Geriatri

PERAWATAN KESEHATAN Proses menua (aging) adalah proses alami yang disertai adanya penurunan kondisi fisik, psikologis maupun social yang saling berinteraksi satu sama lain. Keadaan itu cenderung berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum maupun kesehatan jiwa secara khusus pada lanjut usia. Masalah kesehatan jiwa lanjut usia termasuk juga dalam masalah kesehatan yang dibahas pada pasien-pasien Geriatri dan Psikogeriatri yang merupakan bagian dari Gerontologi, yaitu ilmu yang mempelajari segala aspek dan masalah lanjut usia, meliputi aspek fisiologis, psikologis, social, cultural, ekonomi dan lain-lain. Geriatri adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari masalah kesehatan pada lanjut usia yang menyangkut aspek promotof,, preventif, kuratif dan rehabilitatif serta psikososial yang menyertai kehidupan lanjut usia. Sementara Psikogeriatri adalah cabang ilmu kedokteran jiwa yang mempelajari masalah kesehatan jiwa pada lanjut usia yang menyangkut aspek promotof, preventif, kuratif dan rehabilitatif serta psikososial yang menyertai kehidupan lanjut usia. Ada 4 ciri yang dapat dikategorikan sebagai pasien Geriatri dan psikogeriatri, yaitu : • • • Keterbatasan fungsi tubuh yang berhubungan dengan makin meningkatnya usia. Adanya akumulasi dari penyakit-penyakit degeneratif Lanjut usia secara psikososial yang dinyatakan krisis bila : a. Ketergantungan pada orang lain (sangat memerlukan pelayanan orang lain ) b. Mengisolasi diri atau menarik diri dari kegiatan kemasyarakatan karena berbagai sebab, diantaranya setelah menjalani masa pensiun, setelah sakit .cukup berat dan lama, setelah kematian pasangan hidup dan lain-lain • Hal- hal yang dapat menimbulkan gangguan keseimbangan (homeostasi) sehingga membawa lansia kearah kerusakan / kemerosotan (deteriorisasi) yang progresif terutama aspek psikologis yang mendadak, misalnya bingung, panik, depresif, apatis dsb. Hal itu biasanya bersumber dari munculnya stressor psikososial yang paling berat, misalnya kematian pasangan hidup, kematian

kulit makin keriput. 3. enerji menurun. tidur. Penurunan Fungsi dan Potensi Seksual Penurunan fungsi dan potensi seksual pada lanjut usia sering kali berhubungan dengan berbagai gangguan fisik seperti : 1. 2. misalnya tenaga berkurang.sanak keluarga dekat. misalnya makan. psikologik maupun sosial. Penurunan Kondisi Fisik Setelah seseorang memasuki masa lansia umumnya mulai dihinggapi adanya kondisi fisik yang bersifat patologis berganda (multiple pathology). Adapun beberapa faktor yang dihadapi para lansia yang sangat mempengaruhi kesehatan jiwa mereka adalah sebagai berikut : 1. tulang makin rapuh. maka perlu menyelaraskan kebutuhan-kebutuhan fisik dengan kondisi psikologik maupun sosial. missal diabetes mellitus 3. Faktor-faktor tersebut hendaklah disikapi secara bijak sehingga para lansia dapat menikmati hari tua mereka dengan bahagia. dsb. Gangguan jantung 2. Gangguan metabolisme. Ada beberapa faktor yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan jiwa lansia. istirahat dan bekerja secara seimbang. sehingga mau tidak mau harus ada usaha untuk mengurangi kegiatan yang bersifat memforsir fisiknya. yang selanjutnya dapat menyebabkan suatu keadaan ketergantungan kepada orang lain. Vaginitis 4. karena pencernaan kurang sempurna atau nafsu makan sangat kurang Penurunan Kondisi Fisik Penurunan Fungsi dan Potensi Seksual Perubahan aspek Psikososial . terpaksa berurusan dengan penegak hokum. Seorang lansia harus mampu mengatur cara hidupnya yang baik. Dalam kehidupan lansia agar dapat tetap menjaga kondisi fisik yang sehat. Hal ini semua dapat menimbulkan gangguan atau kelainan fungsi fisik. Baru selesai operasi : misalnya prostatektomi 5. Kekurangan gizi. gigi makin rontok. Secara umum kondisi fisik seseorang yang sudah memasuki masa lansia mengalami penurunan secara berlipat ganda. atau trauma psikis.

banyak keinginan . tranquilier 7. apalagi jika pada masa lansia tidak di isi dengan kegiatan yang dapat memberikan otonomi pada dirinya. yang berakibat bahwa lansia menjadi kurang cekatan. Faktor psikologis yang menyertai lansia antara lain : • • • • • Rasa tabu atau malu bila mempertahankan kehidupan seksual pada lansia Sikap keluarga dan masyarakat yang kurang menunjang serta di perkuat oleh tradisi dan budaya Kelelahan atau kebosanan karena kurang Variasi dalam kehidupannya. golongan stereoid. tindakan. biasanya tipe ini tidak banyak mengalami gejolak. koordinasi. Beberapa perubahan tersebut dapat di bedakan berdasarkan 5 tipe kepribadian lansia sebagai berikut: • Tipe kepribadian konstruktif (Construction personality). Dengan adanya penurunan kedua fungsi tersebut. tetapi jika pasangan hidup meninggal maka pasangan yang di tinggalkan akan menjadi merana. Fungsi kognitif meliputi proses belajar. perhatian dan lain-lain sehingga menyebabkan reaksi dan perilaku lansia menjadi makin lambat. lansia juga mengalami perubahan aspek psikososial yang berkaitan dengan keadaan kepabrikan lansia. persepsi.6. depresi. pengertian. pada tipe ini bisanya sangat dipengaruhi kehidupan keluarga. Perubahan Aspek Psikososial Pada umumnya setelah orang memasuki lansia maka ia mengalami penurunan fungsi kognitif dan psikomotor. tenang dan mantap sampai sangat tua. dsb. pikun. Pasangan hidup telah meninggal Disfungsi seksual karena perubahan hormonal atau masalah kesehatan jiwa lainnya cemas. apalagi jika tidak segera bangkit dari kedudukannya. pada tipe ini setelah memasuki lansia tetap merasa tidak puas dengan kehidupannya. apabila kehidupan keluarga selalu harmonis maka pada masa lansia tidak bergejolak. Penggunaan obat-obat tertentu. • Tipe kepribadian mandiri (Independent personaliy). seperti antihipertensi. • Tipe kepribadian Tergantung (Dependent personality ). pemahaman. pada tipe ini ada kecenderungan mengalami post power sindrome. • Tipe Kepribadian Bermusuhan (Hostility personality). Sementara fungsi psikomotorik (konatif) meliputi hal-hal yang berhubungan dengan dorongan kehendak seperti gerakan.

PENDAHULUAN .yang kadang-kadang tidak di perhitungkan secara seksama sehingga menyebabkan kondisi ekonominya menjadi morat-marit. • Tipe Kepribadian Kritik Diri (Self Hate Personality). karena perilakunya sendiri sulit dibantu oleh orang lain atau cenderung susah dirinya. pada lansia tipe ini umumnya terlihat sengsara.

2. Menyikapi kondisi seperti tersebut diatas maka kita perlu mengetahui bagaimana perkembangan kesehatan usia lanjut dan bagaimana cara perawatan kesehatan bagi usia lanjut. Latar belakang Perkembangan kesehatan seorang lanjut usia antara yang satu dengan lainnya sangat bervariasi .1. Permasalahan Dalam makalah ini masalah yang akan dibahas antara lain : • • Jenis-jenis kondisi kesehatan usia lanjut Bagaimana memberi perawatan dan pencegahan untuk kesehatan usia lanjut . Untuk masalah perawatan kesehatan bagi usia lanjut perlu mendapat perhatian khusus karena bagi usia lanjut kesehatan sudah tidak dapat dihindarkan karena keadaan fisik dan psikologis yang sudah menurun.Untuk itu penulis akan menyajikan suatu tulisan yang berhubungan dengan perawatan kesehatan bagi usia lanjut .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful