TEHNIK INJEKSI

CHRISTOPHER RYALINO

PELATIHAN PRA-PJP UNTUK KOMEDIK
June 13, 2008

© 2008

tindakan “menyuntik” ini bahkan menjadi favorit. saya disuntik sama dokter yang itu. walaupun hanya dengan berbekal injeksi vitamin B12. Namun bagaimana pun juga. kita dengan gagah berani akan menyuntiknya. Karena itu adalah penting bagi kita untuk mempelajari tehnik injeksi ini. Atau. Dan untuk menyenangkan pasien dan juga membuat dia merasa sudah sembuh. Masyarakat di perifer. Dengan profesionalisme dan kegigihan seorang mahasiswa semester I saya menyuntik pasien di acara Pelayanan Kesehatan. Injeksi mulai menjadi sering dilakukan oleh praktisi medis sejak diketemukannya Penicillin pada dekade 1940-an. Terima kasih untuk dr. Sebenarnya sampai sekarang saya tidak tahu apa benar saya yang menyuntiknya.) KENAPA MENYUNTIK? TEHNIK INJEKSI | 6/13/2008 Sudah dijelaskan tadi bahwa terkadang tindakan menyuntik adalah permintaan dari pasien. si bapak menjawab. Muliani. Walhasil.” kata kita para kaum medis selalu. G AMBAR P ASIEN AK AN DIINJEKSI . artinya dia belum ke dokter. misalnya di desa-desa yang kebanyakan tingkat pendidikannya menengah ke bawah. untungnya saya diijinkan lagi. baik diberikan secara intramuscular.” Tidak salah lagi. di acara Yankes keesokan harinya. Banyak orang demikian merasa bahwa kalau dia belum disuntik. Ketika ditanya apakah ia disuntik hari itu. dan lain-lain. menguasai tehnik injeksi tanpa memahami prosedurnya secara lengkap dapat meningkatkan risiko timbulnya komplikasi-komplikasi yang tidak diinginkan. Malam harinya. intravena. ia berkata dengan mantap sambil menunjuk saya. (NB: pada Yankes hari ke-3. misalnya obat insulin. Saya pun cukup tahu diri untuk tidak memintanya. Walaupun tindakan injeksi saat ini disarankan untuk dihindari. Obat-obatan tersebut diberikan secara parenteral karena biasanya dengan demikian komponennya akan diserap oleh tubuh dengan jauh lebih cepat daripada pemberian per oral. Sampai saat ini. “Iya pak dokter. maka solusinya adalah diberikan secara parenteral. tidak ada satu pun kakak kelas yang menawarkan saya untuk mencoba menyuntik pasien lagi. seorang bapak datang ke posko kami dan mengeluh badannya panas dan pantatnya sedikit bengkak. 1 . karena makanan akan mengganggu penyerapannya atau merusak strukturnya. “Indikasi sosial. banyak sekali obat-obat yang sudah tersedia dalam bentuk injeksi.TEHNIK INJEKSI CHRISTOPHER RYALINO P ENDA HULUAN Melakukan tindakan injeksi merupakan kegiatan yang sering dilakukan oleh paramedis. Pada tahun 1999 sebagai mahasiswa fakultas kedokteran semester I saya mengikuti Kersoskes bersama rekan-rekan semester VII (angkatan 1996) di sebuah desa di Lombok. tetap saja prosedur ini memiliki kelebihan dalam fungsinya untuk „memasukkan‟ substansi tertentu (obat) ke dalam tubuh pasien. dan dia belum sembuh. subkutan. yang sudah mengajari saya tehnik menyuntik yang benar. sekarang dosen di Bagian Anatomi.

kita akan lebih banyak membahas perihal injeksi intramuscular. darah akan masuk tertarik ke dalam syringe. Aspirasi dilakukan dengan cara berikut: Setelah Anda menusukkan jarum ke lokasi suntikan. DAN INTRAMUSCULAR . Hal ini dapat mengakibatkan terbentuknya emboli sebagai akibat reaksi komponen kimia dari obat tersebut. G AMBAR P ERBEDAAN SUDUT MASUK JARUM PADA I NJEKSI INTRADERMAL . pegang bagian bawah syringe dengan tangan nondominan Anda. Injeksi intramuscular 2. TEHNI K ASPIRASI TEHNIK INJEKSI | 6/13/2008 Walaupun aspirasi tidak lagi dilakukan pada metode injeksi subkutan. Apabila pada injeksi intramuscular secara tidak sengaja ujung jarum menembus pembuluh darah. Apabila jarum telah menembus pembuluh darah. maka obat yang disuntikkan akhirnya masuk secara intravena. sehingga akan diharapkan berguna pada saat melakukan pelayanan kesehatan nanti. 2 . dan tarik bagian tongkat syringe ke atas dengan tangan dominan. Injeksi subcutan Sesuai dengan tujuan pelatihan ini. yaitu: 1. SUBK UTAN .TEHNI K PENYUN TIKAN Dalam kesempatan ini kita akan membahas tiga tehnik penyuntikan yang umum dipakai. Semua peserta pelatihan diharapkan untuk mampu melakukan injeksi intramuscular dengan baik sesuai dengan prosedur yang benar. pada penyuntikan intramuscular dan intravena prosedur ini harus dilakukan. maka dari ketiga tehnik tersebut di atas. Injeksi intravena 3.

PADA DAERAH LENGAN ATAS (DELTOID)  Mudah dan dapat dilakukan pada berbagai posisi. maka prosedur yang Anda lakukan salah. infeksi. Lokasi penyuntikan harus dipertimbangkan dengan mengingat kondisi fisik pasien. dan juga biasanya mampu menyerap dalam dosis yang besar.  Jarum disuntikkan kurang lebih 2. dan obat kini siap dimasukkan langsung ke pembuluh darah balik tersebut. Dann (1969) dan Koivisto & Felig (1978) menemukan bahwa tehnik desinfeksi dengan alkohol tidak selalu mutlak diperlukan. rupanya angka infeksi post-injeksi yang terjadi tidak lebih banyak daripada yang dilakukan swab alkohol sebelumnya. peradangan. Para ahli berpendapat bahwa apabila pasien tampak bersih secara fisik. dan kemudian tunggu 30 detik lagi agar kulit menjadi kering lagi. G AMBAR I NJEKSI IM TEHNIK INJEKSI | 6/13/2008 LOKASI Terdapat lima lokasi penyuntikan intramuscular yang sudah terbukti bahwa obatnya akan diabsorbsi dengan baik oleh tubuh.5-1 ml). Jika injeksi dilakukan sebelum kulit kering.maka kulit itu harus diswab dengan kapas alkohol selama 30 detik. 3 G AMBAR L OKASI D ELTOID . Cabut jarum dan ulangi prosedur penyuntikan dari awal. usia pasien.Hal ini biasanya terjadi karena lokasi injeksi kurang tepat. dan tehnik injeksi yang Anda lakukan adalah intramuscular. dan tenaga medis juga mengikuti standar asepsis yang benar. Apabila darah masuk tertarik. Apabila pada lokasi suntikan yang diinginkan terdapat pembengkakan. Dan apabila memang dipandang perlu. 1. masih ada kemungkinan bakteri belum mati. Jarum yang semestinya mencapai jaringan otot rupanya bersarang di pembuluh darah. dan jumlah obat yang akan diberikan. penyuntikan di lokasi ini harus dihindari. pada kenyataannya ada perbedaan temuan. dan ketika prosedur itu ditiadakan. namun kekurangannya area penyuntikan paling kecil. Misalnya menggunakan kapas alkohol sebelum menyuntikkan insulin secara subkutan seringkali membuat kulit menjadi mengeras karena efek alkohol. maka prosedur yang Anda lakukan sejauh ini benar. dan jumlah obat yang ideal paling kecil (antara 0. ataupun terdapat lesi dalam bentuk apapun. desinfeksi kulit sebelum penyuntikan intramuscular adalah tidak perlu. Jarum telah memasuki pembuluh darah. INJEKSI INTRAMUSCULAR Adalah tindakan menyuntikkan obat ke dalam otot yang terperfusi baik.5 cm tepat di bawah tonjolan acromion. dan malah bersama-sama dengan alkohol bisa saja ikut menginokulasi lokasi penyuntikan sehingga meningkatkan risiko infeksi. sehingga akan mampu memberikan efek sistemik dalam waktu yang singkat. TEHNI K DESINFEKSI KULI T DI LOKA SI SUN TIKAN Walaupun tehnik desinfeksi kulit dengan kapas alkohol sebelum prosedur penyuntikan sudah dikenal luas.Apabila ini terjadi. dan tehnik injeksi yang Anda lakukan adalah injeksi intravena.

brachialis atau n.  Volume injeksi ideal antara 1-5 ml (untuk bayi antara 1-3 ml).sciatus dan a. kadang-kadang kulit di atasnya perlu ditarik atau sedikit dicubit untuk membantu jarum mencapai kedalaman yang tepat. 2. PADA DAERAH DORSOGLUTEAL (GLUTEUS MAXIMUS)  Paling mudah dilakukan.Minta pasien berbaring ke samping dengan lutut sedikit fleksi. namun angka terjadi komplikasi paling tinggi. dengan demikian tonus ototnya akan berada kondisi yang mudah untuk disuntik dan dapat mengurangi nyeri. kemudian buat dua garis imajiner vertical yang memotong garis horizontal tadi pada pertengahan pantat pada masing-masing sisi. Posisikan jari telunjuk sehingga menyentuh SIAS. PADA DAERAH PAHA BAGIAN LUAR (VASTUS LATERALIS)  Pada orang dewasa.radialis. maka jarum akan menembus m. m. gluteus medius. rectus femoris terletak pada sepertiga tengah paha bagian depan. PADA DAERAH PAHA BAGIAN DEPAN (RECTUS FEMORIS)  Pada orang dewasa. Suntiklah di regio glutea pada kuadran lateral atas.  Suntikkan jarum di tengah-tengah huruf V itu. 4. Kemudian gerakkan jari tengah Anda sejauh mungkin menjauhi jari telunjuk sepanjang crista iliaca.  Hati-hati terhadap n. Maka jari telunjuk dan jari tengah Anda akan membentuk huruf V.  Pada bayi atau orang tua.  Volume suntikan ideal antara 2-4 ml.  Lokasi ini jarang digunakan. PADA DAERAH VENTROGLUTEAL (GLUTEUS MEDIUS)  Letakkan tangan kanan Anda di pinggul kiri pasien pada trochanter major (atau sebaliknya). G AMBAR V ASTUS L ATE RALIS G AMBAR R ECTUS FE MORIS TEHNIK INJEKSI | 6/13/2008 5. m. kadang-kadang kulit di atasnya perlu ditarik atau sedikit dicubit untuk membantu jarum mencapai kedalaman yang tepat.  Minta pasien untuk meletakkan tangannya di pinggul (seperti gaya seorang peragawati). 4 .  Volume injeksi ideal antara 1-5 ml (untuk bayi antara 1-3 ml).glutea superior  Gambarlah garis imajiner horizontal setinggi pertengahan glutea. misalnya pasien dengan riwayat alergi berat biasanya menggunakan tempat ini untuk menyuntikkan steroid injeksi yang mereka bawa kemana-mana. vastus lateralis terletak pada sepertiga tengah paha bagian luar.  Volume ideal antara 1-4 ml. namun biasanya sangat penting untuk melakukan auto-injection. Hal ini terjadi apabila kita menyuntik lebih jauh ke bawah daripada yang seharusnya.  Pada bayi atau orang tua. Organ penting yang mungkin terkena adalah a. G AMBAR L OKASI G LUTEUS M AXIMUS 3.

1992) 1.  Masukkan jarum sehingga menembus otot yang dicari. cabut jarum. masukkan ke dalam syringe.  Periksa lokasi suntikan sekali lagi untuk memastikan bahwa tidak ada perdarahan. atau reaksi-reaksi lain yang terjadi. pastikan identitas pasien. 2.PROSEDUR TINDAKAN  Siapkan obat yang akan disuntikkan. Tehnik ini dilakukan dengan cara menarik kulit di atas lokasi suntikan ke arah lain.  Pisahkan jarum dari syringe. Techniques TEHNIK INJEKSI | 6/13/2008 TEHNIK Z-TRACK Selama dua dekade terakhir. lanjutkan. Menggerakkankan anggota gerak yang disuntik setelahnya juga dipercaya dapat membantu proses penyerapan obat karena hal itu akan meningkatkan aliran darah ke daerah yang disuntik. Jarum akan lebih mudah menusuk kulit dengan sudut 90 derajat apabila kulit yang ditusuk berada dalam keadaan teregang.Bila tidak ada darah. Pahami secara menyeluruh obat yang Anda suntikkan. Kemudian lakukan penyuntikan seperti biasa.  Tentukan lokasi penyuntikan yang benar sesuai dengan petunjuk di atas. Bila ada darah.  Pertama-tama. Dengan teregangnya kulit. ada beberapa obat yang memerlukan pemijatan ringan untuk membantu penyerapan. telah berkembang tehnik penyuntikan intramuscular yang disebut tehnik Z-track. TEHNIK INJEKSI Sudut masuk jarum berperan penting dalam derajat nyeri pasien saat injeksi. dan waktu pemberian. Hal ini akan menggerakkan jaringan cutan dan subcutan yang ada di atas otot yang akan disuntik.  Setelah usai.  Posisikan pasien dalam posisi yang nyaman. Tergantung jenis obat yang dimasukkan. Injeksi intramuscular sebaiknya dilakukan dengan memasukkan jarum tegak lurus dengan kulit (90 derajat) untuk memastikan jarumnya mengenai otot yang dimaksud. Bersihkan kulit di atasnya dengan alkohol atau cairan desinfektan lain. Ingatlah bahwa target suntikan adalah otot. Keen (1986) pertama kali mengemukakan dalam penelitiannya bahwa tehnik ini mampi mengurangi sensasi nyeri dan juga mampu meminimalkan „kebocoran‟ (obat yang disuntikkan masuk ke ruang sub kutis pada saat jarum dicabut ). Buang keduanya di tempat sampah khusus sampah medis. Anda tidak mau menyuntikkan obat ke pasien yang salah. 5 . Hal ini mengakibatkan luka penetrasi jarum di jaringan otot akan ditutupi oleh jaringan kutis dan subkutis yang intak.  Catat dalam rekam medis pasien jenis obat yang dimasukkan. tarik jarum syringe. Penelitian oleh Katsma dan Smith (1997) menemukan bahwa perawat-perawat di Inggris tidak selalu menyuntikkan jarum 90 derajat pada injeksi intramuscular. Tehnik injeksi yang dilakukan hampir di seluruh dunia adalah dengan cara mengencangkan kulit di sekitar lokasi injeksi dengan tujuan: (Stilwell.  Lakukan aspirasi. sehingga ketika menarik kulit tersebut kita tidak melepaskan mata kita dari lokasi suntikan yang benar. kurang lebih sejauh 1-2 cm. Memudahkan penusukan jarum. atau silahkan baca rekomendasi dari pabrik pembuat obat.  Gunakan tangan non-dominan untuk mengencangkan kulit di sekitar lokasi suntikan. dan juga mudah serta ideal bagi Anda untuk melakukan injeksi yang diinginkan. maka secara mekanis akan membantu mengurangi sensitivitas ujung-ujung serat saraf di permukaan kulit. dan ketika usai menarik jarum. jumlahnya.  Pegang syringe dengan tangan dominan Anda (gunakan ibu jari dan jari telunjuk). pembengkakan. ulangi prosedur. lepaskan kulit yang sedari tadi Anda pegang. dan rupanya hal ini berpengaruh pada penilaian derajat nyeri yang dirasakan pasien.  Masukkan obat dengan perlahan (1 ml per 10 detik) sampai dosis yang diinginkan tercapai. Gunakan pengetahuan anatomi Anda untuk memperkirakan kedalaman jarum. namun ada pula yang tidak.

Dari studi yang sama juga didapatkan bahwa suntikan subkutan dipercaya tidak lagi memerlukan aspirasi. Injeksi subkutan dilakukan dengan menyuntikkan jarum menyudut 45 derajat dari permukaan kulit. G AMBAR M ENC UBIT KULIT UNTUK ME MUDAHKAN G AMBAR P ILIHAN LOKASI INJEKSI PADA INJEKSI SUBK UTAN TEHNIK INJEKSI | 6/13/2008 6 . Saat ini jarum alay suntik insulin bermerk sudah dibuat sedemikian rupa sehingga dengan sudut 90 derajat dengan kulit. insulin dapat masuk ke jaringan subkutan. Hal ini berbahaya karena insulin yang disuntikkan ke otot akan diserap lebih cepat oleh tubuh dan sebagai akibatnya akan terjadi goncangan kadar glukosa darah yang dapat membawa pasien ke kondisi hipoglikemia.INJEKSI SUBKUTAN Tehnik ini digunakan apabila kita ingin obat yang disuntikkan akan diabsorpsi oleh tubuh dengan pelan dan berdurasi panjang (slow and sustained absorption). Dari gambaran CT scan ditemukan bahwa suntikan dengan tehnik subkutan hampir tidak pernah menembus pembuluh darah. Biasanya volume obat yang disuntikkan terbatas pada 1-2 ml per sekali suntik. terutama bila dilakukan pada daerah abdomen atau paha. NB: Sejak 1994 perkembangan terapi injeksi insulin sangat cepat. Springhouse Corporation (1993) bahkan menyatakan bahwa apabila penyuntikan subkutan diawalin dengan aspirasi. akan meningkatkan risiko terjadinya hematom di area subkutan. Oleh karenanya jangan heran melihat orang diabetes menyuntikkan insulin ke pahanya sendiri dengan sudut masuk jarum tegak lurus dengan kulit. Peragallo & Dittko (1997) G AMBAR I NJEKSI S UBKUTAN menggunakan CT scan dalam penelitian mereka dan menemukan bahwa injeksi subkutan sering kali masuk ke jaringan otot. Kulit sebaiknya sedikit dicubit untuk menjauhkan jaringan subkutis dari jaringan otot.

DAN MENGHINDARINYA Karena kita akan menyuntikkan obat dengan jarum ke dalam vena. Hal ini G AMBAR P ENYUNTIKAN INTRAVE NA ME NGG UNAKAN W ING NEEDLE berbahaya karena insulin yang disuntikkan ke otot akan diserap lebih cepat oleh tubuh dan sebagai akibatnya akan terjadi goncangan kadar glukosa darah yang dapat membawa pasien ke kondisi hipoglikemia. Terkesan sederhana. Biasanya volume obat yang disuntikkan terbatas pada 1-2 ml per sekali suntik. Katup-katup ini ada dengan tujuan untuk mencegah alirah darah balik pada vena (mencegah aliran darah menjauhi jantung). dan bahkan dapat menyebabkan kolaps pada vena yang bersangkutan. Bila perlu gunakan sarung tangan untuk melindungi Anda.  Tentukan lokasi injeksi. Sekarang Anda tahu di tampat itu Anda tidak boleh melakukan suntikan. Ada kalanya vena yang ideal tidak ada. Untuk mengetahui dimana saja terdapat katup ini. Carilah vena perifer yang tampak atau yang cukup besar sehingga akan memudahkan Anda untuk melakukan injeksi nantinya. Ikuti tekanan itu dan akan Anda temukan nantinya ada tempat tertentu dimana darah yang Anda dorong itu tidak dapat “lewat” lagi.INJEKSI INTRAVENA Tehnik ini digunakan apabila kita ingin obat yang disuntikkan akan diabsorpsi oleh tubuh dengan pelan dan berdurasi panjang (slow and sustained absorption). TEHNIK INJEKSI | 6/13/2008 G AMBAR I NJEKSI I NTRAVENA 7 . Peragallo & Dittko (1997) menggunakan CT scan dalam penelitian mereka dan menemukan bahwa injeksi subkutan sering kali masuk ke jaringan otot.  Pasang torniquet di bagian proximal dari lokasi injeksi. namun terkadang melokalisir posisi katup itu dapat menjadi sesuatu yang sulit untuk dilakukan. lakukan tekanan ke arah distal pada vena yang bersangkutan. Kulit sebaiknya sedikit dicubit untuk menjauhkan jaringan subkutis dari jaringan otot. dan kemudian akan tergantung kepada keahlian dan pengalaman Anda untuk berhasil melakukan injeksi. maka dapat menyebabkan kerusakan permanen pada katup tersebut. mendekati katup terakhir yang dilewatinya. PROSEDUR TINDAKAN  Cuci tangan terlebih dahulu. Apabila katup vena ini tidak sengaja tertusuk. Hal ini bertujuan mendorong darah yang ada di vena balik ke arah distal. terutama bila dilakukan pada daerah abdomen atau paha. Di tempat itulah terdapat katup vena. MEMPERKIRAKAN TEMPAT KATUP VENA. Injeksi subkutan dilakukan dengan menyuntikkan jarum menyudut 45 derajat dari permukaan kulit.  Bersihkan lokasi injeksi dengan kapas alkohol. adalah penting bagi kita untuk menghindari katup vena.

o Bila ada darah yang masuk. Itu berarti Anda mengenai arteri. cabut jarum dan langsung lakukan penekanan di bekas lokasi injeksi dengan kapas alkohol. berarti perkiraan Anda salah. * © 2008 TEHNIK INJEKSI | 6/13/2008 8 . sedikit berbuih. Suntikkan jarum dengan sudut sekitar 45 derajat atau kurang ke dalam vena yang telah Anda tentukan. Beberapa lagi menganjurkan untuk langsung dicabut dan prosedur diulangi lagi.  Lakukan aspirasi: o Bila tidak ada darah. Anda tetap harus tahu mengenai resiko ini. Walaupun ini jarang terjadi. berwarna merah terang. Beberapa organisasi keperawatan mengajarkan untuk terus berusahan melakukan probing dan mencari venanya. itu adalah vena.  Suntikkan obat secara perlahan-lahan. jangan sampai menggerakkan jarum yang sudah masuk dengan benar. segera tarik jarum dan langsung lakukan penekanan di bekas lokasi injeksi tadi. Penekanan dilakukan kurang lebih 2-5 menit. dan tidak memiliki tekanan.selama tidak terjadi hematom.  Lepaskan tirniquet dengan hati-hati. dan cuci tangan lagi.  Buanglah syringe dan jarum ke dalam tempat sampah medis. Atau bisa juga Anda gunakan band-aid untuk menutupi luka suntikan itu. berwarna merah gelap. dan memiliki tekanan.  Cuci tangan. o Bila ada darah yang masuk. Jarum mengarah ke arah proximal sehingga obat yang nanti disuntikkan tidak akan menyebabkan turbulensi ataupun pengkristalan di lokasi suntikan.  Setelah selesai. Terkadang mengusap-usap vena di bagian proximal dari lokasi injeksi dengan kapas alkohol dapat mengurangi nyeri selama memasukkan obat. lepaskan sarung tangan. Lanjutkan dengan langkah berikut. karena kecuali Anda menusuk dan melakukan probing terlalu dalam.

15. 46. 46-49.balihealthworld. 8. Covington TP. will be available soon on www. and receive all the benefits from sharing your knowledge to everyone. 11. London.com The website is currently under construction. Campbell J (1995) Injections. If we have overlooked any. i. January. Kiley J (1997) Does a needless injection system reduce anxiety in children receiving intramuscular injections? Pediatric Nursing. Simmonds BP (1983) CDC guidelines for the prevention and control of nosocomial infections: guidelines for prevention of intravascular infections. Taylor R (1995) A Comparative study of depot injection techniques. British Medical Journal. Surgical Nurse. Trattler MR (1997) Learn how to zero in on the safest site for an intramuscular injection. 7. Springhouse Corporation. 2. 7. American Journal of Infection Control.com for more info. 71-72. TEHNIK INJEKSI | 6/13/2008 The writer has made every effort to to trace the holders of the copyrighted printed materials. 59. 2. Chaplin G et al (1985) How safe is the air bubble technique for IM injections? Not very say these experts. 6-10. Surgical Nurse. This . Smith G (1997) Analysis of needle path during intramuscular injection. 301. 1. 455-458. Quartermaine S.REFERENSI Beyea SC. American Journal of Nursing. Torrance C (1989a) Intramuscular injection Part 2. 36-39. as well as hundreds other. 9698. post it. 356-358. E-mail to manager@balihealthworld. Koivisto VA. Torrance C (1989b) Intramuscular injection Part 1. 1.10. NursingTimes. 1072-1073. Springhouse Corporation (1993) Medication Administration and IV Therapy Manual. ii. Home P (1990) Insulin injection technique. 6. Katsma D. Stilwell B (1992) Skills Update. MacMillan Magazines. 62-63. 37. NursingResearch. Nicholl LH (1995) Administration of medications via the intramuscular route: anintegrative review of the literature and research-based protocol for the procedure. Please stand by for any following news. 39-41. 4. Pennsylvania. 30. Dann TC (1969) Routine skin preparation before injection. 5. Nursing Standard. July 3-4. Second edition. 25-29. 9 .balihealthworld. Keen MF (1986) Comparison of Intramuscular injection techniques to reduce site discomfort and lesions. 183-189. 207-210. or medical-based review of your own? Convert it into . Felig P (1978) Is skin preparation necessary before insulin injection? Lancet. 307. 5. An unnecessary procedure. Midwifery and Health Visiting (1992)Standards for Administration of Medicine.pdf file. Lancet. 288-292. United Kingdom Central Council for Nursing. Nursing Research. 6. Nursing. 5. 5.com in online. Thow J. Cockshott WP et al (1982) Intramuscular or intralipomatous injections. 12.pdf format and save it. As soon as www. Peragallo-Dittko V (1997) Rethinking subcutaneous injection technique. we will be plased to make necessary arrangements in the first opportunity. study report. New England Journal of Medicine. MacGabhann L (1998) A comparison of two injection techniques. 9. 23-33. Nursing. 24-27. Nursing Standard. UKCC. 29. 5. 35.Applied Nursing Research. 97. London. Burden M (1994) A practical guide to insulin injections. 23. Have a medical article. Polillio AM. Professional Nurse. 91.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful