Contoh: , . Ketiga: ra, dibaca tarqiq pada 3 kasus, yaitu: • • • Pertama: Jika ra itu berbaris itu berbaris kasrah. Contoh: . Kedua: Jika ra itu sukun huruf sebelumnya berbaris kasrah (asli) dan tidak ada huruf isti’la sesudahnya. Contoh: . Ketiga: Jika ra itu sukun (karena wakaf) dan terdapat setelah huruf ya mad atau ya layin. Contoh: dan

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Al-Fiil (105): 3

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Lihat Konteksnya: Tafkhim Lebih Baik. Ra boleh dibaca tafkhim dan boleh tarqiq, akan tetapi tafkhim lebih baik jika terjadi pada 2 hal: Pertama: Jika ra itu sukun (ketika wakaf) dan huruf sebelumnya berbaris fathah atau dhammah. Contoh: , . Kedua: Jika ra itu sukun (ketika wakaf), huruf sebelumnya sukun juga dan didahului oleh huruf yang berbaris fathah atau dhammah (yang kalau di washal berbaris kasrah). Contoh: . Catatan: Bagi yang membaca tarqiq dapat beralasan karena adanya kasrah yang terdapat sebelumnya, tidak melihat kepada huruf isti'la' yang terdapat sesudahnya. Sedangkan alasan

79

orang yang membaca tafkhim adalah karena melihat kepada sukun yang terjadi karena sebab tertentu dan tidak melihat keadaannya ketika di washal. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Al-Fajr (89): 1

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Lihat Konteksnya: Tarqiq Lebih Baik. Ra boleh dibaca tafkhim dan boleh tarqiq, akan tetapi tarqiq lebih baik jika terjadi pada 3 hal: Pertama: Jika ra itu sukun ketika wakaf dan sesudahnya terdapat huruf ya yang terpaksa dibuang untuk meringankan bacaan. Contoh, kata: dalam firman Allah

swt. (asalnya: ). Dalam hal ini ya terpaksa dibuang untuk meringankan bacaan. Kedua: Jika ra itu sukun, terdapat sesudah huruf yang berbaris kasrah (ketika wakaf) dan di antara keduanya ada huruf isti'la'. Kasus seperti ini di dalam Al-Qur’an hanya terdapat pada satu tempat saja, yaitu kata: pada ayat: . Bagi yang membaca tarqiq beralasan karena di washal, sedangkan yang membaca tafkhim beralasan karena melihat pada sukun yang terjadi karena sebab tertentu (wakaf). Ketiga: Jika ra itu sukun, huruf sebelumnya berbaris kasrah dan sesudahnya terdapat huruf isti'la' yang berbaris kasrah. Kasus seperti ini di dalam Al-Qur'an hanya terdapat satu saja, yaitu kata: pada ayat: . Bagi yang membaca tarqiq beralasan karena melihat kepada kasrah yang terdapat sebelumnya, tidak melihat kepada huruf isti'la' yang datang setelahnya, karena berbaris kasrah. Sedangkan bagi yang membaca tafkhim beralasan karena melihat kepada huruf isti'la' yang datang setelah huruf ra itu, tidak melihat kepada kasrah yang terdapat sebelumnya juga tidak melihat kepada huruf isti'la' yang berbaris kasrah. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

80

Asy-Syu’araa (26): 63

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Lihat Konteksnya: Imalah. Hukum imalah (condong) hanya khusus bagi huruf ra saja, dimana ra dibaca tarqiq, karena baris fathah condong ke baris kasrah dan huruf alif condong ke huruf ya. Kasus seperti ini di dalam Al-Qur’an hanya ada satu saja, yaitu kata: .

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Huud (11): 41

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Tarqiq Menurut bahasa, berarti menipiskan. Menurut istilah tajwid, gambaran dari perubahan yang terjadi pada bunyi huruf, yang mengakibatkan bunyi tersebut tidak memenuhi mulut. Huruf tarqiq adalah semua huruf hijaiyah selain huruf tafkhim dan huruf-huruf yang dibaca tafkhim atau tarqiq sesuai kondisi (alif, lam pada lafal Allah dan ra). Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

81

Al-Lahab (111): 1

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Pertemuan Dua Huruf
Pertemuan Dua Huruf Pertemuan 2 huruf, baik secara lafal ataupun tulisan dapat terbagi ke dalam 4 kasus, yaitu: Mitslain (identik), Mutaqaribain (mirip-berdekatan), Mutajanisain (sejenis) dan Mutaba’idain (berbeda-berjauhan). Dalam konteks ini tidak dibahas hukum tmutaba’idain, karena target yang ingin dicapai disini adalah dapat mengetahui huruf-huruf yang wajib di-idgham-kan dan yang tidak. Hal ini tidak didapati dalam mutaba’idain. Catatan: Hukum izhar dan idgham pada mitslain, mutaqaribain dan mutajanisain hanya terjadi pada huruf pertama saja, bukan pada huruf yang kedua. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Pertemuan Dua Huruf: Mitslain, adalah: Dua huruf yang sama makhraj dan sifatnya, seperti 2 huruf ba atau 2 huruf ta. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

82

Pertemuan Dua Huruf: Mitslain Shaghir. Disebut mitslain shaghir, bila huruf yang pertama sukun dan yang kedua berharakat. Dinamakan shaghir (kecil) karena huruf yang pertama sukun dan yang kedua berharakat, sehingga mudah di-idgham-kan. Aturan bacaannya: Wajib idgham kecuali jika huruf yang pertama mad, maka wajib dibaca izhar, seperti: , atau huruf pertama ha saktah, maka wajib dibaca izhar, karena adanya saktah tersebut menghalangi terjadinya perpaduan (idgham), seperti ayat: .

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Al-Maa'idah (5): 61

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Pertemuan Dua Huruf: Mitslain Kabir. Disebut mitslain kabir, bila huruf pertama dan kedua berharakat. Dinamakan kabir (besar), karena terdapat dalam Al-Qur’an dalam jumlah besar dan karena harakat jumlahnya lebih banyak dari sukun. Aturan bacaannya: Wajib izhar, kecuali pada ayat: yang hukumnya idgham disertai isymam, yaitu memonyongkan dua bibir ke depan di waktu menyebut nun yang sukun pertama dan meng-idgham-kannya kepada sukun yang kedua. Hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa baris asal dari nun itu adalah dhammah. pertama di-idghamkan ke dalam nun kedua, maka jadilah asalnya . dimana nun

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

83

Al-Baqarah (2): 131

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Pertemuan Dua Huruf: Mitslain Muthlaq. Disebut mitslain muthlaq, bila huruf yang pertama berharakat dan huruf yang kedua sukun. Dinamakan muthlaq karena tidak terikat dengan ketentuan shaghir (kecil) dan kabir (besar). Aturan bacaannya: Wajib izhar menurut pendapat ahli-ahli qiraat. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Al-Baqarah (2): 106

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Pertemuan Dua Huruf: Mutaqaribain. Disebut mutaqaribain, bila bertemu 2 huruf yang makhraj dan sifatnya mirip, atau salah satu dari makhraj dan sifatnya saja. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

84

Pertemuan Dua Huruf: Mutaqaribain Shaghir, adalah: Pertemuan 2 huruf, yang pertama sukun dan yang kedua berharakat. Dinamakan shaghir (kecil) karena huruf yang pertama sukun dan yang kedua berharakat. Aturan bacaannya: Izhar (menurut Imam Hafsh dan Imam qiraat lainnya). Khusus mengenai lam dan ra bila bertemu, wajib dibaca idgham menurut kesepakatan ahli qiraat. Contoh: kecuali pada , aturan bacaannya izhar karena adanya saktah (menurut Imam Hafsh) yang menghalangi terjadinya proses perpaduan/idgham. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Asy-Syams (91): 11

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Pertemuan Dua Huruf: Mutaqaribain Kabir, adalah: Pertemuan 2 huruf, yang pertama dan yang kedua berharakat. Dinamakan kabir (besar), karena terdapat dalam Al-Qur'an dalam jumlah besar dan karena harakat jumlahnya lebih banyak dari sukun. Aturan bacaannya: Wajib izhar. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

85

Al-Ahzab (33): 10

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Pertemuan Dua Huruf: Mutaqaribain Muthlaq, adalah: Pertemuan 2 huruf, yang pertama berharakat dan yang kedua sukun. Dinamakan muthlaq karena tidak terikat dengan ketentuan shaghir (kecil) dan kabir (besar). Aturan bacaannya: Wajib izhar. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Al-Qalam (68): 18

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Pertemuan Dua Huruf: Mutajanisain. Disebut mutajanisain, bila 2 huruf bertemu dimana makhrajnya sama, sedangkan sifatnya berlainan, seperti huruf dal dan ta. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

86

Pertemuan Dua Huruf: Mutajanisain Shaghir, adalah: Pertemuan 2 huruf, yang pertama sukun dan yang kedua berharakat. Dinamakan shaghir (kecil) karena huruf yang pertama sukun dan yang kedua berharakat. Aturan bacaannya: Wajib izhar, kecuali pada 6 tempat yang harus dibaca idgham, yaitu: • • • • • • Huruf ba dan sesudahnya huruf mim pada ayat: Huruf ta dan sesudahnya huruf dal, seperti: Huruf ta dan sesudahnya huruf tha, seperti: Huruf tsa dan sesudahnya huruf dzal, seperti: Huruf dal dan sesudahnya huruf ta, seperti: Huruf dzal dan sesudahnya huruf zha, seperti: . . . . . .

Adapun huruf tha yang sesudahnya huruf ta, seperti naqish menurut kesepakatan ahli qiraat.

aturan bacaannya adalah idgham

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Yaasin (36): 56

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Pertemuan Dua Huruf: Mutajanisain Kabir, adalah: Pertemuan 2 huruf, yang pertama dan yang kedua berharakat. Dinamakan kabir (besar), 87

karena terdapat dalam Al-Qur'an dalam jumlah besar dan karena harakat jumlahnya lebih banyak dari sukun. Aturan bacaannya: Wajib izhar. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Huud (11): 114

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Pertemuan Dua Huruf: Mutajanisain Muthlaq, adalah: Pertemuan 2 huruf, yang pertama berharakat dan yang kedua sukun. Dinamakan muthlaq karena tidak terikat dengan ketentuan shaghir (kecil) dan kabir (besar). Aturan bacaannya: Wajib izhar. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Yunus (10): 106

Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Daftar Rujukan

 Catatan Tajwid Sederhana nan Praktis, Imam Fachruddin, Bouchum.

88

 Hukum Tajwid, http://quran.al-islam.com/  Ilmu Tajwid Menurut Riwayat Hafs 'An 'Asim Melalui Toriq Asy-Syatibiyyah, Surur Shihabuddin Hassan An-Nadawi al-Hafiz.  Metode Cepat & Praktis Belajar Membaca Al-Qur'an (VCD), KH. Drs. Sulhan, Sel.  Pelajaran Muqaddam Al-Quran, Muqaddam v1.0 dengan Rasm Uthmani.  Pelajaran Tajwid: Qaidah Bagaimana Mestinya Membaca Al-Quran, Zarkasyi, Trimurti Gontor Ponorogo, Cetakan ke-23.  Program Al-Qur'an, Sakhir Software, Keluaran Kelima v6.50  Sudut Tajwid, http://www.geocities.com/huffazclub/

89

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->