P. 1
Sejarah Awal Lahirnya Bimbingan Dan Konseling

Sejarah Awal Lahirnya Bimbingan Dan Konseling

|Views: 516|Likes:

More info:

Published by: Exco Noupaen Jie Alakazam on Jul 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/19/2014

pdf

text

original

SEJARAH AWAL LAHIRNYA BIMBINGAN DAN KONSELING Pendahuluan Sebagai insan yang lahir dari backround counseling and

guidance.,sudah sepantasnyalah kita mengetahui seluk beluk awal lahirnya bimbingan dan konseling.,yang diawali di Amerika serikat hingga Awal masuknya di Indonesia. Penulis menyajikan data ini, dengan merangkum berbagai referensi yang bertujuan agar dapat bermanfaat buat pembaca terutama buat penulis dalam memajukan Bimbingan dan Konseling di dunia khususnya di Indonesia. Sebelum kita masuk ke sejarah berdirinya BK, maka terlebih dahulu penulis menyajikan defenisi dari Bimbingan dan konseling. Bimbingan dan Konseling Pengertian Bimbingan dan Konseling Bimbingan dan konseling berasal dari dua kata yaitu bimbingan dan konseling. Bimbingan merupakan terjemahan dari guidance yang didalamnya terkandung beberapa makna. Sertzer & Stone (1966:3) menemukakan bahwa guidance berasal kata guide yang mempunyai arti to direct, pilot, manager, or steer (menunjukkan, menentukan, mengatur, atau mengemudikan). Prayitno dan Erman Amti (2004:99) mengemukakan bahwa bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku. Sementara, Winkel (2005:27) mendefenisikan bimbingan: (1) suatu usaha untuk melengkapi individu dengan pengetahuan, pengalaman dan informasi tentang dirinya sendiri, (2) suatu cara untuk memberikan bantuan kepada individu untuk memahami dan mempergunakan secara efisien dan efektif segala kesempatan yang dimiliki untuk perkembangan pribadinya, (3) sejenis pelayanan kepada individu-individu agar mereka dapat menentukan pilihan, menetapkan tujuan dengan tepat dan menyusun rencana yang realistis, sehingga mereka dapat menyesuaikan diri dengan memuaskan diri dalam lingkungan dimana mereka hidup, (4) suatu proses pemberian bantuan atau pertolongan kepada individu dalam hal memahami diri sendiri, menghubungkan pemahaman tentang dirinya sendiri dengan lingkungan, memilih, menentukan dan menyusun rencana sesuai dengan konsep dirinya dan tuntutan lingkungan. I. Djumhur dan Moh. Surya, (1975:15) berpendapat bahwa bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis kepada individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya, agar tercapai kemampuan untuk dapat memahami dirinya (self understanding), kemampuan untuk menerima dirinya (self acceptance), kemampuan untuk mengarahkan dirinya (self direction) dan kemampuan untuk merealisasikan dirinya (self realization) sesuai dengan potensi atau kemampuannya dalam mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan, baik keluarga, sekolah dan masyarakat. Dalam Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah dikemukakan bahwa “;;Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada peserta didik dalam rangka menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan”;;. Berdasarkan pengertian di atas dapat dipahami bahwa bimbingan pada prinsipnya adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seorang atau beberapa orang individu dalam hal memahami diri sendiri, menghubungkan pemahaman tentang dirinya sendiri dengan lingkungan, memilih, menentukan dan menyusun rencana sesuai dengan konsep dirinya dan tuntutan lingkungan berdasarkan norma-norma yang berlaku. Sedangkan konseling menurut Prayitno dan Erman Amti (2004:105) adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut klien) yang bermuara pada teratasinya

Awal kelahiran gerakan ini dimaksudkan sebagai upaya mengatasi semakin banyaknya veteran perang yang tidak memiliki peran. & Stone. Pencapaianpencapaian itu dilakukan oleh petugas yang (di Indonesia) dikenal dengan sebutan guru pembimbing atau guru BK (bimbingan dan konseling).C. Frank Person berupaya memberi bimbingan vocational sehingga veteran-veteran tersebut tetap dapat berkarya sesuai kondisi mereka. tapi meluas pada bidang-bidang lain yang akhirnya masuk pula dalam pendidikan formal.S. Boston : HMC Prayitno dan Erman Amti. Guru pembimbing lebih akan memakai pendekatan yang bersifat individual dan”santai”. Bimbingan dan Konseling di Intitusi Pendidikan. Salah satu upaya yang sekaligus menjadi ujung tombak dari keseluruhan kegiatan bimbingan adalah kegiatan konseling. Djumhar dan Moh. Keberadaan ini yang menuntut kejelian serta ”kecerdasan” kita dalam memaknai bimbingan konseling. Jakart a: Gramedia SEJARAH LAHIRNYA BK DI AWALI DI AMERIKA Menengok sejarah perkembangannya. Sejalan dengan itu. Dalam mencapai tujuan tersebut guru pembimbing melakukan berbagai upaya. bimbingan konseling berawal di Amerika Serikat yang dipelopori oleh seorang tokoh besar yaitu Frank Parson melalui gerakan yang terkenal yaitu guidance movement (gerakan bimbingan). atau sekadar obrolan ”omong kosong”. S. Winkel. melaksanakan semua instrumen kegiatan belajar mengajar. Sebenarnya antara guru pembimbing dengan guru-guru bidang studi memiliki kesamaan yaitu dalam visi dan misi pendidikan. karena kegiatan konseling bukan kegiatan menasihati. 2004. Karakteristik seperti itu menjadikan guru pembimbing atau guru bimbingan dan konseling memiliki tipe kerja tersebut. Pustaka I. Bandung : CV Ilmu. Sementara guru pembimbing lebih banyak berkecimpung dalam proses konseling yang semuanya itu dilakukan tidak secara klasikal dengan memakai ruang kelas. Akan sangat berat bila pikiran kita dipaksa untuk menyamakan bimbingan konseling dari . Dalam pendidikan formal. Shertzer. teratasinya masalah yang dihadapi oleh konseli/klien. yang seandainya disamakan dengan guru-guru bidang studi lain akan jauh berbeda.masalah yang dihadapi klien. Selanjutnya. Dalam arti untuk melakukan kegiatan ini dibutuhkan kemampuan (keterampilan) khusus tentang praktik konseling. Dengan kata lain. Dasar-Dasar Bimbingan Konseling. Winkel (2005:34) mendefinisikan konseling sebagai serangkaian kegiatan paling pokok dari bimbingan dalam usaha membantu konseli/klien secara tatap muka dengan tujuan agar klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan atau masalah khusus. 1976. Cetakan ke dua. B. gerakan ini berkembang tidak semata pada bimbingan vocational.2005. 1975. Edisi Revisi. Sementara strategi yang ditempuh yang menjadikan mereka tampak berbeda. W. bimbingan (dan konseling) ini dimaksudkan sebagai upaya untuk membantu siswa (peserta didik) mencapai titik optimal perkembangan mereka.. Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah (Guidance & Counseling). Guru bidang studi banyak berinteraksi dengan peserta didik di ruang kelas. Oleh karena itu. di Amerika Serikat dikenal dengan sebutan konselor sekolah. Berdasarkan pengertian konseling di atas dapat dipahami bahwa konseling adalah usaha membantu konseli/klien secara tatap muka dengan tujuan agar klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan atau masalah khusus. Kegiatan konseling tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Surya. Pelatihanpelatihan konseling yang diberikan pada (bimbingan konseling) sedikit banyak memecah kekacauan pandangan dan tindakan tentang tugas-tugas pembimbing bahkan keberadaan bimbingan konseling itu sendiri. Fundamental of Gudance. memarahi.

Sampai tahun 1993 pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah tidak jelas. mau berkolaborasi dengan hal-hal baru tersebut sehingga terwujud apa yang dicita-citakan oleh pendidikan formal kita. Hingga lahirnya SK Menpan No. yang kemudian menjadi IKIP) di Malang tanggal 20 – 24 Agustus 1960. Tak berlebihan bila akhirnya kondisi ini yang memicu lahirnya tindakan-tindakan diskriminatif pada petugas-petugas bimbingan konseling di lapangan. IKIP Semarang. Kondisi Indonesia tentu lain. Kedua.kaca mata tugas-tugas guru bidang studi biasa. Tahun 1978 diselenggarakan program PGSLP dan PGSLA Bimbingan dan Penyuluhan di IKIP (setingkat D2 atau D3) untuk mengisi jabatan Guru Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah yang sampai saat itu belum ada jatah pengangkatan guru BP dari tamatan S1 Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan. kalau memang tidak karena sikap kita dari semula telah diskriminatif ataupun korup (?). IKIP Malang. Tampaknya.com SEJARAH BIMBINGAN DAN KONSELING DI INDONESIA DAN LAHIRNYA BK 17 PLUS Pendahuluan Sejarah lahirnya Bimbingan dan Konseling di Indonesia diawali dari dimasukkannya Bimbingan dan Konseling (dulunya Bimbingan dan Penyuluhan) pada setting sekolah. adalah kemauan menerima semua itu sebagai sebuah realita. Pemikiran ini diawali sejak tahun 1960. Keberadaan Bimbingan dan Penyuluhan secara legal formal diakui tahun 1989 dengan lahirnya SK Menpan No 026/Menp an/1989 tentang Angka Kredit bagi Jabatan Guru dalam lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Ketiga. Perkembangan berikutnya tahun 1964 IKIP Bandung dan IKIP Malang mendirikan jurusan Bimbingan dan Penyuluhan. kalau orang tua murid diundang ke sekolah oleh guru BP dibenak orang tua terpikir bahwa anaknya di sekolah mesti bermasalah atau ada masalah. Terakhir. Di Amerika Serikat sendiri —tanpa bermaksud membandingkan apalagi menjiplak— bimbingan konseling terus berkembang dan telah berperan sebagaimana keberadaannya. Akan tetapi pelaksanaan di sekolah masih belum jelas seperti pemikiran awal untuk mendukung misi sekolah dan membantu peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan mereka. tentunya kemauan kita memahami guliran ilmu-ilmu di muka bumi ini yang terus berkembang yang melahirkan cabang-cabang ilmu baru dan cabang-cabang profesi baru. bila ditarik dari sisi pesimis. parahnya lagi pengguna terutama orang tua murid berpandangan kurang bersahabat dengan BP. dan IKIP Menado. Di Dalam SK Mendikbud ini istilah Bimbingan dan Penyuluhan diganti menjadi Bimbingan dan Konseling di sekolah dan dilaksanakan oleh Guru Pembimbing. yaitu sebagai berikut: Pertama. Ada beberapa langkah bijak yang perlu dilakukan. Pra Lahirnya Pola 17 Pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah diselenggarakan dengan pola yang tidak jelas. Melalui proyek ini Bimbingan dan Penyuluhan dikembangkan. IKIP Yogyakarta. IKIP Bandung. munculnya sikap diskriminatif berpangkal dari tafsir bahwa bimbingan dan konseling hanya sisipan atau pelengkap ”penderita” dari keseluruhan pendidikan formal. 83/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya yang di dalamnya termuat aturan tentang Bimbingan dan Konseling di sekolah. . Di dalam Kepmen tersebut ditetapkan secara resmi adanya kegiatan pelayanan bimbingan dan penyuluhan di sekolah. juga berhasil disusun “Pola Dasar Rencana dan Pengembangan Bimbingan dan Penyuluhan “pada PPSP. Di sinilah pola pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di sekolah mulai jelas. Lahirnya Kurikulum 1975 untuk Sekolah Menengah Atas didalamnya memuat Pedoman Bimbingan dan Penyuluhan. mau hidup berdampingan dengan ilmu-ilmu yang menurut telinga kita baru. Hal ini merupakan salah satu hasil Konferensi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (disingkat FKIP. http://duniaguru. IKIP Jakarta. surat pembaca di atas menjadi contoh bagaimana keterbatasan pengetahuan pada apa yang disebut dengan imbingan konseling telah melahirkan tindakan-tindakan yang perlu terus dikoreksi. Tahun 1971 beridiri Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) pada delapan IKIP yaitu IKIP Padang. sekali lagi. IKIP Surabaya. Pengangkatan Guru Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah mulai diadakan sejak adanya PGSLP dan PGSLA Bimbingan dan Penyuluhan. Muncul anggapan bahwa anak yang ke BP identik dengan anak yang bermasalah. Ketentuan pokok dalam SK Menpan itu dijabarkan lebih lanjut melalui SK Mendikbud No 025/1995 sebagai petunjuk pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

orang tua menjadi malu. dsb. Melalui IPBI inilah kelak yang akan berjuang untuk memperolah Payung hukum pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah menjadi jelas arah kegiatannya. kapan dan di mana pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan dilaksanakan juga belum jelas. bagaimana. kepada siapa. Kesenian. Guru-guru ini jelas sebagian besar tidak menguasai dan memang tidak dipersiapkan untuk menjadi Guru Pembimbing. Masalah menggejala diantaranya: konselor sekolah dianggap polisi sekolah. mengapa. tidak memakai pakaian seragam atau baju yang dikeluarkan dari celana atau rok. 3. 2. menjadikan pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah tidak jelas. oleh siapa. guru mata pelajaran yang kurang jam mengajarnya untuk memenuhi tuntutan angka kreditnya. adanya anggapan bahwa pekerjaan BK dapat dilakukan oleh siapa saja.ketidak jelasan pola yang harus diterapkan berdampak pada buruknya citra bimbingan dan konseling. pengumpul dan pengolah nilai siswa dalam kelaskelas tertentu serta berfungsi sebagai guru piket dan guru pengganti bagi guru mata pelajaran yang berhalangan hadir. Guru BP (sekarang Konselor Sekolah) belum mampu mengoptimalisasikan tugas dan fungsinya dalam memberikan pelayanan terhadap siswa yang menjadi tanggungjawabnya. fokus pemikiran adalah mendesain pendidikan untuk mencetak tenaga-tenaga BP di sekolah. persepsi negatif dan miskonsepsi berlarut. Pengakuan legal dengan SK Menpan tersebut menjadi jauh arahnya terutama untuk pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah. guru-guru yang mau pensiun. berbagai kritikan muncul sebagai wujud kekecewaan atas kinerja Guru Pembimbing sehingga terjadi kesalahpahaman. Semangat luar biasa untuk melaksanakan BP di sekolahLahirnya SK Menpan No. Selain itu dengan pola yang tidak jelas tersebut mengakibatkan: 1. guru yang kekurangan jam mata pelajaran untuk memenuhi tuntutan angka kreditnya. di sekolah banyak terjadi diberikan kepada guru-guru senior. menganggap hasil pekerjaan BK harus segera dilihat. 3. Dari segi pengawasan. BK bekerja sendiri. Semangat yang luar biasa untuk melaksanakan ini karena di sana dikatakan “Tugas guru adalah mengajar dan/atau membimbing. Sehingga ketika orang tua dipanggil ke sekolah apalagi yang memanggil Guru Pembimbing. Tahun 1975 Konvensi Nasional Bimbingan I di Malang berhasil menelurkan keputusan penting diantaranya terbentuknya Organisasi bimbingan dengan nama Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia (IPBI). Lebih-lebih lagi dilaksanakan oleh guru-guru yang ditugasi sekolah berasal dari guru yang senior atau mau pensiun.” Penafsiran pelaksanaan ini di sekolah dan didukung tenaga atau guru pembimbing yang berasal dari lulusan Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan atau Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (sejak tahun 1984/1985) masih kurang. Pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah diselenggarakan dengan pola yang tidak jelas. menyamaratakan cara pemecahan masalah bagi semua klien. 026/Menpan/1989 tentang Angka Kredit bagi Jabatan Guru dalam lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Oleh siapa bimbingan dan penyuluhan dilaksanakan. inventori. BK melayani ”orang sakit” dan atau ”kurang normal”. dan dari rumah sudah berpikir ada apa dengan anaknya. . Merupakan angin segar pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah. sehingga melahirkan miskonsepsi terhadap pelaksanaan BK. Guru Pembimbing merangkap pustakawan. ketidak jelasan pola yang harus diterapkan disebabkan diantaranya oleh hal-hal sebagai berikut : 1. munculnya persepsi negatif terhadap pelaksanaan BK. juga belum jelas arah dan pelaksanaan pengawasannya. Belum ada aturan main yang jelas Apa. Belum adanya hukum Sejak Konferensi di Malang tahun 1960 sampai dengan munculnya Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan di IKIP Bandung dan IKIP Malang tahun 1964. BK dianggap semata-mata sebagai pemberian nasehat. Yang terjadi malah guru pembimbing ditugasi mengajarkan salah satu mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia. untuk apa. memusatkan usaha BK pada penggunaan instrumentasi BK (tes. BK dibatasi untuk klien-klien tertentu saja. Guru Pembimbing ditugasi sebagai “polisi sekolah” yang mengurusi dan menghakimi para siswa yang tidak mematuhi peraturan sekolah seperti terlambat masuk. bermasalah atau mempunyai masalah apakah. pelayanan BK berpusat pada keluhan pertama saja. 2. BK dibatasi pada menangani masalah yang insidental. kuesioner dan lain-lain) dan BK dibatasi untuk menangani masalah-masalah yang ringan saja. Kesan yang tertangkap di masyarakat terutama orang tua murid Bimbingan Penyuluhan tugasnya menyelesaikan anak yang bermasalah.nya. konselor sekolah harus aktif sementara pihak lain pasif.

pembelajaran. minimum mengikuti penataran bimbingan dan konseling selama 180 jam. Unsur-unsur di atas (nomor 4) membentuk apa yang kemudian disebut “BK Pola-17” 5. informasi. Kegiatan bimbingan dan konseling dilaksanakan dengan pola yang jelas : a. Panduan penilaian hasil layanan bimbingan dan konselinge. Pengangkatan guru pembimbing yang berlatar belakang pendidikan bimbingan dan konseling. Terjadi persepsi dan pandangan yang keliru dari personil sekolah terhadap tugas dan fungsi guru pembimbing. penempatan/penyaluran. pelaksanaan. prinsip dan asas-asasnya. Lahirnya Pola 17 SK Mendikbud No.4. Buku teks bimbingan dan konselingb. yaitu guru yang secara khusus ditugasi untuk itu. karena tidak memahami program pelayanan serta belum mampu memfasilitasi kegiatan layanan bimbingan di sekolahnya. Guru yang diangkat atau ditugasi untuk melaksanakan kegiatan bimbingan dan konseling adalah mereka yang berkemampuan melaksanakan kegiatan tersebut. himpunan data. bimbingan kelompok dan konseling kelompok. pelaksananya guru pembimbing atau guru yang sudah mengikuti penataran bimbingan dan konseling selama 180 jam. Bidang bimbingan : bimbingan pribadi. Setiap kegiatan bimbingan dan konseling dilaksanakan melalui tahap :a. Situsnya http://harunnihaya. Kegiatan bimbingan dan konseling dilaksanakan di dalam dan di luar jam kerja sekolah. nyaris terjadi pada setiap sekolah di Indonesia. konferensi kasus. Istilah “bimbingan dan penyuluhan” secara resmi diganti menjadi “bimbingan dan konseling. Penataran guru-guru pembimbing tingkat nasional. analisis penilaian dan tindak lanjut. Langkah konkrit diupayakan seperti :1. Pengertian.com/2010/08/sejarah-awal-lahirnya-bimbingan-dan. Penyusunan pedoman Musyawarah Guru Pembimbing (MGP) Dengan SK Mendikbud No 025/1995 khususnya yang menyangkut bimbingan dan konseling sekarang menjadi jelas : istilah yang digunakan bimbingan dan konseling. sosial.d. Perencanaan kegiatanb. penilaian. b. Analisis hasil penilaiane. Kepala Sekolah tidak mampu melakukan pengawasan.Kondisi-kondisi seperti di atas. dan guru pembimbing juga bisa mendapatkan buku teks dan buku panduan.blogspot. Jenis layanan : layanan orientasi. seperti :a. Panduan pengelolaan bimbingan dan konseling di sekolah4. regional dan lokal mulai dilaksanakan. Penyususnan pedoman kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah. belajar dan karir c. sehingga tidak terjalin kerja sama sebagaimana yang diharapkan dalam organisasi bimbingan dan konseling. Pengembangan instrumen bimbingan dan konseling5. Buku panduan pelaksanaan menyeluruh bimbingan dan konseling di sekolahc.html . Tindak lanjut6. konseling perorangan. pelaksanaan kegiatan melalui tahap perencanaan. Pelaksana bimbingan dan konseling di sekolah adalah guru pembimbing. 4. 025/1995 sebagai petunjuk pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya terdapat hal-hal yang substansial. 3. Penilaian hasil kegiatand. kunjungan rumah dan alih tangan kasus. Pelaksanaan kegiatanc. 5. Peningkatan profesionalisme guru pembimbing melalui Musyawarah Guru Pembimbing.” 2. tujuan.2. fungsi. Kegiatan pendukung : instrumentasi. khususnya yang menyangkut bimbingan dan konseling adalah : 1. Panduan penyusunan program bimbingan dan konselingd.3. Hal-hal yang substansial di atas diharapkan dapat mengubah kondisi tidak jelas yang sudah lama berlangsung sebelumnya. kegiatannya dengan BK Pola-17. Pelaksanaan kegiatan bisa di dalam dan luar jam kerja. Dengan demikian bimbingan dan konseling tidak dilaksanakan oleh semua guru atau sembarang guru.

Or the Plalin Pathway to Preferment. maka terbitlah buku-buku tentang bimbinga. Sebagai “konselor” kedua dari Yunani ini adalah Aristoteles (murid Plato). para orang tua bekerja bersama anak-anaknya. Melalui buku ini Powell memberikan penjelasan tentang berbagai informasi yang terkait dengan profesi (pekerjaan) danbagaimana mencapai atau memperolehnya. Awal abad ke – 20 merupakan kondisi yang kondusif danposisi yang penting bagiperkembangandanpenerimaan bimbingan. Dia juga menaruh perhatian terhadap masalah-masalah (1) bagaimana membangun pribadi manuasia yang baik melalui asuhan atau pendidikan formal. Sementara masyarakat Kristenmenekankanbahwa idealita kemanusiaan menjadi dasar bagi kehidupan masyarakat demokratis. pendidikan. bermanfaat. yang pada abad ini mempengaruhi gerakan konseling. karena dia telah menaruh perhatian yang begitu besar terhadap pemahaman psikologis individu. serta upaya mengembangkan fungsi-fungsi individu secara optimal. yaitu bahwa gangguan mental (mental disorder) yang didderita individu disebabkan oleh faktor alam. Plato dapat dipandang sebagai “konselor” Yunani Kuno. Dia banyak berkonribusi pemikiran ke dalam bidangan psikologi. dan dia diberi kebebasan untuk belajar dan belajar melalui berbuat (bekerja). dan teologis. (2) bagaimana caranya supaya anak dapat berpikir lebih efektif. atau menguntungkan baik bagi dirinya sendiri maupun masyarakat. Masyarakat Yahudi purba mempunyai perhatian terhadap individualitas dan hak menentukan atau pengaturan diri sendiri (self-determination). baik secara konseptual – teoretik maupun praktek di lapangan. Luis Vives sebagai filosof dan juga pendidik berpendapat bahwa merupakan suatu kebutuhan untuk membimbing individu yang sesuai denan sikap dan bakatnya. apabila setiap warga masyarakat tersebut dapat menolong perkembangan dirinya sendiri (to help himself develop). Jean Jacques Rousseau (1712 – 1778) menemukakan bahwa perkembangan inidividu dapat berlangsung dengan baik.yang berperan sebagai model (teladan) dan mendorong mereka untuk mengeksplorasi. Di samping itu dia mengemukakan bahwa para wanita pun harus dipersiapkanuntuk dapat bekerja. Orang besar Yunani lainnya. Salah satu sumbangan pemikirannya itu adalah studi tentang interaksi individu dengan lingkungan dan yang lainnnya. . seperti menyangkut kehidupan beragama. Sementara pada abad 18. Mereka meyakini bahwa dalam dirri individu terdapat kekuatan-kekuatan yang dapat distimulasi dan dibimbing ke arah tujuan–tujuan yang berguna. Mereka menekaankan tentang upaya–upaya untuk mengembangkan dan memperkuat individu melalui pendidikan.yaitu Hippocrates dan para dokter (tabib) lainnya juga menaruh perhatiannya terhadap bidang psikologi ini. Rene Descrates (1596 – 1650) telah melakukan studi tentang tubuh manusia sebagai suatu organisme yang mereaksi terhadap berbagaistimulus. atau pekerjaan. dan (3) teknik apa yang telah berhasil mempengaruhi manusia dalam kemamapuannya mengambil kepputusan dan mengembangkan keyakinanannya. atau memperluas wawasan tentang pekerjaan. Dengan ditemukannya mesin cetak. mempelajari. apabila dia bebas untuk mengembangkan dorongan-dorongan alamiahnya. Buku-buku itu seperti karangan Powell. seperti terefleksikan dari pendapatnya. Terkait dengan perhatian masyarakat Yunani ini. seperti menyangkut aspek isu – isu moral. Di Roma. sumber – sumber bantuan finansial. yaitu Tom of All Trades. konsep bimbingan dan konseling telah lama dikenal manusia melalui sejarah. dan eksplorasi kariri. yang diterbitkan di London tahun 1631. hubungan dalam masyarakat. Johann Pestalozzi (1746 – 1827) seorang pendidik ternama dari Swiss mengemukakan bahwa masyarakat itu dapat direformasi.Sejarah perkembangan layanan bimbingan dan konseling sejak sebelum masehi sampai sebelum abad ke-20 Secara umum. Hampir bersamaan waktunya dengan Rousseau. sehingga mereka dapat mengisi peranannya di masyarakat. dan sekolah – sekolahtertentu yang cocok untuk mempersiapkannya. Sejarah tentang “developing one’s potential “ (pengembangan potensi individu) dapat ditelusuridari masyarakat Yunani kuno.

Paparan di atas merupakan sekilas pandanag para tokoh tentang bagaimana bimbingan dan konseling itu berkembang. Pada uraian berikut akan dijelaskan tentang bagaimana tonggak-tonggak sejarah perkembangan bimbingan dan konseling di Amerika dan Indonesia. dari mulai zaman yunani kuno sampai dengan abad 18-an.blogspot.html .com/2011/09/sejarah-perkembangan-layanan-bimbingan. Situsnya http://harunnihaya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->