SEJARAH AWAL LAHIRNYA BIMBINGAN DAN KONSELING Pendahuluan Sebagai insan yang lahir dari backround counseling and

guidance.,sudah sepantasnyalah kita mengetahui seluk beluk awal lahirnya bimbingan dan konseling.,yang diawali di Amerika serikat hingga Awal masuknya di Indonesia. Penulis menyajikan data ini, dengan merangkum berbagai referensi yang bertujuan agar dapat bermanfaat buat pembaca terutama buat penulis dalam memajukan Bimbingan dan Konseling di dunia khususnya di Indonesia. Sebelum kita masuk ke sejarah berdirinya BK, maka terlebih dahulu penulis menyajikan defenisi dari Bimbingan dan konseling. Bimbingan dan Konseling Pengertian Bimbingan dan Konseling Bimbingan dan konseling berasal dari dua kata yaitu bimbingan dan konseling. Bimbingan merupakan terjemahan dari guidance yang didalamnya terkandung beberapa makna. Sertzer & Stone (1966:3) menemukakan bahwa guidance berasal kata guide yang mempunyai arti to direct, pilot, manager, or steer (menunjukkan, menentukan, mengatur, atau mengemudikan). Prayitno dan Erman Amti (2004:99) mengemukakan bahwa bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku. Sementara, Winkel (2005:27) mendefenisikan bimbingan: (1) suatu usaha untuk melengkapi individu dengan pengetahuan, pengalaman dan informasi tentang dirinya sendiri, (2) suatu cara untuk memberikan bantuan kepada individu untuk memahami dan mempergunakan secara efisien dan efektif segala kesempatan yang dimiliki untuk perkembangan pribadinya, (3) sejenis pelayanan kepada individu-individu agar mereka dapat menentukan pilihan, menetapkan tujuan dengan tepat dan menyusun rencana yang realistis, sehingga mereka dapat menyesuaikan diri dengan memuaskan diri dalam lingkungan dimana mereka hidup, (4) suatu proses pemberian bantuan atau pertolongan kepada individu dalam hal memahami diri sendiri, menghubungkan pemahaman tentang dirinya sendiri dengan lingkungan, memilih, menentukan dan menyusun rencana sesuai dengan konsep dirinya dan tuntutan lingkungan. I. Djumhur dan Moh. Surya, (1975:15) berpendapat bahwa bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis kepada individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya, agar tercapai kemampuan untuk dapat memahami dirinya (self understanding), kemampuan untuk menerima dirinya (self acceptance), kemampuan untuk mengarahkan dirinya (self direction) dan kemampuan untuk merealisasikan dirinya (self realization) sesuai dengan potensi atau kemampuannya dalam mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan, baik keluarga, sekolah dan masyarakat. Dalam Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah dikemukakan bahwa “;;Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada peserta didik dalam rangka menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan”;;. Berdasarkan pengertian di atas dapat dipahami bahwa bimbingan pada prinsipnya adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seorang atau beberapa orang individu dalam hal memahami diri sendiri, menghubungkan pemahaman tentang dirinya sendiri dengan lingkungan, memilih, menentukan dan menyusun rencana sesuai dengan konsep dirinya dan tuntutan lingkungan berdasarkan norma-norma yang berlaku. Sedangkan konseling menurut Prayitno dan Erman Amti (2004:105) adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut klien) yang bermuara pada teratasinya

S. Salah satu upaya yang sekaligus menjadi ujung tombak dari keseluruhan kegiatan bimbingan adalah kegiatan konseling. teratasinya masalah yang dihadapi oleh konseli/klien. Guru pembimbing lebih akan memakai pendekatan yang bersifat individual dan”santai”. Dalam arti untuk melakukan kegiatan ini dibutuhkan kemampuan (keterampilan) khusus tentang praktik konseling. Djumhar dan Moh.masalah yang dihadapi klien. Karakteristik seperti itu menjadikan guru pembimbing atau guru bimbingan dan konseling memiliki tipe kerja tersebut. Frank Person berupaya memberi bimbingan vocational sehingga veteran-veteran tersebut tetap dapat berkarya sesuai kondisi mereka. Dengan kata lain. bimbingan (dan konseling) ini dimaksudkan sebagai upaya untuk membantu siswa (peserta didik) mencapai titik optimal perkembangan mereka. Pelatihanpelatihan konseling yang diberikan pada (bimbingan konseling) sedikit banyak memecah kekacauan pandangan dan tindakan tentang tugas-tugas pembimbing bahkan keberadaan bimbingan konseling itu sendiri.. Surya. Bimbingan dan Konseling di Intitusi Pendidikan. atau sekadar obrolan ”omong kosong”. Boston : HMC Prayitno dan Erman Amti. Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah (Guidance & Counseling). Dasar-Dasar Bimbingan Konseling. Pencapaianpencapaian itu dilakukan oleh petugas yang (di Indonesia) dikenal dengan sebutan guru pembimbing atau guru BK (bimbingan dan konseling). B. tapi meluas pada bidang-bidang lain yang akhirnya masuk pula dalam pendidikan formal. Dalam pendidikan formal. Bandung : CV Ilmu. Edisi Revisi. 1976. Oleh karena itu. Dalam mencapai tujuan tersebut guru pembimbing melakukan berbagai upaya. W. 2004. Berdasarkan pengertian konseling di atas dapat dipahami bahwa konseling adalah usaha membantu konseli/klien secara tatap muka dengan tujuan agar klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan atau masalah khusus. Awal kelahiran gerakan ini dimaksudkan sebagai upaya mengatasi semakin banyaknya veteran perang yang tidak memiliki peran. di Amerika Serikat dikenal dengan sebutan konselor sekolah. Sementara guru pembimbing lebih banyak berkecimpung dalam proses konseling yang semuanya itu dilakukan tidak secara klasikal dengan memakai ruang kelas. Kegiatan konseling tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. melaksanakan semua instrumen kegiatan belajar mengajar.2005. Sebenarnya antara guru pembimbing dengan guru-guru bidang studi memiliki kesamaan yaitu dalam visi dan misi pendidikan. gerakan ini berkembang tidak semata pada bimbingan vocational. 1975. Cetakan ke dua. Sementara strategi yang ditempuh yang menjadikan mereka tampak berbeda. Guru bidang studi banyak berinteraksi dengan peserta didik di ruang kelas. Akan sangat berat bila pikiran kita dipaksa untuk menyamakan bimbingan konseling dari . Fundamental of Gudance. Winkel. Selanjutnya. Sejalan dengan itu. memarahi. & Stone. Keberadaan ini yang menuntut kejelian serta ”kecerdasan” kita dalam memaknai bimbingan konseling. bimbingan konseling berawal di Amerika Serikat yang dipelopori oleh seorang tokoh besar yaitu Frank Parson melalui gerakan yang terkenal yaitu guidance movement (gerakan bimbingan).S. Shertzer. karena kegiatan konseling bukan kegiatan menasihati.C. Pustaka I. yang seandainya disamakan dengan guru-guru bidang studi lain akan jauh berbeda. Winkel (2005:34) mendefinisikan konseling sebagai serangkaian kegiatan paling pokok dari bimbingan dalam usaha membantu konseli/klien secara tatap muka dengan tujuan agar klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan atau masalah khusus. Jakart a: Gramedia SEJARAH LAHIRNYA BK DI AWALI DI AMERIKA Menengok sejarah perkembangannya.

Di Dalam SK Mendikbud ini istilah Bimbingan dan Penyuluhan diganti menjadi Bimbingan dan Konseling di sekolah dan dilaksanakan oleh Guru Pembimbing. Di sinilah pola pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di sekolah mulai jelas. 83/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya yang di dalamnya termuat aturan tentang Bimbingan dan Konseling di sekolah. IKIP Jakarta. Pemikiran ini diawali sejak tahun 1960. Tak berlebihan bila akhirnya kondisi ini yang memicu lahirnya tindakan-tindakan diskriminatif pada petugas-petugas bimbingan konseling di lapangan. Ketiga. Di Amerika Serikat sendiri —tanpa bermaksud membandingkan apalagi menjiplak— bimbingan konseling terus berkembang dan telah berperan sebagaimana keberadaannya. kalau orang tua murid diundang ke sekolah oleh guru BP dibenak orang tua terpikir bahwa anaknya di sekolah mesti bermasalah atau ada masalah. IKIP Surabaya. Tahun 1971 beridiri Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) pada delapan IKIP yaitu IKIP Padang. sekali lagi. Hingga lahirnya SK Menpan No.com SEJARAH BIMBINGAN DAN KONSELING DI INDONESIA DAN LAHIRNYA BK 17 PLUS Pendahuluan Sejarah lahirnya Bimbingan dan Konseling di Indonesia diawali dari dimasukkannya Bimbingan dan Konseling (dulunya Bimbingan dan Penyuluhan) pada setting sekolah. Muncul anggapan bahwa anak yang ke BP identik dengan anak yang bermasalah. tentunya kemauan kita memahami guliran ilmu-ilmu di muka bumi ini yang terus berkembang yang melahirkan cabang-cabang ilmu baru dan cabang-cabang profesi baru. bila ditarik dari sisi pesimis.kaca mata tugas-tugas guru bidang studi biasa. Hal ini merupakan salah satu hasil Konferensi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (disingkat FKIP. Melalui proyek ini Bimbingan dan Penyuluhan dikembangkan. parahnya lagi pengguna terutama orang tua murid berpandangan kurang bersahabat dengan BP. Keberadaan Bimbingan dan Penyuluhan secara legal formal diakui tahun 1989 dengan lahirnya SK Menpan No 026/Menp an/1989 tentang Angka Kredit bagi Jabatan Guru dalam lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. IKIP Bandung.Sampai tahun 1993 pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah tidak jelas. mau berkolaborasi dengan hal-hal baru tersebut sehingga terwujud apa yang dicita-citakan oleh pendidikan formal kita. Ada beberapa langkah bijak yang perlu dilakukan. http://duniaguru. mau hidup berdampingan dengan ilmu-ilmu yang menurut telinga kita baru. yaitu sebagai berikut: Pertama. Perkembangan berikutnya tahun 1964 IKIP Bandung dan IKIP Malang mendirikan jurusan Bimbingan dan Penyuluhan. Tahun 1978 diselenggarakan program PGSLP dan PGSLA Bimbingan dan Penyuluhan di IKIP (setingkat D2 atau D3) untuk mengisi jabatan Guru Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah yang sampai saat itu belum ada jatah pengangkatan guru BP dari tamatan S1 Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan. IKIP Yogyakarta. juga berhasil disusun “Pola Dasar Rencana dan Pengembangan Bimbingan dan Penyuluhan “pada PPSP. Pra Lahirnya Pola 17 Pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah diselenggarakan dengan pola yang tidak jelas. IKIP Malang. dan IKIP Menado. . Pengangkatan Guru Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah mulai diadakan sejak adanya PGSLP dan PGSLA Bimbingan dan Penyuluhan. Akan tetapi pelaksanaan di sekolah masih belum jelas seperti pemikiran awal untuk mendukung misi sekolah dan membantu peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan mereka. Ketentuan pokok dalam SK Menpan itu dijabarkan lebih lanjut melalui SK Mendikbud No 025/1995 sebagai petunjuk pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. munculnya sikap diskriminatif berpangkal dari tafsir bahwa bimbingan dan konseling hanya sisipan atau pelengkap ”penderita” dari keseluruhan pendidikan formal. Terakhir. adalah kemauan menerima semua itu sebagai sebuah realita. kalau memang tidak karena sikap kita dari semula telah diskriminatif ataupun korup (?). Kondisi Indonesia tentu lain. IKIP Semarang. Kedua. surat pembaca di atas menjadi contoh bagaimana keterbatasan pengetahuan pada apa yang disebut dengan imbingan konseling telah melahirkan tindakan-tindakan yang perlu terus dikoreksi. Tampaknya. yang kemudian menjadi IKIP) di Malang tanggal 20 – 24 Agustus 1960. Lahirnya Kurikulum 1975 untuk Sekolah Menengah Atas didalamnya memuat Pedoman Bimbingan dan Penyuluhan. Di dalam Kepmen tersebut ditetapkan secara resmi adanya kegiatan pelayanan bimbingan dan penyuluhan di sekolah.

BK melayani ”orang sakit” dan atau ”kurang normal”. untuk apa. 3. 026/Menpan/1989 tentang Angka Kredit bagi Jabatan Guru dalam lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. menyamaratakan cara pemecahan masalah bagi semua klien. Semangat luar biasa untuk melaksanakan BP di sekolahLahirnya SK Menpan No. dan dari rumah sudah berpikir ada apa dengan anaknya. Kesenian. konselor sekolah harus aktif sementara pihak lain pasif. 2. Guru-guru ini jelas sebagian besar tidak menguasai dan memang tidak dipersiapkan untuk menjadi Guru Pembimbing. pelayanan BK berpusat pada keluhan pertama saja. sehingga melahirkan miskonsepsi terhadap pelaksanaan BK. BK bekerja sendiri. fokus pemikiran adalah mendesain pendidikan untuk mencetak tenaga-tenaga BP di sekolah. dsb. menjadikan pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah tidak jelas. munculnya persepsi negatif terhadap pelaksanaan BK. Selain itu dengan pola yang tidak jelas tersebut mengakibatkan: 1. Masalah menggejala diantaranya: konselor sekolah dianggap polisi sekolah. kapan dan di mana pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan dilaksanakan juga belum jelas. kuesioner dan lain-lain) dan BK dibatasi untuk menangani masalah-masalah yang ringan saja. Guru BP (sekarang Konselor Sekolah) belum mampu mengoptimalisasikan tugas dan fungsinya dalam memberikan pelayanan terhadap siswa yang menjadi tanggungjawabnya. Dari segi pengawasan. kepada siapa. Oleh siapa bimbingan dan penyuluhan dilaksanakan. Belum ada aturan main yang jelas Apa. oleh siapa. Guru Pembimbing merangkap pustakawan. BK dibatasi pada menangani masalah yang insidental. juga belum jelas arah dan pelaksanaan pengawasannya. bermasalah atau mempunyai masalah apakah. 3. Yang terjadi malah guru pembimbing ditugasi mengajarkan salah satu mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia. guru-guru yang mau pensiun. memusatkan usaha BK pada penggunaan instrumentasi BK (tes. Sehingga ketika orang tua dipanggil ke sekolah apalagi yang memanggil Guru Pembimbing. Belum adanya hukum Sejak Konferensi di Malang tahun 1960 sampai dengan munculnya Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan di IKIP Bandung dan IKIP Malang tahun 1964. di sekolah banyak terjadi diberikan kepada guru-guru senior. pengumpul dan pengolah nilai siswa dalam kelaskelas tertentu serta berfungsi sebagai guru piket dan guru pengganti bagi guru mata pelajaran yang berhalangan hadir. guru yang kekurangan jam mata pelajaran untuk memenuhi tuntutan angka kreditnya. BK dianggap semata-mata sebagai pemberian nasehat.nya.ketidak jelasan pola yang harus diterapkan berdampak pada buruknya citra bimbingan dan konseling. guru mata pelajaran yang kurang jam mengajarnya untuk memenuhi tuntutan angka kreditnya. 2. Merupakan angin segar pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah. BK dibatasi untuk klien-klien tertentu saja. tidak memakai pakaian seragam atau baju yang dikeluarkan dari celana atau rok. menganggap hasil pekerjaan BK harus segera dilihat. Kesan yang tertangkap di masyarakat terutama orang tua murid Bimbingan Penyuluhan tugasnya menyelesaikan anak yang bermasalah. . Semangat yang luar biasa untuk melaksanakan ini karena di sana dikatakan “Tugas guru adalah mengajar dan/atau membimbing. ketidak jelasan pola yang harus diterapkan disebabkan diantaranya oleh hal-hal sebagai berikut : 1. mengapa. orang tua menjadi malu. inventori. adanya anggapan bahwa pekerjaan BK dapat dilakukan oleh siapa saja. Pengakuan legal dengan SK Menpan tersebut menjadi jauh arahnya terutama untuk pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah. berbagai kritikan muncul sebagai wujud kekecewaan atas kinerja Guru Pembimbing sehingga terjadi kesalahpahaman. Tahun 1975 Konvensi Nasional Bimbingan I di Malang berhasil menelurkan keputusan penting diantaranya terbentuknya Organisasi bimbingan dengan nama Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia (IPBI). Melalui IPBI inilah kelak yang akan berjuang untuk memperolah Payung hukum pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah menjadi jelas arah kegiatannya. Guru Pembimbing ditugasi sebagai “polisi sekolah” yang mengurusi dan menghakimi para siswa yang tidak mematuhi peraturan sekolah seperti terlambat masuk. Pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah diselenggarakan dengan pola yang tidak jelas. bagaimana. Lebih-lebih lagi dilaksanakan oleh guru-guru yang ditugasi sekolah berasal dari guru yang senior atau mau pensiun. persepsi negatif dan miskonsepsi berlarut.” Penafsiran pelaksanaan ini di sekolah dan didukung tenaga atau guru pembimbing yang berasal dari lulusan Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan atau Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (sejak tahun 1984/1985) masih kurang.

2.html . Peningkatan profesionalisme guru pembimbing melalui Musyawarah Guru Pembimbing. nyaris terjadi pada setiap sekolah di Indonesia.com/2010/08/sejarah-awal-lahirnya-bimbingan-dan. pelaksanaan. 4. prinsip dan asas-asasnya. Penyususnan pedoman kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah. Pengembangan instrumen bimbingan dan konseling5. Dengan demikian bimbingan dan konseling tidak dilaksanakan oleh semua guru atau sembarang guru. minimum mengikuti penataran bimbingan dan konseling selama 180 jam. pelaksananya guru pembimbing atau guru yang sudah mengikuti penataran bimbingan dan konseling selama 180 jam. Setiap kegiatan bimbingan dan konseling dilaksanakan melalui tahap :a. Tindak lanjut6. Panduan penyusunan program bimbingan dan konselingd. Langkah konkrit diupayakan seperti :1. karena tidak memahami program pelayanan serta belum mampu memfasilitasi kegiatan layanan bimbingan di sekolahnya. himpunan data. kegiatannya dengan BK Pola-17. yaitu guru yang secara khusus ditugasi untuk itu. khususnya yang menyangkut bimbingan dan konseling adalah : 1.Kondisi-kondisi seperti di atas. analisis penilaian dan tindak lanjut. Pelaksanaan kegiatan bisa di dalam dan luar jam kerja. Buku teks bimbingan dan konselingb.4. tujuan. Buku panduan pelaksanaan menyeluruh bimbingan dan konseling di sekolahc. penempatan/penyaluran.blogspot. Istilah “bimbingan dan penyuluhan” secara resmi diganti menjadi “bimbingan dan konseling. pembelajaran. informasi. konferensi kasus. Lahirnya Pola 17 SK Mendikbud No. Kepala Sekolah tidak mampu melakukan pengawasan. 025/1995 sebagai petunjuk pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya terdapat hal-hal yang substansial. Pengangkatan guru pembimbing yang berlatar belakang pendidikan bimbingan dan konseling. sosial. penilaian. Kegiatan pendukung : instrumentasi. fungsi. regional dan lokal mulai dilaksanakan. pelaksanaan kegiatan melalui tahap perencanaan. Perencanaan kegiatanb. Situsnya http://harunnihaya. Penilaian hasil kegiatand. Hal-hal yang substansial di atas diharapkan dapat mengubah kondisi tidak jelas yang sudah lama berlangsung sebelumnya. Pelaksanaan kegiatanc. 5. Kegiatan bimbingan dan konseling dilaksanakan di dalam dan di luar jam kerja sekolah. sehingga tidak terjalin kerja sama sebagaimana yang diharapkan dalam organisasi bimbingan dan konseling. Analisis hasil penilaiane. Bidang bimbingan : bimbingan pribadi. dan guru pembimbing juga bisa mendapatkan buku teks dan buku panduan. 3. bimbingan kelompok dan konseling kelompok. Unsur-unsur di atas (nomor 4) membentuk apa yang kemudian disebut “BK Pola-17” 5. b. kunjungan rumah dan alih tangan kasus.” 2. Pengertian. Kegiatan bimbingan dan konseling dilaksanakan dengan pola yang jelas : a. Guru yang diangkat atau ditugasi untuk melaksanakan kegiatan bimbingan dan konseling adalah mereka yang berkemampuan melaksanakan kegiatan tersebut. Panduan penilaian hasil layanan bimbingan dan konselinge. Panduan pengelolaan bimbingan dan konseling di sekolah4. konseling perorangan. seperti :a.3. belajar dan karir c. Jenis layanan : layanan orientasi. Pelaksana bimbingan dan konseling di sekolah adalah guru pembimbing. Terjadi persepsi dan pandangan yang keliru dari personil sekolah terhadap tugas dan fungsi guru pembimbing. Penyusunan pedoman Musyawarah Guru Pembimbing (MGP) Dengan SK Mendikbud No 025/1995 khususnya yang menyangkut bimbingan dan konseling sekarang menjadi jelas : istilah yang digunakan bimbingan dan konseling. Penataran guru-guru pembimbing tingkat nasional.d.

Sebagai “konselor” kedua dari Yunani ini adalah Aristoteles (murid Plato).yang berperan sebagai model (teladan) dan mendorong mereka untuk mengeksplorasi. bermanfaat. sehingga mereka dapat mengisi peranannya di masyarakat. pendidikan. atau memperluas wawasan tentang pekerjaan. seperti menyangkut aspek isu – isu moral. (2) bagaimana caranya supaya anak dapat berpikir lebih efektif. Sejarah tentang “developing one’s potential “ (pengembangan potensi individu) dapat ditelusuridari masyarakat Yunani kuno. yaitu bahwa gangguan mental (mental disorder) yang didderita individu disebabkan oleh faktor alam. Orang besar Yunani lainnya. para orang tua bekerja bersama anak-anaknya. atau pekerjaan. Dia banyak berkonribusi pemikiran ke dalam bidangan psikologi. Sementara masyarakat Kristenmenekankanbahwa idealita kemanusiaan menjadi dasar bagi kehidupan masyarakat demokratis. sumber – sumber bantuan finansial. mempelajari. apabila setiap warga masyarakat tersebut dapat menolong perkembangan dirinya sendiri (to help himself develop). dan dia diberi kebebasan untuk belajar dan belajar melalui berbuat (bekerja). Rene Descrates (1596 – 1650) telah melakukan studi tentang tubuh manusia sebagai suatu organisme yang mereaksi terhadap berbagaistimulus. Awal abad ke – 20 merupakan kondisi yang kondusif danposisi yang penting bagiperkembangandanpenerimaan bimbingan. Di Roma. . Masyarakat Yahudi purba mempunyai perhatian terhadap individualitas dan hak menentukan atau pengaturan diri sendiri (self-determination).yaitu Hippocrates dan para dokter (tabib) lainnya juga menaruh perhatiannya terhadap bidang psikologi ini. Sementara pada abad 18. Dia juga menaruh perhatian terhadap masalah-masalah (1) bagaimana membangun pribadi manuasia yang baik melalui asuhan atau pendidikan formal. Dengan ditemukannya mesin cetak. Plato dapat dipandang sebagai “konselor” Yunani Kuno. Johann Pestalozzi (1746 – 1827) seorang pendidik ternama dari Swiss mengemukakan bahwa masyarakat itu dapat direformasi. dan teologis. karena dia telah menaruh perhatian yang begitu besar terhadap pemahaman psikologis individu. Or the Plalin Pathway to Preferment. apabila dia bebas untuk mengembangkan dorongan-dorongan alamiahnya. baik secara konseptual – teoretik maupun praktek di lapangan. Salah satu sumbangan pemikirannya itu adalah studi tentang interaksi individu dengan lingkungan dan yang lainnnya. Jean Jacques Rousseau (1712 – 1778) menemukakan bahwa perkembangan inidividu dapat berlangsung dengan baik. dan (3) teknik apa yang telah berhasil mempengaruhi manusia dalam kemamapuannya mengambil kepputusan dan mengembangkan keyakinanannya. hubungan dalam masyarakat. Di samping itu dia mengemukakan bahwa para wanita pun harus dipersiapkanuntuk dapat bekerja. dan sekolah – sekolahtertentu yang cocok untuk mempersiapkannya. maka terbitlah buku-buku tentang bimbinga. Mereka menekaankan tentang upaya–upaya untuk mengembangkan dan memperkuat individu melalui pendidikan. yang diterbitkan di London tahun 1631. yaitu Tom of All Trades. Hampir bersamaan waktunya dengan Rousseau. Melalui buku ini Powell memberikan penjelasan tentang berbagai informasi yang terkait dengan profesi (pekerjaan) danbagaimana mencapai atau memperolehnya. seperti terefleksikan dari pendapatnya. Luis Vives sebagai filosof dan juga pendidik berpendapat bahwa merupakan suatu kebutuhan untuk membimbing individu yang sesuai denan sikap dan bakatnya. Buku-buku itu seperti karangan Powell. yang pada abad ini mempengaruhi gerakan konseling. seperti menyangkut kehidupan beragama. konsep bimbingan dan konseling telah lama dikenal manusia melalui sejarah. Terkait dengan perhatian masyarakat Yunani ini.Sejarah perkembangan layanan bimbingan dan konseling sejak sebelum masehi sampai sebelum abad ke-20 Secara umum. atau menguntungkan baik bagi dirinya sendiri maupun masyarakat. Mereka meyakini bahwa dalam dirri individu terdapat kekuatan-kekuatan yang dapat distimulasi dan dibimbing ke arah tujuan–tujuan yang berguna. dan eksplorasi kariri. serta upaya mengembangkan fungsi-fungsi individu secara optimal.

blogspot. dari mulai zaman yunani kuno sampai dengan abad 18-an. Situsnya http://harunnihaya.Paparan di atas merupakan sekilas pandanag para tokoh tentang bagaimana bimbingan dan konseling itu berkembang.com/2011/09/sejarah-perkembangan-layanan-bimbingan.html . Pada uraian berikut akan dijelaskan tentang bagaimana tonggak-tonggak sejarah perkembangan bimbingan dan konseling di Amerika dan Indonesia.