Apa itu EMKL / PPJK dan Trucking Company

EMKL/U kependekan dari Eekspedisi Muatan Kapal Laut / Udara. PPJK kependekan dari Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan. Trucking Copmpany adalah perusahaan yang memiliki armada angkutan darat seperti truck / mobil box. Trucking Copmpany bukanlah EMKL dan PPJK. Namun sebuah EMKL/PPJK pasti memiliki kerjasama dengan banyak Trucking Company. Dulu sebuah EMKL belum tentu bisa mengurus kegiatan kepabeanan di pelabuhan atau bandara. Karena tidak semua EMKL memiliki ijin PPJK. Namun sekarang EMKL dan PPJK adalah identik. Karena EMKL sekarang sudah pasti memiliki ijin PPJK. Tugas EMKL / PPJK adalah mengurusi proses customs clearance / jasa kepabeanan di pelabuhan / bandara. Biasanya tugas mereka satu paket seperti dibawah ini : 1. Mengambil Kontainer kosong di DEPO KONTAINER, mengantarnya ke gudang shipper / exportir untuk dimuat barang, lalu mengantarnya ke TPK / Tempat Penumpukan Peti Kemas di pelabuhan. Atau jika pengirimannya tidak menggunakan kontainer, maka mereka cukup mengantarkan truck ke gudang shipper lalu mengantarnya ke gudang / warehouse di perusahaan yang menyediakan jasa pengiriman konsol / LCL (yaitu pengiriman barang yang tidak menggunakan kontainer""akan dijelaskan nanti"") 2. Mengurusi customs clearance / jasa kepabeanan di BeaCukai jika shipper tidak mengurusi Customs Clearance sendiri. 3. Mengurusi proses pembuatan COO (certificate of Origin) jika shipper tidak mengurusinya sendiri. 4. Menginput data Export menggunakan EDI system jika shipper belum memiliki EDI System sendiri

pa·be·an /pabéan/ n instansi (jawatan, kantor) yg mengawasi, memungut, dan mengurus bea
masuk (impor) dan bea keluar (ekspor), baik melalui darat, laut, maupun melalui udara;

Freight Forwarder adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang keagenan yang
mengurusi pengiriman dan penerimaan barang Export dan Import. Freight Forwarder ini bisa dikatakan sebagai agent Shipping Agent / Carrier. Apa yang ditawarkan Freight Forwarder kepada kita?. Mereka menawarkan jasa pengiriman / penerimaan cargo baik untuk export maupun import, dengan menggunakan service udara atau laut dengan berbagai variasi harga dan service pelayanan. Artinya, servive pengiriman yang ditawarkan oleh Freight Forwarder itu jauh lebih bervariasi daripada Shipping Agent. Koq bisa?... Begini, Freight Forwarder itu memiliki banyak kerjasama dengan para Shipping Agent, mereka memiliki kontrak kerja dengan para Shipping Agent. Oleh karena itu, sangatlah wajar jika Freight Forwarder dapat memberikan variasi penawaran harga dan schedule kapal/pesawat yang berbeda-beda kepada

Yang kita butuhkan dari mereka adalah : 1. Hanya saja.. ANGIN SEPOI-SEPOI bekerjasama dengan agent di AUSTRALIA yang bernama MBOEH THEMEN. Harga pengiriman via laut / udara (Ocean Freight / Air Freight) 2.Freight Forwarder bidang kerjanya hampir sama dengan Shipping Agent. Karena mereka menawarkan jasa angkutannya. mereka yang tidak memiliki armada sendiri juga tetap dikatakan sebagai shipping agent. INC. Kenapa bisa begini.. Gimana jika saya mau kirim cargo ke AUSTRALIA apakah agent disana juga sama?. bisa jadi PT. Intinya. akan dibahas perbandingan Shipping Agent dan Freight Forwarder Shipping agent / carrier adalah pihak yang "memiliki sarana dan prasarana" angkutan laut maupun udara. Jadi misalnya kita pake jasa freight forwarder PT.customer-nya. maka agent yang nantinya akan mengurusi cargo kiriman kita di USA adalah PLEASE CALM DOWN. Lalu. mereka hanya memiliki perwakilan kantor cabang mereka di beberapa Kota besar di Negara Besar saja. Freight Forwarder juga menerbitkan Bill Of Lading sendiri. Lalu apa yang kita butuhkan dari shipping agent / carrier ini dalam kaitannya dengan proses export dan import?. Freight Forwarder juga memiliki kerjasama dengan agent yang bergerak di bidang yang sama di luar negeri. Space / tempat kosong di kapal atau pesawat sebagai tempat menaruh barang kita 4. Jika Freight Forwarder itu adalah sebuah perusahaan. 3. ANGIN SEPOI-SEPOI memiliki kerjasama dengan agent di USA yang bernama PLEASE CALM DOWN. maka barang tentu mereka akan membuka kantor cabang di setiap kota-kota pelabuhan di penjuru dunia. LTD. B/L atau Bill of Lading yaitu konosemen yang digunakan sebagai bukti pengiriman barang bagi exportir / shipper / pengirim barnag dan sebagai bukti pengambilan barang bagi si buyer / consignee / penerima barang . ANGIN SEPOI-SEPOI di Jakarta. Karena D/O inilah yang kita gunakan untuk mengambil kontainer kosong. Kata "memiliki sarana dan prasarana" bukan berarti semua perusahaan shipping agent / carrier memiliki armadanya sendiri. INC. Lalu apakah setiap Freight Forwarder itu memiliki kantor cabang di seluruh penjuru dunia?. Ya belum tentu juga. Schedule Pelayaran / Penerbangan (Shipping schedule / flight schedule). karena PT. bagaimana cara mereka kerjanya?. Namun banyak juga yang tidak memilikinya. Ada shipping agent / carrier yang memiliki armadanya sendiri seperti kapal dan pesawat. sangat jarang perusahaan forwarder yang berskala besar. Namun begitu. Pada postingan lain. Paling besar. 5. D/O atau Delivery Order (untuk pengiriman menggunakan kontainer).

Yang terlibat dari proses Export diluar pemerintah si pengirim barang dan penerima barang secara garis besar ada 4. Siapa saja yang terlibat dalam proses Export?. 3. yaitu : Shipper / pengirim barang adalah importir yang menjual barangnya. . namun urutannya di balik. 4. Dalam dunia perdagangan kegiatan import ini adalah kegiatan / pengiriman / pembelian barang dari luar negara untuk dikirimkan ke dalam negeri. Yaitu : 1. sama saja dengan proses export. dan Buyer atau Consignee yaitu si penerima / pembeli barang yang ada di dalam negeri. pengertian Export adalah proses pengiriman / penjualan barang dari dalam negeri dengan tujuan luar negeri. 2. Dimana dalam kegiatan export tersebut tidak terlepas dari proses dan aturan yang berlaku di negara tersebut dan melibatkan berbagai pihak. Baik itu instansi swasta meupun negeri. Lalu bagaimana dengan proses Impornya?. Import adalah suatu kegiatan pemindahan barang dari tempat lain ke tempat kita. Carrier : Carrier / bisa di sebut sebagai pihak yang menyediakan sarana pengangkutan baik itu angkutan laut seperti kapal atau angkutan udara dengan pesawatnya. EMKL / PPJK dan Trucking Company yang mengurusi Customs clearance di pelabuhan atau bandara dan mengantarnya ke gudang buyer / consignee. Shipper : Shipper / Exportir adalah seseorang / badan usaha yang mengirimkan barang dengan maksud menjual barang / mengembalikan barang yang telah di beli namun rusak dsb. PPJK/EMKL dan Trucking Company : EMKL / PPJK adalah pihak yang mengurusi proses customs clearance di pelabuhan dan trucking company adalah perusahaan yang menyediakan angkutan darat seperti truck yang membawa barang dari gudang shipper menuju pelabuhan atau bandara.Export adalah suatu kegiatan pemindahan barang dari tempat asal ke tempat lain. Carrier. Dalam dunia perdagangan. Buyer : Buyer atau biasa di sebuat sebagai pembeli yang membeli barang si shipper.

280m 39′-5 7′-8 8′-9 7′-8 8′-5 40′ Hi40′-0” 8′-0” 9′-6” 67.000kg 2.280m 39′-5 7′-8 7′-9 7′-8 7′-5 40′ Steel 40′-0” 8′-0” 8′-6” 67.340m 2.400kg 28.896m 12.385m 30.610kg 2.650lb 10.340m 2.591m 12.385m 30.896m 13.032m 2.200lb 8.192m 2.940lb 45/64” 19/32” 15/16” 1/8” 49/64” Cube Steel Dry Cargo 12.585m Container 67.080kg 2.480kg 4. dll di bagi menjadi 4 Jenis Kontainer Standar yang memiliki Dimensi dan Kapasitas Muat yang masing-masing berbeda.192m 2. Berikut adalah perinciannya : Dry/steel atau Dry/aluminium Exterior Type Length Width Height Length Width Height 19′-4 7′-8 7′-9 13/16” 19/32” 57/64” Interior Gross Weight Weight Tare Weight Net Weight Door Opening Width Height 7′-8 1/8” 7′-5 3/4” 52.352m 2.000kg 26.Kontainer Dry atau Kontainer standar yang di gunakan untuk pengiriman barang tidak berbahaya dan tidak memerlukan perlakuan khusus seperti mebel.380lb 45/64” 19/32” 57/64” 1/8” 3/4” Dry Cargo Container 12.290lb 7′-8 1/8” 7′-8 1/8” 8′-5 49/64” 8′-5 49/64” 30.800kg 2.820lb 58.352m 2.69m 30.343m 2. garment.770lb 67.585m 13.858lb 56.342lb 45′ Hi45′-0” Cube Steel Dry Cargo Container 8′-0” 9′-6” 44′-5 7/10” 7′-8 8′-10 19/32” 17/64” 71.290lb 61.200lb 10.260lb 57.200lb 5.438m 2.670kg 20′ Steel Dry Cargo Container 20′-0” 8′-0” 8′-6” 6.716m 2.343m 2.898m 2.556m 2.140lb 47.200kg 26.585m 32.360lb 61.032m 2.480kg 2.330kg 21. handicraft.343m 2.200lb 9.438m 2.438m 2.352m 2.480kg 4.700kg 27.591m 5.480kg 4.500kg 4.352m 2.480kg 2.438m 2.280kg 2.698m .870kg 25.910lb 5.910lb 24.058m 2.

maupun udara dengan mendapatkan balas jasa. 3. baik melalui darat. sarana angkutan. pelayaran rakyat. Barang khusus. 2. 2. maupun kepulauan.PERANAN JASA ANGKUTAN TRUK DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA Salah satu sektor jasa yang memiliki factor penting dalam perekonomian adalah Sektor Jasa Angkutan Truk. terminal. Berdasarkan definisi yang ditetapkan oleh Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya (DLLAJR). Angkutan barang. dan pelayaran perintis. definisi untuk masing-masing jenis barang yang diangkut menggunakan jasa angkutan truk adalah sebagai berikut: 1. Sedangkan dilihat dari jenis muatan. meliputi angkutan udara internasional dan angkutan udara dalam negeri (komersial dan perintis). Angkutan laut. jasa angkutan dapat dibedakan menjadi: 1. yang dimaksud dengan perusahaan angkutan adalah suatu usaha yang melakukan kegiatan untuk mengangkut penumpang atau barang/ternak dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan alat angkut. Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 69 Tahun 1993 tentang Penyelenggaraan Angkutan Barang di Jalan. dan angkutan penyeberangan. meliputi angkutan jalan raya. menuntut moda transportasi yang handal serta ekonomis. pelayaran lokal. air. dan sistem operasi yang mendukung kelancaran perpindahan objek fisik (manusia dan atau barang) dari suatu tempat asal ke tempat tujuan yang terpisahkan secara geografis. Jasa Angkutan Truk merupakan bagian yang tak terpisahkan dari ekonomi dunia. Jasa Angkutan Truk lah yang mengambil peranan. Barang umum. Angkutan udara. Angkutan penumpang. Angkutan darat. angkutan kereta api. Menurut opini pakar menunjukkan bahwa sektor jasa angkutan truk merupakan bagian dari jasa angkutan (transportasi) secara luas yang didefinisikan sebagai kesatuan yang terdiri dari elemen-elemen prasarana fisik (jaringan. meliputi pelayaran nusantara. 3. pelabuhan). Bahan berbahaya. Sedangkan definisi perusahaan jasa angkutan barang adalah perusahaan yang melakukan kegiatan untuk mengangkut barang dari satu tempat ke tempat lainnya melalui darat dengan mendapatkan balas jasa dan menggunakan mobil barang sesuai dengan jenis layanan angkutan barang yang ada. Secara umum jasa angkutan dapat dibedakan menjadi: 1. 2. pelayaran khusus. . Kondisi geografis Negara yang meliputi dataran pulau.

14 Tahun 1992 mengenai sektor jasa angkutan umum. 14 Tahun 1992 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. seperti halnya jasa angkutan penumpang. Usaha angkutan orang dan atau barang dengan kendaraan umum. Meskipun dalam undang-undang tersebut secara tegas dijelaskan bahwa struktur dan golongan tarif angkutan dengan kendaraan umum ditetapkan oleh Pemerintah (pasal 42). dapat dilakukan oleh badan hukum Indonesia (termasuk koperasi) atau warga negara Indonesia berdasarkan ijin (pasal 41). Sedangkan untuk pengangkutan bahan berbahaya. Demi keselamatan. Ditinjau berdasarkan klasifikasi aspek teknis dan terminologi yang digunakan oleh Dinas Perhubungan. peti kemas. baik tipe single (4 ban) maupun tipe double (6 ban). termasuk jasa angkutan truk. Kegiatan pengangkutan orang dan atau barang dengan memungut pembayaran hanya dilakukan dengan kendaraan umum (pasal 35). Peti kemas. 2. 3. berbeda dengan jenis jasa angkutan darat untuk penumpang. akan ditetapkan jaringan lintas angkutan barang yang dapat dilayani menggunakan kendaraan bermotor barang tertentu (pasal 39). Ketentuan ini dimaksudkan untuk menjamin adanya pemerataan dalam pengusahaan jasa angkutan umum dengan tetap mempertimbangkan keseimbangan antara permintaan dan penawaran serta kualitas pelayanan. barang khusus. ketertiban. 3. Alat berat. . 2. Dengan demikian struktur dan golongan tarif untuk jasa angkutan truk atau jasa angkutan barang sangat ditentukan sepenuhnya oleh kondisi dan perilaku pasar. Truk kecil tipe pick-up dengan kapasitas angkut (tonase) di bawah 4 ton. Truk sedang. dan alat berat diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah (pasal 40). keamanan. 5. Pokok-pokok pikiran yang tercantum dalam Undang-Undang No. juga diatur berdasarkan Undang-Undang No. PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DALAM USAHA JASA ANGKUTAN TRUK Sektor jasa angkutan truk atau jasa angkutan barang. Truk besar dengan kapasitas angkut (tonase) mencapai lebih dari 8 ton yang banyak digunakan untuk jasa angkutan peti kemas dan alat berat . namun pada kenyataannya khusus untuk jasa angkutan truk atau jasa angkutan barang tidak ada peraturan pemerintah yang mengatur hal tersebut. dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan.4. secara singkat dapat diuraikan sebagai berikut: 1. jenis kendaraan yang digunakan untuk jasa angkutan truk dibedakan sebagai berikut: 1. dengan kapasitas angkut (tonase) antara 4 – 8 ton.

Pengusaha angkutan umum wajib mengasuransikan tanggung jawabnya sebagaimana point 5 tersebut di atas (pasal 46). dan pelayaran perintis (non-komersial). pelayaran lokal. Pengusaha angkutan umum bertanggung jawab atas kerugian yang diderita penumpang. meliputi angkutan jalan raya. Struktur dan golongan tarif angkutan dengan kendaraan umum. meliputi pelayaran nusantara. pengusaha angkutan barang umum diwajibkan mempekerjakan awak kendaraan yang merupakan pegawai tetap dan memenuhi persyaratan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. angkutan kereta api. serta mematuhi waktu kerja dan waktu istirahat bagi pengemudi. ditetapkan oleh Pemerintah (pasal 42). Sesuai dengan istilah yang digunakan dalam KEPMEN Perhubungan Nomor KM 69 Tahun 1993 tersebut. untuk selanjutnya istilah jasa angkutan barang juga digunakan selain istilah jasa angkutan truk. b. 7. Berdasarkan komponen jasa transportasi dapat dibedakan menjadi: a. yang akan diuraikan sebagai berikut: 1. 3 juta (pasal 66).4. Transportasi darat. 6. pelayaran khusus. Khusus berkaitan dengan awak kendaraan. pelayaran rakyat. persyaratan dan ijin usaha jasa angkutan barang secara lebih terperinci. karena kelalaiannya dalam melaksanakan pelayanan angkutan (pasal 45). KEPMEN Perhubungan Nomor KM 69 Tahun 1993 tersebut mengatur berbagai ketentuan penyelenggaraan jasa angkutan barang. Penjelasan yang secara lebih teknis mengenai sektor jasa angkutan truk atau jasa angkutan barang mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 69 Tahun 1993 tentang Penyelenggaraan Angkutan Barang di Jalan. Hal tersebut kemudian direvisi melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 30 Tahun 2002 Tentang Perubahan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor Km 69 Tahun 1993 Tentang Penyelenggaraan Angkutan Barang . khususnya untuk jenis jasa angkutan barang umum. KLASIFIKASI JASA TRANSPORTASI Berdasarkan tinjauan pustaka. dimana pengusaha angkutan barang umum hanya diwajibkan mempekerjakan awak kendaraan yang memenuhi persyaratan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal tersebut akan diuraikan pada bab-bab berikut. jasa transportasi dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa aspek tinjauan. meskipun pada kenyataannya khusus untuk jasa angkutan truk atau jasa angkutan barang tidak ada peraturan pemerintah yang mengatur hal tersebut. . Pelanggaran terhadap peraturan usaha angkutan orang dan atau barang tanpa ijin akan dikenakan pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. Transportasi laut. pengirim barang atau pihak ketiga. dan angkutan penyeberangan. 5. pada KEPMEN Perhubungan Nomor KM 69 Tahun 1993.

2 3. Angkutan Perkotaan adalah angkutan dari suatu kawasan ke kawasan lain yang terletak dalam 2 (dua) atau lebih wilayah kota dan kabupaten yang berdekatan dan merupakan satu kesatuan ekonomi dan sosial dengan menggunakan taksi umum dan atau mobil penumpang umum yang terikat dalam trayek tetap dan teratur yang mempunyai sifat perjalanan ulang alik (komuter). d. e. Berdasarkan aspek operasional dapat dibedakan menjadi: a. Angkutan komersial yang pada prinsipnya bertujuan untuk memperoleh keuntungan finansial. Angkutan dalam negeri (nasional. Transportasi udara. b. 4. Angkutan perintis yang bertujuan untuk mengembangkan wilayah-wilayah terpencil atau masih terbelakang. c. Berdasarkan batas wilayah administratif atau kenegaraan dapat dibedakan menjadi: Angkutan internasional. d. b. b. Pola angkutan taksi (taxi-like services) dimana salah satu atau beberapa. Angkutan penumpang. jadwal perjalanan. Angkutan Perbatasan adalah angkutan pedesaan yang melayani dua kawasan pedesaan yang berbatasan pada dua daerah kabupaten atau propinsi. Angkutan Lintas Batas Negara adalah angkutan dari satu kota ke kota lain yang melewati lintas batas negara dengan menggunakan taksi umum yang terikat dalam trayek tetap dan teratur. b. bahkan semua elemen operasional (tarif. Berdasarkan jenis muatan dapat dibedakan menjadi: a. f. c. dan tempat pemberhentian) tersebut tidak tetap (flexible). Transportasi melalui pipa (pipelines) yang berbeda dengan model-model jasa transportasi yang lain karena terbatas pada muatan barang saja. rute atau trayek. lokal atau dalam kota). asal dan tujuan pemberangkatan tetap. meliputi angkutan udara internasional dan angkutan udara dalam negeri (komersial dan perintis). Angkutan Kota adalah angkutan dari satu tempat ke tempat lain dalam wilayah kota dengan mempergunakan taksi umum dan atau mobil penumpang umum yang terikat dalam trayek tetap dan teratur. c. Sedangkan berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 84 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang di Jalan dengan Kendaraan Umum. . Pola angkutan bus (bus-like services) dengan tarif tetap. d. 5. terdapat 12 jenis jasa angkutan penumpang lewat darat sebagai berikut: a. Angkutan Antar Kota adalah angkutan dari satu kota ke kota lain dengan mempergunakan taksi umum atau mobil penumpang umum yang terikat dalam trayek tetap dan teratur. dan tempat pemberhentian tetap. asal dan tujuan pemberangkatan. Angkutan Pedesaan adalah angkutan dari satu tempat ke tempat lain dalam satu daerah kabupaten dengan mempergunakan taksi umum dan mobil penumpang umum yang terikat dalam trayek tetap dan teratur. jadwal perjalanan tetap. Berdasarkan tujuan usaha secara finansial dapat dibedakan menjadi: a. rute atau trayek tetap. Angkutan barang.

penyimpanan. 200. Angkutan Penumpang Musiman adalah angkutan yang diselenggarakan untuk kepentingan masyarakat yang berkaitan dengan hari-hari besar keagamaan. untuk mengangkut wisatawan ke dan dari daerah tujuan wisata. asuransi atas pengiriman barang serta penyelesaian tagihan dan biaya-biaya lainnya berkenaan dengan pengiriman barang-barang tersebut sampai dengan diterimanya barang oleh yang berhak menerimanya. perhitungan biaya angkutan. Angkutan Pariwisata adalah angkutan dengan menggunakan mobil taksi umum yang dilengkapi dengan tanda-tanda khusus. Syarat Pendirian Usaha Jasa Freight Forwarding : Sedangkan usaha Jasa Freight Forwarding mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan No. penerbitan dokumen angkutan. libur sekolah.000. Angkutan Taksi adalah angkutan yang merupakan pelayanan dari pintu ke pintu dalam wilayah operasi terbatas dengan menggunakan mobil penumpang umum yang diberi tanda khusus dan dilengkapi dengan argometer. Angkutan Penumpang Khusus adalah angkutan yang tidak termasuk angkutan taksi. penandaan. laut atau udara yang dapat mencakup kegiatan penerimaan. Dalam keputusan tersebut disebutkan yang dimaksud dengan Jasa Pengurusan Transportasi (Freight Forwarding) adalah usaha yang ditujukan untuk mewakili kepentingan pemilik barang untuk mengurus semua kegiatan yang diperlukan bagi terlaksananya pengiriman dan penerimaan barang melalui transportasi darat. k. pengukuran.g.000 (dua ratus juta rupiah). pengepakan. l. klaim. yang tidak bersifat komersial dengan menggunakan taksi umum dan atau mobil penumpang umum. Adapun persyaratan Usaha Freight Forwarding sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan adalah harus memiliki izin usaha Perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi yang dikeluarkan oleh Menteri Perhubungan. penimbangan. h. harus memiliki modal disetor sebesar Rp. j. dalam wilayah operasi yang tidak terbatas. sortasi. . Izin usaha Jasa Pengurusan Transportasi diberikan kepada Perusahaan berbadan hukum Indonesia yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) yang khusus didirikan untuk kegiatan Jasa Pengurusan Transportasi tersebut dan memenuhi persyaratan sebagai berikut : 1. dengan atau tanpa pengemudi. dengan menggunakan taksi umum dan atau mobil penumpang umum. yang tidak terikat dalam trayek sebagai pelayanan dari pintu ke pintu. pengurusan penyelesaian dokumen. Angkutan Sewa adalah angkutan dengan menggunakan mobil penumpang umum yang melayani angkutan dari pintu ke pintu. sewa dan pariwisata. 10 Tahun 1988. Angkutan Perintis adalah angkutan yang berfungsi melayani daerah yang terisolir dan terbelakang yang berfungsi untuk menggerakkan perkembangan ekonomi daerah tersebut. maupun acara-acara resmi kenegeraan yang menggunakan taksi umum dan atau mobil penumpang umum. i.

6/84 mengenai Pos dan mendapat ijin yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi atas nama Menteri Perhubungan yang disebut : Surrat Ijin Pengusahaan Jasa Titipan (SIPJT). Tata Cara Perizinan : 1. 3. Izin untuk mengusahakan jasa pengurusan transportasi diberikan dalam bentuk izin usaha Jasa Pengurusan Transportasi 2. Mayoritas sahamnya/modal dimiliki Warga Negara Indonesia atau Badan Hukum Indonesia. Berbentuk Perseroan Terbatas atau Koperasi. KM.38/PT. Sedangkan Jasa Pengurusan Transportasi asing yang akan beroperasi di Indonesia wajib menunjuk Perusahaan Jasa Transportasi Nasional sebagai agen. Izin usaha Perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi tersebut berlaku juga untuk cabang Perusahaan yang bersangkutan di seluruh Indonesia. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak Perusahaan. .102/MPPT-94. yang dalam akte pendiriannya dimaksudkan berusaha di bidang jasa titipan. Jangka waktu izin usaha tersebut diberikan selama usaha itu masih berjalan dan memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditetapkan di dalam izin yang bersangkutan 3.2. Permohonan izin usaha yang telah diberi materai cukup diajukan kepada Menteri Perhubungan dengan disertai lampiran-lampiran sebagai berikut :   salinan akte pendirian perusahaan yang telah disahkan oleh Notaris dan bukti penyetoran modal bukti memiliki NPWP Syarat Pendirian Usaha Jasa Pengiriman ekspres : Dasar Hukum : Saat ini perusahaan-perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres dalam menjalankan operasionalnya berlandaskan pada UU No. Adapun keputusan menteri Parpostel yang mengatur mengenai perijinan Jasa Titipan adalah Kepmen Parpostel No. Dalam Keputusan Menteri Pariwisata. 2. Pos dan Telekomunikasi tersebut disebutkan bahwa persyaratan umum menjadi penyelenggara jasa pengiriman ekspres adalah sebagai berikut : 1. saham-saham perusahaan seluruhnya harus dimiliki oleh Warga Negara Indonesia dan atau badan hukum Indonesia.

108/DIRJEN/1994 : Tata Cara Perizinan : 1.  Koperasi. Mempunyai kantor tetap dan peralatan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. dan ruang penyimpanan 4 x 5 meter.d 30 kg  Mempunyai tenaga ahli dibidang pos sekurang-kurangnya 1 (satu) orang yang dibuktikan dengan ijazah. Perusahaan asing dapat menyelenggarakan jasa titipan di wilayah Republik Indonesia dengan melakukan kerjasama dengan penyelenggara nasional yang telah memiliki izin. Melampirkan rencana usaha yang meliputi tarif.  Mayoritas sahamnya/modal dimiliki warga negara Indonesia atau Badan Hukum Indonesia  Menempati kantor yang tetap untuk melaksanakan usahanya dengan ukuran sekurang-kurangnya: ruang kantor 4 x 6 meter. pemasaran dan rencana kerja selama 5 (lima) tahun. 1.  Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perusahaan  Memiliki sekurang-kurangnya 1 (satu) buah timbangan ukuran 0 s. Rekomendasi Kakanwil setempat. pengalaman kerja atau pelatihan khusus. • Kepdirjen Postel No. Untuk mendapatkan izin.4. pendapatan. tanda lulus atau surat pengalaman kerja di bidang pos  Mempunyai pedoman dan syarat-syarat pengiriman yang mudah diketahui oleh pengguna jasa  Mempunyai daftar tarip kiriman jasa titipan  Mempunyai izin tempat usaha yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat  Rekomendasi dari Kakanwil setempat . dan 7. Mempekerjakan sekurang-kurangnya 1 (satu) orang tenaga yang mempunyai keahlian di bidang pos dapat diperoleh melalui pendidikan formal. ruang pelayanan 4 x 6 meter.  Perseroan Terbatas. akte pendiriannya telah memperoleh status badan hokum dari Departemen yang membidangi Koperasi. Bentuk Badan Usaha : 2. akte pendiriannya harus telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman. telah terdaftar pada Panitera Pengadilan Negeri setempat dan telah diumumkan dalam berita negara. 6. 5. 2. pemohon wajib mengajukan permohonan tertulis kepada Direktur Jenderal dengan melampirkan persyaratan diatas (a s/d g). Persyaratan untuk Kantor Pusat adalah sebagai berikut : 3. Izin dari Direktur Jenderal dapat diberikan kepada penyelengara yang memenuhi persyaratan.

ruang pelayanan umum 2 x 3 meter dan ruang penyimpanan 2 x 3 meter  Memiliki 1 (satu) buah timbangan ukuran minimum 0 s. Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh Kantor Cabang untuk dapat melakukan usaha jasa titipan adalah sebagai berikut : 4. CV atau Fa 2. Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh Kantor Agen untuk dapat melakukan kegiatan usaha dibidang jasa titipan adalah sebagai berikut : 6. Berbentuk Koperasi. 1. atas nama pimpinan/penanggung jawab perusahaan  Mempunyai surat keterangan berkelakuan baik dari Kepolisian setempat atas nama penanggung jawab/pimpinan perusahaan yang masih berlaku  Melampirkan rencana usaha untuk masa lima tahun  Mempunyai surat pernyataan kesediaan menjadi anggota asosiasi. 3.  Mayoritas sahamnya/modal dimiliki Warga Negara Indonesia atau Badan Hukum Indonesia  Mempunyai surat perjanjian kerja sama keagenan dengan kantor Pusat atau Cabang  Menempati kantor yang tetap untuk melaksanakan usahanya dengan luas ruang pelayanan ukuran sekurang-kurangnya 3 x 3 meter  Memiliki 1 (satu) buah timbangan ukuran minimum 0 s. PT.d 30 kg  Mempunyai Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku atas nama Pimpinan Agen  Mempunyai surat keterangan izin tempat usaha dari pemerintah daerah setempat  .Memiliki kartu tanda penduduk.d 30 kg  Mempunyai izin tempat usaha yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat  Mempunyai kartu tanda penduduk atas nama pimpinan cabang  Mempunyai pedoman tentang syarat-syarat pengiriman yang dapat dengan mudah diketahui oleh pengguna jasa  Mempunyai daftar tarip kiriman jasa titipan  Mempunyai surat keterangan berkelakuan baik dari Kepolisian setempat atas nama pimpinan yang masih berlaku  Mempunyai surat rekomendasi dari Kakanwil setempat  Mempunyai surat pernyataan kesediaan menjadi anggota asosiasi 5.  Berbentuk Koperasi atau PT  Mayoritas sahamnya/modal dimiliki Warga Negara Indonesia atau Badan Hukum Indonesia  Mempunyai surat penunjukan atau pengangkatan dari Pimpinan Kantor Pusat  Menempati kantor yang tetap untuk melaksanakan usahanya dengan ukuran sekurang-kurangnya : ruang kantor 3 x 5 meter.

akan tetapi juga melahirkan bentuk-bentuk jasa baru yang menuntut adanya peningkatan kualitas layanan. Cargo Handling : Ruang lingkup kegiatan bongkar muat barang dari dan ke kapal mencakup kegiatan stevedoring. Pemanfaatan peralatan modern masih terbatas pada perusahaan bertaraf internasional. Salah satunya adalah teknologi super tracker yaitu alat pemantau mutakhir yang menyediakan informasi real-time mengenai bukti dan status pengiriman paket barang. dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. cargodoring dan receiving/delivery). Persyaratan yang harus dipenuhi oleh perusahaan asing yang ingin mengadakan kerjasama operasional dengan penyelenggara jasa titipan yang telah memiliki SIPJT sebagai berikut : 8. Dalam hal permohonan kerjasama operasi antara perusahaan asing dengan pemilik izin yang berkasnya telah lengkap atau tidak lengkap. seperti DHL (PT Birotika Semesta). maka persetujuan atau penolakan dari Direktur Jenderal disampaikan melalui pos selambatlambatnya dalam waktu 15 (lima belas) hari kerja. .Mempunyai surat keterangan berkelakuan baik dari Kepolisian setempat atas nama pimpinan Agen yang masih berlaku  Mempunyai daftar tarip kiriman jasa titipan  Mempunyai surat rekomendasi dari Kakanwil setempat 7. Meski demikian. dan perusahaan besar lainnya terus melengkapi aktivitasnya dengan peralatanperalatan teknologi modern. PT Tiki JNE. Perusahaan jasa ekspedisi yang berskala internasional. FedEx (PT Repex Perdana International). TNT (PT TNT Logistic Indonesia).  ASPEK TEKNIS USAHA JASA EKSPEDISI Sebagian besar perusahaan jasa ekspedisi di Indonesia dalam operasionalnya masih menggunakan teknologi sederhana. Seperti diketahui perkembangan teknologi bukan saja menimbulkan jangkauan jaringan yang bersifat global dan menembus batas-batas negara. perusahaan jasa ekspedisi nasional dituntut untuk terus memperbaiki kualitas layanan yaitu dengan terus meningkatkan penggunaan teknologi yang lebih modern.  Memiliki persetujuan tertulis dari Direktur Jenderal  Memiliki perjanjian kerjasama operasi pengusahaan jasa titipan dengan Kantor Pusat penyelenggara  Memiliki izin beroperasi di Indonesia dari instansi terkait 9. PT CV Titipan Kilat.

Kegiatan stevedoring belum termasuk kegiatan lainnya. Cleaning adalah pekerjaan membersihkan palka kapal 10. Longdistance adalah kegiatan memindahkan barang dari samping kapal (eks tackle) ke gudang/tempat penumpukan lain yang merupakan gudang/tempat penumpukan dimana kapal sandar atau sebaliknya yang jaraknya melebihi 130 meter 2. . Restowage adalah menyusun kembali muatan di dalam palka 7. Rain-tent cover up adalah pekerjaan menutup palka dengan menggunakan plastik/tenda hujan pada waktu hujan. sebaliknya. Receiving/delivery adalah pekerjaan memindahkan barang dari timbunan/tempat penumpukan di gudang/lapangan penumpukan dan menyerahkan sampai tersusun di atas kendaraan di pintu gudang/lapangan penumpukan atau sebaliknya. Trimming adalah meratakan muatan dalam palka kapal 9. Lashing/unlashing adalah mengikat/memperkuat muatan atau. dengan menggunakan tongkang. yaitu : 1. melepas ikatan/penguat muatan 3. Angkutan bandar adalah alat angkut untuk memindahkan barang dari kapal ke dermaga atau. sebaliknya. Shifting adalah memindahkan muatan di dalam palka yang sama atau palka yang berbeda atau lewat darat 2. sebaliknya. 4. Sorting adalah pekerjaan memilih/memisahkan muatan yang tercampur atau muatan yang rusak 8. yaitu mencurah muatan dari karung 6.Stevedoring adalah pekerjaan membongkar barang dari kapal ke dermaga/tongkang/truk atau memuat barang dari dermaga/tongkang/truk ke dalam kapal sampai dengan tersusun dalam palka kapal dengan menggunakan derek kapal atau derek darat. Sweeping adalah mengumpulkan muatan-muatan yang tercecer 5. Bagging/unbagging adalah memasukkan muatah curah ke karung atau. Dunnaging adalah memasang alat/pemisah muatan (dunnage separation) 4. Cargodoring adalah pekerjaan melepaskan barang dari tali/jala-jala (ex tackle) di dermaga dan mengangkut dari dermaga ke gudang/lapangan penumpukan selanjutnya menyusun di gudang/lapangan penumpukan atau sebaliknya. Opening/closing hatches adalah kegiatan membuka/menutup palka kapal 11. Kegiatan di atas belum termasuk kegiatan yang meliputi : 1. Overbrengen (pindah lokasi) adalah memindahkan barang dari gudang/tempat penumpukan yang satu ke gudang/tempat penumpukan lainnya dalam daerah pelabuhan atau dari ship-side ke gudang khusus untuk itu 3.

demografi. geografi. informasi. Pelaku bisnis jasa ekspedisi baik jasa courier maupun jasa freight forwarding juga dihadapkan pada perubahan lingkungan yang semakin cepat.1) Kondisi perekonomian nasional yang semakin membaik akhir-akhir ini telah mendorong meningkatnya pembangunan di berbagai sektor.Peluang Usaha Jasa Ekspedisi (bag. Perkembangan teknologi. Selain itu jasa ekspedisi juga memegang peranan sangat penting dalam sirkulasi barang antar wilayah (region) atau negara. Perusahaan (JKE) INTERNASIONAL (mancanegara) Layanan pengiriman intracity adalah pengiriman barang atau dokumen di dalam kota saja. Karenanya. Demikian juga arus perdagangan internasional baik ekspor maupun impor juga mengalami peningkatan. Perubahan lingkungan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. antara lain globalisasi ekonomi. Perkembangan perdagangan baik domestik maupun internasional ini perlu didukung oleh sarana dan prasarana yang bisa mempercepat pengiriman dokumen perdagangan maupun barang dagangan atau contoh barang untuk ekspor/impor antar negara. Usaha jasa ekspedisi memiliki peran sangat penting dalam rangka meningkatkan percepatan pengiriman barang yang kini banyak dibutuhkan. pada persyaratan pendirian usaha tidak ditentukan nominal modal usaha yang harus disetor / ditanamkan. Perusahaan (JKE) INTRACITY (dalam kota) 2. Belakangan usaha ini memperlihatkan perkembangan yang cukup tajam dan keadaan ini terlihat dari jumlah perusahaan dalam bidang ini terus bertambah. perkembangan teknologi dan lain-lain. informasi dan transportasi yang demikian pesat menuntut pelakupelaku bisnis mampu dalam menghadapi tantangan berupa persaingan bisnis yang ketat. Meningkatnya pembangunan di berbagai sektor tersebut juga disebabkan oleh berkembangnya teknologi. kemudian juga arus pengiriman barang/dokumen melalui jasa ini yang terus naik. Arus pengiriman barang atau dokumen di dalam negeri selama ini cenderung mengalami peningkatan. KLASIFIKASI SKALA USAHA EKPEDISI Courier Didalam peraturan perundangan terkait. Layanan domestik yaitu melayani pengiriman barang dan dokumen antar kota di seluruh wilayah . didalam organisasi Asperindo dan demikian halnya dengan pengertian pihak Pemerintah – “klasifikasi skala usaha” perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres dikelompokkan menurut / sesuai “Alur Kegiatan Usaha” yakni : 1. Perusahaan (JKE) DOMESTIC (antar pulau) 3. dan transportasi.

klaim dan lainlain yang ada hubungannya dengan muatan ekspor maupun impor 6. Mengapalkan. Domestik 2. Mengukur berat atau volume muatan 9. Sedangkan layanan internasional adalah melayani pengiriman barang dan dokumen ke atau dari negara lain. biaya angkutan darat. 5. 4. Menerima barang muatan Menyerahkan barang Menyimpan Menyiapkan Menyelesaikan biaya/tagihan asuransi. 3. moda transportasi dan pengangkut yang tepat/sesuai Memesan ruangan kapal (booking space) Menerima muatan dan menerbitkan dokumen Mempelajari letter of credit barang. negara transit. keadaan barangnya dan peraturan yang berlaku bila ada Mengatur penyimpanannya/warehousing bila perlu Menimbang dan mengukur volume barang yang akan dikirim Menasehati shipper perlunya asuransi. Tindakan Freight Forwarder Atas Nama Shipper antara lain adalah :           Memilih rute. laut/udara. Berdasarkan aktivitas-aktivitas tersebut. dan mengurusnya bila diminta oleh shipper Mengangkut muatannya ke pelabuhan. Internasional Adapun kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan jasa pengangkutan transportasi (freight forwarding) adalah sebagai berikut : 1. Freight Forwarding : Demikian juga dalam usaha Jasa Freight Forwarding dikelompokkan sesuai “Alur Kegiatan Usaha” yakni : 1. peraturan negara tujuan ekspor. Mengepak 8. negara impor kemudian mempersiapkan dokumen-dokumen lain yang diperlukan Mengepak barangnya (kecuali kalau sudah dilakukan sendiri oleh shipper sebelum diserahkan) disesuaikan dengan rute dan moda transportasi. 2. freight forwarder dapat bertindak atas nama pengirim (consignor/eksportir) atau bertindak atas nama penerima (consignee/importir) atau bertindak atas nama pengirim dan penerima. mengurus custom clearance.Indonesia. bergantung dari lingkup pekerjaan (scope of work) yang tercantum dalam kontrak kerja. Menyelesaikan dokumen 10. memproses formalitas dokumentasi dan menyerahkan carrier Menghadiri transaksi valuta asing bila perlu . Pemilihan atau sortasi dan checking 7.

terhadap carrier terhadap hilang atau kerusakan barang 8. Menerima penyerahan barang dari carrier. Menerima dan memeriksa semua dokumen yang ada hubungannya dengan pergerakan barang 3. bila freight dikontrol olehnya 2. KM 38/PT. Monitor pergerakan/perjalanan barang atas nama consignee.MPPT Tahun 1994 tentang pengusahaan titipan. Menyerahkan barangnya kepada consignee 7. Kemudian hal apa saja yang harus dipersiapkan untuk mewujudkan keinginan membuka usaha jasa pengiriman barang tersebut. Membantu consignee. ditambah lagi situasi lalu lintas kota Jakarta yang terkenal dengan kemacetannya terutama di jam-jam sibuk. Hal demikian memunculkan keinginan untuk memanfaatkan kondisi tersebut sebagai sebuah peluang usaha jasa pengiriman dokumen dan barang atau yang lebih di kenal dengan istilah kurir. sementara itu bagian pengiriman dokumen sudah mejnalankan tugasnya dari tadi pagi. Mengurus pergudangan transit bila perlu 6. bila perlu untuk mengurus klaim.102. Belum lagi rekan yang baru memulai bisnis bukunya juga mengalami hal yang serupa. bila perlu membayar freight 4. MENGURUS IZIN USAHA JASA PENGIRIMAN BARANG/KURIR Tidak sekali dua kali saya mendengar rekan kantor mengeluh bahwa ada dokumen penting yang harus segera dikirimkan segera kepada salah satu client besar. Bisnis bidang ini dikatakan memiliki prospek yang bagus karena gaya hidup di masyarakat saat ini. Hmmm kebutuhan masyarakat akan jasa pengiriman dokumen ataupun barang lain menjadi suatu hal penting saat ini. . Mengatur custom clearance dan membayar bea masuk. bagaimana mengurus masalah perijinannya? Jangan khawatir karena kali ini saya akan mengulas bagaimana mengurus perizinan untuk membuka usaha jasa pengiriman dokumen dan barang (kurir).      Membayar biaya dan termasuk freight Mengurus Bill of Lading yang ditanda tangani carrier dan menyerahkannya kepada shipper Mengurus transshipment dan rute bila perlu Memonitor perjalanan barang sampai pada consignee dengan menghubungi carrier dan agennya di luar negeri Mencatat kerusakan dan kehilangan barang bila ada Membantu shipper untuk penyelesaian klaim. apabila ada terhadap carrier. Membantu consignee dalam penyimpanan dan distribusi barang bila perlu. dan biaya lainnya 5. Adapun aturan perundanganundangan yang mendasari bidang usaha ini berupa Keputusan Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi No. Tindakan Freight Forwarder Atas Nama Consignee adalah sebagai berikut : 1.

Serta istilah-istilah. secara umum terdiri atas : 1. saham. narkotika. skripsi. makalah. dan atau menyampaikan kiriman berupa korespondensi bisnis yang sifatnya aktual dan pribadi antara bank dan nasabah. 2. dan barang cetakan/rekaman lain yang isinya dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum. Ÿ Mendapatkan rekomendasi Kepala Kantor Wilayah Departemen Pariwisata Pos dan Telekomunikasi setempat. Penyedia jasa dilarang menjadi agen pos 3. Secara lebih detail. MEKANISME PERIZINAN Sedangkan mekanisme perizinan usaha pengiriman barang dan dokumen terdiri atas ketentuan sebagai berikut : Ÿ Usaha yang didirikan berbentuk perseroan terbatas atau koperasi dan dalam akta pendirian dimaksud untuk bergerak di bidang jasa penitipan. proposal. di bawah ini akan dijelaskan satu per satu. akta. tanda-tanda. barang cetakan yang melanggar asusila. . secara teknis perizinan jasa pengiriman barang/kurir terdiri persyaratan administratif dan mekanisme perizinan. membawa. lambang-lambang. warkat pos serta kartu pos dengan memungut biaya. Ÿ Mempunyai kantor tetap dan peralatan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh direktur jenderal Ÿ Salah satu syarat mengenai kepemilikan saham adalah mayoritas sahamnya/modalnya dimiliki warga negara Indonesia atau badan hukum Indonesia. PERSYARATAN ADMINISTRATIF UMUM Untuk mendirikan usaha jasa pengiriman barang diperlukan pemahaman dan ketentuan persyaratan administratif yang harus dipatuhi. Penyedia dilarang untuk menerima. Penyedia jasa dilarang untuk menerima. Ÿ Usaha tersebut harus memiliki NPWP. 4. 5. ijazah. membawa dan atau menyampaikan surat. Penyedia jasa dilarang menggunakan kata "pos" untuk jenis pelayanan yang dikerjakan. dan laporan perusahaan. Penyedia jasa dilarang menerima. membawa dan atau menyampaikan kiriman yang berupa barang yang mudah meledak. Kecuali perjanjian kerja sama/kontrak. sertifikat. dan lainnya yang digunakan oleh badan negara yang bertugas menyelenggarakan pos.Dalam penerapannya.

pendapatan. pemasaran. Ÿ Melampirkan rencana usaha yang meliputi tarif. dan rencana kerja selama 5 tahun.Ÿ Ada ketentuan untuk mempekerjakan minimal satu orang yang memiliki keahlian di bidang pos. .