P. 1
Power Steering

Power Steering

|Views: 3,443|Likes:
Published by Dina Kurniawan

More info:

Published by: Dina Kurniawan on Jul 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/23/2013

pdf

text

original

Power steering Jika sistem power steering rusak, maka terdengar suara dengung ketika setir diputar.

Hal itu terjadi karena adanya kebocoran, sehingga oli power steering berkurang. Sebaiknya periksa lebih detail jika ada lelehan oli di area sistem kemudi dan bawa ke bengkel kepercayaan Anda. Karena jika rusak biaya yang dibutuhkan relatif mahal.

Rem Sistem rem juga menyebabkan bunyi. Sumbernya berasal dari kampas yang bergesekan dengan piringan rem atau teromol. Selain karena ada kotoran yang menempel, bunyi juga bisa diakibatkan kampas rem sudah habis. Saat Anda melakukan pengereman, terdengar suara berdecit dan setir terasa bergetar. Tergantung perawatan Menurut Avon, penyebab rusak yang utama adalah usia mobil. “Biasanya muncul setelah mobil digunakan 2-3 tahun. Penggunaan pelek besar dan kondisi jalan sehari-hari yang rusak juga menjadi salah satu penyebab juga,” jelas Avon. Avon menambahkan, semua tergantung pada perawatan. Kalau perawatan mobilnya benar, maka komponen tersebut akan berumur lebih lama. Menurutnya, biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki komponen-komponen tersebut antara Rp 3,5 - 5 juta tergantung dari kerusakan dan merek mobil. Untuk sistem suspensi, biayanya mulai dari Rp 3,5 – 5 juta. Untuk sistem rem biaya perbaikannya mulai dari Rp 600 ribu – 3,5 juta tergantung kerusakannya. Sementara jika motor power steering sudah rusak, maka biaya yang harus disiapkan berkisar antara Rp 2,5 – 3 juta.

Kaki-kaki Kaki-kaki mobil merupakan bagian yang penting. Seperti suspensi yang bertugas menahan bobot serta membuat mobil menjadi stabil saat melaju. Tapi jika performa suspensi menurun, selain menyebabkan kestabilan mobil berkurang, juga dapat menimbulkan bunyi kriet...kriet atau gluduk...gluduk. Bunyi juga bisa timbul dari komponen kaki-kaki lainnya. Seperti ball joint, tie-rod, link stabilizer, bushing arm, dan lainnya. Untuk mendeteksi komponen itu rusak cukup mudah. Biasanya terdengar suara klutuk...klutuk saat mobil berjalan di jalan tidak rata atau berlubang. Sementara jika Anda mendengar suara dengung dari roda, maka disebabkan bearing roda yang aus. Suara dengung ini beda tipis dengan suara berisik pada ban. Sedangkan ban yang telah lama tidak dirotasi juga bisa menimbulkan dengung. Jadi sebaiknya diperiksa ke bengkel kepercayaan Anda, agar lebih meyakinkan.

Powe Steering
1. Landasan Teori Pada setiap kendaraan bermotor membutuhkan kekuatan dari sang pengemudi untuk mengarahkan kendaraan tersebut ke kanan maupun ke kiri. Bagi pengemudi yang mempunyai tenaga yang cukup besar, mungkin hal ini tidak akan menjadi masalah. Tapi bagi perempuan atau yang tidak mempunyai tenaga cukup besar, hal ini akan menjadi masalah yang cukup serius untuk dihadapi. Oleh karena itu diperlukan suatu alat yang dapat membantu memperingan tenaga pengemudi dalam menggerakkan roda kemudi. Alat tersebut saat ini dikenal dengan nama Power Steering. Power steering memiliki berbagai jenis, hal ini dapat dibedakan melalui komponen-komponennya. Sebagai contoh gear box yang dipakai oleh suatu power steering. Berdasarkan gear box yang dipakai power steering ada dua macam yaitu power steering model worm dan model rack and pinion.Pada mobil KIA Shuma Yang di gunakan adalah tipe Rack and pinion.

a . Komponen Power steering 1. Rotor Rotor pompa power steering rack and pinion disini berbentuk bulat dan terdapat beberapa alur untuk meletakkan vane plate. Rotor berfungsi untuk menciptakan kevakuman sehingga fluida dari reservoir dapat terhisap masuk ke dalam pompa (ruang dalam rotor). Fluida tadi akan dinaikkan tekanannya oleh rotor dengan cara mempersempit volume fluida melalui rotor yang berputar di dalam cam ring yang bentuknya oval. Karena cam ring yang berbentuk oval inilah ada saatnya fluida tekanannya naik pada saat rotor berputar.

2. Vane pump Sistem power-steering mengadopsi pompa oil tipe vane untuk menghasilkan tekanan fluida yang cukup untuk mengoperasikan steering dan menjamin pengiriman fluida yang cukup untuk merespon steering dengan cepat

3. Flow control valve Flow control valve berfungsi untuk mengontrol aliran yang diperbolehkan tetap melalui orifice di posisi pertengahan dari sirkuit hydraulic.

Dengan kata lain,kelebihan fluida dikembalikan ke reservoir melawan tahanan pada relief circuit dan volume fluida yang sudah diukur disupplai ke sirkuit.Di negara lain,volume aliran dikontrol dengan membedakan ukuran orifice dan tegangan dari valve spring.Bagaimanapun,tidak dibolehkan menyetel sembarangan,karena banyaknya aliran fluida telah ditetapkan sudah disetel dengan hati-hati oleh pabrik sebelum dipasarkan.

4. Pressure control Pressure control valve berfungsi untuk mengatur tekanan maksimum fluida yang telah ditetapkan melewati orifice dan saat tekanan maksimum tercapai,tahanan yang lebih tinggi di dalam circuit dibebaskan sebagai contoh saat steering wheel diputar sampai mengunci ketika kendaraan diam ,dengan demikian peningkatan tekanan yang menyebabkan kerusakan pada saluran pipa dapat dicegah.

5. Ralief valve Relief value terletak di dalam flow control value. Apabila tekanan P2 melebihi 80 kg/cm2 , relief value membuka untuk menurunkan tekanan fluida. Apabila tekanan P2 kembali turun, flow control value terdorong ke kiri dan mengontrol tekanan maksimum.

6. Safety check valve Safety check valve diMemasanguntuk membolehkan kerja steering secara manual ketika mesin mati atau ketika terjadi gangguan pada oil pump,kebocoran circuit hydrolic dan sebagainya. Ketika worm shaft berputar dari posisi netral dan terjadi kontak dengan stopper,lebih lanjut gerak putar shaft menyebabkan komponen berubah terhadap kerja konvensional dari mekanisme system steering. Bagaimanapun,ruang pada kedua sisi dari ball-nut terisi dengan fluida yang harus dikembalikan untuk mengurangi tahanan pada saat system steering mengontrol secara manual.Safety check valve digunakan untuk mengurangi tahanan dan fungsi seperti yang diilustrasikan.Apabila tekanan fluida normal,safety check valve tertutup oleh tekanan fluida yang dipompa keluar dari oil pump,sehingga tidak berpengaruh banyak terhadap kerja power steering,tetapi ketika terjadi suatu masalah di dalam hydraulic circuit dan pengiriman fluida dari oil pump berhenti,check valve tertekan dan terbuka oleh tekanan fluida yang dipaksa keluar oleh piston pada manual steering,mengikuti fluida mengalir ke ruang belakang piston.

b. Cara kerja power steering 1. Posisi netral Fluida dari pompa dikirim ke control value. Apabila control value berada pada posisi netral, aliran seluruh fluida mengalir menuju control value ke dalam relief port dan kembali ke pompa. Pada saat ini tekanan fluida kecil dan sama besarnya pada kedua sisi piston silinder sehingga piston silinder tidak bergerak. 2. Posisi belok Jika proses kemudi diputar kesalah satu arah, control value juga bergerak menutup salah satu saluran fluida, dan saluran lainnya terbuka lebar. Dengan demikian volume aliran fluida berubah dan tekanan fluida naik. Tekanan antara kedua posisi piston silinder menjadi berbeda dan piston silinder bergerak ke arah yang tekanannya rendah. Selanjutnya fluida di dalam silinder yang tertekan kembali ke pompa melalui control value. 2. Gejala kerusakan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Kebocoran pada oil pump Kebocoran pada hose return dan hose pressure Kebocoran pada rack Coloum dan Racksteer Steer berat bila diputar Steer kurang lurus Steer naik ke kiri atau ke kanan Steer geter

3. Analisa kerusakan 1. Kebocoran pada oil pump 1. Seal kit atau perapat pada pompa sobek, rusak atau keras,ganti seal hit pompa 2. Terjadi keausan pada poros pully,ganti poros pompa 2. Kebocoran pada hose return dan hose pressure 1. 2. 3. 4. Selang sudah keras,ganti selang Selang robek,ganti selang Klem kurang keras mencekam selang,ganti clem pencekam Ring O aus,ganti ring O

3. Kebocoran pada rack coloumn dan rack steer 1. Sel kit assy sudah tak mampu menahan fluida,ganti seal kit assy 2. Rack steerc sudah aus, ganti rack steer

4. Steer berat bila diputar 1. 2. 3. 4. Oli sudah mulai kental,ganti oli ATF yang baru Pada universal joint pelumasan mulai kering,lumasi bagian persimpangann universal joint Stelan baut pengunci terlalu dalam,stel ulang baut pengunci Sistim tidak bekerja,cek belt

5. Steer kurang lurus 1. Pemasangan tidak di cek ulang karena loncat satu gigi atau lebih,buka ulang sistem kemudi lalu stel ulang kelurusannya 2. Penyetelan steer kurang tepat,stel steer 6. Steer oblak 1. Ball join pada tie rod atau rack end telah aus,ganti tie rod dan rack and 2. Pemasangan steering wheel tidak tepat 7. Steer naik ke kiri atau ke kanan 1. Setelan spooring tidak pas,di spooring ulang 2. Roda sudah aus sebagian,ganti roda 8. Steer geter 1. Ban kurang center atau ban aus,ganti ban 2. Disk brake tidak rata, baret,aus,bubut disk break atau ganti disk break

4. Perbaikan 1. Pembongkaran power steering Langkah – langkah : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Melepas Melepas Melepas Melepas Melepas Melepas Melepas Melepas Melepas Melepas mur pengikat puli dengan menggunakan SST, Melepas puli dan pasak tangki reservoir, braket dan ring O air control value union lubang hisap union lubang tekan flow control value rumah belakang plat sisi belakang plat sisi depan rotor dan plat depan

b. Hal yang perlu diperiksa pada pompa power steering adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. Mengukur celah oli antara poros dan bushing Memeriksa rotor dan vane plate Memeriksa flow control value Memeriksa pegas flow control value. Ukur panjang pegas Jika perlu ganti perapat oli 3. Merakit power steering Langkah –langkah: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Sebelum merakit oleskan fluida power steering pada permukaan yang bergesekan. Memasang pen lurus panjang menggunakan palu plastik pada rumah depan Memasang plat depan dan rotor pada poros pompa Memasang cam ring Memasang vane plate Memasang plat sisi belakang dan ring O Memasang housing belakang Memasang dudukan pegas flow control value Memasang pegas, flow control value, ring O dan union lubang tekan Memasang air flow control value dudukan union yang baru dan kencangkan katup Memasang union lubang hisap Memasang tangki reservoir dn bracket Memasang puli pompa power steering

d. Membongkar Gear Housing 1. Rumah roda gigi kemudi dijepit pada ragum 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. Melepas Melepas Melepas Melepas Melepas Melepas Melepas Melepas Melepas Melepas Melepas Melepas Melepas pipa pressure air control valve tie rod end boot rack rack end dan cincin kuku mur pengunci kap pegas pengantar rack kap pegas pengantar rack pegas pengantar rack, pengantar rack dan dudukannya mur pengunci dan bantalan bawah control valve mur pembatas ujung silinder bushing rack and pinion perapat oli rumah silinder dan spac

e. Memeriksakan Gear housing 1) Periksa rack 1. 2. 3. 4. 5. Bila perlu ganti perapat oli rumah control valve dan bantalan ata Mengganti bantalan bawah control valve dan bantalan tengah Mengganti perapat oli bushing rack Jika perlu ganti teflon dan ring O Mengganti ring teflon control valve

f. Merakit gear housing 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Mengoleskan fluida power steering atau gemuk pada komponen yang bergesekan Memasang oil seal dan spacer rumah silinder Memasang rack Memasang stopper ujung silinder, oil seal dan spacer Gbr (5.4.41) Memasang conrol valve (katup Pengatur) pada housingnya Memasang oil seal dan snap ring (Gbr 5.4.42) Memasang spacer, bantalan bawah dan self locking nut pada poros valve control (Gbr 5.4.43) Memasang rack housing cap (tutup rumah rack) Memasang dudukan rack guide, rack guide dan pegas rack guide Memasang mur pengunci tutup pegas rack guide 10. 11. 12. 13. Memasang claw washer dan rack end Memasang rack boot, klem dan klip-klipnya Memasang tie rod end Memasang pipa tekan balik kanan dan kiri. Menggunakan SST, Memasang dan kencangkan denagn momen masing-masing pipa

BAB IV PERAWATAN DAN PERBAIKAN POWER STEERING TOYOTA LAND CRUISER (HARDTOP) 1982
1. Perawatan Pencegahan (Preventive Maintenance)

Perawatan pencegahan (preventive maintenance) adalah perawatan yang dilakukan pada selang waktu yang ditentukan sebelumnya, atau terhadap kriteria lain yang diuraikan, dan dimaksudkan untuk mengurangi kemungkinan bagian-bagian lain tidak memenuhi kondisi yang bisa diterima. Perawatan pencegahan yang dilakukan pada komponen-komponen power steering Toyota Land Cruiser ini adalah pada roda kemudi (steering wheel), poros utama, pipa saluran, tangki cadangan (reservoir), pompa power steering, power steering gear box.
1. Perawatan pada roda kemudi (Steering wheel)

Roda kemudi mempunyai peranan penting didalam sistem power steering, dimana dengan roda kemudi ini sebuah kendaraan dapat digerakkan atau dibelokkan kekanan atau kekiri. Untuk itu roda kemudi harus mendapatkan perawatan dan perbaikan dalam sistem power steering ini. Sehingga dengan adanya perawatan tersebut, si pengemudi mendapatkan keselamatan dan kenyamanan dalam mengendarai kendaraan roda empat. Adapun pemeriksaan terhadap roda kemudi dilakukan tiap kelipatan 20.000 Km. kegiatan perawatan ini dilakukan sebatas pemeriksaan saja, tetapi jika terdapat kerusakan-kerusakan terhadap komponen perlu dilakukan penggantian. Beberapa hal pemeriksaan untuk roda kemudi Toyota Land Cruiser :

1. Pemeriksaan gerak bebas kemudi (free play) 1. Saat engine berputar (hydrolik bekerja), set roda depan lurus menghadap ke depan. 2. Ukur gerak bebas pada roda kemudi dengan memutar kemudi dalam kedua arah dengan posisi roda depan lurus, limit maksimum gerak bebas 30 mm.

Gambar 4.1 Gerak Bebas Roda Kemudi (10)

3. Bila melebihi limit maksimum, periksa atau stel baut penyetel pada gear box dengan cara meluruskan roda depan dalam posisi lurus. Kendorkan baut pengunci pada baut penyetel unit kemudi. Putar baut penyetel sesuai arah jarum jam untuk mengurangi gerak bebas, atau berlawanan jarum jam untuk menambah gerak bebas. Setelah gerak main sudah sesuai spesifikasi kencangkan baut pengunci. 4. Periksa juga kekendoran roda kemudi dengan menggerakkan ke depan dan ke belakang. 2. Pemeriksaan stationary steering effort 1. Tempatkan kendaraan pada permukaan yang rata, putar kemudi pada posisi lurus kedepan. 2. Hidupkan mesin dan pasang spring balance pada lingkaran luar roda kemudi kemudian ukur kekuatan yang diperlukan untuk memutar roda kemudi kekanan dan kekiri dari posisi lurus kedepan (dengan jangkauan 1,5 putaran). Adapun harga steering effort yang diizinkan 4 kg.

Gambar 4.2 Stationary Steering Effort (10)

3. Pemeriksaan kembali roda kemudi ke posisi tengah

Adapun cara pemeriksaannya adalah dengan melakukan tes jalan kira – kira kecepatan 35 km/jam putar kemudi 900 dan lepaskan roda kemudi setelah 12 detik. Apabila roda kemudi berputar kembali 700 atau lebih dianggap bagus.

Gambar 4.3 Pemeriksaan roda kemudi (10)

2. Poros utama (Steering shaft)

Poros utama adalah komponen dari sistem kemudi yang mana bertugas sebagai penyalur gaya putar dari roda kemudi yang diteruskan ke gear box. Adapun perawatan

pada poros utama ini dilakukan sebatas pemeiksaan saja tetapi jika terdapat beberapa kerusakan komponen, lakukanlah penggantian.
1. Pemeriksaan baut dan mur jika perlu. 2. Pemeriksaan poros utama jika terjadi ketidak lurusan. 3. Pipa saluran oli

Saluran oli merupakan instalasi – instalasi pipa untuk sistem power steering. Dalam perawatan, saluran ini juga harus mendapatkan perhatian yang rutin dan cermat. Untuk itu pemeriksaan terhadap saluran oli ini meliputi:
1. Pemeriksaan baut – baut dan mur sambungan. 2. Pemeriksaan instalasi pipa jika terjadi kebocoran yang menyebabkan sistem power steering tidak bekerja dengan optimal. 3. Pemeriksaan saluran oli dari ketersumbatan dikarenakan terjadi pengendapan oli di dinding pipa saluran. 4. Tangki cadangan (Reservoir tank)

Oli reservoir merupakan fluida cadangan yang disimpan dalam tangki sebagai minyak pendorong power piston melalui pipa dalam sistem power steeringToyota Land Cruiser. Minyak yang digunakan adalah ATF (Automatic Transmision Fluid) Dextron atau Dextron II. Minyak power steering harus dicek secara teratur. Pemeriksaan minyak harus dilakukan secara rutin setiap 10.000 Km. Pemeriksaan untuk minyak power steering ini meliputi:
1. Pemeriksaan jumlah minyak power steering.

Gambar 4.4 Pemeriksaan jumlah minyak (8)

1. Parkir kendaraan pada lantai yang rata dan keras, lalu hidupkan engine, dan putar roda kemudi beberapa kali agar temperature fluid-nya mencapai 500 – 600 C. 2. Dengan engine dalam keadaan hidup, putar penuh roda kemudi kekanan dan kekiri beberapa kali. 3. Periksa minyak pada tangki cadangan apakah timbul berbusa atau berubah warna menjadi agak putih. Periksa perbedaan dari jumlah minyak pada waktu engine mati dan pada saat engine hidup. Apabila perubahan jumlah minyak 5 mm atau lebih, lakukan buang angin (Air bleeding). Adapun cara melakukannya adalah : 1. Angkat bagian depan kendaraan, tahan pakai rigid rack, sehingga kedua roda depan lepas dari lantai. 2. Putar puli pompa minyak secara manual beberapa kali. 3. Putar penuh roda kemudi kekanan dan kekiri lima atau enam kali. 4. Lepaskan high tension cable, Catatan: Hati – hati jangan menempatkan high tension cable dengan delivery pipe. 5. Sambil menghidupkan stater motor beberapa kali, putar roda kemudi kekanan dan kekiri sebanyak lima sampai enam kali (selama 15 – 20 detik).

Catatan:
 

Selama membuang angin, tambahkan minyak agar jumlah minyak tidak habis. Apabila membuang angin dilakukan dalam keadaan engine hidup, maka akan terserap udara oleh fluida. Oleh karena itu, buang angin harus dilakukan tanpa menghidupkan engine.

 

Hubungkan high tension cable. Hidupkan engine (idling). Putar roda kemudi kekanan dan kekiri sampai tidak ada lagi gelembung – gelembung udara didalam tangki cadangan fluida power steering.

Pastikan fluida tidak mengental dan jumlahnya mencapai posisi yang telah ditentukan pada level gauge. 1. Penggantian fluida power steering

1. Angkat roda depan dengan menggunakan dongkrak dan kemudian topang dengan rigid rack. 2. Lepaskan slang balik dari tangki reservoir dan kuras minyak ke dalam penampung. 3. Sambil menghidupkan starter motor beberapa kali untuk membuang semua fluida. 4. Pasang kembali slang balik dengan benar, dan kemudian kencangkan slang balik dengan clip. 5. Isi tangki reservoir dengan fluida yang baru sesuai spesifikasi sampai diatas posisi lower dari filter. 3. Pemeriksaan tekanan fluida

Gambar 4.5 Pemeriksaan Tekanan Fluida (7)

1. Lepaskan hubungan pipa tekanan dari rumah roda gigi. 2. Pasang sisi pengukuran pada pompa dan sisi katup pada saluran tekan. 3. Keluarkan udara dari sistem dan putar roda kemudi beberapa kali sehingga temperatur fluida naik kira – kira 500 – 600 C. 4. Hidupkan engine dan stel putaran idling 1000 rpm atau lebih. 5. Tutup penuh katup pengukur tekanan dan amati pembacaan pada alat pengukur, nilai tekanannya berada pada nilai standar 7, 3 – 8, 0 Mpa.

Catatan:
1. Jangan menutup katup lebih dari 10 detik. 2. Jangan biarkan temperatur fluida menjadi terlalu tinggi. 6. Jika tekanan rendah, perbaiki atau ganti pompa 7. Periksa apakah tekanan hidroliknya dalam nilai standar sewaktu kondisi tanpa beban dibuat dengan cara membuka penuh katup pengukur tekanan dari pressure gauge.

8. Apabila tidak sesuai dengan nilai standar, kemungkinan penyebabnya adalah saluran fluida atau steering gear box. Oleh karena itu periksa komponen dan perbaiki jika perlu. 5. Pompa power steering

Pompa merupakan suatu sistem power steering pada Toyota Land Cruiser yang harus mendapatkan perawatan yang dilaksanakan setiap 20.000 Km. Perawatannya meliputi :
1. Pemeriksaan puli dari keausan dan kerusakan.

Lihat dan dengarkan putaran dari puli, apakah putarannya masih dalam batas – batas toleransi. Kemudian apakah terjadi keausan pada puli akibat gesekannya dengan sabuk.
2. Pemeriksaan katup pengontrol aliran dan pegas katup 1. Cek bahwa oli dapat di alirkan melalui lubang katup dengan berat oli tersebut. 2. Lihat dan periksa panjang pegas katup.

6. Power steering gear box

Pemeriksaan untuk steering gear box dilakukan setiap kelipatan 20.000 Km, dan pemeriksaan ini dilakukan hanya penyetelan dan perbaikan bahkan penggantian jika dianggap perlu. Pemeriksaan steering gear box :
1. Pemeriksaan bantalan

1. Dengar apakah terjadi suara yang tidak normal selama bantalan bekerja. 2. Periksa keausan dari bantalan. 2. Pemeriksaan poros sector dan gear sector. 1. Periksa permukaan poros dari kerusakan dan keausan. 2. Lihat dan periksa gigi sector apakah ada yang rusak atau aus. 3. Pemeriksaan poros cacing (worm shaft) dan mur bola (ball nut) 1. Periksa alur poros cacing dan mur bola terhadap keausan dan kerusakan. 2. Periksa alur ball nut telah cacat, melekuk atau kemasukan suatu benda. 3. Periksa bahwa mur bola dapat berputar turun terhadap poros, oleh beratnya sendiri.

Gambar 4.6 Pemeriksaan Poros Cacing dan Mur Bola (3)

4. Pemeriksaan sil oli (Oli seal)

Periksa oli seal apakah karetnya rusak atau sudah aus.

Catatan: pemeriksaan untuk poin diatas dilakukan dengan cara membongkar sistem gear box. Itupun dilakukan jika perlu. Selain perawatan diatas, ada hal yang sangat penting pada sistem power steering yaitu pemeriksaan Drive belt. Drive belt berfungsi sebagai penggerak, maka apabila terdapat kerusakan pada drive belt ini akan berpengaruh kepada seluruh sistem power steering. Oleh karena itu drive belt harus selalu rutin diperiksa setiap 10.000 Km. Pengoperasiannya meliputi :
1. Pemeriksaan permukaan sabuk.

Apabila terdapat keretakan pada sabuk tersebut, maka sabuk harus diganti.
2. Pemeriksaan ketegangan sabuk.

Sabuk yang longgar tidak dapat menggerakkan power steering sebagai mana mestinya, oleh karena itu tegangan harus diperiksa dengan standar menggunakan alat pengukur ketegangan sabuk atau sering disebut dengan Belt Tension Gauge. 4.2 Perawatan Tak Terencana Pada dasarnya perawatan ini di lakukan untuk rencana yang tidak di tentukan sebelumnya. Pada power steering, perawatan ini di lakukan di saat sistem ini terjadi gangguan atau kerusakan di luar dari perawatan yang sudah di rencanakan sebelumnya, di mana gangguan-gangguan atau kerusakan pada power steeringdapat di atasi dengan perbaikan ringan saja. Termasuk di dalamnya perawatan darurat (emergency maintenance).

Perawatan tak terencana ini dilakukan adalah :
1. Perawatan/penggantian yang di lakukan ketika terjadinya kebocoran pada seal oli pada pompa di sebabkan temperature fluida yang cukup tinggi. 2. Perawatan/penggantian seal oli pada steering gear box yang di sebabkan oleh temperature fluida yang cukup tinggi. 3. Mengganti slang aliran fluida ketika terjadinya kebocoran yang di sebabkan karena robek atau terkena benda lain. 4. Mengganti/melakukan buang angin pada fluida jika adanya udara pada fluida. 3. Perbaikan

Kegiatan perbaiakan dapat dilakukan apabila seseorang menggunakan panca indranya seperti pendengaran, penglihatan, perabaan, dan juga dengan sedikit perasaan untuk mengenali atau mengetahui suatu kerusakan dengan menemukan gejala kerusakan tersebut. Power steering ini erat kaitannya dengan roda depan mobil, suspensi dan frame. Oleh karena itu, masalah yang sering dirasakan oleh pengemudi yang dianggap kesulitan timbul di sistem kemudi. Pada sub bab ini, penulis hanya menguraikan tata cara dari pembongkaran dan pemasangan kembali sistem power steering Toyota Land Cruiser (Hardtop). Sedangkan untuk perbaikan dan kerusakan yang timbul dapat disesuaikan dengan bagian-bagian yang mengalami kerusakan apakah diperbaiki (diganti), distel atau masih layak pakai.

1. Gangguan – gangguan sistem kemudi power steering 1. Pengendalian kemudi kurang stabil. 1. Penyebabnya : 1. Pemasangan gear box kurang tepat. 2. Ball joint kendor. 3. Tekanan ban kurang atau tidak sama dengan ban yang lain. 4. Batang penghubung longgar. 2. Cara mengatasinya : 1. Stel Pemasangan gear box 2. Kencangkan kembali atau ganti balljoint. 3. Cek tekanan ban. 4. Stel atau ganti bagian batang penghubung yang aus. 2. Kemudi berat 1. Penyebab : 1. Tali kipas kendor. 2. Kehabisan oli fluida power steering atau pembentukan elmulisifikasi fluida power steering terlalu banyak. 3. Tekanan ban kurang. 4. Pelumasan sambungan kurang. 5. Ball joint lengan bawah aus. 6. Steering column rusak.

2. Cara mengatasinya : 1. Stel ketegangan tali kipas sesuai standarnya 2. Ganti fluida power steering. 3. Tambah tekanan ban dan cek kembali tekanan ban 4. Lumasi sambungan kemudi. 5. Ganti ball joint lengan bawah. 6. Periksa steering column. 3. Putaran kemudi tidak berputar kembali dengan baik. 1. Penyebab : 1. Tekanan ban kurang. 2. Pelumas kurang pada ball joint / tie-rod. 3. Front wheel alignment (FWA) atau spooring salah. 4. Tie-rod end rusak. 2. Cara mengatasinya : 1. Cek tekanan ban. 2. Tambah pelumasan pada ball joint / tie-rod. 3. Periksa Front wheel Alignment. 4. Ganti tie-rod dengan yang baru. 4. Timbulnya suara gemetar 1. Penyebabnya : 1. Pemasangan ball joint dan steering linkage kendor.

2. Tie-rod end rusak. 2. Cara mengatasinya : 1. Periksa dan stel ball joint serta steering linkage. 2. Ganti tie-rod end yang baru. 5. Timbulnya suara berdecit. 1. Penyebabnya : 1. Vane pompa panas atau rusak. 2. Drive belt slip atau kendor. 3. Drive belt rusak. 2. Cara mengatasinya : 1. Perbaiki vane pompa. 2. Stel ketegangan drive belt. 3. Ganti drive belt. 2. Overhoul

Overhoul merupakan suatu kegiatan perbaikan dan pemeriksaan keseluruhan dari suatu perlengkapan elemen mesin seperti bongkar pasang khususnya sistempower steering Toyota Land Cruiser (Hardtop). Kegiatan overhaul yang dilakukan pada sistem ini adalah:
1. Membuka dan membongkar pompa power steering. 2. Analisa terhadap pembongkaran pompa. 3. Merakit pompa power steering.

4. Membongkar steering gear box. 5. Analisa terhadap pembongkaran steering gear box. 6. Merakit steering gear box.

Pembongkaran dan pemasangan pada komponen-komponen diatas:
1. Membuka dan membongkar pompa power steering

Sebelum pompa power steering dibongkar, buka dan lepaskanlah semua jenis pengikat dan lepaskan saluran fluida dari pompa yang terlebih dahulu membuang fluida dari tangki cadangan. Setelah itu buka sabuk dari puli dengan cara membuka mur puli. Kemudian barulah dilakukan pembongkaran dengan cara:
1. Jepitkan pompa pada ragum, jangan terlalu kuat. 2. Buka suction connector dan katup pengontrol aliran serta pegas katup pengontrol.

Gambar 4.7 Membuka Suction Connector (10)

3. Lepas plat sisi belakang dengan menggunakan palu plastik. 4. Lepaskan O-ring dari plat belakang. 5. Lepaskan poros pompa, cam ring dan vane plate dari rumah depan pompa. 6. Gunakan tang snap ring untuk melepas snap ring. 7. Lepas rotor dan plats depan dari poros pompa.

Gambar 4.8 Melepas Snap Ring (10)

2. Analisa terhadap pompa power steering. 1. Periksa katup pengontrol aliran (Flow control valve) 1. Oleskan fluida power steering pada katup dan cek bahwa katup dapat masuk dengan lembut ke dalam lubang oleh beratnya sendiri. 2. Cek kebocoran katup, tutup satu lubang dan berikan tekanan udara dari arah yang berlawanan dan pastikan udara tidak keluar dari ujung. 3. Bila ditemukan pegas tidak sesuai dengan spesifikasi 36 – 38 mm, jika diluar nilai spesifikasi ganti pegas.

Gambar 4.9 Pengukuran Pegas Katup Pengontrol Aliran (7)

2. Periksa rotor dan vane plate.

1. Ukur celah antara rotor dan vane plate dengan feeler gauge dengan celah maksimum 0.03 mmm, bila melebihi nilai max ganti rotor. 2. Ukur tinggi, tebal dan dan panjang vane plate. Tinggi max, 8.0 mm, tebal min 1.77 mm, dan panjang min 14.97 mm. 3. Periksa puli dari keausan dan kerusakan. 4. Ganti seal oli semuanya jika dirasakan perlu.

Gambar 4.10 Mengukur celah rotor dan vane plate (10)

3. Merakit.

Sebelum memulai merakit pompa, lumasi semua bagian yang akan bergesekan dengan fluida power steering.
1. Pasang pegas dan katup pengontrol aliran pada rumahnya. 2. Pasang O-ring yang baru pada union lubang tekan

Gambar 4.11 Memasang Pegas, Katup Pengontrol Aliran dan O-ring (10)

3. Pasang O-ring dalam dan O-ring luar yang baru pada plat depan. 4. Pasang plats depan pada poros pompa serta pemasangan rotor pada poros pompa.

Gambar 4.12 Urutan pemasangan plat depan, dan rotor pada poros (10)

5. Pasang pen lurus pendek pada plat depan, luruskan lubang dowel pin pada sisi plat dengan dowel pin pada dudukan pompa. 6. Pasang kam ring, tepatkan lubang dan pen masukkan kam ring dengan tanda menghadap ke depan.

Gambar 4.13 Pemasangan Kam Ring (10)

7. Pasang snap ring, setelah memasang snap ring angkat rotor dan periksa bahwa sudah masuk ke couter sunk part. 8. Pasang vane plate dengan bagian yang bulat menghadap ke keluar.

Gambar 4.14 Vane plate (10)

9. Pasang plat belakang dan O-ring, tepatkan lubang plat dengan pen kemudian pasang plat. 10. Pasang rumah belakang sertakan pasang O-ring yang baru, pukul rumah belakang ke dalam. Sebelum rumah belakang dipasang, terlebih dahulu memasang gasket pada rumah pompa. 11. Pasang sambungan hisap (Suction connector) sertakan dengan memasang O-ring yang baru. 12. Ukur preload poros pompa, Periksa bahwa poros berputar dengan lembut tanpa adanya suara abnormal.

13. Setelah merakit pompa, pasang semua saluran – saluran pompa baik dari tangki cadangan maupun menuju ke steering gear box. 14. Kemudian isi fluida pada tangki cadangan dengan ATF Dextron II. Dan lakukan pembuangan angin pada power steering (Air bleeding). 4. Membongkar steering gear box.

Sebelum melakukan pembongkaran, terlebih dahulu buka dan lepaskan baut penghubung antara poros kemudi dengan steering gear box beserta baut – baut pengikat lainnya. Urutan dalam pembongkaran steering gear box adalah :
1. Lepas lengan kemudi (Pit man ARM). 2. Buka mur pengunci sekrup penyetel dan Buka tutup kemudi poros sektor dengan empat baut.

Gambar 4.15 Melepas Baut Petutup Kemudi (5)

3. Tahan poros sektor diposisi lurus kedepan pada waktu melepaskannya dari kotak gigi. Jangan melepas poros sektor dari rumah gigi dengan palu atau alat pemukul lainnya.

Gambar 4.16 Melepas poros sector (10)

4. Buka mur pengunci secrup penyetel bantalan roda gigi cacing dan lepaskan sekrup penyetel bantalan.

Gambar 4.17 Melepas mur pengunci (5)

5. Tarik keluar poros cacing (Worm Shaft) dari rumah roda gigi.

Jangan membongkar mur bola (ball nut) dari poros cacing (worm shaft) dan hindarkan agar (ball nut) tidak membentur ujung poros cacing.
5. Analisa terhadap pembongkaran steering gear box.

1. Lakukan perbaikan yang diperlukan dan penggantian komponen-komponen dari steering gear box jika ditemukan keausan, kerusakan atau kondisi abnormal lainnya. 2. Periksa poros cacing (Worm shaft) dan mur bola (Ball nut) dari keausan dan kerusakan. 3. Lakukan pengujian pada poros cacing terhadap mur bola dengan cara menahan poros kearah vertical dan periksa mur bola turun dengan gerakan yang mulus. Jika penurunan mur bola karena beratnya sendiri tidak lancar, periksa poros cacing jika ada kebengkokkan dan alur bola mendesing, penyok atau ada benda lain.

Gambar 4.18 Pemeriksaan Mur Bola dan Poros Cacing (5)

4. Periksa bantalan poros cacing dari keausan dan kerusakan, ganti bantalan dan luncuran bantalan jika rusak. 5. Bila perlu ganti luncuran bantalan dalam roda gigi dan juga ganti luncuran bantalan dalam secrup penyetel.

Gambar 4.19 Melepas luncuran bantalan (5)

6. Periksa permukaan poros sector yang bergeseran dengan bos serta periksa gigi – gigi jika kemungkinan rusak dan ukur diameter poros menggunakan micrometer.

Gambar 4.20 Poros sector

7. Periksa celah dorong poros sector menggunakan feeler gauge. Celah maksimum 0.04 mm, jika perlu pasang cincin dorong yang baru untuk mendapatkan celah oli yang minimum diantara poros sector dan secrup penyetel.

Gambar 4.21 Pengukuran celah oli (5)
8. Periksa oli seal, jika perlu ganti oli seal dengan yang baru. 9. Periksa tutup rumah kemudi terhadap kerusakan dan keausan dan ukur diameter dalam bushing. 10. Periksa rumah kemudi terhadap kerusakan dan ukur diameter dalam rumah kemudi.

Gambar 4.22 Rumah Kemudi

6. Merakit steering gear box 1. Oleskan grease pada pada bushing dan seal oli. 2. Pada saat memasang, harus berhati – hati jangan sampai merusak seal oli dan beri gasket cair pada secrup tutup ujung. 3. Pasang poros cacing dan mur bola pada rumah kemudi serta pasang bantalan pada poros cacing. 4. Kencangkan baut tutup rumah kemudi bagian depan, sambil mengencangkan baut pada tutup pastikan poros cacing dapat berputar dengan lancar dan lembut.

Catatan: Tutup rumah kemudi ini sudah terpasang saat memasang poros cacing, urutan pemasangannya adalah mur bola, tutup rumah kemudi dan poros cacing.

Gambar 2.23 Pemasangan secrup penyetel bantalan (10)

5. Pasang dan stel secrup penyetel bantalan kencangkan secrup penyetel dengan pelan – pelan. 6. Pasang sekrup penyetel dan cincin dorong pada poros sector, set mur bola diposisi tengah dari poros cacing. 7. Masukan poros sector dalam rumah kemudi, sehingga pertengahan gigi saling berkaitan.

Gambar 4.24 Posisi center antara gigi sector dan gigi mur bola (10)

8. Oleskan cairan perapat pada gasket dan tutup rumah kemudi. Pasang tutup rumah kemudi diatas gasket dan kencangkan empat baut tutup rumah kemudi. 9. Kendorkan secrup penyetel semaksimal mungkin, kemudian kencangkan empat baut tutup rumah kemudi. 10. Set poros roda cacing pada posisi netral dengan cara menghitung jumlah putaran poros dan putar kembali poros setengah dari jumlah putaran poros tersebut. 11. Setel beban mula total dengan cara memutar secrup penyetel sambil mengukur beban mula sampai diperoleh beban mula yang benar.

Catatan : Pastikan bahwa poros roda gigi cacing berada pada posisi netral.
12. Kencangkan mur pengunci secrup penyetel poros sector.

Gambar 4.25 Mengencangkan mur pengunci penyetel poros (5)

13. Pasang gear box pada kedudukannya kembali, kencangkan baut pengikat gear box pada chasis. 14. Pasang pit man arm, tepatkan tanda pada poros sector dengan tanda pada pit man arm.

Gambar 4.26 Tanda pada Pit Man Arm dan Poros Sector (10)

15. Pasang pit man arm pada batang pengantar (Relay rod) dan sambungan kemudi (Steering linkage). 16. Periksa dan stel gerak bebas kemudi. 17. Pasang saluran hisap dan saluran tekanan dari pompa power steering ke steering gear box.

Ban merupakan faktor lain yang mempengaruhi dari sistem kemudi. Ada dua hal yang sangat perlu diperhatikan yakni :
1. Balancing

Agar mendapatkan kestabilan roda depan yang sama perlu dilakukan balancing. Balancing merupakan suatu cara yang dilakukan untuk menjaga kestabilan dan kerataan ban, agar tidak terjadi keausan terhadap roda depan. Tujuannya agar dalam mengendarai mobil dapat berjalan dengan baik dan benar.
2. Penyetelan roda depan (Front Wheel Alignment)

Front Wheel Alignment atau spooring adalah cara untuk menyetel sudut roda depan pada kendaraan yang sesuai dengan spesifikasinya.

Penyetelan ini bertujuan agar mendapatkan keamanan, kenyamanan dan ekonomis seperti :
1. Meringankan kemudi. 2. Menstabilkan kemudi. 3. Memperkecil keausan ban, sehingga ban dapat dipergunakan dalam jangka waktu yang cukup lama. 4. Meluruskan roda kemudi ke posisi lurus setelah membelokkan roda dengan sempurna.

Prosedur pelaksanaan ini dapat dilakukan oleh pengemudi, tetapi hasilnya tidak teliti dan maksimal. Untuk itu, agar memperoleh hasil yang benar bawahlah kendaraan ke bengkel. 56

Deteksi Dini Kerusakan Power Steering

Oleh : Prasetyo Sistem power steering saat ini ibarat piranti wajib bagi sebuah mobil. Power steering digunakan agar pengendalian sebuah mobil lebih mudah. Tapi ada banyak pemilik dan pengendara mobil yang seakan tidak peduli dengan kondisi power steering kendaraannya. Bagian ini cenderung kurang perhatian dan baru merasakan masalah saat power steering telah mengalami kerusakan yang fatal. Padahal kerusakan dini perangkat power steering ternyata bisa dideteksi lewat cairan power steering. Power steering fluida ini merupakan cairan hidrolik yang mentransmisikan listrik di power steering. Meski terlihat sepele, sebenarnya bagian ini punya peranan vital pada keseluruhan mekanisme power steering. Satu hal yang patut Anda waspadai berkaitan dengan cairan power steering, jika melihat atau menemui kebocoran pada sistem kemudi mobil Anda, sebaiknya periksa bagian cairan power steering. Kemungkinan ada seal yang telah rusak atau pecah akibat cairan power steering tidak diganti secara berkala saat mobil Anda melakukan perawatan di bengkel. Menguras carian yang sudah lama ada di sistem power steering mobil Anda dengan mengganti cairan yang baru merupakan salah satu cara merawat bagian tersebeut. Walau cairan ini dipasaran dijual dengan harga yang murah, tapi minyak power steering bisa membantu usia pemakaian bagian power steering lainnya. Jika cairan tersebut tidak diganti maka seal, o-ring, dan bagian-bagian komponen di dalam power steering itu bisa aus. Jika sampai pecah maka memaksa keseluruah sistem power steering bekerja lebih keras yang akibatnya merusak power steering itu sendiri. Kalau sudah seperti ini tak ada jalan lain bagi Anda untuk mengganti keseluruhan komponen power steering yang harganya jutaan rupiah. Jika power steering rusak ditengah jalan, tentu juga bukan perkara mudah bagi Anda untuk mengendalikan kendaraan Anda apalagi jika harus melakukan parkir paralel. Mencegah lebih baik daripada mengobati bukan?!

PowerSteering Problem
Kategori: Lainnya ‫ل س الم ع ل ي كم و رحمة هللا و ب رك ات ه‬

Dec 29, '07 9:33 AM untuk semuanya

PowerSteering adalah alat yang berfungsi untuk memperingan pengendara saat mengemudikan mobil, jadi bila Powersteering terasa berat pasti ada yang tidak beres pada sytem powersteering itu karena logikanya udah kebalik....hehehehe....!! Nah, tanggal 28 Desember kemaren pas kita jalan2 ke Mall dan parkir kendaraan yang rada susah, saya temukan Powersteering kendaraan tiba-tiba berat dan ada suara yang berisik dan berlomba dengan suara mesin....wah saya pikir suara apa itu gerangan…..???? padahal sebelumnya ngak ada suara yang berlomba hanya suara mesin saja. Karena sedikit curiga langsung saya buka kap mobil dan mencari sumber suara asing itu, analisa pertamanya sih sudah curiga sama Powersteering...ya udah yakin deh powersteering yang masalah.

Setelah belanja dan balik kerumah langsung saya bawa si-santa ke bengkel terdekat, bukan kebengkel resmi....karena saya yakin kalau dibengkel resmi akan antrian karena biasanya saya telpon dulu ke bengkel Hyundai terdekat sebelum membawa tunggangan ke bengkel resmi. Setelah dibawa kebengkel dan dibongkar tuh Powersteering, eh bener ternyata ditemukan ada komponen yang Aus pada Pompa P/S yakni Pulley dan Shaft pompa.

Langsung saja saya telepon ke beberapa supplier Spare Part Hyundai, kebanyakan nawarin yang complete spare Powersteering harganya kalau Genuine Part Hyundai 2,2 Jeti dan yang import 1,6 Jeti....tuh khan gedek juga ditawarin dengan harga segitu padahal yang rusak Cuma Shaft & Pulley.....!!! Cari punya cari akhirnya ketemu juga yang jual part tapi yang ada hanya shaftnya dan ditempat lain ada yang Pulleynya aja....tapi yang ada shaftnya akan diusahan untuk cari Pulleynya dan akan diiformasikan bila ada sesegera mungkin.....dan yang sangat kebetulan lagi orang yang bekerja ditempat penjualan spare parts itu rumahnya tidak berjauhan dengan tempat saya tinggal......sedangkan yang supplier satunya lagi sdh nyerah alasannya sekarang sedang akhir tahun Spare Parts supplier sedang Stock opname jadi dia bisa menyiapakn Shaft setelah tahun baru.....( *dalam hati ogah kalo abis tahun baru mah*).

Ya udah akhirnya saya buat deal dengan ” Ria Jaya Motor ” untuk membeli spart parts seperti yang saya inginkan dan akan diantar kerumah saat dia pulang kerja nanti...lumayan khan ga perlu datang ke Atrium dan untuk membeli spare part cukup nunggu di rumah. Pas jam 7 malem datang tuh spare part kerumah dan diterima oleh istri karena saat itu saya sedang tidak dirumah menghadiri acara perpisahan rekan sekaligus anak buah saya dulu yang sudah memasuki Pensiun alamiah. Jam 10 malem saat sampe dirumah saya check spare part sama seperti yang saya order, waduh tenang deh.....!! Tanggal 29 Desember Jam 08:15 saya kebengkel untuk menyerahkan spare part yang saya beli dan selanjutnya di pasang kembali tuh Powersteering pump seperti semula dan diganti Olinya sekalian, setelah dites putaran steer ternyata lomba suara antara mesin dan Powersteering sudah tidak ada lagi....dan yang paling tersa adalah putaran Steer smoth buangeeetttt ........ tidak seperti sebelumnya yang rada-rada berat apalagi pas kerusakan kemaren. Alhamdullilah, selesai satu masalah si-santa sudah kembali normal dan bisa digunakan buat tunggangan besok hari minggu untuk mengantar adik Ipar yang rencananya mau Melamar ke Camer-nya di Cibubur. Sebetulnya rencananya mau saya promosiin tuh bengkel tempat perbaikan Powersteering saya, tapi atas permintaan si-pemilik yang meminta dengan cara halus untuk tidak melakukan hal itu.....karena dia sudah cukup puas dengan

yang ada sekarang ” dia bilang ; saya hanya punya montir 3 orang, 10 mobil aja yang masuk perhari saya sudah kebinggungan apa lagi lebih.....saya takut mengecewakan pelanggan..kilahnya dengan sederhana ”. Jadi atas permintaan tersebut saya tidak bisa memberikan contact person dan nama serta alamat bengkel tersebut. Adapun total Cost untuk Spare Parts dan Bongkar pasang PowerSteering adalah : Nbr Nama Parts Part Number Harga/ Biaya 1. Saft Assembly Drive 57120 22001 Rp 175,000.2. Pulley Power Steering Pump 57130 3A000 Rp 195,000.3. Seal Kit P/S Pump 57150 34A00 Rp 55,000.4. Powersteering Fluid Dextron-III H Rp 30,000.5. Ongkos Bongkar Pasang - Rp 70,000.6. TOTAL - Rp 525,000.Jauh khan, bila dibanding beli complete spare yang harganya 2,2 jeti….sisanya khan bisa digunakan buat keperluan lain yang telah menanti……hehehehehe…..!!!

Berikut ini ada tip-tip sederhana untuk pemeliharaan PowerSteering yang saya peroleh dari Searching di Om Google, mudah-mudahan membantu untuk rekan2 dalam hal Powersteering : 1. Cek Minyak Power Steering Untuk mengecek kondisi minyak power steering kita dapat melihat dari dipstick yang ada di tutup tempat minyak power steering tersebut. Pada dipstick terdapat tulisan Cold atau Min dan Hot atau Max. Cold atau Min adalah batas minyak harus pada batang garisnya pada saat mesin dingin atau belum dinyalakan. Apabila dibawah garis minyak perlu ditambah. Apabila diatas garis ditambah maka pada saat mesin dihidupkan minyak akan meluap. Hot atau Max adalah batas minyak pada batas yang pada saat mesin panas atau sudah dihidupkan. Cairan power steering sebaiknya diganti setiap 2 hingga 3 tahun khusus untuk kendaraan yang pemakaiannya normal. Sementara yang bekerja berat ganti sekira 1,5 tahun sekali. Pastikan juga botol cairan power steering disimpan tertutup rapat agar air tidak masuk. 2. Kerusakan Umum Power Steering Penyakit yang sering menimpa perangkat power steering adalah masalah kebocoran. Akibatnya, minyak berkurang sehingga tekanan juga menurun dan membuat setir berat. Kalau diputar sampai habis dan ditahan akan menimbulkan bunyi berdengung. Komponen yang paling sering mengalami kerusakan adalah seal. Biasanya karena umur peranti yang sudah lama. Tekanan yang terus menerus membuat seal yang tua bakal robek. Paling sering kena adalah seal steering rack. Gejalanya, setir jadi terasa berat. Selain itu bisa dilihat dengan adanya tetesan minyak di

bagian bawah mesin. Paling gampang dengan melihat sekitar permukaan rack yang dipenuhi pelumas. Yang pasti minyak jadi sering ditambah. Kalau dibiarkan bisa menular ke komponen lain karena cairan yang semakin berkurang. Makanya, sebelum terlambat harus ganti baru. Jumlahnya satu set ada sepuluh biji.

Seal lain yang juga sering jebol adalah yang terdapat di pompa. Gejala awal mirip-mirip, yaitu setir berat dan minyak sering habis. Cara gampang mengenalinya adalah dengan memperhatikan kondisi pompa. Jika disekujur bodinya terdapat minyak, berarti ada kebocoran. Kemudian slang. Peranti penyalur cairan ini jika tertekuk atau sudah getas bisa pecah, akibatnya isi minyak akan berkurang. Bisa juga lantaran klem-klemannya enggak kuat. Dapat diketahui dengan melihat ujungnya, apakah dibasahi oleh minyak atau tidak. Khusus buat pengikat, gunakan yang tidak melukai slang agar lebih aman. Jika kebocoran dibiarkan bisa mengakibatkan kerusakan pada kipas pompa. Karena tidak adanya minyak yang lewat mengakibatkan ujung kipas gores. Kalau masih tetap enggak diperbaiki, akan menyebabkan dinding kipas ikutan baret. Kalau sudah begini tidak bisa direkondisi lagi. Penyakit akibat kurang cairan lainya adalah AS ( Shaft ) steering rack baret karena tidak adanya pelumasan yang maksimal. 'Luka' tersebut juga bisa membuat oli keluar. Cirinya, tinggal melihat permukaan AS dengan membuka karet pelindungnya. Bisa dipastikan banyak rembesan pelumas. Dan ingat pada saat kendaraan parkir atau berhenti, posisi roda harus lurus dan jangan dibelokkan karena akan merusak sistim power steering. ( Sumber : http://boorsa.co.id )

Yang terakhir tentunya disebabkan karena Gear Shaft & Pulley yang sudah Aus, sehingga tidak mengikat lagi yang menyebabkan putaran mesin yang di joint dengan V-belt jadi Loose/ Slack atau kendor dan tidak ada aliran fluida dan tekanan sehingga efeknya adalah Powersteering menjadi Berattt....ratt....rattt......!!! serta ada lomba paduan suara antara mesin dengan putaran Pulley yang bergesekan.........!!! Problem ini kemungkinan Solved ya....??? tapi yang menjadi pertanyaan adalah MENGAPA YA SHAFT DAN PULLEYNYA MENJADI AUS SEPERTI ITU......??? Adakah kemungkinan karena Pompanya sdh ga bener, settingannya ga center, karena baud2nya kendor atau karena life time......ada banyak pertanyaan yang belum bisa dijawab nich....??? Pertanyaan diatas butuh waktu untuk menjawabnya.......atau mungkin ada rekan-rekan yang mempunyai pengalaman mengenai powersteering ......???? Kita Sharing Yuck........!!!

POWERSTEERING ( P/S ) MOBIL

Rangakaian Power Steering Mobil 1. Posisi Roda Saat Parkir

Pada

waktu

parkir

usahakan

roda

lurus,

karena

akan

mempengaruhi

terhadap

jenisPower

Steering Rack Pinion (kebanyakan tipe sedan dan Kijang) yang sering terjadi kebocoran. Prosesnya, jika roda tidak lurus anak pelindung As Rack Steer (Bootsteer)satu bagian akan mengembang dan satu bagian lagi akan merapat. Selanjutnya akan terjadi perubahan suhu dari kendaraan/mesin setelah digunakan, secara tidak langsung perubahan suhu ini berpengaruh terhadap Bootsteer. Jika hal ini dilakukan berulang kali makaBootsteer akan cepat robek/alot sehingga air/kotoran debu dapat masuk ke dalamnya sehingga As Rack Steer dan Seal/Gasket hidroliknya akan cepat rusak/aus.

SELANG POWERSTEERING (PS)

2. Cek

oli Power

Steering

Jika sudah berubah warna segera ganti dengan oli yang baru. Perubahan warna ini terjadi karena adanya perubahan suhu oli PS. Suhu yang tinggi disebabkan adanya tekanan yang tinggi dari pompa oli. Ditambah adanya pengikisan dari Selang (Hose) yang menghubungkan Pompa dengan sistem hidrolik PS. Kalau hal ini dibiarkan maka akan merusak Seal bagian dalam Pompa oli dan sistem PS juga akan cepat rusak. Disarankan untuk penggantian olie P/S sebaiknya 3. Saat 1 tahun sekali berbelok bila tidak atau ada keluhan lainnya. menikung

Jika pada saat berbelok/menikung diusahakan jangan menahan kemudi dalam posisi terlalu mentok atau patah terlalu lama. Karena ditakutkan akan memberikan efek dorongan yang cukup kuat serta suhu yang tinggi pada satu bagian sisi Rack Pinion Steer, sehingga daya tahan Seal/Gasket PS yang ada tidak kuat juga dan menyebabkan kebocoran 4. Onderstel atau (Kaki-kaki jebolnya Seal/Gasket. kendaraan)

Pada bagian ini juga memegang peranan penting dalam sistem kemudi PS. Antara Balljoint roda, Tie rod dan Long Tie rod bekerja berkesinambungan dengan sistem PS. Karena Rack Pinion/Worm Steer bekerja bergerak yang kemudian diteruskan gayanya oleh Tie rod atau Balljoint tadi. Sehingga apabila komponen onderstel tersebut bermasalah, kemungkinan besar juga sistem kemudi Power Steeringnya juga akan mengalami masalah. Selain itu yang harus diperhatikan lainnya adalah Onderstel(kaki2)jangan sampai kaku atau berat karena dapat menyebabkan kemudi juga akan terasa berat. Sumber : Segala hal mengenai Power Steering lengkap pada SealPompa AsRack SelangBalik silakan anda buka di ARS94ps.com

Nama-nama Sparepart/Onderdil Tabung Pompa Selang SealRack

PowerSteering Mobil : SelangIn SelangOut

SelangHighPressureAtas/Bawah Minyak/Oli Selang POWERSTEERING ( P/S)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->