P. 1
Skripsi Manajemen Hutan

Skripsi Manajemen Hutan

|Views: 1,003|Likes:

More info:

Published by: Fengki Ilham Alfadli on Jul 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/18/2015

pdf

text

original

1 Kepadatan penduduk

Luas wilayah desa-desa sekitar taman nasional yang masuk Kabupaten

Kuningan adalah 105.5 km2

. Jumlah penduduk dari desa-desa tersebut sebesar

64666 jiwa dengan kepadatan penduduk 612.96/km2

(BPS Kabupaten Kuningan

2003). Sedangkan luas wilayah desa-desa sekitar taman nasional yang masuk

Kabupaten Majalengka adalah ± 107.31 km2

, dengan jumlah penduduk mencapai

287439 jiwa, laki-laki berjumlah 144096 jiwa dan perempuan sebanyak 143341

jiwa (BPS Kabupaten Majalengka 2003).

2 Mata pencaharian

Mata pencaharian penduduk Kabupaten Kuningan yang berada di sekitar

kawasan TNGC terdiri dari petani sebanyak 65476 orang (68.79%), industri

sebanyak 2323 orang (2.46%) dan sektor jasa sebanyak 27097 orang (28.55%).

Besarnya jumlah petani menunjukkan besarnya jumlah masyarakat yang

bergantung pada lahan pertanian dengan luas kepemilikan lahan pertanian oleh

petani hanya mencapai 0.2 ha. Adapun komoditas pertanian yang dihasilkan

diantaranya padi, palawija, sayur-sayuran dan buah-buahan. Sedangkan mata

pencaharian penduduk Kabupaten Majalengka yang berada di sekitar kawasan

TNGC sebagian besar di sektor pertanian (34%), baik di lahan milik, penggarap

atau buruh tani dengan komoditi yang ditanam di atas lahan ladang/kebun/tegalan

adalah sayuran-sayuran dan buah-buahan. Mata pencaharian lain yaitu 33% di

sektor industri pengolahan, 17% di sektor perdagangan dan sisanya tersebar di

sektor jasa, angkutan, perkebunan, perikanan dan perdagangan.

3 Penggunaan lahan

Secara umum pola penggunaan lahan masyarakat di sekitar TNGC terdiri

dari tanah sawah dan bukan sawah (kebun, hutan rakyat, perkebunan, perumahan

dan tanah pekarangan). Luas penggunaan lahan di Kabupaten Kuningan adalah

seluas 5644.48 ha yang terbagi menjadi lahan sawah 15026 ha (berdasarkan

sistem pengairan irigasi teknis, setengah teknis, irigasi sederhana, irigasi desa

maupun tadah hujan) dan bukan sawah 4141.88 ha yang terdiri dari kebun, hutan

rakyat, hutan negara, perkebunan dan lain-lain (BPS Kabupaten Kuningan 2003).

Adapun penggunaan lahan di sekitar kawasan TNGC yang berada di wilayah

33

Kabupaten Majalengka secara umum diklasifikasikan menjadi lahan sawah dan

lahan kering. Pada tahun 2003 tercatat bahwa luas lahan sawah di Kabupaten

Majalengka sedikit mengalami penurunan dibandingkan pada tahun 2002 yaitu

dari 51045 ha menjadi 50937 ha. Hal ini disebabkan adanya peralihan fungsi

lahan dari sawah menjadi tanah tegalan atau perumahan. Penggunaan lahan di

kawasan barat (Majalengka) sampai dengan tahun 2005 didominasi untuk tanah

ladang/tegalan yaitu seluas 3047.55 ha.

4 Sosial budaya

Berdasarkan data BPS Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka

tahun 2003, sebagian besar penduduk yang ada di 14 kecamatan sekitar kawasan

TNGC umumnya memeluk agama Islam (98%), sedangkan sebagian kecil

beragama Kristen Protestan dan Katolik (2%). Interaksi masyarakat desa dengan

kelompok hutan Gunung Ciremai telah lama berlangsung sejak kawasan tersebut

belum ditunjuk sebagai taman nasional. Berbagai aktivitas dilakukan masyarakat,

baik secara ekologi, ekonomi dan sosial berhubungan dengan kawasan tersebut,

termasuk beberapa situs yang terdapat di dalam kawasan Gunung Ciremai yang

merupakan bagian dari kegiatan ritual kepercayaan dan budaya bagi sebagian

masyarakat di sekitar dan di luar kawasan Gunung Ciremai.

34

BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->