P. 1
Struktur Dan Desain Organisasi

Struktur Dan Desain Organisasi

|Views: 454|Likes:
Published by esmedane

More info:

Categories:Types, Reviews, Book
Published by: esmedane on Jul 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/21/2013

pdf

text

original

MAKALAH

[MANAJEMEN BISNIS] STRUKTUR DAN DESAIN ORGANISASI

Pengorganisasian didefinisikan sebagai proses penciptaan struktur organisasi. Proses itu penting dan digunakan untuk merancang banyak tujuan. Tantangan bagi para manajer adalah merancang struktur organisasi yang memungkinkan para karyawan mengerjakan pekerjaan mereka secara efektif dan efisien. Struktur organisasi adalah kerangkan kerja formal organisasi yang dengan kerangka kerja itu tugas-tugas pekerjaan dibagi-bagi, dikelompokkan, dan dikordinasikan. Ketika para manajer menyusun atau mengubah struktur organisasi, mereka terlibat dalam desain organisasi, roses yang melibatkan keputusan-keputusan formalisasi. Beberapa tujuan pengorganisasian dapat disebutkan sebagai berikut: • • • • • • • Membagi pekerjaan yang harus dilakukan ke sejumlah departemen dan pekerjaan tertentu; Membagi-bagi tugas dan tanggung jawab yang berkaitan dengan masing-masing pekerjaan; Mengkoordinasikan berbagai tugas organisasi; Mengelompokkan sejumlah pekerjaan ke sejumlah unit; Membangun hubungan di antara individu, kelompok, dan departemen; Menetapkan sejumlah garis wewenang formal; Mengalokasikan dan menggunakan secara efektif sumber daya organisasi. Kebanyakan manajer zaman sekarang menganggap spesialisasi kerja sebagai mekanisme pengorganisasian yang penting tetapi bukan sebagai sumber produktifitas yang terus menerus meningkat. Spesialisasi diperlukan untuk mengetahui sejauh mana tugas-tugas dalam organisasi dibagi-bagi menjadi sejumlah pekerjaan tersendiri, yang dikenal jg sebagai pembagian kerja. Setelah sejumlah pekerjaan dibagi-bagi melalui spesialisasi kerja, pekerjaanpekerjaan itu perlu dikelompokkan lagi menjadi satu kelompok berbagai yang disebut kerja. departementalisasi. Setiap organisasi akan memiliki cara khasnya sendiri dalam mengklasifikasikan dan mengelompokkan pekerjaan kegiatan Departementalisasi fungsional mengelompokkan pekerjaan berdasar fungsi yang dilakukan. Pendekatan itu dapat digunakan dalam semua jenis organisasi, walaupun mengenai keenam unsur penting spesialisasi kerja, departementalisasi, rantai komando, rentang kendali, sentralisasi dan desentralisasi, dan

UMM Program Pasca Sarjana Manajemen – M.Esmed Husairi – 09660011 dan Yuni Arba’atun - 09660025

Page | 1

MAKALAH

[MANAJEMEN BISNIS]

fungsi-fungsinya berubah dalam rangka mencerminkan tujuan dan kegiatan kerja organisasi.

Spesialisasi kerja Sejauh mana tugas-tugas dalam organisasi dibagi-bagi menjadi sejumlah pekerjaan tersendiri; dikenal juga dengan pembagian kerja. Kebanyakan manajer zaman sekarang menganggap spesialisasi kerja sebagai mekanisme pengorganisasian yang penting tetapi bukan sebagai sumber produktivitas yang terus menerus meningkat. Departementalisasi Dasar yang digunakan untuk mengelompokkan sejumlah pekerjaan menjadi satu kelompok atau satu grup. Setiap organisasi akan memiliki cara khasnya sendiri dalam mengklasifikasikan dan mengelompokkan berbagai kegiatan kerja. Ada lima bentuk umum departementalisasi yaitu departementalisasi fungsional, departementalisasi produk, departementalisasi geografis, departementalisasi proses, dan departementalisasi pelanggan.
RANTAI KOMANDO Rantai komando adalah garis wewenang yang tidak terputus yang membentang dari tingkatan atas organisasi hingga tingkatan paling bawah dan menjelaskan siapa melapor kepada siapa. Rantai itu membantu para karayawan menjawab pertanyaan seperti “kepada siapa saya harus pergi jika saya mempunyai masalah?” atau “kepada siapa saya bertanggung jawab?”. Tiga konsep dari rantai komando yaitu wewenang, tanggung jawab dan kesatuan komando. RENTANG KENDALI Rentang kendali menentukan jumlah tingkatan dan manajer yang dimiliki organisasi. Rentang kendali yang luas itu konsisten dengan usaha para manajer untuk mengurangi biaya, mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan fleksibilitas, lebih dekat ke pelanggan, dan memberdayakan karyawan. Lebarnya rentang kendali dipengaruhi

oleh:   Keahlian dan Kemampuan dari manajer Karakteristik dari para pekerja

UMM Program Pasca Sarjana Manajemen – M.Esmed Husairi – 09660011 dan Yuni Arba’atun - 09660025

Page | 2

MAKALAH     

[MANAJEMEN BISNIS]

Karakteristik dari pekerjaan Kesamaan tugas Kompleksitas tugas Jarak fisik dengan bawahan Standarisasi tugas

SENTRALISASI DAN DESENTRALISASI Sentralisasi melukiskan sejauh mana pengambilan keputusan terkosentrasi pada satu titik dalam organisasi. Desentralisasi yaitu sejauh mana karyawan tingkatan bawah memberikan masukan atau benar-benar mengambil keputusan. Faktor yang mempengaruhi besarnya sentralisasi dan desentralisasi: Lebih Tersentralisasi
• Lingkugannya stabil • Para manajer tingkatan rendah • Tidak

Lebih terdesentralisasi
• Lingkungan rumit, tidak pasti • Para manajer tingkatan rendah mampu

semahir

atau

sepengalaman seperti

dan berpengalaman dalam mengambil keputusan
• Para

dalam

mengambil

keputusan

halnya para manajer tingkatan atas
• Para manajer tingkatan rendah tidak

manajer

tingakatan

rendah

menghendaki suara dalam keputusan
• Keputusan-keputusannya relatif kurang

ingin ikut serta dalam keputusan
• Keputusan-keputusan itu yang penting • Organisasi mengahadapi krisis atau

penting
• Budaya perusahaan terbuka sehingga

resiko kegagalan perusahaan
• Perusahaannya besar • Efektivitas pelaksanaan strategi

memungkinkan para manajer mempunyai pengaruh atas apa yang terjadi
• Perusahaan secara geografis terpencar • Efektifitas pelaksanaan strategi

perusahaan tergantung [ada para manajer yang mempunyai hak menentukan apa yang terjadi

perusahaan tergantng pada keterlibatan dan fleksibilitas para manajer dalam mengambil keputusan

Formalisasi Sejauh mana pekerjaan dalam organisasi itu terstandarisasi dan sejauh mana perilaku karyawan dibimbing oleh peraturan dan prosedur.

UMM Program Pasca Sarjana Manajemen – M.Esmed Husairi – 09660011 dan Yuni Arba’atun - 09660025

Page | 3

MAKALAH

[MANAJEMEN BISNIS]

Organisasi mekanistik dan organisasi organis Organisasi mekanistik adalah strutur yang dikendalikan secara kaku dan ketat. Struktur itu dicirikan oleh tingginya spesialisasi, departementalisasi yang kaku, sempitnya rentang kendali, tingginya formalisasi, terbatasnya jaringan informasi (kebanyakan komunikasi kearah bawah), dan sedikitnya partisipasi dalam pengambilan keputusan oleh karyawan tingkat rendah. Organisasi organik adalah desain organisasi yang sangat fleksibel dan mudah diubah, organisasi itu mudah sekali dirubah dengan cepat sesuai dengan tuntutan. Strategi dan Struktur Struktur organiasi harus membantu pencapaian sasaran. Karena sasaran dipengaruhi oleh strategi organisasi, masuk akal bahawa strategi dan struktur itu harus erat berkaitan. Lebih tegasnya, struktur harus mengikuti strategi. Kebanyakan kerangka kerja strategi saat ini berfokus pada tiga dimensi: (1) inovasi yang mencerminkan usaha organisasi untuk mengejar inovasi yang berarti dan unik; (2) minimalisasi biaya, yang mencerminkan usaha organisasi untuk melakukan pengendalian biaya secara ketat; (3) imitasi, yang mencerminkan usaha organisasi untuk meminimalkan resiko dan memaksimalkan peluang laba dengan meniru para pemimpin pasar.

Ukuran dan struktur Bukti yang sangat kuat bahwa ukuran organisasi sangat mempengaruhi strukturnya yaitu, misalnya organisasi-organisasi besar yang lazimnya mempekerjakan 2.000 karyawan atau lebih cenderung mempunyai lebih banyak spesialisasi, departementalisasi, sentralisasi, dan peraturan serta tatanan dibandingkan organisasi kecil. Tekonologi dan struktur Teknologi sebagai penentu struktur dapat dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan ukuran produksi mereka. Ketiga kategori itu yang mewakili tiga teknologi yang berbeda, memiliki kadar kerumitan dan kecanggihan yang makin meningkat. Ketiga kategori itu adalah produksi unit, produksi masal, dan produksi proses.

UMM Program Pasca Sarjana Manajemen – M.Esmed Husairi – 09660011 dan Yuni Arba’atun - 09660025

Page | 4

MAKALAH

[MANAJEMEN BISNIS]

Ketidakpastian lingkungan dan struktur Sejumlah organisasimenghadapi lingkungan yang relatif stabil dan sederhana sementara organisasi lain menghadapi lingkungan yang dinamis dan rumit. Karena ketidakpastian mengancam efektivitas organisasi, para manajer akan berusaha meminimalkannya. Salah satu cara untuk mengurangi ketidakpastian lingkungan adalah melalui penyesuaian struktur organisasi. Desain organisasi tradisional Struktur sederhana Struktur sederhana adalah desain organisasi dengan departementalisasi rendah, rentang kendali yang luas, wewenang terpusat pada seseorang, dan formalisasi rendah. Struktur fungsional Struktur fungsional adalah desain organisasi yang mengelompokkan spesialisasi pekerjaan yang serupa atau terkait ke dalam satu kelompok. Struktur divisional Struktur divisional adalah struktur organisasi yang terdiri atas sejumlah unit atau divisi yang terpisah. Desain organisasi kontemporer Struktur berbasis tim Yaitu struktur organisasi dimana keseluruhan organisasi tersusun oleh sejumlah kelompok kerja atau tim. Struktur matrik Yaitu struktur organisasi yang menugaskan para spesialisasi dari departemen fungsional yang berbeda-bedauntuk bekerja pada satu proyek atau lebih yang dipimpin oleh para manajer proyek. Struktur proyek Yaitu struktur organisasi dimana para karyawn senantiasa bekerja di sejumlah proyek. Unit internal yang mandiri Yaitu unit bisnis terdesentralisasi yang mandiri, masing2 memiliki produk, klien, pesaing, dan sasaran laba sendiri-sendiri. Meskipun unit internal itu kedengaran sangat mirip dengan struktur divisi, akan tetapi perbedaan yang utamanya adalah bahwa unit-unit

UMM Program Pasca Sarjana Manajemen – M.Esmed Husairi – 09660011 dan Yuni Arba’atun - 09660025

Page | 5

MAKALAH

[MANAJEMEN BISNIS]

bisinis itu bersifat otonom, tidak ada kendali atau alokasi sumber terpusat yang ditemukan seperti dalam struktur divisional. Organisasi tanpa batas Yaitu organisasi yang desainnya tidak didefinisikan oleh atau terbatas pada batas-batas horisontal, vertikal, atau eksternal yang dipaksakan oleh struktur yang telah ditentukan sebelumnya. Organisasi pembelajar Yaitu organisasi yang telah mengembangkan kemampuan utnutk terus menerus beradaptasi dan berubah karena semua anggota berperan aktif dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan pekerjaan.

UMM Program Pasca Sarjana Manajemen – M.Esmed Husairi – 09660011 dan Yuni Arba’atun - 09660025

Page | 6

MAKALAH

[MANAJEMEN BISNIS]

KOMUNIKASI MANAJERIAL DAN TEKNOLOGI INFORMASI
Komunikasi adalah penyampaian dan pemahaman suatu maksud. Hal pertama yang harus diperhatikan tentang definisi itu adalah penekanan pada penyampaian maksud Itu artinya bahwa jika tidak ada informasi atau ide yang disampaikan, komunikasi tidak terjadi. Pembicara yang tidak didengar atau penulis yang tidak dibaca belumlah berkomunikasi. Lebih penting lagi, namun demikian, komunikasi mencakup pemahaman maksud. Agar komunikasi berhasil, maksud harus ditanamkan dan dipahami. Hal terakhir yang ingin kita katakan tentang komunikasi manajerial adalah bahwa itu mencakup komunikasi interpersonal komunikasi antara dua orang atau lebih dan komunikasi organisasi semua pola, jaringan, dan sistem komunikasi dalam suatu organisasi. Kita akan mempelajari komunikasi interpersonal manajer terlebih dahulu. Proses Komunikasi Interpersonal

METODE BERKOMUNIKASI I N T E R P E R S O N A L (ANTAR PRIBADI) Para manajer dapat menggunakan 12 pertanyaan untuk membantu mereka mengevaluasi berbagai metode komunikasi itu. 1. Umpan balik—seberapa cepat penerima menanggapi pesan itu? 2. Kapasitas kerumitan—dapatkah metode itu secara efektif memproses pesan yang rumit? 3. Potensi keluasan—berapa banyak pesan yang melalui metode itu? 4. Kerahasiaan—dapatkah komunikator yakin pesan mereka diterima hanya oleh yang dituju? berbeda-beda dapat disalurkan

5. Kemudahan encoding—dapatkah pengirim secara mudah dan secara cepat menggunakan saluran itu?

UMM Program Pasca Sarjana Manajemen – M.Esmed Husairi – 09660011 dan Yuni Arba’atun - 09660025

Page | 7

MAKALAH

[MANAJEMEN BISNIS]

6. Kemudahan decoding—dapatkah penerima secara mudah dan secara cepat mendecode pesan itu? 7. Kendala waktu-ruang—apakah pengirim dan penerima perlu berkomunikasi pada waktu yang sama dan di ruang yang sama? 8. Biaya—berapa besarnya, biaya untuk menggunakan metode itu? menyampaikan kehangatan

9. Kehangatan interpersonal—seberapa baik metode itu interpersonal?

10.Formalitas—apakah metode itu mempunyai jumlah formalitas yang diperlukan? 11.Kemampuan discan—apakah metode itu membeli kesempatan pesai-- untuk dengan mudah dibrowse atau discan untuk mendapatkan informasi yang relevan? 12.Waktu konsumsi—apakah pengirim atau penerima dapat menikmati

pengendalian yang lebih besar ketika menghadapi pesan itu? Kita tidak dapat meninggalkan topik tentang metode komunikasi interpersonal tanpa melihat peran komunikasi nonverbal yang artinya, komunikasi yang disampaikan tanpa kata-kata. Beberapa komunikasi yang paling berarti tidak terkatakan atau tertulis. Jenis komunikasi non-verbal yang sangat diketahui adalah bahasa tubuh dan intonasi verbal.

Penghalang Keefektifan Komunikasi Interpersonal Penyaringan Penyaringan adalah manipulasi (pengubah-ubahan) informasi yang disengaja sehingga membuat informasi tersebut tampak lebih menyenangkan bagi penerima. Banyaknya penyaringan cenderung merupakan fungsi dari banyaknya tingkatan vertikal dalam organisasi dan budaya organisasi. Makin banyak tingkat vertikal organisasi, makin besar peluang terjadinya penyaringan Persepsi Selektif adalah ketika orang-orang secara selektif menafsirkan apa yang mereka lihat atau dengar berdasar pada kepentingan, latar belakang, pengalaman, dan sikap mereka. Emosi Bagaimana perasaan penerima ketika menerima pesan akan mempengaruhi cara ia menafsirkan pesan itu. Anda akan sering menafsirkan pesan yang sama dengan tafsiran yang berbeda-beda, tergantung pada apakah Anda sedang gembira atau sedih. Emosi yang ekstrim sangat cenderung merintangi keefektifan komunikasi. kebanjiran informasi—ketika informasi yang harus kita olah melampaui kapasitas pemrosesan kita.

UMM Program Pasca Sarjana Manajemen – M.Esmed Husairi – 09660011 dan Yuni Arba’atun - 09660025

Page | 8

MAKALAH

[MANAJEMEN BISNIS]

Perilaku Defensif Ketika seseorang merasa terancam, mereka cenderung akan bereaksi dengan cara yang mengurangi kemampuan mereka untuk mencapai saling pengertian. Yakni, mereka menjadi defensif—terlibat dalam perilaku seperti secara verbal menyerang orang Iain, memberikan jawaban yang kasar, menjadi terlalu bersifat penilai, dan mempertanyakan motif orang Iain. Bahasa Kata-kata mempunyai arti yang berbeda bagi orang-orang yang berbeda. Umur, pendidikan, dan latar belakang budaya adalah tiga variabel yang paling jelas yang mempengaruhi bahasa yang digunakan seseorang dan definisi yang ia berikan pada katakata itu. Budaya Nasional Seperti yang ditekankan dalam pembuka bab Dilema Seorang Manajer, perbedaan komunikasi dapat juga timbul dari Bahasa yang berbeda yang digunakan individu untuk berkomunikasi dan budaya nasional di mana mereka menjadi bagiannya. Perbedaan budaya dapat mempengaruhi cara yang dipilih manajer untuk berkomunikasi. Dan perbedaan itu tidak diragukan lagi dapat menjadi penghalang keefektifan komunikasi jika tidak dikenali dan diperhatikan.

Mengatasi Penghalang Keefektifan Komunikasi Interpersonal Gunakan Umpan Balik Banyak masalah komunikasi dapat secara langsung dilacak penyebabnya pada kesalahpahaman dan ketakakuratan. Masalah itu cenderung dapat dihindari jika para manajer menggunakan lingkaran umpan balik dalam proses komunikasi. Umpan balik itu dapat verbal atau non-verbal. Menyederhanakan bahasa Karena bahasa dapat menjadi penghalang, para manajer harus memilih kata dan menyusun pesannya dengan cara yang akan membuat pesan itu menjadi jelas dan dipahami oleh penerima. Manajer tersebut perlu menyederhanakan bahasanya dan memperhatikan orang-orang yang dituju oleh pesan itu sehingga bahasa itu dapat disesuaikan dengan kubutuhan penerima. Ingat, komunikasi yang efektif tercapai jika pesan diterima dan dipahami. Pemahaman dapat Menyimak dengan Aktif Ketika seseorang berbicara, kita mendengar. Tetapi terlalu sering kita tidak menyimak. Menyimak adalah pencarian maksud secara aktif, sementara mendengar adalah pasif. Dalam menyimak, dua orang terlibat dalam pemikiran: pengirim dan penerima. Kendala Emosi Adalah naif untuk menganggap bahwa para manajer selalu berkomunikasi dalam cara yang rasional. Kita tahu bahwa emosi dapat benar-benar menghalangi dan mengganggu penyampaian maksud.

UMM Program Pasca Sarjana Manajemen – M.Esmed Husairi – 09660011 dan Yuni Arba’atun - 09660025

Page | 9

MAKALAH

[MANAJEMEN BISNIS]

Perhatikan Isyarat Non Verbal Jika tindakan dapat berbicara lebih keras daripada katakata, maka penting untuk menjaga tindakan Anda untuk memastikan tindakan itu sejalan dan memperkuat kata-kata yang keluar bersamaan dengan tindakan itu. Komunikasi Organisasi Pemahaman komunikasi manajerial tidaklah mungkin tanpa melihat dasar-dasar komunikasi organisasi. Dalam bagian ini, "kita melihat beberapa aspek genting komunikasi organisasi yang mencakup komunikasi formal dan informal, pola arus komunikasi, dan jaringan komunikasi formal dan informal. Komunikasi FORMAL dan Informal

Komunikasi di dalam organisasi sering digambarkan sebagai formal atau informal. Komunikasi formal mengacu pada komunikasi yang mengikuti rantai komando resmi atau bagian dari komunikasi yang dibutuhkan untuk melakukan suatu pekerjaan.

Komunikasi informal adalah komunikasi organisasi yang tidak didefinisikan oleh hierarki struktur organisasi. Sistem komunikasi informal tersebut memenuhi dua tujuan dalam organisasi: (1) komunikasi itu memberi kesempatan para karyawan untuk memuaskan kebutuhan mereka akan interaksi sosial, dan (2) komunikasi itu dapat meningkatkan kinerja organisasi dengan menciptakan saluran komunikasi alternatif yang sering lebih cepat dan efisien.

UMM Program Pasca Sarjana Manajemen – M.Esmed Husairi – 09660011 dan Yuni Arba’atun - 09660025

Page | 10

MAKALAH
Arah Arus Komunikasi

[MANAJEMEN BISNIS]

Komunikasi organisasional dapat mengalir ke bawah, ke atas, lateral, atau diagor.al. Mari lihat masing-masingnya. Ke Bawah Segala komunikasi fang mengalir ke bawah dari manajer ke para karyawan adalah komunikasi ke bawah. Komunikasi ke bawah digunakan untuk memberitahu, mengarahkan, mengkoordinasikan, dan mengevaluasi karyawan. Komunikasi ke atas Para manajer bergantung pada para karyawannya untuk mendapatkan informasi. Laporan diberikan kepada para manajer untuk memberitahu mereka tentang perkembangan ke arah sasaran dan semua masalah terkini. Komunikasi ke atas adalah Komunikasi yang mengalir ke atas dari karyawan ke manajer. Komunikasi itu membuat manajer tetap sadar tentang bagaimana perasaan karyawan terhadap pekerjaannya, rekan kerjanya, dan organisasi itu secara umum. Komunikasi Lateral Komunikasi yang terjadi di antara semua karyawan pada tingkatan organisasi yang sama disebut komunikasi lateral (komunikasi menyamping atau horisontal). Dalam lingkungan sekarang yang kacau dan cepat berubah, komunikasi horisontal sering diperlukan untuk menghemat waktu dan memudahkan koordinasi Komunikasi Diagonal Komunikasi Diagonal adalah komunikan yang memotong baik bidang kerja maupun tingkat organisasi Ketika seorang analis kredit di departemen kredit berkomunikasi secara langsung dengan manajer pemasaran regional ingat departemen yang berbeda dan tingkatan organisasi yang berbeda tentang masalah pelanggan, itulah komunikasi diagonal. Untuk kepentingan efisiensi dan kecepatan, komunikasi diagonal dapat menguntungkan.

Jaringan Komunikasi Organisasi Arus komunikasi organisasi vertikal dan horisontal dapat digabungkan menjadi berbagai pola yang disebut jaringan komunikasi Jenis Jaringan Komunikasi Dalam jaringan rantai, komunikasi mengalir sesuai dengan rantai komando formal, baik ke bawah maupun ke atas. Jaringan roda mencerminkan komunikasi yang mengalir antara pemimpin yang kuat dan mudah dikenal dan orang Iain dalam kelompok atau tim kerja. Pemimpin

UMM Program Pasca Sarjana Manajemen – M.Esmed Husairi – 09660011 dan Yuni Arba’atun - 09660025

Page | 11

MAKALAH

[MANAJEMEN BISNIS]

tersebut berlaku sebagai pusat jaringan yang semua komunikasi akan melalui dia. Akhirnya, dalam jaringan semua saluran, komunikasi mengalir dengan bebas di antara semua anggota tim kerja. Tiga Jaringan Komunikasi Organisasi Umum dan Bagaimana Jaringan itu Memeringkat Kriteria Keefektifan

Memahami Teknologi Informasi Dunia komunikasi manajerial tidak seperti yang telah lama ada; para manajer tertantang untuk membuat organisasi mereka berfungsi dengan lancar sambil secara terus menerus mengembangkan operasi kerja dan tetap bersaing walaupun organisasi dan lingkungan berubah dengan cepatnya. Walaupun perubahan teknologi telah menjadi sumber yang signifikan dari ketidakpastian lingkungan yang dihadapi organisasi, kemajuan teknologi yang sama ini telah membuat manajer mampu mengkoordinasikan usaha kerja karyawan melalui cara yang dapat menghasilkan peningkatan efisiensi dan keefektifan. Teknologi informasi sekarang menyentuh semua aspek hampir semua bisnis perusahaan. Implikasinya bagi komunikasi manajerial .sangatlah besar.

Bagaimana Teknologi Mempengaruhi Komunikasi Manajerial perkembangan teknologi informasi tampak akan berdampak paling berarti dalam komunikasi manajerial terkini sistem komputer jaringan dan kemampuan nirkabel. Sistem Komputer jaringan Dalam sistem komputer jaringan, organisasi menghubungkan sejumlah komputernya menjadi satu melalui hardware dan software yang kompatibel,

UMM Program Pasca Sarjana Manajemen – M.Esmed Husairi – 09660011 dan Yuni Arba’atun - 09660025

Page | 12

MAKALAH

[MANAJEMEN BISNIS]

sehingga menciptakan jaringan organisasi. Anggota organisasi kemudian dapat berkomunikasi satu sama Iain dan memperoleh informasi tidak peduli apakah mereka sedang berada di ruang pertemuan, di luar kota, atau di tengah perjalanan ke luar negeri. Walaupun kita tidak akan mempelajari mekanisme cara kerja sistem jaringan, kita akan membahas beberapa aplikasinya di bidang komunikasi yang mencakup e-mail, instant messaging, voice mail, fax, pertukaran data elektronis, teleconferencing dan videoconferencing, intranets dan extranets, dan berbicara di Internet. E-mail adalah pengiriman pesan tertulis secara instant di sejumlah komputer yang terhubung bersama. Sistem voice mau mendigitalkan pesan lisan, mengirimkannya melalui jaringan, dan menyimpan pesan itu ke dalam disket sehingga penerima dapat membuka pesan itu kemudian. Kemampuan .itu membuat Mesin faks memampukan pengiriman dokumen yang mengandung baik teks maupun grafik melalui saluran telepon biasa. Mesin faks pengirim menscan dan mendigitalkan dokumen. Mesin faks penerima membaca informasi yang discan itu Electronic data interchange (EDI) adalah cara organisasi untuk bertukar dokumen transaksi bisnis standar, seperti faktur atau pesanan pembelian, dengan menggunakan jaringan komputer ke komputer secara langsung. Teleconferencing memberi kesempatan sekelompok orang untuk bertukar pikiran secara simultan dengan menggunakan telepon atau software komunikasi e-mail. Jika para peserta pertemuan tersebut dapat melihat satu sama Iain melalui layar video, konferensi simultan itu disebut videoconferencing Intranet adalah jaringan komunikasi organisasional ,yang menggunakan teknologi Internet dan dapat diakses hanya oleh para karyawan organisasi itu. Extranet adalah jaringan komunikasi organisasi yang menggunakan teknologi Internet dan memberi kesempatan para pengguna yang berwenang di dalam organisasi itu untuk berkomunikasi dengan pihak luar tertentu seperti pelanggan atau penjual. Bagaimana Teknologi Informasi Mempengaruhi Organisasi Karyawan—yang bekerja dalam tim atau secara individual memerlukan informasi untuk membuat keputusan dan melakukan pekerjaannya. Setelah menggambarkan kemampuan komunikasi yang. dimiliki manajer, jelaslah bahwa teknologi dapat secara signifikan

UMM Program Pasca Sarjana Manajemen – M.Esmed Husairi – 09660011 dan Yuni Arba’atun - 09660025

Page | 13

MAKALAH

[MANAJEMEN BISNIS]

mempengaruhi cara anggota organisasi berkomunikasi, berbagi informasi, dan melakukan pekerjaan mereka. Komunikasi dan pertukaran informasi di antara anggota organisasi tidak lagi menghadapi kendala geografi atau waktu. Usaha kerja yang bekerja sama untuk menyelesaikan tugas tertentu di antara individu dan tim yang tersebar luas, berbagi informasi, dan integrasi keputusan dan pekerjaan di seluruh organisasi mempunyai potensi meningkatkan efisiensi dan keefektifan organisasi. Dan sementara keuntungan ekonomi dari teknologi informasi telah jelas, para manajer jangan lupa untuk mengatasi kelemahan yang bersifat psikologis.

UMM Program Pasca Sarjana Manajemen – M.Esmed Husairi – 09660011 dan Yuni Arba’atun - 09660025

Page | 14

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->