Keep your Lamp Filled with Oil Menarik sekali membaca kisah lima gadis bodoh dan lima

gadis bijak. Kisah ini menarik karena menghadirkan kebenaran yang tak terbantahkan. Pertama, dalam Injil Matius 25:1-13 ini dikisahkan bahwa kesepuluh gadis tersebut sedang menunggu kedatangan mempelai. Tak satupun mereka tahu dengan pasti waktu kedatangan sang mempelai, yang mereka tahu ialah sang mempelai pasti datang. Yang sangat menarik dari kisah ini ialah kebenaran bahwa banyak hal di dunia ini tak bisa lakukan pada saat-saat terakhir. Banyak hal yang memang harus dipersiapkan jauh-jauh hari. Misalnya, akan menjadi sangat terlambat bagi seorang pelajar untuk mempersiapkan diri ketika waktu untuk ujian sudah tiba. Juga akan sangat terlambat bagi siapa saja untuk bertobat ketika kedatangan kerajaan Allah sudah pada kepenuhannya. Karena itu Injil ini dengan tegas mengingatkan kira untuk menyiapkan diri setiap saat, sebab kita tak tahu kapan saatnya. Injil ini juga dengan tegas mengatakan bahwa banyak hal di dunia ini yang tak bisa dipinjam. Jelas kita tak bisa meminjam cinta, kita tak bisa meminjam iman, kita tak bisa meminjam relasi, kita tak bisa meminjam perbuatan baik, dll. Hal-hal ini sifatnya personal. Wanita bodoh tersebut tak boleh meminjam minyak dari wanita bijak tersebut. Ini menyimbolkan bahwa relasi kita dengan Allah bukan sesuatu yang bisa dipinjamkan. Sifatnya personal dan harus kita “miliki” sendiri. Kembali kepada perumpaman gadis bodoh dan bijaksana. Siapakah gadis-gadis yang digambarkan di sini? Kita tidak mengetahuinya dengan pasti (yang pasti kita tidak dapat memasukkan gambaran perkawinan kontemporer dalam cerita ini), namun ada kemungkinan bahwa gadis-gadis ini adalah hamba dari mempelai laki-laki (panggilan Tuan pada ayat 11). Sebagian gadis ini bodoh dan sebagian lagi bijaksana. Alkitab seringkali membuat kontras antara kedua hal ini dan sekali lagi, bodoh yang dimaksud di sini sama sekali tidak berarti memiliki inteligensia rendah. Firman Tuhan sesungguhnya tidak pernah menghina mereka yang kurang di dalam kecerdasan dalam arti seperti ini dan juga tidak menghormati mereka yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Di hadapan Allah Yang Mahakudus semua orang sama-sama berdosa! Manusia yang suka membanggakan hal-hal yang tidak dihargai oleh firman Tuhan sesungguhnya sedang berla! ku bodoh. Lalu apa yang dimaksud bodoh dan bijaksana di sini? Secara sederhana bodoh adalah sikap yang tidak mau diajar oleh kebenaran firman Tuhan (betapapun tinggi inteligensianya, orang itu tetap adalah bodoh!), sedangkan bijaksana adalah mereka yang mendengar dan melakukan firman Tuhan (betapapun sederhana pemikiran orang tersebut). Dalam konteks bacaan kita hari ini, dalam pengertian yang lebih khusus, bodoh berarti tidak mempersiapkan diri dengan baik, sementara bijaksana berarti bersiap dan berjaga-jaga. Lalu artinya pelita dan minyak, mengapa di sini dikatakan 5 dan 5, bukan 3 dan 3 atau 10 dan 10? Dalam menafsir perumpamaan, kita tidak boleh menafsir sampai kepada detail-detailnya, karena itu bukanlah tujuan dari perumpamaan. Kebahayaan dari cara penafsiran seperti ini adalah kita akhirnya jatuh dalam penafsiran yang disebut alegoris (penafsiran ini banyak dikembangkan oleh Bapa Gereja seperti Origen, sesungguhnya banyak dipengaruhi oleh cara penafsiran Yunani Kuno dalam menafsir tulisan-tulisan pada jaman itu, dan karena dipengaruhi oleh filsafat Neoplatonism yang mengajarkan makna spiritual yang lebih dalam). Kita tidak perlu menafsir bagian ini sampai sedetail-detailnya karena perumpamaan ini pada intinya mengajarkan dua macam orang, yaitu yang bersiap sedia dan yang tidak. Ayat 5 mencatat bahwa mempelai itu lama tidak datang-datang juga (Ingg: delayed). Tuan itu terlambat. Tuan ini sebenarnya Tuhan yang akan datang kembali bukan? Masakan Tuhan bisa terlambat? Di sinilah kesulitannya, manusia seringkali menilai Tuhan dari cara pandangnya sendiri, termasuk dari kacamata waktu dunia, seolah-olah Tuhan harus datang jam segini, tanggal ini, tahun itu. Pada kenyataannya, Tuhan tidak dikuasai oleh waktu kita, sebaliknya saat di mana Tuhan datang yang akan mengakhiri waktu kita! Ada seorang professor yang pernah mengatakan kalimat demikian Jesus doesnt have to come on time because He is not in time. Kalimat ini menyatakan bahwa seringkali kita membelenggu Tuhan dalam pola pemikiran kita yang terbatas, dan yang paling celaka adalah kita pikir itu adalah Tuhan yang sesungguhnya! Allah adalah Allah yang berdaulat, kapan Dia akan datang kembali, itu adalah sepenuhnya berada dalam kehendak kedaulatanNya, Dia tidak perlu mencocokkan saat kedatanganNya dengan jam dan tanggalan kita. Namun, secara antropomorfis (istilah ini kurang cocok, lebih baik menggunakan antropokronos, yaitu waktu manusia) Dia memang seolah datang terlambat. Dalam bagian firman Tuhan yang lain kita juga membaca bahwa Yesus memang sengaja datang terlambat (peristiwa Lazarus yang

Tuan itu menyatakan tidak mengenal mereka semua. sama-sama berkeluarga tapi cara menempatkan keluarga bisa sangat berbeda. masih ada waktu untuk berubah. Mereka adalah orang-orang malas yang tidak mempersiapkan diri. sesungguhnya kedua jenis orang yang sama-sama tertidur itu sama sekali berbeda. dua orang bisa sama-sama berdagang dan bekerja tapi bagaimana mereka melihat harta bisa sama sekali berlainan. mempersiapkan diri untuk menyongsong kedatanganNya. kita mempersiapkan diri untuk menyongsong kedatanganNya kembali. sama sekali bukan begitu. Ketika mempelai itu datang.dibangkitkan). Gadis-gadis itu mulai mengantuk dan akhirnya semuanya tertidur. Dia yang menetapkan saatNya. menjelang peringatan hari kelahiran Yesus Kristus. Sampai di sini. Di sini kita melihat tidak ada perbedaan antara anak-anak Tuhan dan anak-anak binasa. Ternyata gadis-gadis bodoh itu tidak siap untuk menyongsong mempelai laki-laki. mereka pikir the last minute akan sanggup menyelesaikan persiapan untuk menyongsong Tuan itu. Bukan karena tertunda lalu manusia boleh membenarkan diri untuk tidak mempersiapkan diri. secara fenomena semua terlihat sama. Karena dengan tidak mengetahui saatnya. akan tetapi ia tidak mungkin dituntut untuk bertanggung jawab atas tanggung jawab saya (sebagaimana diajarkan oleh E. Menjadi kristen bukan berarti menjadi manusia yang eksentrik. dagang bisa rugi. Ia tidak Mahakuasa. Marilah pada masa adven ini. kita perlu untuk senantiasa berjaga-jaga. memilih untuk mengambil teks yang diinspirasi dari bagian perumpamaan ini untuk menjadikannya sebagai karya yang dinyanyikan pada masa adven. bekerja untuk Tuan itu. Mereka terhilang untuk selama-lamanya. Kesiapan hati orang lain adalah milik orang lain. pelita mereka hampir padam! Mereka lalu berharap agar gadisgadis yang membawa persediaan minyak itu untuk membaginya kepada mereka. pada saat itulah mempelai datang! Orang-orang seperti selalu berpikir masih ada kesempatan untuk bertobat. bukan mereka yang menunggu. Sudahkah hatimu dimiliki oleh Yesus? Seberapa penuh? Firman Tuhan tidak memberi tahu kepada kita kapan Tuan itu akan datang kembali. saya harus berdiri seorang diri di hadapan Tuhan. bukan kita. mereka pun bangun semuanya (tidak ada yang tetap tertidur). dan celakanya. bukan urusan kelompok. kapan hidup kita akan berakhir. mungkin bahkan hidup bersama-sama. Keselamat! an hidup adalah urusan setiap pribadi. kita pergi berbelanja. orang lain memang memiliki tanggung jawab juga atas sesamanya (termasuk mungkin sebagian atas diri saya). Mengapa Tuhan sengaja mengulur-ulur waktu? Yang pertama. dan memang to certain extent kita tidak berbeda dengan orang-orang yang tidak percaya: kita perlu istirahat. berkeluarga. hanya Tuh! an saja yang dapat menolong setiap orang yang berharap kepadaNya. fanatis dan reduktif (sempit). Yang lebih konyol lagi adalah mereka berpikir bahwa selama ini mereka sudah mengenal Tuan itu. menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan atas waktu. di dalam pimpinan Tuhan. ini sekaligus menjadi ujian karena waktu yang tertunda itu justru menyatakan sikap manusia yang sesungguhnya. Kedua. Justru adalah lebih baik bagi kita untuk tidak mengetahuinya. namun dalam kenyataannya. manusia mana yang dapat bertanggung jawab atas tanggung jawab semua manusia di seluruh dunia? Kita bukan Juruselamat dan Mesias. Tidak ada yang bisa menjamin saya kelak pada akhir jaman. yang begitu sombong dan menilai diri terlalu tinggi yang membawa kepada keyakinan diri sendiri yang begitu naif! Sangkanya mereka masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk mempersembahkan diri mereka pada menit-menit terakhir sebelum kematian menjumpai mereka. bahkan Mesias yang sejati pun tidak melakukan hal tersebut (bertanggung jawab atas tanggung jawab orang lain). Saya tidak bisa melimpahkan tanggung jawab saya untuk menjadi tanggung jawab orang lain. akan tetapi gadis-gadis bijaksana itu menolak untuk memberikannya. Selalu mempertanggung jawabkan tanggung jawab orang lain dapat menghancurkan kedewasaan orang yang dibantu_ itu. Para penggubah lagu. Dia tidak akan datang lagi sebagai bayi kecil. Dia akan datang sebagai Hakim yang akan mengakhiri segala perbuatan manusia di bumi. bahkan sama-sama melayani. Levinas misalnya). Manusia harus belajar dengan segala kerendahan hati untuk mengatakan bahwa ia terbatas. Secara fenomenal mereka semua terlihat sama. Akan tetapi ayat 8 dan 9 segera menyatakan keberbedaan mereka. sama seperti semua orang yang lain. Sama. Gadis-gadis bodoh itu pergi untuk mempersiapkan minyak mereka yang kurang. Bukanlah . Bahkan sahabat yang terbaik pun juga tetap terbatas. Lagipula. akan tetapi di dalam arah hati tidak tentu sama. tubuh kita bisa sakit. Namun. Ini semacam keegoisankah? Pelit? Tidak ada belas kasihan! Tidak punya jiwa pengorbanan?! Hanya memikirkan keselamatan diri sendiri?? Tidak. semuanya lalu membereskan pelita mereka masing-masing. Pengajaran dari bagian ini adalah setiap orang harus bertanggung-jawab secara pribadi di hadapan Tuhan.

Dan biasanya pesan-pesan itu merupakan pesan yang sangat penting. Apa sih yang hendak di ajarkan? Tuhan bukannya mau memaparkan tentang kondisi tentang Surga atau keadaannya pada saat kita di sana nanti. seperti yang sedang dicari oleh kebanyakan orang saat ini. merupakan salah satu pesan penting yang diberikan Tuhan kepada setiap kita. Dalam perikop di atas mengenai perumpamaan 10 gadis pembawa pelita. tolong”. biasanya akan memberi pesan kepada anak-anaknya untuk rajin belajar. Sama seperti seorang ayah yang ingin menjelaskan tentang kejujuran kepada anaknya yang masih duduk di kelas 1 sd. karena itu Ia memberikan kepada kita dalam bentuk perumpamaan-perumpamaan. Tapi mungkin dengan memberikan banyak contoh seperti: jangan ambil permen orang lain. Dalam pengajaran Yesus mengenai akhir zaman bukanlah suatu hal yang mudah. tiba-tiba mama saya menangis dan mencium saya sambil berkata. dalam kehidupan orang Kristen pun. akan memberikan pengertian tentang kejujuran kepada anak itu. bahwa masa adven yang merupakan masa penantian kedatangan Yesus Kristus. Tidak mungkin ayahnya memberikan konsep-konsep. jangan lupa berdoa. mengenai apa yang harus kita lakukan selama kita tidak bersama-sama dengan Tuhan. sebelum ia meninggal. jaga diri baik-baik ya. sebenarnya banyak pesan-pesan penting yang dititipkan Tuhan kepada kita. walaupun tidak utuh. Contohnya: Seorang ayah yang sedang berpergian ke luar kota. Sebelum Yesus naik kesurga. dimana perikop yang kita baca terletak di dalamnya. Saya sendiri. Namun tidak hanya mengandung unsur kesedihan. jaga diri baik-baik. Sepasang kekasih. Saudara. masih teringat dalam benak saya. sikap yang menanti kedatanganNya kembali. perkataan yang terus dikumandangkan adalah “tolong gembalakan domba-domba ini. dsb. maka kita akan semakin sedih. jangan bolos. yang suatu ketika laki-lakinya hendak pergi berperang. Perumpamaan itu diberikan agar kita mudah mengerti. Demikian juga dengan perikop ini. Pasal 24 dan 25. dsb. nuruti mamamu. Kerajaan Surga bukan suatu hal yang dapat dimengerti manusia. jangan lupa tulis surat dsb. tentu ada perpisahan. Semakin dekat. apalagi jika orang tersebut adalah orang yang dekat dengan kita. Baginya domba-domba itu terpelihara dengan baik jauh lebih penting daripada kepentingan pribadinya. Sudah siapkah kita? Setiap kita pasti pernah mengalami apa yang namanya perpisahan. satu sama lain memesankan untuk saling mendoakan. Namun yang jauh lebih penting. ketika saya ingin merantau ke Surabaya (karena saya orang Kalimantan) untuk menempuh study yang lebih baik. Karena itu Ia memberikan perumpamaan agar kita para pembaca dapat mengerti. ia memberikan begitu banyak pesan yang penting bagi setiap kita.merupakan suatu kebetulan. sesungguhnya merupakan su! atu sikap eskatologis. Dalam sebuah perpisahan itu selalu mengandung unsur kesedihan. jangan nyontek. Pendeta saya yang ada di Surabaya. perumpamaan-perumpamaan ini sebenarnya lebih mengajarkan tentang bagaimana . biasanya dalam perpisahan itu juga biasanya terselip pesan-pesan yang harus dijalankan selama mereka berpisah. karena anak itu tidak akan nyampai pikirannya. itu merupakan kumpulan khotbah tentang akhir zaman (dapat kita lihat di judul di atas pasal 24). Ada pertemuan.

Dan tentunya ini merupakan perintah penting bagi setiap kita yang mengaku percaya kepada Tuhan. Orang Yahudi biasa melakukan pesta pernikahan pada malam hari. kita harus memahami budaya pernikahan pada waktu itu. orang bodoh itu sama seperti situasi di sebuah desa yang terletak dibawah kaki gunung merapi. dan sudah tau juga bahwa minyak terlalu sedikit akan cepat habis. karena pengantin pria tidak akan pergi sebelum kontrak perkawinan ditanda-tangani pihak keluarga perempuan. tidak mungkin bulan depan baru datang. Pada tahun 1994 mereka sudah diingatkan bahwa . dan karena minyak yang ia gunakan akan cepat habis. Karena sumbu itu akan membuat api lebih menyala. Jika diumpamakan. Kapan datangnya tidak ada yang tahu. dan lima lagi bodoh. Justru jika mereka tidak membawa pelita mereka akan dianggap sebagai perusak pesta. Sudah tau biasanya mempelai datangnya tidak tentu. Mereka berjagajaga dan mempersiapkan diri dengan baik. Beberapa peneliti mengatakan bahwa minyak yang dituang itu akan habis dalam waktu 15 menit. mempelai wanita akan menunggu dirumahnya. Selama menunggu kedatangan mempelai pria. pelita yang dipakai bentuknya seperti obor. Itu sudah lumrah. Mereka tidak berjaga-jaga dan tidak mempersiapkan diri dengan baik. Lima gadis yang bijak itu membawa persediaan minyak. tinggal menanti kedatangannya saja.kita harus bersikap sembari menanti kedatangan Tuhan yang kedua kali. sehingga wajar jika pengantin pria akan datang terlambat. dengan tujuan agar apinya dapat menyala terang dan indah. Mengapa? Tentu sebelum kita memasuki lebih jauh. Disitulah inti permasalahannya. Kemudian di mangkuk itu ditaruh sumbu yang agak panjang di mana sebagian sumbu itu dicelupkan kedalam minyak. Mungkin kalau jaman sekarang mereka itu seperti pagar ayu. yang hendak menyongsong kedatangan pengantin pria. Pada jaman itu. Gadis pembawa pelita ini bukanlah orang yang penting dalam pesta tersebut. Justru ini merupakan kesempatan yang berharga bagi para gadis itu untuk membawa pelita dalam pesta. sejak awal Tuhan sudah memberi cap kepada mereka bahwa lima diantaranya bijak. Sebaliknya. Biasanya rumahnya itu akan dijadikan tempat pesta. Jika diperhatikan. dengan tongkat yang ujungnya ada semacam mangkok tembaga yang berisi minyak. Pernikahan sudah diumumkan. yang belum menikah. Setelah semuanya selesai barulah pengantin pria bersama beberapa temannya menghampiri rumah pengantin wanita. jadi mengapa mereka tidak membawa cadangan minyak? Oleh karena itulah sejak awal Tuhan menekankan bahwa mereka bodoh. sebab itu minyak akan mudah habis. biasanya ada 10 kawan gadisnya yang belum menikah untuk menjadi pengiring dan pembawa pelita. Biasanya pengantin pria harus melakukan negosiasi dengan pihak keluarga perempuan dengan tawar-menawar tentang mas kawin. Dalam perumpamaan yang kita baca dikisahkan ada 10 gadis. Pembahasan mas kawin ini akan menghabiskan banyak waktu dan berlarut-larut. lima gadis bodoh itu pantas di bilang sebagai gadis bodoh. Yang pasti dalam waktu dekat. karena ia mengetahui bahwa mempelai laki-laki itu datangnya tidak dapat ditentukan. Dipihak wanita.

Meski diperkirakan beberapa bulan lagi. Bayangkan saja jika kita pergi ke sebuah pesta pernikahan pejabat atau orang besar. Dan ketika mereka berteriak untuk membukakan pintu. Dalam Alkitab ada 20 kali kata berjaga-jaga digunakan. yaitu dengan . Tuhan. karena tangan yang satu harus memegang pelita dan satunya lagi memegang obor. serta melukai 68 orang.Memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan. Memang jika membeli minyak lebih akan membutuhkan biaya lebih. Mereka mau menikmati acara pesta. Tuhan mengharapkan kita untuk berjaga-jaga dan mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangannya. Memiliki relasi yang baik. namun mereka tidak mau berkorban untuk membeli minyak. Beberapa dari mereka ada yang pergi. Akhirnya 5 gadis itu pergi membeli minyak. pemilik rumah menutup pintu dan mereka tidak dapat masuk. dan meluluh hancurkan ribuan rumah menjadi puing-puing. dan mengusir setan demi nama-Mu. Pertama. Mereka hanya mau enaknya saja. pemilik rumah hanya menjawab “sesungguhnya aku tidak mengenal engkau”. Pelajaran apa yang dapat kita petik? Perumpamaan ini hendak mengajarkan agar kita senantiasa untuk berjaga-jaga dan mempersiapkan diri dalam menyambut kedatangan Tuhan yang kedua kali.gunung merapi akan segera meletus. gadis-gadis itu tidak memiliki relasi yang dekat dengan tuan rumah. Mereka meminta minyak ke lima gadis bijak. Akibatnya ketika mempelai datang. tapi itu tidak mungkin. Dan yang kedua gadis-gadis itu hidup seenaknya tanpa memikirkan kehendak tuan rumah yang mengkehendaki mereka menjadi pembawa pelita. Kalimat “saya tidak mengenal engkau” ini sama seperti yang terdapat dalam Matius 7. Sebenarnya dari perkataan ini kita dapatkan beberapa kesimpulan. yang mau enakenakan saja. mereka tergopoh-gopoh kebingungan. Sebenarnya ketika mereka tidak membawa minyak itu mengisyaratkan bahwa mereka adalah orang-orang yang egois. Berjaga-jaga itu memiliki arti: . Begitu juga dengan 5 gadis itu. dan mereka mengatakan “siapa kamu? Kami tidak kenal engkau?” Tentunya itu akan menjadi pengalaman yang memalukan bagi kita. Kalimat ini adalah kalimat yang sangat menyakitkan. Mereka bodoh karena tidak mau berjaga-jaga dan hanya memikirkan kenyamanannya saja. Itu dikatakan bagi mereka yang tidak melakukan kehendak Bapa. namun ada yang tidak mau meninggalkan kenyamanan mereka. namun mereka diharapkan untuk waspada dan segera pergi meninggalkan daerah mereka. Namun ketika mereka kembali. kamu sekalian pembuat kejahatan!". karena mereka bersepuluh akan kekurangan minyak nantinya. Mereka pikir meletusnya masih lama sehingga mereka tidak perlu berwaspada. dan tentunya membuat mereka repot. Tuhan sang mempelai pria sudah mengatakan bahwa Ia akan datang kembali untuk menjemput setiap umat percaya. di mana banyak orang yang berkata Tuhan. Ini menunjukkan bahwa pesan ini merupakan yang sangat penting. bukankah kami bernubuat demi nama-Mu. Sesampainya disana kita tidak diijinkan masuk. awan panas berkecepatan 300 km/jam dengan suhu 600 derajat celcius melanda desa itu dan memakan korban 100 jiwa. dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Tetapi Yesus berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari padaKu. Akibatnya pada 22 Nov 94. Sembari menanti. ia terus mengajarkan kita untuk berjaga-jaga.

Memang kita tidak bisa tau jelas akibat apa yang akan diterima. karena Tuhan memakai sarana doa untuk senantiasa berseru dan berharap kepadaNya. sudahkah kita menghargai kemerdekaan itu. Banyak orang kristen yang berpikir karena mereka sudah diselamatkan. “apakah saya sudah diselamatkan?”. Saudara. tapi kita menutup telinga dan mata kita untuk mengetahui apa kehendak Tuhan? Dan sudahkah kita menyiapkan diri kita dengan menjaga hidup kita kudus? Sebagai orang merdeka. Hidup sesuka hati. Namun mereka mengabaikan hal itu. dsb. ketika relasi kita terputus dengan Tuhan. Yang pasti ada akibat yang tidak enak. seperti yang di lakukan beberapa orang. Sebab jika seseorang telah diselamatkan. RK akan membawanya untuk terus mengintropeksi diri. 5 gadis bodoh itu menerima resiko untuk tidak mengikuti pesta perjamuan karena kelalaiannya.senantiasa mencari kehendak Tuhan melalui Firmannya. Dan tentunya dengan doa. Namun para astronot itu mengabaikannya. Bis. Orang yang tidak berjaga-jaga pasti akan menerima resikonya. tidak tau prosesnya bagaimana. Mereka melepas semua itu. mereka harus memakai pakaian pelindung yang lengkap. Intinya relasi terputus dengan tuan rumah. Kita akan menerima akibatnya jika kita tidak serius dalam menjalani hidup ini. Apa yang menyebabkan kecelakaan itu terjadi? Selidik punya selidik ternyata ditemukan bahwa ketika para astronot itu mengudara ada lobang kecil di bagian sayap bawahnya. dan 7 orang di dalamnya tewas. dan terus menerus berjuang untuk hidup kudus bagi Tuhan. ternyata tekanan atsmofer itu langsung menekan lewat kelobang kecil itu. mereka dapat hidup seenaknya. Mereka tidak peduli lagi dengan hukum-hukum dan aturan yang harus kita jalankan. Keluarga korban berduka. Seharusnya ketika berangkat dan mendarat. Namun yang pasti. 7 orang austronot tewas seketika. dan Colombia berduka. dan akhirnya menyerang bahan bakar pesawat. Dalam waktu seketika. pesawat itu hancur. hidup ini akan menderita. Kesalahan terbesar mereka ialah karena mereka tidak waspada dan tidak berjaga-jaga. jika kita tidak sungguh-sungguh berjaga-jaga. atau kita menyalahgunakannya yang mengurung kita kembali di dalam dosa-dosa kita? Jangan kira orang yang tidak berjaga-jaga akan aman-aman saja. Melakukan pelayanan dengan giat. Namun apa yang terjadi? Beberapa menit seblum mereka mendarat kebumi. Kitapun demikian. 1 Februari 2003. . sebenarnya orang seperti ini mungkin harus bertanya. Mereka menganggap bahwa lobang itu terlalu kecil sehingga tidak akan menyebabkan apa-apa. ketika pesawat hendak memasuki atsmosfer. dan bersukacita dengan yakin bahwa mereka akan mendarat dengan selamat.Mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menyambut kedatangan Tuhan. Karena fokus perumpamaan ini berbicara tentang sikap yang harus kita miliki. . masih ada kemungkin selamat dari kecelakaan itu. Berjaga-jaga itu bukannya hidup seenaknya. sudah berjaga-jagakah kita? Sudahkah kita memiliki relasi yang baik dengan Tuhan? Atau selama ini kita sibuk dengan pekerjaan dan keluarga kita. Seandainya mereka memakai pelindung itu. Begaimana mempersiapkan diri? Yaitu dengan menjaga hidup kudus dengan menjauhi dosa. sebuah kecelakaan pesawat luar angkasa milik NASA menimbulkan kesedihan yang mendalam. berjaga-jaga. Kesalahan kedua mereka sebenarnya ialah mereka melanggar aturan main. tim NASA berduka.

Masa-masa itu akan menjadi masa yang indah. Kelak kita akan menerima undangan untuk semeja perjamuan dengan Tuhan. Seorang Pendeta yang bernama Jimmy. Kehancuran karena kerterpisahan dari kehendak sang Bapa.Sama seperti pesawat tersebut. sehingga anaknya saat ini menjadi penulis buku yang begitu ternama. dan mungkin semakin dekat dengan kehendak si jahat atau kedagingan kita. ia bernama Rick Warren. Dan mungkin. masuklah dalam kebahagiaan tuanmu”. cari 1 jiwa lagi”. demikian jugalah kita. berjaga-jagalah dan terus berjuang. Biarlah kita bisa seperti seorang Rick yang mau menyimpan pesan dari atasan kita dengan sebaik-baiknya. Pesan itu begitu merasuk kedalam hati anaknya. Saudara. karena Tuhan begitu nyata dinyatakan di hadapan kita. Jika kita tidak berjaga-jaga dan memberi ruang untuk menjauh dari kehendak Tuhan. Amin . ketika kita sedang berdiri dihadapannya ia akan berkata kepada kita “bagus sekali hambaku yang baik dan setia. ia terus mengatakan sebuah pesan kepada anaknya “Cari 1 jiwa lagi. maka kita sedang berada dalam keadaan yang kritis. Karena itu berjaga-jagalah. Sukacita kita akan penuh. yang akan membawa kita kepada kehancuran. sebelum ia meninggal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful