P. 1
contoh skripsi

contoh skripsi

|Views: 869|Likes:
Published by AfghanikaNasrullah

More info:

Published by: AfghanikaNasrullah on Jul 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/14/2013

pdf

text

original

Sections

x

PERUMUSAN STRATEGI COST EFFECTIVENESS
MELALUI PENERAPAN KONSEP BISNIS
TOYOTA PRODUCTION SYSTEM ( TPS )
( STUDI KASUS PT IRC INOAC INDONESIA )

KARYA AKHIR

OLEH
MAMAN SUPRIATMAN
NIM : 55106120029

UNIVERSITAS MERCU BUANA
PROGRAM PASCASARJANA
PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN
2010

1

PERUMUSAN STRATEGI COST EFFECTIVENESS
MELALUI PENERAPAN KONSEP BISNIS
TOYOTA PRODUCTION SYSTEM ( TPS )
( STUDI KASUS PT IRC INOAC INDONESIA )

KARYA AKHIR

DIAJUKAN SEBAGAI SALAH SATU SYARAT
UNTUK MENYELESAIKAN PROGRAM PASCASARJANA
PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN

OLEH
MAMAN SUPRIATMAN
55106120029

UNIVERSITAS MERCU BUANA
PROGRAM PASCASARJANA
PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN
2010

2

ABSTRACT

Indonesian otomotive industry last five years has significantly growth and
very prospective of business, due to big absorption of domestic market and export
market through Free Trade zone, this condition also encourage to grow up more
domestic spare part industry, and automatically has generate though
competition.

Pricing strategy become critical competition beside quality and delivery and
become a success barometers of company. To get high quality product with low
price need effort and commitment from the whole organization in accordance to
get better cost effectiveness.

Pricing concept of Toyota Production System ( TPS ) trusted has generate
inspiration of spare part maker to develop continuous improvement activity

consisting of layout, flow process, minimize stock, reducing cycle time, reject and

waste. Inoac as a business partner of Toyota for supply interior and plastic
fuction part has not state cost effectiveness as a strategic of competition, This
research focus to arrange cost effectiveness strategy through Toyota Production
System business concept. Four perspectives, finance, customer, internal
process,learning and growth, is used as a framework for performance
measurement company. In the four perspective of performance indicators applied
to the next company that formulated several alternative strategies that aim to
achive cost effectiveness.

3

ABSTRAK

Industri otomotif Indonesia baik roda dua maupun roda empat mengalami

pertumbuhan yang pesat khususnya lima tahun terakhir ini, mengingat pasar
domestik yang besar dan terbukanya potensi ekspor produk otomotif melalui
kerja sama kawasan, hal ini juga turut mendorong tumbuhnya industri komponen
sebagai suku cadang di dalam negeri, maka tidaklah heran saat ini tumbuh

ratusan perusahaan industri suku cadang otomotif dan secara langsung juga
menumbuhkan persaingan yang luar biasa.

Konsep harga dalam Toyota Production System ( TPS ) telah
menginspirasi perusahaan industri komponen /suku cadang mitra Toyota untuk

memperbaiki kinerja operasi melalui perbaikan berkesinambungan seperti

berbaikan tata letak, aliran proses, meminimalisir stok, memperpendek proses dan
menghilangkan pemborosan telah menjadi acuan dalam persaingan usaha.

PT IRC INOAC INDONESIA sebagai perusahaan rekanan Toyota untuk
mensuply komponen/ suku cadang interior dan plastik belum mempunyai
rumusan strategi bersaing yang berorientasi pada efektivitas cost. Karya Akhir ini
fokus pada perumusan strategi cost effectiveness melalui penerapan konsep bisnis
Toyota Production System (TPS ). Empat perspektif, keuangan,pelanggan,internal
proses, pembelajaran dan pertumbuhan digunakan sebagai kerangka pengukuran
kinerja perusahaan. Dalam keempat perspektif tersebut diterapkan indikator
kinerja perusahaan yang selanjutnya dirumuskan beberapa alternatif strategi yang
bertujuan untuk mencapai cost effectiveness.

4

PENGESAHAN KARYA AKHIR

Judul : Perumusan Strategi Cost Effectiveness Melalui

Penerapan Konsep Bisnis

Toyota Production System( TPS )

( Studi Kasus PT IRC INOAC

INDONESIA)

Bentuk Karya Akhir : Perancangan Strategi

Nama : Maman Supriatman

NIM : 55106120029

Program : Pascasarjana Program Magister Manajemen

Konsentrasi : Manajemen Produksi /Operasi

Tanggal : 17 April 2010

Mengesahkan

Ketua Program Studi Magister Manajemen

Ir. Har Adi Basri, M.Ec., Ph.D.

Pembimbing

Ir. Dana Santoso, M.Eng.Sc., Ph.D.

5

PERNYATAAN

Saya yang bertandatangan di bawah ini menyatakan dengan sebenar-benarnya

bahwa semua pernyataan dalam karya akhir ini :

Judul : Perumusan Strategi Cost Effectiveness Melalui

Penerapan Konsep Bisnis Toyota Production System

( TPS ) Studi Kasus PT IRC INOAC INDONESIA.

Bentuk Karya Akhir : Perancangan Strategi

N a m a : Maman Supriatman

NIM : 55106120029

Program : Pascasarjana Program Magister Manajemen

Konsentrasi : Manajemen Operasi

Merupakan hasil studi pustaka, penelitian lapangan, dan karya saya sendiri dengan

bimbingan Dosen Pembimbing yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Ketua

Program Studi Magister Manajemen Universitas Mercu Buana Jakarta.

Karya ilmiah ini belum pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada

program sejenis di perguruan tinggi lain. Semua informasi, data, dan hasil

pengolahan yang digunakan, telah secara jelas sumbernya dan dapat diperiksa

kebenarannya.

Jakarta, 17 April 2010

Maman Supriatman

6

KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmanirrohim

Segala puji bagi Allah penguasa bumi dan segala isinya shalawat dan salam

semoga tercurah pada rasulullah SAW ,sahabat, keluarga dan para pengikutnya

sampai akhir zaman.

Sungguh merupakan suatu kebanggaan yang luar biasa, karena dalam

kesibukan bekerja, keluarga, dan mengajar akhirnya penulis dapat menyelesaikan

karya akhir sebagai salah satu syarat kelulusan program Magister Manajemen

Universitas Mercu Buana Jakarta .

Karya Akhir ini berupa rancangan strategi dengan tema Rumusan Strategi Cost

Effectiveness Melalui Penerapan Konsep Bisnis Toyota Production System ( TPS )

Studi Kasus PT IRC INOAC INDONESIA, tema ini diambil dengan harapan hasil

analisisnya dapat dijadikan acuan perusahaan tempat penulis mengabdi dan

mengaplikasikan ilmu pengetahuan, untuk menetapkan strategi bisnis perusahaan

dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat .

Dalam kesempatan ini pula penulis sampaikan terima kasih yang tak terhingga

kepada semua pihak yang telah andil dalam penyusunan karya akhir ini baik

langsung maupun tidak langsung, diantaranya :

1. Bapak Ir. Dana Santoso, MEng.Sc.,Ph.D. yang telah dengan sabar memberi

arahan dan bimbingan selama penyususnan karya akhir ini.

7

2. Bapak Ir. Har Adi Basri, M.Ec.,Ph.D. Selaku Ketua Program Studi Magister

Manajemen yang banyak memberi masukan berharga.

3. Para Dosen Program Pascasarjana Program Magister Manajemen Universitas

Mercu Buana Jakarta yang banyak memberi inspirasi pada penulis.

4. Jajaran Manajemen Puncak PT IRC INOAC INDONESIA yang banyak

memberi keleluasaan penulis dalam pengumpulan data dan diskusi.

5. Jajaran Executive Coordinator Mr. Satoru Hayashi, Mr. Takaaki Hirao,

Mr. Yakuhiko Takagi yang banyak memberi dukungan.

6. Rekan-rekan para Plant Manager dan Manager PT IRC INOAC INDONESIA

7. Ibunda yang selalu memberikan dorongan agar penulis terus belajar dan

meraih jenjang pendidikan tinggi.

8. Istri tercinta Ani Nuraeni, serta anak-anak tersayang Syifa Rizqia, Syafira

Puspita Dewi, dan Sasqia Zahara Putri, atas peranserta, pengertian, kesabaran

dan dukungan semangatnya sampai akhirnya karya akhir ini dapat diselesaikan

sesuai rencana.

Akhir kata Karya Akhir ini memang masih jauh dari sempurna namun

harapan penulis semoga dapat bermanfaat untuk semua pihak dan dapat dijadikan

dasar penelitian berikutnya.

Tangerang,

April 2010

Penulis

Maman Supriatman

8

DAFTAR ISI

ABSTRACT.............................................................................................................i

ABSTRAK..............................................................................................................ii

PENGESAHAN.....................................................................................................iii

PERNYATAAN.....................................................................................................iv

KATA PENGANTAR............................................................................................v

DAFTAR ISI.........................................................................................................vii

DAFTAR GAMBAR...........................................................................................xiii

DAFTAR TABEL.................................................................................................xv

DAFTAR LAMPIRAN......................................................................................xvii

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah...................................................1

1.1.1 Determinasi tujuan perusahaan.............................5

1.1.2 Meraih keuntungan melalui

efisiensi..................6

1.1.3 Industri Otomotif tantangan dan

peluang.........8

1.1.4 Pertumbuhan pasar industri otomotif

.............10

1.2. Identifikasi Masalah dan Batasan Masalah...................17

1.2.1 Identifikasi

masalah...............................................17

1.2.2 Batasan Masalah....................................................19

1.3. Maksud Dan Tujuan......................................................20

1.3.1
Maksud....................................................................20

9

1.3.2

Tujuan....................................................................20

1.4. Manfaat Dan Kegunaan...............................................21

1.4.1 Manfaat..................................................................21

1.4.2 Kegunaan...............................................................22

1.5. Sistematika Penulisan....................................................23

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN

2.1. Sejarah Singkat Perusahaan ........................................27

2.2. Lingkup Bidang Usaha..................................................28

2.2.1
Produk...................................................................29

2.3. Sumber Daya..................................................................32

2.3.1.
Pemasaran............................................................33

2.3.2. Keuangan ( Financial

)......................................34

2.3.3 Pemegang

saham..................................................36

2.4. Tantangan Bisnis...........................................................36

2.4.1. Penguasaan peluang dan kompetisi ..................39

2.5. Proses Bisnis..................................................................41

BAB III KONSEP STRATEGI

3.1. Kondisi Ekonomi Indonesia........................................42

3.2. Konsep Manajemen Strategi.........................................44

3.3. Manajemen Strategi Di era Globalisasi....................48

3.4. Strategi Dan Persaingan Pasar..................................49

3.5. Model Manajemen Strategi.........................................50

10

3.5.1 Pengamatan lingkungan bisnis...........................51

3.5.1.1 Analisis eksternal...................................51

3.5.1.2 Analisis internal.......................................53

3.5.2 Perumusan Strategi..............................................56

3.5.2.1 Visi dan misi ............................................57

3.5.2.2 Tujuan perusahaan ( Goal )..................59

3.6. Tinjauan Tentang Sistem Perbaikan............................61

3.7. Tinjauan Konsep Toyota Production System (TPS)...62

3.7.1 TPS- jishuken......................................................73

3.7.2 Konsep dasar TPS.............................................74

3.7.3 Konsep biaya dalam TPS..................................75

3.7.3.1 Karakteristik industri otomotif..........75

3.7.3.2 Konsep biaya..........................................76

3.7.4 Implementasi TPS.............................................77

3.7.5 Tahapan dalam TPS kaizen............................78

3.8. Tinjauan Tentang Cost Effectiveness........................83

3.8.1 Ukuran kenerja efisiensi dan produktivitas....84

3.8.2 Ukuran kinerja cost effectiveness.....................85

3.8.3 Mengukur cost effectiveness suatu proses......86

3.8.4 Keunggulan pengukuran kinerja cost..............89

3.9. Manfaat Pengukuran Kinerja.....................................90

3.9.1 Aspek yang diukur dalam cost effectivenes......91

11

3.9.1.1 Kinerja perspektif keuangan..............91

3.9.1.2 Kinerja perspektif pelanggan..............92

3.9.1.3 Kinerja perspektif internal proses.....93

3.9.1.4 Kinerja perspektif pembelajaran.......94

3.10. Analisis Hubungan TPS dan Balance Scorecard......95

3.11. Kerangka Pemikiran......................................................96

BAB IV PENDEKATAN PERENCANAAN STRATEGI

4.1. Pengumpulan Informasi.............................................100

4.1.1 Tempat penelitian..............................................100

4.1.2 Jadwal penelitian...............................................100

4.1.3 Metode penelitian..............................................101

4.1.4 Metode pengumpulan informasi......................102

4.1.4.1 Jenis Informasi.....................................102

4.1.4.2 Sumber informasi.................................103

4.1.4.3 Teknik pengumpulan informasi.........104

4.1.5 Metode analisis informasi..................................105

4.2. Pendekatan Perencanaan Sttrategis.........................106

4.2.1 Identifikasi dan analisis stake holder...............106

4.2.2 Pendekatan analisis eksternal dan internal ...108

4.2.3 Proses ( alur ) perumusan strategi...................108

BAB V ANALISIS DATA COST EFFECTIVENESS

5.1. Kinerja Perspektif Keuangan...................................111

12

5.1.1 Indikator inventory cost....................................114

5.1.2 Indikator material turnover ( IMT )...............114

5.2. Kinerja Perspektif Pelanggan....................................115

5.2.1 Kepuasan pelanggan..........................................115

5.2.2 On time delivery.................................................116

5.3. Kinerja Perspektif Internal Proses............................117

5.3.1 Efisiensi proses...................................................117

5.3.2 Penyederhanaan proses.....................................120

5.4. Kinerja Perspektif Pembelajaran dan Tumbuh.......122

5.4.1 Indikator produktivitas karyawan...................122

5.4.2 Indikator reject part..........................................123

5.4.3 Indikator reliability............................................124

5.4.4 Indikator retensi karyawan...............................125

BAB VI PERUMUSAN STRATEGI

6.1. Inventarisasi Dan Matrikulasi..................................126

6.2. Matrikulasi Strategi Berdasarkan Potensi..............129

6.3. Perumusan Strategi.....................................................130

6.3.1 Visi dan misi........................................................130

6.3.2 Tujuan.................................................................130

6.3.3 Strategi................................................................131

6.3.3.1 Strategi SO.............................................131

6.3.3.2 Strategi WO...........................................131

13

6.3.3.3 Strategi ST.............................................132

6.3.3.4 Strategi WT............................................133

6.3.3.5 Rencana tindakan strategi...................133

BAB VII KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

7.1. Kesimpulan....................................................................136

7.2. Rekomendasi..................................................................138

7.3. Saran Pada Penelitian Berikutnya.............................138

DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................140

LAMPIRAN........................................................................................................144

DAFTAR RIWAYAT HIDUP..........................................................................150

14

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Diagram Sistem Produksi………………………………….........4

Gambar 1.2 Cara Kualitas Meningkatkan Keuntungan……….….…....…...7

Gambar 2.1 Produk Interior PT IRC INOAC…….....…………...…….......30

Gambar 2.2 Penggunaan komponen interior dalam kendaraan……......…31

Gambar 2.3 Proses Bisnis.................................................................................41

Gambar 3.1 Porters 5 Forces Model…………………......…...……..…........47

Gambar 3.2 Process Manajemen Strategi……………………..……..…......50

Gambar 3.3 Variabel – variable Lingkungan……………..........…….……..53

Gambar 3.4 Analisis strategi dengan pendekatan sumber daya….............56

Gambar 3.5 Hubungan antara Visi, Tujuan Dengan Sasaran………..…....60

Gambar 3.6 The ‘4P’ Model of Toyota Way….…………………....……......65

Gambar 3.7 Perbandingan Produksi Sistem Tarik Dan Sistem Dorong…..67

Gambar 3.8 Just In Time Production…………….....……..…………..……..68

Gambar 3.9 Ilustrasi Konsep Jidoka Dalam Toyota Production System....70

Gambar 3.10 Implementasi Konsep Jidoka Dalam Alat Kerja……………...71

Gambar 3.11 Toyota House….....………………………………....………........75

Gambar 3.12 Metode Peningkatan Profit Pendekatan Filsofi Toyota….…...77

Gambar 3.13 Peran TPS Dalam Manufacturing……….………..…………...78

Gambar 3.14 Tahapan Implementasi TPS…………..……………...…....…...79

Gambar 3.15 Konsep Cost Effectiveness Dalam Komponen Kegiatan..........86

15

Gambar 3.16 Unsur Waktu Yang Membentuk Throughput Time…………87

Gambar 3.17 Strategi Untuk Menurunkan Process Time…………………..88

Gambar 3.18 Ukuran Kinerja Dari Perspektif Keuangan……………….…92

Gambar 3.19 Hubungan TPS dan Balance Scorecard Sebagai Dasar Cost.96

Gambar 3.20 Langkah Perumusan Strategi Cost Effectiveness...................97

Gambar 3.21 Alur Pemikiran Strategi Cost Effectiveness.............................99

Gambar 6.1 Langkah – Langkah Dalam Analisis SWOT..........................126

Gambar 6.2 Pengelompokan Strategi Berdasarkan Perspektif.................134

Gambar 6.3 Mapping Strategi dan Keterkaitan Antar Strategi...............135

Gambar 7.1 Flow Chart Produksi Sebelum Dan Sesudah TPS..................137

16

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Pertumbuhan pasar Industri otomotif di Asia Tenggara……...9

Tabel 1.2 Pertumbuhan pasar otomotif di pasar global………...……….13

Tabel 1.3 Proyeksi pasar Itomotif Indonesia sampai tahun 2012............14

Tabel 1.4 Kondisi pasar Otomotif Indonesia berdasarkan merek..........15

Tabel 2.1 Laporan Penjualan Inoac empat tahun terakhir……….........33

Tabel 2.2 Grafik penjualan berdasakan kategori produk…………...….34

Tabel 2.3 Grafik penjualan PT IRC Inoac Indonesia tahun 2005-2009..35

Tabel 2.4 Grafik penjualan berdasarkan wilayah………..............……..37

Tabel 2.5 Market share produk komponen Rubber………….......…...…38

Tabel 2.6 Grafik Market Produk interior PU…………………..………..39

Tabel 2.7 Grafik Market Share komponen sepeda motor……….….........40

Tabel 3.1 GDP Indonesia sampai tahun 2009……………………………43

Tabel 3.2 Grafik pertumbuhan ekonomi dan investasi Indonesia….......44

Tabel 4.1 Jadwal kegiatan Penelitian……………………….……….…..101

Tabel 4.2 Teknik Pengumpulan Informasi...…………………….….......105

Tabel 4.3 Tabel Board Of director Continum...……….……………......107

Tabel 4.4 Tabel Metode Pengukuran Karya Akhir.................................109

Tabel 5.1 Laporan performance Report ( Summary Report )…………112

Tabel 5.2 Process Capability Six Sigma………………………....………116

17

Tabel 5.3 Grafik penjualan otomotif empat roda 2009………………...118

Tabel 6.1 Analisis SWOT Inoac………………………………….............127

Tabel 6.2 Matrikulasi Strategi Berdasarkan Potensi Inoac.....................129

18

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Executive Summary....................................................................146

Lampiran 2 Customer Survey..........................................................................147

Lampiran 3 Kondisi Proses sebelum TPS dan Setelah Aktivitas TPS........151

19

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Globalisasi ekonomi yang pertama kali didengungkan oleh Negara - Negara

maju merupakan liberalisasi perdagangan antar negara yang sangat sulit untuk di

bendung, dan saat ini telah merambah ke berbagai sektor baik industri manufaktur

maupun sektor jasa, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah

mendorong dan makin menguatnya efek globalisasi, hal ini telah banyak merubah

pasar-pasar, dan memaksa para pelaku bisnis untuk berusaha meningkatkan

performa bisnisnya untuk memenangkan persaingan usaha yang hiperkompetitif.

Bila kita melihat sejarah sebenarnya pemerintah Indonesia telah dapat

menangkap gejala globalisasi ini jauh sebelum era 2000 ini, terbukti dengan

terbitnya TAP MPR No XXII / MPRS / 1966 yang berisikan : usaha menuju

perbaikan ekonomi adalah penilaian kembali dari semua landasan kebijakan

ekonomi,keuangan dan pembangunan dengan maksud untuk memperoleh

keseimbangan yang tepat antara upaya yang diusahakan dan tujuan yang akan

dicapai , hal ini juga tercermin dalam TAP MPR No. IV/MPR/1999 tentang Garis

- Garis Besar Haluan Negara ( GBHN ) dengan petunjuk pelaksanaan melalui

20

Undang - undang No.25 tahun 2000 yaitu program pembangunan Nasional

( Propenas ).

Sektor ekonomi di Indonesia mendapatkan porsi yang besar, diberikan

keleluasaan yang begitu besar, maka tidak heran kalau sektor ini berkembang

begitu pesat, peran swasta menempati posisi jauh lebih besar dibanding peran

pemerintah, hal ini telah memicu pertumbuhan yang luar biasa sejak 20 tahun

terakhir.

Tahun 2000 merupakan tahun Millenium kedua, perekonomian dunia

semakin gencar tidak ketinggalan juga di negeri ini, era ini menandai dimulainya

perdagangan bebas antar negara yang akrab disebut Globalisasi yaitu era makin

menipisnya batas antar negara karena perkembangan / kemajuan teknologi

informasi dan komunikasi, ditinjau dari sisi konsumen era ini menguntungkn

karena konsumen mempunyai keluasan untuk memilih produk yang diinginkan.

Keleluasaan konsumen untuk memilih produk yang diinginkan disesuaikan

dengan harga atau budget yang tersedia namun bagi produsen itu menjadi

tantangan karena era ini menjadi media persaingan dalam ekonomi, factor kualitas

dan kinerja efisiensi menjadi keharusan untuk dimiliki agar keluar sebagai

pemenang dalam persaingan yang hiperkompetitif.

Produk yang berkualitas baik dengan harga relatif rendah bukan hanya

menjadi cermin keberhasilan perusahaan dalam memenuhi harapan konsumen dan

pada akhirnya akan membawa citra positif bagi perusahaan itu sendiri, namun

untuk menuju kearah ini tidaklah mudah diperlukan seperangkat alat dan sistem

21

yang memadai, serta diperlukan komitmen yang tinggi dari seluruh tingkatan

organisasi mulai dari manajemen puncak sampai level operasional.

William Edward Deming seorang guru Manajemen Kualitas dari Amerika

Serikat menyampaikan pendapatnya dalam suatu konferensi para manajemen

puncak perusahaan Jepang tahun 1950, bahwa suatu industri harus dipandang

sebagai suatu sistem seperti digambarkan dalam diagram pada Gambar 1.1 ,

industri membutuhkan sistem perbaikan berkesinambungan yang tidak pernah

berhenti, yang meliputi orang, peralatan, pemasok, bahan baku, dan prosedur.

Dasar filosofi ini adalah bahwa setiap aspek operasi dapat diperbaiki, dan tujuan

akhirnya adalah kesempurnaan, yang tidak akan pernah dicapai, tetapi selalu

dicari.

Maka Edward Deming dalam menerapkan TQM menggunakan pendekatan

yang disebut 14 poin Deming, dan dikembangkan menjadi enam konsep program

TQM yang efektif meliputi : (1) perbaikan terus-menerus, (2) pemberdayaan

karyawan, (3) benchmarking, (4) just in time ( JIT ), (5) konsep Taguchi dan (6)

pengetahuan alat TQM menurut Heizer dan Render ( 2005 : 257 ). Dan sistem

produksi merupakan sisklus dari beberapa aktivitas proses yang secara umum

saling berkaitan dalam hal ini Gaspersz ( 1998 : 2 ) menggambarkan sistem

produksi dalam Diagram Sistem Produksi.

22

Pemasok
material dan
peralatan

A

Gambar 1.1 Diagram Sistem Produksi

Desain dan
desain ulang

Penerimaan dan

Produksi

pengujian

peralatan

Riset Pasar

Konsumen

B

C

material

Pengujian
proses,mesin

inspeksi Distribusi

D

Sumber : Gaspersz ( 1998 : 2 )

Metode, Biaya dll

Dalam tahap selanjutnya Deming mengembangkan konsep tersebut menjadi

konsep sistem industri yang terkenal dengan

istilah Roda Deming

( Deming Wheel ).

23

Dalam industri moderen, proses industri harus dipandang sebagai suatu

sistem perbaikan berkesinambungan ( Continuous Improvement ) yang bertujuan

untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan biaya yang kompetitif,

melalui efisiensi dan efektivitas sistem produksi, hal ini dilakukan mulai dari

sederet siklus sejak dari ide –ide untuk menghasilkan suatu produk,

pengembangan produk, proses produksi sampai distribusi kepada konsumen

serta umpan balik dari pasar ( pelanggan ) dengan tujuan utama menghasilkan

produk yang dapat di terima pasar melalui proses yang efisien.

Kondisi ekonomi saat ini telah menuntut kegiatan produksi / operasi harus

memperhatikan prinsif efisiensi dan memenuhi keinginan konsumen sebagai

pemakai produk sehingga manajemen operasi berfungsi tidak saja sebagai alat

untuk mengendalikan urusan input – output sebagai hubungan yang dinamis,

tetapi merupakan keseluruhan sistem yang berlandaskan pada konsep pendekatan

sistem yang terintegrasi secara dinamis.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->