TEHNIK INJEKSI

CHRISTOPHER RYALINO

PELATIHAN PRA-PJP UNTUK KOMEDIK
June 13, 2008

© 2008

Malam harinya. “Iya pak dokter.) KENAPA MENYUNTIK? TEHNIK INJEKSI | 6/13/2008 Sudah dijelaskan tadi bahwa terkadang tindakan menyuntik adalah permintaan dari pasien. Obat-obatan tersebut diberikan secara parenteral karena biasanya dengan demikian komponennya akan diserap oleh tubuh dengan jauh lebih cepat daripada pemberian per oral. intravena. Injeksi mulai menjadi sering dilakukan oleh praktisi medis sejak diketemukannya Penicillin pada dekade 1940-an. menguasai tehnik injeksi tanpa memahami prosedurnya secara lengkap dapat meningkatkan risiko timbulnya komplikasi-komplikasi yang tidak diinginkan. walaupun hanya dengan berbekal injeksi vitamin B12. maka solusinya adalah diberikan secara parenteral. Muliani. saya disuntik sama dokter yang itu.” kata kita para kaum medis selalu. ia berkata dengan mantap sambil menunjuk saya. tidak ada satu pun kakak kelas yang menawarkan saya untuk mencoba menyuntik pasien lagi. misalnya di desa-desa yang kebanyakan tingkat pendidikannya menengah ke bawah. Dengan profesionalisme dan kegigihan seorang mahasiswa semester I saya menyuntik pasien di acara Pelayanan Kesehatan. G AMBAR P ASIEN AK AN DIINJEKSI . Walhasil. seorang bapak datang ke posko kami dan mengeluh badannya panas dan pantatnya sedikit bengkak. tetap saja prosedur ini memiliki kelebihan dalam fungsinya untuk „memasukkan‟ substansi tertentu (obat) ke dalam tubuh pasien. Sampai saat ini. artinya dia belum ke dokter. Namun bagaimana pun juga. tindakan “menyuntik” ini bahkan menjadi favorit. karena makanan akan mengganggu penyerapannya atau merusak strukturnya. sekarang dosen di Bagian Anatomi.TEHNIK INJEKSI CHRISTOPHER RYALINO P ENDA HULUAN Melakukan tindakan injeksi merupakan kegiatan yang sering dilakukan oleh paramedis. dan dia belum sembuh. Saya pun cukup tahu diri untuk tidak memintanya. untungnya saya diijinkan lagi. (NB: pada Yankes hari ke-3. 1 . misalnya obat insulin. yang sudah mengajari saya tehnik menyuntik yang benar. banyak sekali obat-obat yang sudah tersedia dalam bentuk injeksi. Atau. Walaupun tindakan injeksi saat ini disarankan untuk dihindari. Ketika ditanya apakah ia disuntik hari itu. Banyak orang demikian merasa bahwa kalau dia belum disuntik. Terima kasih untuk dr. Masyarakat di perifer. subkutan. dan lain-lain. si bapak menjawab. Karena itu adalah penting bagi kita untuk mempelajari tehnik injeksi ini. di acara Yankes keesokan harinya. kita dengan gagah berani akan menyuntiknya. Sebenarnya sampai sekarang saya tidak tahu apa benar saya yang menyuntiknya.” Tidak salah lagi. Dan untuk menyenangkan pasien dan juga membuat dia merasa sudah sembuh. baik diberikan secara intramuscular. “Indikasi sosial. Pada tahun 1999 sebagai mahasiswa fakultas kedokteran semester I saya mengikuti Kersoskes bersama rekan-rekan semester VII (angkatan 1996) di sebuah desa di Lombok.

dan tarik bagian tongkat syringe ke atas dengan tangan dominan. Aspirasi dilakukan dengan cara berikut: Setelah Anda menusukkan jarum ke lokasi suntikan. Apabila pada injeksi intramuscular secara tidak sengaja ujung jarum menembus pembuluh darah. pada penyuntikan intramuscular dan intravena prosedur ini harus dilakukan. TEHNI K ASPIRASI TEHNIK INJEKSI | 6/13/2008 Walaupun aspirasi tidak lagi dilakukan pada metode injeksi subkutan. kita akan lebih banyak membahas perihal injeksi intramuscular. Apabila jarum telah menembus pembuluh darah. G AMBAR P ERBEDAAN SUDUT MASUK JARUM PADA I NJEKSI INTRADERMAL . sehingga akan diharapkan berguna pada saat melakukan pelayanan kesehatan nanti. Injeksi intravena 3. SUBK UTAN . Semua peserta pelatihan diharapkan untuk mampu melakukan injeksi intramuscular dengan baik sesuai dengan prosedur yang benar. Injeksi intramuscular 2. yaitu: 1. DAN INTRAMUSCULAR . maka obat yang disuntikkan akhirnya masuk secara intravena. 2 . Injeksi subcutan Sesuai dengan tujuan pelatihan ini. darah akan masuk tertarik ke dalam syringe. pegang bagian bawah syringe dengan tangan nondominan Anda. maka dari ketiga tehnik tersebut di atas. Hal ini dapat mengakibatkan terbentuknya emboli sebagai akibat reaksi komponen kimia dari obat tersebut.TEHNI K PENYUN TIKAN Dalam kesempatan ini kita akan membahas tiga tehnik penyuntikan yang umum dipakai.

Dann (1969) dan Koivisto & Felig (1978) menemukan bahwa tehnik desinfeksi dengan alkohol tidak selalu mutlak diperlukan. Cabut jarum dan ulangi prosedur penyuntikan dari awal. Apabila darah masuk tertarik. peradangan.5 cm tepat di bawah tonjolan acromion. maka prosedur yang Anda lakukan salah. dan jumlah obat yang ideal paling kecil (antara 0. 1. dan tehnik injeksi yang Anda lakukan adalah intramuscular. G AMBAR I NJEKSI IM TEHNIK INJEKSI | 6/13/2008 LOKASI Terdapat lima lokasi penyuntikan intramuscular yang sudah terbukti bahwa obatnya akan diabsorbsi dengan baik oleh tubuh. penyuntikan di lokasi ini harus dihindari. 3 G AMBAR L OKASI D ELTOID . Lokasi penyuntikan harus dipertimbangkan dengan mengingat kondisi fisik pasien. maka prosedur yang Anda lakukan sejauh ini benar. Dan apabila memang dipandang perlu. sehingga akan mampu memberikan efek sistemik dalam waktu yang singkat. PADA DAERAH LENGAN ATAS (DELTOID)  Mudah dan dapat dilakukan pada berbagai posisi. namun kekurangannya area penyuntikan paling kecil.  Jarum disuntikkan kurang lebih 2.maka kulit itu harus diswab dengan kapas alkohol selama 30 detik. dan jumlah obat yang akan diberikan. ataupun terdapat lesi dalam bentuk apapun. desinfeksi kulit sebelum penyuntikan intramuscular adalah tidak perlu. Jarum yang semestinya mencapai jaringan otot rupanya bersarang di pembuluh darah.Hal ini biasanya terjadi karena lokasi injeksi kurang tepat. dan obat kini siap dimasukkan langsung ke pembuluh darah balik tersebut. TEHNI K DESINFEKSI KULI T DI LOKA SI SUN TIKAN Walaupun tehnik desinfeksi kulit dengan kapas alkohol sebelum prosedur penyuntikan sudah dikenal luas. Misalnya menggunakan kapas alkohol sebelum menyuntikkan insulin secara subkutan seringkali membuat kulit menjadi mengeras karena efek alkohol. rupanya angka infeksi post-injeksi yang terjadi tidak lebih banyak daripada yang dilakukan swab alkohol sebelumnya. dan tehnik injeksi yang Anda lakukan adalah injeksi intravena. Apabila pada lokasi suntikan yang diinginkan terdapat pembengkakan. Jika injeksi dilakukan sebelum kulit kering. infeksi. pada kenyataannya ada perbedaan temuan. dan ketika prosedur itu ditiadakan. Jarum telah memasuki pembuluh darah. INJEKSI INTRAMUSCULAR Adalah tindakan menyuntikkan obat ke dalam otot yang terperfusi baik. masih ada kemungkinan bakteri belum mati.Apabila ini terjadi. dan malah bersama-sama dengan alkohol bisa saja ikut menginokulasi lokasi penyuntikan sehingga meningkatkan risiko infeksi.5-1 ml). dan kemudian tunggu 30 detik lagi agar kulit menjadi kering lagi. dan juga biasanya mampu menyerap dalam dosis yang besar. dan tenaga medis juga mengikuti standar asepsis yang benar. Para ahli berpendapat bahwa apabila pasien tampak bersih secara fisik. usia pasien.

Kemudian gerakkan jari tengah Anda sejauh mungkin menjauhi jari telunjuk sepanjang crista iliaca. kadang-kadang kulit di atasnya perlu ditarik atau sedikit dicubit untuk membantu jarum mencapai kedalaman yang tepat. Maka jari telunjuk dan jari tengah Anda akan membentuk huruf V. gluteus medius. 2.  Volume injeksi ideal antara 1-5 ml (untuk bayi antara 1-3 ml).  Hati-hati terhadap n. G AMBAR V ASTUS L ATE RALIS G AMBAR R ECTUS FE MORIS TEHNIK INJEKSI | 6/13/2008 5. misalnya pasien dengan riwayat alergi berat biasanya menggunakan tempat ini untuk menyuntikkan steroid injeksi yang mereka bawa kemana-mana.Minta pasien berbaring ke samping dengan lutut sedikit fleksi.  Pada bayi atau orang tua. PADA DAERAH PAHA BAGIAN DEPAN (RECTUS FEMORIS)  Pada orang dewasa.radialis. namun angka terjadi komplikasi paling tinggi.glutea superior  Gambarlah garis imajiner horizontal setinggi pertengahan glutea. G AMBAR L OKASI G LUTEUS M AXIMUS 3.  Suntikkan jarum di tengah-tengah huruf V itu.brachialis atau n.  Pada bayi atau orang tua. PADA DAERAH DORSOGLUTEAL (GLUTEUS MAXIMUS)  Paling mudah dilakukan. rectus femoris terletak pada sepertiga tengah paha bagian depan. m.  Volume injeksi ideal antara 1-5 ml (untuk bayi antara 1-3 ml). dengan demikian tonus ototnya akan berada kondisi yang mudah untuk disuntik dan dapat mengurangi nyeri. PADA DAERAH VENTROGLUTEAL (GLUTEUS MEDIUS)  Letakkan tangan kanan Anda di pinggul kiri pasien pada trochanter major (atau sebaliknya). 4 .  Lokasi ini jarang digunakan. namun biasanya sangat penting untuk melakukan auto-injection. Organ penting yang mungkin terkena adalah a. PADA DAERAH PAHA BAGIAN LUAR (VASTUS LATERALIS)  Pada orang dewasa. m. Hal ini terjadi apabila kita menyuntik lebih jauh ke bawah daripada yang seharusnya. vastus lateralis terletak pada sepertiga tengah paha bagian luar. 4.sciatus dan a. kemudian buat dua garis imajiner vertical yang memotong garis horizontal tadi pada pertengahan pantat pada masing-masing sisi. kadang-kadang kulit di atasnya perlu ditarik atau sedikit dicubit untuk membantu jarum mencapai kedalaman yang tepat.  Volume suntikan ideal antara 2-4 ml. Suntiklah di regio glutea pada kuadran lateral atas. maka jarum akan menembus m.  Volume ideal antara 1-4 ml.  Minta pasien untuk meletakkan tangannya di pinggul (seperti gaya seorang peragawati). Posisikan jari telunjuk sehingga menyentuh SIAS.

ulangi prosedur. Ingatlah bahwa target suntikan adalah otot. Anda tidak mau menyuntikkan obat ke pasien yang salah. Penelitian oleh Katsma dan Smith (1997) menemukan bahwa perawat-perawat di Inggris tidak selalu menyuntikkan jarum 90 derajat pada injeksi intramuscular. dan ketika usai menarik jarum. telah berkembang tehnik penyuntikan intramuscular yang disebut tehnik Z-track.  Pertama-tama. jumlahnya. TEHNIK INJEKSI Sudut masuk jarum berperan penting dalam derajat nyeri pasien saat injeksi. Gunakan pengetahuan anatomi Anda untuk memperkirakan kedalaman jarum. maka secara mekanis akan membantu mengurangi sensitivitas ujung-ujung serat saraf di permukaan kulit. Pahami secara menyeluruh obat yang Anda suntikkan.Bila tidak ada darah. pastikan identitas pasien. Kemudian lakukan penyuntikan seperti biasa. lanjutkan. Injeksi intramuscular sebaiknya dilakukan dengan memasukkan jarum tegak lurus dengan kulit (90 derajat) untuk memastikan jarumnya mengenai otot yang dimaksud.  Lakukan aspirasi. dan waktu pemberian. dan rupanya hal ini berpengaruh pada penilaian derajat nyeri yang dirasakan pasien.  Pisahkan jarum dari syringe. Techniques TEHNIK INJEKSI | 6/13/2008 TEHNIK Z-TRACK Selama dua dekade terakhir. atau reaksi-reaksi lain yang terjadi. Jarum akan lebih mudah menusuk kulit dengan sudut 90 derajat apabila kulit yang ditusuk berada dalam keadaan teregang. Tergantung jenis obat yang dimasukkan.  Gunakan tangan non-dominan untuk mengencangkan kulit di sekitar lokasi suntikan.  Tentukan lokasi penyuntikan yang benar sesuai dengan petunjuk di atas. Bersihkan kulit di atasnya dengan alkohol atau cairan desinfektan lain. dan juga mudah serta ideal bagi Anda untuk melakukan injeksi yang diinginkan. Hal ini akan menggerakkan jaringan cutan dan subcutan yang ada di atas otot yang akan disuntik. atau silahkan baca rekomendasi dari pabrik pembuat obat. kurang lebih sejauh 1-2 cm. 5 .  Pegang syringe dengan tangan dominan Anda (gunakan ibu jari dan jari telunjuk).  Periksa lokasi suntikan sekali lagi untuk memastikan bahwa tidak ada perdarahan. Dengan teregangnya kulit. Keen (1986) pertama kali mengemukakan dalam penelitiannya bahwa tehnik ini mampi mengurangi sensasi nyeri dan juga mampu meminimalkan „kebocoran‟ (obat yang disuntikkan masuk ke ruang sub kutis pada saat jarum dicabut ).  Catat dalam rekam medis pasien jenis obat yang dimasukkan.  Masukkan jarum sehingga menembus otot yang dicari. sehingga ketika menarik kulit tersebut kita tidak melepaskan mata kita dari lokasi suntikan yang benar. Tehnik ini dilakukan dengan cara menarik kulit di atas lokasi suntikan ke arah lain.  Masukkan obat dengan perlahan (1 ml per 10 detik) sampai dosis yang diinginkan tercapai. pembengkakan. Buang keduanya di tempat sampah khusus sampah medis. Memudahkan penusukan jarum. lepaskan kulit yang sedari tadi Anda pegang. Menggerakkankan anggota gerak yang disuntik setelahnya juga dipercaya dapat membantu proses penyerapan obat karena hal itu akan meningkatkan aliran darah ke daerah yang disuntik. 1992) 1. tarik jarum syringe. 2.  Setelah usai. masukkan ke dalam syringe.  Posisikan pasien dalam posisi yang nyaman. Hal ini mengakibatkan luka penetrasi jarum di jaringan otot akan ditutupi oleh jaringan kutis dan subkutis yang intak. cabut jarum. ada beberapa obat yang memerlukan pemijatan ringan untuk membantu penyerapan. Bila ada darah. namun ada pula yang tidak.PROSEDUR TINDAKAN  Siapkan obat yang akan disuntikkan. Tehnik injeksi yang dilakukan hampir di seluruh dunia adalah dengan cara mengencangkan kulit di sekitar lokasi injeksi dengan tujuan: (Stilwell.

Biasanya volume obat yang disuntikkan terbatas pada 1-2 ml per sekali suntik. Hal ini berbahaya karena insulin yang disuntikkan ke otot akan diserap lebih cepat oleh tubuh dan sebagai akibatnya akan terjadi goncangan kadar glukosa darah yang dapat membawa pasien ke kondisi hipoglikemia. Oleh karenanya jangan heran melihat orang diabetes menyuntikkan insulin ke pahanya sendiri dengan sudut masuk jarum tegak lurus dengan kulit. Kulit sebaiknya sedikit dicubit untuk menjauhkan jaringan subkutis dari jaringan otot. Saat ini jarum alay suntik insulin bermerk sudah dibuat sedemikian rupa sehingga dengan sudut 90 derajat dengan kulit. insulin dapat masuk ke jaringan subkutan.INJEKSI SUBKUTAN Tehnik ini digunakan apabila kita ingin obat yang disuntikkan akan diabsorpsi oleh tubuh dengan pelan dan berdurasi panjang (slow and sustained absorption). Peragallo & Dittko (1997) G AMBAR I NJEKSI S UBKUTAN menggunakan CT scan dalam penelitian mereka dan menemukan bahwa injeksi subkutan sering kali masuk ke jaringan otot. Dari gambaran CT scan ditemukan bahwa suntikan dengan tehnik subkutan hampir tidak pernah menembus pembuluh darah. Dari studi yang sama juga didapatkan bahwa suntikan subkutan dipercaya tidak lagi memerlukan aspirasi. terutama bila dilakukan pada daerah abdomen atau paha. Springhouse Corporation (1993) bahkan menyatakan bahwa apabila penyuntikan subkutan diawalin dengan aspirasi. NB: Sejak 1994 perkembangan terapi injeksi insulin sangat cepat. Injeksi subkutan dilakukan dengan menyuntikkan jarum menyudut 45 derajat dari permukaan kulit. akan meningkatkan risiko terjadinya hematom di area subkutan. G AMBAR M ENC UBIT KULIT UNTUK ME MUDAHKAN G AMBAR P ILIHAN LOKASI INJEKSI PADA INJEKSI SUBK UTAN TEHNIK INJEKSI | 6/13/2008 6 .

Biasanya volume obat yang disuntikkan terbatas pada 1-2 ml per sekali suntik. Peragallo & Dittko (1997) menggunakan CT scan dalam penelitian mereka dan menemukan bahwa injeksi subkutan sering kali masuk ke jaringan otot. DAN MENGHINDARINYA Karena kita akan menyuntikkan obat dengan jarum ke dalam vena. dan kemudian akan tergantung kepada keahlian dan pengalaman Anda untuk berhasil melakukan injeksi. namun terkadang melokalisir posisi katup itu dapat menjadi sesuatu yang sulit untuk dilakukan. terutama bila dilakukan pada daerah abdomen atau paha. MEMPERKIRAKAN TEMPAT KATUP VENA. Untuk mengetahui dimana saja terdapat katup ini. Apabila katup vena ini tidak sengaja tertusuk. dan bahkan dapat menyebabkan kolaps pada vena yang bersangkutan. Hal ini bertujuan mendorong darah yang ada di vena balik ke arah distal. Ada kalanya vena yang ideal tidak ada.  Bersihkan lokasi injeksi dengan kapas alkohol. Di tempat itulah terdapat katup vena. lakukan tekanan ke arah distal pada vena yang bersangkutan. mendekati katup terakhir yang dilewatinya. Carilah vena perifer yang tampak atau yang cukup besar sehingga akan memudahkan Anda untuk melakukan injeksi nantinya. Katup-katup ini ada dengan tujuan untuk mencegah alirah darah balik pada vena (mencegah aliran darah menjauhi jantung). adalah penting bagi kita untuk menghindari katup vena. Injeksi subkutan dilakukan dengan menyuntikkan jarum menyudut 45 derajat dari permukaan kulit. TEHNIK INJEKSI | 6/13/2008 G AMBAR I NJEKSI I NTRAVENA 7 .  Pasang torniquet di bagian proximal dari lokasi injeksi. Ikuti tekanan itu dan akan Anda temukan nantinya ada tempat tertentu dimana darah yang Anda dorong itu tidak dapat “lewat” lagi. Sekarang Anda tahu di tampat itu Anda tidak boleh melakukan suntikan. PROSEDUR TINDAKAN  Cuci tangan terlebih dahulu. Terkesan sederhana. Bila perlu gunakan sarung tangan untuk melindungi Anda.INJEKSI INTRAVENA Tehnik ini digunakan apabila kita ingin obat yang disuntikkan akan diabsorpsi oleh tubuh dengan pelan dan berdurasi panjang (slow and sustained absorption). maka dapat menyebabkan kerusakan permanen pada katup tersebut. Kulit sebaiknya sedikit dicubit untuk menjauhkan jaringan subkutis dari jaringan otot.  Tentukan lokasi injeksi. Hal ini G AMBAR P ENYUNTIKAN INTRAVE NA ME NGG UNAKAN W ING NEEDLE berbahaya karena insulin yang disuntikkan ke otot akan diserap lebih cepat oleh tubuh dan sebagai akibatnya akan terjadi goncangan kadar glukosa darah yang dapat membawa pasien ke kondisi hipoglikemia.

* © 2008 TEHNIK INJEKSI | 6/13/2008 8 . Atau bisa juga Anda gunakan band-aid untuk menutupi luka suntikan itu. jangan sampai menggerakkan jarum yang sudah masuk dengan benar. lepaskan sarung tangan.  Setelah selesai.  Buanglah syringe dan jarum ke dalam tempat sampah medis.  Suntikkan obat secara perlahan-lahan.selama tidak terjadi hematom. o Bila ada darah yang masuk. berwarna merah terang. Itu berarti Anda mengenai arteri. Beberapa organisasi keperawatan mengajarkan untuk terus berusahan melakukan probing dan mencari venanya. dan cuci tangan lagi. sedikit berbuih. o Bila ada darah yang masuk. Suntikkan jarum dengan sudut sekitar 45 derajat atau kurang ke dalam vena yang telah Anda tentukan. itu adalah vena. berarti perkiraan Anda salah. dan tidak memiliki tekanan. Lanjutkan dengan langkah berikut. segera tarik jarum dan langsung lakukan penekanan di bekas lokasi injeksi tadi. karena kecuali Anda menusuk dan melakukan probing terlalu dalam.  Cuci tangan. Penekanan dilakukan kurang lebih 2-5 menit. cabut jarum dan langsung lakukan penekanan di bekas lokasi injeksi dengan kapas alkohol. Anda tetap harus tahu mengenai resiko ini. berwarna merah gelap.  Lakukan aspirasi: o Bila tidak ada darah.  Lepaskan tirniquet dengan hati-hati. dan memiliki tekanan. Jarum mengarah ke arah proximal sehingga obat yang nanti disuntikkan tidak akan menyebabkan turbulensi ataupun pengkristalan di lokasi suntikan. Terkadang mengusap-usap vena di bagian proximal dari lokasi injeksi dengan kapas alkohol dapat mengurangi nyeri selama memasukkan obat. Walaupun ini jarang terjadi. Beberapa lagi menganjurkan untuk langsung dicabut dan prosedur diulangi lagi.

Surgical Nurse. 97. Polillio AM. 46-49. Nursing Standard. 2. Covington TP. MacGabhann L (1998) A comparison of two injection techniques. 8. and receive all the benefits from sharing your knowledge to everyone. 24-27. Surgical Nurse. i. Kiley J (1997) Does a needless injection system reduce anxiety in children receiving intramuscular injections? Pediatric Nursing. 1. July 3-4. 183-189. as well as hundreds other. Torrance C (1989b) Intramuscular injection Part 1. London. 9. Lancet. 6. Peragallo-Dittko V (1997) Rethinking subcutaneous injection technique. 12. 7. United Kingdom Central Council for Nursing. 2. 356-358. 1. An unnecessary procedure. post it. 37. 25-29. Cockshott WP et al (1982) Intramuscular or intralipomatous injections. or medical-based review of your own? Convert it into . 207-210. Campbell J (1995) Injections. ii. Pennsylvania. Smith G (1997) Analysis of needle path during intramuscular injection. Nursing. 288-292.pdf format and save it. 4. Nursing Research. As soon as www. Dann TC (1969) Routine skin preparation before injection. 39-41. Keen MF (1986) Comparison of Intramuscular injection techniques to reduce site discomfort and lesions. Torrance C (1989a) Intramuscular injection Part 2.Applied Nursing Research. NursingResearch.balihealthworld. 35. MacMillan Magazines. will be available soon on www. Midwifery and Health Visiting (1992)Standards for Administration of Medicine. Springhouse Corporation (1993) Medication Administration and IV Therapy Manual.10. Home P (1990) Insulin injection technique. 91. Katsma D. TEHNIK INJEKSI | 6/13/2008 The writer has made every effort to to trace the holders of the copyrighted printed materials. Have a medical article. Stilwell B (1992) Skills Update.com for more info. 15. Burden M (1994) A practical guide to insulin injections. 307. NursingTimes. study report.REFERENSI Beyea SC. American Journal of Nursing. January.balihealthworld. Nicholl LH (1995) Administration of medications via the intramuscular route: anintegrative review of the literature and research-based protocol for the procedure. 29. Please stand by for any following news. 9 .com The website is currently under construction.pdf file. Trattler MR (1997) Learn how to zero in on the safest site for an intramuscular injection. British Medical Journal. 7. If we have overlooked any. E-mail to manager@balihealthworld. Professional Nurse. New England Journal of Medicine. 6-10. Thow J. 59. 36-39. 71-72. Simmonds BP (1983) CDC guidelines for the prevention and control of nosocomial infections: guidelines for prevention of intravascular infections. Nursing. 46. 5. 11. London. 455-458. Chaplin G et al (1985) How safe is the air bubble technique for IM injections? Not very say these experts. 9698. Felig P (1978) Is skin preparation necessary before insulin injection? Lancet. 5. 301. 5. 62-63. Koivisto VA. Nursing Standard. 23. 5. American Journal of Infection Control. 23-33.com in online. we will be plased to make necessary arrangements in the first opportunity. 6. 5. Second edition. This . 30. 1072-1073. UKCC. Quartermaine S. Taylor R (1995) A Comparative study of depot injection techniques. Springhouse Corporation.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful