Keep your Lamp Filled with Oil Menarik sekali membaca kisah lima gadis bodoh dan lima

gadis bijak. Kisah ini menarik karena menghadirkan kebenaran yang tak terbantahkan. Pertama, dalam Injil Matius 25:1-13 ini dikisahkan bahwa kesepuluh gadis tersebut sedang menunggu kedatangan mempelai. Tak satupun mereka tahu dengan pasti waktu kedatangan sang mempelai, yang mereka tahu ialah sang mempelai pasti datang. Yang sangat menarik dari kisah ini ialah kebenaran bahwa banyak hal di dunia ini tak bisa lakukan pada saat-saat terakhir. Banyak hal yang memang harus dipersiapkan jauh-jauh hari. Misalnya, akan menjadi sangat terlambat bagi seorang pelajar untuk mempersiapkan diri ketika waktu untuk ujian sudah tiba. Juga akan sangat terlambat bagi siapa saja untuk bertobat ketika kedatangan kerajaan Allah sudah pada kepenuhannya. Karena itu Injil ini dengan tegas mengingatkan kira untuk menyiapkan diri setiap saat, sebab kita tak tahu kapan saatnya. Injil ini juga dengan tegas mengatakan bahwa banyak hal di dunia ini yang tak bisa dipinjam. Jelas kita tak bisa meminjam cinta, kita tak bisa meminjam iman, kita tak bisa meminjam relasi, kita tak bisa meminjam perbuatan baik, dll. Hal-hal ini sifatnya personal. Wanita bodoh tersebut tak boleh meminjam minyak dari wanita bijak tersebut. Ini menyimbolkan bahwa relasi kita dengan Allah bukan sesuatu yang bisa dipinjamkan. Sifatnya personal dan harus kita “miliki” sendiri. Kembali kepada perumpaman gadis bodoh dan bijaksana. Siapakah gadis-gadis yang digambarkan di sini? Kita tidak mengetahuinya dengan pasti (yang pasti kita tidak dapat memasukkan gambaran perkawinan kontemporer dalam cerita ini), namun ada kemungkinan bahwa gadis-gadis ini adalah hamba dari mempelai laki-laki (panggilan Tuan pada ayat 11). Sebagian gadis ini bodoh dan sebagian lagi bijaksana. Alkitab seringkali membuat kontras antara kedua hal ini dan sekali lagi, bodoh yang dimaksud di sini sama sekali tidak berarti memiliki inteligensia rendah. Firman Tuhan sesungguhnya tidak pernah menghina mereka yang kurang di dalam kecerdasan dalam arti seperti ini dan juga tidak menghormati mereka yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Di hadapan Allah Yang Mahakudus semua orang sama-sama berdosa! Manusia yang suka membanggakan hal-hal yang tidak dihargai oleh firman Tuhan sesungguhnya sedang berla! ku bodoh. Lalu apa yang dimaksud bodoh dan bijaksana di sini? Secara sederhana bodoh adalah sikap yang tidak mau diajar oleh kebenaran firman Tuhan (betapapun tinggi inteligensianya, orang itu tetap adalah bodoh!), sedangkan bijaksana adalah mereka yang mendengar dan melakukan firman Tuhan (betapapun sederhana pemikiran orang tersebut). Dalam konteks bacaan kita hari ini, dalam pengertian yang lebih khusus, bodoh berarti tidak mempersiapkan diri dengan baik, sementara bijaksana berarti bersiap dan berjaga-jaga. Lalu artinya pelita dan minyak, mengapa di sini dikatakan 5 dan 5, bukan 3 dan 3 atau 10 dan 10? Dalam menafsir perumpamaan, kita tidak boleh menafsir sampai kepada detail-detailnya, karena itu bukanlah tujuan dari perumpamaan. Kebahayaan dari cara penafsiran seperti ini adalah kita akhirnya jatuh dalam penafsiran yang disebut alegoris (penafsiran ini banyak dikembangkan oleh Bapa Gereja seperti Origen, sesungguhnya banyak dipengaruhi oleh cara penafsiran Yunani Kuno dalam menafsir tulisan-tulisan pada jaman itu, dan karena dipengaruhi oleh filsafat Neoplatonism yang mengajarkan makna spiritual yang lebih dalam). Kita tidak perlu menafsir bagian ini sampai sedetail-detailnya karena perumpamaan ini pada intinya mengajarkan dua macam orang, yaitu yang bersiap sedia dan yang tidak. Ayat 5 mencatat bahwa mempelai itu lama tidak datang-datang juga (Ingg: delayed). Tuan itu terlambat. Tuan ini sebenarnya Tuhan yang akan datang kembali bukan? Masakan Tuhan bisa terlambat? Di sinilah kesulitannya, manusia seringkali menilai Tuhan dari cara pandangnya sendiri, termasuk dari kacamata waktu dunia, seolah-olah Tuhan harus datang jam segini, tanggal ini, tahun itu. Pada kenyataannya, Tuhan tidak dikuasai oleh waktu kita, sebaliknya saat di mana Tuhan datang yang akan mengakhiri waktu kita! Ada seorang professor yang pernah mengatakan kalimat demikian Jesus doesnt have to come on time because He is not in time. Kalimat ini menyatakan bahwa seringkali kita membelenggu Tuhan dalam pola pemikiran kita yang terbatas, dan yang paling celaka adalah kita pikir itu adalah Tuhan yang sesungguhnya! Allah adalah Allah yang berdaulat, kapan Dia akan datang kembali, itu adalah sepenuhnya berada dalam kehendak kedaulatanNya, Dia tidak perlu mencocokkan saat kedatanganNya dengan jam dan tanggalan kita. Namun, secara antropomorfis (istilah ini kurang cocok, lebih baik menggunakan antropokronos, yaitu waktu manusia) Dia memang seolah datang terlambat. Dalam bagian firman Tuhan yang lain kita juga membaca bahwa Yesus memang sengaja datang terlambat (peristiwa Lazarus yang

bekerja untuk Tuan itu. Manusia harus belajar dengan segala kerendahan hati untuk mengatakan bahwa ia terbatas. Kedua. Dia akan datang sebagai Hakim yang akan mengakhiri segala perbuatan manusia di bumi. Namun. Saya tidak bisa melimpahkan tanggung jawab saya untuk menjadi tanggung jawab orang lain. kita pergi berbelanja. Ia tidak Mahakuasa. Akan tetapi ayat 8 dan 9 segera menyatakan keberbedaan mereka. dua orang bisa sama-sama berdagang dan bekerja tapi bagaimana mereka melihat harta bisa sama sekali berlainan. Bukan karena tertunda lalu manusia boleh membenarkan diri untuk tidak mempersiapkan diri. Tidak ada yang bisa menjamin saya kelak pada akhir jaman. tubuh kita bisa sakit. berkeluarga. dagang bisa rugi. memilih untuk mengambil teks yang diinspirasi dari bagian perumpamaan ini untuk menjadikannya sebagai karya yang dinyanyikan pada masa adven. Marilah pada masa adven ini. dan memang to certain extent kita tidak berbeda dengan orang-orang yang tidak percaya: kita perlu istirahat. saya harus berdiri seorang diri di hadapan Tuhan. akan tetapi di dalam arah hati tidak tentu sama. masih ada waktu untuk berubah. Bukanlah . bahkan Mesias yang sejati pun tidak melakukan hal tersebut (bertanggung jawab atas tanggung jawab orang lain). sama seperti semua orang yang lain. Ternyata gadis-gadis bodoh itu tidak siap untuk menyongsong mempelai laki-laki. Kesiapan hati orang lain adalah milik orang lain. kita perlu untuk senantiasa berjaga-jaga. mempersiapkan diri untuk menyongsong kedatanganNya.dibangkitkan). Selalu mempertanggung jawabkan tanggung jawab orang lain dapat menghancurkan kedewasaan orang yang dibantu_ itu. Dia yang menetapkan saatNya. Secara fenomenal mereka semua terlihat sama. akan tetapi gadis-gadis bijaksana itu menolak untuk memberikannya. manusia mana yang dapat bertanggung jawab atas tanggung jawab semua manusia di seluruh dunia? Kita bukan Juruselamat dan Mesias. sama-sama berkeluarga tapi cara menempatkan keluarga bisa sangat berbeda. mereka pun bangun semuanya (tidak ada yang tetap tertidur). fanatis dan reduktif (sempit). Levinas misalnya). akan tetapi ia tidak mungkin dituntut untuk bertanggung jawab atas tanggung jawab saya (sebagaimana diajarkan oleh E. Sama. bahkan sama-sama melayani. bukan urusan kelompok. Para penggubah lagu. Gadis-gadis bodoh itu pergi untuk mempersiapkan minyak mereka yang kurang. bukan kita. Pengajaran dari bagian ini adalah setiap orang harus bertanggung-jawab secara pribadi di hadapan Tuhan. sesungguhnya kedua jenis orang yang sama-sama tertidur itu sama sekali berbeda. Mereka terhilang untuk selama-lamanya. Gadis-gadis itu mulai mengantuk dan akhirnya semuanya tertidur. Dia tidak akan datang lagi sebagai bayi kecil. Mereka adalah orang-orang malas yang tidak mempersiapkan diri. bukan mereka yang menunggu. Sudahkah hatimu dimiliki oleh Yesus? Seberapa penuh? Firman Tuhan tidak memberi tahu kepada kita kapan Tuan itu akan datang kembali. Lagipula. Sampai di sini. menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan atas waktu. Tuan itu menyatakan tidak mengenal mereka semua. dan celakanya. Di sini kita melihat tidak ada perbedaan antara anak-anak Tuhan dan anak-anak binasa. Bahkan sahabat yang terbaik pun juga tetap terbatas. kapan hidup kita akan berakhir. Menjadi kristen bukan berarti menjadi manusia yang eksentrik. Ketika mempelai itu datang. secara fenomena semua terlihat sama. yang begitu sombong dan menilai diri terlalu tinggi yang membawa kepada keyakinan diri sendiri yang begitu naif! Sangkanya mereka masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk mempersembahkan diri mereka pada menit-menit terakhir sebelum kematian menjumpai mereka. ini sekaligus menjadi ujian karena waktu yang tertunda itu justru menyatakan sikap manusia yang sesungguhnya. Mengapa Tuhan sengaja mengulur-ulur waktu? Yang pertama. mungkin bahkan hidup bersama-sama. semuanya lalu membereskan pelita mereka masing-masing. menjelang peringatan hari kelahiran Yesus Kristus. pelita mereka hampir padam! Mereka lalu berharap agar gadisgadis yang membawa persediaan minyak itu untuk membaginya kepada mereka. pada saat itulah mempelai datang! Orang-orang seperti selalu berpikir masih ada kesempatan untuk bertobat. Ini semacam keegoisankah? Pelit? Tidak ada belas kasihan! Tidak punya jiwa pengorbanan?! Hanya memikirkan keselamatan diri sendiri?? Tidak. Karena dengan tidak mengetahui saatnya. Keselamat! an hidup adalah urusan setiap pribadi. hanya Tuh! an saja yang dapat menolong setiap orang yang berharap kepadaNya. namun dalam kenyataannya. mereka pikir the last minute akan sanggup menyelesaikan persiapan untuk menyongsong Tuan itu. Justru adalah lebih baik bagi kita untuk tidak mengetahuinya. di dalam pimpinan Tuhan. sama sekali bukan begitu. kita mempersiapkan diri untuk menyongsong kedatanganNya kembali. Yang lebih konyol lagi adalah mereka berpikir bahwa selama ini mereka sudah mengenal Tuan itu. orang lain memang memiliki tanggung jawab juga atas sesamanya (termasuk mungkin sebagian atas diri saya).

seperti yang sedang dicari oleh kebanyakan orang saat ini. dsb. bahwa masa adven yang merupakan masa penantian kedatangan Yesus Kristus. tiba-tiba mama saya menangis dan mencium saya sambil berkata. jangan bolos. Sama seperti seorang ayah yang ingin menjelaskan tentang kejujuran kepada anaknya yang masih duduk di kelas 1 sd. Dalam pengajaran Yesus mengenai akhir zaman bukanlah suatu hal yang mudah. Pasal 24 dan 25. karena itu Ia memberikan kepada kita dalam bentuk perumpamaan-perumpamaan. yang suatu ketika laki-lakinya hendak pergi berperang. sebelum ia meninggal. dsb. Tapi mungkin dengan memberikan banyak contoh seperti: jangan ambil permen orang lain. tolong”. Ada pertemuan. ia memberikan begitu banyak pesan yang penting bagi setiap kita. itu merupakan kumpulan khotbah tentang akhir zaman (dapat kita lihat di judul di atas pasal 24). karena anak itu tidak akan nyampai pikirannya. nuruti mamamu. tentu ada perpisahan. Saya sendiri. Semakin dekat.merupakan suatu kebetulan. jangan lupa berdoa. masih teringat dalam benak saya. Dalam perikop di atas mengenai perumpamaan 10 gadis pembawa pelita. maka kita akan semakin sedih. Contohnya: Seorang ayah yang sedang berpergian ke luar kota. jangan nyontek. Sepasang kekasih. mengenai apa yang harus kita lakukan selama kita tidak bersama-sama dengan Tuhan. Sebelum Yesus naik kesurga. apalagi jika orang tersebut adalah orang yang dekat dengan kita. merupakan salah satu pesan penting yang diberikan Tuhan kepada setiap kita. Kerajaan Surga bukan suatu hal yang dapat dimengerti manusia. jangan lupa tulis surat dsb. perkataan yang terus dikumandangkan adalah “tolong gembalakan domba-domba ini. biasanya dalam perpisahan itu juga biasanya terselip pesan-pesan yang harus dijalankan selama mereka berpisah. Perumpamaan itu diberikan agar kita mudah mengerti. satu sama lain memesankan untuk saling mendoakan. sesungguhnya merupakan su! atu sikap eskatologis. akan memberikan pengertian tentang kejujuran kepada anak itu. dalam kehidupan orang Kristen pun. jaga diri baik-baik ya. Dan biasanya pesan-pesan itu merupakan pesan yang sangat penting. Saudara. biasanya akan memberi pesan kepada anak-anaknya untuk rajin belajar. sebenarnya banyak pesan-pesan penting yang dititipkan Tuhan kepada kita. Karena itu Ia memberikan perumpamaan agar kita para pembaca dapat mengerti. Tidak mungkin ayahnya memberikan konsep-konsep. Pendeta saya yang ada di Surabaya. Sudah siapkah kita? Setiap kita pasti pernah mengalami apa yang namanya perpisahan. sikap yang menanti kedatanganNya kembali. Namun yang jauh lebih penting. Apa sih yang hendak di ajarkan? Tuhan bukannya mau memaparkan tentang kondisi tentang Surga atau keadaannya pada saat kita di sana nanti. Baginya domba-domba itu terpelihara dengan baik jauh lebih penting daripada kepentingan pribadinya. dimana perikop yang kita baca terletak di dalamnya. Demikian juga dengan perikop ini. ketika saya ingin merantau ke Surabaya (karena saya orang Kalimantan) untuk menempuh study yang lebih baik. walaupun tidak utuh. Namun tidak hanya mengandung unsur kesedihan. perumpamaan-perumpamaan ini sebenarnya lebih mengajarkan tentang bagaimana . jaga diri baik-baik. Dalam sebuah perpisahan itu selalu mengandung unsur kesedihan.

sejak awal Tuhan sudah memberi cap kepada mereka bahwa lima diantaranya bijak. dan karena minyak yang ia gunakan akan cepat habis. Justru ini merupakan kesempatan yang berharga bagi para gadis itu untuk membawa pelita dalam pesta. Dipihak wanita. Setelah semuanya selesai barulah pengantin pria bersama beberapa temannya menghampiri rumah pengantin wanita. dengan tongkat yang ujungnya ada semacam mangkok tembaga yang berisi minyak. kita harus memahami budaya pernikahan pada waktu itu. lima gadis bodoh itu pantas di bilang sebagai gadis bodoh. Kapan datangnya tidak ada yang tahu. Mereka berjagajaga dan mempersiapkan diri dengan baik. Itu sudah lumrah. Karena sumbu itu akan membuat api lebih menyala. Pada jaman itu. dan lima lagi bodoh. jadi mengapa mereka tidak membawa cadangan minyak? Oleh karena itulah sejak awal Tuhan menekankan bahwa mereka bodoh. tidak mungkin bulan depan baru datang. biasanya ada 10 kawan gadisnya yang belum menikah untuk menjadi pengiring dan pembawa pelita. Sudah tau biasanya mempelai datangnya tidak tentu. Jika diperhatikan. Selama menunggu kedatangan mempelai pria. sehingga wajar jika pengantin pria akan datang terlambat. Mengapa? Tentu sebelum kita memasuki lebih jauh. Pembahasan mas kawin ini akan menghabiskan banyak waktu dan berlarut-larut. Biasanya pengantin pria harus melakukan negosiasi dengan pihak keluarga perempuan dengan tawar-menawar tentang mas kawin. pelita yang dipakai bentuknya seperti obor. Pada tahun 1994 mereka sudah diingatkan bahwa . Gadis pembawa pelita ini bukanlah orang yang penting dalam pesta tersebut. Dan tentunya ini merupakan perintah penting bagi setiap kita yang mengaku percaya kepada Tuhan. Orang Yahudi biasa melakukan pesta pernikahan pada malam hari. Pernikahan sudah diumumkan. yang belum menikah. dan sudah tau juga bahwa minyak terlalu sedikit akan cepat habis. Disitulah inti permasalahannya. Biasanya rumahnya itu akan dijadikan tempat pesta. Mungkin kalau jaman sekarang mereka itu seperti pagar ayu. Dalam perumpamaan yang kita baca dikisahkan ada 10 gadis. orang bodoh itu sama seperti situasi di sebuah desa yang terletak dibawah kaki gunung merapi. Yang pasti dalam waktu dekat. Justru jika mereka tidak membawa pelita mereka akan dianggap sebagai perusak pesta. karena ia mengetahui bahwa mempelai laki-laki itu datangnya tidak dapat ditentukan.kita harus bersikap sembari menanti kedatangan Tuhan yang kedua kali. Lima gadis yang bijak itu membawa persediaan minyak. Jika diumpamakan. Sebaliknya. karena pengantin pria tidak akan pergi sebelum kontrak perkawinan ditanda-tangani pihak keluarga perempuan. yang hendak menyongsong kedatangan pengantin pria. dengan tujuan agar apinya dapat menyala terang dan indah. Mereka tidak berjaga-jaga dan tidak mempersiapkan diri dengan baik. mempelai wanita akan menunggu dirumahnya. Beberapa peneliti mengatakan bahwa minyak yang dituang itu akan habis dalam waktu 15 menit. sebab itu minyak akan mudah habis. tinggal menanti kedatangannya saja. Kemudian di mangkuk itu ditaruh sumbu yang agak panjang di mana sebagian sumbu itu dicelupkan kedalam minyak.

Akibatnya ketika mempelai datang.gunung merapi akan segera meletus. Akhirnya 5 gadis itu pergi membeli minyak. Pertama. Dan yang kedua gadis-gadis itu hidup seenaknya tanpa memikirkan kehendak tuan rumah yang mengkehendaki mereka menjadi pembawa pelita. Kalimat “saya tidak mengenal engkau” ini sama seperti yang terdapat dalam Matius 7.Memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan. dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Tetapi Yesus berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari padaKu. bukankah kami bernubuat demi nama-Mu. yang mau enakenakan saja. karena mereka bersepuluh akan kekurangan minyak nantinya. mereka tergopoh-gopoh kebingungan. Sebenarnya ketika mereka tidak membawa minyak itu mengisyaratkan bahwa mereka adalah orang-orang yang egois. Beberapa dari mereka ada yang pergi. Namun ketika mereka kembali. kamu sekalian pembuat kejahatan!". Dalam Alkitab ada 20 kali kata berjaga-jaga digunakan. Ini menunjukkan bahwa pesan ini merupakan yang sangat penting. yaitu dengan . Tuhan mengharapkan kita untuk berjaga-jaga dan mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangannya. Tuhan sang mempelai pria sudah mengatakan bahwa Ia akan datang kembali untuk menjemput setiap umat percaya. Mereka bodoh karena tidak mau berjaga-jaga dan hanya memikirkan kenyamanannya saja. Pelajaran apa yang dapat kita petik? Perumpamaan ini hendak mengajarkan agar kita senantiasa untuk berjaga-jaga dan mempersiapkan diri dalam menyambut kedatangan Tuhan yang kedua kali. Meski diperkirakan beberapa bulan lagi. Mereka mau menikmati acara pesta. Tuhan. di mana banyak orang yang berkata Tuhan. Itu dikatakan bagi mereka yang tidak melakukan kehendak Bapa. Memiliki relasi yang baik. tapi itu tidak mungkin. Mereka hanya mau enaknya saja. pemilik rumah hanya menjawab “sesungguhnya aku tidak mengenal engkau”. Begitu juga dengan 5 gadis itu. Akibatnya pada 22 Nov 94. pemilik rumah menutup pintu dan mereka tidak dapat masuk. Mereka pikir meletusnya masih lama sehingga mereka tidak perlu berwaspada. dan tentunya membuat mereka repot. Sesampainya disana kita tidak diijinkan masuk. dan mengusir setan demi nama-Mu. Sebenarnya dari perkataan ini kita dapatkan beberapa kesimpulan. Bayangkan saja jika kita pergi ke sebuah pesta pernikahan pejabat atau orang besar. Mereka meminta minyak ke lima gadis bijak. Sembari menanti. dan mereka mengatakan “siapa kamu? Kami tidak kenal engkau?” Tentunya itu akan menjadi pengalaman yang memalukan bagi kita. gadis-gadis itu tidak memiliki relasi yang dekat dengan tuan rumah. Berjaga-jaga itu memiliki arti: . Memang jika membeli minyak lebih akan membutuhkan biaya lebih. awan panas berkecepatan 300 km/jam dengan suhu 600 derajat celcius melanda desa itu dan memakan korban 100 jiwa. namun ada yang tidak mau meninggalkan kenyamanan mereka. namun mereka diharapkan untuk waspada dan segera pergi meninggalkan daerah mereka. Dan ketika mereka berteriak untuk membukakan pintu. namun mereka tidak mau berkorban untuk membeli minyak. Kalimat ini adalah kalimat yang sangat menyakitkan. dan meluluh hancurkan ribuan rumah menjadi puing-puing. ia terus mengajarkan kita untuk berjaga-jaga. serta melukai 68 orang. karena tangan yang satu harus memegang pelita dan satunya lagi memegang obor.

sudah berjaga-jagakah kita? Sudahkah kita memiliki relasi yang baik dengan Tuhan? Atau selama ini kita sibuk dengan pekerjaan dan keluarga kita. tapi kita menutup telinga dan mata kita untuk mengetahui apa kehendak Tuhan? Dan sudahkah kita menyiapkan diri kita dengan menjaga hidup kita kudus? Sebagai orang merdeka. sebenarnya orang seperti ini mungkin harus bertanya. ketika relasi kita terputus dengan Tuhan. Namun para astronot itu mengabaikannya. 1 Februari 2003. Banyak orang kristen yang berpikir karena mereka sudah diselamatkan. . jika kita tidak sungguh-sungguh berjaga-jaga. dan terus menerus berjuang untuk hidup kudus bagi Tuhan. Yang pasti ada akibat yang tidak enak. Orang yang tidak berjaga-jaga pasti akan menerima resikonya. Namun yang pasti. Apa yang menyebabkan kecelakaan itu terjadi? Selidik punya selidik ternyata ditemukan bahwa ketika para astronot itu mengudara ada lobang kecil di bagian sayap bawahnya. sebuah kecelakaan pesawat luar angkasa milik NASA menimbulkan kesedihan yang mendalam. Mereka menganggap bahwa lobang itu terlalu kecil sehingga tidak akan menyebabkan apa-apa. Saudara. Karena fokus perumpamaan ini berbicara tentang sikap yang harus kita miliki. Keluarga korban berduka.senantiasa mencari kehendak Tuhan melalui Firmannya. Sebab jika seseorang telah diselamatkan. Berjaga-jaga itu bukannya hidup seenaknya. dsb. berjaga-jaga. Kesalahan kedua mereka sebenarnya ialah mereka melanggar aturan main. Intinya relasi terputus dengan tuan rumah. atau kita menyalahgunakannya yang mengurung kita kembali di dalam dosa-dosa kita? Jangan kira orang yang tidak berjaga-jaga akan aman-aman saja. Hidup sesuka hati. Kitapun demikian. “apakah saya sudah diselamatkan?”. Melakukan pelayanan dengan giat. pesawat itu hancur. ternyata tekanan atsmofer itu langsung menekan lewat kelobang kecil itu.Mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menyambut kedatangan Tuhan. hidup ini akan menderita. Mereka melepas semua itu. Namun mereka mengabaikan hal itu. tidak tau prosesnya bagaimana. Seharusnya ketika berangkat dan mendarat. Namun apa yang terjadi? Beberapa menit seblum mereka mendarat kebumi. dan akhirnya menyerang bahan bakar pesawat. RK akan membawanya untuk terus mengintropeksi diri. dan Colombia berduka. 7 orang austronot tewas seketika. tim NASA berduka. Begaimana mempersiapkan diri? Yaitu dengan menjaga hidup kudus dengan menjauhi dosa. Mereka tidak peduli lagi dengan hukum-hukum dan aturan yang harus kita jalankan. masih ada kemungkin selamat dari kecelakaan itu. Dalam waktu seketika. seperti yang di lakukan beberapa orang. Seandainya mereka memakai pelindung itu. sudahkah kita menghargai kemerdekaan itu. 5 gadis bodoh itu menerima resiko untuk tidak mengikuti pesta perjamuan karena kelalaiannya. dan 7 orang di dalamnya tewas. mereka harus memakai pakaian pelindung yang lengkap. . Kesalahan terbesar mereka ialah karena mereka tidak waspada dan tidak berjaga-jaga. dan bersukacita dengan yakin bahwa mereka akan mendarat dengan selamat. Kita akan menerima akibatnya jika kita tidak serius dalam menjalani hidup ini. Dan tentunya dengan doa. karena Tuhan memakai sarana doa untuk senantiasa berseru dan berharap kepadaNya. Bis. mereka dapat hidup seenaknya. ketika pesawat hendak memasuki atsmosfer. Memang kita tidak bisa tau jelas akibat apa yang akan diterima.

yang akan membawa kita kepada kehancuran. sehingga anaknya saat ini menjadi penulis buku yang begitu ternama. Biarlah kita bisa seperti seorang Rick yang mau menyimpan pesan dari atasan kita dengan sebaik-baiknya. cari 1 jiwa lagi”. Dan mungkin. masuklah dalam kebahagiaan tuanmu”. Masa-masa itu akan menjadi masa yang indah. Seorang Pendeta yang bernama Jimmy. maka kita sedang berada dalam keadaan yang kritis. ia terus mengatakan sebuah pesan kepada anaknya “Cari 1 jiwa lagi. Jika kita tidak berjaga-jaga dan memberi ruang untuk menjauh dari kehendak Tuhan.Sama seperti pesawat tersebut. demikian jugalah kita. ia bernama Rick Warren. Pesan itu begitu merasuk kedalam hati anaknya. berjaga-jagalah dan terus berjuang. ketika kita sedang berdiri dihadapannya ia akan berkata kepada kita “bagus sekali hambaku yang baik dan setia. Kehancuran karena kerterpisahan dari kehendak sang Bapa. dan mungkin semakin dekat dengan kehendak si jahat atau kedagingan kita. Saudara. Sukacita kita akan penuh. Kelak kita akan menerima undangan untuk semeja perjamuan dengan Tuhan. Amin . Karena itu berjaga-jagalah. sebelum ia meninggal. karena Tuhan begitu nyata dinyatakan di hadapan kita.