P. 1
Asuhan Keperawatan Pada Ibu Hamil Dengan Diabetes Melitus

Asuhan Keperawatan Pada Ibu Hamil Dengan Diabetes Melitus

5.0

|Views: 1,244|Likes:
Published by Makmur

More info:

Published by: Makmur on Jul 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/04/2014

pdf

text

original

ASUHAN KEPERAWATAN DIABETES MELITUS GESTASIONAL

1.1 Definisi Diabetes Melitus pada kehamilan atau sering disebut Diabetes Melitus Gestasional, merupakan penyakit diabetes yang terjadi pada ibu yang sedang hamil. Gejala utama dari kelainan ini pada prinsipnya sama dengan gejala utama pada penyakit diabetes yang lain yaitu sering buang air kecil (polyuri), selalu merasa haus (polydipsi), dan sering merasa lapar (polyfagi). Cuma yang membedakan adalah keadaan pasien saat ini sedang hamil. Sayangnya penemuan kasus kasus diabetes gestasional sebagian besar karena kebetulan sebab pasien tidak akan merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya selain kehamilan, dan gejala sering kencing dan banyak makan juga biasa terjadi pada kehamilan normal. 1.2 Etiologi Diabetes mellitus dapat merupakan kelainan herediter dengan cara insufisiensi atau absennya insulin dalam sirkulasi darah, konsentrasi gula darah tinggi. Berkurangnya glikogenesis. Diabetes dalam kehamilan menimbulkan banyak kesulitan, penyakit ini akan menyebabkan perubahan-perubahan metabolik dan hormonal pada penderita yang juga dipengaruhi oleh kehamilan. Sebaliknya diabetes akan mempengaruhi kehamilan dan persalinan. Risiko Tinggi DM Gestasional: 1. Umur lebih dari 30 tahun 2. Obesitas dengan indeks massa tubuh 30 kg/m2 3. Riwayat DM pada keluarga (ibu atau ayah) 4. Pernah menderita DM gestasional sebelumnya 5. Pernah melahirkan anak besar > 4.000 gram 6. Adanya glukosuria 1.3 Klasifikasi Pada Diabetes Mellitus Gestasional, ada 2 kemungkinan yang dialami oleh si Ibu: 1. Ibu tersebut memang telah menderita DM sejak sebelum hamil 2. Si ibu mengalami/menderita DM saat hamil Klasifikasi DM dengan Kehamilan menurut Pyke: 1. Klas I : Gestasional diabetes, yaitu diabetes yang timbul pada waktu hamil dan menghilang setelah melahirkan. 2. Klas II : Pregestasional diabetes, yaitu diabetes mulai sejak sebelum hamil dan berlanjut setelah hamil. 3. Klas III : Pregestasional diabetes yang disertai dengan komplikasi penyakit pembuluh darah seperti retinopati, nefropati, penyakit pemburuh darah panggul dan pembuluh darah perifer, 90% dari wanita hamil yang menderita Diabetes termasuk ke dalam kategori DM Gestasional (Tipe II).

1.4 Patofisiologi Pada DMG, selain perubahan-perubahan fisiologi tersebut, akan terjadi suatu keadaan di mana jumlah/fungsi insulin menjadi tidak optimal. Terjadi perubahan kinetika insulin dan resistensi terhadap efek insulin. Akibatnya, komposisi sumber energi dalam plasma ibu bertambah (kadar gula darah tinggi, kadar insulin tetap tinggi). Melalui difusi terfasilitasi dalam membran plasenta, dimana sirkulasi janin juga ikut terjadi komposisi sumber energi abnormal. (menyebabkan kemungkinan terjadi berbagai komplikasi). Selain itu terjadi juga hiperinsulinemia sehingga janin juga mengalami gangguan metabolik (hipoglikemia, hipomagnesemia, hipokalsemia, hiperbilirubinemia, dan sebagainya). Jika pada pemeriksaan berat badan bayi ditemukan bayinya besar sekali maka perlu dilakukan induksi pada minggu ke 36 – 38 untuk mencegah terjadinya komplikasi saat persalinan. Proses persalinan ini harus dalam pengawasan ketat oleh dokter spesialis kebidanan dan dokter spesialis penyakit dalam. Biasanya setelah bayi lahir maka kadar gula darah akan kembali normal, apabila tidak, maka perlu dilanjutkan pemberian antidiabetes oral sampai jangka waktu tertentu. Pada kehamilan normal terjadi banyak perubahan pada pertumbuhan dan perkembangan fetus secara optimal. Pada kehamilan normal kadar glukosa darah ibu lebih rendah secara bermakna. Hal ini disebabkan oleh : 1. Pengambilan glukosa sirkulasi meningkat 2. Produksi glukosa dari hati menurun 3. Produksi alanin (salah satu precursor glukoneogenesis ) menurun. 4. Aktifitas ekskresi ginjal meningkat 5. Efek-efek hormon gestasional (kortisol, human plasenta lactogen, estrogen, dll) 6. Perubahan metabolism lemak dan asam amino 1.5 Manifestasi Klinis 1. Poliuri (banyak kencing) Hal ini disebabkan oleh karena kadar glukosa darah meningkat sampai melampaui daya serap ginjal terhadap glukosa sehingga terjadi osmotic diuresis yang mana gula banyak menarik cairan dan elektrolit sehingga klien mengeluh banyak kencing. 2. Polidipsi (banyak minum) Hal ini disebabkan pembakaran terlalu banyak dan kehilangan cairan banyak karena poliuri, sehingga untuk mengimbangi klien lebih banyak minum. 3. Polipagi (banyak makan) Hal ini disebabkan karena glukosa tidak sampai ke sel-sel mengalami starvasi (lapar). Sehingga untuk memenuhinya klien akan terus makan. Tetapi walaupun klien banyak makan, tetap saja makanan tersebut hanya akan berada sampai pada pembuluh darah. 1. Penurunan berat badan 2. Kesemutan, gatal

Selama proses pemeriksaan. maka tubuh selanjutnya akan memecah cadangan makanan yang ada di tubuh termasuk yang berada di jaringan otot dan lemak sehingga klien dengan DM walaupun banyak makan akan tetap kurus. Lemas. Gula darah sewaktu merupakan hasil pemeriksaan sesaat pada suatu hari tanpa memerhatikan waktu makan terakhir. tenaga kurang. subyek yang diperiksa tetap istirahat dan tidak merokok. Pruritus vulvae pada wanita 5.  TGT : glukosa darah plasma 2 jam setelah pembebanan antara 140 – 199 mg/dl  GDPT : glukosa darah puasa antara 100 – 125mg/dl. Hasil yang (+) menunjukkan adanyaglukosuria. atau 1. Diperiksa kadar glukosa darah 2 jam sesudah beban glukosa 7. Berpuasa paling sedikit 8 jam (mulai malam hari) sebelum pemeriksaan. Cara pelaksanaan TTGO (WHO. Beberapa hal yang perlu diingat dari hasil pemeriksaan reduksi urine adalah: .Puasa diartikan pasien tidak mendapat kalori tambahan sedikitnya 8 jam. Diperiksa kadar glukosa darah puasa 4. Gejala klasik DM + gula darah sewaktu ≤ 200 mg/dl. Apabila hasil pemeriksaan tidak memenuhi criteria normal atau DM. Atau: 2. minum air putih tanpa gula tetap diperbolehkan 3. Hal ini disebabkan kehabisan glikogen yang telah dilebur jadi glukosa.3. Kadar gula darah puasa 126 mg/dl. Berpuasa kembali sampai pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan 2 jam setelah minum larutan glukosa selesai 6. Diberikan glukosa 75 g (orang dewasa). menggunakan beban glukosa yang setara dengan 75 g glukosa anhidrus yang dilarutkan dalam air.75 g/Kg BB (anak-anak). Kadar gula darah 2 jam pada TTGO 200 mg/dl. dilarutkan dalam 250 ml air dan diminum dalam waktu 5 menit 5. karena tubuh terus merasakan lapar. Pandangan kabur 4. TTGO dilakukan dengan Standard WHO. 1.6 Pemeriksaan Diagnostik Kriteria Diagnosis: 1. maka tubuh berusama mendapat peleburan zat dari bahagian tubuh yang lain yaitu lemak dan protein. 1994) 1. maka dapat digolongkan ke dalam kelompok TGT (Toleransi Glukosa Terganggu) atau GDPT (Glukosa Darah Puasa Terganggu) dari hasil yang diperoleh. lekas lelah. Reduksi Urine Pemeriksaan reduksi urine merupakan bagian dari pemeriksaan urine rutin yang selalu dilakukan di klinik. Tiga hari sebelum pemeriksaan tetap makan seperti kebiasaan sehari-hari (dengan karbohidrat yang cukup) dan tetap melakukan kegiatan jasmani seperti biasa 2. Atau: 3.

persalinan dan nifas terhadap DM 1. Pengaruh DM terhadap kala nifas 1. Nilai (+) sampai (++++) 3. Bayi mengalami hypoglicemi post partum sehingga dapat menimbulkan kematian 4. Dapat digunakan untuk kontrol hasil pengobatan 8. Post partum mudah terjadi infeksi. Pre-eklamasi 4. Gangguan pembuluh darah plasenta sehingga terjadi asfiksia sampai dengan lahir mati 4. Insufisiensi plasenta 3. potensial penyakit saraf dan jiwa . Pengaruh kehamilan. Pengaruh penyakit terhadap persalinan 1. Pengaruh diabetes gestasional terhadap kehamilan di antaranya adalah : 1. Reduksi (++++) kemungkinan KGD: 400 mg% 7. Jika reduksi (+): masih mungkin oleh sebab lain.1. Kesembuhan luka terlambat dan cenderung infeksi mudah menyebar 5. 5. Pengaruh DM terhadap bayi 1. dan lainnya 4. 1. seperti: renal glukosuria. DM akan menjadi lebih berat karena kehamilan 2. Reduksi (+++) kemungkinan KGD: 300 – 400 mg% 6. Bila ada gangguan fungsi ginjal. Hidronion 3. Abortus dan partus prematurus 2. 2. > usia kandungan 36 minggu 2. obatobatan. Janin besar ( makrosomia ) 3. Abortus. Janin besar sehingga harus dilakukan tindakan operasi. Digunakan pada pemeriksaan pertama sekali untuk tes skrining. Dapat terjadi cacat bawaan. Reduksi (++) kemungkinan KGD: 200 –300 mg% 5. prematur. Kehamilan dapat menyebabkan status pre diabetik menjadi manifes (diabetik). 3.7 Pengaruh Diabetes Melitus Terhadap Kehamilan 1. bukan untuk menegakkan diagnosis 2. 2. Kesalahan letak jantung 5. tidak bisa dijadikan pedoman. 6. Gangguan kontraksi otot rahim (partus lama / terlantar). Perdarahan post partum karena gangguan kontraksi otot rahim. Mudah terjadi infeksi post partum 2.

Indikasi tersebut di atas selama tidak ada kontra indikasi penggunaan protein kadar tinggi. 4. 7. lemak 30 %. Terapi Diet Tujuan utama penatalaksanaan klien dengan diabetes mellitus adalah untuk mengatur glukosa darah dan mencegah timbulnya komplikasi akut dan kronik. Menderita penyakit graves (morbus basedou). 2. protein 20 %. Mempunyai penyulit mikroangiopati misalnya pernah mengalami cerobrovaskuler accident (cva) penyakit jantung koroner. Jika klien berhasil mengatasi diabetes yang dideritanya. 5.8 Penatalaksanaan 1. yaitu penderita diabetes terutama yang : 1. ia akan terhindar dari hyperglikemia atau hypoglikemia. 3. lemak 20 %. Mengalami patah tulang. Diet A Diberikan pada semua penderita diabetes mellitus pada umumnya. 8.  Diet B1 : terdiri dari karbohidrat 60 %. Mampu atau kebiasaan makan tinggi protein tetapi normalip idemia. protein 12 %. 6.1. Telah menderita diabetes dari 15 tahun Diet B1 Diberikan pada penderita diabetes yang memerlukan diet protein tinggi. J 2 : jadwal makanan harus diikuti sesuai dengan jam makan terdaftar.  Diet B : terdiri dari karbohidrat 68 %. 9. lemak 20 %. jadwal dan jenis makanan) yaitu : J I : jumlah kalori sesuai dengan resep dokter harus dihabiskan. Diet pada penderita diabetes mellitus dapat dibagi atas beberapa bagian antara lain :  Diet A : terdiri dari makanan yang mengandung karbohidrat 50 %. J 3 : jenis makanan harus diperhatikan (pantangan gula dan makanan manis). Menderita hepatitis kronis atau sirosis hepatitis. protein 20 %. 3. Mempunyai penyulit mikroangiopati misalnya terdapat retinopati diabetik tetapi belum ada nefropati yang nyata. Menderita tuberkulosis paru. NO Tipe Diet Indikasi Diet 1. 5. Menderita selulitis. 4.  Diet B1 dan B2 diberikan untuk nefropati diabetik dengan gangguan faal ginjal. 3. Dalam keadaan pasca bedah. Kurang tahan lapan dengan dietnya. Hamil dan menyusui. Penatalaksanaan diabetes tergantung pada ketepatan interaksi dari tiga faktor aktifitas fisik. diet dan intervensi farmakologi dengan preparat hyperglikemik oral dan insulin. Diet B Diberikan pada penderita diabetes terutama yang : 1. 10. 2. . Masih muda perlu pertumbuhan. Kurus (underweight) dengan relatif body weight kurang dari 90 %. Tiga hal penting yang harus diperhatikan pada penderita diabetes mellitus adalah tiga J (jumlah. Mempunyai hyperkolestonemia. 2.

3. Tinggi karbohidrat dan rendah lemak. 2. Kontrol secara ketat gula darah. 6. dianjurkan diberikan 25 kalori/kgBB ideal. bila mungkin diberikan melalui drips. Karena bila tidak maka jumlah perhari akan berubah. Rendah protein tinggi asam amino esensial. Penyuluhan kesehatan. Diet B3 (Diberikan pada penderita nefropati diabetik dengan gagal ginjal kronik yang klibers kreatininnya kurang dari 25 MI/mt) Sifat diet B3 1. Kebutuhan kalori adalah jumlah keseluruhan kalori yang diperhitungkan dari:     Kalori basal 25 kal/kgBB ideal Kalori kegiatan jasmani 10-30% Kalori untuk kehamilan 300 kalori Perlu diingat kebutuhan protein ibu hamil 1-1. Juga dianjurkan untuk melakukan latihan ringan setiap hari. 3. Tinggi kalori (lebih dari 2000 kalori/hari tetapi mengandung protein kurang. Hindari adanya infeksi saluran kemih atau infeksi lainnya. pengelolaan DMG juga terutama didasari atas pengelolaan gizi/diet dan pengendalian berat badan ibu. Pada bayi baru lahir dapat cepat terjadi hipoglikemia sehingga perlu diberikan infus glukosa. 5. kecuali pada penderita yang gemuk dipertimbangkan kalori yang lebih mudah. Dapat terjadi kematian janin mendadak. 1. Sesuai dengan pengelolaan medis DM pada umumnya. Dipilih lemak yang tidak jenuh. 3. untuk meningkatkan pemahaman maka dilakukan penyuluhan melalui perorangan antara dokter dengan penderita yang datang. pagi dan sore hari dengan maksud untuk menurunkan BB. 4.4. Lakukan upaya pencegahan infeksi dengan baik. 5. 2. Karena alasan No 2 maka hanya dapat disusun diet B3 2100 kalori dan 2300 / hari. Tinggi kalori (lebih dari 2000 kalori/hari).5 gr/kgBB . Komposisi sama dengan diet B. (68 % hidrat arang. Diet B1 Diet B2 (Diberikan pada penderita nefropati dengan gagal ginjal kronik yang dan B2 klirens kreatininnya masih lebar dari 25 ml/mt). Selain itu juga dilakukan melalui media-media cetak dan elektronik. Sifat-sifat diet B2 1. sebab bila kontrol kurang baik upayakan lahir lebih dini. 4. 12 % protein dan 20 % lemak) hanya saja diet B2 kaya asam amino esensial. Berikan insulin yang bekerja cepat. (bila tidak akan merubah jumlah protein). 2. Penanganan DMG yang terutama adalah diet. Semua penderita diabetes mellitus dianjurkan untuk latihan ringan yang dilaksanakan secara teratur tiap hari pada saat setengah jam sesudah makan. pertimbangkan kematangan paru janin. jumlah protein 40 gram/hari. Cara yang dianjurkan adalah cara Broca yaitu BB ideal = (TB-100)-10% BB. Dalam praktek hanya terdapat diet B2 dengan diet 2100 – 2300 kalori / hari.

5-17. terutama tekanan darah. 4. 3. dengan ditambahkan sejumlah 300-500 kalori per hari untuk tumbuh kembang janin selama masa kehamilan sampai dengan masa menyusui selesai. maka insulin langsung digunakan. 2. 6. Obat hipoglikemik oral tidak digunakan dalam DMG karena efek teratogenitasnya yang tinggi dan dapat diekskresikan dalam jumlah besar melalui ASI. semakin dekat dengan perkiraan persalinan maka kontrol semakin sering Hb glikosilat diperiksa secara ideal setiap 6-8 minggu sekali. Kenaikan berat badan ibu dianjurkan sekitar 1-2. pemantauan ibu dan janin dilakukan dengan cara : . Sampai akhir kehamilan. ibu BB normal 12. Pada tingkat Polindes dilakukan pemantauan ibu dan janin dengan pengukuran tinggi fundus uteri dan mendengarkan denyut jantung janin. kadar gula darah ibu. Mempertahankan kadar glukosa darah puasa < 105 mg/dl Mempertahankan kadar glukosa darah 2 jam pp < 120 mg/dl Mempertahankan kadar Hb glikosilat (Hb Alc) < 6% Mencegah episode hipoglikemia Mencegah ketonuria/ketoasidosis deiabetik Mengusahakan tumbuh kembang janin yang optimal dan normal. Dianjurkan kontrol sesuai jadwal pemeriksaan antenatal. pemeriksaan USG dan kardiotokografi (jika memungkinkan).5 kg). Pada pemeriksaan antenatal dilakukan pemantauan keadaan klinis ibu dan janin. Pengelolaan DM dalam kehamilan bertujuan untuk : 1. Perhitungan menu seimbang sama dengan perhitungan pada kasus DM umumnya.5-12. maka terapi insulin harus segera dimulai. yaitu kadar glukosa darah puasa di bawah 105 mg/dl dan 2 jam pp di bawah 120 mg/dl. kenaikan berat badan yang dianjurkan tergantung status gizi awal ibu (ibu BB kurang 14-20 kg. karena insulin yang bukan berasal dari manusia (non-human insulin) dapat menyebabkan terbentuknya antibodi terhadap insulin endogen dan antibodi ini dapat menembus sawar darah plasenta (placental blood barrier) sehingga dapat mempengaruhi janin.5 kg pada trimester pertama dan selanjutnya rata-rata 0. Dianjurkan pemantauan gula darah teratur minimal 2 kali seminggu (ideal setiap hari. Pada tingkat rumah sakit. Pemantauan dapat dikerjakan dengan menggunakan alat pengukur glukosa darah kapiler. jika mungkin dengan alat pemeriksaan sendiri di rumah). Jika pengelolaan diet saja tidak berhasil.Jika dengan terapi diet selama 2 minggu kadar glukosa darah belum mencapai normal atau normoglikemia.5 kg setiap minggu. Pada tingkat Puskesmas dilakukan pemantauan ibu dan janin dengan pengukuran tinggi fundus uteri dan mendengarkan denyut jantung janin. pembesaran/ tinggi fundus uteri. Insulin yang digunakan harus preparat insulin manusia (human insulin). denyut jantung janin. 5.5 kg dan ibu BB lebih/obesitas 7.

nateglinide) 3. Perubahan-perubahan dalam kehamilan memudahkan terjadinya hiperglikemia dan asidosis tapi juga menimbulkan reaksi hipoglikemik. karena diperkirakan akan menjadi DM dalam 20 tahun kemudian 2. Hati-hati risiko hipoglikemia berikan glukosa oral (minuman manis atau permen) 6-8 minggu setelah melahirkan. sebaiknya mengontrol BB. ibu tersebut melakukan test plasma glukosa puasa dan OGTT 75 gram glukosa. sistitis dan monilisasis) harus dirawat sejak usia kehamilan 34 minggu. Thiazolidinedione (pioglitazone. dapat dilahirkan pada usia kehamilan cukup waktu (40-42 mg) dengan persalinan biasa. kelainan vaskuler dan infeksi seperti glomerulonefritis. Penderita yang sebelum kehamilan sudah memerlukan insulin diberi insulin dosis yang sama dengan dosis diluar kehamilan sampai ada tanda-tanda bahwa dosis perlu ditambah atau dikurangi. Biguanid/metformin 6. Meglitinide (repaglinide. Bila akan melakukan terminasi kehamilan harus dilakukan amniosentesis terlebih dahulu untuk memastikan kematangan janin (bila usia kehamilan < 38 mg). Sulfonilurea (glipizide GITS. Pada janin yang sehat. Penatalaksanaan pada DMG Meningkatkan jumlah insulin 1. pertumbuhan janin terhambat (PJT) dan gawat janin merupakan indikasi untuk melakukan persalinan secara seksio sesarea. dsb. Maka dosis insulin perlu ditambah/dirubah menurut keperluan secara hati-hati dengan pedoman pada 140 mg/dl. dengan nilai FDJP > 6. Penderita DMG dengan komplikasi biasanya memerlukan insulin. Pasien gemuk penderita GDM. nilai FDJP < 5 merupakan tanda gawat janin. Penilaian ini dilakukan setiap minggu sejak usia kehamilan 36 minggu.Pengukuran tinggi fundus uteri        NST – USG serial Penilaian menyeluruh janin dengan skor dinamik janin plasenta (FDJP). (2002) yaitu sebagai berikut : Daya tahan terhadap insulin meningkat dengan makin tuanya kehamilan. Pemeriksaan darah yaitu kadar post pandrial. rosiglitazone) 7. preeklamsia. Memengaruhi penyerapan makanan 8. Pemantauan pergerakan janin (normal >l0x/12 jam). Meningkatkan sensitivitas insulin 5. Adanya makrosomia. Pemberian insulin yang kurang hati-hati dapat menjadi bahaya besar karena reaksi hipoglikemik dapat disalah . glibenclamide. Kehamilan DMG dengan komplikasi (hipertensi. Insulin injeksi 4.) 2. Terapi Insulin Menurut Prawirohardjo. Selama berlangsungnya persalinan dan dalam hari-hari berikutnya cadangan hidrat arang berkurang dan kebutuhan terhadap insulin berkurang yang mengakibatkan mudah mengalami hipoglikemia bila diet tidak disesuaikan atau dosis insulin tidak dikurangi. Bayi yang dilahirkan dari ibu DMG memerlukan perawatan khusus. yang dibebaskan oleh kegiatan antiinsulin plasenta. Acarbose 9.

4. 5.neuropati).tafsirkan sebagai koma diabetikum. Hiperglikemia. Olahraga Kecuali kontraindikasi. Lebih-lebih bila kehamilan disertai komplikasi. hipoglikemi. 3. Preeklampsi 5. dapat diharapkan partus spontan sampai kehamilan 40 minggu. terjadi pada enam bulan pertama kehamilan 2. terapi insulin untuk menormalkan kontrol glikemik dan olah raga. aktivitas fisik yang sesuai direkomendasikan untuk memperbaiki sensitivitas insulin dan kemungkinan memperbaiki toleransi glukosa. 2. 3. Masalah pada anak : Abortus Kelainan kongenital spt sacral agenesis. stroke . keadaan janin harus lebih diawasi jika mungkin dengan pencatatan denyut jantung janin terus – menerus. baik yang tanpa atau dengan induksi. Dalam pelaksanaan partus pervaginam. syaraf (stroke. menjaga berat badan ibu tetap ideal. Komplikasi pada Ibu 1. Mikrovaskular: retina (retinopati) dan ginjal (gagal ginjal kronik). 2. 1. Penanggulangan Obstetri pada penderita yang penyakitnya tidak berat dan cukup dikuasi dengan diit saja dan tidak mempunyai riwayat obstetri yang buruk.9 Komplikasi A. 8. sebaiknya kehamilan diakhiri lebih dini sebaiknya kehamilan 36-37 minggu. Infeksi saluran kemih 4. 7. Strategi terapi diabetes mellitus pada ibu hamil meliputi manajemen diet. Dosis insulin perlu dikurangi selama wanita dalam persalinan dan nifas dini. lebih dari itu sebaiknya dilakukan induksi persalinan karena prognosis menjadi lebih buruk. maka dipertimbangkan untuk menghindari kehamilan lebih dini lagi baik dengan induksi atau seksio sesarea dengan terlebih dahulu melakukan amniosentesis.ulkus/ gangren. Dianjurkan pula supaya dalam masa persalinan diberi infus glukosa dan insulin pada hiperglikemia berat dan keto asidosis diberi insulin secara infus intravena dengan kecepatan 2-4 satuan/jam untuk mengatasi komplikasi yang berbahaya. Olahraga juga dapat membantu menaikkan berat badan yang hilang dan memelihara berat badan yang ideal ketika dikombinasi dengan pembatasan intake kalori. Makrovaskular: stroke. Koma: hiperglikemi. 3. 6. Hidramnion 6. terjadi pada kehamilan 20-30 minggu akibat resistensi insulin 3. Hipoglikemia. neural tube defek Respiratory distress Neonatal hiperglikemia Makrosomia Hipocalcemia Kematian perinatal akibat diabetic ketoasidosis Hiperbilirubinemia Tanda terjadi komplikasi pada DM gestasional 1. Trauma persalinan akibat bayi besar B. Retinopati 7. 1. penyakit jantung koroner. Apabila diabetesnya lebih berat dan memerlukan pengobatan insulin.

Kematian sangat jarang terjadi.3 Intervensi 1. Sebaliknya. terutama yang disertai komplikasi pembuluh darah atau ginjal. 7 Ajarkan pasien tentang metode finger Kebutuhan insulin dapat dinilai berdasarkan stick untuk memantau glukosa sendiri.10 Prognosis Prognosis bagi wanita hamil dengan diabetes pada umumnya cukup baik. Resiko tinggi terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan ketidakmampuan mencerna dan menggunakan nutrisi kurang tepat. menciptakan fluktuasi kebutuhan insulin. 6 Kaji pemahaman stress pada diabetic. 1. pasien tentang aturan diet. Intervensi Mandiri Rasional 1 Timbang berat badan setiap kunjungan Penambahan berat badan adalah kunci petunjuk prenatal. 2. apalagi penyakitnya lekas diketahui dan dengan segera diberikan pengobatan oleh dokter ahli. 2 Kaji masukan kalori dan pola makan Membantu dalam mengevaluasi pemahaman dalam 24 jam. untuk memutuskan penyesuaian kebutuhan kalori. apabila penderita sampai meninggal biasanya karena penderita sudah mengidap diabetes sudah lama dan berat. No. 5 Perhatikan adanya mual dan muntah Mual dan muntah dapat mengakibatkan khususnya pada trimester pertama. 3. 4. 3 Tinjau ulang dan berikan informasi Kebutuhan metabolisme dari janin dan ibu mengenai perubahan yang diperlukan membutuhkan perubahan besar selama gestasi pada penatalaksanaan diabetic. temuan glukosa darah serum secara periodic . memerlukan pemantauan ketat dan adaptasi 4 Tinjau ulang tentang pentingnya Makan sedikit dan sering menghindari makanan yang teratur bila memakai hiperglikemia . Stress dapat mengakibatkan peningkatan kadar glukosa. defisiensi karbohidrat yang dapat mengakibatkan metabolisme lemak dan terjadinya ketosis. 5. prognosis bagi anak jauh lebih buruk dan di pengaruhi oleh . 6. Kriteria evaluasi : Mempertahankan kadar gula darah puasa antara 60-100 mg/dl dan 2 jam sesudah makan tidak lebih dari 140 mg/dl.1. terutama disertai asetonuria Insufisiensi plasenta Prematuritas Gawat napas (respiratory distress) Cacat bawaan Komplikasi persalinan (distosia bahu) ASUHAN KEPERAWATAN 3. Berat dan lamanya penyakit. insulin. serta kehamilan dan persalinannya ditangani oleh dokter spesialis kebidanan. sesudah makan dan kelaparan.

janin dan denyut jantung janin. dengan ketonuria. Resiko Tinggi cidera janin berhubungan dengan peningkatan kadar glukosa maternal. sederhana untuk mengatasi hipoglikemi menyebabkan nilai glukosa darah meningkat. B. kebutuhan basal maternal dan rasio waktu makan. jadwal dan Pembagian dosis insulin mempertimbangkan tipe insulin. Hiperglikemia berefek terjadinya hidramnion. . 15 Tentukan hasil HbA1c setiap 2 – 4 Memberikan keakuratan gambaran rata rata minggu. penggunaan glukosa dan glikogen oleh ibu dan perkembangan janin. Mandiri 11 Diskusikan tentang dosis . C dan apabila D adalah beresiko tinggi. Tentukan klasifikasi white terhadap Janin kurang beresiko bila klasifikasi white adalah 2 diabetes. A. Kaji control diabetik konsepsi. 1 jam sesudah makan dibawah 140 mg/dl dan 2 jam sesudah makan kurang dari 200 mg/dl.8 Tinjau ulang dan diskusikan tanda Hipoglikemia dapat terjadi secara cepat dan gejala serta kepentingan hipo atau berat pada trimester pertama karena peningkatan hiperglikemia. Diet secara spesifik pada individu perlu untuk 13 Kolaborasi dengan ahli gizi. mempertahankan normoglikemi. menandakan kebutuhan terhadap peningkatan karbohidrat. Insiden abnormalitas janin dan bayi baru lahir 14 Observasi kadar Glukosa darah. 2. Ketidakcukupan masukan kalori ditunjukkan 10 Anjurkan pemantauan keton urine. Intervensi Mandiri 1 Rasional Pengontrolan secara ketat sebelum konsepsi membantu menurunkan resiko mortalitas janin sebelum dan abnormal konginental. Kontrol glukosa serum memerlukan waktu 6 minggu untuk stabil. menurun bila kadar glukosa darah antara 60 – 100 mg/dl. Kaji gerakan janin dan denyut janin Terjadi insufisiensi plasenta dan ketosis maternal mungkin secara negatif mempengaruhi gerakan 3 setiap kunjungan. sebelum makan antara 60 -105 mg/dl. Instruksikan untuk mengatasi Pengguanaan jumlah besar karbohidrat 9 hipoglikemia asimtomatik. selama trimester pertama. No. control glukosa serum selama 60 hari . 12 Sesuaikan diet dan regimen insulin Kebutuhan metabolisme prenatal berubah untuk memenuhi kebutuhan individu. Kriteria evaluasi : Menunjukan reaksi Non stress test dan Oxytocin Challenge Test negative atau Construction Stress Test secara normal. perubahan pada sirkulasi.

darah. Diskusikan rasional atau prosedur Contraction Stress Test dapat memberikan untuk melaksanakan Oxytocin informasi tentang perfusi oksigen dan nutrisi pada Challenge Test atau Contraction janin. sekitar 12% – 13% dari diabetes akan berkembang proteinuria. Dapatkan sekuensial serum atau Penurunan kadar estriol dapat menunjukkan 16 specimen urine 24 jam terhadap kadar penurunan fungsi plasenta. 12 khususnya pada ibu dengan resiko tinggi. Pantauan adanya tanda tanda edema. Siapkan untuk ultrasonografi pada Ultrasonografi bermanfaat dalam memastikan 14 gestasi minggu ke 8. 28. Bantu untuk persalinan per vaginam Membantu menjamin hasil positif untuk neonatus. 12. pada awal kehamilan atau sebelum konsepsi. Kaji kadar albumin glikosilat pada Tes serum albumin glikosilat menunjukkan getasi minggu ke 24 sampai ke 28 glikemia lebih dari beberapa hari. baik dari kesehatan janin. Berikan informasi dan buatkan Penurunan mortalitas dan komplikasi morbiditas prosedur untuk pemantauan glukosa janin bayi baru lahir dan anomali congenitial dan penatalaksanaan diabetes di dihubungkan dengan kenaikan kadar glukusa rumah. Lakukan non stress test dan Oxytocin Mengetahui kesehatan janin dan kedekatan perfusi 15 Challenge Test atau Construction plasenta. 36 tanggal gestasi dan membantu dalam evaluasi sampai minggu ke 38. Stress test dengan tepat. Hasil positif menandakan insufisiensi Stress Test setiap minggu mulai plasenta.4 5 6 7 8 9 10 Observasi tinggi fundus uteri setiap Untuk mengidentifikasi pola pertumbuhan kunjungan. Benda keton dapat mengakibatkan kerusakan susunan syaraf pusat yang tidak dapat diperbaiki. 18.32. atau seksio. peningkatan tekanan menjadi gangguan hipertensi karena perubahan darah. kardiovaskuler berkenaan dengan diabetes. Dapatkan kadar serum alfa fetoprotein Insiden kerusakan tuba neural lebih besar pada ibu 13 pada gestasi minggu ke 14 sampai diabetik dari pada non diabetik bila kontrol minggu ke 16. Insiden lahir mati meningkat secara bermakna pada gestasi lebih dari minggu ke-36. abnormal Observasi urine terhadap keton. minggu ke – 30 sampai dengan minggu ke. Tinjau ulang prosedur dan rasional Aktifitas dan pergerakan janin merupakan petanda untuk Non stress Test setiap minggu. menimbulkan retardasi estriol setelah gestasi minggu ke 30. pertumbuhan intra uterin dan lahir mati. retardasi pertumbuhan intra uterin. Tinjau ulang prosedur dan rasional Maturasi paru janin adalah kriteria yang untuk tindakan amniosentesis digunakan untuk menentukan kelangsungan hidup. . sebelum kehamilan sudah buruk. Kolaborasi Kaji HbA1c setiap 2 – 4 minggu Insiden bayi malformasi secara kongenital meingkat pada wanita dengan kadar HbA1c tinggi 11 sesuai indikasi. Makrosomia 17 sering menyebabkan distosia dengan sefalopelvis disproporsi.

Resiko tinggi terhadap cedera maternal berhubungan dengan perubahan kontrol diabetik. menghentikan persalinan. E atau F adalah berisiko diabetes. Mempertahankan normoglikemia. Pantau kadar glukosa serum setiap kunjungan.3. Deteksi awal adanya infeksi saluran kencing dapat mencegah pielonefritis. Bantu untuk belajar memantau Memungkinkan keakuratan tes urin yang lebih besar glukosa darah di rumah yang karena ambang ginjal terhadap glukosa menurun dilakukan 6 kali sehari. Kaji perdarahan pervaginam dan Perubahan vaskuler yang dihubungkan dengan nyeri tekan abdomen. Insiden hidramnion sebanyak 6% – 25% pada kasus diabetes yang hamil kemungkinan berhubungan dengan peningkatan kontribusi janin pada cairan amnion dan hiperglikemia meningkatkan haluaran urin janin. Kriteria evaluasi :    Tetap normotensif. . hidramnion dapat mempredisposisikan pada persalinan awal. Ketonuria menandakan adanya kondisi kelaparan yang secara negatif dapat mempengaruhi perkembangan janin Identifikasi kejadian hipoglikemia Insiden hipoglikemia sering terjadi pada trimester dan hiperglikemia. Pantau terhadap tanda dan gejala Distensi uterus berlebihan karena makrosomia atau persalinan preterm. Pantau dengan ketat bila obat Obat tokolitik dapat meningkatkan glukosa darah tokolitik digunakan untuk dan insulin plasma. Kaji adanya infeksi saluran kencing. Kolaborasi Mendeteksi ancaman ketoasidosis. profil darah abnormal atau anemia. hipoksia jaringan dan perubahan respon imun. selama kehamilan. diabetik. pemisahan plasenta. Kaji derajad kontrol tinggi terhadap komplikasi kehamilan. diabetes menandakan resiko abrupsi plasenta. Insiden hiperglikemia memerlukan regulasi diet atau insulin untuk normoglikemia khususnya pada trimester kedua dan ketiga karena kebutuhan insulin sering meningkat dua kali. No. menentukan adanya ancaman hipoglikemia. Periksa keton dalam urin setiap hari. ketiga karena aliran glukosa darah dan asam amino yang kontinue pada janin dan untuk menurunkan kadar insulin antagonis laktogen plasenta. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Intervensi Rasional Mandiri Perhatikan klasifikasi white untuk Klien dengan klasifikasi D. perubahan vaskuler. Bebas dari komplikasi seperti infeksi. Pantau adanya edema dan tentukan Diabetes cenderung kelebihan cairan karena tinggi fundus uteri.

berikan glukogon sub pada glikogen hepar dan mengubahnya menjadi 15 cutan bila dirawat di rumah sakit glukosa yang memperbaiki status hipoglikemik. tes laboratorium dan aktivitas yang melibatkan pengontrolan diabetes. ulang alasan menghindari obat Trimester pertama kebutuhan insulin rendah hipoglikemi oral. Kriteria evaluasi :  Berpartisipasi dalam penatalaksanaan diabetes selama kehamilan. Mulai terapi intra vena dengan Glukagon adalah substansi alamiah yang bekerja dekstrose 5%. trimester kehamilan karena keterlibatan vaskuler berat.Dapatkan urinalisa dan kultur urin. berikan Monilial vulvovaginitis dapat menyebabkan antibiotika sesuai indikasi. Ikuti dengan pemberian susu skim 8 oz bila mampu menelan 4. . 11 kultur rabas vagina. 13 kedua dan ketiga bila berada dalam Terapi koagulasi laser dapat memperbaiki dan diabetes klasifikasi kelas D atau menurunkan fibrosis optik. 12 nitrogen urea darah dan kadar asam urat. menentukan ukuran janin dengan 14 menggunakan diameter biparietal. 26. Meskipun insulin tidak melewati plasenta.  Mendemonstrasikan kemahiran memantau sendiri dan pemberian insulin. 36 dan 38 untuk diproporsi cephalopelvis. diatasnya. sariawan oral pada bayi baru lahir. panjang femur dan perkiraan berat badan janin. Jadwalkan pemeriksaan oftalmologi Latar belakang retinopati dapat berlanjut selama selama trimester pertama. Membantu mencegah atau mengatasi pielonefritis. stres energi secara berlebihan dan dehidrasi seluler dan kebutuhan insulin. 12. No Intervensi Rasional Rasional: Diabetes mellitus gestasional besisiko Mandiri Kaji pengetahuan tentang proses dan terhadap ambilan glukosa yang tidak efektif 1 tindakan terhadap penyakit termasuk dalam sel. prognosis dan kebutuhan tindakan berhubungan dengan kurang informasi. Berikan informasi tentang cara kerja Rasional: Perubahan metabolik prenatal dan efek merugikan insulin dan tinjau menyebabkan kebutuhan insulin berubah. tetapi menjadi dua kali dan empat kali selama trimester kedua dan ketiga. klirens kreatinin ginjal dengan diabetes jangka panjang atau berat. Kurang pengetahuan mengenai kondisi diabetes. Siapkan untuk ultrasonografi pada Mengetahui adanya tanda makrosomia dan gestesi ke-8. saat air dialirkan dari sel oleh konsentrasi hipertonik glukosa dalam serum. penggunaan lemak dan protein untuk hubungan dengan diet. kesalahan informasi dan tidak mengenal sumber informasi. dengan shock insulin dan tidak sadar.  Mengungkapkan pemahaman tentang prosedur. latihan. Kumpulkan spesimen untuk ekskresi Kemajuan perubahan vaskuler dapat merusak fungsi protein total. agen hipoglikemi oral dapat dan potensial membahayakan janin.

menit. Menunjukkan kadar glukosa normal. pemberi perawatan. badan Rasional: Pembatasan kalori dengan akibat ketonemia dapat menyebabkan kerusakan janin dan menghambat penggunaan protein optimal. 5. mengakibatkan hiperinsulinemia. gangguan pertukaran gas pada janin berhubungan dengan ketidakadekuatan kontrol diabetik maternal. meningkatkan kerja harapan masa depan. Bebas cedera. Meningkatkan keberhasilan kelahiran dari bayi usia gestasi yang tepat. makrosomnia atau retardasi pertumbuhan intra uterin. catatan harian dapat dosis insulin. dimana latihan dapat meningkatkan ketoasidosis. Resiko tinggi terhadap trauma. diet dan latihan.Jelaskan normal. mengakibatkan asidosis janin dan potensial cedera susunan syaeaf pusat. Penggunaan glukagon sebagai kombinasi susu dapat meningkatkan kadar glukosa serum tanpa resiko berbalik menjadi hiperglikemia. Diskusikan mengenali tanda infeksi. membantu bagi evaluasi dan perubahan terapi Bantu untuk mempelajari pemberian Rasional: Adanya gejala hipoglikemia seperti glukosa. Kadar glukosa maternal yang tinggi pada kelahiran meransang pankreas janin. Kriteria evaluasi :     penambahan berat Kehamilan cukup bulan. membantu mencegah hipoglikemia dan menstabilkan penyimpangan glukosa. bebas tanda hipoglikemia Rasional Hiperglikemia maternal pada periode pranatal meningkatkan makrosomia. instruksikan untuk diaforesis. sama dan membantu menurunkan komplikasi janin. Intervensi Mandiri Tinjau ulang riwayat pranatal dan kontrol maternal. Berikan informasi tentang kebutuhan Rasional: Latihan setelah makan dapat program latihan ringan. sensasi kesemutan dan palpitasi menyertainya dengan susu 8 oz dan dengan kadar glukosa dibawah 70 mg/di periksa ulang kadar glukosa dalam 15 memerlukan tindakan dengan segera. Rasional: Penting untuk mencari pertolongan medis awal untuk menghindari komplikasi. No. . kecuali terjadi peningklatan glukosa berlebihan. Berikan informasi mengenai dampak Rasional: Peningkatan pengetahuan dapat kehamilan pada kondisi diabetes dan menurunkan rasa takut. 1 Periksa adanya glukosa atau keton dan Rasional: Peningkatan glukosa dan kadar keton albumin dalam urin ibu dan pantau menandakan ketoasidosis yang dapat 2 tekanan darah. Anjurkan mempertahankan pengkajian Rasional: Bila ditinjau ulang oleh praktisi di rumah terhadap kadar glukosa serum. membuat janin berisiko terhadap cedera kelahiran karena distosia atau disporsia sefalopelvis.

Intervensi Mandiri 1 Atur keberadaan perawat secara Rasional: Meningkatkan kontinuitas asuhan. dengan finger stick setiap jam. 8 kemudian setiap 2-4 jam sesuai indikasi.Rasional: Peningkatan infeksi asenden. Pantai kadar glukosa serum maternal Rasional: Peningkatan kebutuhan energi. maturasi paru janin. Lakukan pemberian cairan dekstrose Rasional: Mempertahankan normoglikemia tanpa 10 5% per parenteral. penurunan kadar glikogen. Rasional No. kontinu selama persalinan. bradikardi atau deselerasi 9 janin. Menggunakan strategi koping yang tepat. . sesuai usia gestasi yang tepat. Kriteria evaluasi :   Observasi tanda vital. dapat mengakibatkan sepsis neonatal. Pastikan respon yang ada pada Memberikan pengkajian dasar untuk perbandingan pesalinan dan penatalaksanaan selanjutnya. distraksi. tes nonstres dan tes stres cadangan pada plasenta untuk oksigenasi janin kontraksi. lambat pada penurunan variabilitas menandakan kemungkinan hipoksia janin. Dapatkan atau tinjau ulang hasil dari Rasional: Memberikan informasi tentang 7 amniosentesis dan ultrasonografi. pemberian glukosa sampai persalinan aktif mulai. Mengungkapkan kesadaran tentang perasaan mengenai diabetes dan persalinan. kemajuan persalinan. pendukung. Kaji keefektifan sistem masalah yang potensial. Ajarkan tehnik relaksasi dan Memberikan perasaan kontrol terhadap situasi. Siapkan untuk induksi persalinan Rasional: Mendapatkan kelahiran dari bayi 11 dengan oksitosin atau seksio saesar. 3 6. Pasien dan keluarga perlu mengetahui bahwa mereka tidak sendiri dan tersedianya tenaga bantuan dengan segera. Anjurkan posisi rekumben lateral Rasional: Meningkatkan perfusi plasenta dan 4 selama persalinan. Gangguan psikologis: ansietas berhubungan dengan situasi krisis atau mengancam pada status kesehatan (maternal atau janin). mengidentifikasi kekuatan dan medis. meningkatkan kesediaan oksigen untuk janin. Lakukan dan bantu dengan Rasional: Persalinan yang lama dapat 5 pemeriksaan vagina untuk menentukan meningkatkan resiko distres janin. selama periode intrapartal. Observasi frekuensi denyut jantung Rasional: Tacikardi. Kolaborasi 6 Tinjau hasil tes pranatal seperti profil Rasional: Memberikan informasi tentang biofisikal.

rasa percaya. menurunkan rasa takut. . .Jelaskan semua prosedur tindakan Pengetahuan tentang apa yang terjadi membantu perawatan. intimidasi karena prosedur atau peralatan. Fasilitasi semua keluhan atas Suasana terbuka dan mendukung menurunkan ungkapan perasaan. Informasikan kepada keluarga Membantu untuk menghilangkan atau tentang kemajuan persalinan dan meminimalkan rasa khawatir dan mengembangkan keadaan janin.

Untuk mengetahui bagaimana patofisiologi. Bagaimana asuhan keperawatan pada kehamilan ganda (Gemelli)? B. yang akan lahir 4 minggu sebelum cukup bulan. kehamilan dan persalinan membawa resiko bagi janin. Frekuensi kehamilan kembar juga meningkat dengan paritas ibu. semakin tinggi resiko yang akan ditanggung ibu. Semakin banyak jumlah janin yang dikandung ibu. 2002) A.8 per 1000 persalinan untuk primipara frekuensi kehamilan kembar naik sampai 18. Apa definisi dari kehamilan ganda (Gemelli)? 2. Bahaya bagi ibu tidak sebegitu besar. klasifikasi serta komplikasi kehamilan ganda (Gemelli) 4. Untuk mengetahui faktor-faktor predisposisi serta tanda dan gejala kehamilan ganda (Gemelli) 3. Tujuan 1. diantaranya adalah kebutuhan akan zat-zat ibu bertambah sehingga dapat menyebabkan anemia dan defisiensi zat-zat lainnya. Untuk mengetahui bagaimana penatalaksanaan kehamilan ganda (Gemelli) 5. Dari angka 9.9 per 1000 untuk oktipara. Bagaimana penatalaksanaan kehamilan ganda (Gamelli)? 5. Persalinan dengan kehamilan kembar memiliki resiko lebih tinggi dari pada persalinan satu janin ( Tunggal ). Apa saja faktor-faktor predisposisi serta tanda dan gejala kehamilan ganda (Gemelli)? 3. Rumusan Masalah 1. Pada umumnya. 50% pada triplet. 75% pada quadruplet. tetapi biasanya hal itu terjadi secara maternal dan pada umumnya terbatas pada kehamilan dizigotik. pengaruh terhadap janin yaitu usia kehamilan tambah singkat dengan bertambahnya jumlah janin pada kehamilan kembar : 25% pada gemelli. klasifikasi serta komplikasi kehamilan ganda (Gemelli)? 4. walaupun pemindahan sifat herediter kadang-kadang berlangsung secara paternal. Untuk mengetahui bagaimana asuhan keperawatan pada kehamilan ganda (Gemelli) . Untuk mengetahui definisi dari kehamilan ganda (Gemelli) 2. Jadi kemungkinan terjadinya bayi premature akan tinggi. (Ilmu Kebidanan.MAKALAH DAN ASKEP KEHAMILAN GANDA ( GEMILI ) Latar Belakang Kehamilan kembar mempengaruhi ibu dan janin. Keluarga tertentu mempunyai kecenderungan untuk melahirkan bayi kembar. tetapi wanita dengan kehamilan kembar memerlukan pengawasan dan perhatian khusus bila diinginkan hasil yang memuaskan bagi ibu dan janin. Bagaimana patofisiologi.

sedangkan pada orang kulit hitam 1 diantara 80 kehamilan. White dan Wyshak (1964) dalam suatu penelitian terhadap 4000 catatan mengenai jemaat gereja kristus orang-orang kudus hari terakhir. Oleh karena itu.TINJAUAN PUSTAKA A. Faktor-faktor predisposisi 1. Faktor ras Frekuensi kelahiran janin multiple memperlihatkan variasi yang nyata diantara berbagai ras yang berbeda. melahirkan bayi kembar dengan frekuensi 1 per 116 kehamilan. memastikan peningkatan yang nyata pada . dalam analisis Bulmer (1960) terhadap anak-anak kembar.7%) ayah mereka yang kembar. Lebih lanjut. bila dibandingkan dengan wanita yang berusia diantara 35 sampai 40 tahun dengan 4 anak atau lebih. Definisi Kehamilan ganda atau kehamilan kembar adalah kehamilan dengan dua janin atau lebih ( Rustam Mochtar. wanita yang bukan kembar tapi mempunyai suami kembar dizigot. Kehamilan ganda dapat terjadi kurang dari sepertiga pada wanita 20 tahun tanpa riwayat kelahiran anak sebleumnya. Knox dan Morley (1960) dalam suatu survey pada salah satu masyarakat pedesaan di Nigeria. Pada kawasan di Afrika. Namun. keterangan didapatkan bahwa salah satu sebabnya adalah multiple ovuasi yang diturunkan. Myrianthopoulos (1970) mengidentifikasi kelahiran ganda terjadi 1 diantara 100 kehamilan kehamilan pada orang kulit putih. Di Swedia. kehamilan pada orang Timur atau Oriental tidak begitu sering terjadi. tetapi hanya 1 dari 60 (1. Perbedaan ras yang nyata ini merupakan akibat keragaman pada frekuensi terjadinya kehamilan kembar dizigot. Petterson dkk (1976). Kehamilan kembar dapat memberikan resiko yang lebih tinggi terhadap bayi dan ibu. frekuensi terjadinya kehamilan ganda sangat tinggi. mendapatkan bahwa kehamilan ganda terjadi sekali pada setiap 20 kelahiran. 3. Perbedaan kehamilan ganda ini disebabkan oleh perbedaan tingkat Folikel Stimulating Hormone yang akan mengakibatkan multiple ovulasi 2. 1 dari 25 (4%) ibu mereka ternyata juga kembar. 1998 ) Kehamilan kembar adalah satu kehamilan dengan dua janin. menemukan bahwa para wanita yang dirinya sendiri dizigot dengan frekuensi 1 per 58 kelahiran. frekuensi kehamilan ganda akan meningkat. dalam menghadapi kehamilan kembar harus dilakukan pengawasan hamil yang lebih intensif. Faktor umur dan paritas Untuk peningkatan usia sampai sekitar 40 tahun atau paritas sampai dengan 7. Faktor keturunan Sebagai penentu kehamilan ganda genotip ibu jauh lebih penting dari genotip ayah. B.

angka kehamilan ganda yang berkaitan dengan meningkatnya paritas. dkk 1992. dan dua dari empat embrio ditransfer kedalam uterus. Faktor resiko untuk kehamilan ganda setelah ovarium distimualsi dengan hMG berpengaruh terhadap peningkatan jumlah estradiol dan injeksi chorionic gonadotropin pada saat bersamaan akan berpengaruh terhadap karakteristik sperma. insiden persalinan gemelli dan triplet terjadi karena induksi ovulasi dengan terapi human menopause gonadotropin (hMG). 4.7%. sejumlah embrio yang ditransfer kedalam uterus maka sejumlah itulah akan berisiko kembar dan meningkatkan kehamilan ganda Tanda dan gejala o o o o Sesak nafas Sering BAK Gerak banyak Edema varises  Hiperemesis  Preeklampsi-eklampsia  Hidramnion . Pasqualato dkk. Pasien pada kasus ini. meningkatkan konsenterasi dan motilitas sperma (Dickey. Faktor nutrisi Nylander (1971) mengatakan bahwa peningkatan kehamilan ganda berkaitan dengan status nutrisi yang direfleksikan dengan berat badan ibu. Dalam kehamilan pertama. Insiden kehamilan ganda seiring penggunaan gonadotropin sebesar 16-40%. Ibu yang lebih tinggi dan berbadan besar mempunyai resiko hamil ganda sebesar 25-30% dibandingkan dengan ibu yang lebih pendek dan berbadan kecil.3% dibandingkan dengan kehamilan keempat sebesar 2. 6. pembuahan dilakukan melalui teknik fertilisasi in vitro dengan melakukan seleksi terhadap ovum yang benar-benar berkualitas baik.1999). Induksi ovulasi meningkatkan insiden kehamilan ganda dizigotik dan monozigotik. McGillivray (1986) juga memaparkan bahwa kehamilan dizigotik lebih sering ditemui pada wanita berbadan besar dan tinggi dibandingkan pada wanita pendek dan bertubuh kecil. frekuensi janin kembar adalah 1. Pada umumnya. Faktor terapi infertilitas Induksi ovulasi dengan menggunakan FSH plus chorionic gonadotropin atau chlomiphene citrate menghasilkan ovulasi ganda. dan juga meningkatkan kemungkinan kehamilan ganda. Faktor assisted reproductive technology (ART) Teknik ART didesain untuk meningkatkan kemungkinan kehamilan. 5. 75% kehamilan dengan dua janin (Schenker & co-workers. 1981). Tuppin dkk (1993) melaporkan dari Prancis.

Penentuan zigositas janin dapat ditentukan dengan melihat plasenta dan selaput ketuban pada saat melahirkan. bagian tubuh yang dimiliki bersama dapat. besar kemungkinannya sebagai akibat dari uropati obstruktif. Ukuran dan berat dari uterus yang sangat besar dapat menghalangi keberadaan wanita untuk lebih sekedar duduk. Khusus dengan kembar dua monozygot. maka janin tersebut bisa monozigotik tetapi lebih sering dizigotik. Pada kehamilan kembar yang dengan komplikasi hidramnion. yaitu hidramnion akut. Secara umum. Kadar haemoglobin. patofisiologi Pada kehamilan kembar distensi uterus berlebihan. kuadriplet 1400gram. Berat lahir rata-rata kehamilan kembar ± 2500gram. Bila selaput amnion dipisahkan oleh korion. fungsi ginjal maternal dapat mengalami komplikasi yang serius. cardiac output meningkat sebagai akibat dari peningkatan denyut jantung serta peningkatan stroke volume. Bila terdapat satu amnion yang tidak dipisahkan dengan korion maka bayi tesebut adalah monozigotik. Pada trimester 1 sering mengalami nausea dan muntah yang melebihi yang dikarateristikan kehamilankehamilan tunggal. Uterus dan isinya dapat mencapai volume 10 L atau lebih dan berat lebih dari 20 pon.C.2 Pada kehamilan kembar dizigotik hampir selalu berjenis kelamin berbeda.1. Ukuran uterus yang lebih besar dengan janin banyak meningkatkan perubahan anatomis yang terjadi selama kehamilan. namun secara proporsional lebih sedikit pada kehamilan-kehamilan kembar dua dibanding pada kehamilan tunggal. dan rata-rata kehilangan darah dengan persalinan vagina adalah 935 ml. amniosintesis terapeutik dapat dilakukan untuk memberikan perbaikan bagi ibu dan diharapkan untuk memungkinkan kehamilan Berbagai macam stress kehamilan serta . Massa sel darah merah meningkat juga. triplet 246 hari dan kuadruplet 235 hari. sehingga melewati batas toleransi dan seringkali terjadi putus prematurus. Perluasan volume darah maternal normal adalah 500 ml lebih besar pada kehamilan kembar. Dalam keadaan ini mudah terjadi kompresi yang cukup besar serta pemindahan banyak visera abdominal selain juga paru dengan peninggian diaphragma. Kadar kreatinin plasma serta urin output maternal dengan segera kembali ke normal setelah persalinan. triplet 1800gram. Dalam kasus hidramnion berat. Lama kehamilan kembar dua ratarata 260 hari. dapat terjadi akumulasi yang cepat dari jumlah cairan amnionik yang nyata sekali berlebihan. atau hampir 500 ml lebih banyak dibanding dengan persalinan dari janin tunggal. kehamilan kembar dua rata-rata sebesar 10 g/dl dari 20 minggu ke depan. yang menimbulkan” anemia fisiologis” yang lebih nyata. derajat dari perubahan fisiologis maternal lebih besar pada kehamilan kembar dibanding dengan kehamilan tunggal. Kembar dempet atau kembar siam terjadi bila hambatan pembelahan setelah diskus embrionik dan sakus amnion terbentuk. Sebagaimana diperbandingkan dengan kehamilan tunggal.

Dengan janin yang berat badannya relatif lebih rendah menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang tinggi. sebagian besar kehamilan ganda adalah dizigotik atau kehamilan kembar fraternal. karena berasal dari satu ovum. 2 korion. Kehamilan dizigotik Merupakan kehamilan ganda yang berasal dari 2 atau lebih ovum yang telah dibuahi. cap kaki dan tangan sama Sebagian hamil ganda dalam bentuk :  2 amnion. Insiden kelainan malformasi tinggi pada kehamilan ganda monozigotik. Biasanya dokter menganjurkan ibu dengan kehamilan ganda agar beristirahat lebih banyak. peregangan otot rahim yang menyebabkan iskemia uteri yang dapat meningkatkan kemungkinan preeklampsia dan eklampsia. . 1 plasenta Pada kembar monozigotik dapat terjadi kelainan pertumbuhan seperti kembar siam. misalnya 2 jam pada sore hari. Klasifikasi a. Penatalaksanaan Seorang wanita dengan kehamilan ganda mempunyai volume darah yang lebih besar dan mendapatkan beban ekstra pada sistem kardiovaskuler. Komplikasi  Hidramnion  Prematuritas  Kelainan letak  Plasenta pervia  Solusio plasenta F. E. diharapkan dapat mengurangi resiko hipertensi yang di induksi kehamilan dan persalinan preterm. D. Ciri-ciri :  Jenis kelamin sama  Rupanya sama (seperti bayangan)  Golongan darah sama. 2 korion. kehamilan ini juga disebut hamil ekmbar identik atau hamil kembar homolog atau hamil kembar uniovuler.kemungkinan-kemungkinan dari komplikasi-komplikasi maternal yang serius hampir tanpa kecuali akan lebih besar pada kehamilan kembar. 2 plasenta  2 amnion. 1 plasenta  2 amnion. 1 korion. Kehamilan monozigotik Merupakan kehamilan ganda yang berasal dari satu ovum yang dibuahi dan membelah secara dini hingga membentuk dua embrio yang sama. b.

Apakah telah mendapat pengobatan infertilitas. Elektrokardiogramn total : Terdapat gambaran 2 EKG yang berbeda dari kedua janin. Ibu yang bekerja sebaiknya berhenti bekerja pada umur kehamilan 28 minggu . Pernah hamil kembar atau ada riwayat keturunan kembar. Auskultasi : Terdengar 2 denyut jantung janin pada 2 tempat yang agak berjauhan dengan perbedaan kecepatan sedikitnya 10 denyut per menit atau bila dihitung bersamaan terdapata selisih 10. Untuk memperkecil kemungkinan penyulit ibu dan janin. jadi titrasi reaksi kehamilan bisa positif. 2. 4. kadang – kadang sampai 1/200. Gerakan janin lebih banyak dirasakan ibu hamil. istirahat yang cukup. ASUHAN KEPERAWATAN A. Ultrasografi : Bila tampak 2 janin atau 2 jantung yang berdenyut yang telah dapat ditentukan pada triwulan I atau pada kehamilan 10 minggu. 7.Uterus terasa lebih cepat membesar. edema tungkai. Gerakan – gerakan janin terasa lebih sering . . Reaksi kehamilan : Karena pada hamil kembar pada umumnya plasenta besar atau ada 2 plasenta. Inspeksi dan palpasi : Pada pemeriksaan pertama dan ulangan ada kesan uterus lebih besar dan lebih cepat tumbuhnya dari biasa. melakukan pemeriksaan laboratorium dasar dan pengobatan intensif terhadap kekurangan nutrisi dan preparat Fe. Teraba ada 2 balotement 3. 5.Keluhan pada kehamilan ganda biasanya terasa sesak nafas. Hal ini dapat dikacaukan dengan mola hidatidosa. Rotgen foto abdomen : Tampak gambaran 2 Janin. 6. Kadangkala diagnose baru diketahui setelah bayi pertama lahir. Anamnesis Perut lebih buncit dari semestinya sesuai dengan umur tuanya kehamilan. Bagian – bagian kecil terasa lebih banyak. Teraba ada 3 bagian besar janin. pada kehamilan ganda penanganan yang lebih intensif dengan melakukan pengawasan hamil lebih sering. uterus masih besar. coitus ditinggalkan pada 3 bulan terakhir. pembesaran pembuluh darah (varises). ternyata masih ada janin satu lamgi dalam rahim. maka produksi HCG akan tinggi. Pengkajian 1. sering BAK.

dan teraba dua balotemen. Resiko terjadi cedera B/D keletihan akibat peningkatan BB. Lebih kurang 50 % diagnosis kehamilan ganda dibuat secara tepat jika berat satu janin kurang dari 2500 gram. . uterus tumbuh lebih cepat dari kehamilan normal. teraba tiga bagian besar. dan 75 % jika berat badan satu janin lebih dari 2500 gram. Intoleransi aktivitas B/D keletihan 2. 8. Pemeriksaan klinik gejala-gejala dan tanda-tanda : Adanya cairan amnion yang berlebihan dan renggangan dinding perut menyebabkan diagnosis dengan palpasi menjadi sukar. kehamilan kembar C.  Pantau TTV setiap kali kontrol. Cemas B/D prosedur invasif saat pengakhiran kehamilan 3. Diagnosa Keperawatan 1. Untuk menghindari kesalahan diagnosis. berat. Resiko terjadi cedera B/D keletihan akibat peningkatan BB.  Anjurkan klien untuk kontrol minimal 2 x/bulan  Ajarkan klien untuk melakukan aktivitas yang aman & ringan. besarnya uterus melebihi lamanya amenorea. sedang. Intoleransi aktivitas B/D keletihan  Kaji respon klien terhadap aktivitas. Rencana kepaerawatan 1. kehamilan kembar  Anjurkan klien untuk tidak melakukan aktivitas sendiri dan menghindari aktivitas yg membahayakan diri dan kandungannya.  Jelaskan tentang perawatan kehamilan. persalinan. B. panic  Berikan kenyaman & ketentraman hati. Cemas B/D prosedur invasif saat pengakhiran kehamilan  Kaji tingkat kecemasan : ringan. kehamilan ganda perlu dipikirkan bila dalam pemeriksaan ditemukan hal-hal berikut. serta terdengar 2 DJJ dengan perbedaan 10 atau lebih. prognosa & prosedur yg mungkin dilakukan 3.Kehamilan kembar sering terjadi bersamaan dengan hidramnion dan toksemia gravidarum. banyak bagian kecil teraba. pasca persalinan. seperti mengukur TTV  Berikan penyuluhan tentang penyebab keletihan pada pertengahan masa kehamilan akhir dan aktivitas yg dilakukan saat hamil  Ajarkan klien metode penghematan energi untuk akti-vitas 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->